Quote:
Originally Posted by sem_ham_yafet
Baca Ulangan 7:15. Baca berkali-kali Bro, sampai tumbuh iman padamu.
Baca Yesaya 53:1-6 terutama ayat 5.
Baca Mazmur 115:4-8 terutama ayat 8.
Baca Yesaya 59:1-3 baik-baik yah sampai dapat rhema
Baca Matius 6:14-15 baik-baik yah, sampai kamu ngerti. Ini masih susu koq
Temukan dimana errornya, GBU   
|
Yesaya 53:1-6 berbicara tentang pengorbanan Kristus di salib yang hina, tetap Allah Bapa begitu mengasihi Kristus bahkan memberiNya kuasa atas segalanya.
Garis-bawah perikop ini adalah pengorbanan dan keselamatan, bukan kesembuhan (badani).
Mazmur 115:4-7 berbicara tentang kesia-siaan berhala-berhala buatan manusia yang tidak menyelamatkan, bahkan tidak berdaya.
Yesaya 59:1-3 berbicara tentang dosa sebagai penghalang bahkan perusak hubungan yang mesra dengan Allah. Dibaca berulang-ulang pun, itu yang saya tangkap. Itu rhema-nya,
bukan sugesti bahwa saya ini berdosa sehingga tidak layak di hadapan Tuhan (memang saya adalah pendosa, tapi darah Kristus telah dan selalu melayakkan saya asal saya beriman akan hal itu); atau sugesti bahwa segala sakit penyakit dikait-kaitkan dengan dosa.
Matius 6:14-15 berbicara tentang hukum kasih, khususnya hal mengampuni sesama manusia. Saya sudah lama mengerti ayat ini karena perikop Khotbah Di Bukit adalah salah satu favorit saya. "Susu" yang satu ini sama kerasnya dengan "makanan padat". Anda ngerti belum?
"Error" nya ialah Anda melihat segala sesuatunya dari satu sisi pandang yang terbatas: kesembuhan badani (yah, dengan embel embel keren: kesembuhan illahi). Ilah di sini adalah kesembuhan. Kalau suatu hari, dan pasti Allah ijinkan, apabila orang yang Anda layani tidak sembuh walaupun sudah pakai ilmu "empartasi Roh Kudus" broadband, lantas gimana? Mau bilang kepada orang itu: lu pasti ada dosa, ya?
Grow up...
