 |

30th August 2008
|
|
AP - Clueless Newbie
|
|
Join Date: Aug 2008
Location: Indonesia
Posts: 1
|
|
Mau tanya
Saya mahasiswa bimbingan dan konseling, saya mempunyai seorang teman wanita (bukan pacar) yang ingin bercerai dengan suaminya (bukan karna suaminya berzinah), tetapi sering seenaknya sendiri: sering memukul. Suami dan istri ini tinggal berbeda kota dan suaminya tidak pernah berkunjung ke tempat istrinya dan tidak pernah mencukupi kebutuhan anaknya (walau hanya susu sekalipun). Suami istri ini menikah secara katolik, dan sang istri masih ada keinginan untuk menikah lagi. Bagaimana pandangan saudara-saudara? THX
|

30th August 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 482
|
|
Gereja tidak mengijinkan perceraian dengan alasan apapun kecuali salah satu dari mereka meninggal.
Menikah adalah tanggung jawab. Dengan alasan apapun, suami kejam dsb, dsb, saya malah ingin menanyakan pertanyaannya yang lebih besar: kenapa dia dulu mau menikah dengan orang semacam itu?
kenapa terburu-buru menikah tanpa menyelidiki lebih dalam orang macam apa suaminya itu?
|

31st August 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,239
|
|
Quote:
Originally Posted by Couns_elor_007
Saya mahasiswa bimbingan dan konseling, saya mempunyai seorang teman wanita (bukan pacar) yang ingin bercerai dengan suaminya (bukan karna suaminya berzinah), tetapi sering seenaknya sendiri: sering memukul. Suami dan istri ini tinggal berbeda kota dan suaminya tidak pernah berkunjung ke tempat istrinya dan tidak pernah mencukupi kebutuhan anaknya (walau hanya susu sekalipun). Suami istri ini menikah secara katolik, dan sang istri masih ada keinginan untuk menikah lagi. Bagaimana pandangan saudara-saudara? THX
|
Biasanya sih orang kalo ngalamin kekerasan rumah tangga, mikirnya mau kabur atau balik ke rumah ortu, yang penting pisah dulu gak terjangkau sama si abuser. Bukan malah mikir mau nikah lagi. Malah many of them males mikir mau nikah lagi, trauma ngalamin hal yang sama lagi.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

31st August 2008
|
 |
Si Kupluk
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Trinidad and Tobago
Posts: 1,837
|
|
Quote:
|
Originally Posted by Couns_elor_007
1) saya mempunyai seorang teman wanita (bukan pacar) yang ingin bercerai dengan suaminya (bukan karna suaminya berzinah), tetapi 2) sering seenaknya sendiri: 3) sering memukul. 4) Suami dan istri ini tinggal berbeda kota dan suaminya tidak pernah berkunjung ke tempat istrinya dan tidak pernah mencukupi kebutuhan anaknya (walau hanya susu sekalipun). 5) Suami istri ini menikah secara katolik, dan 6) sang istri masih ada keinginan untuk menikah lagi.
|
1) Pake dijelasin segala bhw tu cewe bukan pacar.. ada apa gerangan?
Kalian ada hubungan khusus yaaaaa? 
Just teasing.. none of my business.
2) Ini mah kebiasaan jelek yg kudu diomongin antara suami istri; org luar ga bisa ikut2an.
3) Mengacu ke poin nomer 4, kalo tinggal beda kota & suami ga perna berkunjung, mukulnya pegimana ya? 
Note: Gw tebelin & highlight tuh kata 'sering'-nya.
4) Kok laki bini bisa tinggal beda kota? Karena kerjaan ya?
Eniwei, kalo distance kayaknya membuat pernikahan jadi renggang, yah sebaiknya salah 1 pihak mengalah & pindah ke kota lain spy sekeluarga bisa bersatu krn sering kali distance membuat tingkat kesalahpahaman jadi lbh besar.
5) Poin nomer 5 ini apa hubungannya ma topik cere ye?
Bukannya uda jelas bhw kalo ditinjau dr sudut pandang agama Kristen, perceraian ntu ga bole kata Pa Pendeta
6) Yaelaaa.. urusan ini aja blon kelar malah mo nambah 
__________________
The falling leaves drift by my window
The falling leaves of red and gold
I see your lips the summer kisses
The sunburned hands I used to hold
|

31st August 2008
|
 |
AP - Community Leader
|
|
Join Date: Jun 2004
Age: 28
Posts: 3,425
|
|
Quote:
Originally Posted by Couns_elor_007
Saya mahasiswa bimbingan dan konseling, saya mempunyai seorang teman wanita (bukan pacar) yang ingin bercerai dengan suaminya (bukan karna suaminya berzinah), tetapi sering seenaknya sendiri: sering memukul. Suami dan istri ini tinggal berbeda kota dan suaminya tidak pernah berkunjung ke tempat istrinya dan tidak pernah mencukupi kebutuhan anaknya (walau hanya susu sekalipun). Suami istri ini menikah secara katolik, dan sang istri masih ada keinginan untuk menikah lagi. Bagaimana pandangan saudara-saudara? THX
|
*Note*
Harvest pindahin thread ini ke "Konseling" yah?
As far as I know,Katolik tidak mengijinkan perceraian,sulit sekali procedur-nya.
Gue pretty much agree ama PB,and so true kalo orang yg pernah ngalamin abusive relationship males merit lagi.
Untuk mengambil jalan cerai sebaiknya dipikirkan dulu dampaknya utk anak2,dan mereka berdua. Kalo komunikasi tidak bisa menjadi jawaban lagi,mungkin mereka perlu konseling bersama (bukan cuma 1 pihak aja),cuma masalahnya kalo laki dia abuser gitu,I doubt dia mau ke konseling malah mungkin dia bakalan ngamuk kalo tau bini nya kasih tau ke org lain ttg his bad temper.
Buat gue sih,abuse itu tidak boleh,apapun alasannya,tapi pada kenyataannya byk sekali pasutri yg mengalami ini baik secara mental ataupun fisik. Gue akan menganjurkan utk tidak cerai,dipikirkan,dibicarakan dulu,TAPI kalo itu membahayakan keamanan ybs dan anak2 mereka,maka jalan terbaik adalah get away from the husband,kalopun dia tidak menjalankan tugas dia sbg suami yg love,honor,respect and provide for the family..whats the point of being married? kalo cuma jadi sasaran tinju,temper,dan sex..itu mah bukan marriage tapi pelampiasan lol, again gue tidak menyarankan perceraian but I understand why she wanna get one in this case,bonyok gue cerai and they are much better and happy that way and so do I,sounds "berdosa" tapi gue cuma jujur aja
Soal abuse itu sendiri juga hrs ditanya sebabnya apa,kalo udah tau lakinya sensitive about a certain issue,then dont bring it up constantly pokoknya dont press his "hot" button deh,ini tips survival aja LOL walaupun ini tidak menyelesaikan masalah tapi bisa meredakan dikit-lah. Intinya : Jangan mau konyol,kalo udah tau itu berbahaya,run..stay away from him..go to places dimana dia bisa aman (with a lot of her family,friends,etc) ,be aware and be careful aja deh,some peep emang bener2 crazy yg willing 2 do everything just to get his temper out or to get even 
__________________
|

31st August 2008
|
 |
LITTLE MISTLETOE
|
|
Join Date: Mar 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,179
|
|
Yang perlu dilakukan cuman duduk berdua (suami-istri) lalu ngobrolin keadaan pernikahan sekarang ini.
Kira2 faktor apa aja yang menjadi pemicu hingga perkawinan mengalami stuck,sama2 introspeksi diri untuk sama2 memperbaiki keadaan,bukan lari buat kawin lagi.
Gw curiga nih,jangan2 mau meridnya ma Ts yach..LOL.
|

31st August 2008
|
|
|
TS, terus terang uraian kamu sedikit mencurigakan, tapi ada juga kemungkinan bahwa itu karena kamu kurang bisa mendeskripsikan saja. anyway, biar jelas, tanyakan ke gereja katolik tempat mereka menikah tentang prosedur annulment. ada step2 yang harus dilalui oleh pasangan suami istri itu, dan bila semuanya clear, maka pernikahan tadi bisa di-anullment (dibatalkan).
but i must warn u, untuk melewati step2 itu, si suami dan istri itu harus mau 'di-obok2' dulu, don't expect any way easier.
|

31st August 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 482
|
|
Tapi setau saya annulment bisa terjadi dengan alasan berikut:
- berhubungan darah (kekerabatan)
- ketidak-warasan (gila)
- poligami
- penipuan
- pemaksaan (dibawah ancaman)
- tidak memenuhi syarat-syarat sakramen pernikahan
- terjadi pembunuhan terhadap pasangan (calon) suami/istri sehingga mereka bisa menikah
Jadi selama pernikahan itu dilakukan dengan sadar, dalam kehendak bebas, dan di gereja Katolik, pernikahan tersebut sudah dianggap sebagai sakramen dan tidak bisa dibatalkan untill death do them apart.
|

1st September 2008
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 178
|
|
Eit .... ada baiknya kamu hati-hati; awas terjadi transference (kamu pasti tahu istilah tersebut).
Ada baiknya kamu refer kasus itu kepada Romo-nya agar dilakukan Pastoral Care lebih tepat. Agar masalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan tanggungjawab suaminya dapat diselesaikan. Biar Romo-nya yang mempunyai kewajiban dan otoritas kerohanian melakukan kewajibannya.
Mengenai cerai, ada baiknya kamu jangan mendorong bahkan memberi saran untuk itu. Memang secara humanis, saran itu bisa dibenarkan; tetapi secara keimanan tidak boleh terjadi perceraian.
|

1st September 2008
|
 |
- sinner -
|
|
Join Date: Feb 2005
Location: Indonesia
Age: 24
Posts: 1,720
|
|
Quote:
Originally Posted by Couns_elor_007
Saya mahasiswa bimbingan dan konseling, saya mempunyai seorang teman wanita (bukan pacar) yang ingin bercerai dengan suaminya (bukan karna suaminya berzinah), tetapi sering seenaknya sendiri: sering memukul. Suami dan istri ini tinggal berbeda kota dan suaminya tidak pernah berkunjung ke tempat istrinya dan tidak pernah mencukupi kebutuhan anaknya (walau hanya susu sekalipun). Suami istri ini menikah secara katolik, dan sang istri masih ada keinginan untuk menikah lagi. Bagaimana pandangan saudara-saudara? THX
|
wah RT orang nih......
jangan deh ikut campur ato menengahin yg kek ginian, bahaya.....
setau ogud nih, surat cerai tuh dikasi ama paus ya CMIIW tuk katholik
merit lagi si bole2 aja, cuma masalahnya beres belom ???
klo masih gantung mending jangan deh 
__________________
jebolin tembok dulu, ketukkan palumu
robohkan pagar dulu, tubrukkan tubuhmu
kerja keras kalo kamu mau ROCK N ROLL
naiki gunung dulu, baru petik bungamu
panjati pohon dulu, lalu petik buahmu
keringat deras kalo kamu mau ROCK N ROL -Slank-
fens buka toko di AP looo
[url]http://www.akupercaya.com/forums/iklan-lainnya-beta/15250-jual-plastik-partai-besar.html[/url]
|

9th September 2008
|
 |
AP - Junior Member
|
|
Join Date: Jun 2008
Location: Indonesia
Posts: 21
|
|
wah...
masalah yg lucu nie...
1. org yg sudah terikat dalam pernikahan, artinya sudah sadar akan konsekuensi apa aja yg bakal dihadapin di RT...(selama masa pacaran seharusnya sdh tau akan sifat pasangan)
2. pas nikah pasti ngucapin sumpah di hadapn Tuhan kan, untuk selalu bersama dalam suka duka, bla bla...
kalo menurut gw kemungkinan besar nie pernikahan karena accident...(tidak bermaksud menyinggung)...
liat aja, masa da nikah, suami n istri tinggal beda kota?? ga masuk akal...
sbuah kluarga thu yg idealnya tinggal bersama...
lucu banget d....
bener2 ga masuk akal....
usul nie, suami n istri duduk bareng pas sore hari..trus minum teh sari wangi jadi berasa damai n bisa ngomongin masalahnya...
-ronie-
newbie...
|

18th September 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 438
|
|
aku sih setuju dengan pendapatnya si Azuki...
JBu
|

18th September 2008
|
 |
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Sep 2008
Location: Indonesia
Posts: 65
|
|
yang penting "gwa" happy . . .
gwa mau kawin lagi ...
ga perduli TUHAN mo bilang hati gwa degil ...
Siapa bilang ikut Yesus itu enak ? pada dah tau ayat nya kan ? ga usah dibolak balik jadi diperbolehkan.
Mending jadi pengikut Mr. M saja
Mau kawin cerai 10 kali ga jadi malalah.
|

18th September 2008
|
 |
AP - Realian
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,476
|
|
Please temen-temen, don't judge her anymore.
Uda cukup dia dapet abuse dari suaminya...
buat TS, mungkin yang bisa kk lakuin buat dia cuman saranin dia ke Romo (bener gak sih istilahnya ?  ) buat konseling n cari jalan terbaik.. mungkin konseling berdua untuk tahap awal gak memungkinkan (IMHO)... Tapi ya dicoba aja dulu, ask the expert la... 
__________________
"What's wrong with running away from reality if it sucks!?" ~ Shinji Ikari (Evangelion)
|

18th September 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 438
|
|
jangan menyerah sebelum dicoba...
|

13th October 2008
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Oct 2008
Location: Indonesia
Posts: 49
|
|
Ebat2 tuh comment di atas. Gw jd ikut mikir... ga pernah ketemu tapi sering mukul? Dulu kali yah? Pisah kota... karena sering dipukul trs sang istri plg ke rmh ortu yg beda kota?
Kl menurut saya, semuanya itu pilihan kita koq. Meski dilarang gereja tapi kl tetep mau cerai siapa yg bisa ngelarang? Benernya semua tindakan kita dlm hidup itu khan tanggung jawabnya ama Tuhan, bukan ama gereja. Gw pernah tahu kejadian uaneh... temen gw dl menikah secara Kristen trs cerai, kawin lg bisa diberkati di gereja Katolik. What the hell? <--- pikiran gw!! ^^ Gw ty koq bisa seh? Kata pendetanya/romo yah kl d Katolik?: dulu khan diberkatinya scr Kristen jadi blm scr Katolik makanya bisa diberkati secara gereja Katolik? #@??! .. emang janji nikah itu diucapkan dihadapan siapa? Pendeta atau TUHAN??! So weird!! ^^ hehe.. tapi gw ga berani menghakimi bilang romonya salah lho, ga berani gw soalnya dia khan hamba Tuhan. Cuman gw heran bgt.
Bagaimanapun setahu saya dikatakan d Alkitab Tuhan itu membenci perceraian!
Soal pernikahan bisa dibatalkan karena berbagai sebab itu gw seh ga setuju, tapi gw ga mau menghakimi apapun tindakan orang lho.. itu tanggung jawab ama Tuhan. Soalnya gw tahu sendiri ada temen gw yg menikah, istrinya gila tapi dia tetep setia merawat sampai mereka punya anak. Aku lupa umur berapa anaknya waktu itu, Tuhan kasih kesembuhan untuk istrinya. Nah lho! Benernya kl mau cerai bisa khan menurut peraturan? Tapi ya itu, "porsi" kita itu lain2 dihadapan Tuhan. Semua itu bergantung seberapa besar cinta kita ke DIA koq. =)
Syalom!
|
 |
| Thread Tools |
|
|
| Display Modes |
Linear Mode
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT +7. The time now is 08:49 AM.
|