View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 15th August 2008
purwanto purwanto is offline
AP - Senior Newbie
 
Join Date: Dec 2007
Location: Indonesia
Posts: 11
purwanto is an unknown quantity at this pointpurwanto is an unknown quantity at this point
Default Kesaksian Purwanto

Nama saya Purwanto, dan saya mempunyai 3 anak, Kevin sekarang umur 22 tahun, Kelly meninggal 3 tahun yang lalu pada umur 12 tahun dan kenzi meninggal tahun lalu pada umur 13 tahun.
Anak saya Kelly dan Kenzi kena semacam penyakit yang sampai hari ini tidak ada satupun Doktor yang bisa kasih tahu penyakit apa. Sudah sangat banyak Doktor yang dikunjungi seperti Dr dari Amerika, Russia, China , Spore, Indonesia dll.
Berbagai Cara2 diagnose pun di coba, sampe ke test DNA tetapi tetap tidak tahu penyakitnya apa.
Sewaktu kecil mereka anak normal yg biasanya setiap hari kesekolah, main, nyanyi2 dan makan. Tetapi, sewaktu Kelly muali umur 5 dan Kenzi mulai umur 8, Kondisi mereka pelan2 menurun dengan mulai susah jalan, susah bicara, sampai terakhir makan dan minumpun tidak bisa lagi kecuali memasukin selang langsung ke lambungnya.
Thn 2005 Kelly masuk RS dan kebetulan teman saya Chai Yin juga teman Ibu Suci minta ijin supaya bisa kirim teman untuk doa di RS. Waktu itu Ipo Kelly cerita kalau setiap kali Kelly ke rumah dia dengar lagu rohani Kelly akan merangkak keluar untuk dengar lagu rohani. Sayapun mengijinkan Kelly untuk di Baptis di RS dan 3 minggu kemudian, Kelly pulang kerumah Bapa tgl 2 dec 2005.
Sesudah Kelly meningal , saya ada sering baca2 alkitab, tetapi dalam otak saya selalu berlawanan dengan pikiran logika.. akhirnya saya stop baca alkitab.
Kenzi, anak saya yang paling kecil, yang pada saat itu juga sudah sakit dengan gejala yang seperti kakaknya. Ibu Monika dan banyak saudara2 di gereja ini sering datang ke rumah berdoa buat Kenzi dan juga jemput Kenzi untuk sekolah minggu.
February 2007 hari pertama sincia yang pada umumnya anak2 biasa akan senang terima angpao, tetapi hari itulah Kenzi harus pakai selang supaya dia bisa minum dan makan. Dan mulai hari itu, Kenzi harus diikat tangannya siang dan malam supaya dia tidak cabut selangnya.
Kadang sewaktu Ibu Monika datang liat kenzi dan doa, saya selalu akan berusaha untuk tidak mendengarkan doanya. Bukan saya tidak senang dengan Ibu Monika tetapi hati saya sangat sedih dan sakit mendengarkan doanya. Mungkin saudaraku disini yang sudah punya anak bisa mengerti bagaimana perasaan orang tua.
Maret 2007 Kenzi di Baptis.

Tanggal 18 July 2007 saya ada di kantor dan saya di telpon sama Ibu saya kalau Kenzi sudah parah dan harus dibawa ke RS. Saya buru2 pulang dari kantor disepanjang jalan, saya berdoa. Dan itulah pertama kali saya doa kepada Tuhan Yesus. Saya meminta supaya Yesus sembuh kan Kenzi atau bawalah dia supaya dia tidak sengsara..
Begitu saya sampai RS, saya diberitakan bahwa Kenzi sudah pulang ke rumah Bapa. Saya bertanya tanya ibu saya tepatnya kapan Kenzi meninggal. Setelah saya pelajari, rupanya Kenzi meningal sehabis saya berdoa dan mengatakan amin.
Akhirnya sewaktu di rumah duka, saya terima Tuhan Yesus. Banyak orang yang terima Yesus kalau anaknya atau orang dekatnya di sembuhkan, tetapi saya malah menerima Tuhan Yesus setelah anak saya dipanggil Tuhan. Saya tahu kalau rencana Tuhan adalah yang terbaik.
Beberapa hari sesudah Kenzi meninggal, saya bereskan semua barang2 Kenzi dan saya ketemu satu bookmark yang dibuat Kenzi sewaktu dia masih mampu ke Gereja. Kenzi tulis beberapa kata mandarin dan artinya adalah ‘Saya adalah Jehovah, tidak ada Tuhan lain selain aku’
Rupanya, Kenzi meninggalkan pesan untuk saya dan juga yang lain kalau kita ikut Tuhan Yesus, itu lah jalan yang benar.
Semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat buat semuanya.
Reply With Quote