Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI KRISTEN PRAKTIS > Diskusi General
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 18th February 2005
SarapanPagi's Avatar
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,595
SarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to behold
Default TRANSFORMASI janganlah STAGFORMASI

TRANSFORMASI janganlah STAGFORMASI

…….Iman tanpa perbuatan adalah mati, Yakobus 2:26


‘TRANSFORMASI’ menjadi kata yang begitu popular di kalangan Kristiani. Walaupun saya memandang positif setiap acara yang dikemas dengan tema itu, tetapi ada banyak hal yang harus kita nilai dengan bijaksana sehingga pengertian kata “transformasi” tidak hanya menjadi “jargon” belaka dan sekedar acara kumpul-kumpul doa, mengundang pembicara kondang, sewa stadion, nyanyi-nyanyi, dan dilanjutkan dengan acara doa, lalu pulang. Optimisme terhadap “perubahan” memang baik, in fact, kita mempunyai Allah yang Maha Kuasa, Dia Allah yang mampu mengubah!. Jaringan Doa Nasional yang menjadi fasilitator Gerakan Doa Transformasi Kota di Indonesia, beberapa hamba Tuhan pada tahun 2000 mendapat nubuat bahwa pada tahun 2005, 50% penduduk Indonesia akan menjadi Kristen. Nah sekarang kita sedang menginjak tahun 2005, untuk hal tersebut kita jadi dibuat bingung apasih yang dimaksud dengan “harapan” dan apa yang dimaksud dengan “nubuat”?. Indonesia akan dimenangkan bagi Tuhan! puji Tuhan!. Itu harapan kita semua.

Pada tanggal 2 September 2002 di Istora Senayan Jakarta, Rev. Cindy Jacobs kembali menubuatkan : Indonesia akan dimenangkan; Domba akan menjadi mayoritas; Indonesia akan mempunyai pemimpin Kristen; Terjadi revival di Pulau Bangka; Pemerintah Indonesia akan dimenangkan bagi Kristus; Tuhan akan membangkitkan pengusaha-pengusaha Kristen, menjadi sangat, sangat, sangat kaya. Karena Tuhan membutuhkan banyak gereja, gedung pertemuan, sekolah-sekolah, prasarana; Indonesia akan memiliki sekolah Kristen di setiap pelosok, dst. Kemudian Nubuat serupa diulangi lagi pada Pada acara National Prayer Conference (NPC) 12-16 Mei 2003. Selebihnya bisa kita baca di :
[url]http://www.fire-ministry.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7[/url]

Umat Kristen adalah umat yang suka berdoa, berdoa supaya diberkati, supaya sehat, supaya sukses, berdoa untuk keluarga, berdoa untuk pacar, berdoa untuk masa depan, dll. Tetapi berapa banyak yang suka berdoa untuk bangsa dan negara?. “Booming Transformasi” terjadi sejak 3 tahun lalu dalam kemasan “National Prayer Conference” dan akan kembali digelar selama 50 hari mulai bulan April 2005, di 500 kota di Indonesia. Acara tersebut akan berpuncak pada 050505 (Triple Five/ 5 Mei ‘05). Kegiatan-kegiatan ini sungguh indah, dan memiliki nilai luhur karena kita memang perlu berdoa bagi bangsa, negara dan lingkungan kita, tetapi tentu saja kita tidak boleh melihatnya secara ‘gampang’ karena untuk memenangkan Indonesia, anak-anak Tuhan tidak boleh berkutat di rumahnya sendiri saja dan tidak melihat ‘keluar’ dan mencermati keadaan yang terjadi di sekitar kita. Menyedihkan sekali bahwa banyak umat Kristen masa kini hanya cenderung menjadikan gereja sebagai pelarian untuk menghindari tantangan itu. Sebagian besar dari kita hanya mementingkan hal-hal surgawi dan melupakan tanggung jawab kita di bumi. Doa penting tetapi Action juga penting : “ora let labora”. Memang ada tertulis ”TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (Kel 14:14), tetapi ada juga Firman yang menulis ”Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat 10:16), Artinya, Tuhan memberi tugas kepada kita untuk menjadi cerdik dan arif ditengah dunia yang jahat/bahaya untuk menjadi terangNya secara aktif dan bukan diam saja.


TRANSFORMASI DI SEKITAR KITA

Tanpa gembar-gembor TRANSFORMASI, kalangan Half Brother kita sudah lebih dulu melakukan transformasi di Indonesia ini. Marak muncul cendekiawan-cendekiawan dan menduduki pos penting di Universitas Negeri, Rumah Sakit Negeri; Pos-pos penting pemerintah dikuasai ICMI, itu contoh dari hasil transformasi. Undang-Undang yang sifatnya sektarian mulus diluluskan di Parlemen, itu juga salah satu contoh dari hasil transformasi. Sudah saatnya kita juga perlu membaca-baca media tidak hanya Kompas/ Suara Pembaharuan saja, tetapi tapi cobalah baca-baca Republika, Sabili, dst. Supaya kita tidak terlalu kaget dengan apa-apa yang sudah mereka kerjakan. Saat kita masih teriak-teriak transformasi, doa transformasi, dan masih dalam kebingungan terhadap konsep transformasi itu sendiri, mereka sudah melangkah jauh kedepan.

Al Zaitun di Indramayu, Jabar : Pesantren paling kolosal, paling besar, dan paling modern di dunia, Al Hikam di Malang, dll. Institusi Pendidikan dibangun diatas lahan 150 hektar, apapun disana, sawah, peternakan, lab-lab, sampai teropong bintang juga ada. Sekolah Kristen yang paling bagus di Indonesia tidak ada yg menandingi kelengkapan mereka. Bahkan Pesantrennya ABB di Ngruki pun juga mendatangkan guru-guru dari China, untuk mengajar santri-santri mereka belajar bahasa Mandarin yang sekarang nge-trend. Pesantren-pesantrean lain juga sedang dan sudah dimoderenisasi. Mereka sangat aktif dalam gerakan untuk menciptakan good civil society yang dikenal dengan “Masyarakat Madani”. Istilah Madani berasal dari kata Medina, artinya membangun komunitas/masyarakat yang sesuai “Muhammad’s seventh-century city-state of Medina”. Jika anda pergi ke kantor-kantor pemerintah, atau kemanapun sekarang ini, anda akan menemui banyak sekali kaum perempuan berkerudung, gaya berpakaian yang menjadi trend ini, juga hasil dari transformasi

Zaman Gus Dur menjadi Presiden dan baru-barunya Partai PKB berdiri, kita mengenal sederetan nama-nama politisi muda; Ali Maskur Musa, Kofifah Indar Parawangsa, Muhaimin Iskandar, Saifullah Yusuf dll. Tampang-tampang mereka ini seperti orang-orang biasa, tidak istimewa, tapi begitu mereka membuka mulut dan bersuara, wow! they are really something!. Mereka ini orang-orang yang terdidik, berwawasan dan terbiasa bicara dalam suatu sidang. Dan ternyata benar, mereka ini memang sudah dididik seniornya untuk menjadi seorang pemimpin. Mereka sudah dilatih dan dipersiapkan : bagaimana memimpin sidang, bagaimana menutup sidang, bagaimana berbicara di forum, bagaimana menggagalkan sebuah sidang (walaupun sidang itu sudah dibuka) dan mereka dididik dengan pengetahuan politik dan wawasan kebangsaan. Inilah bedanya, ketika pemuda-pemudi kita asyik ”ber-franky sihombingan”, jingkrak-jingkrak di acara-acara music rohani. Kalangan mereka sedang sibuk menggodok pemudanya menjadi pemimpin masa depan. Sosok Hidayat Nur Wahid (HNW) yang berumur 40-an itu sudah menjadi ketua MPR, Lembaga tertinggi Negara ini, itu adalah salah satu dari hasil transformasi. Kemudian, lihat saja bagaimana HNW ini mengkader yuniornya, beliau adalah orang yang berkomitmen, menaruh dirinya sebagai pribadi ‘percontohan’ dari kebersahajaannya.

Para senior mereka mau menjadi Sufi, dana mereka dipakai untuk LITBANG, membangun pesantren yang bagus-bagus, dan... kaderisasi! Hazim Muzhadi, Seorang Kyai, Pemimpin NU, berbicara dan berpenampilan sangat sederhana, Pemimpin Pesantren Al-Hikam ini adalah salah satu transformator, dimana para santri-nya sudah berkiprah dalam masyarakat dan dalam perpolitikan Indonesia. Sosok AA Gym juga merupakan figur transformator, menyajikan Islam dalam kemasan sejuk, manis dan intelek, dari pengajaran-pengajarannya kita bisa menyimak bahwa beliau rajin membaca buku-buku karya John Maxwell dan Dale Carnagie.

Sekolah Muslim, Rumah Sakit Muslim, Komunitas Cendekiawan Muslim, Politikus Muslim, Parpol Muslim, Finance Institutions/ Bank Muslim (Syariah), dll. semakin berkibar menjadi bagian penting yang turut menentukan laju kehidupan di negara ini. Kehidupan ibadah para selebriti dieksploitasi besar-besaran apalagi para mualaf-mualaf. Pengajaran Kyai Kondang marak dikemas dengan cara yang menarik, bahkan merekapun mulai banyak memproduksi lagu-lagu rohani, buku-buku rohani, game-game komputer bernuansa Islami tetapi menarik dan gaul. Transformasi mereka ini sudah ke segala arah(multidimensional), hukum dan undang-undang pun sudah ditransformasi. Kejadian yang patut kita catat dalam bencana Tsunami di NAD dan sekitarnya, Bulan Desember 2004 lalu, salah satunya adalah pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang menyatakan "anak-anak Atjeh hanya boleh diadopsi oleh orang-orang yang seagama". Sebagian besar kalangan non-Muslim menganggap ucapan beliau ‘tidak pantas dan bernuansa SARA’. Ternyata Wapres tidak asal bicara, karena pernyataannya berdasarkan hukum/UU No 23 Tahun 2002 yang mengatur hal-ikhwal adopsi anak, yang berlaku dan sudah disahkan. Pertanyaannya, berapa banyak kalangan kita yang “tahu” perihal UU baru ini?.

Dari situ, kita bisa melihat salah satu hebatnya kiprah-kiprah Politisi Muslim di Parlemen, mereka sudah membuat batasan-batasan, perlindungan agar seorang jangan menjadi murtad. Indonesia negara Hukum, setiap warga-negara harus tunduk pada hukum yang berlaku. Jadi apapun Produk HUKUM dari DPR yang sudah disahkan harus ditaati seluruh rakyat. Sedangkan komunitas Kristen kita ini "buta" dan "tidak aware" akan urusan-urusan kemaslahatan. Bahkan kita sendiri tidak tahu ternyata "sudah ada banyak" undang-undang semacam itu pasca Reformasi yang sudah disahkan, belum lagi Undang-undang yang lain dan macam-macam RUU yang sedang akan disahkan. Masalahnya DPR tidak pernah sosialisai UU yang akan dan sudah disahkan mereka, inilah repotnya. Sedangkan Politisi Kristen yg ada disana juga tidak pernah secara transparan menunjukkan, ini lho ada UU baru dan sifatnya sektarian. Well, mungkin mereka ada di dunianya sendiri.

Sedangkan kita yang rakyat biasa ini pikirannya tetep santai dengan anggapan, Indonesia Pancasialis jadi tidak pantas ada Undang-undang Sektarian, Tetapi kenyataannya "sudah ada banyak", bukan? Bahkan akan banyak ada lagi produk-produk Undang-undang baru. Mungkin Sudah waktunya kita semua, para pendeta dan hamba Tuhan tidak hanya memikirkan sisi Teologis yang vertikal dan berada dalam komunitas horizontal yang sempit (dalam komunitas Kristen sendiri). Tetapi harus memikirkan urusan-urusan kemaslahatan secara luas, dalam Alkitab kita banyak mencatat bagaimana nabi-nabi Allah juga aktif dalam mengurus masalah-masalah kemaslahatan orang banyak. Walaupun Hamba Tuhan itu bukanlah seorang politisi, komunitas kita ini harus awas terhadap keadaan sekitar, mulai tanggap terhadap semua gerak-gerik perpolitikan negeri ini.

Dalam menggali ilmu, kalangan mereka juga mengeksplorasi secara besar-besaran sumber-sumber ilmu dari Barat dan dari berbagai sumber, saya mempunyai beberapa buku/literatur kristiani yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Muslim “Mizan-Bandung”. Mereka merekrut banyak ilmuwan untuk “transfer ilmu”, kabarnya Prof. Yohanes Surya sudah diminta untuk menjadi salah-satu “pakar” di salah satu institusi yang mereka punya. Inilah bukti betapa mereka “hunger” akan pembaharuan dan perbaikan. Beberapa puluh tahun lalu, kalangan Kristiani dikenal sebagai masyarakat intelektual, dari sinilah umat Muslim berusaha keras untuk mengejar, membuat komunitasnya maju, menyamai dan bahkan melebihi, dan saat-saat ini makin terbukti. Dulu ada anggapan, kalau sekolah di Madarasah itu tidak maju, tetapi sekarang sebagian besar sudah maju. Selanjutnya sekarang ini, anda bisa membanding-bandingkan apa yang dilakukan PIKI, ISKA, FKKI dengan apa yang sudah dicapai ICMI. Bandingkan pula apa yang dilakukan CSIS dengan apa yang sudah dicapai oleh CIDES. Hati-hati lho, kita bisa tertinggal jauh, mereka telah melakukan transformasi pendidikan dan intelektual.

Sementara TRANSFORMASI yang didengungkan komunitas Kristen ini cuma jargon belaka, hanya sebatas “sebuah acara di stadion” terus udahan. Ibarat sebuah acara komedi dan sarana menghibur diri, atau mungkin lebih tepat "katak dalam tempurung" tidak tahu dunia luar. Proyek percontohan yang biasanya dipresentasikan di KKR/gereja : Transformasi di Uganda & Fiji, misalnya, ternyata juga "blew up berita saja" dan rekayasa data. TRANSFORMASI tidak boleh diartikan suatu perubahan radikal dari negeri porak-poranda kemudian secara radikal/revolusioner berubah menjadi negeri Antah-Berantah yang bebas problem (Eutopia). Transformasi bukan perubahan yang bersifat supranatural, ibarat perubahan perunggu menjadi emas, emas menjadi berlian. Tetapi transformasi adalah suatu proses, yang laju-prosesnya sangat bergantung pada action dan reaction dari orang-orangnya.

Boleh-boleh saja kita berpikiran positif dan mengimani akan ada Transformasi Indonesia, tapi kita dan para Hamba-hamba Tuhan perlu mentransformasi diri sendiri dulu, sikap, mental dan wawasan, karena mereka adalah leaders yang kata-katanya didengar dan diikuti oleh jemaatnya. TRANSFORMASI hanya bisa dimulai dimulai ketika setiap orang berkomitmen melakukan perubahan dalam hidupnya. Mohon maaf jika saya berbicara keras dan menyinggung, ada hal-hal yang pingin saya tanyakan kepada panitia penyelenggara; apakah puncak acara pada Triple Five nanti bukannya hanya sebuah perayaan terhadap ”nubuat-nubuat yang tidak terjadi” yang sudah direlease tahun 2003 yang lalu, apakah para hamba Tuhan itu akan diundang kembali?. Ataukah acara ini hanya sekedar peringatan transformasi, dan pemenuhan jadwal yang sudah diset-up beberapa tahun sebelumnya? Hanya acara rutin?. Setiap kita harus mempertanggung-jawabkan apa yang kita ucapkan, apalagi ketika kita berbicara atas nama Tuhan. Ada banyak tulisan-tulisan yang kritis terhadap acara-acara yang dikemas dengan tema transformasi oleh Bp. Herlianto misalnya, hendaknya tulisan-tulisan beliau tidak dianggap sebagai sesuatu yang “memusuhi” atau bertentangan, kita perlu otokritik!


TRANSFORMASI-STAGFORMASI

Program TRANSFORMASI harus dilanjutkan dengan program lanjutan seperti yang dibicarakan, pembaharuan, kegiatan nyata pelatihan-pelatihan dan sebagainya. Sehingga benar-benar tercipta transformasi fisik, transformasi moral dan rohaniah. Menjadi orang yang bisa mengubah dan mau diubah dalam action nyata, kemudian dari perubahan moral dan skill itu akan menciptakan perbaikan, itulah misi dari Transformasi. Kata TRANSFORMASI jangan menjadi jargon kosong seperti halnya istilah REFORMASI. Pasca lengser-nya Bapak Suharto kata “reformasi” sangat booming seperti halnya kata transformasi di kalangan kita lima tahun terakhir ini, bukan?. Janganlah kata transformasi yang kita dengung-dengungkan hanya sekedar “asal berubah, asal lain atau asal beda” seperti halnya kata “reformasi”. Kata transformasi harus benar-benar diwujudkan terhadap suatu perubahan dari tidak baik menjadi lebih baik.

Apabila Transformasi ini tidak diwujudkan, dimana misinya selesai berbarengan dengan acara puncak pada Triple Five nanti. Walaupun TRANSFORMASI itu dikemas dengan sangat spektakuler baik dalam kemasan acara dan publisitasnya, maka transformasi ini akan berhenti/stagnan, dimana hingar-bingarnya istilah itu tidak akan mampu mewujudkan perubahan dan sekedar retorika kosong. Janganlah kegiatan-kegiatan transformasi itu menimbulkan stagnasi iman, atau sekedar acara verbal, parisisme, angin surga, dan launching nubuat-nubuat baru (yang belum tentu tergenapi), maka yang terjadi adalah Stagformasi, bukan Transformasi. Dan ini tentu bertentangan dengan Firman Allah;

Yakobus 2:22,26
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.


MENJADI TRANSFORMATOR

Perwujudan transformasi selalu dimulai dan diprakarsai oleh seorang atau sekelompok orang yang mempunyai karakteristik memimpin, mendobrak dan mengubah. Jika komunitas Kristen ingin melakukan transformasi, maka kita perlu leaders dan orang-orang yang patut menjadi contoh dan menjadi pendorong terhadap terjadinya proses transformasi. Sebenarnya sudah ada acuan yang sudah diluncurkan dalam ide-ide transformasi, yaitu lima indikator yang harus ditunjukkan oleh seorang Leaders/Transformator adalah kemampuannya untuk mentransformasi visi, nilai-nilai, ide, pengetahuan dan aksi. Jika saja lima indikator itu bisa diwujudkan, maka obsesi kita terhadap Transformasi di Indonesia ini akan bisa diwujudkan sesuai yang dicita-citakan.

Figur transformator juga harus memiliki kemampuan dan wawasan ilmu dan iman, karena iman saja tidak cukup. Paulus dipilih Yesus menjadi salah satu transformator, disamping mempunyai karakter “kolerik”, seorang mantan pendosa itu dipilih karena kemampuan pengetahuan-nya dan keberanian-nya. Dan ini tidak berarti seorang biasa tidak boleh menjadi transformator, tetapi untuk menjadikan cita-cita transfomasi terwujud dengan efektif, maka kita perlu transformator-transformator yang ber-inner directed yang mampu memberikan pengaruh dan spirit bagi orang banyak.

Deng Xiaoping dan Zu Rongji adalah transformator, sehingga China masa kini menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Seorang transformator harus mempunyai integritas, ucapan dan tindakannya selaras. Zu Rongji terkenal dengan julukan “Judge Bao” adalah seorang yang benar-benar berintegritas terhadap ucapannya dan tindakannya dalam program anti korupsi yang dicanangkannya.

Gandhi adalah seorang transformator, ada harga yang harus dibayar untuk membuat orang menurut arahannya. Gandhi adalah sosok manusia yang beritegritas, rakyat India melihat bukti apa yang dia ucapkan dan apa yang dia lakukan. Gandhi adalah orang besar yang bisa saja menjadi kaya-raya tetapi dia tidak mempergunakannya. Gaya hidupnya selaras atas ajarannya tentang Ahimsa dan Swadesi. Dia memakai pakaian dari kain dan benang yang dipintalnya sendiri dan itu menjadi simbol bagi orang banyak untuk membangkitkan rasa nasionalismenya. Perjuangan dengan cara demikian membawa Rakyat India kepada kemerdekaan, dan transformasi itu terjadi.

Maka kita, terutama para Hamba Tuhan, jangan harap Indonesia akan ter-transformasi dari budaya anti-malu terhadap korupsi, jika leaders kita ini masih banyak yang maruk duit. Jangan harap akan ada transformasi moral jika leaders kita tidak memberikan contoh moral yang baik. Jangan harap Indonesia ini akan ter-transformasi dari sikap-sikap primordialisme sempit kepada sikap persaudaraan, jika setiap denominasi dan bahkan gereja-gereja bertikai dan terpecah-belah, setiap hari muncul gereja baru yang didirikan untuk “tandingan”gereja induk dan pembelotan terhadap gembala.

Kita dan para Hamba Tuhan, janganlah pula bicara atas nama Tuhan, jika ucapannya itu tidak benar-benar dari Tuhan, janganlah bernubuat atas nama Tuhan dan dengan PD menyebut “certain time” Tuhan akan “doing something” jika akhirnya nubuatan itu meleset. Kita perlu transformator-transformator yang mempunyai itegritas terhadap segala ucapannya dan perbuatannya, yang tidak punya penyakit “amnesia” atau pura-pura lupa terhadap nubuat yang pernah direlease dan tidak ada relevansinya. Cukuplah sudah nubuat-nubuat yang kita terima, dalam 2 Petrus 1:21 sangat jelas menyatakan bahwa nubuat berasal dari Tuhan, "sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah". Allah kita berintegritas, Dia tidak akan pernah berkontradiksi dengan diriNya Sendiri.


Selanjutnya saya kutipkan bacaan menarik sbb :


MENGUBAH DUNIA DENGAN MENGUBAH DIRIKU.

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini: 'Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!'

'Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku mengubah doaku menjadi: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.'

Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri.' Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!'

Setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia. Hampir tak seorang pun berpikir bagaimana mengubah dirinya.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994/ [url]http://media.isnet.org/sufi/Mello/Burung/MengubahDiriku.html[/url] )





Blessings in Christ,
BP
February 17, 2005
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 18th February 2005
vion's Avatar
purple juventini
 
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
vion is just really nicevion is just really nicevion is just really nicevion is just really nice
Send a message via MSN to vion Send a message via Yahoo to vion
Default

well... aku bersyukur masih ada yang punya kepedulian seperti ini.... karena emang bener bahwa jaman sekarang banyak banget umat Kristen yang udah ngga peduli lagi dengan hal-hal seperti itu... bener-bener ingin terjun ke dalam dunia itu sebenarnya.... mungkin ngga ya....???

salam...
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 18th February 2005
ferrywar's Avatar
w a l k e r
 
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
ferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the rough
Send a message via ICQ to ferrywar Send a message via Yahoo to ferrywar
Default

Quote:
Originally Posted by vion
well... aku bersyukur masih ada yang punya kepedulian seperti ini.... karena emang bener bahwa jaman sekarang banyak banget umat Kristen yang udah ngga peduli lagi dengan hal-hal seperti itu... bener-bener ingin terjun ke dalam dunia itu sebenarnya.... mungkin ngga ya....???

salam...
Maksudnya orang Kristen Indonesia terjun di dunia politik?
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 18th February 2005
SarapanPagi's Avatar
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,595
SarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to behold
Default

apa salahnya?

Politik itu kotor! ya memang, tetapi bukan berarti "Politik itu Haram", bukan berarti pula kita harus bersikap masa bodoh dan tidak mau tahu terhadap politik.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 18th February 2005
vion's Avatar
purple juventini
 
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
vion is just really nicevion is just really nicevion is just really nicevion is just really nice
Send a message via MSN to vion Send a message via Yahoo to vion
Default

Quote:
Maksudnya orang Kristen Indonesia terjun di dunia politik?
well, kalau emang belum ada sumber daya yg mencukupi ya pelan-pelan membangun kekuatan dari luar.... seperti apa yang dilakukan para punggawa-punggawa NU dengan mendirikan pesantren-pesantren yang kualitasnya tinggi.... well.. sebenarnya umat Kristen juga punya modelnya sendiri semacam STT (sekolah tinggi teologia) yg sebenarnya ada lumayan banyak tapi sayangnya ngga ada yg didukung dengan dana yang cukup untuk pengembangannya....

terus bapak-bapak sepuhnya organisasi-organisasi Kristen itu, udah waktunya terjun langsung membentuk dan mendidik para kader-kader muda... Qbiz aja udah sebel bukan main denger seseorang ngomong "saya butuh kader" tapi ngga pernah mau mengkader anak2 muda di sekitarnya... pff....

kalau emang udah kuat n menimba pengalaman n network... baru mulai masuk dunia politik... lebih bagus kalau bisa dua-duanya dalam waktu bersamaan sih... masalahnya susah menyatukan umat Kristen yang terpecah jadi segitu banyak denominasi untuk mendukung sebuah partai yg berafiliasikan Kristen, bahkan untuk sekedar memenuhi ET (electoral thereshold) bener gitu ngga sih nulisnya threshold...? ya udah lah tahu kan yang kumaksud dengan itu...?

salam...
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 18th February 2005
Footwasher's Avatar
Sahabatmu
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 2,044
Footwasher is an unknown quantity at this pointFootwasher is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by qbiz
TRANSFORMASI janganlah STAGFORMASI

…….Iman tanpa perbuatan adalah mati, Yakobus 2:26


---cutted----

Maka kita, terutama para Hamba Tuhan, jangan harap Indonesia akan ter-transformasi dari budaya anti-malu terhadap korupsi, jika leaders kita ini masih banyak yang maruk duit. Jangan harap akan ada transformasi moral jika leaders kita tidak memberikan contoh moral yang baik. Jangan harap Indonesia ini akan ter-transformasi dari sikap-sikap primordialisme sempit kepada sikap persaudaraan, jika setiap denominasi dan bahkan gereja-gereja bertikai dan terpecah-belah, setiap hari muncul gereja baru yang didirikan untuk “tandingan”gereja induk dan pembelotan terhadap gembala.
Menohok sekali. spt bangunin orang pake segayung air


Quote:
Originally Posted by qbiz
TRANSFORMASI janganlah STAGFORMASI
Kita dan para Hamba Tuhan, janganlah pula bicara atas nama Tuhan, jika ucapannya itu tidak benar-benar dari Tuhan, janganlah bernubuat atas nama Tuhan dan dengan PD menyebut “certain time” Tuhan akan “doing something” jika akhirnya nubuatan itu meleset. Kita perlu transformator-transformator yang mempunyai itegritas terhadap segala ucapannya dan perbuatannya, yang tidak punya penyakit “amnesia” atau pura-pura lupa terhadap nubuat yang pernah direlease dan tidak ada relevansinya.


---cutted---

Blessings in Christ,
BP
February 17, 2005
Mantab!! No more talk, just action!
__________________
My right to post information is protected under the constitutional rights for freedom. Any use of the collective descriptions and shared knowledge from any of my posts are at the sole discretion of the reader.



All of your "Thanks" are greatly appreciated!

Last edited by Footwasher : 18th February 2005 at 02:51 PM.
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 18th February 2005
vion's Avatar
purple juventini
 
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
vion is just really nicevion is just really nicevion is just really nicevion is just really nice
Send a message via MSN to vion Send a message via Yahoo to vion
Default

Quote:
apa salahnya?

Politik itu kotor! ya memang, tetapi bukan berarti "Politik itu Haram", bukan berarti pula kita harus bersikap masa bodoh dan tidak mau tahu terhadap politik.
yup, I am agree..... Justru dengan bersikap bodoh dan tidak mau tahu itu artinya pelan-pelan kita membunuh diri kita sendiri.... pff.... kapan pola pikirnya bisa terbuka ya....???

salam...
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 18th February 2005
STEP by Steph's Avatar
please stand by me
 
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,905
STEP by Steph is a splendid one to beholdSTEP by Steph is a splendid one to beholdSTEP by Steph is a splendid one to beholdSTEP by Steph is a splendid one to beholdSTEP by Steph is a splendid one to beholdSTEP by Steph is a splendid one to behold
Send a message via Yahoo to STEP by Steph
Default

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana konsep implementasi transformasi itu sendiri bagi kader2 kristen, dalam kaitannya dengan issue politik?

Saya setuju dengan Mr.Qbiz bahwa terjun di dunia politik sah-sah saja, tetapi kita harus sadar dan bertanya pada diri sendiri, seberapa siap kita memasuki belantara yang "kotor" itu? Seberapa jauh kita mampu bertransformasi tanpa "terkontaminasi" di dalamnya? Bagaimanapun umat Kristen di Indonesia adalah minoritas dan masih terpecah-pecah.

Mungkin kita tidak bisa menjadikan manuver2 saudara2 kita umat moslem itu sebagai preseden utk langkah2 transformasi secara eksplisit, tetapi lebih cocok apabila kita bisa memulainya dengan konsep menjadi mutiara berkilau di tengah2 tumpukan arang
Coba kita renungkan, bagaimana kita dapat berhadapan dengan lawan2 politik kita yang sebagian besar adalah saudara2 kita yang kurang "bersahabat" dengan kita, sedangkan antar kita sendiri saja masih belum kuat persatuannya.

Satu hal yang mengganggu saya setiap kali berpikir & berharap agar umat Kristen memiliki suatu wadah utk berpolitik dalam menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komponen bangsa di negeri ini adalah; "ibarat berjualan babi panggang di tanah Arab"

Mungkin kita perlu perbaiki dulu konsep2 persatuan di dalam tubuh Kristen terlebih dahulu, agar mendapat cukup kekuatan utk bertransformasi. Otherwise, kita hanya akan menjadi pajangan di etalase politik, atau worse, menjadi oposisi tanpa kekuatan... sia sia
__________________


Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 18th February 2005
ferrywar's Avatar
w a l k e r
 
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
ferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the rough
Send a message via ICQ to ferrywar Send a message via Yahoo to ferrywar
Default

Teman teman, saya setuju orang Kristen terjun ke dunia politik. Tapi lihat, ada beberapa kendala (constraints):

1. Kristen adalah minoritas.
Sebagai minoritas, memang tetap bisa berusaha dan itu tak ada salahnya, hanya strateginya TIDAK SAMA dengan strategi yang dilakukan oleh mayoritas.
Dulu saya pernah bahas tentang pilihan antara dua: "Mengibarkan bendera" atukah "Menggarami". Saya sarankan yang kedua.

2. Orang Kristen terpecah pecah.
Sejak jaman dulu murid murid Jesus dirundung perpecahan. Dari sekian banyak perpecahan yang merupakan PUKULAN paling BERAT adalah perpecahan yang diawali oleh 'protest' dari Luther, sampai ada Protestan dan RIBUAN denominasi sesudahnya.

Sejak saat itu seolah olah Gereja kehilangan SEPAROH dari soliditasnya. Kehilangan separoh dari kekompkannya itu bukan berakibat kehilangan hanya separoh dari kekuatannya, melainkan kehilangan 3/4 dari kekuatannya. Mengapa demikian?
Karena terjadi semacam "persaingan" yang saling merugikan dalam menambah jumlah umat.

Sangat bisa disesalkan, mungkin juga oleh Luther sendiri, aksinya yang berawal dari masalah surat aflat itu telah mengurangi kekuatan sehingga kekuatan orang Kristen tinggal kurang dari separuhnya.

3. Kekurang-matangan
Ini kendala terberat, tetapi kalau kita bahas disini akan membuat panas banyak kuping. Singkatnya, kekurang matangan ini akan membuat pengikut Kristus yang sering disebut dengan Laskar Kristus ini tak beda banyak dengan Laskar Jihad.
Yang berbeda hanya senjatanya. Yang satu tidak mungkin memakai kekerasan, sedang yang lainnya punya sarana kearah itu.
Dengan kata yang lebih singkat: Fundametalisme dan Fanatisme!.

Dari kendala kendala itu, kita bisa simpulkan MENGAPA orang Kristen berada pada posisi yang sekarang secara politis.

Seperti yang juga saya sarankan, bila akan membahas secara lebih bebas, lebih baik membuka milis intern saja. Bukan di portal terbuka seperti ini, yang diGoogling sebentar lantas keluar semua...
(Vion... kamu dimana?, di Belanda?.. Aman disana? :-) nah, jangan anggap disini seaman disana, broer...
Een beetje gevaaaarlijk hoor...) )
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 18th February 2005
jo-hnz's Avatar
Indonesia Pasti JAYA!
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,986
jo-hnz will become famous soon enoughjo-hnz will become famous soon enough
Send a message via Yahoo to jo-hnz
Default

Maaf Qbiz,
Ketika membaca bagian awal cerita kamu, aku agak sedih, karena kamu mengambil contoh yang menurut saya, agak kebablasan.
Quote:
Pada tanggal 2 September 2002 di Istora Senayan Jakarta, Rev. Cindy Jacobs kembali menubuatkan : Indonesia akan dimenangkan; Domba akan menjadi mayoritas; Indonesia akan mempunyai pemimpin Kristen; Terjadi revival di Pulau Bangka; Pemerintah Indonesia akan dimenangkan bagi Kristus; Tuhan akan membangkitkan pengusaha-pengusaha Kristen, menjadi sangat, sangat, sangat kaya. Karena Tuhan membutuhkan banyak gereja, gedung pertemuan, sekolah-sekolah, prasarana; Indonesia akan memiliki sekolah Kristen di setiap pelosok, dst. Kemudian Nubuat serupa diulangi lagi pada Pada acara National Prayer Conference (NPC) 12-16 Mei 2003.
Rev. ini jelas ngak beda jauh dengan Aa Gym. Kenapa saya kecewa dgn Aa Gym ? Karena menurut beliau, secara implisit keberhasilan/kesuksesan itu diukur dari materi.
Indonesia jelas tidak akan dimenangkan, jika yang diukur adalah kemayoritasan Kristen, kekayaan pengusaha Kristen, terpilihnya pemimpin politik kristen di pemerintahan maupun parlemen, dll. Sadarkah kamu, bahwa ini semua adalah hal-hal duniawi, hal-hal kedagingan yang malah mestinya tidak menjadi keterikatan (bukan diharamkan) bagi orang-orang kristiani ?

Kemudian lebih sedih lagi, ketika kamu mengambil contoh pesantren ABB seperti Ngruki, yang biarpun memberi pelajaran bahasa Mandarin tapi pesantren itu sumber fanatism qbiz. Di situlah cikal bakal Amrozi, dkk. yang ngaku muslim tapi tak berhati muslim & ABB adl pemimpin yg bersembunyi di balik-balik ayat-ayat Al-Quran untuk pemenuhan ambisi pribadinya sendiri. Tak ada yang harus kita tiru dari ABB & pesantrennya, karena buah dari sana adalah kefanatikan agama saja.

Kemudian politisi Islam yang kamu sebutkan. Mereka memang berhasil menempati jajaran tinggi di pemerintahan maupun parlemen, tapi apa hasilnya ? Apa kamu merasakan hasilnya ? Gus Dur ok lah, dari beliau, kita dapat pluralism tapi lihat kemudian, beliaupun 'terperangkap' dlm ambisi menjadi presiden kembali. Inikah yang kamu cari dari seorang Gus Dur ?

PKS dan Nur Wahid, darn, mereka ngak jauh beda dengan Kristen fundamentalist. Yang mereka promosikan cuma label Islam, ajaran Islam Kulit Luar, Pengkotakan masyarakat.
Jilbab -- ini ajaran Islam atau Kebudayaan Arab yang diimport ? Coba lihat berapa kali Mohammad bicara ttg. jilbab di Al-quran, dan lihat context-nya untuk melihat kenapa di Arab harus berjilbab. (Note: Suster Katholik pun berjilbab.)

PKS dan Nur Wahid, jelas-jelas pengen mencoba menerapkan kebudayaan Arab di Indonesia. Atau mereka memang ngak bisa membedakan mana budaya Arab dan mana ajaran Islam. Demikian juga, beberapa denom Kristen Konservatif di Indonesia, mencoba mengimpor budaya barat, yahudi dan Romawi ke Indonesia. Masalahnya bukan baik atau tidak, tapi cocok tidak dengan kebudayaan Indonesia. Kalo ngak cocok pasti timbul konflik dlm diri yang akhirnya tiap konflik dlm diri itu akan diproyeksikan ke luar diri dan terjadilah aksi2 kekerasan di Indonesia. Seperti yang pernah dan sedang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Kalo mau nandingi PKS dengan cara pengkotakan yang sama, gampang Qbiz. Cari dana untuk biayai beberapa denom Kristen yang beraliran reform, salah satunya pengaruhi Pdt. Stephen Tong. Saya jamin, dlm waktu singkat, akan lahir partai Kristen beraliran lebih keras dari Al-Qaeda maupun Jemaah Islamiyah. Adu dengan PKS, hasilnya pasti banjir darah. Konflik antar agama. Atau paling ringan efeknya adalah pecahnya negara Indonesia ini, karena agama seperti pecahnya Pakistan dari India. Baca sejarah pecahnya Pakistan & India karena agama, padahal waktu itu India punya Gandhi. Tapi sayangnya Gandhi pun tidak bisa mendamaikan Nehru dan Moh. Ali Jinnah.

Qbiz,
Nonton film Gandhi ?... , di adegan di mana dia sedang mogok makan sebelum Islam extremist dan Hindu extremist di India berdamai, di mana akhirnya seorang Hindu extremist melemparkan roti ke muka Gandhi dan berkata "Makan (roti) ini. Saya tahu saya pasti masuk neraka, tapi saya tak mau menambah dosa saya dengan perasaan bersalah bahwa saya menjadi penyebab engkau mati"

Gandhi menjawab : "Yang menentukan seseorang masuk surga atau neraka adalah Tuhan. Bagaimana engkau tahu bahwa engkau pasti masuk neraka?"
Hindu Extremist : "Dulu saya tinggal di Pakistan. Semua saudara saya tinggal di Pakistan. Tapi sekarang mereka semua mati karena dibantai oleh orang-orang Islam. Saya marah sehingga saya balas membantai orang-orang Islam di India. Saya pernah membantai seluruh anggota keluarga Islam, mengambil bayi mereka dan membenturkan kepalanya ke dinding sampai bayi itu pecah kepalanya."
Kemudian Gandhi menjawab : "Jangan khawatir. Kamu masih bisa memperbaiki kesalahan kamu. Setelah perang (agama) ini berakhir, carilah seorang anak kecil yang yatim piatu dari keluarga Islam. Peliharalah dia sebagai ganti anakmu yang terbunuh di Pakistan, TAPI INGAT kamu HARUS MEMBESARKANNYA dengan membiarkan anak itu beragama Islam."
Qbiz, apakah seorang Gandhi yang beragama hindu adalah hindu yang murtad ketika mengatakan hal seperti itu kepada seorang hindu extremist ?

Qbiz, jujurlah kepada diri sendiri, inikah salah satu esensi yang diajarkan Kristus ? Apakah menurut kamu, Kristus akan lakukan hal yang sama bila menhadapi masalah yang sama seperti Gandhi ? Apakah ajaran ini alkitabiah, menurut standard kamu ? Apakah harus 'berlabel Jesus Christ' baru berarti ajaran Kristus sejati? Apakah selama ini kamu memperhatikan 'Label Yesus Kristus', apa kamu memperhatikan perbuatan dan ajaran Kristus ?

Qbiz, ketika Moh Ali Jinnah, president Pakistan pertama, dlm keadaan sekarat diwawancarai oleh Time, dia ditanya : "Apa yang kau sesali dlm hidupmu?" Mau tahu jawab Moh Ali Jinnah ? Dia menjawab : "Membuat Pakistan merdeka (dengan cara pengkotakan agama)"

Qbiz, pengkotakan yang dilakukan oleh PKS, jangan dilawan dengan pengkotakan bermerek 'Kristen' kalo memang kamu mau melihat Indonesia utuh yang pluralis. Dukung Gus Dur bukan karena dia membela Kristen. Dukung beliau karena dia membela Pluralism.
Jangan dukung PDS karena Partai Kristen, tapi dukung PDS kalo partai itu tidak sektarian, tidak berusaha mengimbangi pengkotakan.

Jangan Bales pengkotakan dengan pengkotakan. Bales Pengkotakan dengan Pluralism.

Inilah transformasi yang harus dilakukan.

Di Akhir Artikel, saya sangat senang karena kamu mengutip De Mello, yang artinya menurut saya, berubah mulai dari diri sendiri, perubahan di luar diri (dunia) pun akan terjadi (berubah) tanpa upaya sekalipun. Kalo dlm diri tak ada konflik, di luar diri pun tak akan terjadi konflik.

Ganti kaca mata sendiri, jangan suruh dunia yang berubah.

Bukan kutipan De Mello, yang membuat saya senang, tapi pengutipan De Mello yang kamu lakukanlah yang membuat saya senang.
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009

Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 18th February 2005
ferrywar's Avatar
w a l k e r
 
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,095
ferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the roughferrywar is a jewel in the rough
Send a message via ICQ to ferrywar Send a message via Yahoo to ferrywar
Default

Quote:
Originally Posted by joehanes
.
.
.
.

Bukan kutipan De Mello, yang membuat saya senang, tapi pengutipan De Mello yang kamu lakukanlah yang membuat saya senang.
Memang Joe ini ciamik.... !


Tapi kesadaran berpolitik perlu juga, Joe. Mungkin itu yang dimaksud oleh Qbiz. Bukan asal pasang bendera dan bikin front.
Saya yakin kok... "Menggarami" itu strategi yang paling pas untuk saat ini.

Kata kunci pluralisme itu dasarnya adalah humanisme. Apa bukan humanisme pula yang jadi tujuan Jesus capek capek ngajar murid2nya supaya mengasihi sesama?
Kita mesti melihat sedikit lebih tinggi "melintas" diatas kepala orang orang yang sibuk main "fron- fron an"

Bisakah? Perlu kematangan.
Cukup matangkah kita semua? Saya kuatir belum. Makanya kita masih disini sini saja begini...

Last edited by ferrywar : 18th February 2005 at 06:47 PM.
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 18th February 2005
SarapanPagi's Avatar
movie lover
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,595
SarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to beholdSarapanPagi is a splendid one to behold
Default

Quote:
Originally Posted by joehanes
Maaf Qbiz,
Ketika membaca bagian awal cerita kamu, aku agak sedih, karena kamu mengambil contoh yang menurut saya, agak kebablasan.
OK boss, no hard feeling

Contoh-contoh dan hasil yang dilakukan oleh saudara Muslim kita (NU, PKS, ICMI) saya tulis hanya sebagai wacana, hal tersebut bukan berarti saya sepaham dengan ideologi mereka.
Maksudnya mau ngasih tahu, mereka sudah sampai disini lho, what about us?

oke lah kalau contoh itu dianggap terlalu ekstrim, apalagi soal ngruki he he he.... gue tahu lah ini sangat sensitip banget, maksudnya pesantren yang paling fundamentalis aja udah innovatif mulai belajar bahasa mandarin!

Saya pengen kita semua ini mulai tengok-tengok apa yang terjadi diluar komunitas kita. supaya tambah wawasan lah.

Quote:
Originally Posted by joehanes
PKS dan Nur Wahid, jelas-jelas pengen mencoba menerapkan kebudayaan Arab di Indonesia. Atau mereka memang ngak bisa membedakan mana budaya Arab dan mana ajaran Islam.
That's why, saya angkat sebuah istilah "Madani", disitu saya memberikan latar belakang Madani adalah Medina. how many of us udah tahu soal ini?

Hal tsb juga bukan berarti gue sepaham dengan gerakan Masyarakat Madani.
Jadi, jangan shock lah kalau ada jurus "ekstrim" sedikit, cobalah melihat dengan sudut pandang agak beda .

Quote:
Originally Posted by joehanes
Kemudian Gandhi menjawab : "Jangan khawatir. Kamu masih bisa memperbaiki kesalahan kamu. Setelah perang (agama) ini berakhir, carilah seorang anak kecil yang yatim piatu dari keluarga Islam. Peliharalah dia sebagai ganti anakmu yang terbunuh di Pakistan, TAPI INGAT kamu HARUS MEMBESARKANNYA dengan membiarkan anak itu beragama Islam."
Qbiz, apakah seorang Gandhi yang beragama hindu adalah hindu yang murtad ketika mengatakan hal seperti itu kepada seorang hindu extremist ?
Masalah pemurtadan itu masalah klasik, orang bisa berperang, bunuh-bunuhan gara-gara isyu pemurtadan.
Ucapan Gandhi ini jangan ditelan mentah, coba deh cari buku : GANDHI ON CHRISTIANITY, tulisan Robert Ellsberg.
dari buku itu kita bisa mempelajari dasar filosofis Gandhi berkata demikian.

Ketika Yesus memberikan Amanat Agung, apakah hal itu ditelah mentah sebagai perintah KRISTENISASI? Apakah Yesus menciptakan Agama Kristen?
Yang selalu menjadi harapan Gandhi adalah teladannya akan mendorong kaum Muslim menjadi Muslim yang lebih baik dan orang Kristen menjadi Kristen yang lebih baik, orang Hindu menjadi Hindu yang lebih baik, inilah makna CONVERT yang sebenarnya.
Baca buku itu deh, dan cobalah selami pola pikir Gandhi ini, yang kadang sulit dimengerti dengan perspective yang unik, dan ternyata dia seorang believer! Hanya saja dia beribadah dengan caranya sendiri. Dia tidak mau mengikuti kekristenan dengan gaya dan budaya barat. Gandhi berpendapat Yesus itu Orang Timur. Dia mengenal Yesus dengan caranya sendiri. Di buku itu dijelaskan ajaran Ahimsa dan Swadesi diilhami oleh ajaran Yesus dalam Khotbah di Bukit.


Quote:
Originally Posted by joehanes
Qbiz, pengkotakan yang dilakukan oleh PKS, jangan dilawan dengan pengkotakan bermerek 'Kristen' kalo memang kamu mau melihat Indonesia utuh yang pluralis. Dukung Gus Dur bukan karena dia membela Kristen. Dukung beliau karena dia membela Pluralism.
Jangan dukung PDS karena Partai Kristen, tapi dukung PDS kalo partai itu tidak sektarian, tidak berusaha mengimbangi pengkotakan.
Pandangan saya tidak ada Partai Kristen, yang ada hanya "partai politik", Wacana diatas bukan mendorong kita semua jadi politisi, melainkan hendaklah kita mulai waspada dan arif terhadap perubahan dan gejolak yang terjadi.

Quote:
Originally Posted by joehanes
Di Akhir Artikel, saya sangat senang karena kamu mengutip De Mello, yang artinya menurut saya, berubah mulai dari diri sendiri, perubahan di luar diri (dunia) pun akan terjadi (berubah) tanpa upaya sekalipun. Kalo dlm diri tak ada konflik, di luar diri pun tak akan terjadi konflik.

Ganti kaca mata sendiri, jangan suruh dunia yang berubah.

Bukan kutipan De Mello, yang membuat saya senang, tapi pengutipan De Mello yang kamu lakukanlah yang membuat saya senang.
Sengaja saya kutipkan link-nya juga, tulisan inipun ada dalam situs Muslim, dari sinilah supaya anda semua tahu, Orang Muslim-pun suka membaca literatur Kristen jika itu mereka anggap berguna.
Tulisan De Mello yang sederhana, lugas namun kaya akan filosofi baik untuk dipelajari. Makanya saya juga kasih tahu kalau AA Gym juga suka baca bukunya Dale Carnagie/John Maxwell
Ntar yah cari-cari buku-buku terbitan Mizan, saya sampai geleng-geleng kepala. Mereka sedang eksplorasi ilmu besar-besaran!

Ngomong soal ini, apakah berarti saya satu-visi dengan mereka?
I just want you to know something bout "them"...........................
Supaya kita ini jangan ketinggalan, dan terlena di "Zona Nyaman" kita sekarang ini
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 18th February 2005
vion's Avatar
purple juventini
 
Join Date: Jun 2004
Location: Cape Verde
Posts: 9,058
vion is just really nicevion is just really nicevion is just really nicevion is just really nice
Send a message via MSN to vion Send a message via Yahoo to vion
Default

Quote:
(Vion... kamu dimana?, di Belanda?.. Aman disana? :-) nah, jangan anggap disini seaman disana, broer...
Een beetje gevaaaarlijk hoor...) )
ja hoor, ik ben er, in Netherlands..... well .... di mana-mana jaman sekarang juga ngga ada yang bisa dikatakan aman sepenuhnya, yg ada hanyalah tingkat risikonya yg berbeda-beda di satu negara dengan negara lain... dengan kemampuan yg dimiliki badan-badan rahasianya negara-negara dunia, kalau mau nyelidiki sesuatu di internet kan gampang banget....

pff.... sekedar memberi gambaran situasi di sini... di sini, semenjak adanya pembunuhan seorang aktivis liberal oleh aktivis dari kaum seberang, yang namanya sentimen anti mereka meningkat... soalnya diperparah juga oleh tingkat kejahatan yang tinggi yg dibawa oleh imigran gelap yang kebetulan datang dari latar belakang tersebut....

intermezzo aja tuh tadi....

mmm... nanggapin postingannya Joe... aku lebih melihat pada gimana orang-orang tersebut mau mengkader dan mendidik generasi mudanya untuk mampu menggantikan mereka di kemudian hari dengan berbagai macam cara.. sementara kalau dibandingkan dengan apa yang terjadi di dalam tubuh Gereja... mmm sangat menyedihkan.... mungkin ini semacam utopia sih, soalnya yg namanya persatuan Gereja itu kok susah banget kelihatannya, sementara kita baru bisa mulai bergerak, kalau at least, Gereja memberi sedikit perhatian pada dunia luar dan ngga sibuk sikut kiri-kanan...

jadi mungkin yg juga Qbiz maksudkan dalam postingannya di atas adalah bagaimana generasi-generasi yang sudah mapan dari umat Muslim, itu memiliki visi dan misi yang jelas untuk mendidik generasi mudanya dan hal itu yang ingin kita contoh lebih lanjut..

salam....