Quote:
Originally Posted by L4nc3r
Injil Thomas sesat dimana nya ya (yg di film stigmata)? Btw aku dah pernah baca injil Thomas loh, semua udah aku baca walaupun hanya sekilas saja. Tapi g tau sesat dimana nya.
OK kembali ke topik. Galatia 6 : 17 ??
|
Injil Thomas ini sejenis Injil-Injil Gnostik (ditolak oleh Gereja) lainnya dimana pada umumnya isinya mengungkapkan rahasia-rahasia perkataan Yesus kepada salah seorang rasulNya, yang tidak diketahui oleh rasul-rasul yang lain. Contohnya dalam kalimat pembuka Injil Thomas ini,
"These are the secret sayings that the living Jesus spoke and which Didymos Judas Thomas recorded."
atau juga kalimat ini pada ayat 108 Yesus berkata,
"Whoever drinks from my mouth will become as I am; I myself shall become that person, and the hidden things will be revealed to him."
Injil Yudas pun juga memiliki gaya bertutur yang mirip ini. Hal seperti ini amat sangat tidak lazim, mengingat yang namanya Injil (=Gospel=Kabar Gembira) seharusnya bukanlah suatu yang disampaikan secara tersembunyi oleh Yesus, melainkan berupa suatu kabar sukacita yang diketahui oleh semua orang. Sehingga sudah diduga bahwa Injil Thomas ini "tercemar" oleh kepercayaan Gnostisme, sehingga isinya tidak original dan orthodox lagi.
Selain itu banyak banget hal lain yang dirahukan dari Injil ini, misalnya mengenai kebangkitan Kristus secara spiritual (bukan secara fisik), keselamatan yang bukanlah anugerah Tuhan melainkan berdasarkan pengertian/pemahaman, dsb.
Dan untuk pertanyaan L4nc3r dimana sesatnya Injil itu dalam film Stigmata tersebut, inget ga ada perkataan ini yang diulang2 terus selama film itu ? :
"the Kingdom of God is inside of you, and it is outside of you."
dan
"I am the light that shines over all things. I am everywhere. From me all came forth, and to me all return. Split a piece of wood, and I am there. Lift a stone, and you will find me there."
Ucapan itu mengutip ayat-ayat pada Injil Thomas.
Dan kemudian film Stigmata itu menggiring penonton ke penafsiran bahwa kita tidak memerlukan Gereja supaya dapat bersatu dengan Yesus. Bahwa Gereja adalah suatu hal non-sense, bahwa Vatikan sengaja menutupi Injil ini demi menjaga tegaknya organisasi Gereja Katolik. Dan tentu saja Uskup disitu digambarkan sebagai orang jahat yang berupaya dengan segala cara (termasuk membunuh) supaya Injil Thomas ini tetap terkubur selamanya. Dan kemudian seperti yang bisa ditebak, sang pastor yang meneliti Injil Thomas ini akhirnya goyah imannya dan percaya pada Injil Thomas (dimana perempuan hair dresser atheis itu yang menjadi penyambung lidah/messenger Injil Thomas melalui stigmata yang ia alami, yang kemudian membuka kebenaran Injil ini dari upaya penutup-nutupan yang dilakukan oleh Gereja Katolik)
Jadi film ini mencampuradukkan antara kejadian nyata stigmata yang oleh Gereja Katolik sudah diakui, misalnya di film itu disebut bahwa St. Fransiskus Asisi dan Padre Pio mengalami hal ini dengan pembenaran akan stigmata yang dialami oleh wanita hair dresser yang atheis. Bahkan stigmata yang dialami oleh wanita itu digambarkan lebih banyak daripada St. Fransiskus Asisi, sehingga menggiring pemikiran penonton bahwa kebenaran Injil Thomas itu dapat dibuktikan melalui stigmata yang terjadi.