Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI KRISTEN PRAKTIS > Gereja/Pelayanan
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 17th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default Youth Church

YOUTH CHURCH
Antara Utopia dan Realita


Anak muda sedang ‘mewabah’, atau mungkin bisa disebut populer. Jumlah mereka yang besar, gaya hidup yang luarbiasa tidak biasa, dan dampak yang mereka hasilkan, entahkah itu negatif atau positif. Tetapi, sejujurnya, anak muda biasanya ditanggapi negatif. Keingintahuan mereka, gegabah, dan dianggap belum cukup bijak untuk mandiri tetapi tidak lagi mau dianggap anak kecil.

Sedikit banyak gereja juga menanggapi anak muda dengan cara yang sama, penuh kekhawatiran, sehingga sering kali ‘merantai’ anak muda dengan patok-patok peraturan dalam ber-gaya hidup sesuai dengan Alkitab. Tentu saja patok-patok ini sangat membantu anak muda untuk melihat mana yang baik dan benar. Tetapi apakah cukup untuk membuat mereka memilih melakukan yang baik dan meninggalkan yang jahat? Jangan-jangan yang gereja lakukan sekarang hanya sekedar memberitahu apa yang baik dan benar saja...

Sementara gereja berusaha keras menarik anak muda, dunia justru tidak perlu bersusah payah ‘menjangkau’ mereka. Anak muda nyaman berada di tengah-tengah dunia. Kebutuhan mereka terjawab, keinginan mereka terpenuhi. Dunia adalah tempat berlindung bagi kaum ini. Lalu, bagaimana dengan gereja? Benarkah gereja hanya menjadi tempat berlindung para orang tua yang sebentar lagi hendak menghadap Bapa dan pengadilan surga, bersiap-siap untuk hidup kudus di hadapan Tuhan sehingga dilayakkan masuk ke dalam Surga? Wajar saja gereja seperti kota mati tanpa kehidupan.

Seharusnya gereja menjadi awal, bukan akhir; tempat pelarian utama; bukan terakhir. Sayang wajah gereja terlalu sulit dimengerti anak muda, ‘tingkat kerohanian’ gereja terlalu sulit ditembus kaum yang lebih memilih memakai jeans belel dan kaos ketat dibanding kemeja putih rapih beserta celana kulotnya. Terlalu muluk mengatakan bahwa idealnya gereja menjadi tempat favorit anak muda. Tetapi begitulah seharusnya! Yesus menarik murid-muridnya ketika mereka masih muda dan tidak bisa apa-apa kecuali melakukan hal-hal bodoh (saya akan terangkan ini nanti, red.) Jadi mengapa kita tidak bisa? Walaupun pada realitanya gereja adalah ekstrim utama kejiwaan anak muda yang jarang sekali mendapat tempat dalam hati mereka, tetap saja seharusnya utopia ini dapat dicapai.

…ironis memang…
“Sekarang ini (terutama di Indonesia) ditemukan banyak sekali gereja yang mengakui diri mereka YOUTH CHURCH atau mempunyai kegiatan bagi anak muda mereka. Lalu mengapa sedikit sekali anak muda yang bertobat?” ●Essly The●
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 18th June 2008
salamhw's Avatar
AP - Citizen
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 176
salamhw is infamous around these parts
Default

Kenapa tidak banyak orang-muda yang bertobat ? Kemungkinannya banyak banget: a) karena gereja sekarang tidak banyak melakukan penginjilan; b) karena pengurus gerejanya mengemas "kegiatan kepemudaan" dengan cara-cara dunia; c) karena gembalanya tidak menjalankan perannya sebagai pengajar; d) karena memang belum dapat anugerah hidup-baru; dst.

Salam HW.
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 18th June 2008
heaRtkeeper7207's Avatar
AP - Clueless Newbie
 
Join Date: Jun 2008
Location: Indonesia
Posts: 3
heaRtkeeper7207 is infamous around these parts
Default

Kalo boleh ikutan...
well... kenapa tidak banyak orang muda yang bertobat... jawabannya sih yang aku dapet selama ini adalah bahwa Gereja sekarang tidak bisa mengimbangi pergerakan dunia yang cepat. Gereja seharusnya lebih maju minimal satu langkah di depan pergerakan dunia.
Anak muda selalu mempunyai Inovasi2 dan bakat untuk membuat suatu perubahan tetapi apa yang terjadi kegerakan dibatasi oleh "adat istiadat" gereja. Dan semua itu membuat orang muda beranggapan bahwa Gereja hanya untuk orang2 suci... nah kelanjutannya coba deh cari jawabannya dengan kita introspeksi diri dulu.. buka mata... buka hati... pasti deh dapet jwabannya dari Tuhan Yesus... God bless ya'll
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

<continued>

(NB: Saya kutip sepenuhnya artikel ini dari majalah "The Bridge"-El-Shaddai Creative Church Bandung dengan penulis bernama Yusni Reiny,semoga bermanfaat artikel ini.GBU)

WHO IS YOUTH?

Sangat mudah sebenarnya mendeskripsikan siapa youth. Tetapi yang harus diketahui sebelumnya adalah anak muda bukan objek, mereka adalah subjek dari sebuah kultur. Mari saya jelaskan. Melihat anak muda sebagai objek hanya akan menghasilkan penghakiman bagi mereka, seakan-akan mencoba ‘membedah’ mereka sambil mengingkari kenyataan bahwa setiap manusia pasti akan atau pernah mengalami masa muda.

Seseorang dianggap anak muda ketika mereka mulai tumbuh dewasa secara biologis dan psikologis. Harus diingat bahwa kata yang dipakai disini adalah MULAI TUMBUH DEWASA, bukan TELAH TUMBUH DEWASA. Jika diibaratkan benih, anak muda adalah tunas. Bentuk mereka belum terlihat, entah akan seperti apa mereka jadinya itu tergantung dari kehidupan mereka saat bertunas.
Coba lihat sebuah tunas kelapa. Tunas bukan batang, dia tidak sekokoh batang pohon kelapa. Tunas bukan daun, dia tidak seindah nyiur yang melambai-lambai menggoda seperti dalam lagu Rayuan Pulau Kelapa. Tunas hanyalah tunas, belum terlihat apa yang sebenarnya dia inginkan atau seperti apa dia nantinya. Dia sangat rentan, cukup patahkan saja tunas dari bijinya, dan dia akan mati!
Tetapi tunas sebenarnya sangat kuat! Dia tidak mau diatur dan tidak suka dibatasi. Dia liar dan ingin tahu, bahkan dia sanggup memecahkan tembok biji yang kokoh dan menerobos keluar untuk tumbuh seperti apa yang dia mau. Keinginannya yang kuat, usianya yang masih muda dan semangatnya yang tinggi membuat tunas menjadi sangat kuat. Dia tidak mau diatur dan mempunyai energi yang tidak pernah habis.

Itulah anak muda! Mereka tidak mau diatur, tidak suka dibatasi, susah ditegur, selalu ingin tahu, liar, tetapi mereka sangat rentan dan lemah. Kekuatan mereka tak ada batasnya, semangat mereka tak ada habisnya, tetapi sekali saja mereka dipatahkan, kematian yang menjadi pilihan mereka. Sangat kontras memang…tapi itulah anak muda. Mereka tidak lagi selemah anak kecil, tetapi belum sekuat orang dewasa.

Jadi bagaimana membuat kekristenan menjadi gaya hidup pilihan mereka sedangkan mereka tidak pernah mau diatur? Yesus adalah teladan yang baik dalam hal ini. Dia memulai pelayanannya ketika masih muda, dan dia memanggil murid-muridnya yang juga masih muda. Rata-rata murid Yesus hanya seorang penjala ikan, atau tukang tagih utang dan pajak, atau malah pemberontak seperti Simon orang Zelot. Pemberontak sepertinya memang gaya hidup anak muda. Selalu merasa tidak puas dengan apa yang ada dan merasa mempunyai jalan keluar yang lebih baik dari yang telah ada.

Tetapi tidak terlihat sedikit pun Yesus pesimis terhadap 12 anak muda yang dipilihnya ini. Dia sanggup melihat dan menjaga benih itu tumbuh. Yesus melihat tidak hanya kelemahan mereka tetapi juga potensi mereka. Mungkin, ini hanya praduga saya, Yesus berpikir seperti ini : “Ah, toh semua orang pasti muda dulu baru menjadi tua, bodoh dulu lalu nanti pun jadi pandai karena pengalaman. Jadi lebih baik memulai dengan mereka dulu dan akhirnya mereka bisa menjadi yang baik sesuai potensi mereka.” Seperti dibuat-buat ya? Memang saya buat-buat, makanya saya bilang itu hanya praduga saya. Tetapi saya pikir seperti itulah anak muda. Mereka mungkin terlihat tidak berhikmat tetapi penuh dengan potensi.

Yesus sanggup melihat potensi di dalam diri setiap orang tersebut sehingga mereka tidak hanya mau dimuridkan (jarang anak muda mau diajar), lebih lagi mereka mau diubah (rata-rata anak muda mau menang sendiri dan semau gue). Yesus benar-benar tahu bagaimana caranya mengeluarkan potensi mereka tanpa membuat mereka merasa berdosa dengan keadaan mereka. Ini memang cara yang cukup adil bagi kaum labil ini. Harus disadari bahwa merekalah pembawa perubahan yang sebenarnya, mereka yang menentukan seperti dunia pada masa ini akan menjadi.
Sekali lagi, anak muda bukanlah objek, mereka adalah subjek dari sebuah kultur, merekalah pelaku, pemeran utama, tuan dan penguasa sebuah kultur. Kultur lahir dari jiwa mereka, kultur terbentuk dalam tangan mereka, dan dunia mengakuinya. Sayangnya, muda adalah suatu masa. Muda bukan keabadian, manusia tidak mungkin berada terus menerus dalam fase ‘MULAI TUMBUH DEWASA” dan tidak pernah memasuki fase “TELAH TUMBUH DEWASA”(Pengkotbah 1:4). Tetapi apa yang terjadi dalam fase seseorang ketika muda sangat menentukan seperti apa dia ketika dewasa. Dan bicara tentang masa depan anak muda, seharusnya gereja punya andil besar dibanding dunia, jika memang gereja berniat menghasilkan manusia-manusia dewasa yang berdampak!



…sebenarnya…
“Sejak semula Tuhan menciptakan Adam, Tuhan langsung meminta Adam mengelola bumi (dengan bekal tidak ada pengalaman dan tidak punya pengetahuan). Tuhan tidak menunggu Adam menjadi tua dan banyak tahu dulu baru mempercayakan tanggung jawab padanya.” ●Frans Yanuar●
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

<continued-part 3>

Now, WHAT IS YOUTH CHURCH?

Yang jelas bukan sekedar gereja(church) yang isinya anak muda(youth). Saya lebih suka menggambarkan Youth Church sebagai gereja yang muda, bukan dari segi umur saja, tetapi juga gaya, kekuatan, penampilan, jiwa, atau apapun. Muda identik dengan kekuatan. Kekuatan identik dengan kemenangan. Jadi, sepertinya benar kata pepatah yang berkata, “Yang muda, yang menang” (kalau anda tidak tahu pepatah itu, tentu saja karena itu kata pepatah saya!)
Bicara tentang YOUTH CHURCH juga bicara tentang RELEVANSI. Pengkotbah 1:4 berkata bahwa generasi demi generasi akan datang dan pergi silih berganti, tetapi bumi tetap ada. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, anak muda adalah pemegang kultur. Saat ayah saya muda, orang senang sekali memakai kemeja yang terbuka kancingnya sampai dada dan celana kulot gombrong. Itu gaya pada masa itu, dan anak mudalah yang membuat kultur itu. Sekarang ini, anak muda suka memakai jeans ketat dengan kaos ketat sehingga terlihat seperti ‘junkies’. Sangat berubah, dan anak muda yang membuat perubahan itu!
Jadi jika berbicara tentang gereja anak muda, itu berarti gereja yang siap berubah-ubah sesuai dengan bentuk anak muda yang paling up-to-date. Harus dimengerti bahwa bukan kebenaran yang diubah-ubah, karena kebenaran tetaplah kebenaran! Tetapi PACKAGING (kemasan) sebuah gereja anak muda memang harus selalu (mau tidak mau) berubah. Anak muda tidak selalu muda. Saat mereka menjadi dewasa, generasi muda baru akan menggantikannya. Tidak mungkin gereja tetap memakai wajah lama untuk melayani mereka, itu akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan ga nyambung… Jadi, mau tidak mau, jika gereja memang ingin serius menangani kumpulan domba yang masih labil ini, gereja harus terus menerus berubah bentuk. Percayalah, Yesus pun melakukan hal yang sama! (Mat 10:16, keseluruhan cerita ini sedikit banyak menggambarkan bahwa menjadi ‘sama’ dengan dunia dalam hal kemasan akan membuat majelis agama terganggu…).
Mengapa harus tetap relevan/up-to-date/berubah-ubah sesuai jaman? Karena anak muda SANGAT KREATIF! Mereka sanggup membentuk kultur (atau sebut saja mode) yang berubah-ubah dalam waktu yang cepat karena kreativitasnya. Luar biasa, Tuhan membuat kaum labil ini punya potensi yang besar! Merekalah sebenarnya yang mengubah dunia! Menjadi relevan sama dengan menampung segala kreativitas mereka dan membiarkan mereka tumbuh ‘liar’ sehingga akhirnya mereka menjadi seseorang.

…the answer is CHANGE!...
“Ada sebuah mall tua di daerah Asia-Afrika, Bandung. Dulu mall itu adalah mall yang cukup terkenal di sana, sayangnya sekarang sudah bangkrut dan tak bernama lagi, karena mall tersebut sudah tidak up-to-date.” ●Frans Attuh Sanger●

Tetapi tolong jangan salah mengerti tentang kata berubah yang saya pakai disini. Saya tidak sedang membuat gereja sekedar menjadi komunitas pengubah tren! Yang paling penting dimengerti mengenai anak muda adalah bahwa mereka sangat beragam. Kreativitas di dalam jiwa seorang anak muda membuat generasi ini tidak pernah menjadi seragam. Mereka berbeda, jiwa mereka berbeda, gaya mereka berbeda, keinginan mereka berbeda. Jadi yang paling perlu diperhatikan adalah untuk menerima mereka dengan segala kreativitas jiwa yang berbeda tersebut.
Sepertinya perlu saya jelaskan arti kata kreatif sebenarnya. Kata kreatif itu sendiri mempunyai arti mempunyai kekuatan untuk menciptakan sesuatu (dari Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English). Dan kreativitas adalah segala sesuatu yang diciptakan. Yang menarik adalah arti kata CREATE=cause something to exist, make something new or original, give rise to (menyebabkan sesuatu eksis/ada/diakui/terlihat, membuat sesuatu yang baru, memberi pertumbuhan kepada).
Ketika berbicara tentang gereja yang kreatif seharusnya itu berbicara mengenai gereja yang membuat anak-anak muda dapat eksis atau diakui keberadaannya sebagai seorang pribadi. Keutuhan setiap orang adalah hal yang paling esensi. Saya bukan sedang membahas masalah-masalah humanisme belaka, tetapi saya percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai manusia yang utuh. Setiap pribadi adalah pribadi yang unik, yang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan orang lain.
Itu sebabnya anak muda biasanya memberontak dan menyukai perubahan. Masa muda adalah masa dimana jati diri seseorang mulai dibangkitkan. Pada masa ini, seseorang berjuang dengan jati dirinya sendiri, seperti apakah dia sebenarnya, siapa dia dan bagaimana dia harus menjalani dan menyikapi hidup. Dan jawaban dari masa ini selalu berbeda-beda, setiap orang tidak pernah sama.
Jadi, sekali lagi, jika kita setuju bahwa sekarang kita sedang berbicara tentang sebuah gereja yang kreatif, itu berarti gereja harus siap menerima perbedaan setiap anak muda dan mau menjawab kebutuhan mereka sesuai jiwa mereka, bukan dengan keseragaman belaka. Mereka menyukai tren, tetapi tidak semua tren yang sedang digemari mayoritas anak muda pada suatu jaman menjadi tren utama. Karena jika demikian, maka kreativitas itu sendiri tidak akan ada. Hal yang diperlukan adalah memahami apa yang menjadi kebutuhan anak muda yang sedang gereja layani, bukan sekedar apa yang menjadi tren saja. Perlu diingat juga, memahami dan menjawab kebutuhan sangat berbeda dengan mendikte hidup mereka.
Anak muda adalah perubahan itu sendiri. Kata kunci mengenai anak muda adalah KREATIF. Dan dua hal yang paling dibutuhkan anak muda adalah DIJANGKAU DENGAN CARA YANG KREATIF dan DIBAPAI DENGAN CARA YANG KREATIF.
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

<continued part 4>

Mari membahas dua hal ini lebih dalam :

1. CREATIVE OUTREACH

Anak muda hanya dapat dijangkau dengan cara yang kreatif, cara yang disukai oleh mereka. Tentu saja ini berarti berbeda-beda untuk setiap orang dan dalam setiap jaman. Tidak bisa cara bertobat jaman ayah saya muda dipakai pada saat saya bertobat (sekedar informasi, saya tidak bertobat di gereja, saya bertobat pada saat saya berlatih lakon untuk suatu pementasan teater saya, sendiri di dalam kamar. Ayah saya bertobat di gereja, lengkap dengan fashion paling gaya di jamannya dan sebuah alkitab di tangan).

Sering kali kita mengotak-kotakkan anak muda pada suatu bentuk atau gaya, padahal anak muda justru sangat kompleks dan berbeda-beda. Kita tidak dapat mengatakan kepada satu kelompok bahwa dia tidak muda hanya karena tidak menyukai musik atau kepada kelompok lain hanya karena mereka tidak bisa skate-boarding.

Maksud penjangkauan secara kreatif adalah menjangkau dengan cara yang paling relevan dengan anak muda. Jika mereka menyukai musik, tariklah mereka melalui musik. Jika melukis adalah jiwa mereka, mengapa tidak membawa mereka melalui itu. Atau jika memang fashion menjadi pilihan utama mereka, sepertinya gereja perlu mencoba menjangkau mereka melalui acara fashion show, entah bagaimana bentuknya, yang jelas menjadi domba berbulu serigala perlu kita lakukan. Packaging sangat perlu untuk menjangkau anak muda, walaupun bukanlah yang terpenting. Keselamatan tetap menjadi tujuannya.

Ironis memang, tetapi gereja selama ini meminta orang untuk berubah jika mereka mau bertobat dan mengikut Yesus. Tetapi bagaimana bisa berubah jika mengenal Yesus pun tidak, apalagi mau bertobat! Lha wong belum bertobat saja sudah banyak peraturan… Wajar anak muda menolak Yesus.
Sebagai contoh, mari ambil kisah kehidupan dari suatu komsel. Komsel ini sangat ingin menjangkau anak-anak muda yang dianggap berandalan oleh orang sekitar, tidak tahu adat, dan malah dianggap sampah masyarakat. Untuk masuk ke dalam lingkungan anak-anak muda model ini, tidak mungkin komsel tersebut datang dengan alkitab ditangan, gaya sangat ‘anak baik-baik’, lalu dengan entengnya memberitakan Yesus. Saya yakin satu per satu anak-anak komsel akan mereka hajar saking marahnya. Tapi coba dimulai dengan menjadi teman bagi salah satu dari mereka. Menjadi domba berbulu serigala, bergaul dengan mereka dan tetap menjadi teladan dalam kebenaran. Saya percaya tidak akan ada rasa dihakimi disana.

Baik, anggaplah anak itu sudah ‘terjangkau’. Sudahkah dia berubah? Tentu belum! Mungkin gereja masih harus bersabar dengan karakternya yang unik dan selalu bikin susah, siapa tahu… Tetapi jelas bahwa anak muda tersebut sudah mengakui gereja sebagai salah satu pengaruh dalam hidupnya. Ini akan membuat firman lebih mudah disampaikan.

Tidak bisa dibuat suatu taurat mengenai cara-cara menjangkau anak muda. Tetapi ada satu dasar yang kuat untuk dapat melayani mereka:menjadi serupa dengan mereka, menjadi teman, menjadi lingkungan yang mereka sukai, dengan tetap memberikan kebenaran firman yang tak tergoyahkan.

<end of part 4>
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

<continued part 5>

2. CREATIVE FATHERING

Pembahasan tentang pembapaan bagi anak muda bisa menjadi sangat kompleks. Di satu sisi jiwa muda dan ‘keliaran’ mereka tidak boleh dimatikan agar tetap dapat memenangkan hati dan melihat potensi mereka, sedangkan di sisi lain kebenaran harus tetap diberitakan.

Gaya pembapaan yang diterapkan haruslah kreatif. Cara ‘pemerintahan’ tidak selalu efektif jika diterapkan bagi kaum ini. Cobalah gaya ‘pertemanan’. Anak muda senang sekali membentuk kelompok-kelompok kecil yang sering mereka sebut gang (Oxford=group of persons going about or working together, especially for criminal purposes. Itu sebabnya ada istilah gangster).

Jadi, mengapa tidak membuat gang sendiri untuk mereka? Sampai saat ini KOMSEL, atau Komunitas Sel, masih menjadi sarana yang tepat untuk membapai anak-anak muda. Dengan kelompok-kelompok kecil yang ada mereka dapat merasa lebih nyaman (terutama jika dalam 1 sel terdiri dari orang-orang yang berada dalam 1 generasi) dan aman (tanpa merasa tertuduh, karena kedekatan menimbulkan kepercayaan).

Di dalam sel-sel yang ada, mereka dapat belajar untuk berkomunitas dengan cara yang positif. Mereka akan belajar saling membangun dan saling percaya seperti di dalam gang mereka sendiri. Dan komsel adalah tempat transfer teladan yang paling efektif (1 Tim 4:12). Anak muda jarang mau menerima teguran dan sulit sekali diberitahu, tetapi lewat sel-sel yang ada mereka dapat melihat teladan hidup yang benar.

Lima hal yang menjadi pertempuran utama anak-anak muda adalah: Pemberontakan, Sihir (pengaruh yang kuat dari sesuatu atau seseorang), Free Sex, Imajinasi (mengapa…? karena mereka adalah orang-orang yang sangat senang menggunakan pikiran mereka=kreatif), dan Idola (menyukai charisma seseorang). Kelima hal ini ada karena satu hal, kurangnya figur Bapa!

Anak muda butuh dibapai, mereka butuh diarahkan (perlu diingat, mengarahkan sangat berbeda dengan mengatur). Berbeda dengan anak kecil yang masih perlu diperintah untuk melakukan sesuatu, anak muda lebih suka meng-explore dunia mereka sendiri. Tetapi karena kurangnya pengalaman, anak muda tetap belum mengerti benar apa yang tepat untuk hidup mereka. Itu sebabnya pengarahanlah yang dibutuhkan. Membiarkan anak muda tumbuh dengan gayanya sendiri dengan tetap memberi pengarahan adalah cara terbaik untuk akhirnya anak muda tersebut menemukan apa yang dicarinya sendiri dan meyakininya dengan kuat.

Dan yang perlu gereja lakukan bagi mereka adalah MENJAGAI mereka, seperti seorang gembala menjagai dombanya (Yoh 21:15-17). Gembala tidak pernah mengikat dombanya ketika sedang merumput, tetapi sekali saja serigala datang untuk menerkam, gembala akan berjuang bagi dombanya (1 Sam 17:34-35). Jujur saja, kreativitas mereka bisa sangat liar, tetapi jika gereja berperan sebagai bapa, sangat mudah untuk membuat mereka akhirnya tahu apa yang perlu dan penting dilakukan. Biarkan anak muda berkembang dalam ‘keliaran’ mereka, terima mereka apa adanya, jangan hakimi mereka, tetapi layani mereka! Terlihat agak tidak masuk akal memang. Itulah Youth…


<end of part 5>

…bagaimana menjinakkan seekor kuda liar…
“Tahukah anda bahwa kuda adalah binatang yang sangat sensitif? Seekor kuda (apalagi kuda liar) tidak mau didekati oleh seseorang yang sedang sedih, marah atau bad mood. Dia hanya mau didekati seseorang yang datang padanya dengan rasa sayang dan kepercayaan yang tinggi. Itu akan membuatnya nyaman untuk didekati orang yang tidak dikenalnya. »
●Pretty Siregar●
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

<continued in part 6>

INSIDE YOUTH CHURCH’s SERVICE

Lalu bagaimana seharusnya anak muda dalam sebuah ibadah? Yang pasti jangan pernah mematikan kreativitas anak muda. Biar mereka dapat melayani dengan segala keliaran dan kreativitas yang mereka miliki. Sejujurnya, kehadiran anak muda dalam ibadah-ibadah gereja memberi warna yang luarbiasa. Dan ini akan membuat gereja tidak berhenti mengalami perubahan, selalu up-to-date dan relevan.

Sebelumnya, kita harus melihat dulu apa pelayanan yang sesungguhnya. Kolose 1:28-29 mengutip perkataan Paulus mengenai apa yang dia kerjakan dalam pelayanannya. Inti pelayanan gereja adalah memberitakan Kristus. Jadi, sama seperti seorang salesperson/marketing yang sedang menjual produk dagangannya, dia akan mengemas produk tersebut dengan menarik sehingga calon pembeli tertarik untuk membelinya.

Yesus bukan barang dagangan, jelas itu. Tetapi fakta bahwa tidak semua orang tertarik akan keselamatan yang dia bawa seharusnya membuat gereja tergugah. Kematian Yesus hanya untuk satu maksud, menyelamatkan dunia. Dan Dia melakukan pelayanannya dengan cara yang paling relevan di jamannya. Dia dekat dengan para pemberontak (kaum Zelot), Dia menyukai berkumpul bersama sahabat-sahabatnya, Dia dekat dengan orang yang membutuhkannya. Tidak ada jarak antara Yesus dan orang-orang di jamannya.

Berbeda dengan saat ini. Gereja bukan institusi yang dekat dengan anak muda. Ternyata, walaupun sebagian kita mungkin hebat dalam marketing suatu barang atau jasa, kita bukan marketing keselamatan yang baik. Mengapa keselamatan hanya tersimpan dalam kotak yang cocok dengan para orang tua, atau para anak muda baik-baik dari lingkungan baik-baik? Mengapa tidak ada keselamatan dalam rupa kebebasan anak muda?
We are the salespersons of God’s salvation. Seharusnya gereja lebih kreatif dari pada dunia! Lebih menyenangkan, lebih enak dilihat, lebih keren! Kenyataannya dosa dikemas iblis lebih menarik dibanding gereja mengemas keselamatan. Wajar saja dosa laku keras! Mengapa? Karena dari jaman kuda gigit batu sampai sekarang sudah makan pizza, gereja hanya menjual salib kayu kuno berusia 2000 tahun. Bukan berarti tidak menghargai kematian Yesus. Tetapi jujur saja, kalau hanya mengandalkan itu (sekali lagi, hanya), wajar pamor keselamatan di dalam Yesus kalah dengan pamor MTV yang keren dan canggih.

Kenyataannya gereja anak muda bisa mengalahkan pamor event-event anak muda dunia. Kita punya sumber daya yang luar biasa. Anak muda itu sendiri, yang penuh kreativitas dan (tentu saja) keteguhan dalam Roh. Untuk menjangkau anak muda dibutuhkan anak muda!

Seperti yang telah dijelaskan pula sebelumnya, gereja seharusnya menjadi awal. Gereja seharusnya menjadi standar sebuah kota. Gerejalah yang memegang kekuatan untuk menjadi trendsetter. Mengapa? Karena anak muda butuh jawaban yang nyata, tidak sekedar ilmu pengetahuan tentang kebenaran atau pengertian keselamatan. Mereka harus merasakannya, dengan cara yang paling nyata untuk mereka, bukan dengan cara yang tidak bisa diterima jiwa muda mereka.

Sekali lagi akar anak muda adalah CREATIVITY, dan itu harus didukung dengan OUTREACH dan FATHERING yang kuat. Berikan tempat bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitasnya di dalam sebuah ibadah!

<end of part 6>
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

<continued in part 7>

…youth church…
“Keselamatan adalah yang terpenting dalam setiap Youth Service, tetapi packaging dengan berbagai kreativitas perlu untuk membuatnya tetap relevan” ●Bryan Harsanto●



Antara Utopia dan Realita

Bicara mengenai Youth Church tidak dapat dibatasi pada ibadah minggu saja. Justru implementasi yang paling berpengaruh adalah dalam kehidupan sehari-hari (atau katakanlah di hari lain kecuali hari Minggu). Anak muda tidak dapat dibentuk hanya 52 kali dalam setahun, bahkan sepanjang masa muda mereka, anak muda tetap akan bergerak terus mencari jati diri mereka.

Tidak adil rasanya membatasi ruang lingkup pergerakan mereka hanya dalam ibadah-ibadah minggu. Tetapi eksistensi mereka di dalam gereja itu sendiri perlu untuk membuat mereka paham bahwa sama seperti Kristus, gereja juga menerima keunikan mereka apa adanya dan menghargai kreativitas di dalam mereka. Tetap saja pengalaman pribadi tiap-tiap orang dengan Bapa adalah hal utama yang perlu dikejar. Segala aktivitas pelayanan seharusnya membawa mereka lebih dalam bersama Bapa, sehingga sungguh, seorang muda tidak hanya diterima apa adanya tetapi pada akhirnya berubah sesuai pembaharuan budi mereka.

Hanya satu jalan untuk membuat utopia ini menjadi sebuah realita; gereja harus membuka mata
lebar-lebar, melihat apa yang menjadi kebutuhan tiap anak muda, apa yang membuat mereka tertarik, menerima mereka apa adanya, membuat mereka diterima dengan segala keunikan mereka dan yang terpenting menjawab kebutuhan mereka sehingga Kristus boleh menjadi nyata dalam hidup mereka. Hanya satu jalan, tetapi banyak point, dan tentunya lebih banyak lagi cara. Get out of the box, reach them, and don’t judge them!

…youth church…
“sudah jelas bahwa keberhasilan sebuah gereja anak muda bukan pada acara di hari Minggu, tetapi lewat pengalaman pribadi sehari-hari mereka dengan Tuhan. Itu sebabnya, komunitas sel justru lebih berperan daripada ibadah minggu.”
●James Come●


-Yusni Reiny-
for ECC-Youth Service
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

pyuh..maaf panjang artikelnya...jadi saya potong2 menjadi beberapa bagian.
saya sempat merasa seperti 'seseorang' yang suka post artikel2 panjang..akakakkaka..

but point pentingnya, semoga tulisan2 diatas bermanfaat sebagai referensi tentang youth Church, dan mungkin sebagai bahan diskusi pada point2 tertentu.

If you are a youth specialist and have spare time, juz read it, i think it's a nice writing.

GBU all

(NB: Saya kutip sepenuhnya artikel itu dari majalah "The Bridge"-El-Shaddai Creative Church Bandung dengan penulis bernama Yusni Reiny (sudah meminta ijin penulisnya koq..heheh),semoga bermanfaat artikel ini.GBU)
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by heaRtkeeper7207 View Post
Kalo boleh ikutan...
well... kenapa tidak banyak orang muda yang bertobat... jawabannya sih yang aku dapet selama ini adalah bahwa Gereja sekarang tidak bisa mengimbangi pergerakan dunia yang cepat. 'll
bahasa kerennya : gereja tidak relevan.

(semoga tidak ada yang merasa tersinggung : "masih ada juga gereja yang sampai sekarang di youth servicenya masih menyanyikan lagu jaman saya masih sd, dengan tiga kunci gitar, dan dengan gerakan default yang sama...(e.g nyanyikan "bergaaaaaandeeeeeengaaaaaaaan tangan..dalam kasih..etc....)) no offense...juz point of view
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 18th June 2008
a_di's Avatar
AP - Senior Member
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 34
a_di is infamous around these parts
Default

wah panjang bgt kk! males bacany...

yah ketawan deh.. males baca alkitab juga^^

terus menurut kk youth church itu harus gimn?
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 18th June 2008
AP - Senior Member
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 49
gorilaorokna is infamous around these parts
Default

gerejaku lebih jadul lagi n majelisnya lebih menutup diri n cenderung menganggap pemuda itu orang yang belum atau tidak bisa di beri kepercayaan. itulah permasalahannya kenapa gereja menjadi tidak populer di kalangan pemuda, dan remaja malah. belum ditambah dengan pengaruh media dan tawaran mnggiurkan yang membuat mereka kehilangan tujuan hidup. boro-boro buat ke gereja, untuk mikirin dia mau kemana setelah beres sekolah aja dah ga tahu. pengennya menjadi pemberontak, meski ga jelas atao cuma ngekor atao cuma sok-sok jago atao sok-sok jadi rocker. ancur banget, dah.
Reply With Quote
  #14 (permalink)  
Old 19th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by a_di View Post
wah panjang bgt kk! males bacany...

yah ketawan deh.. males baca alkitab juga^^

terus menurut kk youth church itu harus gimn?
wakakkaa..makanya gw bilang
..kalo nganggur aja bacanya...kan referensi..hehehhe

kalo nurut gw, youth church tu harus relevan. Dia bisa memfasilitasi anak muda untuk nemuin visi hidupnya and membantu menuju visi itu. Ga kolot, up to date, gaul, ga boring, tapi tetep radikal buat Tuhan. Terlalu idealis ya?
tapi ga juga koq..heheh

"Seharusnya gereja menjadi sebuah komunitas yang menyenangkan, gimana youth bisa melihat Gereja jika image mereka tentang gereja adalah kemeja putih dan celana panjang kulot hitam yang disterika rapi"
Reply With Quote
  #15 (permalink)  
Old 19th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by gorilaorokna View Post
gerejaku lebih jadul lagi n majelisnya lebih menutup diri n cenderung menganggap pemuda itu orang yang belum atau tidak bisa di beri kepercayaan. .
memang kadang seperti itu, tapi gmn ya bisa cara pandang n pikir generasi dia atas kita bisa berubah ya? kebanyakan sudah tidak mau up to date....nonton bioskop dilarang.. mainin musik planetshakers dilarang.. cape de
Reply With Quote
  #16 (permalink)  
Old 19th June 2008
marcell_cool's Avatar
AP - Adopted by Grace
 
Join Date: Mar 2008
Location: Australia
Posts: 612
marcell_cool has a little shameless behaviour in the past
Default

Youth church tidak relevan.

Youth itu seiring berlalunya waktu akan menjadi dewasa dan tua, disitu muncul persoalan mereka yang baru. Dan youth disetiap generasi mempunyai pola pikir berbeda. Youth jaman bokap kita sama youth sekarang kan beda jauh.
Reply With Quote
  #17 (permalink)  
Old 19th June 2008
LieL's Avatar
........
 
Join Date: Aug 2006
Location: Iceland
Posts: 2,824
LieL is a splendid one to beholdLieL is a splendid one to beholdLieL is a splendid one to beholdLieL is a splendid one to beholdLieL is a splendid one to beholdLieL is a splendid one to beholdLieL is a splendid one to behold
Default

beberapa hal gua setuju, beberapa hal nggak.

karena saat "gereja" berusaha memenuhi "keinginan" mereka, maka secara tidak langsung "gereja" menjebak mereka dalam kondisi "ke-aku-an". Saat mereka tidak mendapatkan "hal2" yang mereka inginkan di dalam gereja, atau seiring waktu mereka mulai menemukan realita, bahwa "gereja" hanyalah kumpulan orang2 berdosa, atau apa yang disuguhkan gereja "tetap saja" tidak senikmat apa yang disuguhkan dunia, maka mereka akan menjauh dari gereja.

Memang "melayani" apa yang mereka butuhkan itu perlu, namun bukan hanya sekedar "kebutuhan permukaan" yang nampak, tapi lebih menyentuh jauh ke dalam.
__________________
Transformation doesn't happen unless your willing; it's your choice
(Oprah Winfrey)
Reply With Quote
  #18 (permalink)  
Old 19th June 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by LieL View Post
beberapa hal gua setuju, beberapa hal nggak.

karena saat "gereja" berusaha memenuhi "keinginan" mereka, maka secara tidak langsung "gereja" menjebak mereka dalam kondisi "ke-aku-an".
mungkin bukan memenuhi keinginan, tapi memenuhi kebutuhan. Bukannya gereja salah satunya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan jemaatnya. Gw ga bilang bahwa berarti jemaat harus dipenuhi semua keinginannya, tapi kebutuhan mereka paling tidak terpenuhi. Seperti anak muda paling butuh untuk self-actualitation, fathership, komunitas,dsb. Tentunya dengan packaging yang lebih 'youth'.

Quote:
Originally Posted by LieL View Post
Saat mereka tidak mendapatkan "hal2" yang mereka inginkan di dalam gereja, atau seiring waktu mereka mulai menemukan realita, bahwa "gereja" hanyalah kumpulan orang2 berdosa, atau apa yang disuguhkan gereja "tetap saja" tidak senikmat apa yang disuguhkan dunia, maka mereka akan menjauh dari gereja.
Hmm..memang biasanya diakhirnya ada penyaringan sendiri, anak2 mana yang memang hanya mengejar 'keinginan' ato yang benar2 ingin bertumbuh. Justru ketika mengetahui bahwa gereja adalah kumpulan orang berdosa, bukan kumpulan orang2 tidak berdosa(sok) dengan jabatan tangan 'shallom'nya, mereka akan merasa bisa menjadi seperti dirinya sendiri. Gak perlu sok suci, berdoasa ya ngaku aja, asalkan tetap ada kehendak untuk jadi lebih baik. BUkankah anak muda yang paling terkenal dengan kespontanannya, terkenal dengan 'semaunya sendiri'. Dan untuk inilah youth church ada, memagari mereka, membantu mereka berkembang, namun tidak mematikan setiap potensi mereka.

Quote:
Originally Posted by LieL View Post
Memang "melayani" apa yang mereka butuhkan itu perlu, namun bukan hanya sekedar "kebutuhan permukaan" yang nampak, tapi lebih menyentuh jauh ke dalam.
Yup! gw setuju. Makanya dibutuhkna pembapaan yang intensif. Heheh. Peace yo
Reply With Quote
  #19 (permalink)  
Old 21st July 2008
supernis's Avatar
nobody
 
Join Date: Aug 2007
Location: Indonesia
Age: 31
Posts: 2,092
supernis is a splendid one to beholdsupernis is a splendid one to beholdsupernis is a splendid one to beholdsupernis is a splendid one to beholdsupernis is a splendid one to beholdsupernis is a splendid one to beholdsupernis is a splendid one to behold
Send a message via Yahoo to supernis
Default

TS,

ada yang mau tau soal ELS tuh... dimana sih kalian kebaktian sekarang? tulis alamatnya disini lengkap dengan jadwal nya yah ... berhubung yang nanya kayaknya anak muda, tolong kalo bisa pilihin kebaktian atau persekutuan yang dipegang ama si Waang atau Ochie .... thank's


ps:
ini link lengkap dari yang nanya: http://www.akupercaya.com/forums/jawaban-kristen/14077-help-me-kepala-gw-dah-mau-pecah-3.html#post512977

Last edited by supernis : 21st July 2008 at 07:48 AM.
Reply With Quote
  #20 (permalink)  
Old 26th July 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

sorry udah lama ga ngecek forumnya..
sampai bulan agustus jadwal ibadahnya jam 3 siang di gedung bank mandiri jalan siliwangi bandung
kalo tentang persekutuan, jarang yang masih dipegang Ps Victor ato ps Ochie, yang dipegang ama anak-anak rohaninya mungkin masi ada. datang aja dulu ke ibadah umumnya. pasti 'segera' di follow up koq.hehe

thx
Reply With Quote
Reply