 |
|

15th February 2008
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Jan 2008
Posts: 71
|
|
Di Kala Yesus Menyangkali YaHWeH
Suatu mystery Tuhan [1Kor.4:1] disingkapkan…
…di kala
Ιησουζ (Iesous)
menyangkali
YaHWeH
Tentu muridIesous bersikap seperti Paulus [2Kor.10:5]:
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan
setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia
untuk menentang pengenalan akan Yang Maha Pencipta (YMP).
Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya
kepada Kristus,…”
1. ETIKA PEMURIDAN PADA ZAMAN YESUS-ANAK-MANUSIA
Seorang murid akan meninggalkan rumah-tangga orangtuanya, bahkan meninggalkan profesinya, lalu bergabung dengan rumah-tangga Gurunya. Murid akan menjadi pelayan/hamba kepada Gurunya; demikian Etika Pemuridan pada zaman Yesus. Contoh: Elisa menjadi hamba terhadap Gurunya, Elia [1Raj.19:19-21].
Jika murid berganti Guru, ia akan meninggalkan rumah-tangga Guru yang lama. Hal ini nampak dalam Yoh.1:35-43, di mana Petrus dan Andreas bergabung dengan rumah-tangga Yesus, seraya meninggalkan rumah-tangga Yohanes Pembaptis, guru-lama mereka. Ini adalah Etika Pemuridan yang berlaku di zaman Yesus, dan tentunya berlaku bagi muridYesus (terhadap Guru Yesus) sampai ke zaman kini. Sebab ‘Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya’ [Ibr.13:8].
Jika Guru yang baru memberikan pengajaran yang berbeda dari ajaran Guru yang lama, maka pengajaran Guru yang lama akan diabaikan. Demikianlah sikap seorang murid yang setia, yang dianut juga oleh Rasul Paulus, sehingga ia melancarkan pernyataannya pada 2Kor.10:5-6:
…Kami menawan segala pikiran dan
menaklukkannya kepada Kristus,…”
Paulus adalah bekas murid Musa (secara tidak langsung), karena ia menganut agama Yahudi, dari mazhab Farisi yang paling keras [Kis.26:5]. Maka segala pikiran dan pengajaran Musa ditaklukkan Paulus ke bawah pikiran Kristus. Jika ada yang tidak sesuai, pikiran Kristus yang akan dianutnya, pikiran Musa disingkirkannya. Begitu setia dan taatnya Paulus kepada Gurunya: Yesus Kristus; TERPUJILAH YESUS!
Apakah Pembaca seorang murid Musa, atau murid guru-guru Kristiani (mereka adalah manusia biasa!), ataukah muridYesus? Hal itu akan nyata dari tanggapan anda, seusai anda membaca buku-kecil ini.
2. TOKOH MOSE DINILAI OLEH TOKOH YESUS
Barangkali ada di antara Pembaca yang pernah diajar bahwa Tokoh Musa setara dengan Tokoh Yesus, karena keduanya adalah pembawa dua Agama yang setara: Agama Yahudi dan Agama Kristen (?) Renungkanlah fakta-fakta berikut…
2.1. BANDINGKAN: YESUS DENGAN MOSE (istilah Ibrani bagi Musa)
Yoh 1:17 Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi [b]kasih
karunia dan kebenaran[b] datang oleh Yesus Kristus.
Musa hanya membawa Hukum Taurat, yakni sebagian dari seluruh
kebenaran YMP (Yang Maha Pencipta). Yesus membawa seluruh
kebenaran YMP, bahkan lengkap dengan kasih karuniaNya.
SIAPA YANG LEBIH LUHUR? SIAPA GURU ANDA?
2.2. TOKOH YESUS MENGECAM TOKOH MOSE
Mat 19:8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu; tetapi sejak semula tidaklah demikian…”
Yesus Mahapencipta mengamati dari sorga, ketika Musa kewalahan menghadapi kedegilan hati orang Yahudi, sehingga mengalah, meng-izinkan terjadinya perceraian, asalkan perempuan yang diceraikan diberi surat cerai. Padahal (Yesus, Pencipta Musa & seluruh manusia mengetahui  pada mulanya tidaklah demikian, melainkan: …apa yang telah dipersatukanYMP tidak boleh diceraikanoleh manusia [Mat.19:6].
Jelaslah bahwa Yesus bukan hanya mengecam orang-orang Yahudi, Yesus juga mengecam Musa, yang telah mengalah terhadap kedegilan hati umat!
SIAPA YANG LEBIH LUHUR?
2.3. TOKOH YESUS MENANTANG HUKUMNYA YaHWeH
Pada peristiwa tertangkap-basahnya seorang perempuan yang berzinah [Yoh.8:1-11], ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menyatakan: …“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu tenang hal iu?”…
Catatan selanjutnya menyatakan bahwa Yesus berhasil membebaskan perempuan itu dari hukum rajam, karena para pemuka agama itu diinsyafkan dalam pertarungan-kebenaran yang dilancarkan oleh Yesus! Batal merajam, mereka pergi meninggalkan perempuan itu, sendirian bersama Yesus.
Jelaslah, peristiwa itu menunjukkan bahwa kasih-karunia yang Tokoh Yesus tampilkan mengatasi kebenaran Hukum Taurat yang disampaikan oleh Musa, yang diterimanya dari YaHWeH, Tokoh YaHWeH yang Musa yakini adalah Yang Maha Pencipta!
SIAPAKAH TOKOH YESUS, BERANI MENANTANG, BAHKAN MENG-ANULIR HUKUM YaHWeH?
2.4. SABAT YaHWeH-PUN DILANGGAR OLEH TOKOH YESUS
Dalam rekaman Perjanjian Baru, berulangkali Yesus menantang pemimpin-pemimpin Yahudi mengenai Sabat Agama Yahudi, yang diturunkan oleh YaHWeH sendiri kepada Musa [Hukum ke-4, Kel.20:8-]. Demikian senyampangnya tindakan tokoh Yesus melanggar Sabat Yahudi, sehingga dalam Yoh.5:18 (Bacalah!) orang Yahudi sudah
menganggap Yesus meniadakan Sabat, sehingga mereka berusaha membunuh Yesus!
SIAPAKAH TOKOH YESUS (?), begitu berani menghapuskan Sabat yang diwajibkan oleh tokoh YaHWeH? Tidak mungkin tokoh YaHWeH lebih luhur dari Yesus, nyata dari sikap-sikap Yesus itu!
3. MOSE BERTATAP MUKA DENGAN TOKOH YaHWeH
{Kutipan ayat-ayat Bible di bawah ini sudah mengalami perbaikan, khususnya dalam nama-nama-pribadi, diselaraskan dengan bahasa-asli (Bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama dan Bahasa Gerika untuk Perjanjian Baru)}.
Kel 4:4-5 Tetapifirman YaHWeH kepada Mose: “Ulurkanlah tanganmudan peganglah ekornya” -- Mose mengulurkan tangannya, ditangkapnyaular itu, lalu menadi tongkat di tangannya – “supaya mereka percaya, bahwa YaHWeH,Elohim nenek moyang mereka , Elohim Abraham Elohim Isak, Elohim Yakub, telah menampakkan diri kepadamu.”
Kel 4:6 Lagi firmanYaHWeH kepadanya…
Kel 4:10 Lalukata Mose kepada YaHWeH…
Kel 6:1 Selanjutnya berfirmanlah Elohim kepada Mose: “Akulah YaHWeH. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham…
Kel 31:18 Dan YaHWeH memberikan kepada Mose, setelah Ia selesai berbicara dengan dia diGunung Sinai, kedua loh hukum Elohim, loh batu,yang ditulisi oleh jari Elohim.
CONTOH-CONTOH DI ATAS, beserta berpuluh-puluh pernyataan lain yang serupa, menunjukkan betapa Mose (Musa), penulis Kitab-kitab Musa (Kitab Kejadian, Keluaran, dsb.) yakin benar ia berhadapan muka dengan Yang Maha Pencipta (YMP), yang dikenalnya dengan nama YaHWeH, dicatatnya dalam empat huruf (‘tetragramma’): YHWH [Kel.3:14], diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi: ’Aku ada Yang Aku ada’.
Apapun dasar/alasan mereka, keyakinan Mose ini diaminkan oleh pemuka-pemuka Kristen selama ribuan tahun(!), sehingga mereka mengajarkan kepada umat Kristiani ajaran Musa: ‘Sembahan Yang Benar bernama YaHWeH’, atau dalam bobot pernyataan sama kelirunya: ‘Yang Maha Pencipta memperkenalkan DiriNya melalui Perjanjian Lama dengan nama-diri: YaHWeH’.
Akibatnya, hampir semua umat Kristiani, bersama-sama para pemuka Kristen mengaminkan saja keyakinan Musa. Sayangnya, pemuka-pemuka Kristen ini tidak mengamati bahwa ‘claim’ atau ajaran Musa ini disanggah oleh para Rasul Perjanjian Baru! Akan terlihat pada Bab berikut.
Para Rasul menyanggah Musa, nabi terbesar dalam Perjanjian Lama!? Apa dasar mereka? Apakah mereka diajar oleh Yesus sendiri? Yang pasti, para Rasul ini menganut Etika muridYesus yang dicatat di atas:
…Kami menawan segala pikiran dan
menaklukkannya kepada Kristus,…”
Pikiran dan ajaran Musa-pun mereka tawan dan taklukkan kepada Kristus. Dan pikiran Yesus-lah yang dianut oleh para muridYesus, sejak dahulu kala sampai kepada hari ini! Bagaimana dengan anutan anda?
4. TOKOH MOSE DISANGGAH OLEH PARA RASUL
Keyakinan Mose (Musa), bahwa ia telah bertemu muka dengan Yang Maha Pencipta, bahkan menerima dua loh batu berisi 10-Hukum dari tangan Yang Mahapencipta, disanggah oleh Rasul-rasul Perjanjian Baru.
4.1. RASUL STEFANUS MENYANGGAH MUSA
Kis 7:53 “…Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan
oleh malaikat-malaikat , tetapi kamu tidak menurutinya…”
Jelas sekali ucapan Stefanus: bukan YMP, melainkan malaikat Tuhan, yang menyampaikan hukum Taurat (dua loh batu) ke tangan Musa, bertentangan dengan pernyataan Musa dalam Kel 31:18
Tentu saja pernyataan Stefanus ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat ia adalah seorang murid Yesus yang penuh iman dan Roh Kudus [Kis.6:5] serta berhikmat, seraya berbicara oleh dorongan Roh Kudus [Kis 6:10]. {Apakah Musa menyamai Stefanusdalam hal kepenuhan Roh Kudus serta dalam hal berkorban (nyawa) bagi Yesus Kristus??}
4.2. RASUL PAULUS MENYANGGAH MUSA
Gal 3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum TauraT? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaan-pelanggaran – sampai datang
keturunan yang dimaksud oleh janji itu – dan iadisampaikan oleh perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara
Ternyata Rasul Paulus sependapat dengan Stefanus: Yang bertemu dengan Musa (tokoh yang bernama YaHWeH) bukanlah Yang Maha Pencipta, melainkan sekedar malaikat Tuhan. Paulus, tidak pernah bertatap-muka dengan Yesus, namun terbiasa diajar langsung oleh Roh Kudus [1Kor.11:23; Gal.1:12, dll.]. Paulus, yang tadinya penganut Agama Yahudi (berarti pengikut Musa) menjadi murid Yesus, yang menyanggah Musa! Sekaligus menolak tokoh YaHWeH!
4.3. RASUL YOHANES MENYANGGAH MUSA
Yoh 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Theos, tetapi Anak Tunggal Theos, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakannya.
Yohanes, penulis Injil, adalah murid Yesus yang sangat dikasihiNya. Pelbagai rahasia Yesus (termasuk: tentang Yudas yang akan mengkhianati Yesus [Yoh.13:25-26]) dibukakanNya kepada Yohanes Tentu juga rahasia Kerajaan Sorga dibukakan Yesus terhadap Yohanes (termasuk: siapa sesungguhnya tokoh YaHWeH), sehingga dengan yakin Yohanes menyanggah Musa!
Lihatlah, para Rasul Perjanjian Baru, murid-murid Yesus, dengan sepakat menyanggah keyakinan Musa. Mereka menyatakan bahwa yang bertemu Musa (yakni: tokoh YaHWeH) hanyalah sekedar malaikat, suruhan YMP.
SEBAGIAN PEMBACA SEGERA BERPIKIR “Pihak mana yang benar?” Lalu mulai membaca dan membahas dengan teliti isi Kitab-kitab, untuk mencari pihak mana yang benar… (Akibatnya: Lupa bahwa dirinya harus menjadi muridYesus, Kebenaran, bukan mengais-ngais lagi kebenaran!)…
… ATAU, Pembaca yang menganggap dirinya cerdas mulai berkilah-kilah, berusaha menunjukkan bahwa kedua pihak itu benar. Ini penampilan keangkuhan kecerdasan manusia. Nanti anda akan melihat bahwa Yesus (Kebenaran!) pun tidak berusaha mendamaikan kedua pihak!
KEDUA SIKAP DI ATAS KELIRU! Janganlah ‘Kancil’ mencoba mendamaikan para ‘Gajah’ yang bertikai! Penulis hanyalah seorang murid kecil dari Yesus, sementara Musa dan para Rasul adalah orang-orang pilihan YMP, raksasa-raksasa rohani. Tidak usah Penulis bertindak sebagai ‘pahlawan’, mencoba menjadi juru-damai dalam pertiakaian Musa Kontra para Rasul!
Sebagai orang kecil, lebih aman bagi kita sekalian menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus! Penulis memilih berdiri pada pihak murid-murid Yesus, sebab penulispun seorang muridYesus, kendati masih pelajar awal!
5. TOKOH YESUS-PUN MENYANGKALI TOKOH YaHWeH
Apakah judul Bab ini membangkitkan kegusaran di dalam diri anda? Jika demikian, itu menunjukkan bahwa Pembaca telah lebih dahulu menjadi muridnya orang-orang-yang-menjadi-murid-Musa! Sebab faktanya memang: Yesus telah menyangkali YaHWeH! Ikutilah dengan hati yang sejuk…
5.1. APA SABDA-LANGSUNG YESUS TENTANG TOKOH YaHWeH?
5.1.1. YESUS MENYEBUT YMP DENGAN “BAPAKU…”
Sah-sah saja jika Yesus tidak pernah menyeru YaHWeH, bahwa Yesus tidak sepakat dengan Musa, bahkan mengecam Musa,
seperti telah ditunjukkan pada Bab-1.
5.1.2. YESUS TIDAK MENGAJARKAN BAHWA TOKOH YaHWeH ADALAH YMP
Sebab Yesus mau mengajarkan kebenaran mengenai YMP. Lagi
pula Yesus berhak-penuh mengajarkan kebenaran, sebab Ia adalah
Kebenaran [Yoh.14:6] dan Saksi Kebenaran [Yoh.18:37]!
5.1.3. YESUS TIDAK PERNAH SABDAKAN: “Aku diutus oleh YaHWeH.”
Banyak orang Kristen beranggapan bahwa Yesus adalah utusan
YaHWeH, karena tanpa meneliti, bulat-bulat menerima ‘claim’
Musa, yang keliru: bahwa YaHWeH adalah Yang Maha Pencipta.
5.2. DIA YANG BENAR TIDAK DIKENAL OLEH ORANG YAHUDI
Yoh 7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Theos, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu; namun Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar
,yangidak kamu kenal…
Boleh saja orang-orang Yahudi mengenal semua nama sembahan Yahudi, termasuk YHWH atau YaHWeH, mengaku mengenal Adonai, Elohim, Elloah (istilah ini kemudian menjadi ‘Allah’), namun Yesus menyatakan DiriNya diutus oleh ‘Dia’, TOKOH Yang tidak dikenal oleh orang-orang Yahudi. Berarti
Yesus tidak mengakui DiriNya diutus oleh tokoh YaHWeH, tidak juga diutus Elohim, dll., yang orang Yahudi sudah kenal!
5.3. TOKOH BAPA-SORGAWI TIDAK DIKENAL OLEH ORANG YAHUDI
Yoh 8:19 Maka kata mereka kepadaNya: “Di manakah BapaMu?” Jawab Yesus: Baik Aku, maupun BapaKu tidak kamu kenal... Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga BapaKu.”
Sekali lagi Yesus nyatakan bahwa BapaNya (Bapa Sorgawi atau YMP) tidak dikenal oleh orang-orang Yahudi. Berarti Tokoh Bapa Sorgawi bukanlah tokOh YaHWeH, yang dikenal orang Yahudi. Bapa Sorgawi bukan pula Elohim, bukan Elloah atau El Shadday, yang dikenal oleh orang-orang Yahudi.
Dan kalimat yang terakhir, bagi telinga muridYesus akan berbunyi: “Jikalau kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Sembahan Yang Benar, BapaKu.” Berarti: Sembahan Yang benar adalah Tokoh Yesus-dan-Bapa-Sorgawi, Yang SATU adanya [Yoh.10:30], bukan tokoh YaHWeH, atau tokoh Allah atau lainnya. Mulialah Yesus Kristus!
5.4. TOKOH YANG MAHA PENCIPTA TIDAK DIKENAL ORANG YAHUDI
Yoh 8:54-55 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diriKu sendiri, maka kemuliaanKu itu sedikitpun tidak ada artinya. BapaKulah yangmemuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Elohim kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia…”
Lagi-lagi Yesus mengemukakan bahwa Sembahan yang dikenal Musa dan orang Yahudi, tidak sama dengan Tokoh Bapa-Sorgawi, Sembahan Yang Benar, Yang Yesus kenal!
Pengamatan di atas menunjukkan bahwa Yesuslah yang lebih dahulu menyanggah anggapan Musa (dan keyakinan banyak ahli pikir  bahwa YMP bernama YaHWeH. Tidak heran, tiga Rasul Yesus berani menyanggah Musa dengan menyatakan Musa sekedar bertemu dengan malaikat YMP, bukan bertemu dengan YMP. Wajar, mentaati etika murid terhadap Guru.
Lihatlah, sanggahan Yesus terhadap Musa lebih keras, dibandingkan dengan sanggahan para Rasul pada Bab-3. [b]Bukan sekedar: [/i]“Musa tidak berhadapan muka dengan YMP,” bahkan “Kalian (termasuk Musa) belum mengenal Tokoh Yang Maha Pencipta, Sembahan Yang benar, BapaKu !”[/i][b]
Bagaimana, Pembaca yangterkasih ?
Tokoh mana menjadi landasan iman anda; Musa atau Yesus ?
Bersambung
|

15th February 2008
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Jan 2008
Posts: 71
|
|
6. MEMBANDINGKAN TOKOH: YESUS DENGAN YaHWeH
Akibat tidak menaklukkan pikiran mereka kepada Kristus, banyak pemimpin Kristiani mengaminkan ajaran Musa: Musa berhadapan-muka dengan Yang Maha Pencipta dan Musa menerima dua loh batu dari Yang Maha Pencipta. Kelanjutannya, ahli-pikir Kristen ini cenderung menganggap: ‘Yesus adalah AnakYaHWeH’, atau ‘Yesus diutus oleh YaHWeH’ atau ‘Yesus pernah tampil dalam zaman Perjanjian Lama sebagai YaHWeH’. Semua anggapan itu dinyatakan keliru, oleh Yesus sendiri.
6.1. CUKUP DENGAN ANALISA ILMU BAHASA ?
Ada ahli-pikir melakukan analisa dari Ilmu Bahasa (Etimologi). Analisa yang membanding-bandingkan nama Yesus dengan nama YaHWeH. Mengandalkan ke-pakar-an mereka dalam Bahasa Aramaic ataupun Ibrani kuno, lalu menganggap keduanya (bersama nama-nama ‘Yesaya’, ‘Yoshua’, bahkan ‘Yehoshua’) mempunyai akar-kata yang sama. Karena istilah ‘YaHWeH’ berusia lebih tua dari pada ‘Yesus’, maka tokoh YaHWeH dianggap merupakan ‘akar’ dari Tokoh Yesus, sehingga tokoh YaHWeH dianggap lebih luhur dari pada Tokoh Yesus! Cara pembandingan yang dangkal, namun sudah menjerat cukup banyak orang Kristen, yang belum menjadi muridYesus!
6.2. CUKUP DENGAN ANALISA / SPEKULASI ILMU SEJARAH ?
Ahli pikir lainnya meng-analisa peristiwa-peristiwa Alkitabiah bermodalkan disiplin Ilmu Sejarah. Kerumitannya tidak perlu disajikan di sini, tetapi mereka tiba pada kesimpulan: “Yesus pernah tampil pada zaman Perjanjian Lama, sebagai utusan YMP, jadi utusan YaHWeH,” kata mereka.
Lahirlah paham yang bernama Theologia Christophany. Ajaran ini lahir dari pendekatan Ilmu Sejarah, sementara kita mengetahui bahwa Sejarah
Lahirlah paham yang bernama Theologia Christophany. Ajaran ini lahir dari pendekatan Ilmu Sejarah, sementara kita mengetahui bahwa Sejarah
dibangun di atas pelbagai analisa, seringkali ditopang oleh ragam-ragam spekulasi. Spekulasi Sejarah tidak selalu benar. Maka Theologia Christophany tidak punya landasan yang kuat (tidak absah)!
Golongan ini, antara lain menunjuk kepada Yoh 8:58 Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Lalu mereka menyatakan bahwa pernyataan ‘Aku ada’ tepat sama dengan ucapan Tokoh yang Musa temui dalam catatan Kel.3:14. Kesimpulan orang Yahudi [ayat-59]: Yesus sedang menyamakan diri dengan YaHWeH, mengaku bertemu dengan Musa. Kesimpulan ceroboh ini diaminkan oleh banyak Guru Kristiani. Sebaliknya, muridYesus tidak perlu sepaham dengan penganut agama Yahudi. MuridYesus mengerti: malaikatpun dapat mengucapkan kalimat yang sama; sebab sebelum Abraham jadi (lahir), malaikat-malaikat sudah ribuan tahun berkiprah!
Theologia Christophany disanggah oleh Yesus sendiri dalam SabdaNya [Yoh.8:19] “Baik Aku, maupun BapaKu tidak kamu kenal…”. Berarti Yesus belum pernah muncul dalam dunia zaman Perjanjian Lama, dengan nama atau bentuk apapun! Yesus tidak dikenal sebelumnya oleh orang Yahudi.
Lebih tegas lagi Sabda Yesus pada Yoh 18:37 “…Untuk iulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran. Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.”
Dari sudut pandang Yesus, setiap orang yang berkecimpung dalam Ilmu Sejarah dapat dianggap ‘berasal dari Ilmu Sejarah’, jadi tidak berasal dari kebenaran, sebab Ilmu Sejarah dipenuhi oleh anggapan manusia disertai spekulasi ilmiah. Ilmu Sejarah tidak takluk kepada pikiran Kristus!
Bahwa Yesus harus lahir dan datang…, ‘untuk memberi kesaksian tentangkebenaran…’, segera menunjukkan bahwa mempersaksikan kebenaran adalah suatu urusan yang sulit, sehingga harus Yesus (Kebenaran) sendiri yang datang ke dunia ini. Hal itu menunjukkan pula bahwa Nabi-nabi Perjanjian Lama tidak terlalu berhasil dalam mempersaksikan kebenaran (khusus: kebenaran mengenai Tokoh Yang Maha Pencipta), sehingga harus Tokoh Yesus-Firman [Yoh.1:1] yang adalah YMP [Yoh.1:1] yang lahir dan datang ke bumi [Yoh.1:14] untuk bersaksi!
Jika Theologia Christophany (bahwa Yesus pernah tampil di dunia pada zaman Perjanjian Lama) adalah benar, tentu urusan bersaksi tentang kebenaran sudah dituntaskan oleh Yesus pada zaman Perjanjian Lama, mengingat Tokoh Yesus tidak pernah tanggung-tanggung di dalam bertindak! Tidak perlu lagi Yesus lahir ke bumi. Tentu isi Perjanjian Lama tidak bercacat, tidak perlu disempurnakan. Sebaliknya, Kitab Ibrani 8:7 menyatakan jelas: Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.
Penulis Surat Ibrani mengetahui benar bahwa Perjanjian Lama mengandung cacat, maka ditegaskannya lagi dalam Ibr 8:13, mengutip SabdaYesus: Oleh sebab Ia {Yesus; Penulis} berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Dari SabdaYesus yang dipahami di atas, dapat disimpulkan bahwa sebelum kelahiran di Betlehem, belum pernah Yesus datang ke dalam dunia ini.
Theologia Christophany: PELECEHAN TERHADAP TUHAN YESUS. Yesus sekedar dianggap (setara dengan) malaikat YaHWeH… BERTOBATLAH!
6.3. CARA YANG SAH UNTUK MEMBANDINGKAN DUA TOKOH
adalah dengan membandingkan, sekurang-kurangnya:
6.3.1. Berkat-berkat yang dijanjikan masing-masing Tokoh;
6.3.2. Cara-cara bergaul yang ditetapkan oleh masing-masing Tokoh;
6.3.3. Otoritas masing-masing Tokoh, beserta izin penggunaan Otoritas oleh umat (jika ada).
Dengan cara yang sah ini, dua Tokoh dapat dibandingkan atau dibedakan secara tepat, kendati (mungkin) nama kedua Tokoh itu tidak dikenal, atau keduanya memiliki nama yang serupa!
6.4. PERBANDINGAN JANJI-BERKAT
6.4.1. JANJI-BERKAT DARI TOKOH YANG DIANGGAP YMP PADA P.LAMA dirumuskan dalam Kej 12:1-3, janji kepada Abraham, yang mewakili umat YaHWeH: “…Aku akan membuaT engkau menjadi bangsa yang besar,dan memberkati engkau sera membuat namamu mashur;dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang menguuk engkau…”
6.4.2. JANJI-BERKAT DARI TOKOH YESUS (YMP PADA P. BARU) bagi semua pengikutNya, dinyatakanNya dalam Yoh 10:10 “…Aku datang supaya mereka mempunyai hidup (-rohani, yakni hidup-kekal; Penulis), dan mempunyainya dalam segala kelimpahan…”; serta dalam Yoh 14:27 “…Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu…”
Dapatkah Pembaca menampak bahwa janji-berkat dari tokoh YaHWeH sekedar mencakup kehidupan di dunia ini? Sederhananya, janji-berkat YaHWeH adalah Kejayaan Sosial-Ekonomi-Fisik. Dan memang terbukti sampai masa kini, orang-orang Yahudi menikmati janji-berkat itu.
Namun, YaHWeH tidak menjanjikan hidup-kekal dan Damai Sejahtera seperti yang dijanjikan oleh Yesus! Oleh tiadanya janji hidup-kekal ini, maka penganut Agama Yahudi terpecah dua: sebagian (Golongan Saduki) tidak mengakui akan adanya kebangkitan, sebagian lainnya (Golongan Farisi) mengakuinya [Kis.23:8].
Tokoh Yesus menjanjikan Kejayaan Spirituil (yakni: Keselamatan) yang tidak dijanjikan oleh YaHWeH, disertai kelimpahan Sosial-Ekonomi-Fisik.
TOKOH MANA YANG UNGGUL?
6.5. PERBANDINGAN CARA BERGAUL
6.5.1. CARA BERGAUL UMAT DENGAN YaHWeH harus melalui perantaraan Nabi-nabi. YaHWeH mengurus kepentingan bangsa Yahudi secara keseluruhan, tidak secara perorangan! Untuk kepentingan perorang-an, Imam-imam (Lewi) menjadi pengantara. Umat YaHWeH tidak dapat berhubungan langsung dengan YaHWeH mereka!
6.5.2. CARA BERGAUL MURID DENGAN YESUS disabdakanNya dalam Yoh.15:4-5: “…Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu… Barang-siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia…”
Jelas sekali cara bergaul yang ditetapkan oleh Yesus jauh lebih unggul. Umat, secara perorangan, boleh bergaul langsung dengan Sembahan. Nabi dan pengantara lainnya tidak diperlukan lagi. MULIALAH YESUS KRISTUS!
6.6. BAGAIMANA OTORITAS YESUS?
Rasanya hasil pembandingan pada 6.4. dan 6.5. sudah menunjukkan hasil yang timpang (Tokoh Yesus jauh lebih berbobot dari pada YaHWeH). Cara-cara Yesus lebih unggul dan lebih luhur dari pada cara-cara YaHWeH.
Dari aspek ‘Otoritas’, Pasal-1.3. dan 1.4. telah menunjukkan betapa tidak segan Tokoh Yesus terhadap Hukum-hukum yang diperintahkan tokoh YaHWeH kepada Musa! Vonnis Hukuman Mati (dirajam, dilempari batu, berdasarkan Hukum Taurat) atas perempuan yang berzinah dibatalkan oleh pembelaan Yesus. Nampaklah bahwa otoritas Yesus melebihi otoritas (Hukum-) YaHWeH. Demikian pula Sabat Agama Yahudi, diperintahkan juga oleh YaHWeH, di’anggap-sepi’ oleh Yesus!
Sisanya, Otoritas Yesus yang dipaparkan di bawah ini memastikan hanya Tokoh Yesus yang harus diakui sebagai Yang Maha Pencipta (YMP):6.6.1. MATIUS 28:18: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi…” Tokoh Yesus, dalam kesatuan dengan BapaNya (tidak perlu lagi ditanya siapa Nama Bapa), bukan bersama tokoh YaHWeH, memegang segala kuasa sorgawi dan duniawi!
6.6.1. MATIUS 28:18 “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi…” Tokoh Yesus, dalam kesatuan dengan BapaNya (tidak perlu lagi ditanya siapa Nama Bapa), bukan bersama tokoh YaHWeH, memegang segala kuasa sorgawi dan duniawi!
6.6.2. YOHANES 6:63 “…Rohlah yang memberi hidup (-kekal; Penulis), daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup…”
Yesus tidak sabdakan: “…firman Tuhan adalah roh dan hidup…” Tidak juga disabdakanNya: “…firman Tuhan pada Kitab Nabi-nabi (Perjanjian Lama) adalah roh dan hidup…” Melainkan: “perkataan-perkaaanKu adalah roh dan hidup…” Baru perkataan Yesus saja sudah menjanjikan hidup-kekal. SIAPA YESUS ?
6.6.3. MATIUS 24:35 “…Langit dan bumi akan berlalu Tetapi perkataanKu tidak akan berlalu…”
Hanya Yang Maha Pencipta yang layak mengucapkan Sabda sedemikian. Sewajarnyalah, sebab Roh yang hadir di dalam tubuh Yesus-Anak-Manusia adalah Roh YMP sendiri! [Yes.11:1-2].
6.6.4. MATIUS 10:8 “…Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan…”
Urusan mengusir setan tidak dikenal dalam Perjanjian Lama. Tidak ditampilkan oleh tokoh YaHWeH. Kuasa sedemikian (apakah YaHWeH memiliki juga?) tidak pernah didelegasikan oleh YaHWeH kepada para Nabi ataupun umat YaHWeH!
6.6.5. YOHANES 11:25 “…Akulah kebangkitandan hidup; barangsiapapercaya kepadaKu ia akan hidup, walaupun ia sudah mati…”
Menghidupkan orang mati, dan memberi hidup kekal, itu hanya mungkin dilakukan oleh YMP. MULIALAH YESUS KRISTUS!
6.6.6. MATIUS 5:21-22 “…Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkaa kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya haus dihukum…”
Tokoh YaHWeH, dalam 10-Hukum melarang umat Yahudi membunuh (Hukum ke-6), tetapi Yesus menuntut lebih dalam: marahpun mem-bawa risiko terkena hukuman! Dst. Dengan kalimat “Tetapi Aku…”, Yesus menunjukkan bahwa otoritasNya melampaui otoritas YaHWeH, yang memberikan 10-Hukum kepada Musa!
6.6.7. MATIUS 5:27-28 “…Kamu telah mendengar Firman: Jangan berzinah.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya…”
Hukum YaHWeH yang ke-7 digenapi (menjadi sempurna) oleh Yesus dengan menetapkan standard-moral yang lebih luhur: bermain-matapun sudah dianggap berzinah! Sekali lagi, kalimat “Tetapi Aku…” menampilkan: Yesus mengatasi otoritas YaHWeH!
6.6.8. MATIUS 5:33-37 ”…Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek-moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah…dst.”
Hukum YaHWeH ke-9 disempurnakan oleh Yesus. Bersumpah jangan, berdusta dalam keseharian juga buruk akibatnya. Ini standard moral yang lebih luhur. Otoritas YaHWeH dilampaui oleh Yesus!
6.6.9. SESUDAH 3-KALI TOKOH YESUS MENYEMPURNAKAN Hukumnya YaHWeH dengan ucapan “…Tetapi Aku…” ; masih 3-kali lagi pernyataan “…Tetapi Aku…” dilancarkan oleh Yesus [Mat.5:32;39;44]. Siapakah Yesus, berani mengkoreksi YaHWeH?
Ada 6-kali “…Tetap Aku…”; Enam kali Tokoh Yesus mengkoreksi pelbagai peraturan dalam Kitab Perjanjian Lama, seraya mengajarkan standard-moral yang sempurna, moral Injili, yang hanya mungkin dicapai jika seseorang hidup dalam pergaulan menurut tata-nilai muridYesus: “Saya tinggal ddalam Yesus dan Yesus tinggal di dalam saya…”
Jelaslah bahwa Yesus mengajarkan nilai moral yang paling luhur dari semua ajaran pemimpin spirituil yang pernah tampil di dunia. Tuntutan untuk pengikutNya hidup dalam moralitas yang sedemikian tinggi tentu berangkat dari OtoritasNya yang tiada tara. Tidak pernah satu Tokoh (kecuali Yesus) pernah mencanangkan otoritas yang sedemikian luas dan sedemikian dahsyat.
Orang yang bijaksana tentu memilih SEMBAHAN yang paling luhur dan paling menjanjikan berkat, untuk disembah dan dilayani, seraya menolak sembahan lainnya; TERPUJILAH YESUS KRISTUS!
7. PENTERAPAN: PARA RASUL MEMBAPTIS DALAM NAMA YESUS (tidak dalam nama YaHWeH)
Tentu para Rasul mengerti sungguh siapa Yesus, sehingga ‘Liturgi- Pembaptis-an’ yang mereka lakukan tidak melibatkan nama YaHWeH:
7.1. PAULUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis.19:4-5].
Padahal di masa lalunya, Saulus adalah penyembah YaHWeH yang paling keras, berasal dari Mazhab Farisi yang paling keras [Kis.26:5], sehingga sempat ia membunuhi para pengikut Yesus! Setelah menerima Injil, Rasul Paulus menolak YaHWeH, mengikuti Gurunya: Yesus Kristus. Sudahkah Pembaca mengangkat-guru: Yesus Kristus?
7.2. PETRUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis.2:38].
Petrus, tadinya penyembah YaHWeH, meninggalkan YaHWeH setelah terkena jamahan kuasa Injil. Sudahkah Pembaca dijamah oleh kuasa Injil secara sepurna ? Jika belum, berdoalah, mohon pencerahan Roh Yesus.
7.3. FILIPUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis.8:16].
Filipus-pun tadinya penyembah YaHWeH, lalu ditinggalkannya YaHWeH setelah mengenal Yesus secara pribadi. Sudahkah Pembaca mengenal Yesus secara pribadi ? Jika belum, mintalah jamahan Roh Yesus lebih dalam!
7.4. DEMI NAMA SIAPA PARA JURUBAPTIS-GEREJAWI MEMBAPTIS?
Jelas sekali penyimpangan yang terjadi dalam ‘Liturgi Pembaptisan’ di berbagai gereja-gereja di Indonesia. “Aku membaptiskan kamu dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, Amin.” Tanpa menyebut nama Yesus. AGAMA APA INI ?? Maka para Jurubaptis harus mempertanggung-jawabkan hal itu pada Hari Penghakiman! Sebab mereka telah menyerahkan orang-orang yang mereka baptiskan kepada ‘Allah’ atau ilah-asing lainnya, sembahan-sembahan yang tidak diakui oleh Yesus!
Bagaimana Yesus dapat merestui penggunaan nama ‘Allah’? Sedangkan ‘YaHWeH’, nama ilah yang baku dalam Perjanjian Lama telah ditolakNya! Dan ketiga Rasul di atas tentu akan menyesali kedegilan hati para Jurubaptis yang mempertahankan ‘Liturgi Pembaptisan’ yang keliru itu!
7.5. SEPANTASNYA: NAMA-NAMA ILAH-ASING DISINGKIRKAN
GUNAKANLAH AKAL-SEHAT: Nama YaHWeH, baku sebagai nama YMP bagi agama Yahudi, ditolak oleh para Rasul (pasti karena diajar oleh Yesus). Sewajarnyalah nama-nama-ikutan (Elohim, Adonay, El Shadday, Elloah, dsb.) harus ditolak oleh setiap orang yang menerima Injil Kristus!
GUNAKANLAH AKAL-SEHAT: Semua nama-ilah dalam Perjanjian Lama sudah ditolak oleh Yesus sendiri. Hanya nama Yesus yang sah, yang diakui oleh para Rasul. Logisnya, semua nama ilah dari luar Perjanjian Baru harus lebih keras ditolak.
{Sejarah Penterjemahan Alkitab (sumber: L.A.I.): Nama ‘Allah’ berasal dari Al Qur’aan, pertama kali memasuki Alkitab berbahasa Melayu pada l.k. tahun 1641, dilakukan oleh Pdt. Leijdecker, yang ditugasi oleh Belanda menterjemahkan Bijbel
ke dalam bahasa Melayu. Sewaktu melakukan penterjemahan itu, terpaksa Pdt. Leijdecker menanyakan kepada narasumbernya, seorang Melayu: Apakah istilah Melayu yang tepat untuk menterjemahkan God?” Maka narasumber itu, Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, dengan serta merta menyebutkan “Allah”. Jadilah sembahan-nya Muhammad itu dipuja-puja orang Kristen di Indonesia, padahal seharusnya ditolak lebih keras dibandingkan penolakan nama YaHWeH oleh para Rasul}.
Nama-nama: Debata (sembahan suku Batak Animistis), Lowalangi (sembahan bangsa Nias Animistis), Jubata (sembahan suku Dayak Animistis), Naibata (Simalungun), Dibata (Karo), Puang Matua (Toraja), dll., tentu harus ditolak keras pula, harus disingkirkan dari hati orang Kristen. BAGI KEMULIAAN YESUS KRISTUS!
8. AKIBAT MEMBELA NAMA ILAH-ASING
Umat Perjanjian Lama diperingatkan keras oleh Yang Maha Pencipta, melalui penyampaian YaHWeH, melalui Musa, agar menolak berurusan dengan (nama) ilah-asing. Bacalah keseluruhan Kitab Ulangan Pasal-13, dan lihatlah: orang yang membujuk untuk menyembah ilah-asing harus dibunuh. Bacalah ayat 6-11: [i]Apabila saudaramu laki-laki, atau anakmu laki-laki, …atau… membujuk engkau diam-diam, kaanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek-moyangmu, salah satu allah bangsa-bangsa di sekelilingmu, baik yang dekat maupun yang jauh dari padamu, dariujung bumi ke ujung bumi maka janganlah engkau mengalah kepadanya…Janganlah engkau merasa sayang… tetapi bunuhah dia! Perama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak membunuh dia,kemudian seluruh rakyat Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari YaHWeH, Sembahanmu…[i]
Ketentuan Yang Maha Pencipta ini, yang disampaikan melalui YaHWeH kepada Musa, mencakup (nama-nama) ilah-asing dari ujung bumi ke ujung bumi. Berarti mencakup ‘Allah’ di Arab, ‘Debata’ (Batak), ‘Lowalangi’ (Nias), ya, semua ilah sembahan suku-suku-bangsa: tentu termasuk nama ilah-asing harus diharamkan oleh penyembah Tuhan-Yang-Benar!
Nyatalah…Nama sembahan merupakan urusan hidup atau mati bagi orang-orang yang berbakti kepada sembahannya!
Lihatlah: orang yang beragama Yahudi tak ‘kan mau menyeru ‘Allah’ atau ‘Debata’ atau ‘Yesus’-pun! Ketentuan yang serupa dianut juga oleh penganut Al Qur’aan! Seorang yang beragama Islam tak ‘kan mau menyeru nama YaHWeH atau Yesus-pun!
Orang-orang Kristen menjadi ‘bodoh-sendiri’:
mau menyeru segala macam nama ilah-asing!
Baca juga penegasan dalam 1Taw 16:26 Sebab segala elohim bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YaHWeHlah yang menjadikan langit!
{Dimaksud: YMP-lah (Nabi itu anggap bernama YaHWeH) menjadikan langit!}
Tidak heran Stefanus dirajam, sebab telah menyangkali YaHWeH, dan secara tersirat mengajak umat untuk menyembah Tokoh Yesus, bukan Tokoh YaHWeH. Berdasarkan Ul.Ps.13 orang Yahudi merasa sah merajam Stefanus!
Tiga kali tercatat Yesus menyangkali YaHWeH… segera orang Yahudi berusaha membunuh Yesus. Ketiga penyangkalan Yesus dan ketiga upaya membunuh Yesus tercatat jelas (periksalah): {Yoh.7:28?? Yoh.7:30}; {Yoh.8:19??Yoh.8:20}; {Yoh.8:54-55, Yoh.8:59}. Tiga upaya penangkapan atau pembunuhan terhadap Yesus itu gagal, karena belum waktu Tuhan!
SESUNGGUHYA BANYAK JURUBAPTIS, secara sadar ataupun tidak, sudah menyerahkan orang-orang yang mereka baptis kepada ilah-asing (Allah, Debata, dsb.), karena Liturgi Pembaptisan yang salah alamat. mereka terancam mati(-rohani), karena telah membaktikan banyak umat kepada ilah-asing. Sadar ataupun tidak, mereka menjadi imam-imam bagi kepercayaan-asing, bukan imam atas umatNya Yesus Kristus!
Mungkin terjadi, akibat keyakinan bahwa Yang Maha Pencipta bernama ‘Allah’, ‘Debata’, dll., maka pada saat ajal mereka, yang mereka panggil atau serukan bukan nama Yesus Kristus, melainkan nama ‘Allah’, ‘Yehovah’, dsb. Maka Iblis akan mendakwakan bahwa mereka tidak dapat diselamatkan (mati-rohani), karena hanya dalam nama Yesus, manusia dapat diselamatkan [Kis.4:12].
Di bawah ini adalah SabdaYesus yang menyangkut penyesatan, jadi kena-mengena kepada para Juru-baptis yang mengandalkan nama ‘Allah’, ‘Debata’, ‘Lowalangi’ dalam membaptiskan, serta mengancam pula mereka yang bersi-keras mempertahankan nama ilah-asing [Luk.17:1-2].
“Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikat ke lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. JAGALAH DIRIMU!…”
9. PENTERAPAN; DOA YANG SAH: DALAM NAMA YESUS
KOMUNIKASI YANG SAH harus dilakukan dengan menunjuk nama-pribadi; tidak cukup nama-gelar. Jangan kita mengalamatkan sepucuk surat secara: Kepada Yth. Bapak Insinyur; atau Kepada Yth. Bapak Bupati. Komunikasi sedemikian ‘tidak-nyambung’! Rancu alamat, sangat mungkin tidak mencapai tokoh yang dituju! Bahkan pihak-pihak lain mungkin mengambil keuntungan dan kita dirugikan oleh kecerobohan itu.
DALAM MENGGUNAKANNAMA-PRIBADI, jangan pula memanggil sdr. Stefanus dengan nama Stafana atau Stifini. Komunikasinya menjadi ‘tidak-nyambung’! Inilah masalahnya dengan ‘tetragramma’ YHWH, yang boleh diucapkan dengan menyisipkan huruf hidup sesuka hati: YeHeWeH, YaHoWoH, YeHuWaH, YaHWeH, dsb. Komunikasi sedemikian menjadi ‘tidak-nyambung’!
Rupanya alasan keabsahan berkomunikasi itulah yang membuat Yesus menyuruh pengikutNya menyeru satu nama yang baku: ‘Yesus’ (-Kristus). Pastilah ‘nyambung’ komunikasi-doa sedemikian [Yoh.14:13-14]: “…dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu {nama Yesus! Penulis}, Aku akan melakukannya supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu {nama Yesus! Penulis}, Aku akan melakukannya…”
Jelaslah, siapapun yang masih mengeraskan hati, yang masih menyeru nama-nama selain ‘Yesus’, akan mengalami kerugian besar di dalam imannya…
Tentu muridIesous bersikap seperti Paulus [2Kor.10:5]:
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan
setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia
untuk menentang pengenalan akan Yang Maha Pencipta (YMP).
Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya
kepada Kristus,…”
|

15th February 2008
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Dec 2006
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 189
|
|
ini kayaknya bagus dehh....
untuk menghadang gerakannya saksi yehuwa
memang hanya dalam NAMA YESUS kita bisa diselamatkan...
__________________
I pray to you,
Jesus keep u in his name.
keep u from the evil,
sanctify u by the truth,
and give u joy fulfiled always.
amen!
|

15th February 2008
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Jan 2008
Posts: 71
|
|
Lalu, apakah malaikat YHVH(yg dianggap Tuhan oleh Musa) yg berbicara dg Musa di gunung sinai ttg kesepuluh Firman Tuhan(yg kemudian disempurnakan oleh Yesus) sama dengan YHVH Ulangan 13(dan sejenisnya)??
Jawabannya Tidak!
alasannya tak lain karena YHVH(yg sdh pasti iblis yg menyusup yg dikira Tuhan oleh Musa) di Ulangan 13 menyuruh manusia saling bunuh, sedangkan YHVH(malaikat) di gunung Sinai menyampaikan pesan Tuhan bahwa : Jangan membunuh!
Yesus sendiri mengaminkan ke 10 perintah Tuhan itu, dg menggenapinya, hanya saja utk hari sabat Yesus mengecualikannya, karena 10 perintah itu umat Yahudi, maka utk "umat" Yesus sabat sdh tdk begitu utama lagi(Yoh.5:18)
apakah Tuhan sedang bingung?, yg mana yg benar YHVH Ulangan 13:9-17 atau YHVH gunung Sinai (Keluaran 20:1-16)??. dua2nya benar atau dua2nya salah. ingat Tuhan tdk prnh plin-plan!
dan begitupun YHVH/YHWH(translate Yunani) tidak sama dengan Yehovah dan YaHWeH karena YHVH/YHWH adalah huruf mati yg tdk boleh disebutkan, uamt Yahudi mengetahui betulhal ini, karenanya mereka akhrinya memnaggil Tuhannya dg sebutan spt adonai, Eloah. jika YHVH/YHWH diucapkan maka makna dari nama iotu bisa berbeda, karena dari huruf mati itu bisa disisipi berbagai huruf shingga menjadi Yehovah,Yihiveh,Yahweh,Yihwah, dsb. dan tentunya nama2 itu semua bukanlah menunjukan nama orisinil dari YHVH tsb. dan bukan tdk mngkn nantinya YHVH yg tdk mengaku "nama"nya disebutkan itu akhirnya iblislah yg mengambil keuntungan dg mengaku-ngaku sbg nama Yehovah,Yahweh,Yehuwah, dsb. berhati-hatilah!
dan akhirnya, terserah tinggal pilih mana, Tuhan kita yg berstandard ganda(jangan bunuh kecuali kpd orang kafir) atau Tuhan kita yg tegas?
tetapi terlepas dari itu semua, dari semua diatas
saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya YHVH tetaplah malaikat Tuhan yg menampakan diri di gunug Sinai, hal ini diperkuat oleh rasul2 seperti Rasul Stefanus(Kis 7:30,35,38), Rasul Paulus(Gal.3:19), Rasul Yohanes(Yoh.1:18) --> "Tdak seorangpun yang pernah melihat Theos", bertentangan dg keyakinan Musa yg merasa bertemu muka dg Tuhan di gunung Sinai yg menampakkan diriNya kpd Musa(padahal hanya seorang malaikat) bahkan tokoh Yesuspun menyangkal keterangan Musa, bahwa YHVH bukanlah Tuhan.
sekarang keputusan ada ditangan anda saudara ku yg terkasih.
|

15th February 2008
|
 |
AP - Aspiring Evangelist
|
|
Join Date: Aug 2007
Location: Indonesia
Age: 22
Posts: 527
|
|
Wew..... Saya ga baca semua sie. Tp dr judulnya agak shock. Bukannya Yahwe itu Tuhan jg ya? Jd bukannya Yesus Tuhan juga. Koq bs Tuhan menyangkal pribadi Tuhan lainnya?
|

15th February 2008
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Dec 2006
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 189
|
|
Quote:
Originally Posted by h4t4k3
Wew..... Saya ga baca semua sie. Tp dr judulnya agak shock. Bukannya Yahwe itu Tuhan jg ya? Jd bukannya Yesus Tuhan juga. Koq bs Tuhan menyangkal pribadi Tuhan lainnya?
|
coba deh dibaca dulu....
TUHAN YESUS itu satu pribadi dan YaHWeH satu pribadi.
tidak ada penyangkalan kepribadian... atau kepribadian rangkap (klo Pribadi rangkap itu namanya Schizoprenia... hehehe...)
__________________
I pray to you,
Jesus keep u in his name.
keep u from the evil,
sanctify u by the truth,
and give u joy fulfiled always.
amen!
|

15th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by No_Name
Lalu, apakah malaikat YHVH(yg dianggap Tuhan oleh Musa) yg berbicara dg Musa di gunung sinai ttg kesepuluh Firman Tuhan(yg kemudian disempurnakan oleh Yesus) sama dengan YHVH Ulangan 13(dan sejenisnya)??
Jawabannya Tidak!
alasannya tak lain karena YHVH(yg sdh pasti iblis yg menyusup yg dikira Tuhan oleh Musa) di Ulangan 13 menyuruh manusia saling bunuh, sedangkan YHVH(malaikat) di gunung Sinai menyampaikan pesan Tuhan bahwa : Jangan membunuh!
Yesus sendiri mengaminkan ke 10 perintah Tuhan itu, dg menggenapinya, hanya saja utk hari sabat Yesus mengecualikannya, karena 10 perintah itu umat Yahudi, maka utk "umat" Yesus sabat sdh tdk begitu utama lagi(Yoh.5:18)
apakah Tuhan sedang bingung?, yg mana yg benar YHVH Ulangan 13:9-17 atau YHVH gunung Sinai (Keluaran 20:1-16)??. dua2nya benar atau dua2nya salah. ingat Tuhan tdk prnh plin-plan!
|
Gue ngakak baca ini
Sekalian aja kenapa gak bilang Yesus itu Iblis waktu Dia bilang "hai kamu keturunan ular beludak!" Masa Yesus ngomong begitu. Katanya harus mengasihi sesama manusia. Pasti itu Iblis yang menyusup.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

16th February 2008
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Jan 2008
Posts: 71
|
|
yg jelas gini aja bro PlainBeard
menurut kamu YHVH itu sama dg Tuhan Yesus?
menurut kamu YHVH di Ulangan 13 itu sma dg Tuhan Yesus??
lalu jika sama, mengapa di saat Perjanjian Lama Yesus tdk bisa menuntaskan masalah dunia ini, sehingga harus turun lagi dan mengajar lagi utk kedua kalinya di Perjanjian Baru?
dan kali ini beda, Yesus di PB berubah menjadi org yg baik.
Yesus yg dulu senang melihat pertumpahan darah, Yesus yg skrg tidak senang melihat pertumpahan darah. spt itu bung maksud mu??
oh Yesus kita prnh gagal menuntaskan misinya di PL, sehingga harus turun keduakalinya di PB, Yesus kita juga plin-plan, dulu suka banget melihat pertumapahan darah, skrg tidak.
|

16th February 2008
|
|
AP - Senior Member
|
|
Join Date: Jan 2008
Posts: 71
|
|
Quote:
Originally Posted by PlainBread
Gue ngakak baca ini
Sekalian aja kenapa gak bilang Yesus itu Iblis waktu Dia bilang "hai kamu keturunan ular beludak!" Masa Yesus ngomong begitu. Katanya harus mengasihi sesama manusia. Pasti itu Iblis yang menyusup.
|
Yesus mengatakan keturunan beludak kepada mereka yg sbrnya tdk mengenal Yesus maupun Bapa(berarti YHVH tdk sama dg Bapa-->baca lagi tulisan2 diatas), kan karena mereka menyembah ilah asing dan ilah lokal. karena Yesus sendiri belum prnh menyatakan dirinya di PL, karena YHVH bukanlah Yesus, oleh karenanya Yesus menyangkali Musa dg kekeliruan ttg YHVH-nya.
anda gak perlu baca tuntas thread saya satu persatu sih, trus kutip yg mana yg anda tdk setuju, kalau cuma komentar spt itu gak jelas dong yg mana yg kita bahas. satu persatu dong.
|

16th February 2008
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Dec 2006
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 189
|
|
Quote:
Originally Posted by No_Name
Yesus mengatakan keturunan beludak kepada mereka yg sbrnya tdk mengenal Yesus maupun Bapa(berarti YHVH tdk sama dg Bapa-->baca lagi tulisan2 diatas), kan karena mereka menyembah ilah asing dan ilah lokal. karena Yesus sendiri belum prnh menyatakan dirinya di PL, karena YHVH bukanlah Yesus, oleh karenanya Yesus menyangkali Musa dg kekeliruan ttg YHVH-nya.
anda gak perlu baca tuntas thread saya satu persatu sih, trus kutip yg mana yg anda tdk setuju, kalau cuma komentar spt itu gak jelas dong yg mana yg kita bahas. satu persatu dong.
|
klo gak salah ada kata2 YESUS ...
"tidak ada seorangpun yang pernah melihat BAPA......"
jadi yang dilihat Musa mungkin mama (hehehe)
__________________
I pray to you,
Jesus keep u in his name.
keep u from the evil,
sanctify u by the truth,
and give u joy fulfiled always.
amen!
|

16th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by No_Name
yg jelas gini aja bro PlainBeard
menurut kamu YHVH itu sama dg Tuhan Yesus?
menurut kamu YHVH di Ulangan 13 itu sma dg Tuhan Yesus??
lalu jika sama, mengapa di saat Perjanjian Lama Yesus tdk bisa menuntaskan masalah dunia ini, sehingga harus turun lagi dan mengajar lagi utk kedua kalinya di Perjanjian Baru?
dan kali ini beda, Yesus di PB berubah menjadi org yg baik.
Yesus yg dulu senang melihat pertumpahan darah, Yesus yg skrg tidak senang melihat pertumpahan darah. spt itu bung maksud mu??
oh Yesus kita prnh gagal menuntaskan misinya di PL, sehingga harus turun keduakalinya di PB, Yesus kita juga plin-plan, dulu suka banget melihat pertumapahan darah, skrg tidak.
|
Kalo ada orang gak ngerti, lalu membuat kesimpulan, menurut kamu kesimpulannya bakal bisa bener gak?
Gak ada tulisan di PL bahwa hukum taurat atau PL dibuat untuk menyelesaikan masalah dunia.
Gak ada tulisan di PL yang bilang bahwa PL adalah kegagalan. PL itu bukan untuk dunia, tapi untuk bangsa Israel yang awalnya diselamatkan melalui Musa untuk keluar dari Mesir dan masuk merebut kanaan.
Gak ada tulisan di PL yang bilang bahwa Tuhan senang dengan pertumpahan darah. Karena ketidak mengertian kamu, akhirnya kamu pilih2. Yang menurut kamu baik itu pasti dari Tuhan, yang tidak baik menurut kamu pasti dari Iblis.
Siapa yang mengirimkan air bah di jaman Nuh? Tuhan atau Iblis?
Siapa yang bikin 10 tulah di Mesir di jaman Musa? Tuhan atau Iblis?
Siapa yang membuat hujan belerang di kota Sodom dan Gomora? Malaikat Tuhan atau Iblis?
Siapa yang menciptakan neraka? Tuhan atau Iblis?
Siapa yang membantu Israel merebut Kanaan sampe harus membunuh ribuan orang bangsa2 lain? Tuhan atau Iblis?
Pemikiran kamu "Oh kalo banyak manusia yang mati, pasti itu dari Iblis karena Tuhan pasti baik gak pernah kejam seperti itu". Wrong! Karena Dia Tuhan makanya Dia gak perlu menuruti pengertian kamu soal apakah itu baik dan apakah itu jahat.
Saran saya, berhentilah memilih ayat2 yang kamu senangi dan menganggap itu pasti Tuhan, lalu membuang ayat2 lain hanya karena tidak sesuai dengan pendapat kamu dan beranggapan kalo Tuhan yang ada di ayat2 tersebut sebenarnya Iblis yang sedang menyusup.
Quote:
Originally Posted by No_Name
Yesus mengatakan keturunan beludak kepada mereka yg sbrnya tdk mengenal Yesus maupun Bapa(berarti YHVH tdk sama dg Bapa-->baca lagi tulisan2 diatas), kan karena mereka menyembah ilah asing dan ilah lokal. karena Yesus sendiri belum prnh menyatakan dirinya di PL, karena YHVH bukanlah Yesus, oleh karenanya Yesus menyangkali Musa dg kekeliruan ttg YHVH-nya.
|
Bukankah Yesus sendiri yang bilang kalo siapa yang marah kepada saudaranya harus dihukum. Dengan mengatakan "hai kamu keturunan ular beludak" sebenarnya Yesus marah kan. Sama seperti YHWH marah di ulangan 13.
Kenapa anda gak berpikir bahwa dari kitab Kejadian sampe kitab Wahyu, itu adalah satu alur cerita yang tersusun rapi? Kenapa anda mengeluarkan bagian2 dari cerita tersebut sesuka anda? Oh yang di Gunung Sinai ini Tuhan, Oh yang di Ulangan 13 ini dari Iblis. Mau coba bikin alkitab baru versi "No Name"?
Quote:
|
anda gak perlu baca tuntas thread saya satu persatu sih, trus kutip yg mana yg anda tdk setuju, kalau cuma komentar spt itu gak jelas dong yg mana yg kita bahas. satu persatu dong.
|
Tau dari mana kalo saya gak baca tuntas thread anda? Dari awal anda masuk ke forum ini saya udah ikuti kok postingan anda. Setiap kali anda membawa issue soal yang sama " Itu bukan YHWH, tapi Iblis yang sedang menyusup", di sana pasti saya akan hadir 
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

16th February 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Gue baru search, ternyata artikel ini datangnya dari literatur kawanan kecil (wancil).
Gue langsung bilang "pantes deh" karena dari sana (wancil = wisma gembala = total scripture ministry), selalu disebar2kan soal pengharaman kata "Allah" yang katanya bukan nama sesembahan atau Tuhan (padahal kata "sembah" dan "Tuhan" sendiri berasal dari kitab agama lain).
Lalu mencoba mempertentangkan antara YHWH vs Yesus. Mencoba mengeluarkan bagian2 dari PL yang tidak selaras dengan otak mereka. Saya juga tidak memegang PL sebagai keseluruhan yang harus saya imani, tapi mengingkari kenyataan bahwa seluruh isi PL mengarah kepada subyek yang sama yaitu Yesus atau PB sama saja dengan kebodohan.
Gue gak tau apakah website atau organisasi wancil itu memang punya pengajaran tersendiri atau menerima artikel dari siapa aja tanpa disortir.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

16th February 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
| | |