 |

4th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
Hukum Taurat
Saya telah berjanji akan membuka topik baru dengan judul "HUKUM TAURAT".
Tulisan-tulisan dibawah ini adalah sebagian dari karya saya pribadi, sangat panjang, semoga anda cukup sabar untuk membacanya bila anda berkenan.
Tuhan memberkati.
In His love
|

4th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
HUKUM TAURAT
PART ONE.
Part One.
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa ada dua jenis hukum Taurat, yaitu yang dimaksud sebagai Sepuluh Hukum Allah, hukum-hukum yang ditulis oleh jari Allah sendiri diatas dua loh batu, yang diserahkan kepada Musa di Sinai ketika ia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan yang dimaksudkan sebagai hukum Musa sendiri, yaitu hukum-hukum yang ditulis oleh Musa dalam sebuah buku yang disebut kitab Taurat. Penghormatan bangsa Israel kepada kedua hukum itu saja berbeda, Sepuluh Hukum pada dua loh batu diletakkan dalam tabut perjanjian (Keluaran 40:20) dan kitab Taurat Musa diletakkan disamping tabut perjanjian (Ulangan 31:26).
Ayat-ayat berikut berbicara tentang Hukum Taurat yang dimaksudkan sebagai Sepuluh Hukum Allah:
Roma 13:8-10.
13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Roma 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
Roma 3:20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
Roma 4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, disitu tidak ada juga pelanggaran.
1 Yohanes 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Roma 7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!
Yohanes 18:31 Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.
Lukas 23:56b Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat
Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya
Roma 7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.
Dan ayat-ayat berikut berbicara tentang hukum Taurat yang dimaksud sebagai hukum Musa:
1 Korintus 14:21 Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.
1 Korintus 14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
Lukas 2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan
Yohanes 8:4, 5 - Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?
Yohanes 12:34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?
Ibrani 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan
Ibrani 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
Ibrani 10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --
Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.
Dan tentunya hukum lainnya seperti: mata ganti mata, gigi ganti gigi dll.
Dalam mempelajari Alkitab dan berbicara tentang hukum Taurat, kita harus tahu membedakan antara keduanya menurut konteksnya, sebab bila tidak kita bisa salah mengerti dan memutar balikkan artinya yang dapat menyesatkan kita dan menjauhkan kita dari kebenaran. Suatu contoh yang jelas adanya perbedaan antara kedua kubu itu dinyatakan oleh dua ayat yang mewakili masing-masing kubu, yaitu kubu Sepuluh Hukum Allah dan kubu Hukum Musa, dan keduanya menyajikan suatu kontradiksi yang jelas.
Dari kubu Sepuluh Hukum: Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
Dari kubu Hukum Musa: Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.
Kubu Sepuluh Hukum meneguhkan hukum Taurat oleh iman, kubu Hukum Musa membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Kelihatannya saling bertentangan padahal ditulis oleh orang yang sama dengan ilham Roh yang sama, dan kalau kita tidak dapat membedakannya, maka kita akan salah menafsirkan alkitab dan firman Allah akan diputar balikkan. Tetapi bila yang telah dibatalkan adalah hukum Musa dengan segala perintah dan ketentuannya (hukum upacara, sunat, hukum sipil, dll), maka Sepuluh Hukum tetap berdiri tegak dan oleh iman, hukum itu diteguhkan keberadaannya.
Tetapi apakah anda termasuk diantara orang-orang Kristen yang percaya bahwa Hukum Taurat hanya bagi orang Israel saja, atau telah dipalangkan disalib Kristus dan tidak berfungsi lagi sejak saat itu? Atau apakah anda termasuk diantara orang-orang yang percaya bahwa Hukum Taurat tetap mengikat tetapi dengan pengecualian dan dispensasi tertentu?
Bila ya, marilah kita selidiki apakah memang benar bahwa hukum Taurat itu hanya bagi orang Israel saja atau bahwa kematian Kristus di kayu salib telah meniadakan fungsi, eksistensi dan yurisdiksi Hukum Taurat atas umat manusia pada umumnya dan umat Kristiani khususnya, sehingga kita tidak lagi diwajibkan untuk memelihara dan melakukannya secara keseluruhan atau sebagian? Atau bahwa hukum itu masih mengikat tetapi dengan perubahan, pengecualian dan dispensasi.
Bila anda percaya bahwa anda adalah orang berdosa yang tidak sempurna dan akan senantiasa membutuhkan darah Yesus untuk pengampunan dosa, maka secara tidak anda sadari anda telah mengakui legalitas dan eksistensi dari Hukum Taurat itu serta yurisdiksinya (wewenangnya) atas diri anda, yang menjadikan anda wajib memelihara dan melakukan hukum Taurat.
Mengapa? Sebab:
1. Dosa adalah pelanggaran Hukum Allah
1 Yohanes 3:4
2. Anda mengenal dosa melalui hukum Taurat (Roma 3:20; 7:7)
3. Oleh hukum Taurat ini, dosa semakin dinyatakan (Roma 7:13)
4. Hukum Taurat digunakan sebagai standard penghakiman (Yehezkiel 44:24; Roma 2:12; Yakobus 2:12) pada hari penghakiman-Nya (Pengkhotbah 12:14; 2 Kor. 5:10).
Sebaliknya bila:
1. Tidak ada hukum Taurat, tidak ada juga pelanggaran – Roma 4:15
2. Tidak ada hukum Taurat, dosa tidak dapat diperhitungkan - Roma 5:13
3. Bila dosa tidak diperhitungkan, maka tidak akan ada maut, sebab “upah dosa adalah maut” – Roma 6:23.
Kita lihat bahwa Hukum Taurat, dosa dan diri anda mempunyai hubungan yang erat sekali dan saling terkait. Melalui Hukum Taurat ini, anda mengenal dosa dan bila anda melanggar Hukum Taurat, anda berbuat dosa dan dosa anda dinyatakan dan akhirnya dosa ini akan membuahkan maut.
Hukum Taurat yang dimaksud disini sudah jelas adalah yang disebut dengan Taurat Allah atau disebut juga Sepuluh Hukum Allah yang ditulis sendiri oleh jari-jari Allah diatas dua loh batu yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Musa di Sinai. Mengapa hukum Taurat dalam hal ini Sepuluh Hukum Allah dapat menyatakan dosa kita? Sebab:
1. Kesepuluh perintah yang tertulis pada loh-loh batu itu adalah perintah yang mengatur hubungan vertical yang baik dan benar dengan Allah dan hubungan horizontal yang baik dan benar dengan sesama manusia (Keluaran 20:2-17; Roma 13:8,9; Yakobus 2:8-12)
2. Hukum itu adalah kudus, benar dan baik (Roma 7:12)
3. Sebaliknya kita semua dikandung dalam dosa, dilahirkan dalam dosa dan semua orang berada dibawah kuasa dosa, tidak ada seorangpun yang benar, tidak ada seorangpun yang baik (Mazmur 51:7; 58:4; Roma 3:9-12).
4. Prinsip hukum itu adalah kasih yang tidak mementingkan diri (agape), sifat yang menjadi kemuliaan Allah sebab Allah adalah kasih (Roma 13:10; 1 Yohanes 4:8). Sedangkan kita manusia memiliki sifat turunan yang cinta diri, yang menjadi sifat Adam sejak ia berdosa setelah kehilangan kemuliaan yang diciptakan Allah didalam dia, dan diwariskannya kepada keturunannya turun temurun secara genetis. Itulah sebabnya dikatakan “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23), sebab cinta diri bertolak belakang dan berseberangan dengan kasih yang tidak mementingkan diri yang menjadi kemuliaan Allah. Sifat alamiah manusia bertentangan dengan sifat Allah.
5. Hukum ini menjadi standard penghakiman Allah untuk menghakimi manusia menurut perbuatannya (Kisah 17:31; Yehez. 14:24; Pengkothbah 12:13,14).
Karena itu hukum Taurat adalah juga Sepuluh Hukum Allah atau TauratNya, berfungsi sebagai hukum Moral, menyangkut moral atau akhlak manusia yaitu bagaimana pandangan Allah tentang sifat-sifat moral, karena itu hukum Taurat adalah satu-satunya hukum yang dapat menjadi standard kebenaran dalam penghakiman, karena prinsip hukum itu, beralaskan pada sifat moral Allah yang kudus, benar dan baik dan tidak cinta diri. Hukum ini adalah transkripsi dari Pribadi Allah Pencipta langit dan bumi.
Bila Hukum Taurat telah dipalangkan maka anda tidak membutuhkan Kristus sebagai Penebus dosa, sebab apapun yang anda perbuat tidak melanggar hukum apapun dan manapun juga, dengan demikian anda tidak dapat disebut berbuat dosa. Tidak ada hukum lain dalam Kitab Suci yang menyatakan dosa selain hukum Taurat ini. Bila hukum ini telah dipalangkan maka anda boleh bebas berzinah dengan istri tetangga anda, mencuri hartanya dan membunuh suaminya dan tidak ada yang boleh marah atau menghukum anda. Dan setelah semua itu anda tetap hidup selamanya, sebab tidak ada maut sebagai upah dosa. Tanpa hukum Taurat, manusia akan kehilangan pandangan atas moralitas dan kebenaran. Dengan berdalih untuk mengasihi sesama manusia, perzinahan terjadi dimana-mana, pencurian dan korupsi untuk kebahagiaan anak istri, dll. Hukum Taurat berprinsip pada sifat kasih Allah yang tidak mementingkan diri, dan bila itu berakhir disalib Kristus, manusia akan kehilangan pandangan atas kasih yang tidak mementingkan diri ini, dan yang tersisa adalah cinta diri semata.
Tetapi karena kenyataannya hal itu tidak demikian dan bahwa kita semua masih tetap harus mati dan anda masih membutuhkan Yesus Kristus untuk pengampunan dosa dan kelepasan dari maut maka tentu mau tidak mau tanpa anda sadari, anda telah mengakui yurisdiksi atau wewenang, legalitas dan eksistensi (keberadaan) dari hukum Taurat itu, dalam hal ini ke Sepuluh Hukum Allah atau the Ten Commandments yang menjadikan anda wajib memelihara dan melakukan Hukum Taurat walaupun mungkin anda berpendapat dan mempercayai bahwa hukum itu telah disalibkan.
In His love
|

5th October 2007
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,246
|
|
Quote:
Originally Posted by wong ndeso
Bila Hukum Taurat telah dipalangkan maka anda tidak membutuhkan Kristus sebagai Penebus dosa, sebab apapun yang anda perbuat tidak melanggar hukum apapun dan manapun juga, dengan demikian anda tidak dapat disebut berbuat dosa. Tidak ada hukum lain dalam Kitab Suci yang menyatakan dosa selain hukum Taurat ini. Bila hukum ini telah dipalangkan maka anda boleh bebas berzinah dengan istri tetangga anda, mencuri hartanya dan membunuh suaminya dan tidak ada yang boleh marah atau menghukum anda. Dan setelah semua itu anda tetap hidup selamanya, sebab tidak ada maut sebagai upah dosa.
|
Pemikiran anda sama sekali keliru. Paulus udah menegur pemikiran seperti ini karena memang step2nya ngaco:
1. Hukum taurat dipalangkan (benar)
2. Karena taurat, pelanggaran berlimpah (benar)
3. Karena pelanggaran berlimpah, maka kasih karunia juga berlimpah (benar)
4. Kalo begitu, melanggar saja, karena kan ada kasih karunia berlimpah(ngaco)
Ngaconya di mana?
Roma 6
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
Jadi Paulus dalam surat Roma berkata kita gak bisa lagi jadi hamba dosa, karena kita memang sudah mati bagi dosa (di dalam baptisan air yang melambangkan kematian Yesus). Jadi gak bisa karena kita udah dimerdekakan dan hukum taurat sudah dipantek di kayu salib lantas kita bebas ngapa2in.
Quote:
|
Hukum Taurat berprinsip pada sifat kasih Allah yang tidak mementingkan diri, dan bila itu berakhir disalib Kristus, manusia akan kehilangan pandangan atas kasih yang tidak mementingkan diri ini, dan yang tersisa adalah cinta diri semata.
|
Itu kan kata anda. Tapi inilah tulisan2 di Perjanjian baru [sengaja saya bold] soal hukum taurat:
1Kor. 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
Rm. 7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.
Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Gal. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (liat yang saya underline)
Gal. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Quote:
Tetapi karena kenyataannya hal itu tidak demikian dan bahwa kita semua masih tetap harus mati dan anda masih membutuhkan Yesus Kristus untuk pengampunan dosa dan kelepasan dari maut maka tentu mau tidak mau tanpa anda sadari, anda telah mengakui yurisdiksi atau wewenang, legalitas dan eksistensi (keberadaan) dari hukum Taurat itu, dalam hal ini ke Sepuluh Hukum Allah atau the Ten Commandments yang menjadikan anda wajib memelihara dan melakukan Hukum Taurat walaupun mungkin anda berpendapat dan mempercayai bahwa hukum itu telah disalibkan.
In His love
|
First, anda keliru kalo membedakan bahwa hukum taurat dibagi menjadi 2. Yang dipalangkan itu hukum taurat Musa, yang masih berlaku itu hukum taurat 10 commandments, demikian pemikiran anda. Pemikiran seperti ini kelihatan jelas dipake kalangan Sabat untuk membenarkan iman mereka.
Simple logic aja, kalo ada yang disebut "hukum A" atau "hukum B", pasti ada perintah, larangan, dan hukuman. 10 perintah Allah gak bisa berdiri sendiri sebagai hukum, karena itu baru bicara soal perintah dan larangan, tapi belum bicara soal hukuman. Di mana hukumannya? Jelas pada keseluruhan hukum taurat. Ada hukuman untuk mencuri, berzinah, melanggar sabat, dll. Anda gak bisa melarang ini itu kalo gak ada hukumannya. Ada rajam, ada denda, ada pengucilan, ada penghapusan hak waris. Itu baru namanya hukuman, yang tentu saja tercantum dalam keseluruhan hukum taurat.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Last edited by PlainBread : 5th October 2007 at 12:39 PM.
|

5th October 2007
|
 |
AP - Newbie
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,130
|
|
point 4...
memang sintesa yang salah yak. 
__________________
"teologi Perjanjian...
"logos spermatikos...
"one mediator...
"Constitutive"
-Dupuis...dupuis...-
|

5th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
Taurat Tuhan ini oleh Paulus disebut saja hukum Taurat, kitalah yang harus membedakannya dari konteks firman Allah dengan Taurat Musa.
Hukum Taurat yang menurut rasul Paulus adalah Sepuluh Hukum Allah sesuai konteksnya, terdapat di:
Roma 2:12-15; 2:25-27; 3:19-21, 28, 31; 4:13-16; 5:13, 20; 6;14, 15; 7:4 – 9, 12, 14, 16; 8:3, 4; 10:4, 5; 13:8, 10;
1 Kor. 15:56;
Galatia 2;16, 18, 19, 21; 3: 2, 5, 10 – 13, 17 – 19, 21, 23, 24; 4:4, 5; 5:3, 4, 15, 18; 6:13.
Filipi 3:5, 6, 9
1 Timotius 1:7 – 9.
Dari ayat-ayat diatas, bisa kita ketahui juga menurut konteksnya, ada beberapa ayat yang dimaksudkan Paulus sebagai Taurat Tuhan + Taurat Musa, ia tidak membedakannya.
1 Korintus 9:20, 21; 15:56
Galatia 2;16, 18, 19, 21; 3: 2, 5, 3, 10, 12; 6:13
Filipi 3: 5, 6, 9
Diluar ayat-ayat ini, ia memaksudkan hukum Taurat sebagai Sepuluh Hukum Allah atau Taurat Tuhan.
Dan hukum Taurat yang menurut konteksnya dimaksudkan rasul Paulus sebagai murni Taurat Musa adalah:
1 Korintus 9:8; 14:21, 34.
Galatia 4:21; 5:3;
Efesus 2:15
Titus 3:9
Ibrani 7: 5, 7, 19, 28; 8:4; 9:19, 22; 10:1, 8.
(Maaf bila masih ada yang kelewatan, terlupakan)
Bila anda menganggap maksud hukum Taurat menurut penulisan Alkitab, khususnya rasul Paulus adalah mencakup seluruh hukum, baik Sepuluh Hukum (Taurat Tuhan) maupun Taurat Musa, maka akan timbul banyak kontradiksi, demikian juga bila anda menganggap maksudnya khusus sebagai Taurat Musa saja. Kita harus bisa membedakan danmemisahkan maksudnya dengan mempelajari konteksnya, apakah maksudnya umum Hukum Taurat Allah + Taurat Musa, apakah hanya Taurat Tuhan, apakah hanya Taurat Musa, dengan demikian anda akan memiliki pemahaman Firman Allah yang harmonis dan tidak bertentangan, baik sesama penulisan Paulus, maupun bila dibandingkan dengan penulisan para penulis Alkitab lainnya.
Sebagai contoh:
Pertentangan diantara penulisan rasul Paulus sendiri, bila kita tidak dapat membedakannya:
Contoh 1.
Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
VERSUS
Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.
Bagaimana bisa dibenarkan dengan melakukannya, bila sudah dibatalkan.
Contoh 2.
Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
VERSUS
Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.
Mana yang benar nih, diteguhkan atau dibatalkan?
Contoh 3.
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
VERSUS
Galatia 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Siapakah yang ditebus? Mereka yang takluk kepada hukum Taurat? Apakah artinya takluk? Artinya berada dibawah perundangan atau jurisdiksi hukum itu. Anda sebagai warga Negara Indonesia takluk kepada hukum-hukum Indonesia, kalau tidak anda pasti melanggarnya dan dihukum. Tetapi anda tidak takluk kepada hukum Negara Amerika. Jadi takluk kepada hukum artinya anda menurut hukum, melakukan hukum itu.
Jadi, menurut contoh 3; bagaimana mungkin Yesus bisa menebus mereka yang tidak takluk kepada hukum Taurat, yang menganggap dirinya tidak berada dibawah hukum Taurat, tidak berada dibawah jurisdiksi hukum itu, tidak wajib melakukan hukum Taurat, sebab sudah dianggapnya dan diterimanya sebagai telah berakhir disalib Kristus, dan sekarang ia berada dibawah kasih karunia? Bagaimana Ia dapat menerima mereka sebagai anaknya?
Contoh 4.
Roma 7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.
Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
Roma 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
VERSUS
Ibrani 7:19 -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.
Bagaimana mungkin hukum Taurat yang kudus, benar dan baik, yang membenarkan orang yang melakukannya, yang tidak dibatalkan oleh iman, malahan diteguhkan, ternyata adalah hukum yang sama sekali tidak membawa kesempurnaan, artinya tidak menjadikan orang benar, tidak menjadikan orang baik, tidak menjadikan orang kudus?
Belum lagi bila dibandingkan dengan penulisan para penulis Alkitab lainnya:
Contoh 1.
Mazmur 19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
Mazmur 40:9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
Mazmur 119:1 Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Matius 5:17 - 18 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”
VERSUS
Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.
Ibrani 7:19 -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.
Bagaimana mungkin Hukum Yang sempurna, menyegarkan jiwa, memberikan hikmat, yang ada didalam dada Daud, yang menjadikan hidupnya tak bercela, yang akan Allah letakkan didalam batin dan mengukirnya dalam hati setiap orang yang percaya sesudah Kristus disalibkan, yang Yesus tidak batalkan dan akan bertahan sampai langit dan bumi ini berlalu, dapat dibatalkan Paulus dan menganggapnya sebagai hukum yang sama sekali tidak bisa menyempurnakan tabiat orang yang melakukannya? Bila sudah dibatalkan bagaimana Allah bisa menuliskannya didalam hati orang percaya?
Masih banyak contoh pertentangan lagi bila kita tidak bisa membedakan maksud tulisan rasul Paulus bila ia menulis hukum Taurat didalam surat-suratnya menurut konteksnya dan bila tidak bisa membedakan arti dan fungsi hukum.
Tetapi Allah tidak bertentangan sama sendiri, para penulis Alkitab semuanya diilhami Roh yang sama, oleh karena itu, mustahil ada pertentangan, yang ada haruslah harmonisasi diseluruh Alkitab.
Contohnya: Yeremia 31:33 harmonis dengan Matius 5:17, 18 dan harmonis dengan Roma 3:31 dan harmonis dengan Galatia 4:5.
Oleh karena itu, penulisan saya yang panjang lebar ini biarlah membawa manfaat bagi para pembaca yang budiman. Berprinsip pada tidak mungkin ada pertentangan antara sesama penulis Alkitab, maka marilah kita mengartikan setiap kata “hukum Taurat” didalam penulisan-penulisan rasul Paulus sesuai konteksnya, sesuai perbedaan yang ada antara hukum Taurat sebagai Sepuluh Perintah Allah dan hukum Taurat yang dimaksud sebagai Taurat Musa.
In His love.
|

5th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
To PlainBread.
Quote:
Pemikiran anda sama sekali keliru. Paulus udah menegur pemikiran seperti ini karena memang step2nya ngaco:
1. Hukum taurat dipalangkan (benar)
2. Karena taurat, pelanggaran berlimpah (benar)
3. Karena pelanggaran berlimpah, maka kasih karunia juga berlimpah (benar)
4. Kalo begitu, melanggar saja, karena kan ada kasih karunia berlimpah(ngaco)
|
Bila pemikiran anda yang benar maka apa yang terjadi:
1. Hukum taurat dipalangkan (benar”
Maka Allah tidak bisa menaruh TauratNya didalam batin saudara dan menuliskannya didalam hati saudara, agar saudara boleh menjadi umatNya dan Ia Allah saudara.
Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Sesudah waktu itu? Sesudah Yesus disalibkan! Sesudah manusia ditebus dari dosa dan maut. Untuk kaum Israel yang mana? Bukan cuma untuk mereka tetapi juga kita, “Israel rohani.”
Roma 11:17-21.
11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah
11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu
Saudara sebagai “tunas liar” telah dicangkokkan pada “pohon zaitun yang penuh getah.” Saudara sebagai orang yang percaya kepada Yesus, ikut menerima bahagian yang dijanjikan karena iman.
Jadi bila saudara mengaku percaya kepada Yesus tetapi mengatakan HukumTaurat sudah dipalangkan, saudara bvukan umat Allah dan Allah bukan Tuhan saudara, karena bagaimana mungkin Ia menaruh dan menuliskan TauratNya didalam batin dan hati saudara untuk menjadikan saudara umatNya dan Ia Tuhan saudara???
Quote:
|
2. Karena taurat, pelanggaran berlimpah (benar)
|
Saya setuju, karena Taurat Tuhan begitu kudus, benar dan baik (Roma 7:12), maka sifat-sifat manusia yang cinta diri menjadi nyata dosanya, dan pelanggaran terjadi dimana-mana.
Quote:
|
3. Karena pelanggaran berlimpah, maka kasih karunia juga berlimpah (benar)
|
Saya setuju karena demikian kata Paulus.
Quote:
|
4. Kalo begitu, melanggar saja, karena kan ada kasih karunia berlimpah(ngaco)
|
Itu kata Paulus, jadi tujukan kata anda NGACO kepadanya.
Sebaliknya bila:
1. Tidak ada hukum Taurat, tidak ada juga pelanggaran – Roma 4:15
2. Tidak ada hukum Taurat, dosa tidak dapat diperhitungkan - Roma 5:13
3. Bila dosa tidak diperhitungkan, maka tidak akan ada maut, sebab “upah dosa adalah maut” – Roma 6:23.
Akibat yang PASTI timbul dari tidak adanya hukum Taurat adalah seperti yang ia katakan. Tetapi justru karena hukum Taurat itu masih ada, Yesus tidak meniadakannya, bertahan sampai akhir zaman, Paulus meneguhkannya oleh imannya dan Allah akan menuliskannya didalam hati orang percaya, maka orang tidak bisa semena-mena melanggar hukum taurat mentang-mentang ia dibawah kasih karunia (Roma 6:1, 2).
Penyajian saya adalah jelas dan harmonis dengan maksud Paulus, saudara saja yang kurang memahaminya atau tidak mengerti, karena bagi saudara Hukum Taurat sudah dipalangkan, tetapi tidak bagi Paulus, Yesus dan saya.
Quote:
Ngaconya di mana?
Roma 6
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
Jadi Paulus dalam surat Roma berkata kita gak bisa lagi jadi hamba dosa, karena kita memang sudah mati bagi dosa (di dalam baptisan air yang melambangkan kematian Yesus). Jadi gak bisa karena kita udah dimerdekakan dan hukum taurat sudah dipantek di kayu salib lantas kita bebas ngapa2in.
|
Paulus berkata di Roma 6:1-8.
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
Bukan hukum Taurat yang dipantek di kayu salib, tetapi manusia lama saudara yang berdosa dan pemberontak terhadap hukum Taurat Tuhan.
Melalui baptisan oleh karena iman kepada Yesus, anda menyalibkan manusia lama yang jahat dan penuh dosa serta hawa nafsu daging, saudara menjadi “manusia baru”, yang memiliki Roh Tuhan dan TauratNya yang dituliskan dalam hati saudara, sehingga saudara bisa hidup sesuai tuntutannya.
Jadi yang dipantek di kayu salib bukan Taurat Tuhan, tetapi manusia lama saudara, ikut mati bersama Yesus, supaya saudara bisa lahir sebagai manusia baru yang taat dan tunduk kepada hukum Taurat sebab saat itu juga Allah menaruhnya didalam batin saudara dan menuliskannya didalam hati saudara.
Quote:
Itu kan kata anda. Tapi inilah tulisan2 di Perjanjian baru [sengaja saya bold] soal hukum taurat:
1Kor. 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
Rm. 7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.
Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Gal. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (liat yang saya underline)
Gal. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
|
Saudara menuliskan semua ayat itu untuk mengcounter tulisan saya:
Quote:
|
Hukum Taurat berprinsip pada sifat kasih Allah yang tidak mementingkan diri, dan bila itu berakhir disalib Kristus, manusia akan kehilangan pandangan atas kasih yang tidak mementingkan diri ini, dan yang tersisa adalah cinta diri semata.
|
Padahal, bila Allah tidak menuliskan TauratNya didalam hati saudara, dimana kasih adalah kegenapan hukum Taurat, maka saudara tidak akan pernah bisa menjadi orang yang memiliki kasih Tuhan, saudara akan tetap menjadi manusia lama, yang selfish, yang cinta diri. Jadi pernyataan saya benar!
1Kor. 15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
Hukum Taurat menyatakan dosa anda, ia satu-satunya hukum Allah yang berkuasa menyatakan dosa anda. Pelanggaran terhadapnya adalah dosa (1 Yoh. 3:4) dan upahnya adalah maut (Roma 6:23). Dosa adalah sengat yang beracun dan mematikan, sebab membawa maut, dan hukum Tauratlah yang berkuasa menyatakan anda orang berdosa oleh pelanggaran terhadap perintahnya.
Rm. 7:5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.
Apakah kehidupan dalam daging itu?
Roma 8:5-8
8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Kehidupan dalam daging adalah kehidupan menuruti keinginannya, dan keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah, suatu hal yang tidak mungkin baginya untuk takluk. Oleh karena itu, orang yang hidup dalam daging, hidup bertentangan dengan hukum Allah, dirangsang oleh hukum Taurat untuk menurut, hawa nafsu dosa yang timbul dari keinginan daging selalu menentangnya, sebab mereka berseteru, tidak mungkin keinginan daging takluk kepada hukum Taurat. Dan ia selalu menang, akibatnya anggota-anggota tubuh saudara melakukan keinginannya, akhirnya adalah maut.
Quote:
|
Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
|
Suatu ayat yang sangat indah, pernyataan kasih Allah yang tak terhingga.
Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh hukum Taurat didalam hati dan kehidupan manusia karena tidak berdaya oleh keinginan daging? Yaitu menjadikan dia orang benar dengan menurut hukum itu! Ia selalu kalah karena keinginan daging lebih kuat dalam perseteruan diantara mereka berdua.
Roma 7:18-25.
7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Didalam manusia tidak ada sesuatupun yang baik, yang ada hanyalah kehendak untuk berbuat hal-hal yang jahat – ayat 18.
Yang terjadi selalu hal yang jahat padahal aku sungguh ingin berbuat yang baik – ayat 19.
Itu disebabkan karena bukan aku yang melakukannya, tetapi dosa yang ada didalam akulah yang melakukannya – ayat 20.
Akibatnya, Paulus berkesimpulan bahwa ada suatu hukum didalam dirinya, bak hukum gravitasi, dimana apapun yang dilempar keatas selalu jatuh kebawah, demikian pula apapun keinginannya untuk berbuat baik dan batinnya menyukai hukum Allah, yang dilakukannya selalu yang jahat, itu disebabkan oleh adanya dosa didalam anggota-anggota tubuhnya, yang menawan dia, yang membuatnya tak berdaya, dan jadilah dia budak atau tawanan dosa – ayat 21 – 23.
Dan iapun menutuk dirinya: Aku manusia celaka, siapakah yang dapat membebaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita! – ayat 24.
Caranya: (Roma 8:3)
Allah mengutus Yesus Kristus, dilahirkan didalam daging yang serupa dengan kita, yaitu daging yang dikuasai dosa karena dosa, sehingga ia dapat merasakan pencobaan apapun yang mencobai manusia - Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa – Ibrani 4:15 – tetapi Ia menang atas dosa, ia menjatuhkan hukuman atas dosa dan dosa dihancurkannya, dikalahkannya, didalam dagingnya yang serupa dengan kita. Sesuatu perkara yang tidak dapat dilakukan oleh hukum Taurat, sebab itu hukum dikatakan hanya dapat menyatakan dosa kita saja, tidak dapat membenarkan kita, sebaik dan setekun apapun anda melakukannya.
Tetapi, Allah, melalui Yesus Kristus, telah melakukannya untuk kita, agar supaya “tuntutan hukum Taurat digenapi didalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh” – Roma 8:4.
Oleh iman, melalui RohNya, Ia memampukan kita mengalahkan dosa didalam kita, yang tidak bisa kita kalahkan melalui penurutan kepada hukum saja, sehingga tuntutan hukum Taurat bisa digenapi kini didalam anda, artinya anda dijadikannya orang benar. Tanpa iman adalah sia-sia, kita tetap kalah, karena Yesus telah berkata - sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa – Yoh. 5:5.
Tanpa Yesus anda tetap orang yang cinta diri, tanpa Yesus anda tetap manusia lama, tanpa Yesus anda tidak akan pernah takluk kepada hukum Taurat, sebab keinginan daging berseteru dengannya. Oleh karena itu, ia datang dan mati, menghancurkan dosa, agar anda dapat dibebaskannya dari hukum dosa itu yang menawan anda, dari sifat cinta diri anda sumber segala keinginan daging, kepada citra Allah, sebab kegenapan hukum Taurat, yaitu kasihNya (Roma 13:10) terjadi didalam anda. Itulah moment yang Allah katakan melalui nabi Yeremia – Aku akan menaruh TauratKu didalam bathin mereka dan menuliskannya didalam hati mereka – sehingga saudara kini menjadi manusia baru, menjadi umat Allah dan Allah Tuhan saudara – Yer. 33:31.
Puji Tuhan atas rencana keselamatanNya yang begitu indah dan kasihnya yang begitu agung dan tak terselami, sehingga melalui pengorbanan yang tiada tara, Allah menjadi manusia dan mati untuk kita, saudara dan saya disanggupkanNya untuk mengalahkan dosa, menjadi orang benar, memiliki hukum Taurat didalam hati dan batin saudara, sehingga saudara dapat memenuhi tuntutannya.
Quote:
|
Gal. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (liat yang saya underline)
|
Pada ayat 9 dikatakan: “Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.” Tetapi “semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada dibawah kutuk”. Iman mendatangkan berkat, pekerjaan mendatangkan kutuk, atau membuat seseorang berada dibawah kutuk. Kutuk ada pada semua orang, karena “barang siapa tidak percaya ia telah berada dibawah hukum, sebab ia tidak percaya kepada nama Anak Tunggal Allah” – Yoh. 3:18. Iman membuang kutuk itu.
Siapakah yang berada dibawah kutuk? Semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat! Perhatikan, ayat itu tidak mengatakan bahwa mereka yang melakukan hukum Taurat berada dibawah kutuk, karena hal ini akan bertentangan dengan Wahyu 22:14 - Berbahagialah mereka yang melakukan hukum-hukumNya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Bertentangan dengan Mazmur 119:1 - Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Dan bertentangan dengan Yeremia 31:33.
Jadi mereka yang beriman adalah orang-orang pemelihara hukum, memelihara Taurat Tuhan yang ditaruh dalam batin mereka dan ditulis didalam hati mereka, memiliki kegenapan hukum Taurat. Ada Kristus didalam hati mereka, ada TauratNya didalam hati mereka, jadilah mereka pemelihara hukum Taurat, karena Ia sendirilah yang melakukan baik kemauan maupun pekerjaan didalam dan melalui mereka (Filipi 2:13). Kita dijadikan pelaku hukum oleh Allah, bukan dengan megerjakannya sendiri.
Sebab bila kita mengerjakan hukum Taurat oleh usaha diri kita sendiri, maka yang semakin nyata hanyalah dosa kita, seperti kata Paulus, aku mau berbuat baik, yang jahat ada padaku, aku suka akan hukum Allah tetapi anggota-anggota tubuhku melakukan keinginannya sendiri, jadilah aku tawanan dosa. Tanpa Kristus kita tidak dapat ebrbuat apa-apa, tanpa Kristus usaha kita mengerjakan hukum Taurat hanyalah membawa kutuk.
Membaca dengan teliti Galatia 3:10, mereka yang terkutuk bukan para pemelihara hukum Taurat yang beriman (mereka diberkati), melainkan mereka yang tidak melakukan hukum itu. Kutuk adalah pelanggaran hukum – Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut – dosa adalah pelanggaran hukum – 1 Yoh. 3:4 – upah dosa adalah maut – Roma 6:23.
Mengapa mereka dikutuk? Sebab mereka “tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis didalam kitab hukum Taurat.” Mereka dikutuk bukan karena melakukannya melainkan karena tidak melakukannya.
Jadi mereka yang mengerjakan hukum Taurat dari usahanya sendiri diluar Kristus bukanlah orang-orang yang melakukan hukum itu. Keinginan daging adalah perseteruan terhadap hukum Allah, , karena ia tidak takluk kepada hukum itu, hal ini memang tidak mungkin baginya – Roma 8:7. Seperti saya katakan, berusaha melakukan hukum Taurat untuk mendapat pembenaran tanpa iman, hanyalah semakain menyatakan dosa kita saja, dan oleh karena itu mereka akan dikutuk. Tetapi mereka yang beriman, sesuai dan harmonis hidupnya dengan hukum Taurat, sehingga bukan berada dibawah kutuk tetapi berkatlah yang mereka terima, kebenaran, kesucian dan kekudusan. Karena ada Taurat Tuhan didalam hati, karena ada Kristus didalam hati yang menggenapi tuntutan hukum Taurat bagi kita.
Bagaimana bila anda bilang hukum Taurat telah dipalangkan? Telah selesai, tak mengikat, tak berfungsi, tidak berada dibawah jurisdiksinya? Itu hanyalah penafsiran yang keliru atas hukum Allah, TauratNya yang menyegarkan jiwa, TauratNya yang baik, benar dan kudus, TauratNya yang harus digenapi tuntutannya diddalam hati anda.
Semoga penjelasan yang panjang lebar tidak membosankan dan boleh menambah pengetahuan dear Forums akan kehendakNya.
In His love
***************modnote **************
buat wong ndeso:
kalau mau berdiskusi, gunakan teknik quote/unquote yang ada (umum) di forum. semua forum menggunakan sistem seperti ini. tidak ada yang mau diskusi kalau anda pakai bahasa (quote) tidak standar karena itu sangat menyulitkan semua orang. selain cara manual ada juga cara sederhana/ gampang dengan klik button di kanan bawah tiap post. untuk kali ini moderator yang merapikan, tapi untuk kedepan moderator akan langsung menghapus post seperti itu (mod juga capek kalau terus2an begitu, member dong yang perlu belajar). oke?
|

6th October 2007
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,246
|
|
Wong Ndeso, I tried to reply yours, tapi quote n unquote elu sangat mengganggu. Gue jadi susah banget milah2. Kalo dibenerin gue bakal dateng lagi ke thread ini dan diskusi lagi. Thanks.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

6th October 2007
|
|
AP - Master
|
|
Join Date: Apr 2006
Posts: 319
|
|
ya tolong masalah quote unquote itu dibenerin dulu, pusing bacanya. Caranya adalah ketik [quote ] dan diakhiri dengan [/quote ], (hilangkan spasi antara huruf e dan kurung tutup)
|

7th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
HUKUM TAURAT
PART TWO.
Sebagai ilustrasi:
Bila anda seorang yang patuh akan hukum lalulintas, tentu anda akan berhenti disaat lampu lalulintas menunjukkan lampu merahnya, memberi kesempatan kepada mobil lain untuk melintas didepan anda. Tetapi apa yang terjadi bila anda tidak mematuhi hukum lalulintas?
Anda akan terus mengendarai mobil anda walaupun lampu lalulintas menyala merah, dan akibatnya anda akan menabrak atau ditabrak oleh mobil lain yang berjalan dijalur yang benar. Pelanggaran hukum lalulintas mengakibatkan kerugian bagi anda dan orang lain yang disebabkan oleh kesalahan anda, mungkin saja ada korban jiwa dalam tabrakan itu.
Tetapi bagaimana bila tidak ada “traffic light” atau lampu pengatur lalulintasnya? Tentu saja anda bebas mengendarai kendaraan anda, bila terjadi tabrakan, tidak ada hukum yang bisa menyalahkan anda. Demikian juga tidak ada orang bisa menyalahkan anda karena tidak berhenti di perempatan jalan agar mobil lain bisa lewat terlebih dahulu Dengan tidak adanya hukum lalulintas, anda bebas mengendarai kendaraan anda semaunya, tidak akan ada pelanggaran hukum, bila ada kecelakaan akibat dari keadaan ini, anda tidak bisa disalahkan.
Ilustrasi lain, ketika anda menghentikan mobil anda ditepi jalan tentu anda tidak akan menerima bila “ditilang” oknum Polisi yang mengatakan anda tidak boleh berhenti disitu padahal tidak ada tanda dilarang berhenti tersebut. Bila Polisi itu bertahan bahwa anda bersalah, anda tentu akan bertahan bahwa anda juga benar, sebab memang tidak ada tanda dilarang berhenti (stop) ditempat anda menghentikan mobil itu atau disepanjang jalur jalan tempat anda berhenti, sebab anda telah memastikan sebelumnya. Anda hanya mau menerima tilang itu bila memang ada tanda dilarang berhenti (stop), anda mengaku bersalah bila melanggar hukum lalulintas.
Sama dengan Hukum Taurat, rasul Paulus mengatakan, bahwa bila hukum itu tidak ada, maka tidak ada juga pelanggaran. Dan bila tidak ada hukum Allah, dosa tidak dapat diperhitungkan (anda tidak bisa dianggap berdosa), dan bila dosa tidak dapat diperhitungkan, anda tidak akan mati, sebab upah dosa adalah maut. Tetapi kenyataannya tidak demikian, bukan? Kita semua masih harus mati, baik kematian pertama maupun kematian kedua sebagai upah dosa bagi yang mati dalam dosa. Itulah sebabnya, hukum Taurat itu masih ada, berwenang penuh menyatakan dosa anda dan menghakimi anda nanti pada hari Penghakiman Allah. Dan ini berlaku atas semua orang, baik yang percaya kepada Kristus maupun yang menolakNya. Jadi kita harus menerima kenyataan bahwa Hukum Taurat itu ada dan masih berfungsi dengan baik bagi semua orang khususnya umat Kristiani. Banyak orang berpendapat bahwa mereka membutuhkan Yesus Kristus untuk menebus dosa mereka tetapi tidak membutuhkan Hukum TauratNya yang menyatakan dosa mereka dan akan menghakimi mereka. Ini sungguh tidak masuk akal dan mereka itu telah mempercayai suatu kebodohan.
Demikianlah ajaran Alkitab dan logika diatas yang menerangkan kepada kita adalah tidak benar bila kita berpendapat dan mempercayai bahwa Hukum Taurat sudah disalibkan, sudah selesai dan tidak berfungsi lagi sejak 2.000 tahun yang lalu bagi semua orang khususnya umat Kristen. Pembuktian alkitabiah kita dapatkan dari tulisan para rasul dan ucapan Yesus Kristus sendiri. Apakah para rasul dan Yesus Kristus mengajarkan bahwa Hukum Taurat telah ditiadakan dan tidak berfungsi lagi?
Berikut pernyataan Rasul Paulus:
“Adakah kami meniadakan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya kami meneguhkannya.” – Roma 3:31.
Dengan tegas rasul Paulus mengatakan bahwa ia tidak meniadakan hukum Taurat oleh sebab iman kepada Kristus. Kesimpulan ini Paulus katakan setelah ia menerangkan dengan panjang lebar bahwa tidak ada seorangpun manusia yang bisa mendapatkan pembenaran yang membawa hidup dari penurutannya akan hukum Taurat sebaik apapun usahanya (Roma 3:10-20; Galatia 2:16), karena pada dasarnya manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan dikuasai dosa (Roma 3:23), maka usaha terbaik mereka sebagai seorang manusia didalam penurutan akan hukum Taurat yang kudus tidaklah cukup untuk bisa mendapatkan pembenarannya, karena prinsip hukum itu bertolak belakang dengan sifat mereka. Kasih yang tidak mementingkan diri versus cinta diri, oleh karena itu segala kesalehan, perbuatan baik dan benar seorang manusia dimata Allah tidak lebih dari pada sekedar kain kotor (Yesaya 64:6). Satu-satunya pembenaran yang membawa hidup hanyalah pembenaran yang datang dari Allah melalui kasih karuniaNya sebagai suatu pemberian yang cuma-cuma bagi mereka yang beriman kepada Kristus (Roma 3:21-28; Titus 2:11), yang dipangilNya dan dijadikanNya orang-orang kudus (Roma 1:7).
Tetapi hal ini tidak meniadakan hukum Taurat dan kewenangannya atas kita. Kita tetap wajib memelihara dan melakukan hukum Taurat, tetapi tidak lagi dalam perspektif mencari pembenaran yang membawa hidup, sebab itu akan sia-sia, tetapi sebagai suatu kesaksian bahwa kita hidup dalam iman kepada Yesus Kristus yang menjadikan kita orang-orang pemelihara hukum, sebab Ia sendiri yang menjalankan segenap kebenaranNya didalam kita dan melalui kita (Filipi 2:13) sama seperti ketika Ia hidup didunia ini 2.000 tahun yang lalu, yang menjadikan kita orang-orang benar yang kudus, yaitu orang-orang yang memelihara hukum Allah dan iman Yesus (Wahyu 14:12).
Dengan demikian nubuatan nabi Yeremia menjadi kenyataan:
Yeremia 31:33 - Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Sesudah waktu itu? MaksudNya adalah sesudah Mesias disalibkan, sesudah korban penebusan dilakukan! Dan kaum Israel yang dimaksud adalah “Israel rohani”, yaitu anda dan saya yang oleh karena iman kepada Kristus ikut menerima bahagian dari janji Abraham.
Roma 11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
Efesus 1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya --
Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Dan bila hukum Taurat telah ditaruh dan diletakkan Allah didalam batin dan relung hati saudara, apakah yang terjadi? Kita akan berkata: “aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku” - Mazmur 40:9. Yesus berkata: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” - Yohanes 14:15.
Pernyataan rasul Paulus diatas dan perkataan Yesus Kristus dibawah ini menjadi suatu tamparan bagi mereka yang mengatakan bahwa orang Kristen sekarang tidak lagi berada dibawah yurisdiksi Hukum Taurat oleh karena iman kepada Kristus. Mereka berkata, tidak lagi membutuhkan Hukum Taurat, sebab melalui kuasa Roh Kudus yang mereka terima didalam iman, mereka akan dipimpin olehNya dalam suatu kehidupan yang suci tanpa dosa. Suatu kepercayaan yang bertentangan dengan kepercayaan rasul Paulus, yang tidak meniadakan hukum Taurat oleh sebab iman, justru imannya meneguhkan hukum Taurat. Hanya untuk dibaca saja? Tentu tidak! Tetapi untuk diturut dan dilakukan sebagaimana biasanya sesuai dengan kehendak Allah! Roma 2:13 - Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
In His love
|

7th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
HUKUM TAURAT
PART THREE.
Bila rasul Paulus tidak meniadakan hukum Taurat, apakah Yesus Kristus dengan kedatanganNya, kematianNya dan kebangkitanNya telah meniadakan Hukum Taurat, atau pernah mengatakan dan mengajarkan bahwa Ia meniadakan hukum itu?
Matius 5:17,18: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”
Jelas sekali pernyataan Kristus, bahwa Ia tidak meniadakan atau membatalkan Hukum Taurat atau kitab para nabi, Ia hanya menggenapi hukum itu. Sedangkan tentang kapan hukum Taurat itu akan ditiadakan dan benar-benar berakhir, Kristus mengatakan bahwa selama belum lenyap langit dan bumi ini, tidak akan ada satu titik atau satu iotapun yang akan berlalu dari hukum Taurat, kecuali bila semuanya telah terjadi.
Apakah yang harus terjadi?
Kegenapan dari Hukum Taurat itu!
Tapi bukankah kedatangan Kristus 2.000 tahun yang lalu telah menggenapi hukum Taurat sesuai apa yang dikatakanNya? Benar, tetapi dengan mempelajari lebih lanjut dan lebih dalam tentang makna digenapi, maka kita akan mengetahui bahwa kedatangan Yesus Kristus yang pertama memang telah menggenapi apa yang telah ditentukan harus digenapi olehNya semasa Ia berada dan bekerja dibumi ini, tetapi ada perkara yang belum dapat digenapiNya saat itu, dan baru akan menemui kegenapannya pada saat kedatanganNya yang kedua ketika Ia menjemput umatNya untuk membawa mereka kesurga.
Setelah semuanya digenapiNya, barulah langit dan bumi yang lama ini akan berlalu dan lenyap digantikan dengan langit dan bumi yang baru, hukum Tauratpun tidak lagi dibutuhkan dan batal dengan sendirinya, sebab Kristus telah menggenapi dengan sempurna tuntutan hukum Taurat disetiap hati orang yang diselamatkan dan yang berhak atas hidup yang kekal dibumi dan langit baru, kegenapan tuntutan hukum Taurat didalam hati umat percaya adalah kesempurnaan dan kegenapan misi Kristus untuk menyelamatkan manusia, kesempurnaan perubahan citra Iblis kepada citra Allah.
Seandainya seluruh aspek hukum Taurat telah digenapi Kristus ketika ia hidup dibumi ini, maka tentu langit dan bumi ini telah berlalu 2.000 tahun yang lalu bukan? Tetapi langit dan bumi ini belum berlalu, karena kita masih hidup didunia yang jahat dan penuh dosa dimana Iblis berkuasa. Apakah langit dan bumi yang lama yang kita tempati sekarang ini akan berlalu? Ya, baca Markus 13:31, Wahyu 6:12-17. Apakah akan ada langit baru dan bumi yang baru? Ya, baca Yesaya 66:22, Wahyu 21:1.
Ketika Yesus dikayu salib berkata “Sudah genap”, Ia menunjuk kepada banyak perkara yang telah digenapiNya dengan kehidupan dan kematianNya dibumi ini. Antara lain, Ia telah menggenapi lambang dari hukum upacara kemah suci yang menunjuk kepada Dia, korban yang sejati, dimana segala peraturan keimamatan dan upacara-upacaranya termasuk hari-hari sabatnya menunjuk kepada Dia yang akan datang (Imamat 23), yang adalah wujud dari semua lambang itu, sehingga semua hukum dan peraturan ini hanyalah menjadi bayang-bayang dari keselamatan sejati yang tergenapi didalam Dia (Kolose 2:16,17; Ibrani 10:1-4). Karena itu, hukum upacara ini telah berakhir dengan kematianNya, korban yang sejati telah dipersembahkan. Dibukanya pembatas yang memisahkan ruang suci dengan ruang maha suci oleh Allah dengan merobek tirai pemisah dari atas kebawah (Matius 27:51) menandakan bahwa Hukum keImamatan sudah tidak lagi bermakna dan berfungsi karena Yesus Kristus, domba yang sejati, telah dipersembahkan.
Yesus juga telah menggenapi segenap nubuatan tentang diriNya, kelahiranNya, kehidupanNya dan kematianNya seperti yang dinubuatkan oleh para nabi. Ia menggenapi janjiNya kepada Adam dan Hawa di Eden, “keturunannya akan meremukkan kepalamu” (Kejadian 3:15), tetapi yang paling penting adalah bahwa Kasih Allah telah digenapi, kasih karunia yang membawa keselamatan telah turun kepada umat manusia sebagai pemberian yang cuma-cuma (Titus 2:11-14; Roma 3:24)), seisi alam semesta telah melihat dan menyaksikan kegenapan dari Kasih yang tidak mementingkan diri, dimana Anak Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi rela menjadi manusia hina dan mati menebus dosa kita.
Kegenapan dari peperangan besar antara kebenaran dan kejahatan, antara Allah dan Iblis yang telah berlangsung ribuan tahun, telah dimenangkan oleh Allah di salib Kristus, Ular itu telah diremukkan kepalanya, tinggal menunggu hari penuaian dimana orang-orang jahat dan Iblis akan menuai hasil kejahatan dan dosa-dosa mereka sementara orang-orang percaya yang benar yang telah menerima didalam mereka penggenapan kasih Allah yang tidak mementingkan diri akan dimuliakan untuk hidup yang kekal.
Tetapi ada yang belum digenapiNya pada masa kedatanganNya yang pertama itu, sesuatu yang untuk menggenapinya harus dilakukanNya dari Surga sampai dengan akhir zaman kedatanganNya yang kedua kali, yaitu menggenapi tuntutan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan orang yang percaya kepadaNya.
Tanpa penggenapan tuntutan ini, maka tidak akan ada seorangpun yang bisa mendapatkan hidup kekal, walaupun Kristus telah menebus mereka kepada hidup, dimana semua orang mati akan dibangkitkan, tetapi semuanya akan mati kembali oleh karena dosa-dosanya. Mengapa? Sebab, seperti telah dikatakan diatas, tanpa Kristus, manusia tidak akan dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat dari usahanya sendiri untuk bisa mendapatkan pembenaran yang membawa hidup yang kekal (Yohanes 15:5). Segala kebenaran dan kesalehannya tidak dapat diterima Allah, sebab didalam kelemahannya sebagai seorang manusia yang sifat alamiahnya cinta diri, segala perbuatan ini tidak cukup baik dan cukup benar dan kudus untuk dapat membenarkan dia dihadapan Allah yang Maha Kudus (Yesaya 64:6). Semua perbuatannya yang terbaik sekalipun dimotivasi oleh cinta diri, untuk kepentingan diri sendiri, apakah itu bagi dirinya sendiri, keluarganya ataupun kerabatnya.
Hanya oleh Kristus, melalui iman, kita akan berpaut padaNya dan menerima kasih karunia Allah yang disediakan secara cuma-cuma yang membawa keselamatan, kita akan dijadikan orang-orang benar yang kudus, yang merdeka dari dosa. Kita menjadi orang benar dhadapan Allah bukan karena melakukan hukum Taurat (sebab tidak ada seorangpun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat - Roma 3:20,28, Gal. 2:16) tetapi karena Kristus yang menjadikan kita orang benar yang kudus dengan cara menggenapi tuntutan hukum Taurat itu didalam kita yang beriman kepadaNya, yaitu dengan menghidupkan kebenaranNya sendiri yang sempurna tanpa cacat cela semasa Ia hidup didunia ini 2.000 tahun yang lalu, didalam hati dan kehidupan mereka yang dipanggilNya sekarang ini, pada masa ini (Roma 1:7; 8:3,4; Filipi 2:13).
Inilah kebenaran yang Allah ingin semua orang memilikinya agar tidak ada seorangpun yang binasa melainkan semuanya beroleh hidup yang kekal (2 Petrus 3:9). Bukan suatu kebenaran yang diusahakan melalui penurutan akan hukum Taurat, sebab itu akan sia-sia, tetapi suatu kebenaran yang diperoleh melalui iman dalam Kristus Yesus, yang memberikan kesempatan kepada Dia untuk bekerja didalam kita yang mau bekerja sama, untuk menjadikan kita orang-orang benar dan kudus, menjadikan kita orang-orang yang merdeka dari dosa. Dan kebenaran kita akan disaksikan atau dinyatakan oleh hukum Taurat dan kitab para Nabi (Roma 3:21,22), sebab hidup kita selaras dengan tuntutannya, karena Kristus telah menggenapkan tuntutan hukum Taurat untuk kita didalam hati dan kehidupan kita melalui iman kita kepadaNya, dan pernyataan Paulus inipun menemui kegenapannya: “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan” - Roma 2:13. Itulah yang dimaksudkan oleh rasul Paulus ketika ia berkata: “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” Galatia 3:24.
Hukum Taurat harus terus berdiri teguh sampai Kristus datang, sebab ia menuntun orang percaya kepada Kristus dan untuk memberi kesaksian atas siapa saja yang berhasil diubahkan kepada citra Kristus oleh imannya. Untuk bersaksi atas kebenaran yang telah diterima orang percaya dari pada Kristus, yaitu terpenuhinya tuntutan hukum Taurat itu didalam hati dan kehidupan mereka. Kasih adalah kegenapan hukum Taurat, mereka yang mengasihi sesamanya telah memenuhi tuntutan hukum Taurat (Roma 13:8-10). Kehidupan mereka turut menyaksikan bahwa hukum Taurat itu adalah kudus, benar dan baik (Roma 7:12). Hukum Taurat menyaksikan (menjadi saksi) bahwa mereka telah diubahkan kepada citra Kristus, bahwa mereka telah hidup setuju dengan hukum itu, bahwa mereka adalah orang-orang benar, sebab bila tidak tentu hukum itu akan menghukum mereka dan menyatakan mereka orang yang bersalah (berdosa).
Itulah sebabnya, mengapa Kristus tidak meniadakan hukum Taurat dan hukum itu masih akan bertahan sampai akhir zaman (Matius 24:35), sebab Ia masih harus menggenapi tuntutan hukum itu didalam kita, yang dilakukanNya dari Surga, dimana hukum Taurat dan kitab para Nabi akan menjadi saksi atas terjadinya kegenapan ini, dan bila semuanya telah digenapi, Ia akan datang menjemput umatNya yang telah memiliki kegenapan hukum Taurat didalam hati mereka masing-masing, walaupun maih hidup didalam daging yang lemah dimana kecenderungan yang berdosa bersemayam. Pada saat kedatanganNya yang kedua inilah, kesempurnaan dari kegenapan itu terjadi, semua yang telah memiliki kegenapan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan mereka, baik yang masih hidup saat itu, maupun yang telah mati dan dibangkitkan, akan menerima tubuh yang baru yang tidak dapat binasa, yang bebas dari kecenderungan yang dapat memimpin kepada dosa. Pada bunyi nafiri yang terakhir, perubahan yang terjadi dalam sekejap mata ini akan berlaku (1 Korintus 15:50-55).
Itulah kebangkitan yang pertama, berlaku hanya bagi mereka yang telah digenapi tuntutan hukum Taurat didalam hati dan kehidupan mereka (Wahyu 20:4-6). Apa yang terjadi pada mereka yang lainnya, yang tidak memiliki kegenapan tuntutan hukum Taurat didalam hati mereka? Mereka tidak akan diubahkan, tetap didalam dosa-dosa mereka dan semuanya akan binasa oleh karena cahaya kemuliaanNya pada saat kedatanganNya menjemput umatNya (Wahyu 6:15-17), demikian juga mereka yang telah meninggal sebelumnya, mereka tidak akan ikut ambil bagian dalam kebangkitan yang pertama untuk menjemput Yesus Kristus sebagai Raja (Wahyu 20:5). Mereka akan berdiam didalam kubur mereka sampai turunnya Kota Suci itu setelah berakhirnya masa seribu tahun yang harus dijalani umat tebusan disurga bersama dengan Allah (Wahyu 20:7-9).
In His love
|

7th October 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Sep 2007
Posts: 167
|
|
HUKUM TAURAT
PART FOUR.
Kepada mereka yang binasa terpenuhi nubuatan nabi Yesaya seperti tersurat: | |