menurutku, mereka seharusnya masih pantas untuk diberi gelar "Maha"
yg melakukan demo anarkis bukan semua mahasiswa. mereka hanya segelintir dari sini yg dicampur segelintir dari sana hingga akhirnya terlihat banyak.
sedangkan yg tinggal di kampus untuk belajar juga seharusnya masih banyak.
pikiran ini muncul dari pengalaman saya.
entah kenapa, tiba-tiba saya terseret dengan rapat antar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). saya hanya sekedar pengurus, tapi bukan ketua, wakil, ataupun ketua seksi. hanya pengurus biasa.
dalam rapat itu, pemimpin2 UKM membicarakan permasalahan yg saya juga tidak mengerti

kemudian dari UKM Band mulai angkat bicara,
"kalau rektor masih tidak setuju, kita blokir saja depan ruang rektor. duduk dan tidur di depan pintunya, biar ga ada yg bisa keluar masuk. sampai mereka menyetujui rencana kita."
beberapa orang mulai menggebu-gebu menyetujui rencana itu.
tapi kemudian disela oleh peserta lain.
"tolong kita kaji dulu lebih baik. jangan asal mengambil tindakan seperti itu. di sini ada UKM keagamaan juga yg pasti tidak setuju dengan tindakan seperti itu."
setelah rapat itu, ga ada terjadi pemblokiran pintu rektor.