Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI KRISTEN PRAKTIS > Diskusi General
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 21st March 2007
Sahi's Avatar
AP - Veteran
 
Join Date: Feb 2007
Posts: 274
Sahi will become famous soon enoughSahi will become famous soon enough
Alkitab Cara Mendengar Suara Tuhan

Four Keys to Hearing God's Voice by Mark virkler's

Suara Allah dapat didengarkan!!


Zaman kita hidup sekarang adalah perkawinan antara rasionalisme dan kognitif - pemikiran analitik, sampai-sampai kita menertawakan bila mendengar ada orang yang bisa mendengar suara Allah. Namun demikian, untuk beberapa alasan, kita tidak boleh mengejeknya. Pertama, kaum laki-laki dan perempuan di dalam Alkitab mendengar suara Allah. Juga, ada pula beberapa orang terkemuka, baik laki-laki maupun perempuan yang hidup di masa kini, menunjukkan bahwa mereka mendengar suara Allah. Dan yang terakhir, ada kehausan yang begitu mendalam di dalam diri kita masing-masing untuk dapat berbicara dengan Allah, dan mendengarnya berbicara dalam hati kita.

Sebagai orang Kristen yang telah lahir baru dan percaya pada Alkitab, saya telah berjuang tanpa hasil selama bertahun-tahun dalam upaya mendengarkan suara Allah. Saya berdoa, berpuasa, belajar Alkitab dan berusaha mendengar suaraNya, tapi tak ada hasilnya. Tak ada suara yang dapat saya dengarkan! Maka Allah memberi saya satu tahun untuk belajar, membaca dan mengalami bagaimana belajar mendengarkan suaraNya. Selama masa ini Ia mengajarkan saya 4 kunci yang membuka pintu doa dua arah. Telah saya alami bahwa ini tidak hanya terjadi atas diri saya sendiri, akan tetapi juga terjadi atas beribu-ribu umat percaya yang telah belajar menggunakannya, membawa hubungan yang intim atas kehidupan Kristen mereka dan mengubah cara hidup mereka. Hal inipun akan berlaku bagi anda bila anda mencari Allah dan menggunakan 4 kunci ini. Semuanya disebutkan dalam kitab Habakuk 2:1,2. Saya anjurkan anda membacanya sebelum melanjutkan.


Kunci #Pertama : Suara Allah dalam hati kita bagaikan curahan pikiran spontan. Karena itu, apabila saya di dalam Allah, secara spontan saya akan selaras denganNya.

Alkitab mengatakan bahwa Allah telah menjawab aku dan mengatakan... (Habakuk 2:2). Habakuk mengenali suara Allah. Elia menggambarkannya sebagai bunyi angin sepoi-sepoi (I Raja-raja 19:12). Saya selalu berusaha mencari suara yang bisa didengarkan, dan tentu saja Allah dapat dan telah berfirman dengan cara begitu. Akan tetapi, bagi kebanyakan dari kita, sering kali, suara Allah adalah pikiran, penglihatan , perasaan dan kesan-kesan spontan. Misalnya, kadang-kadang apabila kita sedang mengendarai mobil, tiba-tiba terlintas dalam benak kita untuk mendoakan seseorang. Umumya kita menganggap ini sebagai suara Allah, memanggil kita untuk berdoa bagi seseorang. Pertanyaan saya untuk anda,” Seperti apa suara Allah yang anda dengar sewaktu anda menyetir ?” “Apakah suara itu di dalam hati, suara yang terdengar, atau merupakan pikiran spontan yang melintas di benak anda?” Kebanyakan dari kita akan mengatakan suara Allah datang sebagai pikiran spontan.

Karena itu saya berpikir,”Mungkin saat saya mendengar suara Allah, saya harus mendengarkan curahan beberapa pikiran spontan. Mungkin pada komunikasi di level roh yang terlibat adalah pikiran, kesan, perasaan dan penglihatan spontan.” Melalui berbagai pengalaman dan beribu-ribu masukan, saya sekarang yakin bahwa ini adalah benar.

Alkitab memastikan ini dalam beberapa cara. Dalam definisi “paga”, kata dalam bahasa Ibrani yang berarti “permohonan”, dimaksudkan sebagai “kesempatan pertemuan atau persilangan kebetulan”. Saat Allah menaruhkan seseorang dalam hati kita, itu adalah melalui “paga”, kesempatan pertemuan, persilangan kebetulan dalam proses pemikiran kita. Karena itu, bilamana saya di dalam Tuhan, saya akan selalu di dalam pertemuan pemikiran tersebut atau disebut juga di dalam pemikiran-pemikiran spontan. Saat saya mengambil waktu tenang untuk berdoa kepada Tuhan, saat itulah saya yakin pemikiran-pemikiran spontan yang datang adalah sungguh-sungguh dari Allah.


Kunci #Kedua : Saya harus belajar menenangkan pikiran dan perasaan saya agar dapat merasakan curahan pikiran dan perasaan Allah dalam diri saya.

Habakuk mengatakan ,”Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara... (Habakun 2:1) Habakuk menyadari agar dapat mendengar suara Allah yang tenang di dalam hati, dalam pikiran-pikiran spontan, pertama-tama dia harus mencari tepat yang tenang dan menenangkan pikiran dan perasaannya sendiri. Mazmur 46:11 menganjurkan kita untuk berdiam diri dan mengetahui bahwa Dia adalah Allah. Akan terasa di dalam hati (sebagai curahan yang spontan), di dalam roh kita, saat kita menenangkan tubuh dan pikiran kita.

Saya telah mencari beberapa cara untuk mendiamkan diri sendiri supaya dapat dengan mudah mendapatkan curahan dari Allah. Mengasihi Allah lewat puji-pujian penyembahan yang tenang bagi saya sangatlah efektif. (lihat II Raja-raja 3:15) Pada saat saya berdiam diri (pikiran, keinginan dan perasaan) dan bersikap tenang di hadirat Allah, curahan itu sangatlah terasa. Oleh karena itu, setelah saya menyembah dengan tenang dan menenangkan diri, saya membuka diri untuk menerima curahan itu. Jika terlintas dalam pikiran saya akan hal-hal yang mungkin terlupakan, saya akan segera mencatatnya dan menghancurkannya kemudian. Bila ada perasaan bersalah dan tak berharga melintas dalam pikiran saya, segera saya bertobat, dibersihkan dengan darah Anak Domba, memakai jubah kebajikan, dan menjadikan diri saya bersih kembali dalam hadirat Allah. (Yesaya 61:10, Kolose 11:22)

Saat mata saya hanya tertuju pada Yesus (Ibrani 12:2), menjadi tenang dalam hadiratNya, berbagi denganNya apa yang ada di dalam hati saya, saya merasakan ada dialog dua arah mulai terjadi. Pikiran spontan yang berasal dari tahta kemuliaan Allah turun atas diri saya, dan saya menyadari bahwa saya telah mengadakan percakapan dengan Raja di atas segala raja.

Sangatlah penting bagi anda untuk tenang dan benar-benar fokus saat anda ingin menerima Firman Allah. Jika anda tidak tenang, maka anda hanya akan menerima pikiran anda sendiri saja. Jika anda tidak memfokuskan pada Yesus, anda akan menerima curahan yang tidak murni, curahan yang anda peroleh karena intuisi semata atas apa yang yang telah anda lihat. Karena itu, jika mata anda tertuju pada Jesus, curahan intuisi yang akan anda peroleh juga akan dari Yesus. Jika anda mengarahkan mata pada keinginan hati anda, tentu saja curahan intuisi yang anda peroleh juga hanya berdasarkan pada keinginan hati anda saja Untuk mendapatkan curahan yang murni, pertama-tama anda harus menenangkan diri, dan kedua, anda harus mengarahkan diri pada Yesus. Sekali lagi saya katakan, dengan tenang kita menyembah Allah sang Raja dan terimalah curahanNya.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 21st March 2007
Sahi's Avatar
AP - Veteran
 
Join Date: Feb 2007
Posts: 274
Sahi will become famous soon enoughSahi will become famous soon enough
Default

Kunci #Ketiga : Saat saya berdoa, saya arahkan matahati saya pada Yesus, melihat dalam Roh Kudus harapan dan penglihatan akan Allah Yang Mahakuasa.

Kita telah membicarakan dalam paragraf sebelumnya, akan tetapi kita harus membahasnya lebih mendalam. Habakuk mengatakan,” aku akan tetap melihat,” dan Allah mengatakan, “Catatlah penglihatan itu.” (Habakuk 2:1,2) Sangatlah menarik bahwa Habakuk mulai dengan mencari penglihatan saat dia berdoa. Dia membuka matahatinya dan melihat dalam roh apa yang Allah ingin tunjukkan padanya. Ini sangat menarik. Saya belum pernah berpikir untuk membuka matahati dan mencari penglihatan.. Akan tetapi, semakin saya memikirkannya, semakin saya menyadari bahwa inilah yang sebenarnya Allah inginkan. Ia memberikan saya matahati sebagai alat yang memampukan saya secara roh mendapatkan penglihatan dan merasakan gerakan Allah yang Mahakuasa. Di dunia ini ada malaikat, iblis, Roh Kudus, kehadiran Allah Bapa dan AnakNya, Jesus. Tak ada alasan bagi saya untuk tidak dapat melihatnya, kecuali secara rasional saya berusaha untuk tidak mempercayai keberadaan mereka dan tidak membuka diri bagi dunia roh ini.

Yang paling penting untuk mendapat penglihatan adalah kita harus mau melihat. Daniel mendapatkan penglihatan dalam pikirannya dan ia mengatakan, “Aku telah melihat...terus melihat dan terus melihat..(Daniel 7:2,9,13). Saat saya berdoa, saya mencari kehadiranNya, menantikanNya berbicara pada saya, melakukan dan mengatakan segala hal yang daripadaNya. Orang Kristen akan melihat bila mereka mau melihat. Yesus adalah Immanuel, Allah beserta kita (Matius 1:23). Tidaklah sulit. Anda akan mendapatkan penglihatan spontan dalam tindakan seperti layaknya menerima penglihatan spontan dalam pikiran. Anda akan merasakan kehadiran Kristus dalam suasana yang menyenangkan, karena Kristus hadir bersama dengan anda dalam suasana yang menyenangkan. Sebenarnya, ada kemungkinan saat penglihatan itu datang begitu mudah anda seringkali menolaknya, berpikir bahwa itu hanya dari diri anda sendiri. (Keraguan adalah senjata setan yang paling efektif untuk melawan gereja). Akan tetapi, bila anda berketetapan untuk terus mencatat penglihatan ini, keraguan akan dikalahkan oleh iman, saat anda menyadari bahwa semuanya ini berasal dari Allah yang Mahakuasa semata.

Allah secara terus menerus memperlihatkan DiriNya kepada orang-orang yang berkenan kepadaNya melalui mimpi dan penglihatan. Tercatat dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu, dan telah dituliskan : Karena Roh Kudus telah diturunkan (Kisah Rasul 2) kita selayaknya menantikan curahan mimpi dan penglihatan yang terus menerus (Kisah Rasul 2:1-4,17). Yesus, adalah contoh sempurna bagaimana hidupNya selalu berhubungan dengan Allah yang Mahakuasa. Ia tidak melakukan segala sesuatu atas kehendakNya sendiri, tetapi karena Ia melihat apa yang Bapa kerjakan dan mendengar apa yang Bapa katakan. (Yohanes 5:19,20,30) Sungguh luar biasa kehidupanNya!

Mampukah kita hidup seperti Yesus? Tujuan utama kematian dan kebangkitan Yesus adalah memberikan kita kemampuan untuk menerima kehadiran Allah secara langsung, dan kita diperintahkan untuk datang lebih dekat (Lukas 23:45 Ibrani 19:22). Mungkin apa yang saya sampaikan ini terasa janggal di budaya rasional di era abad ke-20 ini sebab tergambarkan sebagai pengalaman dan pengajaran alkitabiah. Sudah saatnya menyelamatkan Gereja atas apa yang seharusnya menjadi milik Gereja!
Karena budaya rasional yang begitu kuat, sebagian mungkin memerlukan bantuan lebih lanjut untuk memahami kebenaran ini. Pelajari buku “Communion with God (Berhubungan erat dengan Allah)” dari penulis yang sama.


Kunci #Keempat : Jurnal, penulisan permohonan doa dan jawaban dari Allah, adalah cara kita secara bebas mendengar suara Allah.

Allah memerintahkan Habakuk menuliskan penglihatannya dan mengukirnya pada loh-loh batu ...(Habakuk2:2). Tak pernah terpikir oleh saya untuk menuliskan doa-doa saya dan jawaban-jawaban Allah seperti yang Habakuk lakukan atas perintah Allah. Jika kita mencari dalam Alkitab, akan ditemukan ratusan pasal yang membuktikan semua ini. (Mazmur, kitab para nabi, Wahyu). Mengapa tak pernah terpikirkan oleh saya?

Saya menyebut proses ini “Jurnal” dan saya telah mencobanya. Saya temukan bahwa ini adalah suatu cara yang menajamkan kejelasan curahan spontan dari Allah, karena dengan menulis jurnal saya dapat menulis dengan iman selama sekian waktu, dan sungguh-sungguh mengimaninya dari Allah. Saya tidak perlu mengujinya saat saya menerimanya (sebab inilah yang biasanya jadi penghambat), karena saya tahu saat curahan itu telah saya terima, saya bisa kembali, menguji dan menelitinya dengan sangat hati-hati, memastikan semuanya ini sejalan dengan Alkitab.

Anda akan terheran-heran saat mulai menulis. Keraguan mungkin mengganggu anda, tapi jangan perdulikan. Ingatkan diri anda bahwa ini konsep alkitabiah, bahwa Allah hadir dan berbicara pada anakNya. Jangan terlalu tegang. Bila anda tegang, anda sulit menerima kehadiran Roh Kudus. Saat kita berhenti dari semua pekerjaan kita dan memasuki tempat perhentianNya, Allah akan hadir. (Ibrani 4:10). Karena itu, tersenyumlah, duduklah dengan nyaman, ambillah pena dan kertas dan arahkanlah perhatian anda untuk pujian dan penyembahan pada Allah, carilah WajahNya. Saat anda menuliskan pertanyaan-pertanyaan pada Allah dan menjadi tenang, arahkanlah pandangan pada Yesus, yang juga hadir bersama anda, maka anda akan segera mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anda. Jangan ragu. Tulislah. Nanti saat anda membaca jurnal tersebut, anda akan merasa diberkati menemukan diri anda telah berdialog dengan Allah.
Catatan akhir : Tak seorangpun dapat mengalami ini tanpa sebelumnya membaca habis Alkitab - paling tidak Perjanjian Baru (sebaiknya keseluruhan Alkitab). Harus memiliki penyerahan dan keteguhan secara rohani. Semua hal yang diperoleh melalui jurnal harus diserahkan sebelum dilaksanakan.

Untuk pengajaran yang lebih lengkap pada topik ini, silahkan buka situs [url]www.cwgministries.org[/url]
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 21st March 2007
Sahi's Avatar
AP - Veteran
 
Join Date: Feb 2007
Posts: 274
Sahi will become famous soon enoughSahi will become famous soon enough
Default

Suara Tuhan atau Suara... Bingung?

Sering orang bertanya bagaimana membedakan suara Tuhan dan suara yang bukan dari Tuhan. Kalau saudara mau sungguh-sungguh bias membedakannya, maksa saudara benar-benar dilatih menjadi orang percaya yang keluar dari pola hidup keKristenannya yang oportunis dan manupulatif.

Orang Kristen opotunis dan manipulatif maksudnya orang Kristen yang hanya mau memanfaatkan Tuhan untuk kepentingan sendiri. Mereka tidak sungguh-sungguh belajar mengerti kehendak Tuhan dan melakukan kehendakNya . Orang Kristen yang mau mengerti kehendak Tuhan. Ini adalah orang Kristen yang dewasa. Perlu dicatat, bahwa Tuhan banyak berbicara hanya kepada orang percaya yang melayani Tuhan, yang mempertaruhkan hidup bagi Tuhan. Bukan bagi diri sendiri untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Bagaimana seseorang dapat mendengar suara Tuhan? Pertama, seseorang harus percaya bahwa Allah adalah Allah yang hidup. Ia bertelinga untuk mendengar, Ia memiliki kehendak untuk mengambil keputusan dan bertindak. Allah adalah Yang Maha Tinggi yang bertahta di terang yang tak terhampiri. Ia adalah Allah yang tidak dapat disejajarkan dengan manusia yang terbatas dalam segala sesuatu. Namun terhadap manusia ini, Allah berkenan membelas kasihani, mengasihi dan memberitahukan pikiranNya. Memberi tahu pikiranNya artinya mau menyatakan kehendakNya dengan lengkap dan jelas. Ini adalah anugerah yang luar biasa, yang harus mendapat perhatian kita dengan sungguh-sungguh.

Allah Bapa kita adalah Allah yang responsif dan reaktif. Oleh sebab itu adalah kerugian kalau kita tidak mengalami Tuhan secara riil. Ia adalah Allah yang nyata. Alkitab tidak pernah mencoba membuktikan adanya Tuhan, sebab para penulis Alkitab yakin dan mengalami bahwa Tuhan ada dan riil. Bagi mereka Allah tidak perlu dibuktikan lagi, karena sedemikian riilnya. Oleh sebab itu mendengar suara Tuhan bukanlah sesuatu yang jauh dari pengalaman hidup orang percaya. Seharusnya sedekat detak jantung kita, sedekat itulah suara Tuhan. Sebab Ia tinggal didalam kita. Kenyataan yang kita temukan hari ini, jarang sekali orang yang mengalami secara riil kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Dengan demikian kita berpikir bahwa yang dapat mendengar suara Tuhan hanya orang khusus saja.

Hati-hati dengan promosi diri beberapa orang Kristen yang menyatakan seolah-olah hanya dirinya yang bisa berhubungan dengan Tuhan karena memiliki hak khusus di hadapan Tuhan atau privilage. Setiap kita memiliki privilage di hadapan Tuhan. Jangan bimbang. Percayalah.

Langkah kedua, harus aktif mencari kehendak Allah, yaitu menjadi orang-orang yang haus akan kebenaran. Biasanya orang berkata: “Bimbinglah kami ya Tuhan.” Tetapi kenyataannya, banyak orang tidak hidup dalam bimbingan Tuhan sekalipun mulut mereka berkata bimbinglah kami. Tuhan mau membimbing umatNya (Mzm 23:2-3), tetapi umatNyalah yang menolak bimbinganNya. Sering ucapan doa mohon bimbingan Tuhan hanya merupakan kalimat penghias doa saja, tetapi kenyataannya orang tersebut tidak sungguh-sungguh mohon bimbingan Tuhan. Sesungguhnya Allah begitu bergairah membimbing kita. Kitalah yang sering kurang bergairah. Gembala itu selalu membimbing umatNya, tetapi dombaNya yang sering memilih jalannya sendiri.

Ada hal-hal yang harus kita penuhi untuk hidup dalam bimbingan Tuhan, yaitu mengerti kehendakNya dan memiliki hati yang “nurut”. Kita harus selalu bertanya kepada Tuhan atas segala tindakan dan keputusan yang akan kita ambil. Harus diakui sering kita tidak melibatkan Tuhan dalam perencanaan dan tindakan, sebagai akibatnya kita menemui berbagai kegagalan dan kerugian bahkan bisa menyeret ke dalam kebinasaan. Dalam Yakobus 4:13-17, jelas Tuhan mengajarkan agar kita tidak melupakan Tuhan dalam perencanaan. Allah harus dilibatkan dalam segala hal dalam hidup kita.

Tentu kita tidak mau menghadapi bencana seperti yang dialami oleh Naomi (Rut 1). Abraham juga pernah mengalami kepahitan tatkala ia berjalan tanpa petunjuk Tuhan (Kejadian 16). Ia mengambil Hagar menjadi istri tanpa minta persetujuan Tuhan, sebagai akibatnya penderitaan panjang yang harus dialami anak cucu dan keluarganya. Belajarlah dari Eliazar tatkala mencari jodoh untuk Ishak anak Abraham, ia bertanya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh (Kejadian 24). Kalau tidak mau salah pilih jodoh atau menantu, itu caranya. Kita harus memiliki keberanian, kesabaran dan keyakinan teguh untuk mohon petunjukNya dalam mengambil tindakan. Daud di Ziklag ketika terdesak oleh keadaan yang sulit ia berdoa mohon petunjuk Tuhan (1Sam 30:1-8). Dalam hal ini dibutuhkan kerendahan hati (Mzm 25:9). Kerendahan hati berpangkal pada kesadaran bahwa kita membutuhkan Tuhan. Kita tidak dapat jalan sendiri. Pengandalan kekuatan manusia adalah kutuk (Yer 17:5). Kesombongan berpangkal pada “rasa mampu hidup tanpa Tuhan”. Kesombongan seseorang akan menutup mata hatinya menerima bimbingan Tuhan. Kerendahan hati disini juga nampak dalam kesediaan kita untuk memiliki hati seperti anak-anak (Mat 18:3). Hati seperti ini sejajar dengan hati yang lemah lembut (Mat 5:5). Hati yang lemah lembut adalah hati yang mau dibimbing oleh kebenaran Firman Tuhan (Yak 1:21). Allah menentang orang congkak, tetapi mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati (1Pet 5:5). Anugerah disini bisa berarti bimbinganNya.

Selanjutnya langkah yang ketiga untuk dapat membedakan suara Tuhan atau suara bukan dari Tuhan adalah seseorang harus hidup suci, sebab tanpa kesucian tidak seorangpun akan melihat Allah. Melihat disini adalah melihat dengan hati (Mat 8:8, opsontai). Melihat dengan hati artinya peka terhadap kehendak Tuhan. Hati yang keruh seperti radio yang rusak yang tidak dapat menangkap siaran.

Terakhir, langkah keempat: Kita harus berjalan dalam kebenaran (Yesaya 59:2). Maksudnya berjalan dalam kebenaran disini adalah kesediaan menjadikan Alkitab sebagai tuntuna hidup satu-satunya. Seorang yang mau hidup dalam bimbingan Tuhan adalah orang-orang yang menjadikan Firman Tuhan satu-satunya panduan hidup, the way of life (Mzm 119:11-16). Harus diakui penghargaan kita terhadap Firman Tuhan sering belum pada tempatnya. Penghargaan kita pada filsafat dunia dan pengalaman hidup lebih dari penghargaan kita terhadap Firman Tuhan. Seorang yang mau hidup dalam bimbingan Tuhan harus fanatik dengan isi Alkitab. Ia harus merasa tidak dapat hidup tanpa Alkitab. Tidak ada satu haripun yang boleh dilewatinya tanpa membaca Alkitab.

Kita harus percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang mampu membawa kita kepada pengertian-pengertian yang benar tentang Allah, inilah yang membuka mata hati kita mendengar suara Tuhan secara lisan. Jangan harap mendengar suara Tuhan secara lisan sebelum kita memahami kebenaran-kebenaran Allah melalui Alkitab. Kalau seorang hamba Tuhan khotbahnya berantakan, tidak bisa menganalisa Alkitab dengan benar, tidak menafsirkan Alkitab secara jujur dan adil. Pengajarannya ngawur lalu mengaku mendengar suara Tuhan. Tentu itu bukan suara Tuhan. Sebab Tuhan tidak akan pernah menyangkali AlkitabNya. Ukuran kebenaran suara Tuhan adalah Alkitab. Bukan kitab lain dan pengalaman pribadi! Hati-hati. Jabatan pendeta bukan jaminan. Gelar juga bukan jaminan. Banyak gelar palsu atau tidak bernilai akademis, inilah penipuan akademis itu. Kiranya Tuhan memberi “kecerdasan Roh” kepada saudara.

Sumber: [url]http://www.rehobot.net/pengajaran.php?action=fullnews&id=26[/url]
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 21st March 2007
Sahi's Avatar
AP - Veteran
 
Join Date: Feb 2007
Posts: 274
Sahi will become famous soon enoughSahi will become famous soon enough
Default

FYI:
Bahan pertama 4 Kunci Mendengar suara Tuhan ditulis seorang Protestan.

Bahan kedua Suara Tuhan atau Suara Bingung? ditulis kalangan Kharismatik.
Reply With Quote
Reply


Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Hubungan Iman dan Perbuatan Enrico Jawaban Kristen 212 14th May 2008 08:52 AM
Pacaran dengan lain agama sant_psht85 Love, Dating & Relationship 89 28th May 2007 03:38 PM
kepikbirus kepikbiru Diskusi General 40 19th November 2006 07:29 PM
Sharing Email Berkat Hannah Renungan Harian 48 8th September 2005 11:39 PM
KURIOS - Study Kata SarapanPagi Pengajaran Alkitab 27 11th July 2005 08:15 PM


All times are GMT +7. The time now is 05:35 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Optimization by vBSEO 3.1.0



*** www.AkuPercaya.com ***