Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Belajar Alkitab
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 12th March 2008
angelique's Avatar
AP - Clueless Newbie
 
Join Date: Mar 2008
Location: Indonesia
Posts: 2
angelique is infamous around these parts
Smile Sebenarnya cerai itu boleh gak?


Haii salam kenal. Aku pingin tau sebenarnya perceraian itu diperbolehkan tidak sich menurut alkitab? Terus kalo sudah cerai terus menikah lagi, kira2 sah ga ya dimata Tuhan? Akankah kehidupan pernikahan yang ke2 itu terberkati?
Senang bisa bergabung dalam forum yang bisa membantu ak untuk mengerti lebih ttg alkitab.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 12th March 2008
kangooz's Avatar
Psycho Mommy
 
Join Date: Nov 2007
Location: Antigua and Barbuda
Posts: 1,590
kangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant futurekangooz has a brilliant future
Send a message via Yahoo to kangooz
Default

sis, thread ttg cerai sudah banyak dibahas dan kalo mau ya silahkan baca thread ini aja ya biar jelas

[url]http://www.akupercaya.com/forums/diskusi-general/1654-cerai-itu.html[/url]
__________________
Mostly we don't feel grateful with what we have already had, instead we always feel sorry with what we don't have....Schopenhauer
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 17th March 2008
painfull80's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Sep 2007
Age: 28
Posts: 1,015
painfull80 is an unknown quantity at this pointpainfull80 is an unknown quantity at this point
Send a message via Yahoo to painfull80
Default

SEMUA orang tahu, bahwa salah satu pilar "perkawinan kristiani", adalah "indisolubilitas"-nya. Artinya, "sekali terikat, pantang ia terurai" "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Matius 19:6).

Pertanyaannya adalah, apakah itu berarti bahwa "perceraian" lalu mutlak tidak dimungkinkan sama sekali? Dan bila begitu, bagaimana kita mesti menyikapi realitas terjadinya begitu banyak perceraian - dan yang cenderung semakin lama semakin banyak -- termasuk di kalangan orang-orang kristen sendiri?

Dulu, dengan adanya larangan mutlak tersebut, orang yang semula berniat untuk bercerai, mungkin lalu mengurungkan hasratnya. Itu ketika rasa hormat orang kepada gereja masih lumayan tinggi. Tapi kini? Kalau mau cerai, ya cerai saja - apa pun kata gereja. Emangnya gua pikirin?

Kita tentu tidak boleh dengan mudah bertukar prinsip, semudah kita berganti baju. Ya! Namun, saya kira, kita juga tidak boleh secara membabi-buta, mempertahankan sesuatu yang jelas-jelas tidak relevan dan tidak efektif lagi.



TENTANG "perceraian", alkitab agaknya punya satu suara. "Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia". Matius menulis begitu (19:6). Markus menulis begitu (10:8). Seluruh alkitab secara implisit juga mengatakan itu.

Namun, di dalam kesamaan tersebut, toh kita mendapati ada nuansa yang berbeda-beda. Tidak bertentangan, tapi juga tidak persis sama. Misalnya, antara Markus dan Matius. Menurut versi Markus, "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan ." (10:11). Sedang menurut versi Matius, "Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah" (19:9).

Artinya, baik Markus maupun Matius, mereka sepakat mengatakan bahwa "perceraian" tidak dikehendaki Tuhan. Namun demikian, bagi Markus, larangan itu bersifat mutlak (= unconditional). Sedang menurut versi Matius, larangan tersebut masih membuka ruang - betapa pun kecil -- bagi "pengecualian" (= exceptional).

Bagaimana menanggapi perbedaan tersebut? Menurut William Barclay, karena injil Markus itu lebih "tua" usianya dibandingkan dengan injil Matius, maka besar kemungkinan, Markus-lah yang lebih akurat. Bercerai itu salah. Mustahil. Titik.

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa kesaksian Matius lalu tidak ada artinya. Adanya versi yang berbeda-beda, menunjukkan bahwa variasi pemahaman, perkembangan, dan perubahan, dihargai. Versi Matius menunjukkan, betapa dalam perjalanan waktu, terjadi perubahan sikap dan pemahaman. Yaitu dari sikap yang sangat ketat dan cenderung "kaku", ke sikap yang lebih "terbuka" dan "fleksibel". Karena itu, kini terbuka ruang bagi "pengecualian". Ini wajar sekali, bukan?

Kecenderungan seperti ini, saya tahu, tentu ada bahayanya. Yaitu semakin lama, orang bisa semakin jauh dari "api" atau "semangat" yang asli dan mula-mula. Orang menjadi kompromistis. Standar moralnya semakin lentur; semakin rendah.

Tapi tidak boleh hanya ditafsirkan begitu. Sebab "akomodasi" atau "penyesuaian diri", adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa akomodasi, orang akan terisolasi. Hanya akan menjadi sekumpulan orang-orang yang aneh dan nyeleneh; eksklusif dan eksentrik. Karena itu, tidak menarik. Padahal tugas kita adalah untuk membuat orang tertarik kepada Kristus. Nah, bagaimana kita dapat membuat orang tertarik, bila kita sendiri tidak menarik?

Dalam hal Matius, kita yakin, bahwa nilainya sebagai Firman Tuhan tidak jadi berkurang sedikit pun, hanya karena variasi tersebut. Mengapa? Oleh karena variasi tersebut masih berada dalam batas yang tidak melanggar prinsip yang mutlak dan universal. Masih dalam "zona" yang dapat ditorerir. Masih tetap berpegang pada prinsip, bahwa Tuhan tidak menghendaki perceraian.


PERTANYAAN kita adalah: bagaimana sesuatu yang tidak diperkenankan, kok dimungkinkan? Inilah, saudara, yang namanya "kekecualian" itu! Atau, meminjam istilah Karl Barth, suatu "possible impossibility". Sesuatu yang pada hakikatnya tidak mungkin, tapi dalam kenyataannya mungkin - bahkan banyak -- terjadi.

Sebut saja, sebagai contoh, adalah peperangan, penyakit, pencobaan, dan sebagainya. Semua ini jelas tidak dikehendaki Allah sejak awalnya. Sekiranya saja manusia tidak jatuh ke dalam dosa, semua itu pasti tidak akan ada. Tapi kini, setelah dosa hadir, bisa terjadi situasi-situasi ekstrem, yang tidak "pas" lagi bila dihadapi berdasarkan norma-norma yang lazim.

Misalnya, dengan sangat berduka kita mengatakan, bahwa bisa saja ada situasi tertentu, di mana melanjutkan perkawinan akan berakibat jauh lebih buruk ketimbang memutuskannya. Situasi "kekecualian", di mana kita justru bersikap kejam dan tidak mencerminkan kasih, bila memaksakan perkawinan seperti itu terus berlanjut.

Menyaksikan perceraian, kemungkinan besar, Allah juga menangis. Seperti "sang ayah" dalam perumpamaan Yesus juga menangis, ketika anak bungsunya memaksa pergi meninggalkan rumah. Ia tahu tindakan itu amat salah. Namun begitu, ia tidak menghalang-halanginya. Ia -- dengan hati hancur - membiarkan anak itu pergi. Seperti kita juga dengan hati hancur, terpaksa membiarkan sebuah perkawinan berakhir dengan perceraian.

Yang jelas salah adalah, bila "kekecualian" kita anggap sebagai "aturan umum". Lalu orang dengan begitu mudahnya memutuskan tali perkawinan, seperti orang mematahkan sebuah ranting kering. Ini tidak membuat Tuhan sedih. Tapi murka.
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 26th September 2008
furiza's Avatar
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Sep 2008
Location: Indonesia
Posts: 105
furiza is infamous around these parts
Default

pokoknya
intinya gini
ga boleh cerai
end of story

kecuali kalo istri/suami kita mati (bukan di tangan kita)
baru boleh kawin lagi

that's all
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 26th September 2008
JED-ReVoLuTiA's Avatar
The Mind Blower
 
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,460
JED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud of
Send a message via MSN to JED-ReVoLuTiA Send a message via Yahoo to JED-ReVoLuTiA Send a message via Skype™ to JED-ReVoLuTiA
Default

Kayaknya gak ada istilah gak boleh cerai deh di Alkitab, yang ada:

Allah membenci perceraian
Barangsiapa bercerai, dia menjadi musuh Allah.
__________________

http://rethink.revolutia.info
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 26th September 2008
furiza's Avatar
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Sep 2008
Location: Indonesia
Posts: 105
furiza is infamous around these parts
Default

@jer
wew
menurut u Allah cuma benci kita terus kita boleh lakuin?
ato ngga jangan2 menurut u gpp jadi musuh Allah asal kita cerai.
wew
ngga kan?

ya, ntu kan conclusionnya aja
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 26th September 2008
bertzzie's Avatar
AP - Realian
 
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,477
bertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to all
Default

Mungkin maksudnya kalo pengen dibenci Allah ato pengen jadi musuh Allah ya silahkan cerai...
Gw gak bakalan berani kalo memang gitu...
__________________
"What's wrong with running away from reality if it sucks!?" ~ Shinji Ikari (Evangelion)

Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 28th September 2008
AP - Master
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 319
fxrizal will become famous soon enoughfxrizal will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by painfull80 View Post
Namun, di dalam kesamaan tersebut, toh kita mendapati ada nuansa yang berbeda-beda. Tidak bertentangan, tapi juga tidak persis sama. Misalnya, antara Markus dan Matius. Menurut versi Markus, "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan ." (10:11). Sedang menurut versi Matius, "Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah" (19:9).

Artinya, baik Markus maupun Matius, mereka sepakat mengatakan bahwa "perceraian" tidak dikehendaki Tuhan. Namun demikian, bagi Markus, larangan itu bersifat mutlak (= unconditional). Sedang menurut versi Matius, larangan tersebut masih membuka ruang - betapa pun kecil -- bagi "pengecualian" (= exceptional).
Mengenai versi Matius itu menurut saya sih sama sekali tidak ada pertentangan atau menimbulkan pengecualian bagi indissolubilitas perkawinan.
Tulisan Matius "kecuali karena zinah" itu tidak dapat diartikan bahwa telah timbul possibility dalam impossibility karena perkecualian itu sama sekali tidak meruntuhkan indissolubilitas perkawinan.
Bila seorang suami menceraikan isterinya dengan alasan isterinya berzinah maka ia tetap terikat pada indissolubilitas yang dinyatakan oleh Matius yaitu bahwa bila pria itu kawin dengan perempuan lain maka ia berbuat zinah.
Perkecualian perceraian karena zinah tidak membuat perkecualian pula perkawinan dengan perempuan lain menjadi sah.

Jadi bagi saya versi Matius itu memungkinkan terjadinya perceraian (perpisahan) yang non sakramental antara suami dan isteri bila salah satu pihak berzinah, namun tetap tidak membuka kemungkinan bagi kedua pihak itu untuk kemudian menikah dengan orang lain karena pernikahan mereka sifatnya tetap indissoluble.
Sehingga pada dasarnya cerai dalam pengertian 2 daging yang telah menyatu kemudian terpecah lagi menjadi 2 adalah hal yang tidak mungkin. Suami dan isteri bisa saja bercerai di pengadilan dan kemudian hidup terpisah di kutub utara dan selatan tapi tetap saja perkawinan mereka indissoluble, inilah menurut saya yang dapat dipahami dari Matius.

Last edited by fxrizal : 28th September 2008 at 02:49 PM.
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 29th September 2008
Hannah's Avatar
Si Kupluk
 
Join Date: Jun 2004
Location: Trinidad and Tobago
Posts: 1,840
Hannah is a splendid one to beholdHannah is a splendid one to beholdHannah is a splendid one to beholdHannah is a splendid one to beholdHannah is a splendid one to beholdHannah is a splendid one to behold
Default

Allah membenci perceraian tp gimana dgn wanita2 & anak2 yg diusir dari kemah Israel dlm ayat ini?
Bukannya mereka dicerai (kasarnya sih diusir )?

Ezra 10:2 Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: "Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel.

Ezra 10:3 Marilah kita sekarang mengikat perjanjian dengan Allah kita, bahwa kita akan mengusir semua perempuan itu dengan anak-anak yang dilahirkan mereka, menurut nasihat tuan dan orang-orang yang gemetar karena perintah Allah kita. Dan biarlah orang bertindak menurut hukum Taurat.

Ezra 10:44 Mereka sekalian mengambil sebagai isteri perempuan asing; maka mereka menyuruh pergi isteri-isteri itu dengan anak-anaknya.


Long story short:
Bangsa Israel mengusir semua istri (& gw yakin ada jg suami) yg berasal dr bangsa2 asing sekitar mereka beserta anak2 (campuran) mereka.
Pernah bayangin gak gimana nasib ribuan wanita & anak2 yg diusir pergi itu? Kayak sampah aja dibuang begitu aja..

Jadi sebenarnya definisi perceraian di mata Allah itu spt apa?
__________________
The falling leaves drift by my window
The falling leaves of red and gold
I see your lips the summer kisses
The sunburned hands I used to hold

Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 29th September 2008
rob's Avatar
rob rob is offline
AP - Guardian Angel
 
Join Date: Jun 2007
Location: Indonesia
Posts: 768
rob has a spectacular aura aboutrob has a spectacular aura aboutrob has a spectacular aura about
Default

Dalam hukum Taurat, si istri boleh diceraikan.
Patut diingat tujuan cerai ini mkn merujuk pada peraturan Sumeria kuno, dimana sang suami membebaskan sang istri karena dianggap mandul. Tapi dalam kebanyakan kasus, para pria lebih memilih mengambil madu jika istrinya tak bisa memberikan anak
__________________
"Untuk hal tak kelihatan kalian tak bisa setia, bgaimana mgkin kalian bsa setia terhadap ideologi kami!habisi mereka! Sisakan gadis yang setia ini!"-Perintah pemimpin pemberontak komunis PGRS yg menyerbu gereja di pedalaman Kalbar, 1969. Ia memerintahkan seluruh sidang majelis yang ada untuk meludahi gambar TYK atau ditembak mati. Dari 16 orang peserta, 15 melakukannya, hanya gadis berusia 15 tahun yang menjadi guru SM tidak melakukannya
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 4th October 2008
tonyyansen's Avatar
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Sep 2008
Location: Indonesia
Posts: 108
tonyyansen is an unknown quantity at this pointtonyyansen is an unknown quantity at this point
Default

G jawab pertanyaan yg no 1 aja yach, karna yg no 2 dst udah terjawab.
Tidak ^^

Gbu
Reply With Quote
Reply


Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Bgmn Mungkin Manusia Yg Diciptakan ALLAH Sungguh AMAT BAIK Dpt Jatuh Dalam Dosa..? sutedja Jawaban Kristen 47 2 Weeks Ago 04:01 PM
[Cerita Silat] Kho Ping Hoo - Kisah Pendekar Bongkok ben Entertainment Talk 143 9th November 2007 08:27 AM
[Cerita Silat] Kho Ping Hoo - Suling Emas talentaku Entertainment Talk 206 23rd October 2007 01:22 PM
Mohon nenekku dapat ketenangan di hari tuanya Aurora Permintaan Doa 1 21st April 2007 08:44 AM
Mendoakan Orang yg sudah meninggal bole...???? Rose Jawaban Kristen 644 31st August 2005 07:48 PM


All times are GMT +7. The time now is 03:04 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Optimization by vBSEO 3.1.0



*** www.AkuPercaya.com ***