Saya seorang jemaat di G** P********n. Selama ini memang banyak berita yang beredar mengenai Gembala Sidang kami, tapi saya tetap beribadah disana. Sampai kemarin tanggal 20 July 2008 setelah selesai kebaktian umum pagi (ditempat kami ada 2 kebaktian: pagi & sore), Pendeta berteriak dengan keras dan nada tinggi membentak seorang majelis yang nota bene majelis itu seorang Ibu Janda dengan usia lebih tua dari Pendeta tersebut di depan umum.
Pendeta marah dan mengungkapkan kemarahannya itu dengan berteriak dan membentak hingga terdengar di seluruh gereja. Dalam kemarahannya, Pendeta berteriak bahwa "Ini pelayanan saya, Ibu jangan mengatur pelayanan saya. Saya sudah pelayanan puluhan tahun tidak ada yang pernah mengatur saya, Ibu baru jadi majelis beberapa bulan belum sampai satu tahun sudah berani mengatur saya. Ibu diangkat jadi majelis untuk membantu gembala sidang, bukan untuk mengatur gembala sidang"
Padahal yang Ibu majelis lakukan tersebut hanyalah menanyakan pengeluaran diakonia (yg memang menjadi tanggung jawabnya) yang mana hal itu banyak ditanyakan oleh jemaat. Dan hal itu dilakukan dalam rapat majelis (forum tertutup), bukankah apa yang telah terjadi di rapat biarkan & jgn diungkit lagi ?
Apakah begitu perilaku seorang pendeta ?
Saya mau tanya, apakah pantas apa yang dilakukan oleh Pendeta itu ?
Saya disini bukan mau memprovokasi tapi saya hanya kesal dan ingin sharing serta menanyakan pendapat yang lainnya.
Kalau ada jemaat GIA juga yang membaca post ini, saya ingin bertanya apa sih sebenanya job desk dari seorang majelis. Juga apa hak dan kewajiban seorang gembala sidang ?[/quote]
|