 |

15th May 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Sentimen Politik
Tadi gue liat video seorang ibu2 kulit putih di west virginia, ditanya kalo kandidat presiden dari partai demokrat adalah seorang kulit hitam, apakah dia bersedia memilih kandidat tersebut. Jawaban dia tegas: NO!
Karena sejenak tadi sama TNT membahas soal PKS, gue jadi berpikir, apakah kita siap dipimpin oleh seorang muslim yang radikal dalam falsafah imannya (mungkin selama ini kita sudah terkondisikan dari dulu pemimpin memang muslim, walaupun selalu moderate)? Apakah mayoritas bangsa Indonesia siap dipimpin oleh seorang kristen (walaupun belum tentu radikal)?
Sentimen warna kulit, sentimen agama, ataupun sentimen kedaerahan, seringkali melapis cara kita memandang orang atau pihak lain. Dalam beberapa bulan terakhir ini, gue rajin ngunjungin websites golongan liberal dan websites kelompok konservatif menjelang pemilihan umum di Amerika. Dua2nya bener2 menyeramkan. Yang liberal menggambarkan bahwa konservatif itu shallow minded (otak cetek), racist, dan gak punya pendidikan. Yang konservatif menggambarkan bahwa liberal itu komunis, ateis, muslim, dan anti Amerika.
Dulu sih gue udah ngeliat perbedaan2 ini terjadi di mana2, tapi sepertinya hari ini gue baru "ngeh" bahwa hal seperti itu terjadi di Indonesia. Yang kelompok nasionalis seringkali menggambarkan bahwa kaum agamais adalah ketinggalan jaman, teroris, suka kekerasan dan anti toleransi. Sementara yang agamais tidak kalah sering menggambarkan bahwa kelompok nasionalis adalah tidak bertuhan, cenderung pro barat (bagi yang kristen) dan cenderung pro timur (bagi yang muslim), dan tidak peduli moral makanya tingkat kejahatan dan tingkat KKN selalu tinggi.
Apakah memang politik akan selalu seperti itu, membawa pemecahan dan perseteruan? Ataukah tanpa kita sadari bahwa kita selalu menganggap bahwa kelompok kita selalu yang lebih baik dibanding kelompok lain, tidak peduli bahwa kelompok 'lawan' kita tersebut mungkin sudah berbuat beberapa kebaikan yang jelas di mata kita tapi tidak membawa nilai plus apa2 karena image mereka sudah terdistorsi?
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Last edited by PlainBread : 15th May 2008 at 03:20 PM.
|

15th May 2008
|
 |
peZIaRah ImAn
|
|
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
|
|
Quote:
Originally Posted by PlainBread
Tadi gue liat video seorang ibu2 kulit putih di west virginia, ditanya kalo kandidat presiden dari partai demokrat adalah seorang kulit hitam, apakah dia bersedia memilih kandidat tersebut. Jawaban dia tegas: NO!
Karena sejenak tadi sama TNT membahas soal PKS, gue jadi berpikir, apakah kita siap dipimpin oleh seorang muslim yang radikal dalam falsafah imannya (mungkin selama ini kita sudah terkondisikan dari dulu pemimpin memang muslim, walaupun selalu moderate)? Apakah mayoritas bangsa Indonesia siap dipimpin oleh seorang kristen (walaupun belum tentu radikal)?
Sentimen warna kulit, sentimen agama, ataupun sentimen kedaerahan, seringkali melapis cara kita memandang orang atau pihak lain. Dalam beberapa bulan terakhir ini, gue rajin ngunjungin websites golongan liberal dan websites kelompok konservatif menjelang pemilihan umum di Amerika. Dua2nya bener2 menyeramkan. Yang liberal menggambarkan bahwa konservatif itu shallow minded (otak cetek), racist, dan gak punya pendidikan. Yang konservatif menggambarkan bahwa liberal itu komunis, ateis, muslim, dan anti Amerika.
Dulu sih gue udah ngeliat perbedaan2 ini terjadi di mana2, tapi sepertinya hari ini gue baru "ngeh" bahwa hal seperti itu terjadi di Indonesia. Yang kelompok nasionalis seringkali menggambarkan bahwa kaum agamais adalah ketinggalan jaman, teroris, suka kekerasan dan anti toleransi. Sementara yang agamais tidak kalah sering menggambarkan bahwa kelompok nasionalis adalah tidak bertuhan, cenderung pro barat (bagi yang kristen) dan cenderung pro timur (bagi yang muslim), dan tidak peduli moral makanya tingkat kejahatan dan tingkat KKN selalu tinggi.
Apakah memang politik akan selalu seperti itu, membawa pemecahan dan perseteruan? Ataukah tanpa kita sadari bahwa kita selalu menganggap bahwa kelompok kita selalu yang lebih baik dibanding kelompok lain, tidak peduli bahwa kelompok 'lawan' kita tersebut mungkin sudah berbuat beberapa kebaikan yang jelas di mata kita tapi tidak membawa nilai plus apa2 karena image mereka sudah terdistorsi?
|
Sebenarnya tidak masalah kalau jiwa masyarakat Indonesia sudah merdeka 100 % sebagaimana tercantum dalam jiwa "bhineka tunggal ika".. Tapi faktanya saat ini kondisi masyarakat Indonesia masih sangat feodal, dan semakin terkotak-kotak pula... Kalau bahasanya politik tanpa kotak, pertanyaannya politik seperti apakah itu? 
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
(Catatan Pendahuluan L.R. 2)
|

16th May 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by tnt-here
Sebenarnya tidak masalah kalau jiwa masyarakat Indonesia sudah merdeka 100 % sebagaimana tercantum dalam jiwa "bhineka tunggal ika".. Tapi faktanya saat ini kondisi masyarakat Indonesia masih sangat feodal, dan semakin terkotak-kotak pula... Kalau bahasanya politik tanpa kotak, pertanyaannya politik seperti apakah itu? 
|
Dulu sih gue selalu menganggap bahwa yang namanya [pendidikan] politik itu kudu nunggu rakyat siap, entah siap jiwanya, siap pola pikirnya, siap segalanya. Tapi sekarang gue liat bahwa rakyat kudu dipaksa. Pendidikan politik seharusnya sih gak usah pake smearing atau apa lah. Jangankan Indonesia, sejarah negara2 lain ngebuktiin bahwa bidang politik bisa bergerak maju kalo ada orang2 yang ngebawa hal tersebut ke level yang lebih tinggi, sekedar dari cemoohan ke kelompok lain, atau menganggap kelompok sendiri yang paling OK.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

16th May 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Sama lah dimana2... defisitnya Demokrasi.
Biasanya ada hardliners (shepherds).. dan ada "the undecided" (atau the herd), "the swing voters". The shepherds bakalan saling jelek2in, tusuk2an, bunuh2an, sambil preaching supaya mayoritas dari the herd ikutin mereka.
Tinggal sapa aja yang BSnya paling jago. karena shepherds alone can't win the election, they need the herd to win the majority.
Panduan gua sih pilih cut the (commies, socialist agenda) crap and vote for the less (fiscally) stupid ones .
Hahaha ..does that tell you where my political allegiance lies?
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
Last edited by kepikbiru : 16th May 2008 at 12:45 AM.
|

26th May 2008
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
|
|
Bila saya seorang WNI beragama Kristen tidak bisa beribadah semudah seorang WNI beragama Islam di Indonesia karena UU dan Hukum berkata demikian walaupun Konstitusi (UUD) mengatakan sebaliknya, dan kemudian saya memprotes hal itu, apakah berarti saya berada di posisi Kubu Nasionalis dalam percaturan politik (di Indonesia) ? Yang berarti berseberangan dengan kubu agamais ?
Bila saya seorang WNI Keturunan Chinese perlu SKBRI untuk mengurus KTP sedangkan WNI lain tidak perlu dan saya memprotes hal itu pada pemerintah dengan menggugat hukum dan konstitusi misalnya, apakah berarti saya sedang bermain politik?
Bila saya seorang WNI biasa dan saya membela seseorang dianiaya karena kepercayaannya atau karena dia berasal dari golongan minoritas, apakah berarti saya seorang yang berada di kubu Nasionalis yang berarti berseberangan dengan kubu Agamais? Apakah berarti saya sedang bermain politik praktis?
Ketika saya seorang WNI mempertanyakan visi dan misi PKS (seperti yang tertulis jelas dalam website resmi mereka), yakni : Mendakwahkan Islam, yang jelas tidak sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara, apakah ini disebut saya adalah seorang Nasionalis ?
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
|

27th May 2008
|
 |
The Mind Blower
|
|
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,445
|
|
sentimen politik di Indonesia barometernya masih satu koq, bukan agama, bukan suku, tapi : UANG.
__________________
http://rethink.revolutia.info
|

31st May 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: Feb 2005
Location: Indonesia
Age: 24
Posts: 1,649
|
|
Ogud si ga begitu tau dalem tentang politik......
Karna ogud pikir useless lah klo ga bisa diterapin ma diri sendiri "contohnya god almighty nya musa tuh dia kan partai politik"
Klo ku pikir setiap manusia hrs sadar akan diri n keberadaannya...... 
Berpandangan luas, maju, dinamis n objektif, meskipun dia bukan seagama, sebapak, sekulit, serambut ato apalah namanya........ yg penting fokus n arahnya......
Sentimen, dimana2 pasti ada ...... 
cuma masalahnya dia bisa gak untuk Berpandangan luas, maju, dinamis n objektif, meskipun dia bukan seagama, sebapak, sekulit, serambut ato apalah namanya........ yg penting fokus n arahnya...... 
__________________
jebolin tembok dulu, ketukkan palumu
robohkan pagar dulu, tubrukkan tubuhmu
kerja keras kalo kamu mau ROCK N ROLL
naiki gunung dulu, baru petik bungamu
panjati pohon dulu, lalu petik buahmu
keringat deras kalo kamu mau ROCK N ROL -Slank-
fens buka toko di AP looo
[url]http://www.akupercaya.com/forums/iklan-lainnya-beta/15250-jual-plastik-partai-besar.html[/url]
|

2nd June 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,115
|
|
Politik itu terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa.
Kain "berpolitik" melawan Abel, bahkan dalam hal bodoh seperti "carmuk" sama TUHAN.
Dalam keluarga, polarisasi anak papa-anak mama, di mana istri/ibu (Ribka) "berpolitik" mengajarkan anak favoritnya (Yakub) untuk mengelabui ayahnya (Ishak) dan saudara kandungnya yang adalah anak papa (Esau).
Sederhananya, politik itu kan who's to get what, how, and when.
Pendidikan ga bisa mengajarkan apalagi memperbaiki akhlak seseorang, yang bisa memperbaharui seseorang "dari dalam" hanyalah TUHAN sendiri.
Politik selalu dan akan selalu membawa perpecahan dan perseteruan, karena by design tidak ada solusi sempurna yang bisa menawarkan: everybody gets everything, easily, and everytime.
|

15th July 2008
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Mar 2008
Location: Indonesia
Posts: 142
|
|
Ketika saya seorang WNI mempertanyakan visi dan misi PKS (seperti yang tertulis jelas dalam website resmi mereka), yakni : Mendakwahkan Islam, yang jelas tidak sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara, apakah ini disebut saya adalah seorang Nasionalis ?[/quote]
Hmmm PKS....Hisbut Tharir Indonesia sama kali ya.......Maaf mereka mungkin belum sadar kalo hidup di Negara Bhineka Tunggal Ika, dan lupa dng kebudayaannya sendiri kali ya. Kalau menurut kacamata saya spt itu, lebih baik jadilah muslim indonesia, jgn apa2 mengikuti kebudayaan Tim-teng. Mungkin negara ini kalo bisa dipindah, mungkin akan di pindah ke daerah tim-teng.........mungkin bhs indonesia bisa ganti juga niiiiiiiiiii  moga2 jangan ah....... 
|

15th July 2008
|
 |
AP - Master
|
|
Join Date: Jan 2008
Location: Indonesia
Posts: 303
|
|
setuju lah ama kepikbiru,..
c'est normal,...
bukankah politik demokrasi itu adalah perang ideologi,....
yang penting tidak saling mengacau ketika salah satu mengambil alih kepemimpinan negara...
jawaban pertanyaan pb, akan dijawab oleh waktu,..
ketika nanti pemimpin muslim radikal naik secara demokratis, apakah nanti ada yang mengacau hasil demokratis itu, berarti tandanya belum siap,...
kalau nanti ada pemimpin kristen naik ke tampuk kepemimpinan dan lantas menimbulkan oposisi, yah berarti ada yang belum siap,....
so let the people itself answer PB's question,..
the radical/hardliner doesn't necessary represent the people entirely,...
__________________
Bla...bla....bla... makes you wa...wa...wa...
|
 |
| Thread Tools |
|
|
| Display Modes |
Linear Mode
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT +7. The time now is 06:38 PM.
|