Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI KRISTEN PRAKTIS > Gereja/Pelayanan
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 14th June 2005
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Dec 2004
Age: 26
Posts: 96
defkewl is an unknown quantity at this pointdefkewl is an unknown quantity at this point
Send a message via Yahoo to defkewl
Default Professional Church

Could we have a professional church where every service or anything that is done at church is delivered professionally as professional as non-churchy business? Just because we’re doing a service for God does that mean we don’t have to be professional and allowed to be permissive?

I've seen many church is not professional in doing services and that's why most people especially youngsters felt that they do not belong at church anymore and would rather be somewhere else such as night club, bar, discotique etc because they are more professional than church. They held activities on time, work is delivered at maximum result.

I wish churches could be more professional in doing services so these lost souls would rather be at church rather than anywhere else.
__________________
[URL="http://forum.influence.or.id"]The Influence Generation[/URL]

Last edited by defkewl : 14th June 2005 at 12:39 AM.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 14th June 2005
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,849
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

Hmmmm ternyata artikel lama kepik dah ilang yah ... I'll copy paste lagi disini silahkan baca dulu

Professional Church

Akhir2 ini banyak orang komplain karena mereka nggak ngerti sistim gereja mereka, nggak ngerti uang perpuluhan mereka kemana, nggak ngerti gimana turut andil dalam gereja, nggak puas sama kepemimpinan gereja. Sementara gereja-gereja frustasi karena kurangnya kesetiaan jemaat berjemaat, dalam memberi, ikut andil dalam pelayanan2 gereja, atau jemaat yang semakin nggak sensitif dengan kebutuhan gereja khususnya finansial. Kepercayaan terhadap pendeta dan gembala2 gereja sebagai penanggung jawab keuangan gereja pun berkurang, apalagi sejak banyak pendeta dan gembala berseliweran dengan mobil mewah, naik pesawat kelas satu. Ada banyak orang yang menganggap kalau pendeta2 menyalah gunakan gereja sebagai tempat bisnis. Pendeta pun juga stuck in the middle, antara anggaran gereja, kebutuhan pribadi dan keluarga yang decent, keluarga, pelayanan dan seringkali seorang pendeta harus melakukan banyak hal sehingga pelayanannya pun jadi tidak efektif. Orang yang melayani pun nggak puas dengan sistem gereja yang umumnya berantakan dan tambal sulam, tanpa perancangan dan pemetaan yang jelas. Apa ada jalan keluarnya ?

Mungkin jalan keluarnya adalah menjadikan gereja sebuah professional business entity/ organisasi bisnis profesional. Lengkap dengan struktur bisnis, board of director, akuntan, pemegang saham dan kepemimpinan manajerial. Apakah ini sesat, evolusi gereja, atau gereja seperti yang direncanakan Tuhan ? itu terserah penilaian Anda. Berikut ini adalah blueprintnya.

Jemaat sebagai pemegang saham, bukan pengunjung gereja.
Yang paling dasar perlakukan jemaat sebagai pemegang saham, bukan sekadar pengunjung. Seperti pemegang saham di dunia bisnis pada umumnya, mereka punya voting power, turut serta dalam perencanaan. Tidak seperti pemegang saham di dunia bisnis, saham tidak bisa diperjual belikan kecuali antar gereja dengan jemaat, jumlah saham tidak menentukan voting power, gereja tidak membeli kembali saham, dan saham tidak menjadikan seseorang pemilik gereja secara materiil.
Berapa harga saham ini? Harga saham tidak boleh jadi penghalang orang untuk memiliki saham, tapi tetap harus signifikan. Kenapa harus signifikan ? supaya jemaat mengerti benar kalau mereka juga adalah pemilik gereja. Bisa jadi harga saham disesuaikan perorang. Pembelian saham dianjurkan tapi tidak boleh dipaksakan pada jemaat, kecuali bagi jemaat yang dibaptis digereja yang bersangkutan.
Apa bedanya pemegang saham dan pengunjung? Otomatis pemegang saham adalah pemilik gereja, pengunjung adalah pengunjung. Pemegang saham punya voting power, punya suara dalam perencanaan gereja, seperti halnya ada rapat pemegang saham di perusahaan2 bisnis.
Kerugian metode ini? Bisa jadi disalah-gunakan dan misalnya ada gereja yang minimum harga sahamnya Rp 10,000,000 perorang dan benar2 menjadi gereja eksklusif. Di sisi lain, kalau saham dijual gratis, orang bisa asal ambil tanpa ada rasa tanggung jawab sebagai pemilik, thus benefit2 yang ditawarkan oleh metode ini jadi lenyap.
Cara mengatasinya? Mungkin harga saham gratis, dengan menyerahakan sekali tithing (perpuluhan), 10% dari gaji jemaat, jadi semua orang bisa membeli saham sesuai dengan ukuran masing2. Bukan seorang jemaat mengeluarkan extra 10% diatas tithingnya, tapi di bulan ia ingin membeli saham, dia harus membayar tithingnya, lalu sertifikat pemegang saham diberikan gratis.

Board of Director
Terdiri dari beberapa orang, dipilih dari pemegang saham, oleh pemegang saham, dengan guidelines yang jelas dan Alkitabiah dengan masa jabatan terbatas. Mereka ini yang menentukan budget gereja, arahan2 gereja, gaji pegawai gereja dan kebijaksanaan2 gereja non-pengajaran (contoh: board of director tidak bisa memilih apakah gereja akan menikahkan homoseksual atau tidak). Untuk menentukan arahan2 gereja, Board of Director bekerja sama (selevel) dengan Dewan Penasihat yang isinya para pendeta, manajer gereja, penasihat gereja, dst dst). Board of Director tidak ada dibawah pendeta, tapi pendeta dibawah Board of Director, dan pendeta bekerja sama dengan Board of Director dalam Dewan Penasihat.
Orang yang non pemegang saham tidak bisa masuk Board of Director, dan bisa juga diberi ketetapan misalnya harus 5 tahun memegang saham. Orang yang masuk dalam Board of Director digaji secukupnya untuk mengkompensasi usahanya tapi harus mematuhi aturan dan juga tidak boleh bolos2 pertemuan2 penting.

Dewan Penasihat
Terdiri dari para pekerja jawatan Allah (gembala, rasul, nabi, guru, penginjil) , manajer gereja, penasihat gereja (pekerja jawatan Allah yang pensiun, utusan dari denominasi, penasihat luar, dst). Dewan Penasihat bertugas untuk menentukan keputusan2 dalam hal keimanan dan pengajaran. Kedudukan mereka tidak diatas Board of Director, tapi seimbang dan tugas utamanya adalah menasihati Board of Director untuk mengambil keputusan dalam arahan2 gereja.
Dewan Penasihat juga bertugas membuat rancangan budget gereja bersama akuntan gereja. Budget ini kemudian harus disetujui oleh Board of Director (atau ditolak, atau direvisi).

Para pekerja gereja sebagai eksekutif yang digaji.
Gembala, Rasul, Nabi, Guru, Penginjil diperlakukan sebagai eksekutif digaji bulanan dengan jumlah yang ditentukan khusus oleh Board of Director. Seperti pekerja di dunia bisnis, mereka bisa minta penyesuaian gaji, tapi semua ditentukan oleh Board of Director tanpa campur tangan Dewan Penasihat.
Para pemimpin pelayanan (musik, sunday school, akuntan gereja, dst) diperlakukan sebagai manajer perusahaan. (Kalau gereja mampu) mereka dikompensasi untuk pekerjaannya. Keputusan untuk memilih manajer jatuh pada eksekutif gereja, tapi kompensasinya diatur oleh Board of Director. Demikian juga dengan pengerja2 gereja. Jadi status mereka adalah pegawai gereja, bukan pelayan hamba Tuhan. Tanggung jawab mereka pada eksekutif (hamba Tuhan) tapi mereka bukan pelayan eksekutif.

Pekerjaan ekstra-gereja.
Tentunya seperti di dunia bisnis, orang yang bekerja di satu perusahaan boleh mengambil pekerjaan ekstra diluar perusahaan. Tapi seperti di dunia bisnis, nggak sembarangan mengambil pekerjaan diluar perusahaan yang bertentangan dengan tanggung jawab atau menghalangi penyelesaian tanggung jawab di perusahaan tersebut. Seorang pekerja bisa saja berbicara dalam speaking engagement disana sini, tapi Board of Director punya hak veto kalau misalnya si pekerja mengabaikan tugasnya di gereja.

Akuntan publik
Keuangan gereja, budget gereja semua dibuat, diaudit oleh akuntan publik, dan bisa diakses oleh para pemegang saham dan publik, seperti halnya perusahaan bisnis.

Extremes
Banyak ekstrim2 dari teori ini, contohnya, gereja gonta ganti pekerja (pendeta, etc) seperti perusahaan gonta ganti CEO. Tapi kalau misalnya gerejanya generally happy dengan kinerja pekerja pasti juga tidak akan gonta ganti. Malahan dengan system ini gonta-ganti pekerja bisa jalan lebih lancar, karena gereja tidak didefinisikan oleh satu dua orang tapi oleh seluruh pemegang saham.
Perang harga pekerja, seperti di dunia bisnis dimana ada perusahaan yang menawarkan 10 juta, ada yang 12 juta dst. Toh sekarang juga sudah terjadi diam2 di gereja karena emang kekurangan pekerja. Daripada diam2 mendingan keliatan dan transparan. Daripada resiko membayar jauh lebih besar daripada harga pasaran, mendingan membayar dengan harga pasaran yang disesuaikan dengan kemampuan gereja. Sama seperti orang tidak memilih perusahaan semata2 karena uang, para pekerja pasti juga mikir yang sama.
Seperti dunia bisnis, ada ajah perusahaan yang korup (kayak Enron), atau yang board of directornya lamban (kayak Disney), atau yang CEOnya memakan banyak uang padahal performancenya jelek. Sama seperti dunia bisnis, pemegang saham memutuskan dengan kaki mereka. Perusahaan yang tidak beres akan mati, perusahaan yang dijalankan secara baik akan berjalan dengan baik. Dengan kata lain, biarkan pasar yang menentukan.
Gimana kalau Gereja benar2 dijadikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) ? Yah mungkin harus bayar pajak, tapi kalau dulu ijin membangun bangunan gereja dipersulit, apa ada alasan untuk mempersulit pembangunan kantor cabang PT. Jemaat Sukamaju yang akan digunakan untuk pertemuan umum pemegang saham setiap minggu ?

Apakah tertarik untuk jadi pemegang saham gereja semacam ini ?
Tambahan, komen, kritik sangat diharapkan.
~kepikbiru~
__________________
Care and Share, not Dare and Scare

Whatever you do,
Whatever you say,
Let Christ love be the reason.
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 14th June 2005
mochabookworm's Avatar
***
 
Join Date: Jun 2004
Location: Australia
Posts: 2,205
mochabookworm is a jewel in the roughmochabookworm is a jewel in the roughmochabookworm is a jewel in the roughmochabookworm is a jewel in the rough
Send a message via Yahoo to mochabookworm
Default

Aku pikir, Tuhan sebenarnya udah memberikan blue print-Nya mengenai gereja sebagai tubuhNya di dlm Perjanjian Baru. Lihat aja kpd gereja mula2. Kenapa kita ndak balik praktek'in spt apa yg Tuhan udah sodorkan saja?

I would rather be in a church yg strong di dlm kekeluargaan Allah, drpd di dlm gereja "PT" ato yg mengarah ke church as a business .


Bagi yg berminat, silahkan baca : [URL=http://insearchofacity.homestead.com/files/fam.html]The Family vs. The Institution[/URL] .
__________________
I’ve noticed this over my journey, those who are most settled in God’s truth feel no compulsion to conform others to it. They know truth has a power all its own and that a generosity of spirit will open people to it faster than bashing them with their opinion ever will.
WAYNE JACOBSEN
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 14th June 2005
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,849
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

ini cuman salah satu idealisme cara yang kepikir to get people to care about their church, take ownership of the church (kayak menjadi bagian dan pemilik sebuah keluarga) and ngga ngeliat gereja mereka sebagai tempat wisata mingguan.
__________________
Care and Share, not Dare and Scare

Whatever you do,
Whatever you say,
Let Christ love be the reason.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 14th June 2005
tony's Avatar
AP - Community Leader
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 3,935
tony has a spectacular aura abouttony has a spectacular aura abouttony has a spectacular aura about
Default

aku punya gereja yang semuanya merasa saling memiliki... tapi gak sampe se-organized kayak gitu. cuma itu karena gerejanya memang gereja kecil hanya sekawanan domba kecil.
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 14th June 2005
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Dec 2004
Age: 26
Posts: 96
defkewl is an unknown quantity at this pointdefkewl is an unknown quantity at this point
Send a message via Yahoo to defkewl
Default

I'm not talking about turning a church into a business entity. I'm just wondering whether a church can serve professionally just like in non-churchy work.
__________________
[URL="http://forum.influence.or.id"]The Influence Generation[/URL]
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 14th June 2005
tony's Avatar
AP - Community Leader
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 3,935
tony has a spectacular aura abouttony has a spectacular aura abouttony has a spectacular aura about
Default

iya, aku tau... paling tidak itu yang dipikirkan kepik.
tapi rasanya sulit... semakin besar gereja... semakin mengarah kepada organisasi dibanding kepada persekutuan.
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 15th June 2005
AP - Guardian Angel
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 928
alabaster is on a distinguished roadalabaster is on a distinguished road
Default

wisata mingguan? hahahahaha.. asli lucu nih istilahnya.
gereja gw sih hardly what i call wisata mingguan. apart from the musik sama praise n worship-nya kyknya yg lainnya rada2 nge-boring-in deh n masih belon bisa compete sama entertainment di dunia luar sono hehehehe.

*garuk2 kepala* apa hubungannya profesionalisme sama menarik jiwa2 yg hilang?
apa semakin profesional semakin menjamin gereja bisa menarik jiwa2 yg hilang?

i've seen many gereja yg knock themselves out (minjem istilah kepik) trying to be profesional gitu loh sedangkan kenyataannya justru sebaliknya gereja itu adalah gereja yg kecil dgn jemaat yg terbatas jumlahnya. tapi karena di inspired sama kebesaran gereja hillsong dan kawan2 mereka berlomba2 utk menuju ke arah yg sama semua.

tiap kali rapat gereja, all they think about is how to use their brain instead of tanya Tuhan. seolah-olah cuma utk memberi kesan ke-profesionalis-an yg semu dan salah tujuannya.

divisi2 baru mulai dibentuk dalam gereja (padahal jemaatnya cuma secuil gitu loh). ada yg namanya divisi creative ministry, counselling, sekertaris, koordinator singer, WL, penyambut tamu, floor manager (yg ini istilah baru yg gw denger, ya basically mandor di saat ibadah berlangsung just to make sure segala sesuatu berjalan lancar saat ibadah berlangsung sampe ke hal2 yg terkecil, e.g: projectornya rada miring musti dibetulin dlsb).
tp jemaatnya ada berapa? kalo cuma secuil apa worth it sampe dibentuk divisi2 gereja yg banyak jumlahnya?

gereja mau pindah lokasi, bukannya tanya Tuhan dulu ato peka terhadap situasi sekitarnya yg mana mungkin Tuhan bisa berbicara lewat hal itu, tapi gereja rush themselves buat bikin proposal baru, cari lokasi baru, minta dukungan jemaat seolah-olah mengabaikan kemungkinan di mana Tuhan bisa saja lebih berkenan gereja itu beribadah di tempat yg lama.

arent they pushing themselves too hard gitu loh?
apa motivasinya semua itu? benar2 utk menyenangkan hati Tuhan ato hanya utk kebesaran dan ke-gengsi-an nama gereja?
Kalo pun nantinya gerejanya bisa besar lewat agenda2 seperti itu, darimana kita tau kalo gereja tidak jadi sombong dan bersembunyi di balik SLOGAN: "WE HAVE ACHIEVED SO MUCH BUT SEMUA ITU HANYA ITU KEMULIAAN NAMA TUHAN" IS IT REALLY?
__________________
little science estranges men from God, but much science leads them back to Him.” Louis Pasteur, French Chemist and Bacteriologist
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 15th June 2005
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,849
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

Tiap2 gereja kebutuhannya laen2 sej .. my dream itu cuman one of the solution yg gak bisa cocok buat semuanya tentunya .. cuman one of the ways yg kepikir untuk membuat orang2 melihat kalo gereja itu milik mereka juga bukan cuma milik si pendeta/majelis saja.

Quote:
*garuk2 kepala* apa hubungannya profesionalisme sama menarik jiwa2 yg hilang?
apa semakin profesional semakin menjamin gereja bisa menarik jiwa2 yg hilang?
bukan semakin "profesional" sih .. semakin orang memiliki gereja, semakin mereka commit untuk jalanin the purpose of the church, which is nyari jiwa2.

I dunno yah gereja di tempat kamu gimana, tapi biasanya di Indonesia tuh seperti ini:
Pendeta bilang "Amin!" itu sama kayak aba2 "3..2..1..Go!" lomba cepet2an ke pintu keluar, see you next week, n orang2 dateng ke gereja tapi apathy sama keadaan gereja, baik keuangan ataupun pekerjaan2 gereja.
Belom lagi karena rasa kepemilikan rendah, banyak yg dengan gampangnya pindah2 gereja, killing the sense the church as the community of believer itself.
__________________
Care and Share, not Dare and Scare

Whatever you do,
Whatever you say,
Let Christ love be the reason.
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 15th June 2005
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,849
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

Bulu kuduknya jangan berdiri denger istilah "business", "saham", "board of director" dst ..coba dicerna pelan2 .. what I'm looking/pushing for is:
1. ownership of the church. (rasa memiliki gereja, menjadi bagian gereja), kayak anak. bapak,ibu jadi bagian keluarga
2. transparency of church finance.
3. transparency of accountability.
4. accountability between each other.
I believe kalo 4 hal ini dicapai, it would enable the church as the family to do more daripada sistem tempat wisata.
Kalo merasanya udah cukup well no problemo kan emangnya gak ada one size fits all buat business management, so church management juga gak ada solution yg one size fits all
__________________
Care and Share, not Dare and Scare

Whatever you do,
Whatever you say,
Let Christ love be the reason.
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 15th June 2005
Abam's Avatar
Young Gunners
 
Join Date: Jun 2004
Age: 31
Posts: 4,077
Abam is just really niceAbam is just really niceAbam is just really niceAbam is just really niceAbam is just really nice
Default

Hmmm... professional church...

Masalah yang dikemukakan kepik, gua setuju... rata2 di indo, ownership jemaat thd (institusi) gerejanya sangat2 kurang...
Kalo gua lihat, ini justru salah satunya diakibatkan jg karena gereja itu tidak cukup 'menarik' untuk dikunjungi di waktu2 luang selain hari minggu...

Gua malah berpikir, alangkah bagusnya kalau gereja itu bisa berperan sbg semacem community center, dimana berbagai kegiatan bisa dilakukan di sana, dan gak semua harus berhubungan dengan kegiatan rohani (such as worshipping or praying).. kita bisa olahraga di sana... kita bisa belajar skill2 organisasi atau profesi di sana... kita bisa hang out, tanpa harus terlalu maksa kegiatannya harus berbau rohani spt yg sekarang terjadi...

kenapa... karena gua ngerasa, skg ini kehidupan rohani dan sekuler itu bener2 dikasih batasan, jadi ada gap yang cukup besar.. dimana seseorang yang sama, ketika berada di lingkungan gereja, dan di lingkungan dunia sekuler, bisa terlihat sangat berbeda sifatnya, tingkah lakunya... padahal orangnya sama.. tapi punya 2 faces.. ini karena lingkungan gereja selalu menuntut... ayo rohani.. ayo rohani... doa... muji.. nyembah.... rohani... rohani.... dst

gereja perlu lebih banyak mempersiapkan orang2 untuk bisa berperan di dunia sekuler (the real world).. dan menurut gua sih, dgn keadaan yg umum terjadi skg ini, it's not really going to that direction...

back to professional church, menanggapi tulisan kepik.... sebelum bisa menuju kesana, manusia harus bisa terlebih dahulu jujur dalam hal keuangan... dan etis dalam hal kekuasaan.... dan ini hal yang sangat2 susah sekali... if we're not equipped, then it's gonna be suicidal to make church operation like professional organization...
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 15th June 2005
Rose's Avatar
AP - Community Leader
 
Join Date: Jun 2004
Location: Japan
Posts: 9,850
Rose is a glorious beacon of lightRose is a glorious beacon of lightRose is a glorious beacon of lightRose is a glorious beacon of lightRose is a glorious beacon of lightRose is a glorious beacon of light
Send a message via Yahoo to Rose Send a message via Skype™ to Rose
Default

Mungkin..gereja itu harus up to date juga.. mengikuti perkembangan jaman gitu yaa
asal jangan jadi business benaran tuk cari profit aza..
__________________
Kanashi,Tsukareta,Sabishi,Akogareru dondon saikin iro-iro atten desu, sore tomo ni gomen nasai..
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 15th June 2005
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,849
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

Quote:
Gua malah berpikir, alangkah bagusnya kalau gereja itu bisa berperan sbg semacem community center,
exactly great idea.

Quote:
Mungkin..gereja itu harus up to date juga.. mengikuti perkembangan jaman gitu yaa
Who and What and Why and Whom-nya masih sama, where and how and when harus ngikutin situasi
__________________
Care and Share, not Dare and Scare

Whatever you do,
Whatever you say,
Let Christ love be the reason.
Reply With Quote
  #14 (permalink)  
Old 17th June 2005
tony's Avatar
AP - Community Leader
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 3,935
tony has a spectacular aura abouttony has a spectacular aura abouttony has a spectacular aura about
Default

community center? mirip apa yang 'diimpikan' rick warren kayaknya.
Reply With Quote
  #15 (permalink)  
Old 20th February 2006
AP - Junior Newbie
 
Join Date: Feb 2006
Posts: 6
hujan is an unknown quantity at this pointhujan is an unknown quantity at this point
Default

gerja kecil, orangnya dikit, jumlah persembahan yang kecil, secara ekonomi anggota gereja itu yah..cuma biasa-biasa aja..trus untuk pelayanan dan kegiatan mereka butuh dana..jumlah persembahan gak cukup, buat ngegaji pendetanya aja ngumpulin duitnya setengah mati..
emang sih, manusia tidak hanya hidup dengan roti saja..tapi juga butuh listrik, bensin, minyak tanah, air, bayar sampah, keamanan lingkungan, rt/rw, biaya kegiatan sekolah minggu, wanita, genteng bocor, engsel pintu rusak, pelayanan kunjungan
yang kayak gitu kan butuh dikelola secara profesional..ya gak seh?
gereja-gereja kecil dan miskin secara materi butuh bantuan pemikiran, konsep untuk bisa membuat mereka bertahan secara materi dan terus melayani
Reply With Quote
Reply


Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Dark/Silent Ages di Alkitab sofian Ilmu Pengetahuan, Adat Istiadat dan Ajaran Kristen 143 22nd October 2008 04:29 PM
Pengenalan Wasiat Baru Versi Pemulihan ormiau Jawaban Kristen 24 5th July 2008 03:21 PM
Prophetic Word mochabookworm Renungan Harian 92 14th February 2007 01:49 PM
Download MP3 Rohani disini! agaphe Musik & Film Kristen 685 25th July 2006 03:24 PM
City Harvest Church - Singapore sEv3n Website Kristen 42 18th July 2006 05:11 PM


All times are GMT +7. The time now is 02:03 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Optimization by vBSEO 3.1.0



*** www.AkuPercaya.com ***