Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI KRISTEN PRAKTIS > Diskusi General
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 22nd June 2008
SarapanPagi's Avatar
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,381
SarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to all
Default Bagaimana Kita Dapat Menang?

Bagaimana kita dapat menang?



How can we win when fools can be kings? (Matthew Bellamy, Black Holes and Revelations, 2006)


Kita patut bersedih, Indonesia pasca reformasi bukannya maju tetapi malah terpuruk, gema reformasi yang kaya retorika miskin substansi, yang tidak mampu me-reform bangsa dan negara. 10 tahun sudah semenjak Orde Baru tumbang, Indonesia makin jauh tertinggal ke belakang bahkan diantara negara-negara di Asia Tenggara sendiri. Thailand, Malaysia, Korea adalah negara-negara yang pernah terpuruk akibat krisis keuangan, mereka sudah bangkit, terhadap pembangunan begitu marak dan kemajuan-kemajuan disana, kita perlu sangat iri dan memandang sedih keadaan Indonesia kita sekarang ini.

Yang terjadi di Indonesia, para penguasa yang tidak mencintai bangsa dan negaranya, yang selalu bertikai untuk kepentingan kelompoknya dan membela perutnya sendiri-sendiri. DPR yang sebagian "tidur", pejabat yang korup…. tidak ada nasionalisme, tidak mencintai bangsa dan negara. Pemimpin yang tidak tegas, takut dan sungkan pada kelompok tertentu, para pemimpin negara yang tidak dapat menyelesaikan kasus lumpur panas dan menindak yang membuat gara-gara bencana itu. Pengungsi pasca tsunami Atjeh yang masih ada tinggal di tenda-tenda hingga kini, angka kemiskinan yang bertambah, malnutrisi, dan lain-lain. Para mantan pejabat negara yang tidak ada puasnya menjadi pejabat, mantan menteri-pun masih ingin menjadi gubernur dan walikota. Para incumbent yang sudah jelas tidak mampu membangun suatu daerah masih ingin juga terpilih dalam pilkada. Menteri-menteri bidang kesejahteraan yang gagal mensejahterakan rakyat, malah sebaliknya menjadikan rakyat sengsara. Kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak mempunyai itikad membangun negara. Mereka hanya berjuang untuk diri sendiri dan memperkaya diri dan kelompoknya.



Idealisme Yi Fu Lin:


Menyimak biografi Justin Yi Fu Lin, memahami nasionalisme yang dimilikinya, dada ini serasa berkobar dan bertanya, adakah orang semacam ini dimiliki oleh Indonesia? Baiklah saya akan bercerita sosok yang satu ini. Pada Tanggal 4 February 2008, World Bank president, Robert Zoellick mengumumkan Justin Yifu Lin (林毅夫 , 15 Oct 1952 - ) sebagai Bank’s new Chief Economist and Senior Vice President for Development Economics. Dia seorang warganegara China kelahiran Taiwan. Sesuatu yang spesial karena untuk posisi yang penting ini seorang Asia berkulit kuning terpilih. Barangkali ada yang menganggap hal ini sama sekali tidak spesial. Tapi kita perlu banyak tahu profil satu orang ini yang dapat memberikan kita inspirasi akan semangatnya dan cintanya kepada Negara.

Sebelum di World Bank, Lin adalah direktur dari China Center for Economic Research, ia adalah seorang Professor dari Beijing University, orang penting yang mempunyai banyak andil dan peranan penting dalam kemajuan China yang telah kita lihat hasilnya akhir-akhir ini. Dia menjadi salah satu designer dalam "China's fast grow economy", kemajuan yang berlari kencang yang dicapai China sekarang ini. Ia juga seorang ahli pertanian dan keahliannya ini diyakini akan memberi dampak yang spesifik/ unik bagi the World Bank Group.

Yi Fu Lin lahir dan dibesarkan di Taiwan dengan nama Zhengyi Lin (林正義), ia mendapat gelar MBA di National Chengchi University di Taiwan pada tahun 1978, dan juga menjalani wamil dan menjadi perwira di Taiwan. Tahun 1979, ia mendengar statement dari Deng Xiaoping (邓小平) bahwa China tidak akan lagi "memusuhi" Taiwan atau melakukan penyerangan. Deng Xiaoping dalam kepemimpinannya dikenal sebagai pencetus pembaharuan di bidang ekonomi dengan sistem ekonomi pasar bagi wilayah- wilayah yang dianggap bisa melakukan pembaharuan, meski negara itu menganut faham Komunis. Pada 1 Januari 1979 China juga telah mulai membuka hubungan diplomatik dengan Amerika. Menimbang semua itu, rasa nasionalis Lin bangkit, ia bertekat datang ke tanah leluhur dan mengabdikan dirinya menjadi bagian untuk kemajuannya. Ia yakin China akan berubah dan menjadi Negara yang besar dan maju, dan pada saatnya China – Taiwan akan bersama sebagai saudara, Lin ingin menjadi bagian dari semuanya itu.

Untuk mencapai keinginannya itu, Lin muda yang kala itu masih berusia 27 tahun, seorang yang berotak brilian sekaligus idealis ini secara diam-diam meninggalkan Taiwan, meninggalkan semuanya, ayah ibunya, saudara, istri dan anaknya yang kala itu masih dalam kandungan. Keluarganya yang di Taiwan tidak habis mengerti terhadap tekat Lin ini, bagaimana ia rela meninggalkan keluarga dan anaknya demi idealisme. Jalan yang dilaluinya untuk meninggalkan dan membelot dari Taiwan inipun tidak main-main, ia pergi ke China dengan cara berenang dan mengapung dengan satu bola basket sepanjang kira-kira 2 kilometer dari pulau Kinmen Taiwan menuju ke daratan Xiamen di propinsi Fujian China pada 17 Mei 1979. Suatu tekat yang luar biasa. Kepergiannya secara diam-diam ini tidak dapat dimengerti oleh keluarga, istri dan saudara-saudaranya. Ia tentu tak dapat berpamitan secara baik-baik, karena kepergiannya "membelot" ke China dengan cara berenang adalah sesuatu perbuatan yang luarbiasa gila. Pada saat itu Taiwan menempatkan dia dalam daftar orang hilang, tetapi pada tahun 2000 ia dinyatakan Taiwan sebagai seorang yang membelot dan akan ditangkap. Ketika ditanya bagaimana ia tega meninggalkan istri dan sanak keluarga? Lin menjawab ada "saya kecil", ada "saya besar". "Saya kecil" adalah saya dengan urusan pribadi dan tanggung-jawab keluarga, sedangkan "saya besar" adalah cita-cita yang lebih besar untuk bangsa dan negara, ketika "saya yang besar" berhasil, saya yakin keluarga saya dapat mengerti.

Sesampai di daratan China, Lin berangkat ke Beijing, ia diterima di Beijing University dan menjadi pengajar disana. Pada awal hubungan China-Amerika ini, Beijing University kedatangan tamu seorang professor dari Yale University. Kala itu tidak banyak orang China yang berbahasa Inggris dengan baik. Maka Lin terpilih sebagai penterjemah, dan ia menjadi penterjemah yang baik dan "match" dengan "bahasa ilmu" yang sedang diperbincangkan, sang professor ini mengaguminya. Ia menawari Lin untuk menerima beasiswa untuk melanjutkan study ke Amerika, Lin menerimanya. Kemudian datanglah ia di Amerika untuk study. Ternyata sang istri juga mendapat beasiswa ke Amerika dari Taiwan. Bertemulah ia dengan istri dan anaknya dan bersama tinggal disana sampai studinya selesai. Ia ditawari untuk menjadi pengajar di Yale, atau universitas apa saja yang dia pilih, dengan penghasilan yang tentu saja jauh lebih tinggi daripada menjadi seorang dosen di Beijing. Namun ia berniat kembali ke Beijing dan menulis surat kepada universitas itu posisi apakah yang akan diberikan kepadanya. Namun Beijing tidak menjawab, barangkali Beijing tidak percaya Lin mau kembali dengan kehidupan yang serba kurang di Beijing, mengingat kala itu China masih sangat miskin. Namun tekat untuk membangun negara dengan semangat nasionalisme menyampingkan keinginan-keinginan materi. Ia bertekat kembali, walaupun istrinya kurang setuju. Lin adalah orang pertama sebagai ilmuwan yang belajar di negara barat dan kembali ke 'ibu pertiwi'.

Hal yang membuat ia menjadi lebih bertekat untuk kembali ke China adalah ketika ia mendengar percakapan putrinya yang berumur 6 tahun dengan temannya (dari keluarga Meksiko). Putrinya berpamitan pada temannya berkata begini : "aku dan orang-tuaku mau kembali ke China, di China masih miskin, tapi kami harus kembali". Temannya, si anak Meksiko itu berkata, "kamu kembali ke negaramu sendiri, walaupun sekarang miskin tapi ada harapan nanti akan maju". Jawaban yang sederhana ini mampu menyemangati seorang ayah untuk membawa keluarganya kembali ke tanah leluhur. Banyak teman-teman Lin yang ada di Amerika mencoba menahannya dan mengatakan tak perlu kembali ke Beijing, karena disana ia pasti tidak akan dapat melakukan riset yang sempurna, karena tidak ada orang-orang yang sebanding dengan kemampuannya. Namun Lin bertekat akan mendidik orang-orang di negaranya menjadi selevel dengannya dan menjadi ilmuwan yang baik, yang melakukan riset-riset untuk kemajuan bangsa.

Sekembali di China, ia diterima kembali di Beijing University. Ia langsung diberi posisi penting di China Center for Economic Research. Semacam lembaga think-thank (a policy institute) dalam bidang ekonomi. Ia membuat banyak sekali masukan yang menjadi dasar keputusan penting dalam perekonomian negara, kiprahnya itu kemudian dikenal di dunia internasional. Dan kini, ia menjadi sosok penting bagi perekonomian dunia melalui lembaga World Bank, terutama untuk pembangunan-pembangunan negara-negara yang masih miskin, dengan fokus budidaya pangan/ pertanian.

Dengan hasil unifikasi Hongkong, kemudian Macao dengan China, menjadi daerah otonomi khusus "one country two systems" yang telah membuktikan secara ekonomi dan politik ada mutual-benefit. Akhir-akhir ini, baik di China maupun Taiwan, selalu didengungkan kemungkinan Taiwan bergabung, apalagi dengan terpilihnya Ma Ying Jeou (馬英九) sebagai presiden Taiwan dari partai Kuomintang yang telah menjalin hubungan baik dengan China. ini semakin membawa harapan Lin segera terwujud. Negara yang dulu harus terpisah akan segera bersatu, ia dimungkinkan dapat bebas ke Taiwan dan tidak lagi dipandang sebagai pembelot (diserter).


Kisah dari Yi Fu Lin, kiranya menjadi inspirasi. Betapa Indonesia perlu orang-orang yang berkemampuan dan mempunyai rasa nasionalisme tinggi untuk kemajuan negaranya. Dan kitapun dapat membandingkan, betapa lembaga-lembaga think-thank di Indonesia ini tidak mempunyai dampak yang jelas, atau diberi andil yang besar pada kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Bagaimana negara ini kurang mempedulikan cendekiawan dan memelihara kehidupan para ilmuwan yang berkecimpung dalam penelitian (riset). Suatu contoh: Sungguh tidak pada porsinya seorang presiden repot-repot dalam urusan "blue energy" yang kemudian bermasalah. Beliau mestinya tahu persis bahwa semua penemuan baru seharusnya mendapatkan verifikasi lembaga-lembaga riset milik negara seperti LIPI dan BPPT, bahkan ada Menristek untuk membantu presiden menelitinya lebih dulu sebelum semuanya itu masuk ke meja presiden, bukannya mereka ditinggalkan untuk mempercayai ilmuwan jadi-jadian. Sudah seharusnya orang-orang riset diberi tempat dan dipelihara dengan baik oleh negara untuk mempersiapkan negara menjadi berkembang ke arah yang lebih baik. Betapa para ilmuwan kita bekerja dengan segala keterbatasan dan kurang diperhatikan negara. Negara-negara tetangga telah memperkuat risetnya, mereka bergerak maju meninggalkan Indonesia yang mundur ke belakang.




Blessings,
Bagus Pramono
June 21, 2008


http://portal.sarapanpagi.org/sosial-politik/bagaimana-kita-dapat-menang.html
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 22nd June 2008
Kelana's Avatar
AP - Master
 
Join Date: Nov 2007
Age: 27
Posts: 333
Kelana is on a distinguished roadKelana is on a distinguished road
Default

Quote:
Originally Posted by SarapanPagi View Post
[color=#800000][size=5]

......Jalan yang dilaluinya untuk meninggalkan dan membelot dari Taiwan inipun tidak main-main, ia pergi ke China dengan cara berenang dan mengapung dengan satu bola basket sepanjang kira-kira 2 kilometer dari pulau Kinmen Taiwan menuju ke daratan Xiamen di propinsi Fujian China pada 17 Mei 1979. Suatu tekat yang luar biasa. Kepergiannya secara diam-diam ini tidak dapat dimengerti oleh keluarga, istri dan saudara-saudaranya.

......Ketika ditanya bagaimana ia tega meninggalkan istri dan sanak keluarga? Lin menjawab ada "saya kecil", ada "saya besar". "Saya kecil" adalah saya dengan urusan pribadi dan tanggung-jawab keluarga, sedangkan "saya besar" adalah cita-cita yang lebih besar untuk bangsa dan negara, ketika "saya yang besar" berhasil, saya yakin keluarga saya dapat mengerti.

......sang istri juga mendapat beasiswa ke Amerika dari Taiwan. Bertemulah ia dengan istri dan anaknya dan bersama tinggal disana sampai studinya selesai. Ia ditawari untuk menjadi pengajar di Yale, atau universitas apa saja yang dia pilih, dengan penghasilan yang tentu saja jauh lebih tinggi daripada menjadi seorang dosen di Beijing. Namun ia berniat kembali ke Beijing dan menulis surat kepada universitas itu posisi apakah yang akan diberikan kepadanya. Namun Beijing tidak menjawab, barangkali Beijing tidak percaya Lin mau kembali dengan kehidupan yang serba kurang di Beijing, mengingat kala itu China masih sangat miskin. Namun tekat untuk membangun negara dengan semangat nasionalisme menyampingkan keinginan-keinginan materi. Ia bertekat kembali, walaupun istrinya kurang setuju. Lin adalah orang pertama sebagai ilmuwan yang belajar di negara barat dan kembali ke 'ibu pertiwi'.

....Hal yang membuat ia menjadi lebih bertekat untuk kembali ke China adalah ketika ia mendengar percakapan putrinya yang berumur 6 tahun dengan temannya (dari keluarga Meksiko). Putrinya berpamitan pada temannya berkata begini : "aku dan orang-tuaku mau kembali ke China, di China masih miskin, tapi kami harus kembali". Temannya, si anak Meksiko itu berkata, "kamu kembali ke negaramu sendiri, walaupun sekarang miskin tapi ada harapan nanti akan maju". Jawaban yang sederhana ini mampu menyemangati seorang ayah untuk membawa keluarganya kembali ke tanah leluhur.

Saya yakin, orang ini kepunyaan Tuhan.
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 22nd June 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,065
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Default

Thanks postingan ini, mr. Sarapan Pagi!

Seperti cerita Yusuf di Alkitab, seorang "asing" (Yahudi) yang dipakai Tuhan luar biasa di suatu negara adidaya yang tidak mengenal Tuhan (Mesir), menjadi impact yang begitu besar untuk umat manusia.

Kalau Indonesia mah lain: biar ga kompeten, biar menyengsarakan orang banyak, asal satu ras, asal satu agama.... berlaku baik di dunia bisnis (walaupun tidak semuanya), dan di pemerintahan (masih harus banyak berubah).

Akibatnya, nasionalisme nya pun dangkal dan konyol-konyolan, serta mengorbankan rakyat jelata.

Maunya sih niru nasionalisasi ekstrim gaya Hugo Chavez di Venezuela, tetapi adaptasi ala Indonesia adalah: daripada bule yang "nyolong" (baca: nikmati), mending saudara "sebangsa-setanahair" yang "nyolong" (baca: mendapat nikmat).
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 22nd June 2008
PlainBread's Avatar
Slave of God
 
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 7,440
PlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to behold
Default

I think ini ada efek sampingnya dari pemberitaan media dalam negeri juga. Maksudnya begini. Beberapa kali gue pernah refer ke temen2 gue yang orang2 n0n-Indo, artikel2 yang ditulis oleh media dalam negeri (Tempo atau Gatra atau SP) mengenai alasan2 majunya suatu negara mereka, negara2 Asia juga (India, Vietnam, Thailand) selama 10 tahun terakhir ini. Tapi mereka yang asli orang2 India, Vietnam or Thailand malah bilang bahwa isi artikel tersebut gak begitu balance karena gak menceritakan jelek2nya. Mereka lebih tau jelek2nya negara mereka lewat media2 mereka sendiri.

Gue duga begitu juga dengan Indonesia. Mungkin di negara2 Asia lain, ada media2 yang menulis tentang kemajuan Indonesia entah dari segi hukum, keamanan, atau ekonomi. Tapi mereka sendiri gak tau bobroknya negara kita kaya gimana. Mungkin aja ada yang menulis keberhasilan SBY dalam hal penanganan korupsi, keberhasilan Sri Mulyani, Budiyono, Kwik, dll di luar sana.

Gak tau deh siapa yang salah, apakah pemberitaan media dalam negeri selalu yang jelek2nya, atau pemberitaan dari luar ke dalem selalu cerita yang bagus2nya.
__________________
When your opponents have no records to run on, they paint you as someone you should run from - Obama '08

Last edited by PlainBread : 22nd June 2008 at 02:03 PM.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 22nd June 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,065
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Default

Setau gue, media media luar termasuk getol "menjelekkan" citra Indonesia, walaupun ada segelintir artikel yang mengusung "keberhasilan" SBY, contohnya.

tetapi mentalitas orang kita, justru dari yang jelek jelek itulah, terpacu untuk memperbaiki diri. (kalau pemberitaan nya bagus mulu, tangan dilipat dan tidur pulas dengan manisnya) .. sebaliknya, kalau tidak menulis yang "bagus bagus" dari luar negeri, bahkan negara negara tetangga satu kawasan, makin pulaslah tidurnya kita, bahkan bermimpi "kitalah sang pemenang"...sudah sampai di langit ketiga mimpinya....
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 22nd June 2008
PlainBread's Avatar
Slave of God
 
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 7,440
PlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to behold
Default

Quote:
Originally Posted by JC4Life View Post
Setau gue, media media luar termasuk getol "menjelekkan" citra Indonesia, walaupun ada segelintir artikel yang mengusung "keberhasilan" SBY, contohnya.

tetapi mentalitas orang kita, justru dari yang jelek jelek itulah, terpacu untuk memperbaiki diri. (kalau pemberitaan nya bagus mulu, tangan dilipat dan tidur pulas dengan manisnya) .. sebaliknya, kalau tidak menulis yang "bagus bagus" dari luar negeri, bahkan negara negara tetangga satu kawasan, makin pulaslah tidurnya kita, bahkan bermimpi "kitalah sang pemenang"...sudah sampai di langit ketiga mimpinya....
Gue malah ngeliatnya gak kaya gitu.

Namanya manusia, terutama dalam hal ini rakyat Indonesia, itu butuh dipuji, butuh diencourage, butuh didorong. Kalo tiap hari dicekokin berita2 yang jelek trus tentang berbagai keadaan yang terjadi, akhirnya jadi patah arang dan gak ada harapan mengenai bangsanya sendiri.

Tapi yang terjadi tetap seperti itu. Pesan moral dan semangat gak pernah diberitakan secara luas, selalu dapetnya dari "luar" (entah itu orang luar, atau keberhasilan luar negeri). Serba salah juga sih, media memang tendensinya cari yang panas2.

Gue mendambakan nanti ada orang2 yang bisa jadi motivator di Indonesia, bukan sekedar mengaku2 cinta bangsa tapi selalu melihat gelas 1/2 kosong, mencerca orang yang bukan kelompoknya dan meremehkan yang gak seide. Motivator seperti Yi Fu Lin di atas, yang gak peduli dengan ketegangan antara Taiwan dan China, punya visi dan semangat yang jelas. Motivator yang bisa mengajak orang2 lain -yang walaupun tidak se -isme dan tidak seide- tapi punya common ground yang sama, yaitu kepentingan dan masa depan rakyat.
__________________
When your opponents have no records to run on, they paint you as someone you should run from - Obama '08
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 22nd June 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,065
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Default

Secara sosio-antroplogis, China dan Taiwan hanya satu ras (boleh dibilang begitu), walaupun ada perbedaan-perbedaan daerah asal dan dialek bahasa. Indonesia, banyak sekali sukunya.

Gue malah liatnya kayak di postingan #5: pemberitaan "negatif" kalau ga dimasukkin ke dalam hati, adalah cambuk motivasi yang mumpuni untuk memajukan bangsa Indonesia. Ini terbukti dari keadaan krisis moneter 1998, dunia usaha Indonesia termasuk resilient (tahan banting) walaupun ga sedikit yang berguguran.

Kembali, soal patah arang atau ga, berpulang dari mental individu (tahan banting atau gila motivasi untuk memperkeras "tempe").

Butuh dipuji, butuh encouragement senantiasa, adalah motivational mantra ala Amerika yang belum tentu tokcer untuk alam Indonesia. Toh, hasil akhir dari suatu kemajuan adalah "encouragement" yang paling bermakna daripada sekadar tepukan di bahu yang hampa.
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 22nd June 2008
purple_rain's Avatar
AP - Master
 
Join Date: Mar 2008
Location: Indonesia
Posts: 316
purple_rain can only hope to improve
Default

Quote:
Originally Posted by PlainBread View Post
Gue mendambakan nanti ada orang2 yang bisa jadi motivator di Indonesia, bukan sekedar mengaku2 cinta bangsa tapi selalu melihat gelas 1/2 kosong, mencerca orang yang bukan kelompoknya dan meremehkan yang gak seide. Motivator seperti Yi Fu Lin di atas, yang gak peduli dengan ketegangan antara Taiwan dan China, punya visi dan semangat yang jelas. Motivator yang bisa mengajak orang2 lain -yang walaupun tidak se -isme dan tidak seide- tapi punya common ground yang sama, yaitu kepentingan dan masa depan rakyat.
Gw punya harapan yang sama--gw yakin satu saat nanti di Indonesia akan ada orang2 yang emang bener2 bisa merubah masa depan Indonesia....

Kalo masalah pemberitaan yang jelek atau bagus tentang Indonesia di luaran... gak banyak berpengaruh menurut gw. Bangsa kita khususnya orang2 terhormat itu terlalu sibuk sama dirinya sendiri... gak penting buat mereka apakah Indonesia dinilai baik atau buruk--yang penting kepentingan dan tujuan mereka bisa tercapai....

Tapi gw tetap punya harapan satu saat Indonesia bisa berubah menjadi lebih baik.......
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 22nd June 2008
PlainBread's Avatar
Slave of God
 
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 7,440
PlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to beholdPlainBread is a splendid one to behold
Default

Quote:
Secara sosio-antroplogis, China dan Taiwan hanya satu ras (boleh dibilang begitu), walaupun ada perbedaan-perbedaan daerah asal dan dialek bahasa. Indonesia, banyak sekali sukunya.
Kasusnya gak selalu seperti itu. Dalam beberapa kasus, bangsa dengan latar belakang berbagai ras justru lebih gampang bersatunya daripada negara dengan hanya 1-2 ras.

Quote:
Originally Posted by JC4Life View Post
Gue malah liatnya kayak di postingan #5: pemberitaan "negatif" kalau ga dimasukkin ke dalam hati, adalah cambuk motivasi yang mumpuni untuk memajukan bangsa Indonesia. Ini terbukti dari keadaan krisis moneter 1998, dunia usaha Indonesia termasuk resilient (tahan banting) walaupun ga sedikit yang berguguran.
Bagus kalo memang begitu. Tapi sekarang pemberitaan oleh media2 dalam negeri, Indonesia adalah satu2nya negara di Asia Tenggara yang paling ketinggalan pasca krismon 98. Menurut elu, medianya yang ngawur pemberitaannya, atau emang itu kenyataan yang terjadi?

Quote:
Kembali, soal patah arang atau ga, berpulang dari mental individu (tahan banting atau gila motivasi untuk memperkeras "tempe").

Butuh dipuji, butuh encouragement senantiasa, adalah motivational mantra ala Amerika yang belum tentu tokcer untuk alam Indonesia. Toh, hasil akhir dari suatu kemajuan adalah "encouragement" yang paling bermakna daripada sekadar tepukan di bahu yang hampa.
Kebutuhan dipuji dan didorong mah gak ada hubungannya sama Amerika (sebagai kambing hitam Amerika emang selalu paling enak disate).

Sekarang kalo mau "dicambuk", udah 10 tahun nih kayanya Indonesia di"cambuk" terus. Kalo memang ada keberhasilan yang signifikan, seharusnya thread ini gak ada kan? That proves what? Bahwa Indonesia butuh "dicambuk" lebih lama lagi, atau sebenarnya Indonesia butuh dimotivasi dan didorong? Kelamaan dicambuk akhirnya malah jadi demen sado-masochism. Alih2 jadi maju, yang ada sado-masochism bikin orang jadi berubah karakternya, jadi pikiran negatif terus, demennya mencerca, dan akhirnya jadi hobby kekerasan.
__________________
When your opponents have no records to run on, they paint you as someone you should run from - Obama '08
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 22nd June 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,065
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Default

hahaha.. plainbread, istilah dicambuk yah cuma istilah. not-so-positive-encouragement, maksudnya.

amerika mah ga ada kambing, yang ada domba dan sapi buat burger.

kita bicara soal Indonesia, dalam hal keanekaragaman suku adalah suatu kekayaan sumberdaya manusia, tetapi selalu di"main"kan (terusan dari taktik Belanda) supaya ga bisa bersatu, padahal dari multi-suku nya itu aja sudah suatu modal besar. sekali lagi, kita bicara soal Indonesia.

Media Indonesia yang mana dulu? Suara Pembaruan dan Kompas adalah kiblat gua. Yang lain lain, mixed impressions lah... ga tentu, ga bisa jadi patokan.
Gue setuju Indonesia adalah yang paling lambat recover dari Asian Crisis 98, tetapi bukan berarti ketinggalan, justru salah satu yang paling resilient dunia usahanya.... Indonesia bisa menjadi yang paling lambat karena pada saat yang bersamaan (multitasking) mengalami transisi politik, transisi ekonomi, dan transisi sosial.... negara negara tetangga boleh dibilang satu demi satu, kecuali mungkin Filipina saat itu (bandingkan Filipina dengan Indonesia hari ini).

Pemerintah (tim ekonomi SBY) bukannya kekurangan orang intelek dan berpikiran progresif, tetapi berhubung komandonya politik.... jadi banyak pertimbangan sampai berlarut larut.

Apa sih keberhasilan yang signifikan? Kasat mata ala Amerika kah? Untuk Asia gue lebih sepaham dengan teori kaizen ala Jepang, continuous improvements.... yang terbukti jauh lebih digdaya dalam industri otomotif-nya ketimbang Amerika yang sudah "almarhum" (pendapat saya lho, analogi saya yah..)

"Music to the ears" can deliver you into a highway accident in a high speed freeway

Sekali lagi, pendapat gue pribadi, "cambuk" bisa membuat "kuda" melesat sangat kencang, terutama di Indonesia. (kecuali Anda seorang horse whisperer, yah?).
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 22nd June 2008
SarapanPagi's Avatar
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,381
SarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to all
Default

Quote:
Originally Posted by PlainBread View Post
Gak tau deh siapa yang salah, apakah pemberitaan media dalam negeri selalu yang jelek2nya, atau pemberitaan dari luar ke dalem selalu cerita yang bagus2nya.
Quote:
Originally Posted by JC4Life View Post
Setau gue, media media luar termasuk getol "menjelekkan" citra Indonesia, walaupun ada segelintir artikel yang mengusung "keberhasilan" SBY, contohnya.
Kalau cari berita jelek, semua negara juga punya catatan buruk. Di China meski ada sanksi hukuman mati "dalam 24 jam" untu koruptor, masih saja ada pelaku-pelakunya. Di salah satu propinsi bahkan ada "perbudakan anak" yang akhirnya para pelakunya dihukum mati juga. Cari saja berita jeleknya, pasti banyak juga, apalagi untuk negara besar dengan penduduk 1.6 milyar!
Di Singapore negara kecil saja, kalau kita naik Taxi, si sopir taxi sering ngomel kebijakan2 pemerintahnya. Di AS juga masih saja ada ketimpangan hukum pada orang2 item dan imigran latin/ asia. Macem2 hal bukur kalau dicari akan ada aja.


Namun, di Artikel ini, saya mencoba menceritakan kembali sosok yang luar-biasa sebagai individu yang punya cita-cita memajukan bangsanya, dan bukan sekedar cita-cita, ia menjadi bagian dari sejarah kemajuan bangsanya. Kini, ia tidak hanya berkiprah di negaranya sendiri, tetapi ia menjadi bagian dari dunia. Dengan kemampuan ilmu ekonominya plus kemampuan ilmu pertaniannya, ia mau mengubah negara2 miskin untuk masuk dalam swasembada pangan, utamanya di negara-negara miskin di Afrika.

Saya ingat sekali, ketika masih SMA saja, kita masih "memandang rendah" orang2 dari daratan China yang masih "udik/ katro'", bahkan sebelum tahun 1998 Hongkong kembali ke China betapa banyak orang2 Hongkong sendiri memandang rendah 'ibu pertiwinya'. Tetapi lihat sekarang.... mereka beda pandangannya. Fast Grow Economy di China sangat2 amazing dalam kurun waktu 20tahun saja. Bayangkan saja cadangan devisa mereka sudah mendekati 2 trilyun USD, membuat Taiwan tidak lagi takut kekayaannya 'dicaplok' dan bahkan akhir2 ini mengadakan pendekatan2 untuk bersatu kembali. Kemajuan Ekonomi yang luar biasa ini tercapai membuat dunia takjub, Yi Fu Lin adalah salah satu designer-nya.

Bukan hanya itu, secara pribadi, Yi Fu Lin juga luar biasa, ketika dalam wawancara TV ia menceritakan jalan hidupnya mulai dari pelariannya sampai ia menjadi sosok penting di China Center for Economic Research sampai kemudian dilirik Bank Dunia, membuat wartawati yang mewawancarainya matanya berkaca-kaca. Bicaranya enak tapi pelan, bukan orang yang meledak-ledak layaknya seorang motivator profesional yang biasa ngomong di seminar2. Tetapi setiap kata yang dia ucapkan punya power. Saya pun yang nonton di acara TV itu terkesima, Wow! Dan nggak mau menunggu lama-lama, saya mau menulis artikel tentangnya.
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 22nd June 2008
SarapanPagi's Avatar
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,381
SarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to allSarapanPagi is a name known to all
Default

Quote:
Originally Posted by JC4Life View Post
Maunya sih niru nasionalisasi ekstrim gaya Hugo Chavez di Venezuela, tetapi adaptasi ala Indonesia adalah: daripada bule yang "nyolong" (baca: nikmati), mending saudara "sebangsa-setanahair" yang "nyolong" (baca: mendapat nikmat).

Apa yang dimaksud sebangsa-setanah air?


Pas debat 100tahun Kebangkitan nasional di Metro TV, Kwik mengutip ucapan Laksamana Sukardi yang bilang : "Apa sih bedanya, dikuasai Aseng dengan Asing?", ini diucapkannya untuk menangkis argumentasi public yang menolak privatisasi INDOSAT.

Aseng yang WNI tetep dianggep asing.....

Idosat... indosat, Temasek digrecokin terus dg tuduhan monopoli Idosat dan Telkomsel, bukankah pembelian Indosat dulu pembelian Indosat adalah hasil dari tender terbuka?
Akhirnya saham Indosat dia jual dech ke Qatar Telecom dengan harga 3x lipat dari harga dia beli.....

hehe.... sekarang silahkan protes dech sama "Arab"


How can we win when fools can be kings?
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 22nd June 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,065
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Wink

Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi. Pengkhotbah 4:13

"sebangsa setanah air" yang didengung-dengungkan demonstran anti asing akhir akhir ini diartikan sesempit-sempitnya berdasarkan warna kulit dan agama, tentunya.
Reply With Quote
  #14 (permalink)  
Old 23rd June 2008
shengshu's Avatar
AP - Fallen Angel
 
Join Date: Aug 2007
Location: Ireland
Posts: 2,231
shengshu is a name known to allshengshu is a name known to allshengshu is a name known to allshengshu is a name known to allshengshu is a name known to allshengshu is a name known to all
Send a message via Yahoo to shengshu
Default

Quote:
Originally Posted by JC4Life View Post
Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi. Pengkhotbah 4:13

"sebangsa setanah air" yang didengung-dengungkan demonstran anti asing akhir akhir ini diartikan sesempit-sempitnya berdasarkan warna kulit dan agama, tentunya.
terutama agama. yang sebangsa yaitu yang seagama. sedangkan yang tidak seagama tidak sebangsa.
__________________
-------------------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------------------
Reply With Quote
  #15 (permalink)  
Old 23rd June 2008
daniel's Avatar
Life is beautiful
 
Join Date: Jun 2004
Location: Israel
Posts: 1,876
daniel has a spectacular aura aboutdaniel has a spectacular aura aboutdaniel has a spectacular aura about
Send a message via Yahoo to daniel
Default

dari siggy sar-pag :

I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.

gue tambahin aja dah, biar related sama nih topik ..

I put no stock in politic-religion. By the word "politic-religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of gods of democracy' which mean ; the poors.
__________________


h e l l o , d u d e !
Reply With Quote
  #16 (permalink)  
Old 23rd June 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,065
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by shengshu View Post
terutama agama. yang sebangsa yaitu yang seagama. sedangkan yang tidak seagama tidak sebangsa.
padahal kalau mau setia pada sejarah, agama asli Indonesia itu animisme dan dinamisme, lalu Hindu..... pembodohan paling efektif memang lewat agama, apalagi agama yang pencitraannya bisa "merakyat" dan bisa ber-sinkritis-ria dengan kepercayaan dan tradisi setempat, kumpul kebo in Tuhan dengan Setan itu "nyaman".



@daniel

demo-crazy, tepatnya. that's a laughing-stock god, I may say.
Reply With Quote
  #17 (permalink)  
Old 24th June 2008
tnt-here's Avatar
peZIaRah ImAn
 
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,529
tnt-here is on a distinguished roadtnt-here is on a distinguished road
Default

Artikel yg bagus bang BP.. Satu hal yg menarik disini yg tentunya banyak dr kita mengalaminya diantara pilihan untuk mementingkan kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan agama dan kepentingan bangsa... Diantara pilihan itu kebanyakan dr manusia cenderung memilih kepentingan pribadi dan keluarga sebagai prioritas....

Hal ini yg menyebabkan dalam prakteknya tradisi homo homini lupus dan eksploitasi antar pribadi dan eksploitasi antar bangsa menjadi warna dalam pergaulan manusia. Nuansanya yah saling menaklukkan itu... Bahkan praktek seperti ini terjadi di dalam dunia gereja..

Nah jika demikian realitasnya, bagaimana mengubah tradisi destruktif yg sudah berakar itu? Apalagi jika hegemoni sudah tertanam kedalam pikiran bawa