Quote:
Originally Posted by cahyady2
Wah topik yang berat nih ( terutama bagi saya ) 
Btw apa senior2 ku bisa bantu beri penjelasan tentang versi2 terjemahan berikut :
- Tyndale (Roger, coverdale) bible
- the Latin vulgata
- King James Version
- Revised webster version- CEV (Contemporary English Version)
- GNB/TEV (Good News Bible/Today's English version)
- ESV (English Standard version)
- New International Reader's Version
- New Century Version
- Amplified Bible
- BBE (Bible in Basic English)
- The Message Bible
- GWV (God's Word Version)
- BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari)
- ITB (Indonesia Terjemahan Baru)
- Douay Reihms
- CEV ( Contemporary English Version )
Sekaligus kesimpulannya apakah munculnya berbagai versi terjemahan itu termasuk bisa di katakan di " edit " seperti tuduhan " sepupu " ?
Mohon penjelasan senior2 di sini supaya yang junior juga bisa ngerti
Terima kasih banyak sebelumnya 
|
Kayaknya ada beda pandangan antara apa yang dimengerti orang Islam sebagai Kitab Suci dan orang Kristen sebagai Kitab Suci.
Most Christians (kecuali mereka yg kerajingan KJV) memandang proses inspirasi dan penterjemahan sbb:
1. Pd waktu pertama kali kitab itu ditulis oleh penulisnya, proses itu disebut
inspired, atau dinafaskan Allah sendiri (2 Tim 3:16).
2. Waktu tulisan itu diperbanyak, proses ini adalah
akurat.
yang kita punya pada saat ini adalah manuscript (copies) dari tulisan asli. Seperti yang gua bilang manuscript ini akurat tapi bukan inspired.
Manuscript ini yg dalam bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) adalah text yang kemudian diterjemahkan dengan berbagai tujuan dan level accuracy disesuaikan dengan level pengertian pembaca dan juga .
KJV, NASB, Literal translation etc adalah penterjemahan kata ke kata.
NIV dll adalah penterjemahan context to context
ESV is somewhat in the middle.
NLT, NIRV ditujukan untuk anak2 dan orang yang level bahasa Inggrisnya terbatas
Amplified adalah terjemahan yg ditambah emphasis dari penterjemah untuk lebih mengerti
The Message adalah paraphrase dan reeimagination dari Alkitab memakai situasi dan context modern. Anggap aja kayak ambil cerita Ben Hur terus diadaptasi untuk latar belakang Jepang. Something like that.
Tiap2 terjemahan ini bakalan nulis di kata pengantarnya mengenai teknik yg mereka pakai dalam penterjemahan dan apa tujuan mereka.
Dan pemakaiannya juga harus diperhatikan. The Message bagus untuk dibaca ringan tapi tidak bisa dipakai untuk belajar/mengajar apalagi berkotbah.
Kalo mau mengejar akurasi kata, lebih baik stick with NASB, KJV atau ESV. Sedangkan NIV lebih untuk general use.
Again kita bisa selalu compare terjemahan2 yang kita punya dengan sumber manuscript yang ada dan tersedia dengan bebas.
Cheers