 |
|

12th December 2006
|
 |
droogie
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 10,665
|
|
Quote:
|
Originally Posted by GLETSER2007
Saya seorang protestan bukan khatolik-karena diajak teman kost,ya saya ikut aja ke gereja khatolik. aku juga ikut terima hosti...dikost teman,saya ditegur seorang khatolik"hei!kamu ngak boleh terima hosti krn kamu bllm dibabtis scr khatolik! so sad
|
well... begitulah katolik. kalo menurut gue ini salah temen lo yg ngajak. dia ga ngasi tau kalo non-katolik dilarang terima hosti
__________________
Jangan berpikir bahwa kamulah yang pertama mengerti pesan Allah dan belum ada orang Kristen sejati sebelum kamu.
|

12th December 2006
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,911
|
|
Quote:
|
Originally Posted by Metal Mania
well... begitulah katolik. kalo menurut gue ini salah temen lo yg ngajak. dia ga ngasi tau kalo non-katolik dilarang terima hosti
|
Gereja Katholik mengakui baptisan di luar gereja Katholik sepanjang dilakukan dengan air murni, dan dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
jika seorang non-katholik ingin bergabung dengan kesatuan gereja katholik, maka tidak perlu baptis lagi kalau sebelumnya sudah dibaptis. Hanya perlu peneguhan saja dengan mengucapkan kesaksian iman rasuli.
IMHO, seorang non-katholik secara imani, kalau sudah dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dengan air murni, walaupun belum resmi bergabung dengan kesatuan gereja katholik yang kudus dan apostolik, mestinya eligible untuk menerima Tubuh Kristus.
Pernyataan bergabung dengan gereja katholik itu hanya urusan organisasi dan birokrasi gereja, sendangkan menerima Tubuh Kristus, adalah persoalan iman.
Jadi AFAIK, bukan masalah baptisan katholik yang membatasi penerimaan hosti, namun jauh lebih dari itu, hosti hanya boleh diterima oleh orang yang percaya kepada Kristus / dibaptis dalam nama Bapa, Putera, Roh Kudus, meskipun dilakukan di luar gereja Katholik.
CMIIW 
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

12th December 2006
|
 |
droogie
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 10,665
|
|
Quote:
|
Originally Posted by albus
hosti hanya boleh diterima oleh orang yang percaya kepada Kristus / dibaptis dalam nama Bapa, Putera, Roh Kudus, meskipun dilakukan di luar gereja Katholik
|
gimana dg pemahaman yg beda soal transubstansiasi?
soal pembaptisan memang katolik ga perlu baptis ulang bagi orang yg sudah dibaptis sah
btw di atas kayaknya aku ga ngomong syaratnya "harus dibaptis secara katolik/di gereja katolik" loh 
__________________
Jangan berpikir bahwa kamulah yang pertama mengerti pesan Allah dan belum ada orang Kristen sejati sebelum kamu.
Last edited by Requiem : 12th December 2006 at 12:05 PM.
|

12th December 2006
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,911
|
|
Quote:
|
Originally Posted by Metal Mania
btw di atas kayaknya aku ga ngomong syaratnya "harus dibaptis secara katolik/di gereja katolik" loh 
|
informatif saja, saya engga offense tulisan anda kok bro
karena kontekstual, yang bertanya kebetulan protestan, walaupun non katolik namun masih dalam kesatuan tubuh Kristus.
kalau istilah non-katolik yang dirujuk adalah di luar kristen (ex: buddhist, moslem, hindu, dll)... yah sudah pasti tidak eligible menerima tubuh Kristus.
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

12th December 2006
|
 |
Deus Caritas Est
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,206
|
|
Quote:
|
Originally Posted by Albus Dumbledore[B
IMHO, seorang non-katholik secara imani, kalau sudah dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dengan air murni, walaupun belum resmi bergabung dengan kesatuan gereja katholik yang kudus dan apostolik, mestinya eligible untuk menerima Tubuh Kristus.[/b]
|
Boleh menambahkan Bro, Yang menerima Hosti yang telah dikonsekrasikan oleh seorang Imam yang tertahbis harus benar-benar mengimani dan percaya bahwa Hosti yang dia terima itu merupakan Tubuh dan Darah Kristus bukan hanya sebagai lambang, kalau tidak akan merupakan Sakrelegi (Dosa Besar), ini menurut iman dan kepercayaan kami orang - orang Katholik.
Alangkah baiknya yang non-katholik tidak ikut menerima Hosti yang telah dikonsekrasikan. CMIIW. 
__________________
"In nomine Patris et Filli et Spiritus Sancti. Amen."
|

12th December 2006
|
|
AP - Aspiring Evangelist
|
|
Join Date: Nov 2006
Posts: 512
|
|
Yup betul hanya untuk yang mengimani tubuh dan darah Kristus saja, hendaknya yang bukan kristen non katolik bisa menghormati hal ini.
Papaku sebelum jadi katolik ikut misa di gereja katolik selama belasan tahun dan selama belasan tahun juga dia hanya duduk waktu penerimaan komuni.
Jadi memang bukan semata2 baptis saja. Makanya dalam katolik anak2 kecil yang belum menerima pelajaran komuni yah belum boleh menerima komuni padahal mereka telah dibaptis dari bayi lagi
salam damai 
|

12th December 2006
|
|
AP - Master
|
|
Join Date: Apr 2006
Posts: 318
|
|
Quote:
|
Originally Posted by Albus Dumbledore
IMHO, seorang non-katholik secara imani, kalau sudah dibaptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dengan air murni, walaupun belum resmi bergabung dengan kesatuan gereja katholik yang kudus dan apostolik, mestinya eligible untuk menerima Tubuh Kristus.
Pernyataan bergabung dengan gereja katholik itu hanya urusan organisasi dan birokrasi gereja, sendangkan menerima Tubuh Kristus, adalah persoalan iman.
Jadi AFAIK, bukan masalah baptisan katholik yang membatasi penerimaan hosti, namun jauh lebih dari itu, hosti hanya boleh diterima oleh orang yang percaya kepada Kristus / dibaptis dalam nama Bapa, Putera, Roh Kudus, meskipun dilakukan di luar gereja Katholik.
CMIIW 
|
Mungkin coba dipelajari lagi tentang transubstansiasi. Masalah terima hosti tidak bisa disederhanakan dengan "asalkan sudah dibaptis". Apa yang Katolik imani tentang hosti itu jauh berbeda dengan yang diimani oleh Protestan. Memang inilah kenyataannya.
Hosti yang sudah dikonsekrasi bagi Katolik adalah benar2 daging dan darah Kristus dalam arti yang sebenarnya. Hakikatnya sudah berubah, bukan roti lagi melainkan menjadi Tubuh Kristus. Jatuh di tanah/lantai pun harus diambil dan dimakan beserta semua serpihan/partikelnya. Sehingga hosti tidak bisa diterima oleh orang yang tidak mengimani hal ini meskipun mereka adalah Kristen juga. Makanya seperti yang saya bilang, ini adalah salah teman yang ngajak ke Gereja tapi gak ngasi tau dulu.
Sekedar masukan aja ..... 
|

12th December 2006
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,911
|
|
Quote:
|
Originally Posted by fxrizal
Apa yang Katolik imani tentang hosti itu jauh berbeda dengan yang diimani oleh Protestan. Memang inilah kenyataannya.
|
transubstansiasi,
hmm.. entah kenapa saya justru prihatin dengan ceruk yang harus terbentuk antara iman protestan dan katolik mengenai hosti.
seseorang yang sudah dibaptis, seharusnya sudah mengimani Kristus seutuhnya. Mengenai beda persepsi / transubstansiasi itu, adalah urusan iman pribadi masing2, sangat subjektif, hakiki, dan kita tidak bisa terlalu dalam membuat batasan2 untuk orang lain. Apabila seorang protestan menerima hosti dengan iman penuh bahwa hosti itu merupakan tubuh Kristus, apakah kita akan melarangnya juga hanya karena kaca mata kita tidak bisa tembus memandang ke dalam hati?
Yang bisa kita lihat dari luar kan cuma kulitnya saja, yg satu ada cap di jidat tulisannya "protestan", yang satu lagi "katolik asli". Pengajaran masing2 memang berbeda, namun sekali lagi, urusan iman, adalah subjektif, pribadi, dan hakiki.. kita hanya bisa mengontrol keimanan kita sendiri, namun tidak bisa menjangkau urusan keimanan orang lain.
Katolik memang punya aturan dan rumusan tersendiri untuk penerimaan hosti. Tapi jika kita terlalu mempersoalkan perbedaan konsep, nantinya malah misleading.., harusnya yang kita imani adalah Kristus, tetapi malah menjadi mengkultuskan hosti (mudah-mudahan belum sampai terjadi ke arah itu).
Seseorang yang dibaptis dalam keadaan darurat, eligible utk menerima hosti, tapi lagi2 kita tidak dapat mengontrol bagaimana orang itu mengimani hosti. Memang selalu ada perkecualian, namun semua perkecualian itu menandakan bahwa kita dapat secara arif menyikapi penerapan suatu konsep disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Mengapa kita selalu mempersoalkan perbedaan, bukannya meng-amin-i persamaan? Saya sering berpikir, seandainya Kristus masih berjalan di atas bumi ini dalam wujud manusianya, entah apa yang akan dikatakanNya tentang perbedaan transubstansiasi ini antara pengikutnya yang protestan, dan yang katolik.
Mungkin sebaiknya bagi Kristen non katolik yang sudah dibaptis dengan cara yang sah, kalau mau ikut menerima hosti saat ekaristi, sebelumnya diberi pengertian dulu tentang komuni di gereja katolik, selanjutnya keputusan ada di tangan orang itu, kalau dirinya memiliki kapasitas iman yang cukup untuk menerima hosti, kenapa kita harus menghalangi? Nanti malah jadi pemaksaan iman. Sebenarnya yang menjadi masalah bukan hostinya, tapi cara kita menyikapi perbedaan yang ada. Sayang sekali, Yesus sendiri tidak memberi pengajaran yang detail tentang perjamuan roti dan anggur. Hanya dituliskan di Alkitab bahwa Yesus menyuruh kita merayakan peristiwa itu untuk mengenangNya.
Pembahasan yang cukup menarik.
tapi sepertinya akan jadi OOT kalau dilanjutkan di sini 
kalau memungkinkan bisa dibuat thread sendiri tentang transubstansiasi.. tapi jujur, saya khawatir ujungnya saling timpuk lagi  
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

12th December 2006
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Nov 2006
Posts: 44
|
|
sorry yach belum komplit postnya , soalnya ada telp dari gudang,ada barang datang ke gudangmalam2.
Setelah ditegur demikian,saya rasakan"inikah batu sandungan"yg dimaksud dlm alkitab? karena panas hati(maklum masih kuliah/anak muda)saya diaaaaam aja.nach waktu itu ada seorang teman khatolik(cewek) dia menasehati saya-tentang perbedaan tsb. yach akhirnya minggu berikut saya ikut kebaktian lagi(tapi ada acara hosti-ngak ikut hehehe).
tak tau entah ngimana akhirnya selepas kuliah-kami bertemu lagi...sekarang sudah married and punya anak kembar yang sekarang duduk dikelas 2 SD.
Nach itu lah...perbedaan kadang diperlukan...tapi hendaknya jangan kata2 kita menjadi batu sandungan.saya sampai saat ini takut kalo ada teman kristen baik khatolik atau kristen lain jauh dari Tuhan gara2 saya...Yesus aja bela2in mencari 1 domba yg ilang(jangan kita malah sebaliknya)....
Salam damai
|

12th December 2006
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,911
|
|
Quote:
|
Originally Posted by GLETSER2007
sorry yach belum komplit postnya , soalnya ada telp dari gudang,ada barang datang ke gudangmalam2.
Setelah ditegur demikian,saya rasakan"inikah batu sandungan"yg dimaksud dlm alkitab? karena panas hati(maklum masih kuliah/anak muda)saya diaaaaam aja.nach waktu itu ada seorang teman khatolik(cewek) dia menasehati saya-tentang perbedaan tsb. yach akhirnya minggu berikut saya ikut kebaktian lagi(tapi ada acara hosti-ngak ikut hehehe).
tak tau entah ngimana akhirnya selepas kuliah-kami bertemu lagi...sekarang sudah married and punya anak kembar yang sekarang duduk dikelas 2 SD.
Nach itu lah...perbedaan kadang diperlukan...tapi hendaknya jangan kata2 kita menjadi batu sandungan.saya sampai saat ini takut kalo ada teman kristen baik khatolik atau kristen lain jauh dari Tuhan gara2 saya...Yesus aja bela2in mencari 1 domba yg ilang(jangan kita malah sebaliknya)....
Salam damai
|
buka thread sendiri saja bro tentang share nya 
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

12th December 2006
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Nov 2006
Posts: 44
|
|
saya post terakhir, benar2 ngak baca post setelah saya.setelah post- baru saya baca .. ... keadaan koq runyam ngini?malah terakhir disuruh bikin threath sendiri......apa ngak suka damai...????
-------------------------------------------------------------------------
Mahatma Gandhi:SAYA SUKA DENGAN YESUS dan AJARANNYA....TAPI SAYA NGAK SUKA DeNGAN ORANGNYA KRISTENNYA..." haruskah hal itu terulang?
|

12th December 2006
|
|
AP - Master
|
|
Join Date: Apr 2006
Posts: 318
|
|
Quote:
|
Originally Posted by GLETSER2007
saya post terakhir, benar2 ngak baca post setelah saya.setelah post- baru saya baca .. ... keadaan koq runyam ngini?malah terakhir disuruh bikin threath sendiri......apa ngak suka damai...????
|
Gak runyam koq  Masa ada yang berantem, kan cuma jelasin aja
Ini gw tulis spesifik hanya untuk bro Albus aja :
Quote:
|
Originally Posted by Albus Dumbledore
seseorang yang sudah dibaptis, seharusnya sudah mengimani Kristus seutuhnya. Mengenai beda persepsi / transubstansiasi itu, adalah urusan iman pribadi masing2, sangat subjektif, hakiki, dan kita tidak bisa terlalu dalam membuat batasan2 untuk orang lain. Apabila seorang protestan menerima hosti dengan iman penuh bahwa hosti itu merupakan tubuh Kristus, apakah kita akan melarangnya juga hanya karena kaca mata kita tidak bisa tembus memandang ke dalam hati?
|
Tentu saja orang yang dibaptis sudah mengimani Kristus seutuhnya, makanya namanya Kristen. Hanya saja masalahnya, non Katolik tidak mengimani bahwa hosti adalah benar2 Tubuh Kristus, roti hanya lambang saja. Bila ada orang protestan yang mengimani hal ini maka dia harus masuk Katolik dulu sebelum menerima hosti. Iman tidak bisa diwujudkan hanya dengan berkata "Saya percaya bahwa hosti adalah Tubuh Kristus". Tapi harus diwujudkan dengan perbuatan yaitu dengan suatu tanda bahwa dia diterima dalam Gereja Katolik. Ini terkait dengan iman + perbuatan.
Quote:
|
Katolik memang punya aturan dan rumusan tersendiri untuk penerimaan hosti. Tapi jika kita terlalu mempersoalkan perbedaan konsep, nantinya malah misleading.., harusnya yang kita imani adalah Kristus, tetapi malah menjadi mengkultuskan hosti (mudah-mudahan belum sampai terjadi ke arah itu).
|
Mengkultuskan hosti ? Memang begitu koq. Hosti yang sudah dikonsekrasi itu adalah benar2 Tubuh Kristus, bukan sekadar lambang saja. Itu adalah benar2 Tubuh Tuhan kita, hanya saja panca indera kita melihat itu sebagai roti. Mengkultuskan hosti yang belum dikonsekrasi itulah yang gak bener. Sudah jelas kita harus sangat hormat dan mengkultuskan Tubuh Tuhan kita bukan ?
Quote:
|
Mengapa kita selalu mempersoalkan perbedaan, bukannya meng-amin-i persamaan? Saya sering berpikir, seandainya Kristus masih berjalan di atas bumi ini dalam wujud manusianya, entah apa yang akan dikatakanNya tentang perbedaan transubstansiasi ini antara pengikutnya yang protestan, dan yang katolik.
|
Persamaan itu harus kita amini dan menjadi titik tolak dalam kebersamaan, perbedaan juga harus dihargai pula. Tapi itu tidak membuat sesuatu yang berbeda menyangkut iman harus dibuat jadi sama.
Quote:
|
Mungkin sebaiknya bagi Kristen non katolik yang sudah dibaptis dengan cara yang sah, kalau mau ikut menerima hosti saat ekaristi, sebelumnya diberi pengertian dulu tentang komuni di gereja katolik, selanjutnya keputusan ada di tangan orang itu, kalau dirinya memiliki kapasitas iman yang cukup untuk menerima hosti, kenapa kita harus menghalangi?
|
Keputusan bukan di tangan orang non Katolik itu. Bukan di tangan anda maupun saya. Keputusan ada di tangan Gereja. Gereja sebagai tiang dasar dan penopang Kebenaran lah yang berhak memutuskan. Sehingga satu2nya cara orang non Katolik menerima hosti adalah dengan menjadi Katolik terlebih dahulu. Tidak ada cara lain.
Quote:
|
Sayang sekali, Yesus sendiri tidak memberi pengajaran yang detail tentang perjamuan roti dan anggur. Hanya dituliskan di Alkitab bahwa Yesus menyuruh kita merayakan peristiwa itu untuk mengenangNya.
|
Pengajaran tentang roti dan anggur itu sudah jelas sekali sewaktu Yesus berkata :
" TubuhKu adalah benar-benar makanan, dan Darahku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa tidak makan Tubuhku dan tidak minum Darahku maka Aku tidak tinggal dalam dia dan dia tidak tinggal dalam Aku".
" Terimalah dan makanlah, inilah Tubuhku yang dikorbankan bagimu dan bagi semua orang. Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini"
" Terimalah dan minumlah, inilah Darahku .... dst"
Kira2 begitu bunyinya... (lagi males buka Alkitab hihihihihi....)
Hmmm.... sebaiknya saya sudahi disini saja dulu sebelum hal ini menjadi lebih jauh lagi. Kalo berkenan, kita lewat PM aja supaya yang baca gak ada yang tersinggung. Tapi saya ga sering2 amat berkunjung ke forum AP ini lho...
Last edited by fxrizal : 12th December 2006 at 09:33 PM.
|

12th December 2006
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Nov 2006
Posts: 44
|
|
setuju! saya tetap lah yang dulu...Yesus mengambilku dari protestan dan tetap protestan.umat khatolik yg lain tetap saudaraku.
soal babtis tetap tidak ada kesepakatan antar 2 kubu. Pdt Alex Tanusaputra pernah menegurku waktu saya tanya perihal babtis ini(saya dibabtis beliau)....."babtis hanya 1x, bukan utuk main2". kalo mau praktis digereja masing2 tulis aja aturan pengunjung (spt kata bpk albus) biar kalo Yesus melihatnya,beliau pasti menangis...kenapa umatnya bikin jurang sendiri.
|

12th December 2006
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,911
|
|
Quote:
|
Originally Posted by GLETSER2007
saya post terakhir, benar2 ngak baca post setelah saya.setelah post- baru saya baca .. ... keadaan koq runyam ngini?malah terakhir disuruh bikin threath sendiri......apa ngak suka damai...????
-------------------------------------------------------------------------
Mahatma Gandhi:SAYA SUKA DENGAN YESUS dan AJARANNYA....TAPI SAYA NGAK SUKA DeNGAN ORANGNYA KRISTENNYA..." haruskah hal itu terulang?
|
justru anda sebaiknya buka thread sendiri tentang sharing anda itu, karena apa yang anda share kan itu menarik sekali.
thread ini semula dibuat utk menyikapi debat antara katolik dan non katolik. tapi akhirnya melebar juga sampe mempertanyakan masalah hosti dsb.
dari awal sudah ada rekan yang concern bahwa sharing anda termasuk OOT (out of topic) coba anda scroll / telaah ulang dari post pertama anda di thread ini. Jadi dipersilakan buka thread terpisah biar kita enak diskusinya.
Jangan langsung panas seperti itu bro 
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

12th December 2006
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,911
|
|
Quote:
|
Originally Posted by fxrizal
Bila ada orang protestan yang mengimani hal ini maka dia harus masuk Katolik dulu sebelum menerima hosti. Iman tidak bisa diwujudkan hanya dengan berkata "Saya percaya bahwa hosti adalah Tubuh Kristus". Tapi harus diwujudkan dengan perbuatan yaitu dengan suatu tanda bahwa dia diterima dalam Gereja Katolik. Ini terkait dengan iman + perbuatan.
|
Sepertinya kalau dilanjutkan akan semakin melebar dan thread keprihatinan terhadap debat malah jadi ajang debat lagi
------------------------------------------------------------------------------
Kalau semua sudah paham dengan substansi awal thread ini, sebaiknya moderator menutup saja thread ini daripada melebar ke mana mana, namun tetap dengan wacana yang jelas, bahwa kita semua berkepentingan utk bersatu dalam Kristus, bukan berseteru dalem Kristus.
Semoga menjadi berkat.
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

12th December 2006
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Nov 2006
Posts: 44
|
|
bung albus:setuju banget pendapat anda.tutup aja dech.tapi jangan bahas hosti lagi,karena mereka/saudara khatolik punya aturan maen sendiri.tidak akan ada ujungnya.
saya suka gaya tutur bung albus.siip.
|
 |
|
| Thread Tools |
|
|
| Display Modes |
Linear Mode
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT +7. The time now is 06:19 AM.
|