Quote:
Originally Posted by kepikbiru
Apa sih maksudnya yang digantung adalah seseorang bukan seluruh komunitas?
|
Kalo anda mengatakan "tanggung jawab pribadi (atas kehidupan) tidak ada dalam komunisme," maka kenapa ada hukuman pribadi ???
Quote:
Hubungannya? Dah gua bilang gua ga berusaha mengimport "sistem barat" (btw Marx is German) ke Indonesia.
Gua cuma berkata, jangan terjebak sama komunisme.
The alternative to communism is not capitalism. Alternative to communism is using-your-brain.
|
Wah aku ngak setuju ... banget. Alternative to communism, bagi saya, not only using your brain tapi juga using your heart. Brain can exploit another human resource, persis seperti Politbiro. Heart can't.
Quote:
|
1. Kalo private ownership, private companies, private enterprise, private planning, private investment semua dilarang, nah yang merencanakan segala sesuatu siapa? Ngga mungkin dong negara jalan tanpa segala sesuatunya diatur, nah yang ngatur siapa?
|
God ??? Church ??? Multinational Companies??? Capitalists???
Quote:
|
2. Kalo the established system itu udah ada capital owner dan labor, gimana caranya supaya semua diubah jadi labor only dan capital disimpan oleh negara saja. Gimana caranya to do capital transfer dari private ownership ke negara?
|
Love thy Neighbour with all your hearts and Souls as you love thyself???
Quote:
Ini jawaban yang disediakan Karl Marx dan ini yang sudah dijalankan dengan sukses di berbagai negara.
Kalo ada yang merindukan negara Komunisme, gua sarankan untuk tukar penduduk saja dengan Zimbabwe. Indonesia dapet orang2 yang mau punya kebebasan, dan biar orang2 yang rindu disiksa, ditindas dan akhirnya mati kelaperan untuk tinggal di Zimbabwe.
|
Atau yang suka dengan Capitalist, silakan ke Ghana and enjoy staying there with 'cheap' subsidized imported eggs and chicken from Europe. Thanks to IMF.