 |
|

26th July 2007
|
|
AP - Senior Newbie
|
|
Join Date: Jul 2007
Age: 20
Posts: 15
|
|
Tujuan hidup orang Kristen y..?
Klo di alkitab si..
Yesus berkata,"Jadilah garam dan terang dunia"
Mungkin itu tujuan hidup qta. Aku juga bingung soalna. Hehehe.
Tapi klo aku pribadi,tujuan hidupku itu.. "Smakin mengenal Kristus hari demi harinya n mempersembahkan yg terbaik buat Dy melalui orang2 di skitarku,n trutama,mreka yg aku sayang. "
^^
|

27th July 2007
|
 |
AP - Senior Master
|
|
Join Date: Jan 2005
Posts: 353
|
|
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Tujuan hidup setiap orang yah beda2 lah. Jangankan antara yang non kristen sama yang kristen, sesama kristen aja bisa beda2. Lihat Paulus sama Petrus, tujuannya beda. Yang satu melangkah ke kota A, satunya lagi ke kota B
|
Kok bisa beda beda ya? *sambil getok-getok kepala, jgn2x otak gw lagi lamban* He he he ... gw coba share versi gw ya dan kita belajar lagi. Kayaknya kita mulai dengan memilah tujuan hidup menjadi vision statement dan mission statement. Dan vision statement kita adalah: "to be Christ likeness", sedangkan mission statementnya: "bertumbuh secara seimbang dalam hal rohani, fisik, mental dan sosial sehingga menghasilkan pribadi yang semakin seperti Kristus, guna turut serta dalam pembangunan kerajaan Allah".
So, tujuan hidup orang Kristen itu adalah sama (satu vision & mission statement). Soal Paulus ke Ambarawa, atau Petrus ke Brastagi atau Si Budiman yang jadi dokter atau si Ahong yang jadi Pengusaha atau Si Peter yang jadi Jurnalis, atau si Oscar yang jadi Intepreter atau si Ucok yang jadi Pengacara etc, mmm ... tujuannya tetep sama (see. Vision & Mission Statement yang gw urai). Lain halnya kalo ditanya soal cita cita, maka nggak semua orang Kristen punya jawaban yang sama. He he he masa semuanya punya cita cita jadi bupati Brastagi atau dokter gigi sih? So, semoga bisa bedakan itu dengan jelas.
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
"...Jangan gagap yah, kalo ditanya gitu bilang aja "lagi dalam proses mencari tujuan Tuhan menciptakan saya di dunia ini"  Maybe you're the next Einstein? Who knows 
|
Saran yang sangat menyedihkan! Seolah-olah/ seakan-akan/ sekonyong-konyong keKristenan tak menjamin eksistensi diri penganut-Nya.
Dan kalo gw mengikuti saran lo, gw pasti akan gagap-gagap dan nampak lamban menghadapi pertanyaan kaum beragama lainnya. Tujuan hidup kaum Kristen harusnya menghasilkan pribadi pribadi yang eksis dengan cita-citanya, karena disanalah dibuktikan, bahwa nilai nilai kerajaanNya membuahkan, lalu siap diimpartasikan guna extend the kingdom of God.
He he he ...namanya juga share ya, setidaknya itulah pandangan dari gw. Silahken ......
|

27th July 2007
|
|
AP - Clueless Newbie
|
|
Join Date: Jul 2007
Posts: 2
|
|
tujuan hidup orang Kristen adalah menjadi serupa dengan Kristus (Mat 10:25a). proses ini butuh waktu dan baru selesai kalau kita udah mati. maka nya kita perlu menggenapi tujuan hidup ini sampai akhir hidup kita. itu menurut dari apa yang g denger waktu ada khotbah.
|

27th July 2007
|
|
AP - Clueless Newbie
|
|
Join Date: Jun 2007
Posts: 1
|
|
Kalo menurut gue tujuan hidup orang kristen sih menjadi apa yang Tuhan mau utk panggilan pribadi dalam hidup kita. Di manapun kita ditempatkan sama Tuhan, kita mampu membawa seluruh kerinduan hati-Nya atas orang pilihan-Nya di bumi.
Hidup orang kristen ga cuma utk lahir, menuntut ilmu, berkeluarga, hidup sukses, dan akhirnya meninggal masuk surga. Semua orang di dunia ini juga maunya hal yang kaya gitu. Udah basi. Kalo kita mau jadi kristen yang berbeda, kita harus mengerti dengan benar apa yang Tuhan mau, jadi kita punya tekad yang kuat menghadapi tekanan. Jangan jadi orang yang mudah terbawa arus (mengambil prinsip hidup hanya mengalir) karena hal kaya gini bisa bikin kita di tengah jalan kehilangan arah dan tujuan hidup. Pandang apa yang Tuhan mau kita lakukan di depan, dan hidupi dengan iman, supaya kita ga gampang goyah.
|

27th July 2007
|
 |
???
|
|
Join Date: Mar 2005
Location: Indonesia
Posts: 2,899
|
|
Quote:
|
Originally Posted by RIPS
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Tujuan hidup setiap orang yah beda2 lah. Jangankan antara yang non kristen sama yang kristen, sesama kristen aja bisa beda2. Lihat Paulus sama Petrus, tujuannya beda. Yang satu melangkah ke kota A, satunya lagi ke kota B
|
Kok bisa beda beda ya? *sambil getok-getok kepala, jgn2x otak gw lagi lamban* He he he ... gw coba share versi gw ya dan kita belajar lagi. Kayaknya kita mulai dengan memilah tujuan hidup menjadi vision statement dan mission statement. Dan vision statement kita adalah: "to be Christ likeness", sedangkan mission statementnya: "bertumbuh secara seimbang dalam hal rohani, fisik, mental dan sosial sehingga menghasilkan pribadi yang semakin seperti Kristus, guna turut serta dalam pembangunan kerajaan Allah".
So, tujuan hidup orang Kristen itu adalah sama (satu vision & mission statement). Soal Paulus ke Ambarawa, atau Petrus ke Brastagi atau Si Budiman yang jadi dokter atau si Ahong yang jadi Pengusaha atau Si Peter yang jadi Jurnalis, atau si Oscar yang jadi Intepreter atau si Ucok yang jadi Pengacara etc, mmm ... tujuannya tetep sama (see. Vision & Mission Statement yang gw urai). Lain halnya kalo ditanya soal cita cita, maka nggak semua orang Kristen punya jawaban yang sama. He he he masa semuanya punya cita cita jadi bupati Brastagi atau dokter gigi sih? So, semoga bisa bedakan itu dengan jelas.
|
Tujuan Hidup orang Kristen adalah seperti yang dikatakan RIPS benar, dan itu berlaku untuk semua orang Kristen, itu yang harus dilakukan oleh orang Kristen. Tapi setiap orang Kristen pasti memiliki Visi "khusus" oleh Tuhan sama seperti kata Plain Bread. Teman G melalui jalur pendidikan, G melalui Organisasi di gereja, dll.
@ Fauzan
Sama seperti Kristus Bukan berati kita harus disalib secara fisik. Yang Kita harus ikuti adalah teladan dan karakternya, walaupun nantinya saya harus disalib maka apakah saya memiliki kerelaan seperti kristus yang di salib ? Jika saya memiliki kerelaan seperti itu, maka saya sudah mencapai satu titik untuk menjadi serupa dengan Kristus.
|

27th July 2007
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Here we go again
Quote:
|
Originally Posted by rips
Kok bisa beda beda ya? *sambil getok-getok kepala, jgn2x otak gw lagi lamban* He he he ... gw coba share versi gw ya dan kita belajar lagi. Kayaknya kita mulai dengan memilah tujuan hidup menjadi vision statement dan mission statement. Dan vision statement kita adalah: "to be Christ likeness", sedangkan mission statementnya: "bertumbuh secara seimbang dalam hal rohani, fisik, mental dan sosial sehingga menghasilkan pribadi yang semakin seperti Kristus, guna turut serta dalam pembangunan kerajaan Allah".
So, tujuan hidup orang Kristen itu adalah sama (satu vision & mission statement). Soal Paulus ke Ambarawa, atau Petrus ke Brastagi atau Si Budiman yang jadi dokter atau si Ahong yang jadi Pengusaha atau Si Peter yang jadi Jurnalis, atau si Oscar yang jadi Intepreter atau si Ucok yang jadi Pengacara etc, mmm ... tujuannya tetep sama (see. Vision & Mission Statement yang gw urai). Lain halnya kalo ditanya soal cita cita, maka nggak semua orang Kristen punya jawaban yang sama. He he he masa semuanya punya cita cita jadi bupati Brastagi atau dokter gigi sih? So, semoga bisa bedakan itu dengan jelas.
|
"To be Christ likeness" apa sih?  Pake sendal gitu mengembara kemana2, atau tiap ketemu bait Allah coba obrak abrik meja2 di depan biar keliatan keren kaya Yesus?
Kalo doktrin kekristenan bilang "Tuhan menciptakan manusia uniquely", kenapa tujuan orang kristen tiba2 jadi sama? Silakan break down sendiri. I know who I am, I know why God creates me (yang pasti jawabannya bukan "supaya menjadi seperti Kristus" so cheesy), I know why I am here, I know why I went to school A, B, or C, I know why God called me when I was at a certain age of my life. It's because I am myself, not you, not him, no anyother else, but myself.
Quote:
Saran yang sangat menyedihkan! Seolah-olah/ seakan-akan/ sekonyong-konyong keKristenan tak menjamin eksistensi diri penganut-Nya.
Dan kalo gw mengikuti saran lo, gw pasti akan gagap-gagap dan nampak lamban menghadapi pertanyaan kaum beragama lainnya. Tujuan hidup kaum Kristen harusnya menghasilkan pribadi pribadi yang eksis dengan cita-citanya, karena disanalah dibuktikan, bahwa nilai nilai kerajaanNya membuahkan, lalu siap diimpartasikan guna extend the kingdom of God.
He he he ...namanya juga share ya, setidaknya itulah pandangan dari gw. Silahken ......
|
Kekristenan memang gak menjamin eksistensi membersnya. Sejak kapan ada jaminan eksistensi? Jaminan keselamatan I've heard, but eksistensi?
Gue bilang "jangan gagap yah ... sedang dalam mencari tujuan" karena kekristenan yang gue kenal emang kekristenan yang melangkah, bukan kekristenan yang copy paste. Ada satu pendeta bilang "supaya sama seperti Kristus", trus tiba2 semuanya rame pengen ikutan pengen sama seperti Kristus. Padahal ngerti maksudnya apa juga kagak.
"Tujuan hidup kaum Kristen harusnya menghasilkan pribadi pribadi yang eksis dengan cita-citanya" ---> Kedengerannya sih keren, kalimat seperti ini sering gue denger dari ceramah pejabat2 negara. Tapi gak tau maksudnya apaan 
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Last edited by PlainBread : 27th July 2007 at 12:28 PM.
|

28th July 2007
|
 |
AP - Senior Master
|
|
Join Date: Jan 2005
Posts: 353
|
|
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Here we go again  "To be Christ likeness" apa sih?  Pake sendal gitu mengembara kemana2, atau tiap ketemu bait Allah coba obrak abrik meja2 di depan biar keliatan keren kaya Yesus?
|
He he he ... gw terjemahkan aja ya mas, demikian: "menjadi semakin seperti Kristus". Dan itu tak langsung berkaitan dengan penampilan (kalo ada yg mau, ya monggo) maupun Kristosentris. So, kalo nggak semakin seperti Kristus, lo lagi bicara "kristen" yang mana nih? He he he ...
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Kalo doktrin kekristenan bilang "Tuhan menciptakan manusia uniquely", kenapa tujuan orang kristen tiba2 jadi sama?
|
kan udah gw jabarkan jadi vision & mission statement. kok nggak dibahas dulu kalo memang salah. he he he .... gw kasih contoh aja deh, nih:
non kristen: tujuan hidup lo apa?
kristen: jadi dokter, elo?
non kristen: sama dong!
He he he ... Bukankah itu yang lo maksud? so, kalo demikian halnya, apa bedanya kristen dan non kristen. He he he ... unik unik nggak keruan ye?
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Silakan break down sendiri. I know who I am, I know why God creates me (yang pasti jawabannya bukan "supaya menjadi seperti Kristus" so cheesy), I know why I am here, I know why I went to school A, B, or C, I know why God called me when I was at a certain age of my life. It's because I am myself, not you, not him, no anyother else, but myself.
|
Hi hi hi... kan gw udah jelasin juga soal ini. baca lagi tuh diatas. Sayangnya, elo tetep nggak mengurai tujuan hidup itu dalam vision dan mission statement.
gw ulang lagi nih mas, kalo tujuan lo hanya sebagai dokter, pengacara, pedagang, ... maka elo nggak ada bedanya sama dokter, pengacara, pedagang, .... yang nggak kenal Yesus. Waktu gw katakan "to be Christ likeness", gw sedang berbicara mengenai visi bersama kita sebagai Kristen. Vission with mission is a missionary. So, kita satu visi mas, tapi misinya beda beda. Kenapa gw angkat missionary? he he ... visi tanpa misi, atau misi tanpa visi nggak bawa elo pada tujuan lo sebagai Kristen. He he he ... kita ini missioanry-Nya. Dan itu bukan hanya dicetak seminary, tapi semua yang ngaku Kristen.
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Kekristenan memang gak menjamin eksistensi membersnya. Sejak kapan ada jaminan eksistensi? Jaminan keselamatan I've heard, but eksistensi?
|
wedewww...konsep kerajaan Allah yang all ready not yet seharusnya membuka otak dan hati lo ah. Nilai nilai kerajaanNya berlangsung saat ini, dan seharusnya meyakinkan anak anak Tuhan akan eksistensi dirinya sebagai warga kerajaanNya. Walaupun harus mati sebagai martir, yang bersangkutan harus tetap yakin akan eksistensinya. Karena apa? karena punya tujuan? Apakah tujuannya itu? Cermati baik baik tuh vision dan mission statement yang gw urai. Kalaupun gw salah, tunjukkin yang benernya versi lo mas. Jangan cuma nyangkal, tapi yang benernya diumpetin. Hiks, atau jangan jangan nggak ada. he he he ... maksud eksistensi buat lo itu apa sih? punya testarosa, punya rumah di PI, S3 dari MIT, punya apartemen di bellagio, punya saham gede, .... he he he ... gitu ya?
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Gue bilang "jangan gagap yah ... sedang dalam mencari tujuan" karena kekristenan yang gue kenal emang kekristenan yang melangkah, bukan kekristenan yang copy paste. Ada satu pendeta bilang "supaya sama seperti Kristus", trus tiba2 semuanya rame pengen ikutan pengen sama seperti Kristus. Padahal ngerti maksudnya apa juga kagak.
"Tujuan hidup kaum Kristen harusnya menghasilkan pribadi pribadi yang eksis dengan cita-citanya" ---> Kedengerannya sih keren, kalimat seperti ini sering gue denger dari ceramah pejabat2 negara. Tapi gak tau maksudnya apaan 
|
he he he ... jangan dirikan doktrin diatas pengalaman mas. pengalaman pait lo jangan dijadikan visi bersama ah. Kalo nggak tau maksudnya, tanya. Jangan nyolot belagak tau, padahal nggak lebih dari memproklamirkan kebingungannya. So, soal melangkah ya. he he he ... supaya langkahnya terarah, menggunakan vision dan mission statement ya?. Makanya gw uraikan itu. btw, copy-paste juga gpp kok, asal selaras sama vision & mission statementnya. memangnya kita sumber kebenaran ya? Istilah copy-paste aja hasil copy-paste elo dari seseorang ya? He he he jangan2x nyontek dari blog gw yg sudah berdiri sejak 1998 itu. *ge-er deh gw  *
|

28th July 2007
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
|
Originally Posted by rips
He he he ... gw terjemahkan aja ya mas, demikian: "menjadi semakin seperti Kristus". Dan itu tak langsung berkaitan dengan penampilan (kalo ada yg mau, ya monggo) maupun Kristosentris. So, kalo nggak semakin seperti Kristus, lo lagi bicara "kristen" yang mana nih? He he he ...
|
"Menjadi seperti Kristus" itu ngambang. Bahkan Paulus yang mengangkat phrase ini pertama kali dalam alkitab pun mau menjabarkannya. But too bad sekarang phrase ini tinggal semboyan yang isinya kosong dan dipakai sebagai retorika oleh orang2 kristen supaya kedengeran keren.
Quote:
kan udah gw jabarkan jadi vision & mission statement. kok nggak dibahas dulu kalo memang salah. he he he .... gw kasih contoh aja deh, nih:
non kristen: tujuan hidup lo apa?
kristen: jadi dokter, elo?
non kristen: sama dong!
He he he ... Bukankah itu yang lo maksud? so, kalo demikian halnya, apa bedanya kristen dan non kristen. He he he ... unik unik nggak keruan ye?
|
Paradigma "vision dan mission statement" udah lama gue tinggalkan karena udah gak applied di hidup gue. Terserah buat orang yang demen berorganisasi dan berretorika ria, I couldn't care less.
Gak usah bedakan antara kristen dan non-kristen. Tuhan memanggil tiap2 orang untuk tujuan yang berbeda2. Kalo bilang "untuk memuliakan Tuhan", "untuk menjadi seperti Kristus", "untuk masuk surga", then case closed. Paradigma gue berbeda. Tuhan memanggil gue bukan untuk menjadi sama dengan orang lain, apalagi untuk menjadi robot.
Quote:
|
wedewww...konsep kerajaan Allah yang all ready not yet seharusnya membuka otak dan hati lo ah. Nilai nilai kerajaanNya berlangsung saat ini, dan seharusnya meyakinkan anak anak Tuhan akan eksistensi dirinya sebagai warga kerajaanNya. Walaupun harus mati sebagai martir, yang bersangkutan harus tetap yakin akan eksistensinya. Karena apa? karena punya tujuan? Apakah tujuannya itu? Cermati baik baik tuh vision dan mission statement yang gw urai. Kalaupun gw salah, tunjukkin yang benernya versi lo mas. Jangan cuma nyangkal, tapi yang benernya diumpetin. Hiks, atau jangan jangan nggak ada. he he he ... maksud eksistensi buat lo itu apa sih? punya testarosa, punya rumah di PI, S3 dari MIT, punya apartemen di bellagio, punya saham gede, .... he he he ... gitu ya?
|
Putting words into my mouth  Seharusnya elu bilang "maksud eksistensi buat elu apa sih?" full stop. Gak usah tambahin embel2 yang gak perlu dan cuma memancing keributan. Sorry, gue gak terpancing. Kalo elu mau bertanya baik2 tentang eksistensi hidup gue dan hubungannya dengan Kristus, gue bakal jawab. Since the way you write it is degrading people, then I wouldnt do it.
Quote:
he he he ... jangan dirikan doktrin diatas pengalaman mas. pengalaman pait lo jangan dijadikan visi bersama ah. Kalo nggak tau maksudnya, tanya. Jangan nyolot belagak tau, padahal nggak lebih dari memproklamirkan kebingungannya. So, soal melangkah ya. he he he ... supaya langkahnya terarah, menggunakan vision dan mission statement ya?. Makanya gw uraikan itu. btw, copy-paste juga gpp kok, asal selaras sama vision & mission statementnya. memangnya kita sumber kebenaran ya? Istilah copy-paste aja hasil copy-paste elo dari seseorang ya? He he he jangan2x nyontek dari blog gw yg sudah berdiri sejak 1998 itu. *ge-er deh gw *
|
1. Gak ada yang mendirikan berdasarkan pengalaman, apalagi pengalaman pahit.
2. Gak ada yang nyolot belagak tau.
3. Punya blog dari 1998? That's the OOT-est statement I've read in this forum.
Buat TS, I really hope you could find your own goal in your life that accelerates with the reasons God created and called you.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

29th July 2007
|
 |
AP - Senior Master
|
|
Join Date: Jan 2005
Posts: 353
|
|
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
"Menjadi seperti Kristus" itu ngambang...
|
"Menjadi semakin seperti Kristus", kok ngambang ya? Jika keKristenan tidak lagi diarahkan kesana, maka kekristenan ini mau kita bawa kemana? Bukankah Kristen berarti pengikut Kristus?
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Bahkan Paulus yang mengangkat phrase ini pertama kali dalam alkitab pun mau menjabarkannya. But too bad sekarang phrase ini tinggal semboyan yang isinya kosong dan dipakai sebagai retorika oleh orang2 kristen supaya kedengeran keren.
|
Kok supaya kedengarannya keren ya? Satu sisi lo mengakui Paulus, namun di sisi lain mementahkannya? jadi, supaya tidak sebatas keren itu bagaimana?
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Paradigma "vision dan mission statement" udah lama gue tinggalkan karena udah gak applied di hidup gue. Terserah buat orang yang demen berorganisasi dan berretorika ria, I couldn't care less.
|
 pandangan hidup lo yang berubah, bukan berarti goal dari diskusi ini berubah toh? Kok diskusinya bukan membahas pointnya?
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Gak usah bedakan antara kristen dan non-kristen.
|
Nah, yang ini gw jelas nggak setuju. Kristen sama non-Kristen ya jelas berbeda dong. Kalaupun memandang Kristen sebagai agama, gw akan lantang mengatakan: "kerukunan antar umat beragama, bukanlah kerukunan beragam". Jika demikian halnya, apologetika kita berlandaskan apa, dan membela apa?
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Tuhan memanggil tiap2 orang untuk tujuan yang berbeda2. Kalo bilang "untuk memuliakan Tuhan", "untuk menjadi seperti Kristus", "untuk masuk surga", then case closed. Paradigma gue berbeda. Tuhan memanggil gue bukan untuk menjadi sama dengan orang lain, apalagi untuk menjadi robot.
|
So, paradigma lo apa? Kok robot sih? Memang ada ya, dimana pernyataan gw mengacu kesana (robot)? Share dong ...
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
Putting words into my mouth  Seharusnya elu bilang "maksud eksistensi buat elu apa sih?" full stop. Gak usah tambahin embel2 yang gak perlu dan cuma memancing keributan. Sorry, gue gak terpancing. Kalo elu mau bertanya baik2 tentang eksistensi hidup gue dan hubungannya dengan Kristus, gue bakal jawab. Since the way you write it is degrading people, then I wouldnt do it.
|
Baiklah, "maksud eksistensi buat elu apa sih?"
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
1. Gak ada yang mendirikan berdasarkan pengalaman, apalagi pengalaman pahit.
2. Gak ada yang nyolot belagak tau.
Terus, yang diatas itu apa ya?
|
Quote:
|
Originally Posted by PlainBread
3. Punya blog dari 1998? That's the OOT-est statement I've read in this forum.
|
gw nggak layak ya. Baiklah jika demikian. Nggak apa apa kok. Silahkan dijawab saja pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawab 
|

21st October 2007
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: Sep 2007
Age: 28
Posts: 1,015
|
|
Quote:
Originally Posted by rips
"Menjadi semakin seperti Kristus", kok ngambang ya? Jika keKristenan tidak lagi diarahkan kesana, maka kekristenan ini mau kita bawa kemana? Bukankah Kristen berarti pengikut Kristus?
Kok supaya kedengarannya keren ya? Satu sisi lo mengakui Paulus, namun di sisi lain mementahkannya? jadi, supaya tidak sebatas keren itu bagaimana?
 pandangan hidup lo yang berubah, bukan berarti goal dari diskusi ini berubah toh? Kok diskusinya bukan membahas pointnya?
Nah, yang ini gw jelas nggak setuju. Kristen sama non-Kristen ya jelas berbeda dong. Kalaupun memandang Kristen sebagai agama, gw akan lantang mengatakan: "kerukunan antar umat beragama, bukanlah kerukunan beragam". Jika demikian halnya, apologetika kita berlandaskan apa, dan membela apa?
So, paradigma lo apa? Kok robot sih? Memang ada ya, dimana pernyataan gw mengacu kesana (robot)? Share dong ...
Baiklah, "maksud eksistensi buat elu apa sih?"
gw nggak layak ya. Baiklah jika demikian. Nggak apa apa kok. Silahkan dijawab saja pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawab 
|
Nich DISKUSI apa DEBAT ????
|

22nd October 2007
|
|
AP - Senior Newbie
|
|
Join Date: Oct 2007
Posts: 17
|
|
Quote:
Originally Posted by Eragon
Beberapa bulan yang lalu gw di tanyain ama seorang sahabat gw yang muslim "Tujuan hidup mu apaan sie? ditanyain gitu gw bingung & baru sadar iya....yah tujuan hidup gw apaan?  karna selama ini gw jalanin hidup tanpa tujuan yang pasti. Skarang ini baru belajar akan pengenalan kepada Allah, bagaimana menyembah yang benar sampai terjawab tujuan hidup gw apaan (telat yah.......  ) karna aq pikir banyak dr temen2 aq yg ngaku kristen juga bingung ditanya kyak gitu.......hiksssss 
|
Nah lo.. baru di tanyain ama sahabat non muslim..!!
lah gua .. di tanyain sahabat yg baru masuk muslim sebulan lalu..!!
klo lo yg ngalamin , gimana perasaan lo eragon..??
trusss diguyur ama se abrek2 pertanyaan..!
emang sich pertanyaanya mendasar sekali
tapi... kena telak di otak gua
gua aja sempat goyang iman gua..
apa lagi keimanan gua pas-pasan gitu lah
(pas mo natal , baru rajin ikut kebaktian) 
|

22nd October 2007
|
 |
nobody
|
|
Join Date: Aug 2007
Location: Indonesia
Age: 31
Posts: 2,091
|
|
Quote:
Originally Posted by Ranola
Nah lo.. baru di tanyain ama sahabat non muslim..!!
lah gua .. di tanyain sahabat yg baru masuk muslim sebulan lalu..!!
klo lo yg ngalamin , gimana perasaan lo eragon..??
trusss diguyur ama se abrek2 pertanyaan..!
emang sich pertanyaanya mendasar sekali
tapi... kena telak di otak gua
gua aja sempat goyang iman gua..
apa lagi keimanan gua pas-pasan gitu lah
(pas mo natal , baru rajin ikut kebaktian) 
|
gampang bro/sis ...
kalo tahu, bilang apa yang lo tahu ...
kalo ga tau or ragu2, bilang aja ga tau ...
iman ga ditentukan ama apa yang lo tahu or gak tahu 
|

25th November 2007
|
|
AP - Junior Newbie
|
|
Join Date: Nov 2007
Posts: 6
|
|
Tujuan hidup kita
Allah menciptakan manusia dalam gambar dan rupa Allah supaya mereka berkuasa atas makhluk-makhluk di bumi (Kej. 1:26-27). Jadi, kita diciptakan untuk mengekspresikan Allah dan menjadi wakil otoritas Allah di bumi. Alkitab juga mengatakan bahwa kita adalah bejana (Rm. 9:23). Jadi ada dua hal: 1. gambar dan rupa dan 2. bejana. Contoh untuk hal ini adalah sarung tangan. Sarung tangan dibuat dalam gambar dan rupa tangan, dan sarung tangan merupakan sebuah wadah/bejana untuk diisi tangan. Karena kita juga adalah bejana yang dibuat dalam gambar dan rupa Allah, maka kita juga memiliki fungsi untuk diisi oleh Allah. Di dalam Yoh. 14:17 dikatakan bahwa Roh realitas itu akan tinggal di dalam kita (Rm. 8:9). Di dalam ayat 20 dikatakan bahwa Putra ada di dalam kita, bahkan di dalam ayat 23 Bapa juga ikut datang bersama Putra. Jadi, Allah Tritunggal masuk ke dalam kita. Di dalam Efesus 3 dikatakan bahwa Kristus sedang membuat rumah-Nya di dalam hati kita. Hari ini Allah sedang membangun rumah-Nya di dalam hati kita. Pembangunan ini bukan seperti sulap dimana rumahnya langsung jadi, melainkan harus melalui proses yang panjang, bahkan seumur hidup kita (Rm. 8:29-30). Menurut Efesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Di dalam Roma 8:29 dikatakan bahwa kita akan menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Jadi, sebagaimana Kristus adalah Kepala, kita adalah Tubuh-Nya. Kepala dengan tubuh itu harus sama dan tidak terpisah. Karena itu, kita harus selalu datang kepada Tuhan untuk mendapatkan Dia lebih banyak, sebab Tuhan sendiri adalah bahan-bahan untuk pembangunan rumah Allah di dalam hati kita. Kita hanya bejana, Dia adalah isi dan realitasnya. Apa artinya sebagai bejana? Artinya kita hanya memiliki gambaran luaran, belum isinya. Kita sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah memiliki kasih karena Allah itu adalah kasih. Tapi kasih yang kita miliki ini hanya kulit luarannya saja, bukan kasih yang sejati, yaitu kasih yang ilahi, yang tidak lain adalah Allah itu sendiri. Kita juga memiliki terang, namun belum terang yang sejati. Karena itu kita perlu diisi oleh Allah supaya kasih yang kita miliki benar-benar memiliki realitas, yaitu Allah Sang Kasih. Kita juga bisa memiliki terang yang sejati, yaitu Allah Sang Terang (Why. 21:23). Jadi, tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi orang yang baik, atau lebih baik. Melainkan, tujuan hidup kita adalah untuk diisi oleh Allah sebagai warisan kekal kita, sehingga kita bisa menjadi serupa dengan Putra-Nya, menjadi gambar dari Allah yang tidak kelihatan, dan menjadi raja-raja bersama dengan Tuhan kita di jaman yang akan datang.
Ini adalah pemahaman saya. Semoga bisa membantu. Bukan untuk dijadikan jawaban kepada orang lain, melainkan supaya kita bisa lebih memustikakan Tuhan dan mengambil Dia menjadi segala sesuatu kita.
|

15th February 2008
|
 |
AP - Regular Contributor
|
|
Join Date: Jan 2008
Location: Indonesia
Posts: 99
|
|
Quote:
Originally Posted by broinbdg
Karena kita juga adalah bejana yang dibuat dalam gambar dan rupa Allah, maka kita juga memiliki fungsi untuk diisi oleh Allah. Di dalam Yoh. 14:17 dikatakan bahwa Roh realitas itu akan tinggal di dalam kita (Rm. 8:9). Di dalam ayat 20 dikatakan bahwa Putra ada di dalam kita, bahkan di dalam ayat 23 Bapa juga ikut datang bersama Putra. Jadi, Allah Tritunggal masuk ke dalam kita. Di dalam Efesus 3 dikatakan bahwa Kristus sedang membuat rumah-Nya di dalam hati kita. Hari ini Allah sedang membangun rumah-Nya di dalam hati kita. Pembangunan ini bukan seperti sulap dimana rumahnya langsung jadi, melainkan harus melalui proses yang panjang, bahkan seumur hidup kita (Rm. 8:29-30).
........
Jadi, sebagaimana Kristus adalah Kepala, kita adalah Tubuh-Nya. Kepala dengan tubuh itu harus sama dan tidak terpisah. Karena itu, kita harus selalu datang kepada Tuhan untuk mendapatkan Dia lebih banyak, sebab Tuhan sendiri adalah bahan-bahan untuk pembangunan rumah Allah di dalam hati kita. Kita hanya bejana, Dia adalah isi dan realitasnya.
........
Jadi, tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi orang yang baik, atau lebih baik. Melainkan, tujuan hidup kita adalah untuk diisi oleh Allah sebagai warisan kekal kita, sehingga kita bisa menjadi serupa dengan Putra-Nya, menjadi gambar dari Allah yang tidak kelihatan, dan menjadi raja-raja bersama dengan Tuhan kita di jaman yang akan datang.
|
Setuju.
Allah menciptakan kita sebab Dia memiliki tujuan khusus mengenai kita.
Hmm, bagian kita adalah menggenapi tujuan Allah itu.
Itulah satu-satunya cara bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita tahu berterimakasih kepada pembuat kita.
Yohanes 14:23
Jawab Yesus: " Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."
Sadarkah kita bahwa Allah sebenarnya sangat rindu berdekatan dengan kita?
Dan Yoh 14:23 menunjukkan cara bagaimana kita memperoleh kasih Bapa.
Jadi, bagi saya orang Kristen, Tujuan Hidup orang Kristen adalah memiliki dan dimiliki Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus dengan cara mengasihi dan memperoleh kasih Bapa.
Ketika orang Kristen memiliki Bapa, Kristus dan Roh Kudus, maka sorga dan kebahagiaan abadi ibarat BONUS. So pasti.
|

20th February 2008
|
 |
AP - Posting Freak
|
|
Join Date: Apr 2007
Location: United States
Posts: 237
|
|
melaksanakan dan melakukan atau berbuat sesuai apa yang Tuhan kehendaki atau kehendak Tuhan.
|

24th February 2008
|
 |
AP - Regular Contributor
|
|
Join Date: Jan 2008
Location: Indonesia
Posts: 99
|
|
Quote:
Originally Posted by Sara
melaksanakan dan melakukan atau berbuat sesuai apa yang Tuhan kehendaki atau kehendak Tuhan.
|
YESS
Untuk berbuat sesuai kehendak Tuhan, kita perlu mengetahui kehendakNya.
Untuk mengetahui kehendakNya kita perlu mendengarkan perkataanNya.
Untuk "mendengarkan" perkataanNya kita perlu membaca suratNya yaitu Alkitab.
Untuk dapat membaca Alkitab kita perlu sisihkan waktu khusus bersaat teduh.
Nah, sesudah kita tahu kehendakNya maka kita bertekad melakukan hidup sesuai kehendakNya itu. Singkatnya, kita harus hidup dengan style sesuai Firman Tuhan.
Masalahnya, mampukah kita melakukan firmanNya?
Dengan kekuatan sendiri rasanya tidak mampu, tetapi dengan pertolongan Sang Penolong yaitu Roh Kudus, pasti mampu.
Kalau kita sudah hidup sesuai kehendakNya, dengan alasan apa Tuhan akan menghukum kita?
Bukankah sebaliknya, yaitu Dia berkenan kepada kita, dan Dia akan memberi apa yang Dia punya sebagai kepunyaan kita juga?
Apa yang Dia punya? Kehidupan abadi, Surga, sukacita, kesehatan dll dll dll.
Jadi, saya setuju dengan Anda bhw Tujuan hidup Kristian adalah dapat melakukan Firman Tuhan dan memiliki hak penuh atas janji-janji Tuhan termasuk sukacita abadi.

|

26th February 2008
|
 |
AP - Clueless Newbie
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 1
|
|
|
| |