Setuju, sebagai tambahan keterangan PlainBread, kita baca ayatnya lengkap saja 1 perikop :
* Lukas 11:29-32 TANDA YUNUS
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
Membaca perikop diatas; berbahagialah kita yang bukan orang Yahudi yang dikritik Yesus.......
Agak berbeda dengan yang ditekankan oleh Matius dalam Matius 12:38-42; Tanda Yunus dalam Injil Lukas tidak menekankan suatu penunjukkan kepada
kematian dan
kebangkitanNya yaitu penekanan pada
"tiga hari-tiga malam" seperti yang tercatat dalam Matius 12:40.
Dalam Injil Lukas ini menyoroti 'tanda Yunus' dalam sudut pandang yang lain, yaitu 'tanda Yunus' disini ditenkankan bukanlah sesuatu yang
dilakukan dan
dialami Yunus, tetapi pribadi Yunus
sendiri merupakan
tanda bagi orang-orang Niniwe dalam zaman dahulu.
Jadi ungkapan "tanda Yunus" dalam ayat 29 diatas adalah "
angkatan ini tidak akan menerima tanda selain semacam tanda yang diberikan dalam diri Yunus". Dan dalam ayat 30, Yesus
sendiri juga demikian
merupakan tanda bagi orang-orang sezamanNya.
Jadi penduduk Niniwe merupakan "tanda" yang menunjuk kepada hari
penghukuman oleh Allah; demikian juga halnya [url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=17#17]"Anak Manusia"[/url] bagi dunia sekarang ini merupakan "tanda", yakni tanda bahwa hari penghukuman oleh Allah
sedang datang (yaitu penghukuman yang pada azasnya
sudah datang di waktu datangnya Yesus, dan yang
akan dilaksanakan kelak dengan terang-terangan).
Bandingkan dengan Lukas 10:13-14, pada hari pengadilan, [url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?t=599]bangsa-bangsa kafir (non-Yahudi)[/url] seperti penduduk Tirus dan Sidon akan diakui sebagai lebih terbuka terhadap kehendak Allah dari pada bangsa terpilihNya yaitu Israel.
Maka, seperti Yunus pada zaman dahulu, Yesus juga mempunyai pesan keselamatan, jika orang mau memperhatikanNya. Kemudian disusul keterangan lebih lanjut yaitu dalam ayat 31-32 mengenai penghukuman itu. Dalam hal ini disebutkan 2 contoh dari orang-orang yang sikapnya
terpuji yaitu:
1. Ratu dari Selatan (
Ratu negeri Syeba, 1 Raja 19:1-13)
2. Penduduk kota Niniwe
Lukas, bukanlah seorang Yahudi, tentu mencatat dengan girang kedua contoh tersebut yang berhubungan dengan [url=http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?t=599]dunia bangsa-bangsa 'ETHNOS'[/url].
Lukas dengan jelas menulis "Ratu dari Selatan" datang atas prakarsanya sendiri dari "ujung bumi" untuk bertemu Salomo dan mendengar hikmatnya di Yerusalem dimana Allah secara khusus menyatakan diriNya kepada Israel (Yesaya 52:10 bandingkan dengan Kisah 1:8 ).
Seperti halnya penduduk Niniwe , pada zaman itu adalah ibukota dunia, seperti halnya kota Roma pada zaman PB. Penduduk Niniwe ini menyambut seorang nabi yang datang dari Israel yaitu Yunus, dan mereka bertobat karena pemberitaan/khotbah Yunus.
Bangsa-bangsa non-Yahudi ini "pada waktu penghakiman" mereka "akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya". Dengan demikian
sikap yang baik dari
Ratu Syeba dan
penduduk Niniwe adalah merupakan suatu paradoks dari sikap-sikap orang-orang Yahudi terhadap Yesus Kristus. Khususnya para pemuka agama Yahudi malah
tidak dapat melihat tanda yang diberikan Allah dengan hadirnya Yesus Kristus ditengah-tengah mereka.
Celaka sekali kedegilan orang-orang Yahudi itu karena mereka tidak dapat menggunakan matanya untuk melihat, suatu
tanda yang sebenarnya jelas nampak ada di tengah-tengah mereka. Walaupum dalam ayat 31 secara terang-terangan, Yesus mengklaim diriNya lebih besar dari Salomo, selanjutnya pada ayat 32 Yesus juga mengklaim diriNya adalah pengkhotbah yang lebih besar daripada Yunus. Namun sayang bangsa pilihan Allah itu tidak mengenali hikmat atau kehebatan diriNya.
Berbahagialah orang-orang yang bisa 'melihat'.
Amin.
Blessings in Christ,
BP
May 4, 2006