Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Belajar Alkitab
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Wink Doktrin Predestinasi

Artikel yg akan sangat berguna dan merubah pandangan saya.
Semoga berguna untuk semua.

Bab 1

Pendahuluan

Buku ini tidak bertujuan untuk memperkenalkan suatu doktrin atau sistem teologi baru, melainkan untuk memperkuat suatu sistem teologi yang dikenal dengan sebutan Reformed atau Calvinisme, dan membuktikan bahwa ajaran ini adalah ajaran yang benar dan Alkitabiah.

Doktrin ini sebenarnya sudah diajarkan oleh Agustinus, salah seorang Bapa Gereja yang juga dianggap sebagai ahli teologi terbesar antara jaman Paulus sampai dengan jaman Reformasi. Agustinus sudah mengajarkan doktrin ini pada sekitar abad ke enam, tetapi baru pada seribu tahun kemudian alur pikir sistem teologi ini untuk pertama kalinya disusun secara sistematis oleh John Calvin (1509-1564). Sistem ini sudah diajarkan dan diterapkan oleh organisasi-organisasi gereja yang mula-mula.

Sedangkan sistem yang merupakan "lawan" dari aliran Calvinisme ini, yaitu Arminianisme yang dipelopori oleh Jacobus Arminius (1560-1609), baru untuk pertama kalinya dianut oleh suatu organisasi gereja resmi pada tahun 1784 oleh Gereja Methodist di Inggris. Sebelumnya, sistem ini, yang merupakan turunan tidak langsung dari aliran Pelagianisme (aliran sesat abad kelima), dianggap sebagai aliran yang salah dan tidak Alkitabiah. Aliran inilah yang sekarang sangat populer di Indonesia.

Ada berbagai alasan mengapa orang-orang Kristen kurang mengenal doktrin ini, yang pertama adalah karena tidak adanya hamba Tuhan yang mengajarkan kepada mereka tentang doktrin ini; alasan kedua, mungkin ada yang mengajarkan tetapi kurang mengerti, dan kemungkinan terakhir adalah karena doktrin tidak cocok dengan perasaan mereka. Doktrin ini adalah suatu doktrin yang merendahkan manusia dan meninggikan Allah. Mungkin banyak orang yang tidak senang mendengar diri mereka atau kedaulatan mereka diinjak-injak oleh Allah.

Tetapi sekarang yang penting bukan "bagaimana reaksi orang-orang terhadap doktrin ini", melainkan yang seharusnya menjadi bebean setiap orang Kristen adalah "benarkah doktrin ini? dan punya dasar Alkitabkah doktrin ini?". Apabila doktrin ini bisa dibuktikan sebagai doktrin yang Alkitabiah, yang sesuai dengan Firman Tuhan yang dinyatakan kepada kita, maka tidak ada alasan lain lagi untuk menolak doktrin benar ini.

Sistem-sistem Teologi Kristen

Pada dasarnya hanya ada tiga sistem teologi Kristen di dalam sejarah Gereja. Yang pertama biasanya disebut Augustinian, Calvinisme atau Reformed. Yang kedua adalah Semi-Pelagianisme atau Arminianisme. Dan yang terakhir adalah Pelagianisme, Socinianisme, atau Liberalisme. Hanya dua sistem yang pertama (Calvinisme dan Arminianisme) yang bisa disebut sistem teologi yang benar-benar Kristen atau alkitabiah. Perbedaan antara keduanya adalah di dalam hal kekonsistenan teologi. Sedangkan sisten ketiga yaitu Pelagianisme atau Liberalisme (anti-supernaturalisme) pada hakikatnya adalah suatu sistem teologi yang sesat. Ciri yang paling jelas dari sistem terakhir ini adalah ketidakpercayaan mereka terhadap mujijat atau hal-hal yang bersifat supra-natural.

Kalau sistem teologi kekristenan tadi divbedakan menjadi tiga sistem, maka sistem tentang Keselamatan juga meliputi tiga sistem utama, Arminianisme, Calvinisme, dan Universalisme. Ketiga sistem Keselamatan ini percaya bahwa seseorang bisa selamat hanya melalui Yesus. Dua sistem yang pertama jelas pasti dianut oleh gereja masing-masing, sedangkan sistem yang terakhir berkembang sebagai aliran sesat di sela-sela kalangan Gereja penganut Arminian dan Reformed.

Universalisme

Ajaran ini mengatakan bahwa Kristus benar-benar mati bagi semua orang (dengan tujuan untuk menyelamatkan mereka) sehingga pada akhirnya, semua orang (di seluruh dunia, dari segala jaman, setiap individu) akan selamat (masuk surga). Sistem ini adalah, mungkin, yang paling dekat dengan keinginan hati kita tetapi sayangnya tidak Alkitabiah. Sistem ini sangat jarang dianut oleh suatu organisasi gereja Kristen, dan biasanya dianggap sesat.

Arminianisme

Sistem ini percaya bahwa Kristus mati bagi semua orang, setiap individu dari umat manusia, baik bagi mereka yang akhirnya binasa (masuk neraka) maupun bagi yang selamat (masuk surga). Mereka menganggap bahwa kematian Kristus bukan bertujuan menyelamatkan manusia berdosa melainkan membuka jalan agar semua manusia berdosa (yang mati rohani) dapat dihidupkan sehingga mereka dimungkinkan untuk percaya. Kemudian, manusia itu sendirilah yang akan memutuskan keselamatan dirinya sendiri.

Karena mereka percaya bahwa Kristus mati bagi semua orang tanpa kecuali, tetapi karena pada saat yang sama mereka tidak mempercayai bahwa semua orang akan masuk sorga (mereka menentang Universalisme), maka mereka harus mengubah tujuan dari kematian Kristus dari "menyelamatkan umat manusia" menjadi sekedar "memberikan kesempatan agar manusia bisa bertobat".

Arminianisme juga tidak percaya bahwa Allah memilih orang-orang tertentu untuk diselamatkan dan sisanya dibiarkan binasa. Mereka percaya bahwa God's saving grace (kasih karunia Allah yang bisa menyelamatkan dari dosa), hanya sekedar ditawarkan kepada semua orang sehingga kasih karunia tersebut dapat ditolak atau diterima sesuai dengan kehendak orang tersebut. Orang tersebut dapat menahan/menolak kuasa Roh Kudus yang akan melahir-barukannya apabila dia memang tidak menghendaki untuk dilahirbarukan. Lebih dari itu, mereka percaya bahwa saving grace tersebut tidak permanen, sehingga bagi mereka yang dikasihi Allah, sudah ditebus oleh Kristus, serta sudah dilahirbarukan oleh Roh Kudus masih dapat terhilang (murtad sampai mati) dan binasa.

Arminianisme, dalam bentuknya yang lebih berkembang, pada dasarnya adalah turunan dari Pelagianisme, suatu jenis sistem yang percaya bahwa manusia bisa menyelamatkan diri mereka sendiri. Prinsip-prinsip yang diajarkan oleh pihak Arminian, sudah ada pada aliran Pelagianisme 1200 tahun sebelum Jacobus Arminius, pelopor sistem ini, lahir. Perbedaan Arminianisme dengan Pelagianisme yang murni adalah bahwa Arminianisme percaya bahwa keselamatan adalah hasil kerja sama manusia dan Allah, sedangkan Pelagianisme percaya bahwa manusia sendiri, tanpa bantuan dari Allah, dapat menyelamatkan diri sendiri. Meskipun demikian, Arminisnisme, apabila benar-benar diselidiki dengan teliti, menganggap bahwa manusialah penentu keselamatannya sendiri dan Allah hanya mengikuti kemauan manusia itu. Manusialah yang berdaulat di atas Allah di dalam hal keselamatan dirinya.

Aliran ini juga menolak bahwa manusia pada dasarnya sudah tidak mampu berbuat baik. Pada dasarnya mereka mengakui bahwa manusia itu lemah karena kejatuhan ke dalam dosa, tetapi mereka percaya bahwa hal itu tidak berarti seluruh kemampuannya (untuk berkenan kepada Allah) lenyap. Manusia hanya butuh bantuan ilahi dalam melaksanakan usahanya sendiri mencari keselamatan. Jadi, manusia tidak mati rohani melainkan hanya sakit, dia memang tidak dapat menolong dirinya sendiri tetapi dia dapat memanggil dokter atau menerima/menolak pertolongan dokter tersebut.

Mereka memang mempunyai dasar-dasar ayat Alkitab untuk mendukung doktrin mereka, tetapi ayat-ayat tersebut, apabila ditafsirkan sesuai dengan pengertian mereka akan menabrak/bertentangan dengan banyak sekali ayat-ayat Alkitab lainnya. Hal inilah menyebabkan mereka tidak mempunyai suatu sistematika teologi Arminian yang jelas dan standar. Gereja Methodist, misalnya, mempunyai suatu pengakuan iman yang terdiri dari 25 bagian, tetapi apabila dibandingkan dengan Pengakuan Iman Westminster (Westminster Confession of Faith, th. 1647) yang dirumuskan dengan hati-hati sekali, maka perbedaannya sangat menyolok. Pengakuan Iman Westminster yang merupakan ringkasan sistem teologi atau doktrin-doktrin Reformed terdiri dari 33 pasal yang meliputi 171 ayat; dari sini bisa terlihat adanya ke konsistenan Alkitabiah yang luar biasa di dalam Calvinisme.

Calvinisme

Sistem yang ketiga adalah suatu sistem yang dipelopori oleh John Calvin. Kehebatan John Calvin di dalam penafsirannya tentang Alkitab diakui oleh banyak orang. Bahkan Arminus, pendiri sistem Arminian, pernah mengatakan 'Selain daripada belajar langsung dari Kitab Suci, aku (Arminius) menganjurkan murid-muridku untuk mempelajari buku-buku tafsiran Calvin, karena aku mengakui bahwa ia benar-benar tidak ada bandingannya di dalam menafsirkan Kitab Suci, buku-buku tafsirannya harus lebih kita hargai daripada tafsiran-tafsiran bapa-bapa Gereja lainnya yang kita warisi.'

Kaum Calvinist percaya bahwa sebagai akibat dari kejatuhan dalam dosa (the Fall), diri manusia menjadi berdosa, rusak, dan tidak mempunyai harapan untuk selamat. Kemudian, dari seluruh umat yang telah jatuh inilah, Tuhan, dengan kedaulatanNya yang mutlak, memilih orang-orang yang akan diselamatkanNya. Kristus kemudian diutus untuk menebus dosa orang-orang pilihan tersebut. Selanjutnya, Roh Kudus dikirim untuk menerapkan kasih karunia tersebut dengan melahir-barukan mereka; yang menyebabkan semua orang pilihan tersebut dapat percaya, bertobat, setia sampai mati dan diselamatkan.

Kesalahan utama pihak Arminian adalah bahwa mereka mengecilkan peran Allah dalam penebusan dan terlalu meninggikan harga diri dan kekuatan manusia itu sendiri; sedangkan Calvinist merendahkan diri manusia serta menjunjung tinggi kedaulatan dan kasih karunia Allah. Calvinisme menganggap bahwa ajaran yang mengatakan bahwa manusia dapat menyucikan diri sendiri, mengusahakan kasih karunia Allah, serta menyelamatkan diri sendiri adalah suatu ajaran yang terlalu meninggikan manusia dan menginjak-injak kedaulatan Allah.

Pengertian Kehendak Allah (God's Will)

Doktrin Predestinasi boleh dibilang merupakan inti atau dasar dari Calvinisme. Doktrin ini berhubungan sangat erat sekali dengan kehendak Allah, tetapi untuk menghindarkan penafsiran yang kacau balau perlu kiranya diperjelas apa yang dimaksud dengan kehendak Allah tersebut.

Istilah "Kehendak Allah" dapat menunjuk kepada tiga arti yang berbeda, yaitu, (a) sesuatu yang menyenangkan Dia, (b) perintah-perintahNya, atau (c) rencanaNya yang kekal.

Kehendak Allah sebagai sesuatu yang menyenangkan Dia

Kehendak Allah dalam arti yang pertama ini tidak harus terjadi. Misalnya Allah menghendaki semua orang selamat, tetapi kenyataannya, pada jaman perjanjian lamapun kita dapat melihat bahwa banyak orang binasa (masuk neraka). Jadi, kita bisa melihat bahwa karena kasihNya Dia tidak ingin ada satu orangpun yang binasa, akan tetapi hal ini tidak akan terjadi karena memang bukanlah rencanaNya. Orang-orang Arminianpun tidak mempercayai bahwa semua orang pasti selamat, karena hal itu berarti Universalisme.

Banyak ayat-ayat yang menunjukkan kehendak Allah dalam arti ini. Akan kita lihat nanti bahwa apabila kita menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan asumsi bahwa kehendak tersebut menunjuk kepada rencanaNya maka sudah dapat dipastikan bahwa apa yang Allah rencanakan ternyata dapat digagalkan oleh ciptaanNya.

Kehendak Allah yang menunjuk kepada Hukum dan PerintahNya

Kehendak Allah dalam arti yang kedua menunjuk kepada seluruh hukum-hukum dan perintah-perintah yang diturunkanNya kepada manusia. KehendakNya di dalam arti yang ini juga tidak harus terjadi. Misalnya, Allah menghendaki supaya kita tidak berdusta, tidak berzinah dll. Dia juga menghendaki agar kita mengabarkan Injil, berbakti dll. Pada kenyataannya, kehendak ini juga seringkali tidak terjadi, dan pasti tidak akan terjadi apabila memang tidak sesuai dengan rencanaNya.

Kehendak Allah yang menunjuk kepada Rencana KekalNya

Pada arti yang ketiga inilah seluruh doktrin Predestinasi didasarkan. KehendakNya dalam arti yang ini pasti terjadi, tidak mungkin luput dan pasti akan terjadi sesuai dengan apa yang telah ditentukan bahkan sampai kedetail-detailnya.

Mazmur 115:3

Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendakiNya!

Mazmur 135:6

TUHAN melakukan apa yang dikehendakiNya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya;...

Agar tidak membingungkan kita dapat mengatakan bahwa Kehendak Allah pada arti yang kedua adalah kehendakNya yang dinyatakan (melalui FirmanNya), sedangkan kehendakNya dalam arti ketiga adalah kehendak yang tidak dinyatakan karena tidak ada seorangpun yang tahu apa rencana Allah yang sebenarNya.

Ulangan 29:29

"Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."

Alkitab adalah satu-satunya dasar yang sah

Kita tidak boleh mengembangkan suatu sistem kekristenan hanya karena hal tersebut sesuai dengan kesukaan kita atau kehendak kita. Tetapi hendaknya, apapun sistem yang akan kita rumuskan harus didasarkan pada Alkitab dan hanya pada Alkitab. Sebagai konsekuensinya, apapun yang diajarkan oleh Alkitab bagaimanapun tidak enak atau tidak masuk akal harus kita terima sebagai Firman Tuhan.

Kita semua percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan para penulisnya diilhami langsung oleh Allah, jadi satu ayat Alkitab tidak mungkin bertentangan dengan ayat yang lain apabila ditafsirkan dengan benar, karena Allah tidak mungkin berbicara dengan lidah yang bercabang.

Pada bagian-bagian yang selanjutnya akan kita lihat bukti-bukti (dasar ayat Alkitab) dari ajaran Calvinisme serta keberatannya dari pihak Arminian. Akan kita tunjukkan bahwa tidak sukar dan tanpa pemaksaan, untuk menafsirkan secara konsisten ayat-ayat yang mereka (pihak Arminian) gunakan untuk menyerang doktrin Calvinisme. Tetapi sebaliknya, bagi mereka, akan sangat sulit untuk mengharmoniskan doktrin mereka dengan ayat-ayat kita secara konsiten. Biasanya, keberatan-keberatan mereka (Arminian) lebih didasarkan pada emosi/perasaan atau filsafat daripada exegesis (penafsiran/pembahasan) Kitab Suci yang benar. Sebagian besar keberatan mereka terhadap doktrin ini adalah karena doktrin ini mengecilkan peran manusia di dalam keselamatannya. Mereka tidak senang bila diri manusia diabaikan, mungkin mereka berpikir lebih baik mengorbankan kedaulatan Tuhan daripada menginjak-injak kehendak bebas manusia.

Galatia 1:6-10

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. (10) Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
__________________
Heaven and earth shall pass away, but my words shall not pass away [Matthew 24:35]

Software Bible / Alkitab KJV,LAI :
[url]http://www.kristenonline.com/alkitab/download.htm[/url]
FREE
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Default

Bab 2

Predestinasi

Pengertian Predestinasi

Ajaran ini tidak hanya diajarkan oleh John Calvin melainkan juga oleh Agustinus, Wycliffe, Luther, Zwingli, Zanchius, Owen, Whitefield, Toplady, Bullinger, Bucer dan hampir semua tokoh dalam Reformasi. Selain ahli-ahli ahli teologi besar dalam sejarah tersebut, ajaran predestinasi ini juga diajarkan oleh tokoh-tokoh teologi modern seperti Hodge, Dabney, Cunningham, Smith, Shedd, Warfield, dan Kuyper.

Di dalam Pengakuan Iman Westminster Bab 3 butir 1 disebutkan tentang predestinasi bahwa "Allah pada mulanya, melalui kehendakNya yang bijaksana dan suci, dengan bebas (tanpa dipengaruhi apapun) dan pasti (tidak bisa berubah) telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi; sedemikian rupa sehingga Dia bukanlah pencipta dosa, dan tidak memaksakan kehendak mahluk ciptaanNya, serta tidak menghilangkan kebebasan dan keterlibatan pengaruh-pengaruh luar, melainkan memastikannya." Lebih jauh lagi dikatakan pada butir 2 bahwa "Meskipun Allah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi dalam segala kondisi; Dia tidak menentukannya karena Dia sudah melihat (mengetahui) hal-hal tersebut terlebih dahulu, atau karena Dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang apabila kondisi yang ditetapkan terlaksana."

Allah Pencipta segala sesuatu

Doktrin ini menggambarkan Allah sebagai suatu absolut yang tidak tergantung apapun dan siapapun serta tidak memihak, semua ini dilakukan berdasarkan oleh kehendakNya semata-mata. Segala sesuatu diluar Allah adalah ciptaanNya, dan mereka menggantungkan keberadaannya ke dalam tangan Allah.

Roma 11:36

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Amsal 16:4

TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka.

Daniel 4:35

Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendakNya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tanganNya dengan berkata kepadaNya: "Apa yang Kaubuat?"

Wahyu 4:11

"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan."

Dari ayat diatas kita melihat bahwa Dia adalah Penguasa yang berdaulat dari alam semesta, dan karena seluruh alam semesta ini adalah ciptaanNya dan mereka tergantung sepenuhnya kepadaNya setiap saat, serta berada dalam genggamannya, maka tidak ada sesuatu halpun yang dapat terjadi yang tidak sesuai dengan kehendakNya ataupun tanpa seijinNya. Bukan hanya itu saja, kita juga tidak berhak untuk menuntut Dia untuk mengubah rencanaNya hanya karena rencana tersebut tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Yesaya 64:8

Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu.

Roma 9:20-22

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" (21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Keberadaan segala mahluk, baik itu sebagai bunga mawar atau bunga matahari, seekor burung merak atau burung gagak, seekor harimau atau babi; serta pada manusia, apakah dia dilahirkan sebagai laki-laki ataupun perempuan, kaya atau miskin, pandai atau bodoh, berkulit putih atau hitam, atau bahkan sebagai Kain atau Habel, adalah suatu perwujudan predestinasi yang tidak dapat dibantah serta terjadi didepan mata kita sehari-hari. Baik itu kepribadian kita, keberadaan kita, posisi kita dalam hidup, semuanya ini terjadi atau telah ditentukan tanpa kita ikut andil apa-apa.

Amsal 22:2

Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.

Mazmur 31:16

Masa hidupku ada dalam tanganMu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!

Mazmur 39:5-6

"Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! (6)Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagiMu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! S e l a

Penentuan segala sesuatu sejak permulaan segala jaman

Segala sesuatu, yang menyangkut apapun, termasuk kehidupan manusia, sudah ditentukan oleh Allah sejak permulaan segala jaman. Pengertian ini sangat penting di dalam Predestinasi karena apabila kita tidak mengakui hal ini maka hal itu sama dengan menyebut Allah tidak mempunyai rencana sama sekali. Bagaimana mungkin Allah yang Maha Bijaksana tidak mempunyai rencana sama sekali. Seorang yang tidak mempunyai rencana berarti juga tidak mempunyai tujuan. Apakah mungkin Allah kita bertindak ngawur tanpa tujuan? Mustahil! Segala sesuatu sudah ditentukan Allah terlebih dahulu, berikut adalah dukungan Alkitab mengenai hal tersebut.

2Raja-raja 19:25

Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari, dan telah merancangnya pada zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu.

Efesus 1:5

Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya,...

Efesus 1:11

Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya -...

Roma 8:29,30

Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (30) Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.

1Korintus 2:7

Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Kisah Rasul 4:27,28

Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yamg kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.

Kisah Rasul 13:48

Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Efesus 2:10

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Roma 9:23

...-justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaanNya atas benda-benda belas kasihanNya yang telah dipersiapkanNya untuk kemuliaan,...

Mazmur 139:16

mataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Pada bab berikutnya kita akan membahas lebih jauh tentang Kedaulatan Allah untuk menyadari betapa fana dan tidak berartinya kita dibandingkan Tuhan. Doktrin tentang Kedaulatan Allah ini penting agar kita tidak terlalu memegahkan diri kita dengan menganggap bahwa Tuhan akan bertindak tergantung dari kemauan kita. Dari doktrin itu kita akan mengakui bahwa Allah adalah Tuhan dan sekaligus Raja atas kita.

Kemudian pada bab-bab yang selanjutnya kita akan mempelajari tentang Kedaulatan Allah yang mutlak, RencanaNya yang kekal, KeMahaTahuanNya, dan pemeliharaanNya atas pelaksanaan segala rencanaNya.
__________________
Heaven and earth shall pass away, but my words shall not pass away [Matthew 24:35]

Software Bible / Alkitab KJV,LAI :
[url]http://www.kristenonline.com/alkitab/download.htm[/url]
FREE
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Default

Bab 3

Kedaulatan Allah

Setiap orang pasti dengan mudah dapat melihat akan adanya suatu kedaulatan yang mengatur hidupnya. Kita tidak pernah dimintai pendapat tentang keberadaan kita, kita tidak ditanya apakah kita ingin lahir sebagai laki-laki atau perempuan, atau kapan kita ingin dilahirkan, apakah itu pada jaman sebelum air bah, pada jaman Tuhan Yesus atau pada abad ke 20, juga dimana kita dilahirkan, di Amerika, di Afrika atau di Indonesia.

Kisah Rasul 17:24-25

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, (25) dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

Allah berdaulat atas segala ciptaanNya

Kita sudah melihat bahwa Allah adalah pencipta sekaligus pemilik tunggal alam semesta ini, hal ini berarti Dia berhak (berdaulat) untuk melakukan segala sesuatu terhadap kita sesuai dengan rencanaNya. Apabila seorang raja dunia mempunyai kuasa penuh atas rakyatnya, maka bagaimana mungkin Allah yang menciptakan seluruh isi dunia ini (dan memilikiNya) tidak mempunyai kuasa yang sepenuhnya terhadap ciptaanNya ?

Ayub 41:2

Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaanKu.

Mazmur 29:10

TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Daniel 4:17

Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkatNya untuk kedudukan itu.

Yesaya 40:15, 22-23

Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya. (22) Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman! (23) Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja!

Yesaya 45:11-12

Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel;: "Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepadaKu mengenai anak-anakKu, atau memberi perintah kepadaKu mengenai yang dibuat tanganKu? (12) Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tanganKulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.

Mazmur 24:10

TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinnya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (2) Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

Mazmur 50:10-12

sebab punyaKulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. (11) Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasaKu. (12) Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punyaKulah dunia dan segala isinya.

Mazmur 83:18-19

Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama-lamanya; biarlah biarlah mereka tersipu-sipu dan binasa, (19) supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, yang Mahatinggi atas seluruh bumi.

Mazmur 93:1-2

TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; (2) takhtaMu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

Mazmur 89:12

PunyaMulah langit, punyaMulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya.

Nehemia 9:6

"Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepadaMu.

Ia yang telah membentuk segala sesuatu sesuai dengan kehendakNya, Ia jugalah yang berhak atas segala ciptaanNya. Tidak ada yang mustahil bagiNya, apapun yang dianggap oleh manusia tidak masuk akal atau tidak mungkin dapat terjadi, Ia mampu melakukannya.

Yeremia 32:17

Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatanMu yang besar dan dengan lenganMu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untukMu!

Kejadian 18:14

Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."

Meskipun kata "mustahil" tidak pernah ada dalam kamus Allah, tetapi Dia tidak bisa melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sifat-sifatNya (Kasih, Suci, Adil dll.) sendiri. Dia tidak bisa melakukan sesuatu yang secara moral adalah salah. Dengan kemaha-kuasaanNya (omnipotence) Dia menjamin bahwa segala sesuatu pasti akan berjalan sesuai kehendakNya, dilain pihak dengan kemahasucianNya (holiness) Dia memberikan garansi bahwa segala sesuatu yang dilaksanakan pasti mempunyai tujuan yang benar dan baik.

Ayub 36:5-6

Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apapun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi. (6) Ia tidak membiarkan orang fasik hidup, tetapi memberi keadilan kepada orang-orang sengsara;

Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Mungkin ada orang-orang Arminian yang percaya bahwa Allah berdaulat atas segala ciptaanNya, tetapi apakah mereka percaya bahwa kedaulatan Allah itu adalah kedaulatan yang mutlak ? Apabila kita mengakui bahwa kedaulatanNya adalah mutlak maka kita tidak boleh membatasi kedaulatan itu, kita tidak boleh (bahkan tidak berhak) membantah atau mempertanyakan segala keputusan atau ketentuanNya.

Ayub 9:2-12, 19

Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah? (3) Jikalau ia ingin berpekara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantahNya. (4) Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat? (5) Dialah yang memindahkan gunung-gunung dengan tidak diketahui orang, yang membongkar-bangkirkannya dalam murkaNya; (6) yang menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang; (7) yang memberi perintahkepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai; (8) yang seorang diri membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut; (9) yang menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan; (10) yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya. (11) Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihatNya, dan bila Ia lalu, aku tidak mengetahui. (12) Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangiNya? Siapa akan menegurNya: Apa yang Kaulakukan? (19) Jika mengenai kekuatan tenaga, Dialah yang mempunyai! Jika mengenai keadilan siapa dapat menggugat Dia?

Ayub 11:10

Apabila Ia lewat, melakukan penangkapan, dan mengadakan pengadilan, siapa dapat menghalangiNya?

Kedaulatan Allah atas alam

Segala sesuatu, termasuk alam, ditentukan oleh kehendakNya. Angin adalah utusanNya, api yang menyala-nyala adalah hambaNya, setiap kejadian alam adalah tindakanNya; segala kemakmuran/kesejahteraan adalah karuniaNya; dan segala bencana dan penderitaan adalah seijinNya.

Ayub 25:2

"Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada Dia, yang menyelenggarakan damai di tempatNya yang tinggi.

Ayub 36:32

Kedua tanganNya diselubungiNya dengan kilat petir dan menyuruhnya menyambar sasaran.

Amos 3:5-6

Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu? (6) Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?

Ratapan 3:33-38

Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia. (34) Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, (35) kalau hak orang di belokkan di hadapan yang Mahatinggi, (36) atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya? (37) Siapakah berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya? (38) Bukankah dari mulut yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?

Amos 4:7

"Akupun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering;...

Mazmur 95:3-5

Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segalah allah. (4) Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tanganNya, puncak gunung-gunungpun kepunyaanNya. (5) KepunyaanNya laut, Dialah yang menjadikannya, dan daratm tanganNyalah yang membentuknya.

Yesaya 40:25-26

Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Maha Kudus. (26) Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tidak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.

2Tawarikh 20:6

dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tanganMu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.

Keluaran 9:29

Dan berkatalah Musa kepadanya: "Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tidak akan turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN.

Kedaulatan Allah atas manusia

Allah dapat mengubah seorang yang berdosa menjadi percaya, Dia juga dapat menyelamatkan semua orang apabila Dia memang merencanakanNya. Dia berdaulat atas nasib semua ciptaanNya. Dan karena kejahatan/dosa terjadi hanya dengan seijinnya, maka apabila memang dikehendakiNya, Allah dapat memusnahkan kejahatan itu dalam sekejap mata seperti misalnya pada kasus Ananias dan Safira (Kisah Rasul 5:1-11).

Ulangan 32:39

Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia, Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan. Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tanganKu.

Yesaya 54:16

Sesungguhnya, Akulah yang menciptakan tukang besi yang menghembus api dan menghasilkan senjata menurut kecakapannya, tetapi Akulah juga yang menciptakan pemusnah untuk merusakkannya.

Ayub 1:21

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Ayub 12:9-10, 16

Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; (10) bahwa di dalam tanganNya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? (16) Pada Dialah kuasa sdan kemenangan, Dialah yang menguasai baik orang yang tersesat maupun orang yang menyesatkan.

Yehezkiel 18:4

Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.

Mazmur 75:7-8

Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, (8) tetapi Allah adalah Hakim: direndahkanNya yang satu dan ditinggikanNya yang lain.

Pengkhotbah 9:1

Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.

Yeremia 18:6

"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel!

Daniel 4:35

Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendakNya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tanganNya dengan berkata kepadaNya: "Apa yang Kaubuat?"

Ada banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa apabila Allah menghendaki, Dia dapat memusnahkan orang-orang jahat dengan sangat mudah. Apalah artinya mahluk-mahluk kecil itu dihadapan sang Pencipta?

Keluaran 12:29

Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.

2Raja-raja 19:35

Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuhNyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

Bilangan 16:31-33

Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka, (32) dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka. (33) Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu.

Kisah Rasul 12:23

Dan seketika itu juga ia (Herodes) ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing."

Kedaulatan Allah di dalam hal-hal yang remeh

Kedaulatan Allah juga dapat terlihat pada hal-hal yang kelihatannya kebetulan. Hal-hal tersebut sama sekali tidak mempunyai kemungkinan untuk keluar dari kehendak Allah. Misalnya, dapat kita lihat berkali-kali bahwa pelemparan undi juga tergantung atau secara langsung menggambarkan keputusan Allah.

Amsal 16:33

Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

Kisah Rasul 1:24,26

Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,... (26) Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Yunus 1:7

Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini."Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

Kesimpulan

Meskipun sudah kita lihat bahwa kedaulatan Allah ini bersifat universal dan absolut, kedaulatan ini bukanlah suatu kedaulatan membuta tetapi adalah kedaulatan yang didasarkan pada kebijaksanaan, kesucian serta kasihNya. Adakah diantara kita yang lebih senang menyerahkan seluruh hidupnya kepada nasib, hukum alam atau kepada diri sendiri yang berpandangan sempit? Bukankah kita akan merasa lebih damai dan sukacita mengetahui bahwa nasib kita ada di tangan Allah yang maha bijaksana, suci, adil, kasih dan setia ?

Mazmur 145:13

KerajaanMu ialah kerajaan segala abad, dan segala pemerintahanMu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataanNya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya.

Calvinisme menganggap orang yang menolak kedaulatan Allah adalah seorang yang tidak percaya atau tidak mengakui Allah sebagai Pencipta dan Rajanya. Alkitab menyatakan bahwa sikap yang benar terhadap kedaulatan Allah adalah mengakuinya. Tirulah sikap Daud di dalam ayat berikut ini.

1Tawarikh 29:11-14

Ya TUHAN, punyaMulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punyaMulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. (12) Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tanganMulah kekuatan dan kejayaan; dalam tanganMulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. (13) Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepadaMu dan memuji namaMu yang agung itu. (14) Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari padaMulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu.
__________________
Heaven and earth shall pass away, but my words shall not pass away [Matthew 24:35]

Software Bible / Alkitab KJV,LAI :
[url]http://www.kristenonline.com/alkitab/download.htm[/url]
FREE
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Default

Bab 4

Rencana Allah

Hampir setiap kita selalu membuat rencana sebelum bertindak. Seorang yang bijaksana akan menentukan terlebih dahulu apa yang dia ingin capai dan kemudian menentukan cara pencapaiannya. Semakin besar tujuan kita, semakin kita memerlukan suatu rencana. Tetapi meskipun kita semua selalu mempunyai rencana, tetapi rencana kita tersebut selalu berubah karena kita tidak mempunyai kontrol atas masa depan, tidak dapat melihat ke masa depan serta tidak cukup bijaksana untuk menduga masa depan kita.

Apabila kita mengakui bahwa Allah kita adalah Allah yang maha bijaksana, maka kita juga harus mengaui bahwa adalah sesuatu yang mustahil apabila Ia tidak mempunyai rencana sama sekali. Dengan segala pengertian dan pengetahuan yang ada padaNya, Ia pasti menciptakan segala sesuatu serta mengaturnya sesuai dengan segala ketidak terbatasanNya.

Amsal 3:19-20

Dengan hikmat TUHAN meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkanNya langit, (20) dengan pengetahuanNya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.

Yeremia 10:12

TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatanNya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaanNya, dan yang membentangkan langit dengan akal budiNya.

Mazmur 104:24-30

Betapa banyak perbuatanMu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaanMu. (25) Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. (26) Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya. (27) Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. (28) Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tanganMu, mereka kenyang oleh kebaikan. (29) Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa, dan kembali menjadi debu. (30) Apabila Engkau mengirim rohMu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. (31) Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatanNya.

Tujuan Rencana Allah

Setiap orang yang mempunyai rencana berarti mempunyai tujuan. Lalu apakah tujuan ALlah di dalam rencana kekalNya? Alkitab mengatakan bahwa Allah melakukan semuanya itu demi kemuliaan diriNya sendiri.

Yesaya 43:7, 21

semua orang yang disebutkan dengan namaKu, yang Kuciptakan untuk kemuliaanKu, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!" (21) umat yang Kubentuk bagiKu akan memberitakan kemasyuranKu."

Yesaya 48:11

Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan namaKu akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain!"

1Petrus 4:11

...Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Apakah hal ini membuktikan bahwa Allah kita adalah Allah yang gila hormat? Jelas tidak. Bagi kita yang tidak mempunyai kemuliaan sama sekali, apabila kita melakukan sesuatu demi kemuliaan kita maka kita bisa disebut gila hormat karena kita memang tidak berhak untuk dimuliakan. Tetapi, Ia adalah Allah yang maha mulia, adalah wajar baginya untuk mendapatkan segala kemuliaan.

Rencana Allah meliputi segala sesuatu

Orang-orang Pelagian percaya bahwa Allah tidak punya rencana, sedangkan orang-orang Arminian percaya bahwa Allah mempunyai suatu rencana umum (tidak mendetail). Tetapi orang Calvinist percaya bahwa di dalam kemahabijaksanaan serta kemahatahuanNya, tidak ada sesuatupun, bagaimanapun kecilnya, dapat terjadi bertentangan dengan kehendakNya atau terjadi pada tempat yang salah (dan waktu yang salah) sehingga menggagalkan tujuan akhir dari rencanaNya.

Pada mulanya, di dalam kekekalan, Allah tidak berkewajiban untuk menciptakan alam semesta ini, penciptaan tersebut Dia lakukan berdasarkan kehendak bebasNya. Bahwa akhirnya Dia memutuskan untuk menciptakan alam semesta ini, Dia pasti sudah memilih satu dari sekian banyak (pasti tidak terhingga jumlahnya) macam kemungkinan rencana alam semesta. Dan dari semua kemungkinan tersebut Dia memilih satu, yaitu bentuk alam semesta kita ini. Jadi bisakah Dia yang maha bijaksana, maha tahu, dan maha kuasa serta sempurna itu tidak memilih rencana yang terbaik? Dan karena Dia sudah tahu urut-urutan kejadian mana yang terbaik, maka hal itu juga berarti bahwa Dia sudah menentukan setiap detail kejadian yang akan terjadi. Pemilihan rencana atau penentuan urut-urutan kejadian di dalam alam semesta inilah yang kita sebut Predestinasi.

Yesaya 37:26

Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya,bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,...

Yesaya 46:9,10

Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku. (10) yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan kulaksanakan,...

2Tesalonika 2:13

Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.

Matius 25:34

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Yeremia 31:3

Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu.

Kisah Rasul 15:17-18

supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milikKu demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.

Adalah suatu penghinaan terhadap Allah apabila kita mengatakan bahwa Allah tidak mempunyai suatu rencana, karena hal itu berarti segala sesuatu terjadi di luar rencanaNya, sehingga Dia juga tidak tahu kemana dunia ini akan mengarah.

Lalu bagaimana dengan orang-orang Arminian yang percaya bahwa Allah tidak mempunyai rencana yang mendetail? Mari kita renungkan sebuah ilustrasi. Bayangkan diri anda akan keluar dari suatu ruangan, Allah memang sudah menentukan anda untuk keluar dari ruangan itu, tetapi tiba-tiba di tengah perjalanan anda tersandung dan jatuh, tahukah Allah bahwa anda akan tersandung? Jelas tahu. Selanjutnya, pada saat anda terjatuh itu ada dua helai rambut anda yang rontok, tahukah Allah bahwa dua helai rambut itu akan rontok? Jelas tahu. Kita bisa melanjutkan ilustrasi ini ke detail yang lebih dalam, misalnya ada satu tetes keringat anda terjatuh ke lantai, lalu jantung anda berdenyut lebih cepat, mata anda berkedip dll., mungkinkah satu diantara hal-hal tersebut ada yang Allah tidak perkirakan sebelumnya? Jelas tidak mungkin.

Mungkinkah Allah, sang pencipta, digagalkan/dikagetkan oleh suatu tindakan ciptaanNya yang diluar dugaan? Mustahil. Segala sesuatu yang telah diketahui oleh Allah sebelumnya pasti adalah sesuatu yang tertentu (karena sesuatu yang tidak tertentu tidak dapat diketahui sebelumnya) dan karena segala sesuatu sudah tertentu, maka segala sesuatu memang sudah ditentukan (untuk lebih jelasnya baca Bab tentang Kemahatahuan Allah).

Rencana Allah tidak bisa berubah

Tidak ada orang Kristen yang sejati yang percaya bahwa Allah tidak mempunyai rencana. Allah pasti mempunyai rencana, dan karena Allah adalah mahluk yang tidak terbatas, baik dalam hal kuasa, kebijaksanaan serta kemahatahuan, maka rencanaNya juga pasti tidak terbatas, meliputi semua detail keberadaan dunia. Karena jika Allah tidak menentukan suatu urutan kejadian secara mendetail melainkan menunggu sampai suatu kondisi terpenuhi atau tidak, maka keputusanNya tidaklah kekal dan bisa selalu berubah. Dan apabila keputusan Allah bisa berubah berarti apa yang Dia sudah rencanakan gagal atau tidak terpenuhi sehingga rencanaNya memerlukan perubahan untuk mencapai apa yang diinginkanNya. Apabila kita percaya bahwa rencana Allah berubah-ubah, lalu apa bedanya kita dengan orang atheis yang percaya bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan.

Mazmur 33:11

...; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hatiNya turun-temurun.

1Samuel 15:29

Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."

Yeremia 4:28

Karena hal ini bumi akan berkabung, dan langit di atas akan menjadi gelap, sebab Aku telah mengatakannya, Aku telah merancangnya, Aku tidak akan menyesalinya dan tidak akan mundur dari pada itu."

Yakobus 1:17

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Yesaya 14:24

TUHAN semesta alam telah bersumpah, firmanNya: "Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:...

Yesaya 46:10,11

..., yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan kulaksanakan, (11) yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusanKu dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.

Bilangan 23:19

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Maleakhi 3:6

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak lenyap.

Pengkhotbah 3:14

Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selama-lamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian supaya manusia takut akan Dia.

Ibrani 6:17-18

Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian keputusanNya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah, (18) supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

Kecenderungan orang Kristen di masa sekarang ini adalah mengabaikan Predestinasi atau kedaulatan Allah demi mencarikan tempat bagi kehendak bebas manusia. Harga diri yang terlalu tinggi, konsep-konsep yang salah, tidak menyadari akan kebejadan serta kebodohannya sendiri membuat banyak orang lebih meninggikan dirinya (kedaulatannya) sendiri dibandingkan Allah. Orang-orang Arminian berpendapat bahwa kehendak Allah dapat ditolak atau dengan kata lain manusia mempunyai kuasa untuk mem-veto apa yang Allah kehendaki tanpa Dia dapat berbuat apapun dan membiarkan manusia menginjak-injak haknya sebagai Pemilik tunggal mereka.

Rencana manusia memang bisa berubah, bisa gagal, tetapi hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan manusia itu sendiri dalam hal kuasa, pengetahuan dan kebijaksanaan. Tetapi Allah yang maha bijaksana, maha kuasa dan maha tahu tidak mungkin mempunyai rencana yang bisa gagal. Anggapan bahwa Allah selalu mengubah atau menyesuaikan rencanaNya karena manusia, adalah sama dengan merendahkanNya ke tingkat yang sejajar dengan mahluk-mahluk ciptaanNya.

Yesaya 14:24,27

TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? TanganNya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?

Ayub 42:2

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.

Dosa termasuk di dalam Rencana Allah

Setiap dosa manusia sudah diketahuiNya terlebih dahulu, diijinkan terjadi, serta akan mengambil tempatnya dalam sejarah. Kejadian-kejadian tersebut terjadi dibawah kontrol dan demi kemuliaan Allah. Penyaliban Kristus, yang diakui sebagai kejahatan terbesar dalam sejarah manusia, juga sudah ditentukan untuk terjadi. Penebusan ini tidak terjadi karena Allah terpaksa melakukannya setelah dikalahkan dan dikecewakan oleh kejatuhan manusia, tetapi hal tersebut memang sudah ada di dalam rencanaNya.

Matius 20:18,19

"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan akan menjatuhi Dia hukuman mati. (19) Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Kisah Rasul 2:23

Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

Kisah Rasul 4:28

.., untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.

Efesus 3:11

..., sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakanNya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

1Petrus 1:20

Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diriNya pada zaman akhir.

Efesus 1:4

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya.

2Timotius 1:9

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman...

Lukas 22:22

Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!"

Jika penyaliban Kristus sudah ada dalam rencana Allah, maka kejatuhan manusia (Adam) ke dalam dosa serta segala dosa-dosa lain yang menyebabkan manusia memerlukan penebusan tersebut sudah pasti ada di dalam rencanaNya. Terjadinya dosa-dosa tersebut pasti sudah ditentukan olehNya bagaimanapun tidak menyenangkannya kesimpulan ini.

Banyak contoh-contoh di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa terjadinya dosa memang sudah ditentukan sebelumNya :

a. Di dalam Kel 3:19 kita dapat melihat bahwa Allah sudah mengatakan bahwa Firaun tidak akan mentaatiNya (bandingkan dengan Kel 11:9).

b. Di dalam 2Sam 12:11-12 Absalom yang tidur dengan istri-istri Daud juga sudah ditentukan sebelumNya (lihat 2Sam 16:22).

c. Begitu juga dengan kasus Yehuda yang tidak akan mendengarkan Yesaya (Yes 6:9-10, bandingkan dengan Mat 13:13-15).

d. Penyangkalan Petruspun sudah ditentukan (Mark 14:30 dan Yoh 18:17,25).

e. Adanya mesias palsu, nabi palsu, orang murtad, penyesat, dimana mereka semua adalah orang-orang yang melakukan dosa, sudah ditentukan akan terjadi di dalam Matius 24:5,10-12,24. Penyesatan memang harus ada, lihat Matius 18:7.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa Allah memasukkan dosa ke dalam rencanaNya? Bukankah Ia bisa/mampu menghilangkan dosa sama sekali, sehingga dosa tidak perlu ada? Jelas Dia bisa, tetapi sekarang pertanyaannya adalah bisakah Ia, tanpa memasukkan dosa ke dalam rencanaNya, mencapai tujuan rencanaNya yang semula yaitu kemuliaanNya? Jelas tidak bisa, karena jika kita menjawab "Dia bisa", maka pertanyaan selanjutnya adalah mengapa Allah tidak memilih rencana yang itu saja? Jika memang rencana "itu" lebih sempurna dari yang sekarang "ini" mengapa Dia tidak memilih rencana yang lebih sempurna, bukankah Dia adalah mahluk yang sempurna? Allah memang tidak memilih rencana itu karena rencana itu memang bukan rencana yang terbaik. Kita harus percaya terhadap kemahabijaksanaan Allah di dalam memutuskan rencanaNya, kita harus yakin bahwa rencana yang dipilihNya (yaitu yang ada dosa di dalamnya) adalah yang terbaik.

Sebagai ilustrasi, setiap diri kita mempunyai cita-cita atau rencana untuk masa mendatang, misalnya ada seorang pelajar yang bercita-cita untuk menjadi dokter, di dalam membuat rencana ia harus memasukkan hal-hal yang tidak enak, seperti uang sekolah, belajar, les, ulangan, ujian dll. Tanpa melalui semua itu ia tidak akan bisa mencapai cita-citanya. Demikian juga dengan Allah, untuk mencapai kemuliaanNya, Ia harus memasukkan dosa ke dalam rencanaNya.

Selain itu, paling tidak ada tiga sifat Allah yang tidak akan terlihat tanpa adanya dosa. Pertama, tidak ada dosa berarti tidak ada penghukuman, tidak ada penghukuman berarti tidak terlihat sifat keadilan Allah. Kedua, tidak ada dosa, berarti semua suci, apabila semua suci darimana bisa kelihatan kesucian Allah? Ketiga, tanpa dosa tidak akan ada penebusan Kristus, tanpa Kristus kita tidak akan bisa melihat kasih Allah yang begitu besar. Jadi, tanpa dosa manusia tidak akan bisa mengetahui atau menyadari keadilan, kesucian, dan kasih Allah. Lalu bagaimana mungkin kita bisa mempermuliakan Allah apabila mengenal Dia saja kita tidak bisa.

Hanya karena kita menganggap bahwa Allah kita adalah Allah yang mahakuasa, kita tidak boleh berasumsi bahwa Ia pasti dapat melakukan segala sesuatu. Hal itu tidak benar. Ada hal-hal yang Allah tidak bisa lakukan, misalnya Ia tidak bisa berdusta, Ia tidak bisa mengubah rencana, dan Ia tidak bisa berhenti menjadi Allah (atau Ia tidak bisa menjadi sesuatu yang bukan Allah). Misalnya ada yang bertanya kepada saudara, mungkinkah Allah bisa menciptakan batu yang sangat besar sehingga Ia sendiri tidak kuat mengangkatnya? Apa jawaban saudara? Jawaban yang benar adalah bahwa Allah tidak bisa, karena apabila Ia tidak mampu mengangkat batu itu maka Ia bukan Allah. KetidakmampuanNya di dalam mencipta batu itu adalah karena kesempurnaanNya dan bukan karena kelemahanNya.

Sebagai contoh, ada seorang pelajar yang selalu mendapat nilai 10, dapatkah kita berkata bahwa pelajar itu belum sempurna karena ia tidak bisa mendapatkan nilai 5 ? Jelas tidak, justru ketidakmampuannya untuk berbuat yang tidak sempurnalah yang membuktikan kesempurnaannya. Dan, jika kita bisa menerima kesempurnaan Allah, maka kita seharusnya bisa menerima bahwa rencana yang Dia pilih, dimana di dalam rencana itu terkandung adanya dosa, adalah rencana yang terbaik.

Malapetaka dan penderitaan juga termasuk di dalam Rencana Allah

Dengan adanya dosa, dapat dipastikan, penderitaan dan malapetaka juga akan terjadi. Jadi, dosa, penderitaan, dan malapetaka juga termasuk di dalam rencana Allah.

Yesaya 31:2

Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firmanNya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim.

Ayub 5:6

Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;..."

Yohanes 6:64

Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya. "Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia."

Kejadian 50:20

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Yesaya 45:7

yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Amos 3:6

Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?

Lukas 21:24

.., dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."

Yeremia 15:2

Dan apabila mereka bertanya kepadamu: Kemanakah kami harus pergi?, maka jawablah mereka: Beginilah firman TUHAN: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! dan yang ke tawanan, ke tawananlah!

Kisah Rasul 3:18

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yanh telah difirmankanNya dahulu dengan perantaraan nabi-nabiNya, yaitu bahwa Mesias yang diutusNya harus menderita.

Hal-hal remeh sekalipun termasuk di dalam Rencana Allah

Jika dosa, penderitaan dan malapetaka sudah ditentukan, bisakah kita mengatakan bahwa dia tidak menentukan apapun diluar hal-hal tersebut? Allah merencanakan dan menentukan semuanya, baik hal-hal yang besar, yang biasa, maupun yang remeh.

Pengkhotbah 7:14

Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

Yesaya 45:7

..., yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Amsal 20:24

Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

1Raja-raja 22:28,34

Tetapi jawab Mikha: "Jika benar-benar engkau pulang dengan selamat, tentulah TUHAN tidak berfirman dengan perantaraanku!" Lalu disambungnya: Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian!"... (34) Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: "Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka."

Yohanes 8:20

Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar didalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saatNya belum tiba.

Kejadian 41:32

Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.

Habakuk 2:3

Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

Ayub 14:5

Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu padaMu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya,...

Coba bandingkan ayat-ayat di bawah ini, mereka menunjukkan dengan jelas bahwa apapun yang dilakukan oleh manusia, bagaimanapun kecilnya seperti bercakap-cakap, berpikir, dan mengambil keputusan, hal-hal yang kelihatannya terjadi dengan sendirinya, sebenarnya semuanya itu ada di dalam rencana Allah dan terjadi untuk menggenapi rencanaNya.

1Samuel 9:15-16

Tetapi TUHAN telah menyatakan kepada Samuel, sehari sebelum kedatangan Saul. demikian: (16)"Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umatKu Israel dan ia akan menyelamatkan umatKu dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umatKu itu, karena teriakannya telah sampai kepadaKu."

1Samuel 9:5-10

Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: "Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai kita." (6) Tetapi orang ini berkata kepadanya: "Tunggu, dikota ini ada seorang abdi Allah, seorang yang terhormat; segala yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kita pergi kesana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini." (7) Jawab Saul kepada bu- jangnya itu: "Tetapi kalau kita pergi, apakah yang kita bawa kepada orang itu? Sebab roti di kantong kita telah habis, dan tidak ada pemberian untuk dibawa kepada abdi Allah itu. Apakah yang ada pada kita?" (8) Jawab bujang itu pula kepada Saul: "Masih ada padaku seperempat syikal perak; itu dapat kuberikan kepada abdi Allah itu, maka ia akan memberitahukan kepada kita tentang perjalanan kita." (9)- Dahulu diantara orang Israel, apabila seseorang pergi menanyakan petunjuk Allah, ia berkata begini: "Mari kita pergi kepada pelihat," sebab nabi yang sekarang ini disebutkan dahulu pelihat. - (10) Kemudian berkatalah Saul kepada bujangnya: "Pikiranmu itu baik. Mari kita pergi." Maka pergilah mereka ke kota, ke tempat abdi Allah itu.
__________________
Heaven and earth shall pass away, but my words shall not pass away [Matthew 24:35]

Software Bible / Alkitab KJV,LAI :
[url]http://www.kristenonline.com/alkitab/download.htm[/url]
FREE
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Default

Keberatan-keberatan

Mengapa ada ayat yang mengatakan Allah menyesal?

Memang harus diakui bahwa ada bagian-bagian Kitab Suci yang mengatakan "Allah menyesal" atau yang menunjukkan Allah mengubah keputusanNya, seperti Kej 6:5-6; Kel 32:10-14; 1Sam 15:11; Yes 38:1,5; Yer 18:8; dan Yunus 3:10. Semua ayat-ayat ini menggunakan gaya bahasa Anthropomorphism, yaitu gaya bahasa yang menggambarkan Allah dengan perasaan manusia atau menggambarkan Allah seakan-akan Dia adalah manusia. Kita pasti sudah banyak mendengar ayat-ayat yang menyebutkan tentang "mata Allah melihat", "telinga Allah mendengar", "tangan Allah" dll., padahal kita tahu jelas bahwa Allah adalah Roh dan sebagai roh Ia tidak mempunyai mata, telinga, tangan dll. Seperti juga contoh-contoh tersebut diatas, sebutan "Allah menyesal" adalah apabila dipandang dari sudut manusia. Dari sudut pandang manusia terlihat bahwa Allah seolah-olah berubah pikiran.

Sebagai ilustrasi, ada seorang sutradara yang sekaligus merangkap sebagai pemeran utama dan penulis naskah. Di dalam drama tersebut diceritakan bahwa dia sedang berjalan ke meja untuk mengambil minuman, tetapi pada saat itu juga telpon berdering, hal itu membuat dia membatalkan kepergiannya untuk mengambil minuman dan menerima telpon tersebut. Dari sudut penonton, terlihat bahwa si pemeran utama tersebut kelihatan mengubah rencananya dari mengambil minum menjadi menerima telpon, tetapi dari sudut pandang si pemeran tersebut (yang merangkap sebagai penulis naskah dan sutradara) dia sama sekali tidak membatalkan rencananya, melainkan malah melaksanakan rencana (naskah) nya. Dia sudah menentukan bahwa pada saat dia akan mengambil minuman, telpon "pasti" akan berdering dan dia akan menerima telpon tersebut tanpa mengambil minumannya terlebih dahulu.

Dari ilustrasi di atas, dapat kita lihat bahwa apabila ditinjau dari sudut Allah maka Dia dan rencanaNya tidak bisa berubah, karena apapun yang terjadi sudah ada di dalam rencanaNya. Dan bukankah kita akan lebih damai sejahtera dengan mengetahui bahwa Allah kita tidak plin-plan di dalam melaksanakan kehendakNya ?
__________________
Heaven and earth shall pass away, but my words shall not pass away [Matthew 24:35]

Software Bible / Alkitab KJV,LAI :
[url]http://www.kristenonline.com/alkitab/download.htm[/url]
FREE
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Default

Bab 5

KeMahaTahuan Allah

Logika kita mengatakan bahwa suatu kejadian tidak akan bisa diketahui sebelumnya (bahwa akan terjadi) apabila apa yang akan terjadi tidak tertentu. Misalnya, apabila kita tidak mempunyai rencana untuk pergi ke luar kota, maka kita sendiripun tidak akan tahu apakah kita akan pergi atau tidak karena hal itu tidak pasti. Tetapi apabila kita yakin (tahu) bahwa kita akan ke luar kota, maka dapat dipastikan bahwa hal itu sudah kita rencanakan / tentukan sebelumnya. Jadi, penentuan tentang sesuatu hal, pasti mendahului pengetahuan tentang hal itu.

Karena alasan inilah maka hanya ada dua alternatif tentang apa yang memastikan terjadinya sesuatu, yaitu Penentuan Ilahi (foreordination of God) atau takdir/kebetulan yang acak (random/blind fate). Dengan demikian, mereka yang menolak penentuan Ilahi, harus percaya akan terjadinya kebetulan.

Penolakan Penentuan Ilahi yang didasarkan pada KeMahaTahuan Allah

Orang-orang Sosinian dan Unitarian (mereka termasuk golongan Liberal), meskipun tidak seinjili orang Arminian, lebih konsisten dalam hal-hal ini. Mereka menolak doktrin bahwa Allah menentukan segalanya secara mendetail (seperti juga orang Arminian). Dengan demikian mereka juga menolak doktrin bahwa Allah sudah mengetahui segala sesuatu sebelum sesuatu terjadi. Khusus pada point yang terakhir ini orang Arminian tidak setuju, mereka mengakui bahwa Allah sudah tahu terlebih dahulu sebelum segala apapun terjadi tetapi menyangkal bahwa Dia menentukan apapun. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kontradiksi dalam doktrin-doktrin Arminian mereka. Sedangkan dalam pandangan orang-orang Sosinian dan Unitarian, penolakan terhadap kemahatahuan Allah tersebut adalah suatu keharusan untuk menghindarkan kontradiksi dan dengan jujur mereka akui bahwa hanya dengan penolakan itulah mereka baru dapat menolak doktrin Predestinasi.

Orang-orang Arminian mengakui kemahatahuan Allah, tetapi mereka tetap menyangkal bahwa Allah menentukan segala sesuatu. Ada yang mengatakan bahwa Allah sengaja menutup mataNya dari beberapa tindakan manusia hanya agar manusia tersebut dapat bertindak bebas, tetapi hal ini jelas bertentangan dengan kemahatahuan Allah karena Dia tidak bisa dan tidak mungkin untuk tidak tahu. Selain itu, apabila kita mengatakan bahwa Allah berpura-pura tidak tahu, bukankah hal itu sama dengan mengatakan bahwa Allah berdusta?

Yang lain mengatakan bahwa kemahatahuan Allah berarti bahwa Dia mengetahui segala sesuatu apabila Dia menghendaki, seperti juga kemahakuasaanNya, apabila Dia menghendaki maka Dia dapat melakukan segala sesuatu, hanya saja Dia tidak mau memaksakannya. Analogi ini sekali lagi membuktikan adanya kesalahan dalam ajaran mereka karena Allah tidak bisa untuk tidak mengetahui sesuatu (meskipun dengan sengaja) karena pada saat Dia tidak tahu maka pada saat itu juga Dia berhenti menjadi Allah, Allah tidak bisa berubah dari maha tahu di satu saat menjadi tidak maha tahu di lain saat.

Calvinisme memang percaya bahwa Allah tidak pernah memaksakan kehendakNya kepada kita, tetapi apabila kita menarik kesimpulan bahwa karena Ia tidak memaksakan kehendakNya maka Ia tidak menentukan hal itu, maka hal itu adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal. Apakah kita bisa mengatakan bahwa karena Allah tidak memberikan kita kemampuan untuk terbangmembaca pikiran orang (misalnya) maka kita boleh berkata bahwa Ia tidak maha kuasa? Tidak mungkin, kita tidak bisa mengatakan bahwa karena Allah tidak melakukan sesuatu maka Dia tidak maha kuasa. Jadi, hanya karena Allah tidak memaksakan kehendakNya, kita tidak boleh berkata bahwa Ia tidak menentukan segala sesuatu secara mendetail.

Jadi kesimpulannya, apabila Dia maha tahu, apakah mungkin sesuatu hal hanya mungkin terjadi padahal Dia sudah jelas tahu bahwa hal itu akan terjadi. Dan apabila Dia tahu bahwa sesuatu akan terjadi, bukankah ini berarti bahwa kejadian itu sudah tertentu dan tidak mungkin tidak terjadi ? Dan jika sesuatu yang akan terjadi sudah tertentu bukankah hal itu berarti memang sudah ditentukan untuk terjadi ?

KeMahaTahuan Allah dan Tindakan Bebas Manusia

Pandangan bahwa tindakan bebas manusia adalah tidak tertentu atau tidak dapat dipastikan sebelumnya adalah pandangan yang mengorbankan kedaulatan Allah, kemahatahuanNya, dan kemahakuasaanNya demi kebebasan manusia. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tidak ada satupun di dalam diri manusia yang tidak diketahuinya. Jadi, mungkinkah ada hal-hal tak terduga di dalam diri kita?

Mazmur 139:2

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Yeremia 23:24

Sekiranya ada seorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman TUHAN.

Yeremia 1:5

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Kisah Rasul 15:8

Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendakNya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,...

Matius 6:8

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya.

Ibrani 4:13

Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Apabila kebebasan manusia memang tidak dapat diduga sebelumnya oleh Allah, maka pada saat Dia akan mempertobatkan seseorang Dia harus membuat beberapa rencana untuk menutup segala kemungkinan yang akan terjadi tergantung keputusan orang tersebut. Bukankah dengan demikian Allah tidak dapat melanjutkan rencanaNya sebelum Dia tahu apa yang akan dilakukan orang tersebut? Dan bukankah Allah harus menyesuaikan rencanaNya setelah Dia tahu jalan mana yang ternyata diambil oleh orang itu?

Lebih parah lagi, karena Allah tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh manusia bebas itu, maka pada saat hal itu terjadi maka Allah telah bertambah pengetahuanNya (Dia yang tadinya tidak bisa menduga apa yang akan dilakukan oleh manusia itu sekarang sudah tahu). Apakah dengan bertambahnya pengetahuan ini membuktikan bahwa Allah semakin Maha Tahu? Semakin sempurna? Bukankah hal ini hanya menunjukkan bahwa Dia kurang sempurna sebelumnya, bukankah yang sudah sempurna tidak bisa menjadi lebih sempurna?

Hubungan antara penentuan Allah dan kehendak bebas manusia akan dibahas secara lebih mendetail pada Bab 7, pada saat kita menjawab keberatan-keberatan terhadap doktrin Predestinasi.

Kesimpulan

Kita sebagai manusia tidak mungkin dapat menyelami pikiran Allah yang tidak terbatas, pengetahuanNya yang tak terselami. Segala keterbatasan kita sebagai mahluk ciptaan tidak mungkin bisa mengerti maupun mempengaruhi keputusan sang Pencipta yang tidak terbatas.

Yesaya 40:28

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya.

Mazmur 147:5

Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaanNya tak terhingga.

Roma 11:33-34

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! (34) Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya?

Dengan demikian bagaimana mungkin kita ingin membatasi kemahatahuanNya dengan mengatakan bahwa ada hal-hal yang tergantung manusia, dan Allah tidak tahu apa yang akan dilakukannya sebelum kita bertindak? Tidak mungkin, tetapi lihat apa yang dilakukan oleh orang-orang Arminian. Apabila mereka mengajarkan bahwa keselamatan tergantung kita, bukankah hal ini berarti bahwa sebelum kita menghendaki untuk bertobat, bahkan sebelum kita mati (dan tidak murtad) Allah tidak tahu apa nasib kita (apakah kita selamat atau binasa) ? Jelas doktrin mereka ini adalah doktrin yang bertentangan dengan Alkitab, karena Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Allah tahu apa yang akan terjadi sebelum semuanya terjadi. Hal ini berarti bahwa Allah tahu bahwa kita akan bertobat sebelum kita bertobat dan Ia tahu apakah kita akan selamat atau binasa sebelum kita mati.

Yesaya 46:10

..., yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan Kulaksanakan,...

Yesaya 42:9

Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.

Yesaya 44:7

Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepadaKu! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah merekamemberitahukannya kepada kami!

Yesaya 48:5-6

maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya. (6) Engkau telah mendengar semuanya itu dan sekarang engkau harus melihatnya; tidakkah kamu sendiri mau mengakuinya? Aku menagbarkan kepadamu hal-hal yang baru dari sejak sekarang, dan hal-hal yang terseimpan yang belum kau ketahui.

Dengan demikian, apabila Allah sudah mengetahui bahwa sesuatu pasti akan terjadi, bukankah hal itu tidak mungkin luput? Dan apabila sesuatu tidak mungkin luput bukankah sesuatu itu sudah tertentu? Apabila sesuatu itu sudah tertentu bukankah sesuatu itu memang sudah ditentukan?
__________________
Heaven and earth shall pass away, but my words shall not pass away [Matthew 24:35]

Software Bible / Alkitab KJV,LAI :
[url]http://www.kristenonline.com/alkitab/download.htm[/url]
FREE
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 18th November 2006
sin's Avatar
sin sin is offline
AP - Citizen
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 168
sin is an unknown quantity at this pointsin is an unknown quantity at this point
Default

Bab 6

Pemeliharaan Allah

Yang dimaksudkan dengan Pemeliharaan Allah atau Providence of God adalah perhatian / penjagaan / pemeliharaan Ilahi terhadap pelaksanaan rencanaNya, sedemikian rupa sehingga rencana tersebut tidak mungkin gagal. Dia menopang segala sesuatu dengan kuasaNya. Setiap detail dari kehidupan dan tindakan semua mahluk tidak luput dari penjagaanNya.

Apabila kita tidak mempercayai hal ini, maka kita sudah menganggap bahwa ada hal-hal yang terlalu besar yang sukar bagi Allah untuk mengontrolnya atau terlalu kecil sehingga dapat lolos dari perhatianNya. Dengan demikian kita sudah melupakan bahwa Dia tidak terbatas dalam segala hal.

Yesaya 55:11

demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Ibrani 1:3

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang sega