Quote:
Kolose 2:8
2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
|
New Age bukanlah barang baru.... itu hanyalah bentuk modern dari tradisi-tradisi agama kuno yang dicampur dengan berbagai mistik Timur, psikologi dan filsafat modern, ilmu pengetahuan dan science-fiction, serta kultur-kultur baru (antikemapanan) yg timbul pada era 1950-an dan 1960-an.
"... Begitulah sekarang kita tiba dalam masa New Age, perpaduan dari spiritualisme dan aliran kepercayaan yang beragam dan populer. Satu-satuya hal yang pasti tentang New Age ini adalah bahwa dia bukanlah sesuatu yang baru. Tidak seorangpun yang dapat memastikan dari mana istilah New Age itu muncul, tetapi istilah itu sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu. Dan banyak elemen dari New Age seperti faith-healing (penyembuhan mujizat), fortune-telling (ramal) dan transmigration of soul (perjalanan di luar tubuh), sudah ada sejak berabad-abad yang lalu."
[Otto Friedrich, "New Age Harmonies", TIME, 7 Des. 1987].
Walaupun sangat populer, sulit untuk mendefinisikan New Age. New Age merupakan campuran (blending) berbagai kepercayaan, sekte, dan ritual. Kelihatannya New Age merupakan hasil perpaduan antara ilmu pengetahuan (science) dan berbagai agama timur, baik Hinduisme maupun Budhisme dan juga kekristenan, dan juga spiritualisme seperti Church Universal & Triumphant yg didirikan oleh "nabiah" Elizabeth Clare. Seperti halnya dalam agama-agama lain, di dalam New Age juga terdapat berbagai aliran dengan kecenderungannya masing-masing.
Tetapi yang jelas, New Age merupakan suatu aliran keagamaan yang berpusat pada DIRI SENDIRI - semua yang kau butuhkan ada dalam dirimu sendiri - tidak mengenal konsep mengenai dosa, pertobatan, ataupun keselamatan! Kamulah yang menjadi tuhan atas dirimu sendiri! Penganut New Age menyembah tuhan yg berupa energi (god of forces) dan memberitakan "injil yang lain" yang dikenal sebagai The Aquarian Gospel of Jesus Christ.
Tujuh Pengajaran Utama The Aquarian Gospel yg diperkenalkan oleh New Age antara lain:
1. Yesus bukanlah Kristus (seperti yg iman kristen maksud) dan bukan satu-satunya Kristus, dan Yesus bukanlah Tuhan.
Beberapa dari kita mungkin mengira bahwa semua orang pasti mempunyai maksud yang sama bila mereka mengatakan "Kristus". Kita orang Kristen hanya mengenal satu Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Tetapi di lain pihak, banyak penulis New Age memaksudkan Kristus yang lain daripada orang-orang Kristen saat menyebut kata "Kristus". Kristus yang mereka maksudkan adalah roh Kristus (Christ spirit) - jangan samakan dengan Roh Kudus seperti yang dimaksud oleh Alkitab. Mereka percaya bahwa ada banyak Kristus, dan Yesus hanyalah salah satu saja daripadanya.
Seorang nabiah New Age, Alice Bailey, yang telah menulis banyak buku okultisme termasuk di antaranya
The Reappearance of Christ, menggambarkan suatu oknum yang dia sebut "Avatar of Synthesis", yang menurut dia merupakan "Rekanan dekat" (close Associate) dari "Kristus". Alice Bailey mengatakan, "Dia bekerja di bawah hukum alam yang agung, Law of Synthesis", untuk menghasilkan unifikasi dan fusi (penggabungan). Fungsinya (bersama-sama energi Kristus) adalah untuk menghasilkan kemauan spiritual dalam diri manusia, kemauan-untuk-baik.
New Agers memahami Kristus sebagai suatu reinkarnasi dari avatar Mesias, yaitu pembawa pesan yang dikirim oleh "hirarki" untuk memberikan kepada penduduk bumi pewahyuan spiritual tingkat tinggi. New Age juga menerima Buddha, Muhammad, Confucius, Yesus, dan lain-lain sebagai "Kristus".
The Baha'i World Faith (salah satu aliran New Age) meng-klaim dirinya sangat sesuai dengan iman kristen, tetapi hanya memandang Yesus sebagai salah satu saja dari berbagai manifestasi Kristus yang sama yang nampak pada Abraham, Musa, Krishna, Zoroastrian, Buddha, Muhammad, the Bab, dan pendiri aliran itu sendiri: Baha'u'llah.
2. Tuhan bukanlah suatu pribadi, melainkan bersifat kosmik, berupa daya-daya energi
Segala sesuatu, termasuk manusia, terdiri atas sang Satu - yang disebut sebagai Universal Mind (Pikiran Semesta), The Source (Sang Sumber), Universal Self, Cosmic Consciousness (Kesadaran Kosmik), Universal Presence (Kehadiran Universal), atau The Force (Sang Tenaga) - Your Inner Voice (Suara Dalam Diri), Higher Self (Keberadaan Diri yang Lebih Tinggi), atau Intuisi". Allah adalah energi, kekuatan yang tidak berpribadi, ada di dalam segala sesuatu (termasuk dalam diri manusia). Allah dapat disebut (berupa) he or she (laki/perempuan), ayah ataupun ibu, dewa ataupun dewi.
Jangan tertipu! Para penganut New Age tidak memaksudkan Allah atau Yesus Kristus seperti yang dimaksudkan oleh Alkitab saat mereka menyebut Allah ataupun Yesus! Kebanyakan guru New Age percaya bahwa Mother Earth (Bumi), matahari, bulan, dan bintang-bintang, bahkan seluruh alam dapat disembah sebagai Allah.
3. Manusia sendiri adalah Allah, sebab ia terdiri dari tenaga ("the forces") dan dapat menciptakan "the forces" tsb. Manusia sudah memiliki kuasa itu di dalam dirinya dan hanya perlu disadarkan akan potensi tsb.
New Age mempercayai supernatural (alam roh), tetapi mengarahkan pemujaan mereka kepada ciptaan, bukan kepada Pencipta (bdk. Roma 1:22-24). Mereka memproklamasikan konsep "aku Tuhan", suatu konsep yang secara alamiah sangat menarik bagi ego manusia dan bagi kehausannya akan kekuasaan, daya tarik yang sama tuanya dengan (cerita Adam & Hawa dalam) Taman Firdaus. Iblis menjanjikan Hawa, "Kamu akan menjadi seperti Allah". Itulah tujuan akhir dari Gerakan New Age: menjadikan manusia memberontak terhadap Allah yang benar yang dinyatakan oleh Alkitab dan membuat mereka (manusia) percaya bahwa mereka adalah Allah.
Bila Iblis telah berhasil menanamkan kerangka berpikir sesat itu ke dalam seorang manusia, maka manusia itupun telah dimenangkannya. Orang itupun akan dipanggil untuk melayani Pangeran Kegelapan lebih dalam lagi. Dan karena pikirannya telah digelapkan dan dibingungkan, dia akan taat. Orang itu akan menjadi anggota konspirasi Iblis, baik secara sadar maupun tidak.
[Texe Marrs, Millennium, p. 224-25]
4. Manusia Seharusnya Mencari dan Menerima Petunjuk Spiritual Secara langsung dari Alam Roh.
The lure of the occult is almost always on the basis of acquiring knowledge or power.
[Neil T. Anderson, The Bondage Breaker, pg. 114]. Seringkali kita menginginkan suatu pengetahuan yang khusus, yang tidak dimiliki oleh orang biasa. Seringkali kita ingin memiliki pengalaman & kuasa yang bersifat spiritual dan supernatural. Tetapi, orang punya kecenderungan untuk tidak mau mendengar apa yang Allah hendak katakan kepada mereka. Mereka seringkali terlalu malas sehingga mereka mencari informasi dan petunjuk dari orang-orang yang dianggap "tahu" seperti dukun, medium, pembaca rajah tangan, pembaca kartu ramalan, ouija boards, astrologi, magic charming, automatic writing, ataupun roh-roh orang mati.
Keinginan akan hal-hal yang bersifat spiritual & luar biasa itu sebenarnya merupakan keinginan/hasrat yang ditanamkan Allah dalam diri setiap orang. Tetapi seharusnya hasrat itu dipenuhi oleh pengetahuan dan kuasa yang benar-benar berasal daripada-Nya (Firman Tuhan & kuasa Roh Kudus). Sebagai lawan yang cerdik & lihai, Iblis senantiasa berusaha memalsukan pengetahuan & kuasa Allah itu dan menyajikan versi miliknya sendiri kepada manusia. Bila kita menerima pengetahuan & kuasa versi Iblis itu, maka Iblis akan memiliki tempat berpijak di dalam hidup kita.
5. Semua agama dan pengajaran agama memiliki satu tujuan. Semuanya sama benarnya/pentingnya.
Bukan atheisme yang mau dipopulerkan oleh Iblis, melainkan agama (religion). Iblis tidak begitu tertarik akan populernya ide ketiadaan Allah, sebab dia sendiri ingin disembah sebagai allah. "Aku datang bukan untuk mendirikan agama baru," kata Lord Maitreya, "melainkan untuk mengajarkan seni realisasi Diri (Self-realization)." Bukan merupakan ideologi ataupun agama, tetapi memberi manfaat kepada semua orang dari semua agama dan juga mereka yang tidak beragama. "Aku datang kepadamu seperti 'pencuri pada waktu malam'", katanya, "sehingga kalian tidak terlalu terkejut & terpesona. Kemudian, perlahan-lahan, bila kalian telah mengerti, kalian akan dapat 'mencerna' apa yang telah kalian 'makan'. Dalam pengertian kalian akan mengenalku. Tetapi dalam 'isms' (paham2 seperti kristianisme, islamisme, dll) kalian akan menentangku".
New Age benar-benar mencampur-adukkan berbagai agama, mengajukan klaim yang tidak dapat dibuktikan tentang adanya hubungan antara Kekristenan dengan agama-agama utama dari Timur (para penganut New Age senang mengatakan bahwa Yesus menghabiskan 18 tahun waktu hidupnya di India menyerap Hinduisme dan mempelajari ajaran-ajaran Buddha). New Agers sesekali juga menampilkan wajah pantheisme dan sihir (sorcery). The underlying faith (of New age) is a lack of faith in the orthodoxies of rationalism, high technology, routine living, spiritual law-and-order. Tetapi, New Agers juga percaya bahwa pasti ada suatu jalan pintas rahasia dan misterius untuk mencapai kebahagiaan dan kesehatan.
"Ecumenism is essential in creating a "Christianity" which embraces all religions. Psychology plays a major ecumenical role by providing common faith, language and ritual for everyone from atheists, cultists and occultists to Roman Catholics and evangelicals."
[Dave Hunt, "Mystery Babylon Part II," The Berean Call, August 1993]
6. "Hikmat kuno" Babylonia, Mesir, dan Yunani-lah yang merupakan dasar dari segala kebenaran - bukan Alkitab.
Wakil Presiden Albert Gore daam bukunya
Earth in Balance, Ecology and the Human Spirit, menyatakan dirinya sebagai seseorang yang percaya bahwa kita memiliki seorang "mother goddess" yang dapat kita sembah. Dia menunjuk pada agama-agama kuno dan Hinduisme dan berkata bahwa mereka memiliki sesuatu yang baik dalam penyembahan mereka kepada "ibu Bumi", bahwa manusia dan alam adalah satu, dan bahwa Allah adalah bagian dari alam dan bahwa alam adalah bagian dari Allah. Dalam halaman 258-259 buku tsb, dia menceritakan bagaimana dirinya meninggalkan iman Kristennya (dari denominasi Baptis) dan menjadi penganut agama New Age. Dia mengatakan bahwa "Kekayaan dan keaneka-ragaman tradisi keagamaan sepanjang sejarah adalah harta spiritual yang lama diabaikan oleh orang (Kristen), yang seringkali terlalu takut untuk membuka pikiran mereka terhadap pengajaran-pengajaran yang tidak berasal dari sistem kepercayaan mereka. Perspektif pan-religius ini mungkin akan sangat penting dalam skala dunia. Agama penduduk asli Amerika misalnya, memiliki banyak ide tentang hubungan kita dengan bumi"
[Al Gore, Earth In the Balance; Ecology and the Human Spirit, Houghton Mifflin Company, 1992.]
7. Dosa dan kejahatan itu tidak ada. Damai dan kasih adalah realitas yang utama.
New Agers tidak mempercayai keberadaan neraka (gehenna) dan penghakiman. Mereka juga tidak percaya akan kebenaran tentang dosa dan kejahatan. Buat mereka, Allah (yaitu The Universe), berada di atas kebaikan ataupun kejahatan. Injil New Age tidak menganut prinsip-prinsip yang revolusioner. Injil itu tidak mendukung perselisihan ataupun peperangan, melainkan kedamaian dan kesatuan. Injil itu tidak menghendaki adanya pertentangan antara ibu dengan anak perempuannya ataupun antara ayah dengan anak laki-lakinya, melainkan mendorong terjadinya semangat persaudaraan di mana seluruh ras manusia adalah "keluarga besar". New Age tidak mendukung (konsep Kristiani tentang) menyalibkan daging, melainkan meningkatkan dan mengangkatnya. Dia mendukung pendidikan dan pengembangan diri "yang terbaik yang ada di dalam diri". Tujuan dari New Age ini adalah untuk membuat suatu dunia yang nyaman dan serasi di mana Yesus tidak ada di dalamnya dan Allah tidak diperlukan kehadiran-Nya.
Beberapa aliran New Age mempercayai akan datangnya seorang Pemimpin Besar Dunia bernama Lord Maitreya yang akan menuntun umat manusia kepada pencerahan. Beberapa aliran lainnya tidak mempercayai hal ini sebab mereka beranggapan bahwa kita semua akan menjadi begitu serupa dengan Tuhan sehingga tidak memerlukan pemimpin apapun.
Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa akan tiba masanya di mana Allah mengizinkan Iblis memerintah seluruh bumi ini melalui seorang manusia yang disebut Antikristus! Bila seorang pemimpin besar New Age muncul, sangat boleh jadi dialah sang Antikristus itu, musuh kemanusiaan yang bermaksud memimpin umat manusia di seluruh dunia kepada pemberontakan yang mengerikan terhadap Allah, dan Allah akhirnya akan menghancurkan dia beserta seluruh pengikutnya. Walaupun nabi-nabi Allah sudah menubuatkan banyak tanda yang nyata tentang kedatangan pertama Kristus, kebanyakan orang tidak mengenali-Nya. Demikian juga, Allah telah memberikan banyak tanda-tanda yang pasti akan dekatnya kedatangan kedua kali Yesus, antara lain banyaknya kristus palsu dan nabi palsu.
Pertanyaannya adalah, apakah Anda benar-benar MENGENAL Allah dalam Yesus Kristus, seperti yang telah dinyatakan-Nya dalam Injil? Sudahkan Anda membaca Firman-Nya? Sudahkan Anda mempelajarinya? Bagaimana mungkin Anda bisa mengenal Allah yang benar dalam Yesus Kristus bila Anda belum pernah meneliti apa yang Dia katakan tentang diri-Nya?
(Terjemahan bebas dari [url]http://www.jeremiahproject.com/prophecy/newage01.html[/url])
Further readings & links pls see this link: [url]http://www.exposingsatanism.org/new_age_links.htm[/url]
TruthFans