Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - LOUNGE > Kotak Info > Politik
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 1st July 2008
tnt-here's Avatar
peZIaRah ImAn
 
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
tnt-here will become famous soon enoughtnt-here will become famous soon enoughtnt-here will become famous soon enough
Default Masih "Maha"-kah Mahasiswa itu?

Thread ini saya buka terkait serangan opini di forum ini terkait predikat mahasiswa sebagai agent of change. Sepertinya pencitraan kekerasan yg dipancing oleh pihak penguasa berhasil menggeser banyak paradigma masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa.

Sebagai mantan mahasiswa saya sangat prihatin melihat hal ini. Mahasiswa seharusnya justru dekat dalam hati masyarakat. Bukannya justru menjadi jauhh dr simpati masyarakat. Sebagai cendekiawan pencaqri kebenaran mahasiswa harusnya terus gelisah mempertanya setiap kebohongan yg ada. Bukannya justru ikut bermain dalam drama kebohongan yg terjadi dalam panggung publik.

Disaat masyarakat mengalami penderitaan karena berbagai marginalisasi yg dilakukan penguasa, kita justru melihat mahasiswa sibuk tawuran antar sesamanya, menjadi pemakai narkoba, menjadi agen hedonisme dan materialisme bahkan menjadi makelar politik penguasa yg korup. Jika demikian pantaskah gelar maha itu diletakkan dalam pundak mahasiswa?

Jika generasi mahasiwa yg seperti ini tidak bertobat, maka cepat atau lambat, mahasiswa akan kehilangan posisinya dalam panggung publik perubahan masyarakat. Mahasiswa justru akan menjadi bagian dr korban marginalisasi penguasa.

Jika demikian keadaannya mari kita sebut saja mereka dengan istilah budak intelektual ketimbang mahasiswa?/?/

Berikut sy kutipkan refleksi yg bagus dr roy thaniago ttg mahasiswa


Quote:
Masih ‘Maha’-kah Mahasiswa?

Oleh: Roy Thaniago





Saya ingat sepuluh tahu lalu ketika masih kencur. Ketika masih berseragam merah putih dan ketakutan melihat keramaian. Saya tidak tahu menahu. Hanya sebuah kata yang jadi akrab di kuping setelah itu: reformasi. Kata koran-koran, kakak-kakak mahasiswalah yang melahirkannya.



BAYANGAN saya ketika itu, sungguh seru punya titel mahasiswa. Kalau ditanya orang dari mana, tinggal jawab, dari kampus. Kalau di bis uang untuk ongkos kurang, tinggal bilang, mahasiswa, Bang. Kalau diledek karena cuma bisa makan nasi plus mie instan, bisa jawab jahil, namanya juga mahasiswa.



Buat saya yang masih kencur ketika itu, menjadi mahasiswa identik dengan kebebasan. Merdeka. Tidak harus pakai baju seragam. Tidak harus ikut upacara tiap senin. Rambut boleh gondrong. Merokok pun tak ada yang jewer. Pokoknya hanya diri sendiri yang berhak menentukan sikap.



Perlahan saya mengagumi dan memimpikan untuk menjadi mahasiswa. Saat itu, saya sudah dianggap dewasa oleh orang-orang. Saat itu, orang tidak boleh mengomeli saya sembarangan lagi. Saat itu, saya bangga memakai status baru, dari siswa menjadi mahasiswa. Ternyata bukan Tuhan saja yang bisa maha, manusia juga.



Sekarang, ketika sudah memakai predikat mahasiswa, saya jadi bertanya kembali, masih ‘maha’-kah mahasiswa? Mahasiswakah saya? Apakah ‘maha’ – yang berarti sangat, ter-, paling, tak dapat dijangkau – masih pantas disematkan pada pemuda-pemudi 20-an tahun yang akrab dengan frasa penelitian, tokoh intelektual, demo, tapi juga dugem, tawuran, dan narkoba ini?



Cukup Maha-kah?



Sebelum aksi-aksi demo beberapa waktu belakangan ini, saya berpikir dengan skeptis terhadap mahasiswa. Saya berpikir, udara reformasi yang sudah berusia 10 tahun ini hanya dimaknai mahasiswa dengan anteng saja. Saya takut melihat mahasiswa sudah merasa mapan pada alam baru di era Indonesia pasca Orde Baru ini. Mahasiswa hanya menggumuli harinya dengan pesta, games, otomotif, asmara , cari duit, main-main, hingga tenggelam dalam belajar dan buta akan keadaan sosial.



Pikir saya, mahasiswa sebagai angkatan muda penerus bangsa hanyalah pion-pion yang dijalankan sistem yang sudah dirancang penyelenggara negara dan pemilik modal. Mahasiswa tak lebih dari tukang-tukang yang tengah mendapatkan pelatihan demi persiapan menghadapi dunia kerja sistematis yang mapan dan membosankan. Mahasiswa bak kumpulan anak penyu yang tengah ditangkarkan untuk siap dibebaskan di pantai lepas yang ganas. Mahasiswa hanya dicetak untuk siap bertahan hidup, bukan mengolah hidup, terlebih menentukan hidup. Tidak juga menentukan hidup sendiri, apalagi kehidupan bangsanya.



Namun, pikiran skeptis di atas menjadi keliru ketika menyaksikan mahasiswa bergiat dalam forum-forum diskusi yang membahas masalah bangsa dan mulai turun-turun ke jalan secara intuitif (saya yakin ini desakan hati nurani). Mahasiswa tidak lagi berbisik-bisik untuk menyuarakan penderitaan rakyat, tapi berteriak lantang.



Tapi ke-maha-an mahasiswa menjadi cacat ketika mereka bersuara demi diri sendiri, demi kepentingan kelompok, demi segelintir elit politik yang menyetir. Gelar itu menjadi cacat ketika mahasiswa bertindak demi melayani emosi tak terkendali mereka, memuaskan naluri hewaniah manusia yang buas.



Peran Mahasiswa



“Hanya angkatan muda yang bisa menjawab”, begitu orasi Pramoedya Ananta Toer ketika ditanya bagaimana membuat bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Almarhum Pram amat menyadari bahwa angkatan muda punya peran yang sangat sentral terhadap kehidupan suatu bangsa. Angkatan muda punya potensi untuk membenahi benang kusut bangsa, bukan malah membuatnya bertambah kusut.



Beberapa waktu belakangan ini, banyak teman-teman mahasiswa yang ‘terpanggil’ untuk turun ke jalan demi memperlihatkan sikap penolakan akan kenaikan harga BBM. Mereka yang dengan niat luhur, menunaikan kegiatan ini seperti ibadah. Maka tak heran mereka rela mengorbankan waktunya demi menyuarakan kesakitan rakyat kecil.



Pada tahap ini, tindakan mahasiswa sudah tepat. Mahasiswa hadir untuk merefleksikan keadaan rakyat yang semakin sulit dan terjepit. Mahasiwa dengan kemerdekaannya berani menyuarakan apa yang selama ini dibuat bisu. Memang itulah peran mahasiswa, untuk menjadi pengingat, untuk menjadi gerakan korektif terhadap pemerintah yang mulai main mata dengan ratu bohong.



Tapi ketika aksi mahasiswa hanya menambah kusut situasi, sudah selayaknya mahasiswa memeriksa diri, apakah kendali mereka terhadap oknum-oknum cukup kuat? Banyak oknum mahasiswa yang menjadikan momen ini sebagai ajang untuk bebas dari rutinitas kuliah, ajang untuk melampiaskan emosi, ajang untuk unjuk diri, ajang untuk menunjukkan, gue mahasiswa loh!



Sudahkah mahasiswa melengkapi kelompok dengan perhitungan matang ketika melakukan aksi demo sehingga tidak perlu melakukan kekerasan, merusak fasilitas umum, atau membuat kemacetan yang malah merugikan masyarakat luas karena menghambat laju ekonomi rakyat yang tengah mereka perjuangkan? Apakah mahasiswa berani untuk menyebut bahwa mereka memang diduduki, tapi yang menduduki adalah rakyat, bukan elit politik?



Mahasiswa harus tetap berada di jalan selama pemerintah masih mengalpakan rakyat kecil. Mahasiswa harus terus menekan pemerintah dengan menggalang gelombang kekuatan yang lebih besar dan fokus terhadap tuntutan. Mahasiwa yang menginginkan demokratisasi harus juga berlaku demokratis di tubuh mereka dengan menerima kenyataan bahwa mahasiswa yang tidak ikut demo punya alasan sendiri, bisa karena memang tak peduli, atau melakukan sesuatu dengan cara lain, atau karena terbentur struktural kampus yang tidak akomodatif.



Maka, bersatulah mahasiswa se-Indonesia! Perlakukan ‘maha’ dengan sebaik-baiknya! Yang perlu kita ingat, kita sekarang hidup di atas darah mereka yang mendirikan reformasi. Jangan kecewakan darah mereka!



Roy Thaniago

Penggiat Agenda 18, Mahasiswa





Judul diinspirasikan dari perkataan seorang teman, Gabriel Jefri.

Dua kalimat terakhir milik Berto Tukan.


Sumber: [url=http://www.thaniago.blogspot.com/]Saung Kata[/url]
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"

(Catatan Pendahuluan L.R. 2)

Last edited by tnt-here : 1st July 2008 at 05:25 PM.
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 1st July 2008
salamhw's Avatar
AP - Citizen
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 176
salamhw is infamous around these parts
Default

Sebutan "mahasiswa" hanya ada di Indonesia. Di negara lain (misalnya: Inggris) panggilannya tetap "student." Saya tidak tahu sejarah dan asal-usul penambahan kata "maha" pada orang yang belajar di perguruan tinggi. Mungkin, dari sana kita bisa melacak "impian" dari pemberi sebutan itu. Salam HW.
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 1st July 2008
boro-boro's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,093
boro-boro is an unknown quantity at this pointboro-boro is an unknown quantity at this point
Default

sebagai mahasiswa, sy sendiri pun sadar(entah yang lain juga apa engga), mengemban nama"maha" itu punya tanggung jawab yang"maha". Dosen sy sempat berkata, malu mengemban nama"maha-guru"(dulu smpt dipakai mahaguru untuk dosen) akhirnya diganti dosen saja.

Sy melihat saat ini, mahasiswa ada 3 type mahasiswa(dr perspektif sy)
1.Mahasiswa yg sok2 an saja ikut demo, cuma bwt ajang pamer eksistensi, demo buat cabut kuliah, bakar2 sana-sini, tapi di dalam hatinya, gak ada tuh keinginan bwt bener2 menyampaikan agenda dari demo itu. Istilahnya mereka hanyalah"bumbu2 demo"

2.Mahasiswa yg cuek saja, mau bbm naik, turun ga peduli..whatever lah kata mereka, yg penting kuliah, lulus ujian, IP tinggi. Mw ada demo, mw batik dicuri malingsia, sebodo amat..

3.Mahasiswa yg memang pure memikirkan nasib bangsa, berpikir apa yang bisa dia buat untuk bangsa, bukan sebaliknya. Mahasiswa yg menyuarakan keadilan, debat sana-sini, demo pun dengan tujuan memperbaiki bangsa ini, namun brapa banyak sih mahasiswa spt ini?

Jujur, saya sendiri malu karena merasa saya adalah tipe no.2, ingin sekali memperbaiki bangsa ini, namun sy tidak tahu harus ngapain. Melihat mahasiswa saat ini, mahasiswa sudah terdegradasi "kemahasiswaabnya". Kampus sdh spt fashion show, tmpt reuni pemabuk dan pemakai. Apakah ini dampak westernisasi ke Indonesia(melihat kehidupan bebas mahasiswa di luar sana)??
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 1st July 2008
bertzzie's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,417
bertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to allbertzzie is a name known to all
Default

Quote:
Originally Posted by tnt-here View Post

Jika generasi mahasiwa yg seperti ini tidak bertobat, maka cepat atau lambat, mahasiswa akan kehilangan posisinya dalam panggung publik perubahan masyarakat. Mahasiswa justru akan menjadi bagian dr korban marginalisasi penguasa.
Sebenernya menurut gw yang jg mahasiswa, tuh bukan lagi cepet ato lambat kehilangan posisi, tapi memang da ilank.. setidaknya itu yang terjadi di sekitar gw.. gak ada lagi (klo ada pun sikit banget de) orang yang respek ma yang namanya mahasiswa. Mahasiswa cenderung di-judge akrab dengen yang namanya "kekacauan" dan "anarki"

haha ya gitulah mao cemana lagi... kalo dengen definisi boro-boro, gw ne termasuk tipe mahasiswa no2, toh manknya gw bisa apa? gak ada yang bisa gw lakuin sekarang, n kalo memang ada yang isa gw lakuin untuk memperbaiki bangsa ini, menurut gw adalah dengan membuat diri gw menjadi lebih bae, supaya gw bisa membangun n memajukan bangsa ne, dan menurut gw demo gak akan membuat diri gw makin bae maupun memajukan bangsa ini...
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 1st July 2008
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

Quote:
3.Mahasiswa yg memang pure memikirkan nasib bangsa, berpikir apa yang bisa dia buat untuk bangsa, bukan sebaliknya. Mahasiswa yg menyuarakan keadilan, debat sana-sini, demo pun dengan tujuan memperbaiki bangsa ini, namun brapa banyak sih mahasiswa spt ini?
Mahasiswa yang pure memikirkan nasib bangsa tahu. Jawaban dari inflasi dan kesulitan ekonomi bukan merengek2 seperti bayi minta empeng. Jawaban dari economic compression adalah increased productivity.
Produktivitas di kelas, di tempat kerja dan di kemasyarakatan.
Jadi kalau kasih jawabannya cuma dengan sibuk demo, itu mah karena kurang kerjaan aja.
Work. Move. Spin the Wheel. Buka lapangan kerja, kasih pendidikan yang meningkatkan produktivitas (dan dengan demikian income). Belajar mati-matian karena saingan kamu di Malaysia, Singapura, Korea, China, Filipina, India belajar mati2an.
__________________
No Love Greater Than The Cross

Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 1st July 2008
simson's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Mar 2008
Location: Korea (South)
Posts: 1,194
simson has a spectacular aura aboutsimson has a spectacular aura aboutsimson has a spectacular aura about
Default

Masih "Maha"-kah Mahasiswa itu?

hahaha jadi inget awal kuliah

teringat tempo doloe waktu awal kuliah gw dan temen2 di provokator'i oleh kakak angkatan untuk melakukan perubahan..............................dia bilang kalian itu bukan lagi siswa tapi uda MAHA--siswa jadi ambil kptsan untuk melakukan perubahan..............

tp waktu itu perubahannya untuk memberontak kpd bapak kost hahahahahahah jadi geli teringat waktu2 dulu
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 2nd July 2008
boro-boro's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,093
boro-boro is an unknown quantity at this pointboro-boro is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by kepikbiru View Post
Work. Move. Spin the Wheel. Buka lapangan kerja, kasih pendidikan yang meningkatkan produktivitas (dan dengan demikian income). Belajar mati-matian karena saingan kamu di Malaysia, Singapura, Korea, China, Filipina, India belajar mati2an.
mau gimana buka lapangan kerja kk??
tau sendiri perekonomian Indonesia lagi lesu, mau modal darimana..
melihat background mahasiswa mungkin bank saja sulit memberikan dana. Mau modal sendiri , mahasiswa banyak yg bukan dari kalangan ekonomi atas. Yang punya modal(uang dari bapaknya yg berlebih), mungkin lagi sibuk modif mobilnya, atau sibuk pergi shopping, clubbing,dll(penganut hedonisme banget)..
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 2nd July 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

kalo cmn demo doank ma kaga terlalu ngaruh,,,mending jadi org maksimal di market place..sambil berusaha penuhin visi...pasti lebih guna..
daripada triak sana triak sini..ntar takut2 ditunggangin lagi..heheh
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 2nd July 2008
boro-boro's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,093
boro-boro is an unknown quantity at this pointboro-boro is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by El'Zap!!! View Post
kalo cmn demo doank ma kaga terlalu ngaruh,,,
mending jadi org maksimal di market place..sambil berusaha penuhin visi...pasti lebih guna..
daripada triak sana triak sini..ntar takut2 ditunggangin lagi..heheh
maksudnya apa ya kk??
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 2nd July 2008
kepikbiru's Avatar
AP - Community Administrator
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
kepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to allkepikbiru is a name known to all
Send a message via Yahoo to kepikbiru
Default

Quote:
Originally Posted by boro-boro View Post
mau gimana buka lapangan kerja kk??
tau sendiri perekonomian Indonesia lagi lesu, mau modal darimana..
melihat background mahasiswa mungkin bank saja sulit memberikan dana. Mau modal sendiri , mahasiswa banyak yg bukan dari kalangan ekonomi atas. Yang punya modal(uang dari bapaknya yg berlebih), mungkin lagi sibuk modif mobilnya, atau sibuk pergi shopping, clubbing,dll(penganut hedonisme banget)..
Lapangan kerja itu ngga cuma modal, tapi juga dari energi, pemikiran dan usaha.
Daripada ngabisin energi bakarin ban dan matiin brain cell dan capek2 demonstrasi yang ngga mutu.
Misalnya daripada bakarin ban, dan jungkir-balikin mobil, kenapa ngga buka usaha cuci mobil? atau layanan masyarakat? atau pendidikan masyarakat, transfer knowledge dari yang mampu mengenyam pendidikan tinggi ke mereka yang ngga mampu.
Itu lebih berguna daripada merusak milik orang.
__________________
No Love Greater Than The Cross

Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
Reply With Quote
  #11 (permalink)  
Old 2nd July 2008
JC4Life's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,115
JC4Life is an unknown quantity at this pointJC4Life is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by kepikbiru View Post
Lapangan kerja itu ngga cuma modal, tapi juga dari energi, pemikiran dan usaha.
Daripada ngabisin energi bakarin ban dan matiin brain cell dan capek2 demonstrasi yang ngga mutu.
Misalnya daripada bakarin ban, dan jungkir-balikin mobil, kenapa ngga buka usaha cuci mobil? atau layanan masyarakat? atau pendidikan masyarakat, transfer knowledge dari yang mampu mengenyam pendidikan tinggi ke mereka yang ngga mampu.
Itu lebih berguna daripada merusak milik orang.
maksudnya si boro boro, nyari venture capitalist di Indonesia sulit... belum lagi profit share nya.

minimal kuliah yang bener, cepet dapet selembar ijasah, baru "beraksi"...

maksimal bagi yang tahan banting (sambil kuliah sambil usaha atau magang), possibilities are endless.... makin ga ada uang di kantong, dan makin jauh dari "pertolongan" ortu, biasanya makin kreatif dan tahan banting kok.
Reply With Quote
  #12 (permalink)  
Old 3rd July 2008
shengshu's Avatar
AP - Fallen Angel
 
Join Date: Aug 2007
Location: Ireland
Posts: 2,555
shengshu is a glorious beacon of lightshengshu is a glorious beacon of lightshengshu is a glorious beacon of lightshengshu is a glorious beacon of lightshengshu is a glorious beacon of lightshengshu is a glorious beacon of light
Send a message via Yahoo to shengshu
Default

mustinya mahasiswa jaman sekarang berdemo dengan lebih intelek, bukan demo jaman 98 yang rusuh-rusuhan.

dalam arti intelek, misalnya membuat solusi untuk penghematan energi. membuat penemuan yang bermanfaat bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.
__________________
-------------------------------------------------------------------------
Am I robot, nor a human?
------------------------------------------------------------------------
Reply With Quote
  #13 (permalink)  
Old 3rd July 2008
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 122
El'Zap!!! is an unknown quantity at this pointEl'Zap!!! is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by boro-boro View Post
maksudnya apa ya kk??

maksud gw maksimal di market place ya maksimal di mana Tuhan tempatin..
beberapa uda disebutin kepik biru diatas..misalnya daripada triak2 gt.. mending bikin gerakan yang jelas berguna drpd ngabis2in tenaga n anarkis..

misalin kita aktif di perkumpulan blog (market place), baru aja ada kegiatan bebersih di bandung, ngebersihan sampah buat para blogger...tuh kan keren ada impactnya...

ato misalin lu mahasiswa teknik lingkungan, pernah tuh ada gerakan anti plastic bag, jadi anjuran buat kaga pake tas plastik n lebih melihara lingkungan..,

tapi misalin kalo emank mahasiswa yang market placenya pengen di politic, yah its ok, tapi paling ga bikin gerakan yang lebih mendidik lah. Protes lewat tulisan di media kek, bikin perubahan sedikit2 lewat lingkungan yang ada..ato apalah yang sedikit 'berpendidikan',,

kan katanya mahasiswa tu agent of change, iron stock, dan guardian of value. Tapi sayangnya segelintir mahasiswa merusak image itu lewat demo2 yang anarkis itu. Sehingga public bisa membuat streotipe yang buruk thdp mahasiwa. Padahal mahasiwa sendiri beragam, mempunyai layer dan fragmentasinya masing2, ga semuanya berpandangan sama.
Reply With Quote
  #14 (permalink)  
Old 3rd July 2008
antoderman's Avatar
Stay calm and fun ;)
 
Join Date: Nov 2005
Location: Indonesia
Age: 21
Posts: 1,770
antoderman has a spectacular aura aboutantoderman has a spectacular aura aboutantoderman has a spectacular aura about
Send a message via Yahoo to antoderman Send a message via Skype™ to antoderman
Default

Mungkin karena sejarah lahirnya Indonesia adalah berkat para siswa-siswa pada zaman 1940-an yang belajar di negeri Belanda sehingga peran pelajar sangat intim dengan sejarah Indonesia dan pelajar tingkat paling tinggi yaitu universitas/kampus dinamakan mahasiswa.

Sehingga perkembangan negara Indonesia dari dulu sampai biasnya ke sekarang selalu diidentikkan dengan perkembangan gerakan mahasiswanya. Yah, ga salah sih, cuma gw melihat zaman sudah berubah.

Sekarang perkembangan negara kita sudah bukan hanya secara politis lagi dimana pelajar2 yg jago pidato dan motivasi seperti Bung Karno, pendebat2 penjajah di negeri asing spt Perhimpunan Indonesianya Moh. Hatta lebih dibutuhkan untuk menyuarakan keinginan Indonesia dalam memerdekakan dirinya.

Tetapi perkembangan bangsa lebih cenderung lebih signifikan dan luas dalam ekonomi/finansial masyarakat luas bagi kesejahteraan bangsa. Kalau dulu kita lebih membutuhkan semangat nasionalisme dalam bentuk motivasi/gerakan merdeka, sekarang sudah berkembang jauh. Kita sekarang lebih membutuhkan semangat nasionalisme dalam bentuk kesejahteraan hidup materi dan finansial lebih dibandingkan semangat motivasi spt mahasiswa/i dahulu yg suka berdebat dan pidato.

Zaman sekarang lebih dibutuhkan mahasiswa/i yang bisa menciptakan kesejahteraan dalam bentuk riil dan bukan hanya semangat kata2. Kesejahteraan yang diwujudkan dengan adanya pembukaan lapangan kerja/wirausaha oleh para mahasiswa, sehingga setiap pelajar harus dididik untuk menjadi wirausaha yg berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Jadi gw bilang konteks mahasiswa zaman dahulu sudah lebih advance ke pembuktian riil apa yang bisa mereka bantu untuk kesejahteraan rakyat.
Bisa melalui wirausaha ataupun ekonomi Pancasila/rakyat spt Koperasi.
__________________
Aku sayang Engkau Tuhannnnnnnn
AYO PRIORITASKAN PRODUK BUATAN DALAM NEGERI SENDIRI
Ayo, Tingkatkan Kemampuan dengan membaca
www .akupercaya.com/forums/warung-kopi/14721-sambil-ngewarkop-baca-e-library-dulu-biar-cerdas.html

~UANG BUKAN SEGALANYA~ MARI JADIKAN DIRI BERGUNA UTK SESAMA ~

Last edited by antoderman : 3rd July 2008 at 02:45 AM.
Reply With Quote
  #15 (permalink)  
Old 3rd July 2008
boro-boro's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,093
boro-boro is an unknown quantity at this pointboro-boro is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by kepikbiru View Post
Misalnya daripada bakarin ban, dan jungkir-balikin mobil, kenapa ngga buka usaha cuci mobil? atau layanan masyarakat? atau pendidikan masyarakat, transfer knowledge dari yang mampu mengenyam pendidikan tinggi ke mereka yang ngga mampu.
Itu lebih berguna daripada merusak milik orang.
ok2, that's a good point..
tapi melihat langsung keadaan mahasiswa saat ini, dari perspektif gw, sangat sedikit mahasiswa yg punya visi dan misi ke depan, yg peduli am Indonesia ini. Kadar egoistis dan individualistis na ketara banget, sehingga sedikit dari mereka yg emang peduli ama bangsa.

Berbicara soal mahasiswa sbg agent of change, mahasiswa bisa melakuka perubahan kalo didukung jg ama masyrakat. Namun, akhir2 ini, banyak muncul hal2 yang mendiskreditkan mahasiswa, sehingga masyarakat pun tidak simpati. Lama kelamaan, mahasiswa sendiri pun kehilangan "dukungan"nya. Lalu, siapa agi yang mau jadi agent of change tsb??
Reply With Quote
  #16 (permalink)  
Old 3rd July 2008
PlainBread's Avatar
Slave of God
 
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
PlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud ofPlainBread has much to be proud of
Default

Quote:
Originally Posted by boro-boro View Post
ok2, that's a good point..
tapi melihat langsung keadaan mahasiswa saat ini, dari perspektif gw, sangat sedikit mahasiswa yg punya visi dan misi ke depan, yg peduli am Indonesia ini. Kadar egoistis dan individualistis na ketara banget, sehingga sedikit dari mereka yg emang peduli ama bangsa.

Berbicara soal mahasiswa sbg agent of change, mahasiswa bisa melakuka perubahan kalo didukung jg ama masyrakat. Namun, akhir2 ini, banyak muncul hal2 yang mendiskreditkan mahasiswa, sehingga masyarakat pun tidak simpati. Lama kelamaan, mahasiswa sendiri pun kehilangan "dukungan"nya. Lalu, siapa agi yang mau jadi agent of change tsb??
Agent of change itu gak perlu cari dukungan. Kalo memang keliatan bawa perubahan, rakyat juga bakal dukung dengan sendirinya. Rakyat akan dekat hatinya dengan siapa pun yang senasib sepenanggungan, yang mengerti dan bisa mewakili mereka, tidak peduli apakah itu mahasiswa atau presiden atau tukang becak. Bukan patokan bahwa yang namanya mahasiswa pasti selalu dekat dengan rakyat. Kalo kerjaannya cuma party, bikin rusuh, gak mau tau, having fun di atas penderitaan orang lain entah dengan cara ngembat duit rakyat atau bikin macet jalanan, apakah itu pejabat maupun mahasiswa, yah udah out of question.

Demonstrasi adalah cara paling gampang dan paling simple untuk menunjukkan suatu aksi. Gak perlu baca buku tebel2, gak perlu pusing ngerjain tugas2 dari kampus, gak perlu belajar berbulan2 semalem suntuk cuma untuk ngerti satu mata kuliah, gak perlu kejar IP tinggi2, gak perlu mikir 5-10 tahun ke depan gue bakal ada di mana, gak mau tau apakah BBM di Indonesia bakal cukup buat rakyatnya selama 20-30 tahun ke depan. Yang penting demo dulu, urusan kaya gitu2 belakangan

Lagipula mahasiswa itu term yang misleading. Tetep aja mereka dalam kerangka "students" or anak sekolahan, gak ada maha2-an di situ.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Reply With Quote
  #17 (permalink)  
Old 4th July 2008
JED-ReVoLuTiA's Avatar
The Mind Blower
 
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,445
JED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud ofJED-ReVoLuTiA has much to be proud of
Send a message via MSN to JED-ReVoLuTiA Send a message via Yahoo to JED-ReVoLuTiA Send a message via Skype™ to JED-ReVoLuTiA
Default

kenapa mahasiswa demo? ya karena mereka gak ada kerjaan.

kalo dah punya kerjaan, mana ngeladen mereka demo-demo segala.

kecuali u mau jadi politikus, gue rasa gak perlu juga ikut2an demo.

mending urus tuh skripsi, cepet cari kerja, dan bantu keluarga elo dulu sebelum mikirin nasib bangsa...

(kita gak bisa percayakan nasib bangsa ini dengan sekelompok orang yang nasibnya aja masih gak jelas).
__________________

http://rethink.revolutia.info
Reply With Quote
  #18 (permalink)  
Old 4th July 2008
boro-boro's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,093
boro-boro is an unknown quantity at this pointboro-boro is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by JED-ReVoLuTiA View Post
kenapa mahasiswa demo? ya karena mereka gak ada kerjaan.

kalo dah punya kerjaan, mana ngeladen mereka demo-demo segala.

kecuali u mau jadi politikus, gue rasa gak perlu juga ikut2an demo.

mending urus tuh skripsi, cepet cari kerja, dan bantu keluarga elo dulu sebelum mikirin nasib bangsa...

(kita gak bisa percayakan nasib bangsa ini dengan sekelompok orang yang nasibnya aja masih gak jelas).
humm, menurut gw seh, yg demo seh pasti org2 dari kalangan ekonomi menengah ke bawah(yg anak2 tajir mana mau seh panas2an ), karena merekalah yg merasakan langsung dampak2 kebijakan pemerintah yang"tidak mendukung" rakyat.

Soal mahasiswa yg enggak ada kerjaan, ada benar dan ada tidaknya. Memang benar karena mahasiswa yang demo jg kebanyakan yg mabok2an, ngeganja, ip terjun bebas, masuk kuliah pas ujian aja, tapi harus diingat juga,masih ada segelintir golongan mahasiswa yg mmg berkualitas secara intelektual, yg juga turun ke jalanan untuk demo.


"Bantu keluarga elo sebelum memikirkan nasib bangsa", bukankah dengan memikirkan nasib bangsa, juga berdampak membantu keluarga?? Andaikata..demo2 yg dilakukan didengar, dan disetujui(nurunin harga minyak misalnya..misalnyaa..), toh nantinya juga akan berdampak juga membantu keluarga..
Reply With Quote
  #19 (permalink)  
Old 5th July 2008
tnt-here's Avatar