 |
|

11th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
Apa sih artinya mati?
All of the greatest religions speak of the souls's endurance beyond the end of life.
So, what then does it mean to die? (Eisenheim, The Illusionist)
1. Apa sih artinya mati?
Eisenheim sedang berbicara logika, bukan tentang hal-hal spiritisme. Apa sih makna mati, kalau memang ada kebenaran dalam ajaran tentang keabadian jiwa. Dalam ajaran Kristiani makna mati mempunyai macam-macam arti. Kata "mati" yang pertama dalam Alkitab kita tertulis dalam :
* Kejadian 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
UME'ETS HADA'AT TOV VARA LO TOKHAL MIMENU KI BEYOM AKHALKHA MIMENU MOT TAMUT
Ular memperdaya manusia sbb :
* Kejadian 3:4
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: 'Sekali-kali kamu tidak akan mati,'
VAYOMER HANAKHASH EL-HAISHA LO-MOT TEMUTUN
Manusia melanggar apa yang difirmankan Allah, sebaliknya menuruti ular itu. Apakah benar Adam langsung mati? (secara fisik mati?), lalu apa yang dimaksud "mati" dalam Kejadian 2:17 ini?
Semua manusia, yang percaya dan yang tidak percaya, akan mati. Akan tetapi, kata "mati" di dalam Alkitab, memiliki lebih dari satu arti. Penting untuk mengerti hubungan orang percaya dengan berbagai arti kematian. Kejadian 2:1-3:24 mengajarkan bahwa kematian memasuki dunia karena dosa. Manusia pertama diciptakan dengan kemampuan untuk hidup selama-lamanya; ketika mereka tidak menaati perintah Allah, mereka dijatuhi hukuman atas dosa itu, yaitu kematian. Kematian ini mencakup :
1. Tunduk kepada hukum kematian
Setelah Adam dan Hawa memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, Allah mengatakan, "engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu". Maka, sekalipun mereka "tidak mati" secara jasmaniah pada hari mereka memakan buah itu, mereka kini tunduk pada hukum kematian sebagai akibat dari kutukan Allah. Demikian juga seluruh keturunan dari mereka.
2. Mati secara Moral
Adam dan Hawa juga mati secara moral. Allah mengingatkan Adam bahwa ketika ia makan buah yang terlarang itu, ia pasti akan mati. Peringatan itu sangat serius. Sekalipun Adam dan Hawa tidak mati secara jasmaniah pada hari itu, mereka mati secara moral, yaitu tabiat mereka menjadi berdosa. Sejak Adam dan Hawa, semua orang dilahirkan dengan tabiat berdosa, yaitu suatu keinginan bawaan untuk mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan Allah atau orang lain.
3. Mati secara rohani
Adam dan Hawa juga mati secara rohani ketika mereka tidak taat kepada Allah, yaitu hubungan intim mereka yang dahulu dengan Allah menjadi rusak. Mereka tidak lagi mengharapkan saat-saat berjalan dan berbincang-bincang dengan Allah di taman; sebaliknya mereka bersembunyi dari hadapan-Nya. Di bagian lainnya, Alkitab mengajarkan bahwa terlepas dari Kristus, semua orang terasing dari Allah dan dari hidup di dalam-Nya; mereka mati secara rohani.
4. Kematian kekal
Akhirnya, kematian sebagai akibat dosa mencakup kematian kekal. Hidup kekal seharusnya menjadi akibat ketaatan Adam dan Hawa; namun sebaliknya, prinsip kematian kekal telah diberlakukan. Kematian kekal adalah hukuman dan pemisahan kekal dari Allah sebagai akibat ketidaktaatan, yaitu menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya.
Alkitab menyebut "orang hidup yang bisa mati atau akan mati" pun disebut mati :
* Zakharia 11:9
Lalu aku berkata: 'Aku tidak mau lagi menggembalakan kamu; yang hendak mati, biarlah mati; yang hendak lenyap, biarlah lenyap, dan yang masih tinggal itu, biarlah masing-masing memakan daging temannya!'
VAOMAR LO ERE ETKHEM HAMETA TAMUT VEHANIKHKHEDET TIKAKHED VEHANISHAROT TOKHALNA ISHA ET-BESAR REUTA
HAMETA TAMUT, harfiah "orang mati itu mati" diterjemahkan "yang hendak mati, biarlah mati" padahal yang disebut orang mati itu belum mati tetapi akan mati.
Jadi , makna "mati" di dalam Alkitab tidak semata-mata berhubungan dengan kematian fisik belaka.
Bandingkan ketika Yesus memakai makna "mati" yang sama pada ayat ini :
* Matius 8:22
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."
Apa yang dikatakan oleh Yesus selaras dengan Zakharia 11:9 dan juga selaras dengan Kejadian 2:17. Bahwa manusia berdosa yang bisa mati itu pun disebut mati meskipun secara fisik mereka masih hidup di dunia. Sebab siapapun manusia di dunia ini tunduk pada hukum kematian.
Inilah pengertian "mati". Dalam Bahasa Indonesia sendiri pun mencatat makna beragam tentang "mati": hilang nyawa, tidak hidup lagi, padam, buntu, tidak digunakan, tidak bergerak, diam atau berhenti, tidak ada kegiatan. Jadi , makna "mati" di tidak semata-mata berhubungan dengan kematian fisik ragawi belaka.
2. Bagaimana sikap kita terhadap kematian?
"Kematian-raga" adalah salah satu akibat dosa manusia pertama, hal ini menjadi hal kodrati bagi seluruh umat yang lahir dari keturunan mereka, yaitu semua manusia di dunia. Sekalipun orang percaya di dalam Kristus memiliki jaminan hidup kebangkitan, kita masih harus mengalami kematian jasmaniah. Tetapi kita - orang percaya -menghadapi kematian dengan sikap yang berbeda dari orang tidak percaya.
Karena kita sudah mengerti cara untuk lolos dari semua aspek kematian ini ialah melalui Yesus Kristus yang telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Dengan kematian-Nya Ia mendamaikan kita dengan Allah, sehingga memutarbalikkan pemisahan dan pengasingan rohani yang dihasilkan dosa. Oleh kebangkitan-Nya, Ia mengalahkan dan mematahkan kuasa Iblis, dosa, dan kematian jasmaniah.
Paulus secara gamblang menjelaskan "Kebangkitan Kristus" membawa semua orang-orang yang percaya kepadaNya "dihidupkan bersama-sama" (Yunani, suzoopôieô)
* Efesus 2:5
telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan -
KJV, Even when we were dead in sins, hath quickened us together with Christ, (by grace ye are saved; )
TR Translit Interlinear, kai {bahkan} ontas {sekalipun} hêmas {kita} nekrous {mati} tois paraptômasin {dalam pelanggaran-pelanggaran} sunezôopoiêsen {telah menghidupkan (kita) bersama} tô christô {dengan Kristus} chariti {karena anugerah} este sesôsmenoi {kamu diselamatkan}
Lihat juga Kolose 2:13
Suzoopôieô – menghidupkan bersama-sama, mengisyaratkan suatu perubahan, manusia yang seharusnya "mati secara kodrati" akibat dosa Adam, mereka akan hidup karena konsekwensi kebangkitan Kristus.
Maka, kalaupun kita pasti mati (secara fisik) hal itu menjadi tidak berarti sebab kematian fisik hanyalah babak baru dalam menuju Kehidupan yang kekal. Untuk itu Rasul Paulus yang memang sangat mengeti apa arti dan akibat dari kematian Kristus, ia mengajarkan kepada kita apa yang ia fahami, demikian :
* Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Untuk itulah saya sangat menyukai quote dari Eisenheim diatas "So, what then does it mean to die?. Karena Yesus Kristus telah mempersiapkan tempat bagi kita :
* Yohanes 14:1-6
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Haleluyah!
Blessings in Christ,
BP
January 11, 2007
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

11th January 2007
|
 |
Pendosa Syafaat
|
|
Join Date: May 2005
Posts: 1,529
|
|
Thx buat Tulisannya Bro. Tapi kalo saya sih tetap aja takut mati......hehehee
|

11th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
harap maklum, ada beberapa kata yang kurang huruf "s", tidak bisa di-edit karena udah "dikunci", Kalo ada Mods yang baik hati, tolong edit, Thanks!
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
Last edited by SarapanPagi : 11th January 2007 at 02:50 PM.
|

11th January 2007
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,517
|
|
BTW gua ngga ketemu kata2 yg kurang huruf s, maybe I'm not loooking hard enough atau udah diedit kali ya ?
__________________
Kenapa mengedarkan "traktat" di forum diskusi ??
|

12th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
Thank You...
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

12th January 2007
|
|
AP - Regular Contributor
|
|
Join Date: Apr 2005
Posts: 81
|
|
Quote:
|
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
|
Maaf sedikit melenceng, mengomentari istilah tempat Tuhan, apakah Tuhan dibatasi oleh ruang?. Karena ada yang mengatakan roh tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, termasuk roh manusia yang sudah meninggalkan raga. Apakah jika tidak dibatasi oleh ruang dan waktu berarti juga omni present. Dan samakah omni present dengan maha hadir?. Sebenarnya istilah omni present muncul sejak kapan?
Forgive me!
|

12th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
Malaikat adalah makhluk roh, ia bisa kemana saja, namun ia tidak pernah disebut maha-hadir. Ia tidak bisa berada ditempat A dan sekaligus di tempat B. Hanya Allah yang Mahahadir.
Demikian juga manusia jika dalam roh berada di Surga ia juga tidak akan mahahadir.
OMNIPRESENT = present in all places at all times
Allah itu mahahadir -- yaitu, Dia ada di mana-mana pada saat yang bersamaan. Pemazmur mengatakan bahwa ke manapun kita pergi, Allah ada di situ; Allah melihat segala sesuatu yang kita lakukan.
Dasar theologis tentang pengertian OMNIPRESENT salah satunya dari :
* Mazmur 139:7-12
139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
139:12 maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

12th January 2007
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,517
|
|
Mengenai Tempat Tuhan, Hadirat Tuhan, Maha Hadir dll coba disimak dulu yg ini:
Soal "Hadirat Tuhan" dulu.
Tuhan itu dibilang "Maha Hadir"/"Omni Present", artinya Tuhan itu bisa ada dimanapun Dia mau ada kapanpun. Ini ngga sama dengan konsep pantheism yg lebih gampangnya mirip dengan konsep the Force di Star Wars, atau life-stream di Final Fantasy.
Jadi Hadir/adanya Tuhan di satu tempat bukan karena Dia Maha Ada yang tidak bisa memilih dimana dia harus berada. Tapi dia Maha Ada in a sense that Dia bisa secara aktif menunaikan keinginannya untuk ada dimanapun Dia memilih untuk ada secara nyata. Yang gua garis bawahi itu kata2 kuncinya yang membedakan antara Biblical omni-presence dengan transcedental omni-presence.
Bandingin sama konsep Pantheism atau Gnostic theology yg bilang "split the wood and I am there, turn the rock and I am there" or whatever. That is not Omni-presence yang digambarkan di Alkitab. Passive presence ini istilahnya disebut transcedental omnipresence.
Omnipresence of God di Alkitab itu disimpulkan dari actions of God, misalnya di kitab Ayub, lahir di dunia, muncul dihadapan Musa, muncul dalam bentuk tiang awan atau di Bait Allah. Ada keberadaan/kehadiran yang nyata, ada purpose yang jelas, ada keinginan Ilahi dari Tuhan yang dinyatakan.
Bukan itu saja, Tuhan Allah bisa memilih untuk menarik hadiratNya dari suatu tempat/orang. Misalnya di Perjanjian Lama Tuhan Allah menarik hadiratnya dari tengah bangsa Israel(Ichabod). Demikian juga di Perjanjian Baru, neraka digambarkan sebagai tempat yang absent dari Tuhan:
2 Tes. 1:8-9 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
This dwelling or settling presence of God di Perjanjian Lama disebutnya Shachan (verb/kata kerja), dari kata ini kita kenal kata Shekinah (noun/kata benda). Kata bendanya memang ngga ada ditulis di Alkitab, tapi kata kerjanya ada tertulis. Artinya Tuhan tinggal/menempati a space in time.
Secara literal Tabernakel (mishcan) itu artinya tempat tinggal untuk Tuhan.
Kalo menurut orang Yahudi (Talmud), Shekinah itu adalah presence of God yang membuat orang makin sadar akan keberadaan Tuhan, dalam doa, waktu orang butuh Tuhan, dalam sukacita, memberikan inspirasi buat para nabi dan Daud untuk menuliskan nubuat dan Mazmur.
Baca juga I Samuel 10:5-6 yang jadi alasan kenapa mereka percaya kalau Hadirat/Datangnya Roh Allah itu memberikan orang inspirasi.
Terus contoh2 Tuhan hadir di tengah umatnya itu ada di Alkitab misalnya waktu Tuhan muncul sebagai tiang awan, api, burning bush, burning cloud (Keluaran 24).
Hadirat Tuhan juga BISA (tidak harus) memberikan physical implications, mulai dari hadirat yang kelihatan, muka Musa bercahaya, para nabi2 bernubuat (2 Petrus 1:21) dan Daud bermazmur, imam2 tidak tahan berdiri (2 Taw 5:10-14).
Di Perjanjian Baru, kita bisa bilang Yesus sendiri iitu adalah wujud fisik hadirnya Tuhan di muka bumi.
Terus untuk orang yang sudah bertobat dan percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, we belong to Christ and receive the Holy Spirit by faith. Jadi tubuh kita ini jadi tempat tinggalnya Roh Kudus.
Roh Kudus bukan ada di semua orang, bukan juga sama dengan suara hati, but a separate entity with His own free will that lives within us.
Ayat2nya ada banyak di Perjanjian Baru males dilist satu2. I Korintus 3, John 16, dll dll dll.
__________________
Kenapa mengedarkan "traktat" di forum diskusi ??
|

12th January 2007
|
|
AP - Regular Contributor
|
|
Join Date: Apr 2005
Posts: 81
|
|
terima kasih bung sarapan,
saya masih belum jelas tentang omni dan maha, dalam hal quantity. Manusia dikatakan omnivora, tapi masih ada batasnya tidak maha pemakan. Apakah tidak berarti omni present juga bisa hadir di beberapa tempat tetapi masih ada batasnya?.
Kemudian apa artinya tidak dibatasi ruang dan waktu?.
Waktu dahulu=waktu sekarang=waktu yang akan datang?
Tempat ini=semua tempat, at all?
Apakah begitu ya?
Forgive me!
|

12th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
Tentu saja istilah yang ditujukan untuk Tuhan dan manusia mempunyai konteks sendiri2, sebutan "Yang Mulia" bagi seorang manusia tentu saja beda muatannya dengan sebutan "Yang Mulia" yang kita tujukan bagi Tuhan.
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

12th January 2007
|
|
AP - Regular Contributor
|
|
Join Date: Apr 2005
Posts: 81
|
|
Quote:
Originally Posted by SarapanPagi
Tentu saja istilah yang ditujukan untuk Tuhan dan manusia mempunyai konteks sendiri2, sebutan "Yang Mulia" bagi seorang manusia tentu saja beda muatannya dengan sebutan "Yang Mulia" yang kita tujukan bagi Tuhan.
|
Iya betul, seperti kurios bisa berarti sebutan kepada TUHAN dan kepada manusia (Tuan).
Kembali ke masalah bahwa Roh tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, apakah definisi saya di atas salah ya? Meskipun tidak maha hadir, apakah roh malaikat ataupun manusia yang sudah mati tidak bisa multi hadir?, sekali lagi karena tidak ada batas ruang dan waktu.
Sory kalau OOT, rasanya agak penasaran aja tentang Cronos dan Aionos ini.
Forgive me!
|

12th January 2007
|
 |
Juventini
|
|
Join Date: Jul 2005
Location: Indonesia
Age: 28
Posts: 7,718
|
|
Ehm, tentang kalimat yang perlu perbaikan, kayaknya yang ini nih..
Quote:
|
All of the greatest religions speak of the souls's endurance beyond the end of life.
|
Harusnya (yang di bold) gak perlu s lagi belakangnya kan? jadi souls' doang 
Diluar itu, a very good article.. thanks SP 
__________________
"My greatest enemy is not other people, not even the devil, but my own mind."
|

12th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
ha ha malah kebanyakan "s" maksudnya "soul's endurance"
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

12th January 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,326
|
|
Quote:
|
Originally Posted by forgive
Kembali ke masalah bahwa Roh tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, apakah definisi saya di atas salah ya? Meskipun tidak maha hadir, apakah roh malaikat ataupun manusia yang sudah mati tidak bisa multi hadir?, sekali lagi karena tidak ada batas ruang dan waktu.
|
Belum ketemu ayat Alkitab yang menulis Malaikat "multi hadir" ada di suatu tempat sekaligus di tempat lain.
Quote:
|
Originally Posted by forgive
Sory kalau OOT, rasanya agak penasaran aja tentang Cronos dan Aionos ini.
|
Study kata KHRONOS & KAIROS di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=407#407
Study kata AIÔN atau AIÔNOS di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=337#337
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

12th January 2007
|
 |
AP - Senior Master
|
|
Join Date: Oct 2006
Posts: 372
|
|
Shalom, buat saya yg linglung ini (abis minum lithium sich), HUWA atau DIA yg 'omnipresent' atau 'maha hadir' kok 'rasa'nya lebih kena kpd pengertian: 'DIA awalnya tanpa MUASAL, DIA sekarangnya tanpa BATAS, DIA nantinya tanpa KESUDAHAN' so IMHO, dlm konteks 'omnipresent' tsbt, keadaan HUWA itu bisa juga disebut sbg MAHA SEKARANG, atau, bagi HUWA, semuanya adalah SEKARANG.. 'kemarin' dan 'esok' itu hanya eksis buat MANUSIA.. gbu
|

13th January 2007
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,517
|
|
Quote:
|
Originally Posted by dahaawuh
Shalom, buat saya yg linglung ini (abis minum lithium sich),
|
Gak heran
Mengenai pertanyaan forgive soal kata OMNI.
Quote:
|
Originally Posted by forgive
saya masih belum jelas tentang omni dan maha, dalam hal quantity. Manusia dikatakan omnivora, tapi masih ada batasnya tidak maha pemakan.
|
Kata OMNI diambil dari kata Latin Omnis yang artinya ALL (semua/segala).
Jadi kalau dalam omnivora (Omnis + Vorare).
Designation Omnivora itu bukan berasal dari kata bisa memakan segalanya, tapi simply untuk memberikan nama untuk group spesies yang memakan protein dari daging dan juga tumbuhan.
Terutama kalau kita sandingkan katanya dengan kata herbivora dan carnivora.
Quote:
|
Originally Posted by forgive
Apakah tidak berarti omni present juga bisa hadir di beberapa tempat tetapi masih ada batasnya?.
|
Kalo sifat2 Tuhan yang digambarkan dengan kata (OMNI, MAHA, AL) seperti Omniscience, All-knowing, Maha Tahu, Omnipotent, All-Powerful, Maha Kuasa dll, itu IMHO lebih ke philosophical designation from men of who and what God is (jadi dasarnya, nama2 itu adalah penggambaran manusia secara filosofi akan Tuhan itu harusnya bagaimana dan bisa apa).
Misalnya Maha Tahu, se"Maha Tahu" apa Tuhan untuk bisa dianggap sebagai Tuhan? Kalau kurang dari batasan itu, apa Tuhan bisa dianggap Tuhan?
Misalnya pengetahuan manusia sangat terbatas, banyak hal yg manusia tidak bisa tahu pasti, masa lalu, masa depan, isi hati, hal yang tidak bisa dilihat, tidak bisa dicerna. Nah kalau Tuhan itu Tuhan, maka dia harus bisa tahu hal2 yang manusia ngga bisa tahu. Kalau Tuhan ngga bisa tahu hal2 yang manusia tidak bisa tahu, maka Dia tidak layak menjadi Tuhan. Tapi belom tentu juga ukuran yang dipakaikan manusia ke Tuhan ini sama untuk setiap orang. Ada yang requires untuk Tuhan tahu isi hati, ada yang enggak. Ada yang requires Tuhan tahu masa depan, ada yang enggak.
Balik ke pertanyaan Anda soal Omnipresence, Maha Hadir. Sama juga seperti kasus diatas, ini semua adalah penggambaran manusia secara filosofi akan Tuhan itu harus seperti apa. Misalnya manusia punya keterbatasan dirinya cuma bisa hadir di satu tempat di satu waktu, maka idealnya Tuhan harus bisa hadir di banyak tempat di banyak waktu (Multiple presence).
And sama seperti "Maha Tahu", pengertian "Maha Hadir" itu juga beda2, misalnya transcedental omnipresence menggambarkan Tuhan itu ada dimana2, termasuk di batu, kayu, matahari, sungai, di semua orang, surga, bumi, neraka dll tanpa Dia punya kontrol ataupun pendapat ataupun keinginan soal dimana Dia harus hadir. Biasanya filosofi kayak gini cocok banget sama filosofi Tuhan yang impersonal.
Tapi gambaran Alkitab soal Omnipresence of God itu beda banget dari penggambaran Transcedental Omnipresence. Karena basisnya juga beda, Tuhan yang digambarkan adalah Tuhan yang punya personalitas dan bergerak dengan tujuan.
So di Alkitab, Tuhan bisa menarik hadiratnya misalnya Tuhan tidak hadir di neraka.
2 Tes. 1:8-9 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
Apa dengan Tuhan tidak hadir di neraka artinya Tuhan tidak Omnipresence ? Nope, artinya Konsep Omnipresence di Alkitab beda dari Transcedental Omnipresence.
Letak bedanya disini:
Tuhan bisa secara aktif menunaikan keinginannya untuk ada dimanapun dan kapanpun Dia memilih untuk ada atau tidak ada secara nyata.
Kalau berdasarkan Transcedental Omnipresence, Tuhan tidak sanggup memilih untuk tidak ada dari satu tempat sekalipun, karena Dia terkunci dengan ide transcedental. Kalau Tuhan bisa tidak ada di satu tempat artinya dia tidak lagi omnipresence (transcedental).
__________________
Kenapa mengedarkan "traktat" di forum diskusi ??
|

13th January 2007
|
 |
AP - Senior Master
|
|
Join Date: Oct 2006
Posts: 372
|
|
shalom, ah bro kepik, dalam taraf keilmuan setinggi ini, anda masih saja 'membatasi' TUHAN ALLAHMU dgn aneka bentuk 'keterbatasan' ala manusia. GBU
Shalom, bro kepik dan sarpag, dgn tingkat keilmuan anda ttg HUWA setinggi ini, bukankah sudah waktunya anda membebaskan TUHAN ALLAHmu dari 'belenggu' kitab suci, rumah ibadat, ketidak mampuan, yg semua itu bersumber dari 'kemelekatan' dirimu pada 'keberadaan' dirimu yg semu? Ketika dirimu MATI, selesai sudah 'kesemuan' dirimu sdgkan HUWA tdk MATI sama sekali..
tidakkah dirimu tersadar bro, ketika kita bicara KEMATIAN, kita bicara ttg 'kesemuan' manusia dan 'kesejatian' HUWA? KEMATIAN tdk memandang apa kitabmu, apa agamamu, apa sebutanmu untuk HUWA, setinggi apa ilmumu. Ketika dirimu MATI, alkitab dan prasangkamu akan turut bersamamu, itulah bukti nyata 'keterbatasan' dirimu sdgkan HUWA tetaplah HUWA yg tak terbatas.. Lebih besar dari agama, alkitab, firman dan alam semesta..
|

15th January 2007
|
 |
AP - Guardian Angel
|
|
Join Date: Aug 2006
Posts: 585
|
|
Maut bagi orang Kristen=> Kehilangan kemuliaan ALLAH
__________________
!Jesus My Praise anD Worship to You!
2 Kor 4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah KEKAL.
|

16th January 2007
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,517
|
|
Quote:
|
Originally Posted by dahaawuh | | |