View Single Post
  #5 (permalink)  
Old 29th July 2008
Sword Sword is offline
AP - Senior Master
 
Join Date: Feb 2007
Posts: 373
Sword is an unknown quantity at this pointSword is an unknown quantity at this point
Default

TEGUH HINDARTO :
Saya tidak menaruh serius terhadap artikel Anda tersebut karena itu sudah menjadi paradigma umum dalam dunia akademik teologi bahwa penulisan Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Kesimpulan ini diperoleh karena mereka mendasarkan pada BUKTI FAKTUAL pada naskah Yunani yang berjumlah sekitar 5000-an yang tersebar dalam bentuk manuskrip, dan potongan papirus serta serpihan perkamen. Namun dengan mempertimbangkan tiga hal yaitu :

• EKSPRESI SEMITISME dalam naskah Perjanjian Baru berbahasa Yunani
• EKSISTENSI NASKAH INJIL & KITAB PERJANJIAN BARU SEMITIK dari periode Abad Pertengahan semisal DU TILLET, SHEM TOV, MUNSTER, CRAWFORD
• EKSISTENSI NASKAH PE****TA ARAMAIK yang secara gramatikal tidak sama dengan naskah Perjanjian Baru berbahasa Yunani

Dengan mempertimbangkan tiga hal tersebut, PATUTLAH kita melakukan DUGAAN bahwa pada mulanya Besorah/Injil serta keseluruhan Kitab Perjanjian Baru tidak dituliskan dalam bahasa Yunani melainkan Ibrani yang berasimilasi dengan sejumlah kosa kata Aramaik. Kata DUGAAN jangan diartikan sama sekali tiada bukti empiris. Karena, “the absence of evidence is not evidence of absence”. Anda tidak dapat melemahkan dugaan saya dengan “argumentum e silentio”. Mengenai keyakinan saya sebelum menemukan bukti Kitab Perjanjian Baru berbahasa Ibrani, persis seperti adegan DR. Rushel yang menjabarkan teori “Peleburan Dingin” dalam film “THE SAINT”. Ketika ditanya oleh para pakar lain, “Bagaimana Anda begitu yakin bahwa teori itu akan terbukti benar jika Anda sendiri belum dapat membuktikannya?” maka DR Rushel yang cantik menjawan dengan penuh gairah di matanya, “Saya dapat merasakannya, bahwa teori itu dapat dibuktikan, seperti air yang mengalir dari lautan menuju pantai”. Inilah sikap saya ketika memberikan pernyataan bahwa saya tidak yakin bahwa naskah Perjanjian baru ditulis dalam bahasa Yunani” (Teguh Hindarto, MTh., Tanggapan Atas Artikel: Mengapa harus Yahweh?”, Majalah Rohani HIKMAT No 107 September 2007, Po. Box 122 Kebumen 54300, Jateng, hal 5-6 {www.messianic-indonesia.com}). Bukanklah dalam bagian sebelumnya saya telah memberikan kajian secara mendalam ketika menguji validitas pernyataan Anda bahwa Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani?


TANGGAPAN BUDI ASALI :
Dalam debat terbuka antara saya dan Pendeta Esra versus Teguh Hindarto dan Kristian Sugiyarto, MEREKA BERDUA MENGAKUI BAHWA BAHASA ASLI PERJANJIAN BARU ADALAH BAHASA YUNANI. Kalau tak percaya, lihat VCD / DVD nya! Mengapa sekarang Teguh Hindarto ngotot (baca ‘dengan tegar tengkuk’) ‘balik kucing’ dan mempertahankan bahwa bahasa asli Perjanjian Baru adalah bahasa Ibrani? Saya kira Teguh Hindarto adalah penipu / pendusta dan adalah orang yang tidak tulus sama sekali dalam mencari kebenaran!!! Sebaliknya, dengan segala macam cara, halal atau tidak, berusaha mempertahankan apa yang ia tahu tidak benar! SAYA MINTA TEGUH HINDARTO UNTUK BERTOBAT! Atau Tuhan akan buang anda ke dalam neraka karena kesesatan dan penyesatan yang anda lakukan!


TEGUH HINDARTO :
Konteks pengutipan penemuan naskah Laut Mati, untuk memetakan dan menelusuri kebudayaan dan bahasa tulis serta percakapan pada peralihan Abad sebelum dan sesudah kelahiran Mesias. Dari 600-an manuskrip, dihasilkan rasio penggunaan bahasa Ibrani dan Aramaik sbb:

“If we compare the total number of pages in these ten sectarian scrolls, we again find a nine-to-one ratio of Hebrew to Aramaic (179 pages in the nine Hebrew scrolls to 22 pages of Aramaic in the Genesis Apocryphon, David Bivin & Roy Blizard, UNDERSTANDING THE DIFFICULT WORDS OF JESUS, 2001, P.29)

Perbandingan rasio penggunaan bahasa Ibrani dibandingkan Aramaik, signifikan dengan upaya membuktikan dalam bahasa apakah Yahshua berkomunikasi. Bahasa Ibrani terbukti bukan bahasa mati melainkan bahasa yang tetap hidup, berkeksistensi dan dipergunakan baik dalam percakapan sehari-hari, pengajaran maupun tulisan, di samping juga bahasa Aramaik. Mengenai temuan gulungan 7Q5 di gua 7 yang merupakan fragmen dari Markus 6:52-53 dalam bahasa Yunani, dengan 20 huruf Yunani, tidak membuktikan bahwa bahasa percakapan Yahshua adalah dalam bahasa Yunani. Meskipun Robert Jones dalam THE DEAD SEA SCROLLS AND CHRISTIANITY ([url]www.sundayschollministries.com[/url]) mengatakan sbb:

“Jose O’ Calaghan, a Spanish Jesuit believes that some fragment from Cave 7 are from the Gospel of Mark. The theory is just (barely) possible. Cave 7 was unique because all 18/19 fragments found were in GREEK (most of the other scrolls are in Hebrew or Aramaic). Greek was of course, the language of the early Christians but it was also the language of Hellenized Jews”

Namun “Early Christians” di sini harus dipahami sebagai orang-orang non Yahudi yang kelak menerima Mesias, tentu saja menggunakan bahasa Yunani sebagai bahasa percakapan (Apalagi eksistensi bahasa Yunani, Latin, Ibrani, menjadi bahasa umum pada zaman itu, Yohanes 19:20) dan kelak dalam penerjemahan ucapan-ucapan Mesias sehingga menjadi Kitab Perjanjian Baru versi Greek.


TANGGAPAN BUDI ASALI :
Selalu membicarakan dengan bahasa apa Yesus bicara (dalam faktanya). Ini tak ada gunanya! Dengan bahasa apapun Ia bicara, penulisannya dalam Perjanjian Baru dilakukan dalam bahasa Yunani. Ini yang penting!

TEGUH HINDARTO :
Mengenai eksegesa Nehemia 13:24 yang mengatakan, “Sebagian (ycix] {KHATSI) dari anak-anak mereka berbicara bahasa Asdod atau bahasa bangsa lain itu dan tidak tahu berbicara bahasa Yahudi” sudah jelas sebagaimana yang telah saya uraian sebelumnya. Bahwa pembacaan ayat 24, tidak dapat dilepaskan dari pembacaan ayat 23 yang mengatakan, “Pada masa itu juga kulihat bahwa orang orang Yahudi memperisteri perempuan-perempuan Asdod, perempuan-perempuan Amon atau perempuan-perempuan Moab.” Ayat ini TIDAK MEMBUKTIKAN bahwa bahasa Aramaik atau bahasa asing menggantikan peranan bahasa Ibrani. Sebaliknya, terjadi asimilasi budaya dan bahasa sehingga menyebabkan BEBERAPA(ycix] {KHATSI) bukan SEMUA (lk' {KAL}), orang Yahudi tidak mengerti berkata-kata dalam bahasa Yahudi.

TANGGAPAN BUDI ASALI :
No comment! Saya bosan dengan ketololan seperti ini!


BERSAMBUNG.............
Reply With Quote