 |
|

18th December 2007
|
 |
AP - Posting Freak
|
|
Join Date: Nov 2007
Location: Indonesia
Age: 22
Posts: 242
|
|
Perbedaan Antara Roh Dengan Jiwa
I. Pemisahan Roh dengan Jiwa
Alkitab memberitahu kita bahwa di dalam diri manusia, selain ada jiwa juga ada roh. Roh dan jiwa merupakan dua hal yang berbeda. ( 1 Tes 5:23 ; Ibr 4:12 )
Bila kita ingin memiliki pertumbuhan rohani yang benar dalam hayat, kita harus tahu bahwa roh dan jiwa adalah dua hal yang berbeda.
Bila kita mampu membedakan roh dengan jiwa, maka dalam pengalaman hidup kita, kita dapat menyangkal jiwa, dan hidup oleh roh di hadapan Allah.
A. Jiwa dan Roh
Manusia dapat hidup dengan jiwa dan menjadi milik jiwa sehingga menjadi manusia jiwani; atau dia bisa hidup dengan roh dan menjadi milik roh, sehingga menjadi manusia rohani.
Jika seseorang itu rohani, maka ia dapat membedakan dan menerima perkara-perkara rohani; tetapi jika ia jiwani, maka ia tidak dapat menerima perkara-perkara rohani dan bahkan tidak mengenalnya.
Roh dapat berkomunikasi dengan Allah dan dapat melihat perkara-perkara Roh Allah. Roh senang menjunjung tinggi dan menerima perkara-perkara Allah. Namun bagi jiwa, perkara-perkara Roh Allah itu aneh dan ganjil, tidak mengerti dan tidak bisa menerima perkara-perkara rohani dan bahkan menganggapnya hal yang bodoh.
Rom 8:2 – Daging bertentangan dengan roh ; 1 kor 2:14 – Jiwa bertentangan dengan roh. Ketika menusia hidup dengan daging, dia berasal dari daging dan bukan dari roh; demikian juga ketika manusia hidup dengan jiwa, dia berasal dari jiwa dan bukan dari roh.
Jadi, meskipun kita tidak berbuat dosa dan telah bebas dari dosa, dalam pendangan manusia kita juga bukan orang yang bersifat daging, itu tidak berarti bahwa kita adalah orang yang rohani dan tidak jiwani; juga tidak berarti kita pasti dapat mengerti, menjunjung tinggi, dan menerima perkara-perkara Roh Allah.
Keselamatan Allah tidak hanya melepaskan kita dari dosa dan daging, tetapi juga dari jiwa. Tujuan keselamatan Allah bukan hanya agar kita tidak berada dalam dosa dan daging, tetapi juga supaya kita tidak berada dalam jiwa, tetapi dalam roh. Keselamatan-Nya bukan sekedar menyelamatkan kita sampai memenuhi standar moral hingga kita menjadi manusia bermoral tinggi, tetapi lebih dari itu, Ia menyelamatkan kita sampai mencapai tingkat rohani sehingga kita menjadi manusia rohani.
B. Ketidak-mampuan Jiwa dalam perkara-perkara Rohani
1 Kor 2:14 “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani”. Inilah keadaan jiwa terhadap perkara-perkara Roh Allah.
Jiwa “tidak menerima” perkara-perkara yang berasal dari Roh Allah dan “tidak dapat memahaminya.” Jiwa tidak mempunyai kemampuan untuk mengenali perkara-perkara Roh Allah.
Manusia yang hidup dengan jiwa tidak punya perasaan, tidak punya keinginan, dan tidak punya minat terhadap perkara-perkara Roh Allah; ia tidak mencarinya, menerimanya ataupun memahaminya.
Karena itulah Allah perlu melepaskan kita dari jiwa, supaya kita tidak hidup dengan jiwa, dengan demikian dia dapat membuat kita mengasihi, mengerti, dan menerima perkara-perkara Roh Allah.
Saudara saudari yang hidup dengan jiwa mungkin saja sangat baik, berkelakuan baik, dan bijaksana, tetapi sama sekali tidak dapat memahami perkara-perkara rohani dan bahkan mungkin tidak haus tidak berminat akan perkara-perkara rohani. Anda menemukan kebaikan dalam diri mereka, tetapi Anda tidak menemukan roh. Anda melihat kebajikan menusia dalam diri mereka, tetapi tidak mencium aroma Allah atas diri mereka. Mereka mungkin juga mempunyai pikiran yang cemerlang dan sangat cerdas, tetapi roh mereka tidak diterangi dan kesadaran roh mereka tidak peka. Kita mungkin akan menyebut mereka orang-orang Kristen yang baik, namun tidak dapat menyebut mereka orang-orang Kristen yang rohani.
Karena itu, orang Kristen yang baik tidak selalu rohani. Orang Kristen rohani tidak hanya baik tingkah lakunya; mereka juga hidup dalam roh, punya perasaan roh, mengerti hal-hal rohani, memahami cara Allah dari dalam batin, dan mempunyai keahlian dalam perkara-perkara rohani.
C. Kandungan Jiwa
Jiwa adalah kepribadian kita sendiri, ego (diri) kita; karena itu jiwa adalah diri kita.
Tiga bagian dari jiwa – pikiran, emosi, tekad. Ketiga bagian ini secara serempak ada dalam setiap manusia. Meskipun demikian, ada yang lebih cenderung dalam pikiran, ada yang sangat emosional, dan yang lain kuat dalam tekadnya.
II. Manusia Jiwani dan Manusia Rohani
A. Manusia Jiwani
Sangat mudah bagi kita untuk menilai seseorang itu jiwani atau tidak. Kita hanya perlu melihat apakah dia bertindak dengan pikiran, emosi, atau tekad; apakah ia hidup dalam pikiran, emosi, atau tekad. Selama ia bertindak dan bertingkah laku dengan salah satu dari ketiga hal itu, atau selama ia hidup dalam satu dari ketiga hal itu, maka dia adalah manusia jiwani.
Seorang yang jiwani seringkali dianggap “orang baik”, seringkali dia tanpa cela dalam pandangan manusia. Pikirannya yang cemerlang selalu mendatangkan pujian manusia terhadap orang yang bertindak tanduk dengannya. Emosi yang pas selalu mendatangkan sambutan manusia terhadap orang yang hidup dalamnya. Tekad yang tegas juga sering mendatangkan pujian manusia bagi orang bergantung padanya. Namun, meskipun di hadapan manusia dia kelihatannya tidak berdosa dan tidak bersalah, tetapi rohnya terhalang di hadapan Allah, pemahaman terhadap hal-hal rohani cenderung tumpul dan bahkan tidak mampu mengerti.
B. Manusia Rohani
Manusia rohani adalah manusia yang hidup dalam roh dan tidak hidup dalam jiwa. Mereka hidup dengan roh dan dalam roh. Meskipun mempunyai jiwa, dan mungkin pikiran, emosi, tekad mereka juga cukup kuat, namun mereka tidak hidup dengan organ-organ jiwani ini, tidak hidup dalamnya. Mereka mempersilakan roh menjadi tuan dan sumber semua perbuatan serta tingkah laku mereka. Roh di dalam mereka menempati kedudukan yang utama; roh itu adalah sumber tingkah laku mereka, roh itu juga menjadi penyebab perbuatan mereka. Jiwa dalam diri mereka dalam posisi dan kedudukan yang patuh.
Kapan kala menghadapi sesuatu, mereka tidak lebih dulu memakai pikiran, emosi, atau tekad mereka untuk bagaimana menghadapinya; tetapi mereka lebih dulu memakai rohnya datang mencari perasaan Tuhan terhadap perkara tersebut. Sesudah menyentuh perasaan Tuhan dalam rohnya, barulah mereka memakai pikiran dalam jiwa untuk memahami perasaan dalam roh tersebut, memakai emosi dalam jiwa untuk mengungkapkannya, dan memakai tekad dalam jiwa untuk melaksanakannya. Jadi, meskipun menggunakan organ-organ jiwa, namun mereka tidak jiwani, tidak hidup dengan hayat jiwa.
III. Keadaan Tidak Normal
Kita yang telah diselamatkan dan memiliki roh yang dihidupkan dapat hidup oleh dan dengan roh. Masalahnya ialah :
A. Kejatuhan manusia menyebabkan manusia jatuh dari roh ke dalam jiwa, sehingga manusia tidak lagi hidup dengan roh tetapi dengan jiwa.
B. Manusia terbiasa hidup dengan jiwa dan bukan dengan roh, dan mereka tidak menganggap bahwa hidup dalam roh itu penting. Mereka mengira bahwa hidup dengan pikiran, emosi, atau tekad dari jiwa itu perlu dan cocok, kalau saja hati-hati dan tidak berbuat salah, maka itu baik-baik saja dan cukuplah.
C. Mereka tahu keinginan Allah, tahu tujuan keselamatan Allah, namun mereka masih tetap hidup dalam jiwa dan hidup dengan jiwa. Mereka tahu bahwa mereka punya roh, namun tidak mengggunakan rohnya; mereka cenderung mengaktifkan jiwanya untuk memuaskan diri sendiri. Cukup untuk menjadi orang Kristen yang baik tanpa merasa perlu menjadi orang Kristen yang rohani.
IV. Cara bebas dari Jiwa
A. Mengenal Jiwa
Kita harus nampak jelas bahwa jiwa tidak berdaya terhadap perkara-perkara Allah dan tidak dapat memahami perkara-perkara Allah ataupun mengerti perkara-perkara rohani. Hidup dalam jiwa tidak dapat menyenangkan hati Allah.
B. Mengenal Salib
Dalam penilaian Allah, jiwa hanya patut mati (Gal 2:19b). Jiwa kita telah dibereskan oleh Allah melalui salib Kristus. Kita seharusnya tidak menghargai perkara-perkara dari jiwa, sebaliknya kita justru hanya mengakui bahwa jiwa kita harus mati, pantas mati, dan sudah mati.
Pengenalan yang jelas atas Jiwa dan Salib akan membuat kita menghakimi jiwa, menyangkal jiwa, menolak jiwa, dan melarang jiwa memimpin dalam semua hal, tidak memberi tempat bagi jiwa dalam segala sesuatu.
C. Hidup menurut pimpinan Roh Kudus
Kembali ke dalam roh, menggunakan roh untuk merasakan kesadaran milik Allah. Mempersilakan Roh Kudus membereskan pikiran, emosi dan tekadnya.
Dalam segala perkara Allah, kita harus menolak pimpinan pikiran, emosi, dan tekad kita; menyilakan roh untuk menduduki tempat utama guna memerintah, mengendalikan, dan menggunakan pikiran, emosi dan tekad kita.
1Th 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Heb 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Rom 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Rom 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
Rom 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
Rom 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
1Co 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Gal 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
|

3rd February 2008
|
 |
AP - Senior Newbie
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 12
|
|
Roh dan Jiwa
Syallom,
Anda sebutkan bahwa manusia memiliki tubuh, jiwa dan roh. Anda sudah jelaskan tentang manusia jiwa dan manusia roh, tetapi saya belum sepenuhnya memahami itu. Bisakah Anda jelaskan juga secara singkat:
1. Manusia daging, yang hidup dengan daging
2. Manusia jiwa, perbedaannya dgn manusia daging
3. Manusia roh, perbedaanya dengan manusia jiwa dan manusia daging.
Trim's, GBU

|

4th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Dulu pengen nanya tapi gak pernah jadi2 begitu pertama baca thread ini.
Ayat2 yang dijadikan untuk dasar pemikirannya bahwa jiwa adalah buruk dan roh adalah baik kok gak nyambung ya? Yang dikutip malah ayat2 soal kedagingan atau duniawi. Contohnya seperti ini:
Quote:
Dalam penilaian Allah, jiwa hanya patut mati (Gal 2:19b). Jiwa kita telah dibereskan oleh Allah melalui salib Kristus. Kita seharusnya tidak menghargai perkara-perkara dari jiwa, sebaliknya kita justru hanya mengakui bahwa jiwa kita harus mati, pantas mati, dan sudah mati.
Pengenalan yang jelas atas Jiwa dan Salib akan membuat kita menghakimi jiwa, menyangkal jiwa, menolak jiwa, dan melarang jiwa memimpin dalam semua hal, tidak memberi tempat bagi jiwa dalam segala sesuatu.
|
Padahal ayat Galatia 2:19 bunyinya:
Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
Ayat ini sama sekali gak menulis atau ngomongin jiwa.
Apakah memang daging / duniawi = jiwa? Kalo pun sama, sepertinya gak ada ayat pendukungnya.
Bahkan ada 1 ayat di atas yang jelas2 menyatakan bahwa jiwa adalah baik:
1Th 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Last edited by PlainBread : 4th February 2008 at 02:22 AM.
|

4th February 2008
|
 |
AP - Posting Freak
|
|
Join Date: Nov 2007
Location: Indonesia
Age: 22
Posts: 242
|
|
Kalo mau lebih jelasnya bisa baca buku Manusia Rohani Vol 1-3. Tulisan Watchman Nee. Disitu dikupas abis Daging, Jiwa, dan Roh.
|

4th February 2008
|
 |
AP - Posting Freak
|
|
Join Date: Sep 2006
Location: Indonesia
Posts: 240
|
|
Jiwa itu nafas; roh itu komunikasi dengan Allah
Kejadian 1:
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kejadian 2:
7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Yohanes 4:
24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" [kata Yesus kepada sang perempuan Samaria].
Di Kitab Kejadian Bab 2, kita boleh belajar definisi jiwa dan membedakannya dengan roh. Definisi jiwa ada di Kejadian 2:7. Untuk membedakannya dengan roh, mari kita pelajari Kejadian 1:27 dan Yohanes 4:24, lalu melihat dengan cermat perintah Allah kepada Adam di Kejadian 2:16, dan kenyataanya Adam masih bernafas meskipun sudah melanggar perintah Allah itu: jadi apanya Adam yang mati?
Dari Kejadian 1:27 dan Yohanes 4:24, kita tahu bahwa Allah itu roh, dan gambar-Nya itu roh juga. Adam dan Hawa itu gambar-Nya.
Karena melanggar perintah Allah, Adam mati, tetapi masih bernafas. Yang mati atau menjadi tidak ada yaitu rohnya Adam: hubungan / komunikasi Adam dan Allah terputus.
Begitu Adam mati atau tidak bernafas, jiwa Adam [sang tanah merah] menjadi tidak ada; badannya kembali ke tanah.
__________________
Children, let us worship God in spirit and in truth.
|

4th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by hgunaw
Begitu Adam mati atau tidak bernafas, jiwa Adam [sang tanah merah] menjadi tidak ada; badannya kembali ke tanah.
|
Bagaimana dengan ayat ini:
Mat. 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Bukankah berarti tubuh yang dibunuh tidak otomatis menjadikan jiwa terbunuh?
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

5th February 2008
|
 |
AP - Posting Freak
|
|
Join Date: Sep 2006
Location: Indonesia
Posts: 240
|
|
Tidur sampai Kebangkitan
Jiwa itu tidak ada pada orang mati. Apa orang mati bernafas? Ingatan mereka tidak ada sampai Kebangkitan.
Mazmur 6:
6 Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?
5 For in death there is no remembrance of thee: in the grave who shall give thee thanks?
Tentunya kita percaya kebangkitan, bukan?
Romans 1
4 dinyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, menurut Roh kekudusan, oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati,
4 And declared [determined] to be the Son of God with power, according to the spirit of holiness, by the resurrection from the dead:
Romans 6
5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya:
5 For if we have been planted together in the likeness of his death, we shall be also in the likeness of his resurrection:
1 Peter 1
3 Terpujilah Allah dan Bapa [daripada] Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
3 Blessed be the God and Father of our Lord Jesus Christ, which according to his abundant [much] mercy hath begotten us again unto a lively hope by the resurrection of Jesus Christ from the dead
Ya, orang jahat juga akan dibangkitkan, tetapi mereka yang jahat sepenuhnya di bawah kuasa Sang Kematian.
John 5
29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
29 And shall come forth; they that have done good, unto the resurrection of life; and they that have done evil, unto the resurrection of damnation:
__________________
Children, let us worship God in spirit and in truth.
|

5th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by hgunaw
Jiwa itu tidak ada pada orang mati. Apa orang mati bernafas? Ingatan mereka tidak ada sampai Kebangkitan.
|
Saya hanya ingin ada penjelasan dari ayat yang saya kutip di atas. Males bahas ayat2 lain kalo satu ayat aja saya belum ngerti. Thanks.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

6th February 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Aug 2004
Posts: 434
|
|
Quote:
Originally Posted by santo_paulus
Syallom,
Anda sebutkan bahwa manusia memiliki tubuh, jiwa dan roh. Anda sudah jelaskan tentang manusia jiwa dan manusia roh, tetapi saya belum sepenuhnya memahami itu. Bisakah Anda jelaskan juga secara singkat:
1. Manusia daging, yang hidup dengan daging
2. Manusia jiwa, perbedaannya dgn manusia daging
3. Manusia roh, perbedaanya dengan manusia jiwa dan manusia daging.
Trim's, GBU

|
1 Kor 2:14-15 menyatakan dua macam perbedaan antara manusia duniawi dan manusia rohani. Istilah manusia daging dan manusia jiwa itu sebenarnya tidak ada. Tapi kalau daging dan jiwa kita tdk dimatikan/diserahkan/ditundukkan dibawah kuasaNya maka kita akan menjadi apa yg disebut manusia duniawi.
Quote:
Apakah memang daging / duniawi = jiwa? Kalo pun sama, sepertinya gak ada ayat pendukungnya.
Bahkan ada 1 ayat di atas yang jelas2 menyatakan bahwa jiwa adalah baik:
1Th 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
|
Mesti dimengerti dulu bhw daging sudah jelas tdk sama dg jiwa. Bahkan daging dan jiwa merupakan dua bagian yg jauh berbeda sekali. Daging adalah tubuh yg kelihatan, sedangkan jiwa merupakan sesuatu yg tdk kelihatan yg terdiri dari pikiran (hati), emosi (perasaan) dan keinginan.
Jiwa memegang peranan besar didlm keselamatan, karena jiwalah yg bisa memutuskan dan mewujudkan dosa. Jadi jiwa itu bisa mewujudkan sesuatu yg baik atau sesuatu yg jahat, tergantung orang yg memilikinya. Tapi Allah menghendaki supaya kita dikuduskan seluruhnya terutama jiwa dan tubuh kita.
|

6th February 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Kalo gitu yg ini apa her
I Thes 5:23 Now may the God of peace Himself sanctify you entirely; and may your spirit and soul and body be preserved complete, without blame at the coming of our Lord Jesus Christ.
Firman Tuhan juga sampai bisa memisahkan antara soul and spirit her.
Heb 4:12 - For the word of God is living and active and sharper than any two-edged sword, and piercing as far as the division of soul and spirit, of both joints and marrow, and able to judge the thoughts and intentions of the heart.
Emang ngga ada tulisan "manusia jiwa" tapi ada yang namanya jiwa (Greek: Psuche) dan roh (Greek: Pneuma)
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

6th February 2008
|
 |
AP - Posting Freak
|
|
Join Date: Sep 2006
Location: Indonesia
Posts: 240
|
|
Pembinasa Jiwa dan Tubuh di dalam Neraka
Quote:
Originally Posted by PlainBread
Bagaimana dengan ayat ini:
Mat. 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Bukankah berarti tubuh yang dibunuh tidak otomatis menjadikan jiwa terbunuh?
|
Harapan para martir dan kita adalah kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Inilah yang memberikan kita kekuatan. Badan dapat mereka bunuh, tetapi jiwa orang baik maupun orang yang dibenarkan oleh darah Domba Allah sudah tidak lagi di bawah kekuasaan Sang Musuh. Pada Kebangkitan, Sang Musuh hanya dapat membunuh jiwa-jiwa yang di bawah kekuasaannya.
Siapakah yang dimaksud dengan "Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka"? Kata "Dia" pada Mat. 10:28b ditulis dengan huruf besar menunjukkan bahwa Allah Pencipta manusia itu yang membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Apakah benar Allah yang Maha Baik itu berbuat demikian? Kata "Dia" pada Mat. 10.28b itu dijelaskan dengan "yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka". Kita bisa lihat siapakah yang punya atribut ini?
Injil Yohanes 10
10a Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;
Kontraskan ini dengan Allah yang tidak suka membuat orang susah seperti yang digambarkan pada ayat di bawah ini.
Yakobus 1
13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Juga harus dimengerti kata "neraka" pada Mat. 10.28b: dalam bahasa Ibraninya, geenna, yang berasal dari kata "lembah Hinnom", di mana binatang-binatang yang menjijikan dan mati dibuang dan dibakar; satu simbol yang pas bagi orang-orang jahat dan kehancuran mereka pada masa depan. [Sumber: Sabda 3.0]
__________________
Children, let us worship God in spirit and in truth.
|

6th February 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Aug 2004
Posts: 434
|
|
Quote:
Originally Posted by kepikbiru
Kalo gitu yg ini apa her
I Thes 5:23 Now may the God of peace Himself sanctify you entirely; and may your spirit and soul and body be preserved complete, without blame at the coming of our Lord Jesus Christ.
Firman Tuhan juga sampai bisa memisahkan antara soul and spirit her.
Heb 4:12 - For the word of God is living and active and sharper than any two-edged sword, and piercing as far as the division of soul and spirit, of both joints and marrow, and able to judge the thoughts and intentions of the heart.
Emang ngga ada tulisan "manusia jiwa" tapi ada yang namanya jiwa (Greek: Psuche) dan roh (Greek: Pneuma)
|
Semua orang mengetahui bahwa manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Roh manusia ini merupakan inti dari hidup seseorang dan keberadaan roh ini yg membedakan manusia dari mahluk hidup lainnya. Pada waktu orang percaya dan menerima Yesus, maka Roh Tuhan akan menempati Roh manusianya. Iblis tidak dapat diam dalam rohnya karena disanalah Roh Kudus berdiam. Tetapi ada komponen2 lainnya yg membentuk manusia yaitu jiwa dan tubuhnya. Jiwa dan tubuh inilah terutama yg menjadi target serangan iblis.
Dalam Perjanjian Lama Tuhan memerintahkan Musa utk membuat tempat kudus bagiNya, yaitu kemah suci karena Tuhan akan diam ditengah tengah mereka (Keluaran 25).
Seperti kita juga tahu bhw Kemah suci itu memiliki tiga bagian : ruang maha kudus, ruang kudus dan pelataran. Gambaran ini juga memperlihatkan ketiga bagian manusia (Roh, jiwa dan tubuh) sebagai bait suciNya. Ruang maha kudus dlm kemah suci itu adalah tempat dimana Allah bersemayam, inilah yg menyimbolkan Roh manusia.
Karena sekarang sejak PB Tuhan tdk mau lagi tinggal didlm kemah buatan manusia, Ia memilih utk tinggal didlm manusia. Demikian juga dg orang yg sudah bertobat, tempat yg pertama didiami adalah didalam Roh manusianya. Pada waktu itu manusia sudah menjadi milikNya dan keselamatan sudah diberikan. Tetapi tdk berarti bhw org yg sudah dibaptis sudah pasti akan selalu menerima keselamatan kekal, spt banyak orang kristen mempercayainya.
|

11th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Sampe sekarang gue gak ngerti bedanya jiwa dan roh. Ada yang bilang kalo orangnya mati, jiwanya mati. Ada yang bilang jiwanya bakal dipelihara Bapa walaupun badannya mati. Ada yang bilang jiwa = nafas, tapi ada yang bilang jiwa itu lebih dari sekedar nafas, tapi juga ingatan dan emosi. Ada yang bilang jiwa itu buruk makanya gak bakal nyampe surga (gak seperti roh), ada juga yang bilang jiwa adalah sesuatu yang baik makanya terpelihara sebagaimana roh kita.
Atau jangan2 "jiwa" cuma pintu antara tubuh dan roh?
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

11th February 2008
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Dec 2006
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 189
|
|
daging = berasal dari debu tanah,
jiwa = ego
roh = berasal dari BAPA dan kembali ke BAPA
__________________
I pray to you,
Jesus keep u in his name.
keep u from the evil,
sanctify u by the truth,
and give u joy fulfiled always.
amen!
|

14th February 2008
|
 |
AP - Regular Contributor
|
|
Join Date: Jan 2008
Location: Indonesia
Posts: 99
|
|
Quote:
Originally Posted by hgunaw
Jiwa itu tidak ada pada orang mati. Apa orang mati bernafas? Ingatan mereka tidak ada sampai Kebangkitan.
Mazmur 6:
6 Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?
|
@hgunaw, bagaimana kalau Mazmur 6:6 diperhadapkan dengan kisah Lazarus dan orang kaya berikut:
Lukas 16:
22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Mazmur 6:6 --> orang mati kehilangan ingatan, tidur sempurna
Lukas 16:22-25 --> orang mati sadar sesadar-sadarnya. Orang kaya bisa melihat Lazarus
Saudara bisa lihat kontroversi itu. Manakah yang benar? Tentu salah satu. Mazmur 6:6 barangkali diwahyukan kepada Daud, mungkin Salomo, mungkin Asaf atau mungkin lainnya. Tetapi kisah Lazarus yang miskin dengan si orang kaya diceritakan oleh Yesus Kristus. Menurut Yesus, orang mati (mungkin jiwa, mungkin rohnya) bisa merasakan keadaan disekitarnya, jadi tidak kehilangan ingatan seperti Anda tafsirkan dari Mazmur 6:6.
Anda bisa bandingkan pula dengan kesaksian orang-orang yang pernah dibawa Tuhan ke neraka, sebut saja Kathryn Kuhlmann, pendahulu Benny Hinn, kalau Anda pernah baca kisah kesaksiannya. Dia melihat bagaimana bekas dukun dianiaya setan-setan yang dahulu ketika dukun itu hidup memakai setan-setan itu untuk memperoleh kuasa paranormalnya.
Nah, kalau saya lebih percaya cerita Yesus, bagaimana dengan Anda?
|

14th February 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Quote:
Originally Posted by sem_ham_yafet
@hgunaw, bagaimana kalau Mazmur 6:6 diperhadapkan dengan kisah Lazarus dan orang kaya berikut:
Lukas 16:
22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Mazmur 6:6 --> orang mati kehilangan ingatan, tidur sempurna
Lukas 16:22-25 --> orang mati sadar sesadar-sadarnya. Orang kaya bisa melihat Lazarus
Saudara bisa lihat kontroversi itu. Manakah yang benar? Tentu salah satu. Mazmur 6:6 barangkali diwahyukan kepada Daud, mungkin Salomo, mungkin Asaf atau mungkin lainnya. Tetapi kisah Lazarus yang miskin dengan si orang kaya diceritakan oleh Yesus Kristus. Menurut Yesus, orang mati (mungkin jiwa, mungkin rohnya) bisa merasakan keadaan disekitarnya, jadi tidak kehilangan ingatan seperti Anda tafsirkan dari Mazmur 6:6.
Anda bisa bandingkan pula dengan kesaksian orang-orang yang pernah dibawa Tuhan ke neraka, sebut saja Kathryn Kuhlmann, pendahulu Benny Hinn, kalau Anda pernah baca kisah kesaksiannya. Dia melihat bagaimana bekas dukun dianiaya setan-setan yang dahulu ketika dukun itu hidup memakai setan-setan itu untuk memperoleh kuasa paranormalnya.
Nah, kalau saya lebih percaya cerita Yesus, bagaimana dengan Anda?
|
Bisa jadi itu hanya cerita Yesus. Sama seperti cerita anak yang hilang. Yesus ngga kasih indikasi apa2 kalau ini adalah cerita sungguhan terjadi. Apalagi kalau kita lihat ceritanya banyak alegorinya (pangkuan Abraham, di alam maut memandang keatas, mencelupkan air ke jari dan diulurkan ke lidah dia, jurang)
Cara Yesus mulai ceritanya juga sama dengan dia memulai perumpamaan (baca Lukas 16:1).
Kayaknya Alkitab ngga ngajar kalau setan-setan menganiaya siapa-siapa di kehidupan setelah kematian. More likely itu popular culture yg kemudian dimasuk-masukin sendiri ke Kekristenan.
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

15th February 2008
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,594
|
|
Quote:
Originally Posted by PlainBread
Sampe sekarang gue gak ngerti bedanya jiwa dan roh. Ada yang bilang kalo orangnya mati, jiwanya mati. Ada yang bilang jiwanya bakal dipelihara Bapa walaupun badannya mati. Ada yang bilang jiwa = nafas, tapi ada yang bilang jiwa itu lebih dari sekedar nafas, tapi juga ingatan dan emosi. Ada yang bilang jiwa itu buruk makanya gak bakal nyampe surga (gak seperti roh), ada juga yang bilang jiwa adalah sesuatu yang baik makanya terpelihara sebagaimana roh kita.
Atau jangan2 "jiwa" cuma pintu antara tubuh dan roh?
|
Berbeda dengan artikel yang diposting poiuy1812 disini yang kelihatannya terpengaruh dengan filosofi "barat", diantaranya mengatakan "Ketidak-mampuan Jiwa dalam perkara-perkara Rohani" bahkan membedakan manusia jiwani yang "seolah" lebih rendah dari "manusia rohani". Dalam pola pikir Semitik Ibrani justru kata "JIWA" itu mengungkapkan totalitas manusia, kita dapat lihat tulisan2 raja Daud yang sering menulis "jiwaku memujiMU TUHAN". Ia menggunakan kata "jiwaku" sebagai kata ganti diri yang menunjukkan totalitas dirinya.
Apa yang disampaikan Bro PlainBread, bukan wujud ketidak-mengertian, tetapi saya pikir lebih kepada pengertian bahwa Jiwa itu tidak terlepas dari Roh, atau kadang roh dan jiwa adalah kata yang "sinonim". Kita lihat penjelasan dibawah :
DIKHOTOMI :
Memang ada pandangan bahwa nature manusia hanya terdiri dari 2 bagian saja (DIKHOTOMI), yaitu tubuh dan roh (jiwa termasuk didalamnya).
Dalam Alkitab, bisa dicarikan ayatnya, dan digunakan sebagai dasarnya juga :
* Kejadian 2:7
LAI TB, ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk ya | |