Thread: PL 'versus' PB
View Single Post
  #384 (permalink)  
Old 8th August 2008
Jesus_Follower Jesus_Follower is offline
AP - Senior Member
 
Join Date: Aug 2008
Location: Australia
Posts: 57
Jesus_Follower can only hope to improve
Default

Banyak orang yang bingung memang dalam membaca ayat2 perjanjian baru yang mengandung kata "Taurat". Beberapa menganggap bahwa Paulus tidak konsisten. Mencoba memahami tulisan2 Paulus mengenai "Taurat" membuat mereka kacau, jadi mereka menafsirkan sendiri ayat-ayat yang mendukung cara berfikir mereka-yaitu tidak perlu menurut lagi 10 Hukum Tuhan-dan mengabaikan ayat-ayat yang lain-yang memerintahkan kita agar menurut 10 Hukum.

Tapi kita jangan bingung2, sekarang setelah kita tahu perbedaan antara 10 Hukum tuhan dan hukum Taurat Musa, kita jadi memahami ayat-ayat perjanjian Baru yang mengandung arti kata "taurat" sesuai dengan konteksnya. Dapat dibuktikan bahwa perjanjian yang lama adalah Hukum Taurat Musa-ditulis dalam Kitab Perjanjian (kitab Hukum).

Perjanjian Lama mencatat bahwa perjanjian yang lama bukan hanya terdiri dari 10 Hukum saja. Tapi memang 10 Hukum adalah inti dari perjanjian yang dibuat Tuhan dengan orang Israel itu (perjanjian yang lama).

Penelitian ayat-ayat perjanjian Lama menunjukkan bahwa Pembenaran Oleh Iman (hati kita yang disucikan oleh iman) juga merupakan ajaran yang sudah ada di Perjanjian Lama, selain ada di perjanjian Baru. Dan di perjanjian Baru, Tuhan tetap memerintahkan penurutan kepada 10 Hukum, cara hidup yang benar bagi manusia, patokan segala tindak-tanduk manusia, untuk melindungi anak-anaknya dari hal-hal negatif akibat dosa.

Kita juga lihat bahwa 10 hukum Tuhan adalah sempurna adanya-dan tidak ditambahkan apa-apa lagi. Dalam kasihNya yang besar, Tuhan memberikan 10 Hukum untuk kebaikan (kesejahteraan) manusia itu sendiri-untuk menuntun kita dalam jalanNya (Yesaya 48:17,18).

Jika keselamatan hanya karena kasih karunia, melalui iman, maka kita harus meneliti kembali definisi dari perjanjian Baru. Apakah definisi "Perjanjian Baru" menurut mayoritas gereja kristen berbeda dari maksud Tuhan yang mulia?

Dan bagaimana dengan 10 Hukum? Kita lihat bahwa 10 Hukum ditempatkan di tempat permanen - didalam tabut Tuhan (yang melambangkan tahta Tuhan di sorga). Apakah 10 Hukum Tuhan dipakukan di kayu salib, atau apakah itu juga merupakan bagian dari perjanjian Baru? Apa yg dimaksud dengan Hukum yang memerdekakan orang?

Perjanjian Baru dan Hukum
Hukum upacara Musa menggambarkan ritual2 bait Tuhan di bumi dan semua sabat2 TAHUNAN. Segala yang dikandung oleh Hukum Upacara adalah bayangan yang menunjuk pada Yesus Kristus, Esensi (hakekat/ sosok asli) dari bayangan itu.

"Didalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan , hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian didalamnya." (Ibrani 10:1)

Hukum Upacara Musa mengatur secara detail kurban2, hari2 raya, dan ketentuan upacara yang merupakan lambang dari Yesus. Paulus menyatakan bahwa Hukum Upacara berakhir pada saat hukum yang ditulis Musa itu dipakukan di kayu salib. "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang yang oleh ketentuan2 hukum mendakwa dan mengancam kita. dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib." (kolose 2:13,14).

Paulus meneruskan: "Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus." (Kolose 2:16,17). Semua ketentuan2 upacara, termasuk sabat2 TAHUNAN (bukan Sabat hari ketujuh/ Sabtu), hanyalah lambang dari Kematian Yesus.

Yesus menjelaskan bahwa tujuan dari kitab Taurat Musa adalah mempersiapkan umat Tuhan menyambut kedatanganNya: "Inilah perkataan-Ku, yang telah kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa semua harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam Kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (Lukas 24;24).

Paulus menulis bahwa Yesus adalah kegenapan - tujuan - Hukum Taurat. "Sebab Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang percaya. Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena Hukum taurat: 'Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.''' (Roma 10:4,5).

Kita harus lihat konteks dari ayat tersebut. Apa yang dimaksud dengan Hukum Taurat? Perhatikan bahwa Paulus menegaskan bahwa dia sedang membicarakan Hukum Musa waktu dia menulis kata-kata: "Sebab Musa menulis..." dan mengutip firman Tuhan pada Musa mengenai Kitab Taurat: "Orang yg melakukannya, akan hidup karenanya." yang tercatat pada (Imamat 18:5).

Dapatkan Anda lihat apa yang dimaksud Paulus di Roma 10:4,5? . Kristus adalah kegenapan - tujuan - dari Hukum Musa, perjanjian yang lama yang menggambarkan komitmen Tuhan untuk menyelamatkan dunia dari dosa.
Yesus adalah Perjanjian Baru kita dnegan Tuhan! Dalam nubuatan tentang Yesus, Tuhan berfirman: "Aku ini, Tuhan, telah memanggil engkau (Yesus) untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk (memutuskan) engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa2, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang2 yang duduk dalam gelap dari rumah penjara." (Yesaya 42:6,7). Nubuatan ini digenapi pada Lukas 4:18, 19, 21.

Perjanjian Baru yangkita rayakan dalam Yesus mengandung 10 Hukum Tuhan. Simak apa kata Alkitab:
"Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan,"Aku akan mengadakan perjanjian baru...Maka inilah perjanjian yang Kuadakan...Aku akan menaruh Hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Ku." (Ibrani 8:8, 10; Yeremia 31:31-33).


Kesepuluh Hukum Tuhan adalah inti Perjanjian Baru, sama seperti di masa perjanjian Lama. Paulus mengajarkan bahwa 10 Hukum Tuhan adalah bagian dari Perjanjian Baru. Perhatikan bagaimana dia menggambarkan sifat2 Taurat Musa (yang berisi aturan tentang sunat) dan 10 Hukum Tuhan dalam perbandingan di bawah ini:

"Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting, Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah." (1 Korintus 7:19).
Mari kita garisbawahi beberapa poin tentang perjanjian yang Baru.
1. Yesus adalah perjanjian kita yang baru (Yesaya 42:6, 7). Sama seperti PL menggambarkan komitmen Tuhan untuk menyelamatkan seluruh dunia dari dosa melalui upacara2 dan lambang2 di zaman bangsa Israel, begitupula PB menggambarkan komitmen Tuhan melalui Yesus - penggenapan lambang2 itu. "Dan di dalam Dialah (Yesus) setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa (beroleh pembenaran/ seluruh dosanya dihapuskan), yang tidak dapat kamu peroleh dari Hukum Musa." Kisah 13: 39.

2. Yesus merendahkan DiriNya dan datang ke bumi sebagai manusia (Filipi 2:5-8). Tuhan mengutus Anak-Nya dalam bentuk daging yang berdosa untuk menjadi kurban penghapus dosa (Roma 8:3). Tuhan menyebabkan Dia yang tidak mengenal dosa agar lahir dalam daging yang sudah jatuh dalam dosa (lahir sebagai manusia sungguhan). (2 Korintus 5:21). Yesus berubah menjadi manusia yang sama dengan kita dalam segala hal - Dia menjadi manusia 100% supaya Dia bisa menghancurkan segala pekerjaan setan (Ibrani 2:14, 17). Dia menderita ketika Ia dicobai supaya Ia dapat menolong kita waktu kita dicobai (Ibrani 2:18).

3. Walau Yesus menjadi manusia, Dia tidak berdosa - itulah sebabnya KehidupanNya yang tanpa dosa dapat menghapus dosa2 kita (1 Yoh 3:5). Dia adalah kurban yang sempurna, yang mati untuk orang berdosa untuk menunjukkan kasih Tuhan bagi kita (Roma 5:6, 8). Keberadaan kita yang berdosa (manusia lama kita) telah turut disalibkan bersama Dia - dipakukan pada kayu salib - supaya mereka yang "ada di dalam Kristus" tidak usah menjadi budak dosa lagi (Roma 6:6).

4. Kesepuluh Hukum adalah jantung PB (ibrani 8:8, 10; Yeremia 31:31 - 33). Kesepuluh Hukum itu sebetulnya sepuluh janji Tuhan tentang bagaimana hidup Kristus didalam kita akan menguatkan kita untuk menunjukkan kasih kita kepada Tuhan dan pada sesama manusia. tuhan akan bekerja didalam kita untuk menyebabkan kita mau menurut 10 Hukum-Nya dan bisa terus bertingkah-laku hari demi hari sesuai 10 Hukum itu. (Filipi 2:13).

Nah, bisakan dilihat perbedaan antara jaman Musa (PL) dan jaman Yesus (PB) bukanlah penghapusan 10 Hukum? Perbedaannya adalah jalan menuju keselamatan kekal.
Taurat Musa adalah sebuah paket berisi tindakan2 simbolis yang melambangkan kematian Mesias dimasa depan, YEsus Kristus. Di bawah peraturan2 upacara, orang yang berbuat dosa harus mengurbankan seekor domba untuk menutupi dosanya.
Dosa dipindahkan secara simbolis pada kurban pengganti yang tak bernoda itu, melambangkan Yesus yang menjadi kurban pengganti atas dosa2 kita untuk membayar utang dosa kita yaitu kematian.
"Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!" (Yoh 1:29). Yesus adalah Anak Domba yang tak bernoda. Dia menjadi kurban bagi Anda dan Saya. Di kayu salib golgota, Tuhan memindahkan hukuman atas dosa (yaitu maut) yang harusnya kita terima kepada Putra-Nya.
Kuasa darah Yesus sangat cukup untuk menutupi semua dosa2 kita. Tidak seperti imam2 di PL, Yesus tidak harus melakukan pengurbanan berkali2. Alkitab mengatakan bahwa Dia dikurbankan "satu kali dan untuk selamanya" sewaktu Ia mati di kayu salib (Ibrani 7:27).
"Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawa dan terjadilah gempa bumi, dan bukit2 batu terbelah," (Mat 27:50-51). Waktu Yesus mati, Tuhan menghentikan upacara2 kaabah yang ditulis di kitab taurat Musa. Pada hari Jumat itu, waktu Tuhan merobek tirai bait suci yang menghalangi orang masuk ke tempat kudus, Dia menunjukkan bahwa pengurbanan Yesus telah memberi kita akses langsung - melalui Yesus - kepada takhta Tuhan yang penuh pengampunan. (Efesus 3:12).
Sebelum kematian Yesus, hanya imam besar yang punya akses ke tempat maha kudus, dan dia hanya bisa masuk satu kali setiap tahunnya, yaitu pada hari Raya Perdamaian. Tapi pada waktu tirai terbelah dua, tuhan menunjukkan bahwa upacara2 simbolis (bayangan) itu telah dibatalkan, karena yang Asli-nya (hakekat dari bayangan) sudah terlaksana: kematian Yesus menghapus dosa kita, mendamaikan kita dengan Bapa, menjadi jalan kepada Bapa.



Mudah2 an bisa mengerti apa yang telah saya jabarkan diatas.. kalo masih bingung yah nanti akan saya tulis lagi lebih lengkapnya agar lebih dimengerti beda PL dan PB.... GOD BLESS...
Happy Sabbath Friend's....
Reply With Quote