Quote:
Originally Posted by eve
gue nonton tuh acara pembukaan spektakuler banget. gila ampe kagum gue.. tp miris gue jd liat 2 wajah cina dalam 1 minggu. di sisi lain ada banyak hal yg hampir gue bilang ga civilized di cina.
Tapi gue ga heran sih dengan spektakulernya olimpiade di sono. gue salut banget. Sama halnya gue terkagum2 dengan beijing planetarium yg hightech tapi disaat yg sama semua org ngeluh kalo pemerintah cina cuma kasih duit gede2an di beijing planetarium tp planetarium n observatorium di bagian lain di cina harus pontang panting cari dana. While org luar melihat wajah cina hanya dari Beijing.
Overall..... walo gue ga ngerti di tv ngomong apaan tgl 8 malam kemaren tp gue bener2 terpukau dengan cara pemerintah cina mengadakan olimpiade.
|
Pembangunan "kurang merata" ada di negara mana saja, apalagi yang dikeluhkan fasilitas planetorium. Pembangunan tentu saja ada sektor apa dulu yang diprioritaskan dulu, baru fasilitas2 lainnya. Bedanya mereka tentu "tidak static" selalu ada perkembangan2.
Negara punya 2 wajah dimana-mana juga ada, Amerika yang "kumuh" juga ada, Jepang negara kaya, juga punya daerah "kumuh", saya pernah jalan2 tengah malem di Tokyo, daerah harajuku s/d ueno ada juga kerajaan "gembelnya" manusia2 tidur dalam kardus.
Dan lagi kita perlu tahu, ada sebagian propinsi yang otonomi ada yang tidak, Xinjiang yang kaya minyak dan Shanghai & guangzou kaya dari perdagangan, misalnya, ngga' perlu minta duit ke pusat. Tapi Chengdu yang termasuk "daerah banyak orang miskinnya" suku minoritas, kalau kita liat puing2 setelah gempa, ngga' jelek2 amat, bandingin misalnya NTB yang banyak anak2 kena busung lapar misalnya.
Quote:
Originally Posted by eve
tp miris gue jd liat 2 wajah cina dalam 1 minggu. di sisi lain ada banyak hal yg hampir gue bilang ga civilized di cina.
|
Jangan terlalu "dramatis-lah" dengan kata "miris" segala.
Kalau aku sih lebih miris liat yang ini:
Busung lapar si negara kita sendiri lebih mengerikan! Berita TV banyak cerita ttg kemalangan rakyat jelata Indonesia : ibu membunuh bayinya karena panik tidak dapat menafkahi, sekeluarga bunuh diri karena persoalan ekonomi, malnutrisi karena kebodohan, bapak tua kecapean antre BLT sampai kambuh asmanya dan mati dll.
Pernahkan kita mikirin yang ini, sebelum mengkritisi negara orang?