 |
|

30th June 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Quote:
Originally Posted by tnt-here
Di thread sebelah seringkali disinggung-singgung tentang Komunisme... Jadi tertarik nih ngangkat thread ini lagi... Emangnya ada apa sih dengan komunisme? Kayaknya ada yg ketakutan nih dengan komunisme? Siapa yah 
|
Gua sih ngga takut dengan komunisme, gua kasihan
Sekali lagi buat yang championing sistem komunisme, emang model suksesnya itu apa?
Quote:
|
Originally Posted by myself
Kalo diliat sejarah komunisme di seluruh dunia, selalu identik dengan tiga phase ini.
1. phase dormant. Retorika, menggalang union buruh, tenaga kerja, perduli rakyat kecil, meningkatkan mass-appeal.
2. phase mulai berkuasa. Class struggle, adu domba, bunuh intelek, budayawan, pemilik modal/tanah, lawan politik sebagai kambing hitam.
3. Phase diktatorial. Militerisasi, kekuasaan mutlak politbiro diatas demokrasi, penindasan hak dan kepentingan rakyat/buruh untuk kepentingan politbiro-militer.
|
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

1st July 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,115
|
|
Quote:
Originally Posted by kepikbiru
Gua sih ngga takut dengan komunisme, gua kasihan
Sekali lagi buat yang championing sistem komunisme, emang model suksesnya itu apa?
|
suksesnya yah euforia "keinginan massa/ proletar terpuaskan" di masa masa awalnya (fase dormant), cabdunya orang susah yang idealis.  (komunisme ala Mao).
|

1st July 2008
|
 |
peZIaRah ImAn
|
|
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
|
|
Komunisme, Masihkah Menakutkan?
Oleh Benny Susetyo
Komunisme sebagai sebuah ideologi adalah "kenangan" sejarah, tetapi di negeri ini komunisme masih dianggap sebagai musuh yang begitu menakutkan, atau setidaknya dibuat seolah-olah menakutkan. Di masa Orde Baru, bahkan belajar dan menulis tentang komunisme saja dilarang.
Begitu dibencinya ideologi ini oleh rezim saat itu, bahkan untuk membacanya saja tidak diperbolehkan. Masyarakat diberikan sebuah pembelajaran yang membodohkan, yaitu menakuti sesuatu yang tidak dipahaminya.
Bukan karena banyaknya buku dan orang yang belajar tentang komunisme lalu ideologi ini dipilih orang. Komunisme tidak hidup lantaran wacana marxisme-komunisme hidup kembali, juga tidak berkibar. Masa reformasi ini sudah membuktikannya.
Tetapi mengapa masih saja komunisme ditempatkan sebagai hantu yang menakutkan? Mengapakah bukan isu kemiskinan, pengangguran, dan kelaparan yang dijadikan sebagai kenyataan yang menakutkan yang memang benar-benar terjadi?
Kesadaran bangsa ini terjebak dan dijebloskan pada pemahaman tentang keadaan yang maya. Semua isu tentang kebangkitan komunisme sering tidak ditujukan karena kenyataan yang benar, tetapi sebuah intrik politik.
Ini dilakukan karena pemahaman bahwa stigma komunisme di tengah masyarakat adalah sesuatu yang buruk sekali, sehingga tidak memiliki aspek kebenaran apapun. Sampai tujuh turunan, anak kaum komunis bahkan tidak memiliki tempat yang baik untuk bersama-sama membangun bangsa ini. Nilai-nilai luhur kemanusiaan dihancurkan oleh intrik kekuasaan dan politik. Sebagai rakyat biasa, kita tidak memahami dengan benar apa sesungguhnya yang terjadi.
Mengutip Romo Magnis (2000), komunisme sudah ambruk karena sedikitnya dua kesalahan fatal, yakni di tingkat kesadaran dan tingkat ekonomi. Sejak semula kaum komunis-bahkan sudah sejak Lenin-selalu memaksakan tujuan-tujuannya antara lain dengan metode teror dan pembunuhan. Sejak semula mereka tak pernah berhasil memanfaatkan motivasi masyarakat sendiri.
Maka di bawah rezim komunis, masyarakat mau bekerja hanya karena takut, ancaman mau dibunuh-dan jangan lupa 50 juta jiwa mati di Uni Soviet era rezim partai komunis. Suasana jauh berbeda dibanding masyarakat yang bebas, di mana orang bermotivasi untuk berkarya, bekerja, menghasilkan budaya dan seterusnya.
Reformasi Buntu
Perekonomian komunis itu betul-betul sosialis total, seluruh ekonomi swasta dihapus. Yang ada hanyalah koperasi pertanian dan banyak usaha lain yang melulu dirancang dari pusat dan dengan demikian juga tak ada pasar. Tak ada juga civil society, sehingga ekonomi di negara-negara komunis terus-menerus akan membebani negara.
Yang terjadi, negara hancur pelan-pelan seperti rumah yang hancur karena dimakan rayap. Misalnya, di bawah Tsar, pertanian Rusia selalu surplus, setelah Partai Komunis berkuasa langsung drop dan tak pernah mencukupi bagi penduduk Uni Soviet sendiri, hingga terpaksa mengimpor ribuan ton gandum dari AS.
Hal sama juga terjadi di dunia industri. Hanya industri nuklir dan teknologi ruang angkasa bisa berkembang di Uni Soviet, sementara lainnya hancur.
Secara ideologis, komunisme bukanlah ideologi yang menjanjikan. Inilah pertanda bahwa ideologi sosialisme, komunisme, marxisme-leninisme itu sekarang ini sudah finish (Magnis-Suseno, 2000).
Globalisasi telah menggerakkan orang untuk lebih bebas berbicara dan bertindak atas nama dirinya, bukan atas nama negara. Tumbangnya USSR sebagai nisbat dari dunia komunisme sangat boleh jadi bukan cermin runtuhnya sosialisme baik dalam konteks ideologi maupun gerakan, secara keseluruhan maupun parsial.
Para elite politik saat ini hendaknya bercermin pada sejarah runtuhnya komunisme di Uni Soviet. Dalam bukunya, Russian in Aufruhr (Rusia dalam Huru-hara), Christian Schmidt-Haeuer menceritakan bahwa krisis ekonomi yang tidak terselesaikan di Rusia bermula dari krisis politik akibat pertentangan para elite yang tidak mau belajar dari kekalahan dan kesalahan. Pada akhirnya, hal itu akan menghambat pembangunan kembali dan keterbukaan.
Reformasi di Rusia mengalami jalan buntu dan pada akhirnya menimbulkan masalah seperti meningkatnya angka kriminalitas dan stabilitas politik yang rendah. Setiap hari muncul persoalan baru yang sulit dipecahkan. Para elitenya linglung, dan ini akhirnya membuat Rusia mengalami kegagalan untuk mengadakan pembaruan.
Gerakan pembaharuan yang berlangsung hampir tujuh tahun di Rusia ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Sektor ekonomi bahkan bertambah buruk sementara angka kejahatan terus saja meningkat; rakyat benar-benar merasa semakin menderita.
Belajar dari Kegagalan Rusia
Kondisi masyarakat yang semakin buruk pada akhirnya mendorong rakyat untuk meminta komunis tampil kembali. Rakyat berpikir bahwa meskipun pada zaman komunis mereka tertekan, namun mereka masih bisa mendapatkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan relatif mudah.
Rakyat tak tahan lagi menunggu terlalu lama hidup menderita. Dalam zaman komunisme, ada jaminan rasa aman dalam usaha. Rakyat tidak takut keluar malam karena pemerintah bisa menekan angka kriminalitas. Ketika semua pudar maka rakyat mulai tidak tahan dan marah.
Seharusnya, bangsa ini bisa bercermin agar apa yang terjadi di Rusia tidak terulang di sini. Syaratnya, sistem politik dan politisinya harus mampu menyelesaikan masalah ekonomi serta tidak menimbulkan huru-hara dalam politik.
Tak disadari bahwa perangai elite politik kita selama ini semakin memperkuat sebutan kita sebagai bangsa linglung itu. Kita tahu orang linglung adalah orang yang tak punya pendirian dan ketegasan, orang yang tak mau menerima kenyataan yang ada dan memandang setiap kenyataan dengan sinis.
Lalu menderita stress karena merasa tekanan demi tekanan sebagai beban yang tak mampu dipikul. Sikap linglung pada akhirnya membiarkan orang lain menguasai dirinya.
Ketidakjelasan secara etis berbagai tindakan politik di negeri ini membuat keadaban publik saat ini mengalami kehancuran. Fungsi sebagai pelindung rakyat tidak berjalan sesuai dengan komitmen yang ada.
Keadaban yang hancur inilah yang seringkali merusak wajah hukum, budaya, pendidikan, dan agama. Rusaknya sendi-sendi ini rupanya membuat wajah masa depan bangsa ini semakin kabur.
Kekaburan yang disebabkan karena etika tidak dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan politik.Uang menjadi penentu segala-galanya dalam ruang publik. Hal ini sangat ironis karena mengakibatkan hilangnya iman dalam kehidupan manusia.
Iman tidak lagi menjadi sumber inspirasi batin bagi kehidupan nyata. Iman hanya sekedar simbol lahirilah yang menjelma dalam ritus dan upacara. Iman tidak terkait dengan tata kehidupan dan akibatnya dia tidak menjiwai kehidupan publik.
Akhirnya, daripada menuduh dan menakut-nakuti tentang kebangkitan komunisme, bukankah lebih baik merefleksikan secara serius tentang kegagalan bangsa ini mengatasi kemiskinan dan pengangguran? Juga daripada menuduh komunisme ada di balik demonstrasi kaum buruh, bukankah lebih baik mengoreksi kebijakan mengapa buruh harus melakukan demonstrasi.
Benny Susetyo, Penulis adalah budayawan dan pendiri Setara Institute
Sumber: Sinar Harapan, 3 Juli 2006
Sumber: Rumah Kiri
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
(Catatan Pendahuluan L.R. 2)
Last edited by tnt-here : 1st July 2008 at 02:38 PM.
|

1st July 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Quote:
|
Gerakan pembaharuan yang berlangsung hampir tujuh tahun di Rusia ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Sektor ekonomi bahkan bertambah buruk sementara angka kejahatan terus saja meningkat; rakyat benar-benar merasa semakin menderita.
|
Rusia bersama new capitalism capital Beijing, India dan Brazil itu 4 hotspot pertumbuhan ekonomi dunia.
Quote:
|
Kondisi masyarakat yang semakin buruk pada akhirnya mendorong rakyat untuk meminta komunis tampil kembali. Rakyat berpikir bahwa meskipun pada zaman komunis mereka tertekan, namun mereka masih bisa mendapatkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan relatif mudah.
|
Really? I mean really?? Maksud penulis rakyat Russia rela menanggalkan status mereka sebagai world economic driver dan kembali ngantri untuk jatah makanan roti keras dan sup dingin?
Quote:
|
Rakyat tak tahan lagi menunggu terlalu lama hidup menderita. Dalam zaman komunisme, ada jaminan rasa aman dalam usaha. Rakyat tidak takut keluar malam karena pemerintah bisa menekan angka kriminalitas. Ketika semua pudar maka rakyat mulai tidak tahan dan marah.
|
Jaminan aman adalah kalau mereka tutup mulut dan bekerja kaya semut hitam. Sekali buka mulut lancang, langsung dihabisi semut merah. Jelas angka kriminalitas rendah. Kalau yang menghitung angka kriminalitas adalah mereka yang melakukan tindakan kriminal, gimana angka kriminalitas bisa tinggi?
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

2nd July 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Actually gua salah, maafkan daku. Ternyata sistem komunis bisa sukses di dunia ini. Gua ternyata ngawur! Sistem Politbiro, nasionalisasi dan labour enrichment could work!
Coba perhatikan jalan hidup tokoh revolusioner satu ini. Bandingkan dengan propaganda-propaganda yang ditulis dari Gubuk Kiri. Banyak kesamaannya, gua yakin dengan pengorbanan dan dukungan kita, kita bisa mencapai bahkan melewati apa yang dicapai oleh tokoh revolusioner yang dahsyat ini.
Ini backgroundnya:
Negaranya kebanyakan dikuasai oleh orang kulit putih, warisan dari jaman kolonial. Dia punya angan-angan untuk menjungkir-balikkan sistem pemerintahan yang dia anggap timpang dan korup dan menggantikannya dengan sistem kerakyatan Marxist.
Setelah sukses perang dia dianggap pahlawan besar yang diakui dunia internasional dan diberikan banyak gelar kehormatan termasuk dari Queen Elizabeth. Karena karismanya dan semangatnya untuk membela yang lemah, dia naik daun lebih cepat dari Obama dan akhirnya menjadi pemimpin negaranya.
Akhirnya orang yang kerakyatan ini naik jadi penguasa.
Setelah dia berkuasa, program-programnya antara lain perampingan*, dan juga peningkatan program sosial secara drastis*, setelah itu nasionalisasi* dan juga memperkaya warga dengan drastis*. Praktis semua orang di negaranya adalah orang yang bahagia; mereka tidak bekerja* tapi mereka super kaya* dengan pengeluaran yang fantastis*. Ekonomi bergerak cepat* dan siapa yang tidak cepat mereka ketinggalan*. Inilah negara komunis makmur*
Model komunis sejati yang sukses kan?
Orang yang gua sebut itu namanya Robert Mugabe.
Perampingan: pembantaian 20,000 orang Ndebele, yang kebanyakan pendukung partai ZAPU yang tadinya diajak kerja sama oleh partai ZANU (partai Mugabe). Bandingkan dengan Kuo Mintang yang diajak kerjasama dulu dengan Kung Chang Tang sebelom akhirnya dibantai dan diusir ke Taiwan.
Mari kita bekerjasama dengan komunisme dan taat total karena yang punya akal sehat akan dihabisi, dibantai dan diusir.
Peningkatan program sosial secara drastis: Tahun-tahun pertama Mugabe berkuasa pemerintah memakai banyak uang untuk program sosial mereka, jauh diluar kemampuan mereka. Siapa perduli dengan pepatah "besar pasak daripada tiang". Untuk sementara Zimbabwe maju pesat (bandingkan dengan Great Leap Forwardnya China) tapi setelah itu ambruk karena hutangnya terlalu besar.
Inilah kenapa kita mendukung ekonomi dibawah program komunisme, ditahun-tahun pertama kita akan maju pesat karena pemerintah meningkatkan pengeluarannya secara gila-gilaan untuk membuat kesan kalau mereka itu perduli rakyat. Siapa yang perduli kalau nikmat 8 tahun sekarang dibayar 80 tahun nantinya. Nanti ya nanti, sekarang ya sekarang.
Nasionalisme: Politbiro menasionalisasikan tanah2 pertanian milik orang kulit putih dan dibagi-bagikan kepada yang berhak. Yang berhak itu hanya Politbiro dan politbiro saja bukan rakyat. Karena orang-orang politbiro tidak punya kemampuan bercocok tanam, akhirnya pertanian dan supply pangan ambruk. Zimbabwe yang tadinya jadi sumber makanan bagi benua Afrika akhirnya jadi fakir miskin.
Ini nasib industri dibawah komunisme. Pasar bebas akan dengan sendirinya memfilter orang2 yang inkompeten. Politbiro memberikan tanah/modal/kekuasaan pada kroni-kroni yang inkompeten. Akhirnya industrinya gagal total dan hancur. Yang rugi dan kelaperan siapa? rakyat.
Dan akhirnya:
Memperkaya rakyat secara drastis*: Karena dari pertamanya komunisme itu dasarnya adalah incompetence dan anti-sanity, Mugabe memutuskan untuk memperkaya rakyatnya dengan luar biasa dengan mencetak uang. Pertama ratusan ribu, lalu jutaan, puluhan juta, ratusan juta dan milyar dan ratusan milyar. WOW Rakyat tambah kaya secara drastis, bukan lagi mereka dapat gaji manager, mereka dapat gaji konglomerat!
Ayo yang rindu gaji konglomerat, mari kita mendukung Gubuk Kiri.
Hasil akhirnya adalah:
rakyat tidak bekerja*: rakyat mengungsi ke Afrika Selatan dan sisanya 80% menganggur. Imagine that, 4 dari 5 orang menganggur.
rakyat kaya: Kekayaan mereka sampai ratusan milyar, bilyun, trillion dll. Tapi US$1 = 22 milyar dollar Zimbabwe.
pengeluaran belanja fantastis: beli roti 100 milyar. Daging 200 milyar. pasta gigi 150 milyar. Bayangin pergi belanja dengan pengeluaran ribuan milyar! Siapa yang mau?
ekonomi bergerak cepat*: Udah ngga ada lagi yang tracking inflation karena saking ridiculousnya. Ada estimate kalau inflation rate Zimbabwe itu sampai 5 juta %! Di Indonesia inflasi 10% aja udah ketar ketir. Lemah!
yang tidak cepat ketinggalan: Uang yang dicetak hari ini 6 bulan lagi sudah tidak laku. Itu cepatnya roda ekonomi berputar di Zimbabwe. Bandingkan dengan uang Indonesia yang itu-itu saja dan paling gede cuma 100000. Siapa mau uang kertas 1000000000000??
negara komunis makmur: Yang masih makmur itu Politbiro, sisanya itu destitute and desperate.
Inilah negara impian versi Gubuk Kiri! Ayo kita dukung mereka supaya kita masuk ke Politbiro dan sukses menipu rakyat. Ayo kita bekerjasama dengan Kim Jong Il, Hugo Chavez, Fidel Castro, Robert Mugabe, dan Pol Pot; Pahlawan Internasional kita. Yang masuk Gubuk Kiri sukses kaya, sisanya mati dan miskin.
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
Last edited by kepikbiru : 3rd July 2008 at 07:42 AM.
|

2nd July 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,115
|
|
Quote:
Originally Posted by tnt-here
Komunisme, Masihkah Menakutkan?
Oleh Benny Susetyo
......
Iman tidak lagi menjadi sumber inspirasi batin bagi kehidupan nyata. Iman hanya sekedar simbol lahirilah yang menjelma dalam ritus dan upacara. Iman tidak terkait dengan tata kehidupan dan akibatnya dia tidak menjiwai kehidupan publik.
.....
Benny Susetyo, Penulis adalah budayawan dan pendiri Setara Institute
Sumber: Sinar Harapan, 3 Juli 2006
Sumber: Rumah Kiri
|
Oh, begoitu toh rupanya arti iman, cuman simbolisasi... pantes.
Bakar ban, lempar batu, robohin pager...juga cuma simbolisasi.... rupanya. 
|

2nd July 2008
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
|
|
Ide sistem Komunisme (dan Sosialisme) itu sebenarnya ideal sekali dan selaras dengan ajaran agama apapun di dunia. Semua agama menyarankan umatnya untuk berbagi dan memperhatikan sesamanya. Sistem (Ekonomi) Komunisme (Sosialisme) pun didesain demikian, sebagai kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis/liberal.
Tapi ternyata masyarakat dunia belum SIAP. Kesadaran sebagian besar masyarakatnya masih SERAKAH sehingga memang sistem kapitalis masih lebih relevan dengan kondisi masyarakat dunia sekarang ini.
Akhirnya yang menghancurkan sistem Komunisme itu adalah virus-virus keserakahan dari sekelompok orang yang membentuk elite partai (atau Mas Kepik menyebutnya sebagai Politbiro). Apakah orang-orang ini tidak bermental Kapitalis?
Kuba adalah salah satu contoh negara yang masih bisa menerapkan sistem perekonomian Komunis-nya dengan baik. Fidel Castro masih bisa bertahan & Perekonomian Kuba yang terbelakang masih diperdebatakan apakah dari kesalahan perekonomian Komunis atau karena blokade negara-negara Barat terhadap Kuba?
Tapi bila melihat perekonomian dunia sekarang yang katanya lebih condong ke arah sistem kapitalisme-liberalisme, apakah kita juga tidak sadar bahwa yang menguasai perekonomian dunia itu hanyalah segelintir orang kaya saja? Menurut penelitian, 14 keluarga kaya di dunia menguasai hampir 90% perekonomian dunia.
Saya juga melihat Adam Smith sebagai seorang yang telah tercerahkan. Tapi ada yang "menggenapkan" (menyempurnakan) ajaran dia, yakni Joseph E. Stiglitz yang mengatakan bahwa Globalization baru bisa terjadi dan efektif bila adanya keseimbangan informasi (yang amat sukar terjadi). Jadi Liberalisme itu pada arti yang 'real' sebenarnya ngak pernah terjadi di dunia ini sehingga sama sekali tidak mencerminkan keberhasilan sistem ini.
Mungkin saja seseorang melihat liberalisme terjadi di negara-negara eropa, jepang dan amerika, tapi apakah sistem itu berhasil karena liberalisme ekonomi atau patriotisme ekonomi? Maksudnya dengan patriotisme ekonomi adalah negara-negara maju itu berhasil memajukan ekonomi negara mereka masing-masing dengan menghisap sumber daya alam dan manusia dari rakyat-rakyat di negara-negara berkembang.
Misalnya Exxon Amerika bisa mendapatkan deal contract sharing 90:10 dengan syarat bahwa bila cadangan minyak tidak sesuai dengan yang mereka inginkan maka pemerintah yang akan mengganti Cost Recoverynya di Blok Cepu, Indonesia karena secara politik, Pemerintah Amerika menekan habis Pemerintahan Indonesia untuk memberikan proyek ini kepada Exxon dibandingkan dengan kepada Pertamina. Sementara di Amerika sendiri, penjualan perusahaan minyak UNOCAL oleh CNOOC China di tentang habis-habisan.
Karl Marx menyusun Manifesto Komunis karena terpicu rasa kemanusiaannya dari orang-orang serakah yang mengaku beragama. Dia melihat bagaimana peranan lembaga agama begitu kental dengan nuasa materialis dalam tanggung jawab mereka mengeksploitasi orang-orang kecil. Di situlah dia menyusun suatu filosofi dan sistem yang bertentangan dengan filosofi lembaga agama dan sistem yang disetujui oleh lembaga agama tersebut. Jadilah Anti-Tuhan dan Anti-Kapitalisme.
Saya lagi membaca buku Mochthar Lubis berjudul "Indonesia : Land Under The Rainbow - Oxford Press 1987." Di sini menarik apa komentar penulis bahwa setiap Kolonisasi selalu berawal dari kehadiran perusahaan multinasional di negara-negara yang akan terjajah. VOC adalah perusahaan Multi-Nasional kala itu, demikian pula British East India Company. Merekalah ujung tombak bagi kolonialisasi Belanda di Indonesia dan Inggris di India.
Tapi kita menolak belajar dari sejarah bangsa sendiri untuk mencegah kejadian yang sama terulang karena malah dianggap terlena dengan romantisme masa lalu. Memang Gila.
Penulis artikel "Komunisme, Masihkah Menakutkan?" adalah seorang pastor yang duduk dalam Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Demikian pula pastor yang dianggap berhaluan kiri dan konsisten dalam memperjuangkan nasib orang-orang miskin seperti Rm Sandyawan. Mereka memang agak 'illfeel' dengan apa yang sedang terjadi dalam masyarakat Indonesia.
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
|

2nd July 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Komunisme gak sama dengan komunalisme. Sistem yang dipake jemaat mula2 dalam kekristenan adalah komunalisme, bukan komunisme.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

2nd July 2008
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
|
|
Ini menarik biarpun ngak ngerti di mana hubungannya karena asal kata Communism sendiri berasal dari Commune. Demikian pula asal kata Communalisme.
__________________
Count down to Hari Bhakti Bagi-mu Ibu Pertiwi - 1 September 2009
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa
Mari BerKampanye untuk Integritas Nasional dan Perdamaian Dunia.
|

3rd July 2008
|
 |
AP - Fallen Angel
|
|
Join Date: Aug 2007
Location: Ireland
Posts: 2,554
|
|
Quote:
Originally Posted by jo-hnz
Ini menarik biarpun ngak ngerti di mana hubungannya karena asal kata Communism sendiri berasal dari Commune. Demikian pula asal kata Communalisme.
|
hubungannya cuma kesalahan masalah bahasa aja sih, gue pikir.
__________________
-------------------------------------------------------------------------
Am I robot, nor a human?
------------------------------------------------------------------------
|

3rd July 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,115
|
|
Quote:
Originally Posted by jo-hnz
.....
Kuba adalah salah satu contoh negara yang masih bisa menerapkan sistem perekonomian Komunis-nya dengan baik. Fidel Castro masih bisa bertahan & Perekonomian Kuba yang terbelakang masih diperdebatakan apakah dari kesalahan perekonomian Komunis atau karena blokade negara-negara Barat terhadap Kuba?
.....
|
what? apa ga salah, jo-hnz? Kuba adalah salah satu epitomi kegagalan ekonomi komunis.
Kuba di bawah Castro kurang lebih sama dengan China di bawah Mao, A Great Leap Backward tepatnya.... 
|

3rd July 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Idiot dan Idiom juga asal katanya sama, tapi artinya lain.
Quote:
|
Ide sistem Komunisme (dan Sosialisme) itu sebenarnya ideal sekali dan selaras dengan ajaran agama apapun di dunia. Semua agama menyarankan umatnya untuk berbagi dan memperhatikan sesamanya. Sistem (Ekonomi) Komunisme (Sosialisme) pun didesain demikian, sebagai kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis/liberal.
|
Tapi ajaran agama manapun menekankan tanggung jawab pribadi atas hidup elu. Tanggung jawab pribadi dan ownership adalah hal yang tabu dalam komunisme.
Quote:
|
Akhirnya yang menghancurkan sistem Komunisme itu adalah virus-virus keserakahan dari sekelompok orang yang membentuk elite partai (atau Mas Kepik menyebutnya sebagai Politbiro). Apakah orang-orang ini tidak bermental Kapitalis?
|
yang menghancurkan bukan virus2 keserakahan, atau mental kapitalis. Yang menghancurkan itu sistemnya sendiri. Komunisme adalah virus. Virus yang perlu bertahan hidup dengan menjadi parasit yg memperbudak inangnya. Note that dimanapun komunisme berkuasa, demokrasi mati
Politbiro memperbudak bukan karena rakus atau bermental kapitalis. Politbiro memperbudak karena mereka politbiro.
Simply put: Pro komunis = Anti demokrasi.
Quote:
|
Kuba adalah salah satu contoh negara yang masih bisa menerapkan sistem perekonomian Komunis-nya dengan baik. Fidel Castro masih bisa bertahan & Perekonomian Kuba yang terbelakang masih diperdebatakan apakah dari kesalahan perekonomian Komunis atau karena blokade negara-negara Barat terhadap Kuba?
|
Fidel Castro dan pemerintahannya bisa bertahan dengan cara yang sama semua pemerintahan Komunis bisa bertahan di dunia. Dengan menyetop dan melecehkan proses demokrasi, menginjak rakyat menggunakan militer.
Lihat Kim Jong Il, Mugabe, Khmer Rouge, CCCP among others.
Yang memblokade Kuba itu cuma US, negara2 "Barat" lainnya melakukan perdagangan bebas dengan Kuba. kalau Kuba makmur, kenapa mereka pada berenang pake gentong sama hiu-hiu demi ke Florida?
Again, yang kaya itu Politbiro, sisanya ditindas.
Quote:
|
Penulis artikel "Komunisme, Masihkah Menakutkan?" adalah seorang pastor yang duduk dalam Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Demikian pula pastor yang dianggap berhaluan kiri dan konsisten dalam memperjuangkan nasib orang-orang miskin seperti Rm Sandyawan. Mereka memang agak 'illfeel' dengan apa yang sedang terjadi dalam masyarakat Indonesia.
|
Memperjuangkan nasib orang miskin tidak lewat komunisme. Suruh mereka tour ke North Korea untuk ngeliat hasil dari komunisme.
Gimana memperjuangkan nasib orang miskin?
Free Market, Economic Expansion and Increased Productivity
Kalo elu kaya, invest in the economy, buka lapangan kerja
Kalo elu pemerintah, encourage kompetisi, pendidikan dan inovasi.
Kalo elu menengah, punya jiwa wiraswasta, berusaha sebaik mungkin supaya perusahaan maju dan berkembang. Berusaha supaya tempat dimana elu bekerja meresap tenaga kerja
Kalo elu menengah kebawah, kerja keras n jangan merengek kaya bayi, berusaha untuk terus maju dan berkembang. Kalo elu maju dan berkembang, bakalan ada orang yang harus dihire untuk ngegantiin posisi elu.
Bukan lewat propaganda dan merusak dan meremehkan hak milik pribadi, membunuh2i orang yang tidak setuju, militerisasi dan perbudakan nasional.
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

3rd July 2008
|
 |
AP - Master
|
|
Join Date: Jan 2008
Location: Indonesia
Posts: 303
|
|
mestinya dicatat: keserakahan dan manipulasi kekuatan itu tak kenal isme bukan? keduanya bisa ada di liberalisme maupun komunisme khan...?)
yang ditakutkan itu mestinya ekstrimisme,.... yang suka mendudukkan diri dalam posisi paling ekstrim, entah itu ekstrim ke kiri, atau ke kanan,....
sosialisme dan komunisme khan perlu ...... begitu pula sebaliknya, liberalisme dan kapitalsime juga perlu ........untuk narik pendulum politik/ekonomi/sosial yang terlalu ke kanan atau ke kiri,....
bukankah negara2 di eropa ajah partai2 sosialis kiri banyak dibiarkan berkembang,... dan merekalah yang menyeimbangkan sistem sosial/politik/ekonomi negara mereka, biar gak tertarik ke sisi ekstrim,.. dan menyadarkan bahwa ada bagian kecil dari semangat dari paham komunisme yang bisa jadi pertimbangan penting: memproteksi mereka yang lemah/powerless/vulnerable dari ancaman mereka yang lebih kuat, manipulatif nan serakah........
__________________
Bla...bla....bla... makes you wa...wa...wa...
Last edited by dwiAgus : 3rd July 2008 at 11:01 PM.
|

4th July 2008
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Quote:
Originally Posted by dwiAgus
mestinya dicatat: keserakahan dan manipulasi kekuatan itu tak kenal isme bukan? keduanya bisa ada di liberalisme maupun komunisme khan...?)
yang ditakutkan itu mestinya ekstrimisme,.... yang suka mendudukkan diri dalam posisi paling ekstrim, entah itu ekstrim ke kiri, atau ke kanan,....
sosialisme dan komunisme khan perlu ...... begitu pula sebaliknya, liberalisme dan kapitalsime juga perlu ........untuk narik pendulum politik/ekonomi/sosial yang terlalu ke kanan atau ke kiri,....
bukankah negara2 di eropa ajah partai2 sosialis kiri banyak dibiarkan berkembang,... dan merekalah yang menyeimbangkan sistem sosial/politik/ekonomi negara mereka, biar gak tertarik ke sisi ekstrim,.. dan menyadarkan bahwa ada bagian kecil dari semangat dari paham komunisme yang bisa jadi pertimbangan penting: memproteksi mereka yang lemah/powerless/vulnerable dari ancaman mereka yang lebih kuat, manipulatif nan serakah........
|
sosialisme lain dari komunisme. Gak perlu panjang2, letak perbedaan utamanya adalah sosialisme tunduk dibawah demokrasi sedangkan komunisme ANTI demokrasi.
Biasanya di Eropa partai sosialis dipilih, then they screwed the budget for 4-5 years, abis itu orang kapok, abis itu 10 tahun kemudian pilih lagi sosialis, again they'll screw the budget (because that's what they do).
Again dengan demokrasi kita bisa tumbangin the idiot at the top and replace them with a newer shinier idiot.
Dibawah komunis dan Politbiro, good luck. Pake kacamata aja dibantai mau ganti pemimpin.
Makanya hati-hati sama orang yang ngakunya pro rakyat tapi merendahkan proses Pemilu dan demokrasi.
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

4th July 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by shengshu
hubungannya cuma kesalahan masalah bahasa aja sih, gue pikir.
|
Bukan sekedar bahasa. Komunalisme berbicara utuh mengenai sosial, sistem masyarakat, pengelompokkan masyarakat, misalnya antara orang yang seiman dengan yang tidak, antara orang satu ras dengan yang tidak. Itu yang terjadi di jemaat mula2 (Kisah Rasul). Orang cenderung bergabung dengan orang yang sejenis. Komunalisme "yahudi-kristen" hampir terjadi sekiranya Paulus saat itu gak turun tangan, sehingga antara "yahudi-kristen" dengan "non-yahudi - kristen" akhirnya bisa bergabung di bawah 1 kelompok.
Komunalisme sampe sekarang masih ada, terutama di negara2 Asia. But one thing for sure, historically komunalisme gak pernah menyentuh politik apalagi jadi ideologi politik, walaupun tendensi komunalisme juga punya efek samping yang gak selalu positif.
Sementara komunisme, udah well explained by Kepik. Teorinya, walaupun berangkat dari kata yang sama, akhirnya punya hasil yang jauh berbeda. Terminologi atau etimologi kosa kata punya banyak sekali contoh tentang ini.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

4th July 2008
|
 |
Indonesia Pasti JAYA!
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,985
| | |