 |
|

19th February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
Quote:
|
Originally Posted by joehanes
Quote:
|
Originally Posted by ferrywar
Islam sudah lama berada disini sejak Wali Songo (9 orang yang hampir semuanya orang Cina) menyebarkan agama Islam di Indonesia, khususnya tanah Jawa.
Pada masa itu penyebaran agama lebih karena alasan ideologi dan idealisme, bukan politik.
|
Fer, aku sama sekali ngak setuju. Sorry, coba kamu gali lagi zaman-zaman itu karena inget lho fer, Siti Syech Jenar meninggal di tanah jawa ketika jaman Wali Songgo berkuasa dan kalo ngak salah atas perintah seorang Wali dari Wali Songo. 
|
Yang gak setuju bagian mananya Joe?
Saya tidak mengatakan Wali Songo tidak menyuruh bunuh Syech Lemah Abang itu. Yang saya maksudkan, penyebaran agama Islam waktu itu, mirip pendapat Vion juga, adalah untuk kepentingan ideologi atau idealisme. Faktor politiknya sangat jauh dan tidak sekental sekarang.
Syech Siti Jenar itu dihukum karena MEMBOCORKAN RAHASIA TUHAN, yaitu "Ana Al Haq", yang mana adalah pandangan yang sangat saya setujui. Ya, kalau saya hidup di jaman itu saya tak bakal berani bicara begini tentunya.
Jadi bukan mengajarkan sesuatu kesalahan, melainkan JUSTRU mengajarkan KEBENARAN, hanya masih menjadi rahasia tuhan, karena MASYARAKAT BELUM CUKUP MATANG untuk menerima "buah apel pengetahuan" itu.
Itu persoalan ideologis Islam dan idealisme kemanusiaan (menjaga agar umat tidak bingung yang merupakan salah satu prinsip Islam yang saya kira cukup bijak).
Apakah ini memperjelas mana yang kamu tak setujui, Joe?
|

19th February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
Quote:
|
Originally Posted by joehanes
Ketika Paulus yang warga Romawi membawa ajaran Kristus ke Roma dan memblend dgn. budaya Romawi lah baru kebudayaan Romawi mempengaruhi Kekristenan. Dan di sinilah Kristen baru berubah menjadi agama barat. Bukankah begitu ?
|
Ya, saya setuju. Paulus punya andil yang sangat luar biasa dalam menentukan wajah agama Kristen. Di thread "Paulus dan Jesus" kita juga banyak bahas itu.
|

20th February 2005
|
 |
purple juventini
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
|
|
Quote:
|
Karena itulah saya jadi bingung kok Qbiz jadi 'terbawa arus' ke arah fanatik ? Thank's God ternyata saya salah dan kebingungan saya sama sekali tidak beralasan.
|
bukan maksudnya mau mendahului qbiz menjawab pertanyaanmu, cuma kenapa kok diasosiasikan dengan garis keras atau fanatik sih...????
apakah pengkaderan generasi muda itu selalu identik dengan yang namanya garis keras??? Ngga ah... apalagi kalau sekarang melihat kenyataan gimana umat Kristen saling tusuk-menusuk dirinya sendiri... akibat ngga ada yang namanya persatuan diantara tubuh Kristus sendiri... well, mungkin kalau mau nyebut persatuan terlalu tinggi (utopia)... bisa lah disebut kerjas sama antar denom....
Quote:
|
Tapi tanda-tanda kekerasan hati dari golongan Kristen fundamental, formalistik dan konservatif juga terlihat semakin extreme.
|
contohnya....????
salam...
|

20th February 2005
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,595
|
|
Thanks Bro, ternyata kau mengerti hatiku 
|

20th February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
Ok, kita lanjutkan.
Kita bisa mulai dari sebuah AKTIFITAS apolitis, misalnya studi alkitab, doa bersama, pendalaman iman, dll.
Di katolik ada kelompok yang namanya Legio Mariae. Disitu sudah diatur sistemnya. Ada 2 orang yang bekerja bersama sama dalam setiap tugas yang diberikan. Ada doa. Ada Diskusi (singkat). Ada laporan tugas. Ada semacam briefing dari ketua.
Organisasinya juga rapih, dari Kuria, Komisium, Presidium.
Presidium adalah kesatuan kelompok terkecil, sekitar 10-20 orang.
Ketua, Sekeretaris, Bendahara dan Anggota.
Ada Pastor pembimbing yang tidak selalu hadir di rapat yang 2 kali seminggu itu.
Itu hanya sebuah contoh untuk sistem sel yang dimasa damai beraksi sosial. Tugas2nya: membantu orang sakit, membantu orang pindah rumah, mengajar anak cacat, menghibur orang susah dsb.
Sistem sel dimasa damai adalah sistem sel terbuka, dimana hubungan horisontal saling kenal. Tetapi dimasa perang, misalnya di jaman Nazi dulu (bukan di Indonesia), antar presidium tidak saling mengenal. Sistem sel yang baik, kalau sudah jalan, bisa dimodifikasi dengan sangat cepat untuk keperluan praktis.
(Vion pasti suka yang beginian he he he  )
Untuk suatu event, Legio Mariae (Laskar Maria) bisa bekerja sama dengan oganisasi lain, misalnya CLC, dll.
Bahkan untuk keperluan sosial, memperbaiki dampak Tsunami, misalnya, semuanya bisa bekerja lintas agama.
Dulu bahkan pernah bekerja sama dengan HMI (himpunan mahasiswa islam).
Sistem sel nya yang perlu dipelajari. Buku buku tentang sistem sel bisa dibeli dari penerbit Cipta Loka Caraka.
Konon komunisme Sovyet dulu begitu canggih spionasenya karena banyak mengadopsi sistem sel nya paderi2 Jesuit katolik :-)
Kalau sudah menginjak politik, semua pasti jadi kena kotor. Tak terkecuali Jesuit2 ini. Sama busuknya kalau kita lihat cara cara mereka. Tapi ibarat perang, bagaimana orang tidak 'berbusuk busuk' membunuh musuh? Tak mungkin itu.
Kembali kepada langkah pertama, What Is To Be Done? (Ucapan Lenin..)...
Saya kira galang persatuan. AP sudah memulai. Disini.
Ini adalah sistem sel juga, meskipun dalam bentuknya yang paling 'lunak'.
Qbiz di thread ini dan Vion di thread2 sebelumnya sudah memulainya. Silakan dilanjutkan.
|

21st February 2005
|
 |
purple juventini
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
|
|
fer... sorry no offence, bukan "Aktifitas" tapi aktivitas..., f baru dipakai pada kata "aktif"... sekedar masukan...
well.. sebetulnya yg model sebelum itu sudah ada... cuman selama ini yang ngga ada adalah pengorganisasian dan kerja sama yang baik antar satu organisasi dengan organisasi yg lain... jadinya, masing-masing kerja sendiri-sendiri... ngga ada kesatuan gitu...
dan lagi, tujuannya kan bukan untuk kemudian menyingkirkan golongan lain... tapi gimana yg pertama dan terutama, Gereja itu bisa lebih bersatu daripada sekarang... itu hal yg lebih penting dicapai.. dan gimana Gereja mampu berkarya secara nyata dalam kehidupan umat manusia, di Indonesia khususnya....
salam,,,
|

21st February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
Quote:
|
Originally Posted by vion
fer... sorry no offence, bukan "Aktifitas" tapi aktivitas..., f baru dipakai pada kata "aktif"... sekedar masukan...
|
Kata asalnya adalah "active". Dalam bahasa Indonesia memang memakai 'bunyi' dan 'penulisan' sebagai acuan.
Malaysia secara konsisten memakai 'bunyi' saja.
Kalau bunyi dipakai sebagai acuan, maka "active" diimport menjadi "aktif". Kalau penulisan dipakai sebagai acuan, maka "active" hanya luruh "e" nya saja, dan menjadi "aktiv", yang belum umum diterima dalam bahasa Indonesia.
Antara "aktifitas" dan "akivitas", menurut saya keduanya benar. Bila kata dasarnya "aktif", maka dalam bhs Indonesia, kata berimbuhannya tidak pernah berubah dari kata dasar, jadi secara konsisten mestinya menjadi "aktifitas".
Kalau kata dasarnya "aktiv", baru menjadi "aktivitas".
Inkonsistensi memang sedang terjadi, dimana kata dasar "aktif" lebih diterima sedangkan kata berimbuhan "aktivitas" lebih banyak dipakai.
Thanks atas masukannya. Silakan tetap kritis untuk kata kata lain yang saya pakai.
Quote:
|
Originally Posted by vion
well.. sebetulnya yg model sebelum itu sudah ada... cuman selama ini yang ngga ada adalah pengorganisasian dan kerja sama yang baik antar satu organisasi dengan organisasi yg lain... jadinya, masing-masing kerja sendiri-sendiri... ngga ada kesatuan gitu...
dan lagi, tujuannya kan bukan untuk kemudian menyingkirkan golongan lain... tapi gimana yg pertama dan terutama, Gereja itu bisa lebih bersatu daripada sekarang... itu hal yg lebih penting dicapai.. dan gimana Gereja mampu berkarya secara nyata dalam kehidupan umat manusia, di Indonesia khususnya.... 
|
Betul.
Tetapi untuk mempersatukan butuh semanagat untuk mencari PERSAMAAN, bukannya PERBEDAAN.
Semangat pluralisme ini makin tidak dimungkinkan bila kita menafsirkan alkitab secara berbeda beda dan terlebih lagi mengimani penafsiran masing masing itu secara kaku.
Itu sebabnya denominasi2 tumbuh pesat. Alih alih bersatu, yang terjadi malah makin fragmental kecil kecil.
Karena itu, menurut hemat saya yang bodoh ini dan dengan rendah hati saya usulkan, lebih baik mencari GERIS BESAR dalam ajaran Kristus yang mempersatukan kita semua dalam sebuah 'in-groups feeling' yang lebih solid. Sebuah 'gereja besar'.
Garis besar itu kalau boleh saya sebutkan dengan satu kata, adalah: KASIH.
Sumbernya diambil dari kesadaran terdalam dari hati nurani kita. Sambil memupuk keyakinan, disitu tersimpan potensi besar untuk menggapai kebijaksanaan Roh Kudus.
Itupun belum cukup. Kita masih harus menggalang 'in-groups feeling' tersebut diantara sesama manusia agama apapun. Puncaknya adalah disitu. Humanisme.
Dan Allah tersenyum dengan senang, berkenan bersemayam dalam hati kita tanpa terganggu lagi.
|

21st February 2005
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,905
|
|
bersatu dulu lah...
baru yang laen................ 
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

21st February 2005
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
|
|
Quote:
|
Originally Posted by vion
bukan maksudnya mau mendahului qbiz menjawab pertanyaanmu, cuma kenapa kok diasosiasikan dengan garis keras atau fanatik sih...????
|
Bukan..rasanya Qbiz dan Vion tidak mengerti maksud saya. Sepertinya saya sudah menjawab begini :
Post#16
Qbiz, Vion,
Aku menyadari persis maksud Qbiz untuk mengajak para kristen di Indonesia untuk memikirkan re-generisasi untuk mengimbangi re-generisasi dari kelompok Islam. Tapi, secara implisit, saya menangkap bahwa Qbiz mengisyaratkan re-generisasi dengan pengkotakan Kristen seperti yang dilakukan PKS dgn pengkotakan islam, atau kelompok-kelompok Islam yang memang skrg sedang naik daun karena promosi pengkotak-kotakan agama mereka. Tapi tanggapan berikutnya dari Qbiz, seperti tidak begitu, sehingga Ok, saya ngertilah bahwa kamu masih dlm jalur pluralism yang mantap.
Regenerasi OK, tapi jangan sampe regenerasi dibikin dengan atribut pengkotakan lagi, yaitu pengkotakan Kristen. Apalagi kalo regenerasi itu berhubungan dengan pengimbangan politik.
Kalo pernah denger cerita relawan di Aceh jelas banget konotasinya dengan maksud saya. Di sana, yang bantu Aceh tuh banyak sekali kelompoknya, tapi karena masing-masing kelompok mengibarkan bendera kelompok masing-masing, ketulusan mereka tidak efektif mencapai tingkat bantuan yang diharapkan.
Juga di posting#10
Qbiz, pengkotakan yang dilakukan oleh PKS, jangan dilawan dengan pengkotakan bermerek 'Kristen' kalo memang kamu mau melihat Indonesia utuh yang pluralis. Dukung Gus Dur bukan karena dia membela Kristen. Dukung beliau karena dia membela Pluralism.
...
Jangan Bales pengkotakan dengan pengkotakan. Bales Pengkotakan dengan Pluralism.
Inilah transformasi yang harus dilakukan.
Maksud saya di sini juga berhubungan dengan regenerisasi yang diusulkan Qbiz.
Semoga bagi Vion & Qbiz, jelas dengan maksud saya. Tks.
Separatis di Ambon & Papua mulai menggunakan isu agama utk berpisah dari Indonesia.
Konflik antar agama di Poso dan Ambon.
Nama Allah harus diganti --> dimulai dari kelompok Kristen dulu.
Quote:
|
Originally Posted by ferrywar
Apakah ini memperjelas mana yang kamu tak setujui, Joe?
|
Cukup boss. Tks. Ana Al Haq (Akulah Kebenaran) dan Aku adalah Bapa dan Bapa adalah Aku, kira-kira sama ngak artinya ? 
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
Last edited by jo-hnz : 21st February 2005 at 05:21 PM.
|

21st February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
Quote:
|
Originally Posted by joehanes
Cukup boss. Tks. Ana Al Haq (Akulah Kebenaran) dan Aku adalah Bapa dan Bapa adalah Aku, kira-kira sama ngak artinya ? 
|
Sama buanget Joe 
|

21st February 2005
|
 |
purple juventini
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
|
|
Quote:
|
Regenerasi OK, tapi jangan sampe regenerasi dibikin dengan atribut pengkotakan lagi, yaitu pengkotakan Kristen. Apalagi kalo regenerasi itu berhubungan dengan pengimbangan politik.
|
kelihatannya emang ada misinterpretasi mengenai point-point yang dituliskan olehku dan Qbiz... perasaan aku ngga bermaksud untuk melanjutkan regenerasi dengan kemudian mengadakan pengkotakan Kristen, lha wong, ngga usah dikotakkan, udah ada banyak kotak-kotak dalam tubuh keKristenan... ngga ada maksud sama sekali untuk itu...
yang dihadapi dalam tubuh keKristenan sendiri, adanya banyak kotak-kotak yang satu sama lain ngga mau bekerja sama.. nah itu dia yang mau berusaha kita reduksi dengan kehadiran generasi muda yang terdidik dan peka akan eksistensi Gereja....
soal politik, itu bukan bermaksud untuk membuat kotak tandingan dari apa yang sudah diperbuat oleh kelompok lain, tapi lebih pada, gimana umat Kristen itu bisa mempunyai wakil di legislatif yang bisa mengakomodir eksistensi dan aspirasi umat Kristen di legislatif... walaupun mungkin kalau dilihat dalam peta perpolitikan, ngga mungkin kita bisa dapat terlalu banyak kursi, paling ngga lulus ET dululah... setelah itu bisa berkoalisi dengan kaum nasionalis dan hijau yang mampu menerima plurasime dalam masyarakat...
salam..
|

22nd February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
OK, Selanjutnya, katakanlah orang Kristen mulai tertarik berkiprah dalam dunia politik. Di Indonesia, salah satu yang merupakan jalan mudah adalah melalui parpol.
Pertanyaannya: parpol mana?
Apakah parpol minoritas, yang meskipun 'gurem' tapi sesuai dengan keyakinan kita?
Apakah parpol bernafas sosialis, yang paling tidak konsep utamanya membela orang kecil?
Apakah justru parpol Islam, yang mungkin bisa memberi perimbangan?.
|

22nd February 2005
|
 |
purple juventini
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
|
|
Quote:
Pertanyaannya: parpol mana?
Apakah parpol minoritas, yang meskipun 'gurem' tapi sesuai dengan keyakinan kita?
Apakah parpol bernafas sosialis, yang paling tidak konsep utamanya membela orang kecil?
Apakah justru parpol Islam, yang mungkin bisa memberi perimbangan?.
|
well.. well... aku ngga tahu lah, nanti afiliasi politiknya mau ke parpol mana.... tapi aku rasa yg banyak di Indonesia itu yang nasionalis bukan sosialis deh... emang sekarang masih ada, partai sosialis di Indonesia yg cukup berpengaruh???
salam...
|

22nd February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
|
|
Quote:
|
Originally Posted by vion
well.. well... aku ngga tahu lah, nanti afiliasi politiknya mau ke parpol mana.... tapi aku rasa yg banyak di Indonesia itu yang nasionalis bukan sosialis deh... emang sekarang masih ada, partai sosialis di Indonesia yg cukup berpengaruh???
salam...
|
PRD itu condong ke Sosialis. Tidak akan berhasil dalam 1-2 pemilihan mendatang, tetapi setelahnya.
Budimannya saja 'menyelam' ke PDIP sekarang 
|

23rd February 2005
|
 |
purple juventini
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
|
|
Quote:
PRD itu condong ke Sosialis. Tidak akan berhasil dalam 1-2 pemilihan mendatang, tetapi setelahnya.
Budimannya saja 'menyelam' ke PDIP sekarang
|
yup emang bener PRD condong ke sosialis... dan mungkin ngga akan pernah berhasil dalam pemilu di Indonesia yang nilai-nilai religinya berakar kuat dalam sebagian besar penduduk Indonesia. Well, mengejutkan emang kalau Budiman sekarang masuk ke PDI-P... menyerah atau...???
salam...
|

23rd February 2005
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,595
|
|
ok, balik ke topik TRANSFORMASI :
LET'S DO SOMETHING STARTING FROM OURSELVES
Lewat dialog, lewat internet, mari kita sadarkan saudara-saudara kita seiman agar mereka tidak menjadi penjaga gawang , menunggu bola transformasi, biarlah kita semua menjadi striker, penyerang yang siap jemput bola. Bukan Bola nya yang salah tapi yang tidak siap adalah pemainnya.
Bukan acara Doa Transformasinya yang salah tapi kitalah yang salah karena tidak mempersiapkan untuk melakukan langkah2 transformasi secara nyata, dan terus sibuk cari nubuatan but do nothing about it.
Memang Tuhan Yesus dalam mengajar dan menginjil sering melakukan mujizat dengan cara yang ajaib, air menjadi anggur, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dll. Demikian juga yang terjadi sekarang, tentang mujizat kesembuhan dan lain-lain. Keajaiban-keajaiban itu masih ada dan kita temui masa sekarang, Roh Kudus berkuasa sama duhulu, sekarang dan nanti.
Tetapi tidak semua kejadian itu harus dengan cara supranatural. Cara Yesus mengubah Petrus dan murid-murid lainnya adalah melalui proses, cara Yesus mengubah Paulus juga melalui proses. Apasih susahnya bagi Yesus untuk mengubah Petrus yang "awam" menjadi orang yang diurapi, pinter/intelek, bijak, penuh urapan dengan secara supranatural "wusss...." seketika berubah!, tetapi Yesus tidak menggunakan cara itu, Yesus menggunakan pendekatan secara person-to-person, para rasul itu "dimuridkan" lebih dahulu, dan membiarkan murid2Nya melihat teladan2Nya. Dalam urusan ini Yesus selalu melakukannya dengan proses.
Demikian juga dengan Transformasi.
Transformasi adalah proses
Transformasi harus ditindak lanjuti dengan perbuatan. Awareness atau kesadaran ini yang masih kurang.
Transformasi ini memang harus dari diri kita sendiri terlebih dahulu, dan nantinya akn menjalar pada orang lain. Terutama pada para pemimpin baik sekuler mau pun rohani. Jarang ada orang yang mau berkorban dan siap menderita demi transformasi, karena memang ada cost atau biaya yang harus dibayar.
|

23rd February 2005
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
|
|
Kenapa sih, sosialis selalu dihubungkan dengan 'against religion' ?
Padahal paham sosialis itu dianut oleh semua agama yang ada lho. Malah saya tidak pernah denger ada agama yang tidak mengajarkan seseorang menjadi seorang sosialis.
Paham sosialis memang agak bertentangan dengan paham kapitalis, tapi sepengetahuan saya tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Memang paham sosialis 'satu jalan' dengan pemahaman Karl Marx ttg. komunitas (Communist berasal dari kata Commune/Communion, kalo ngak salah), tapi bukan berarti paham sosial itu bertentangan dengan pemahaman yang dianut oleh agama-agama.
Sosial itu kan berarti interaksi antar individu dan malah agama-agama mengajarkan hal itu seperti persekutuan, ibadah bersama dlm satu rumah ibadah, saling berbagi dengan sesama, dll. Malah tempat ibadah yang semestinya menjadi tempat olah spiritualitas (hub. manusia & Tuhan) sekarang malah sudah bergeser nilainya menjadi tempat sosial semata, karena diplot oleh pemimpin agama begitu.
Bukankah begitu ?
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
|

23rd February 2005
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
|
|
Ngomongin soal transformasi,
Kristuspun mengalami masa transformasi Qbiz. Ada masa-masa awal cerita mengenai Kristus yang ditulis oleh penulis injil, di mana, Kristus 'tidak' mencari murid. Menurut saya, ketika Kristus dibaptis Yohannes Pembaptis adalah awal transformasi Kristus.

__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
|

23rd February 2005
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
| | |