 |
|

31st December 2006
|
 |
peZIaRah ImAn
|
|
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
|
|
Apakah Komunisme Dapat Timbul Lagi Di Indonesia?
APAKAH KOMUNISME DAPAT TIMBUL LAGI DI INDONESIA?
BAGAIMANA PEMECAHANNYA?
Oleh Ki Dyoti
Judul tulisan ini merupakan pertanyaan di banyak kalangan, baik awam,
militer, ilmuwan dlsbg.
Jawabannya dapat YA dan TIDAK !
YA, karena kondisi masyarakat sekarang, yaitu kemelaratan rakyat terjadi dan
sedang terus terjadi proses pemiskinan ditengah kekayaan alam yang melimpah
di Indonesia.
Situasi yang demikian adalah akibat kebijaksaan dan praktek kenegaraan yang
berlaku di semua bidang eksekutif, legislatif dan judikatif.
Keadaan yang demikian merupakan lahan subur untuk kembalinya paham
komunisme/marxisme dalam bentuk PKI atau gerakan-gerakan lain sejenis tapi
bukan komunisme/marxisme. (Namun jangan sampai digebyahuyahkan= generalisasi,
baca seluruh tulisan ini) Jadi jangan juga jika anti kebijaksanaan
pemerintah Amerika Serikat, lalu langsung dicap "komunis/marxis)
Jika kita teliti, maka penyebab pokoknya adalah kapitalisme yang ingin
diberlakukan oleh Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.
Dengan kata lain, paham komunisme/marxisme memperoleh peluang, karena
kebijaksanaan yang tidak mengutamakan kepentingan rakyat banyak.
Pelaksanaan kebijaksanaan di semua bidang yang menciptakan kemelaratan
rakyat inilah yang membuka peluang untuk komunisme/marxisme kembali menjadi
favorit rakyat. Namun jangan sampai semua gerakan rakyat dicap sebagai
"gerakan komunis". Karena memberi label semacam itu, pada hakekatnya
menambah peluang lahirnya kembali komunisme/marxisme di Indonesia.
Jawaban lainnya: TIDAK, jika kemelaratan rakyat itu dikurangi, bahkan
memakmurkan rakyat dalam arti kata yang sebenarnya: rakyat dapat mencukupi
sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan disertai kebebasan beragama
(freedom of religion and freedom of worship) Dalam prakteknya mereka yang
berkuasa di bidang eksekutif, legislatif dan judikatif masih jauh dari yang
ideal yaitu mengutamakan kepentingan rakyat; bukan hanya kepentingan partai
saja, bukan hanya kepentingan golongan tertentu saja, apalagi mendahulukan
kepentingan pribadi.
BAGAIMANA PEMECAHANNYA? ??
Merenung soal "bagaimana pemecahannya" , kita harus mempergunakan tidak hanya
pikiran/perasaan (mind), namun juga memasukkan unsur spirituality (lihat
catatan tentang spiritualty di akhir tulisan ini).
Sesungguhnya kita sudah memiliki dasar yang sangat kuat sebagai
pokok-sikap- bernegara- berbangsa- bermasyarakat nasional dan internasional
yaitu PANCASILA. Kini Pancasila sedang "bobo terlena" karena praktek
bernegara, berbangsa dan bermasyarakat yang berbentuk pragmatisme- tanpa-visi
masa depan ditambah dengan tingkahlaku yang merugikan Negara, bangsa dan
rakyat, terutama korupsi, kkn dan sejenisnya.
Bung Karno sebagai founding father Negara ini (bersana dengan Bung Hatta,
Bung Syahrir, H. Agus Salim dan banyak tokoh masa lalu periode 1928-1950)
yang mengalami penindasan penjajahan, banyak membaca buku dalam berbagai
bahasa, sehingga merumuskannya bersama-sama :Pancasila Pancasila bukanlah
hasil pekerjaan yang main-main atau mudah atau tanpa pendalaman sejarah
dunia dan sejarah Indonesia sendiri. Bung Karno sendiri mengatakan bahwa BK
mengambil hikmah Declaration of Independence dari Amerika Serikat dan
Manifesto Komunis. BK membaca buku-buku tentang berbagai aspek praktek
Negara banyak Negara serta dasar filsafah yang dipergunakan oleh
Negara-negara tsb. Ahkirnya bersama sahabat-sahabat seperjoangan dari segala
golongan menghasilkan rumusan Pancasila'
Perlu diacungi jempol juga untuk presiden Suharto yang ingin Pancasila
dipelihara dan dipergunakan dalam praktek bernegara, berbangsa dan
bermasyarakat, sehingga "overacting" memaksakan Pancasila sebagai dasar
semua partai dan mengadakan indoktrinasi melalui lembaga khusus untuk
menyebarluaskan Pancasila dengan tafsirnya sendiri. Tujuan presiden Suharto
sesungguhnya baik, hanya caranya yang tidak cocok.
Satu hal yang sangat penting untuk diketahui. Selain Pancasila yang
dicetuskan oleh Bung Karno dkk, ada seorang yang tajam sekali (H. Ruslan
Abdulgani) merumuskan Pancasila kedalam ideologi politik yang lebih
terfokus, yaitu bahwa PANCASILA mempraktekkan SOSIALISME RELIGIUS.
Untuk tidak berbelit-belit beda antara Sosialisme Religius dengan Sosialisme
lainnya ( termasuk yang dijadikan periode tertentu sebelum komunisme bisa
terjadi) adalah sbb.:
Paham komunisme/marxisme terdiri dari dua bangunan: bangunan bawah dan
bangunan atas (onderbouw dan bovenbouw). Bangunan bawahnya adalah MATERI dan
bangunan atasnya adalah PIKIRAN/PERASAAN MANUSIA. Sebagai konsekwensi paham
yang demikian Tuhan adalah ciptaan manusia karena keadaan bangunan bawahnya.
Tuhan diciptakan manusia. Oleh karena dalam kemelaratan, perut lapar, tidak
punya tempattinggal yang tetap alias glandangan atau di gubuk-gubuk kumuh,
tidak bisa sekolah, penyakitan, manusia menciptakan "tempat pelarian"
sehingga bangunan atasnya melahirkan Tuhan.
Beda dengan Sosialisme Religius ( yang juga memperjoangkan kemakmuran
rakyat) adalah mengakui Tuhan sebagai Maha Pencipta dan manusia ciptaanNYA.
Inilah hasil para pejoang kita yang banyak pengalaman, banyak membaca dan
cinta bangsa, rakyat dan negaranya.
Seyogyanya generasi muda mendalami buah pikiran Bung Karno dan H.Ruslan
Abdulgani, agar bisa memperoleh visi jauh kedepan sebagai calon pemimpin
yang akan dating. Insya Allah, demikian!!!
Dalam situasi sekarang semua gerakan masyarakat dicap sebagai "gerakan
komunis". Padahal banyak gerakan-gerakan tsb. bukan gerakan komunis, namun
gerakan membela rakyat melarat, dan jika berpegang kepada Pancasila,
gerakan-gerakan itu emngandung unsur religius.
Malahan sesungguhnya yang memberi peluang timbulnya peluang kembali
komunisme/marxisme adalah akibat kebijaksanaan pimpinan Negara ini yang
sangat kurang memperhatikan kepentingan rakyat, hanya terbatas pada ulah
verbal saja dengan kenyataan proses pemelaratan rakyat berjalan terus
menerus dan korupsi kurang giat dan kurang gesit diatasi.
Oleh karena itu, janganlah terlampau cepat menarik kesimpulan, lalu semua
gerakan kerakyatan diberi label "komunis". Ada dua kelompok yang gemar
bahkan sudah menjadi semacam hobi mencap semua gerakan rakyat sebagai
gerakan komunis, yaitu 1. yang mindsetnya sudah mengakar anti-komunisme dan
2. yang mempergunakan issue anti-komunisme untuk menutup-tutupi masalah
korupsi, kkn dan sejenisnya.
Semoga Pancasila kembali menjadi panglima dalam menyusun dan melaksanakan
kebijaksanaan praktek bernegara, berbangsa dan bermasyarakat di tingkat
daerah, nasional dan internasional. Pragmatisme tetap bisa dijalankan,
namun dalam rel visi masa depan yang jauh berdasarkan Pancasila.
Ki Dyoti merenung di 25 Desember 2006
Sumber: Forum Pembaca Kompas
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
(Catatan Pendahuluan L.R. 2)
|

31st December 2006
|
 |
peZIaRah ImAn
|
|
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
|
|
sepertinya bagus kalo komunis dihidupkan lg.. biar tejadi keseimbangan yg memicu terjadinya renasaince di Indonesia  ... rakyat udah lama tertidur.. saatnya dibangunkan kembali... sadarkan bahwa kapitalisme itu racun
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
(Catatan Pendahuluan L.R. 2)
|

31st December 2006
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Pancasila enak sekali gak kena disalahin. Rakyat sengsara selalu disalahin kapitalisme dan Amerika Serikat LoL. Terus selalu dianjurkan untuk tidak punya prasangka/anti komunisme terburu2, tapi belum apa2 sudah anti kapitalisme.
Kapitalisme in some way seperti orang yang sedang main kungfu tingkat tinggi terus ada orang yang coba ikut2in jurus2nya padahal jurus yang dasar aja belum dikuasai yang ada begitu patah tulang dan badan remuk, yang disalahin malah si pemain kungfu yang jurus2nya ditiru . Nah Indonesia persis seperti itu orang.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

31st December 2006
|
 |
peZIaRah ImAn
|
|
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
|
|
hehhee.. Iya nih saya sudah terkena sindrom saling menyalahkan 
Tapi bukankah kapitalisme di Indonesia sudah membuat Indonesia kembali terjajah? Paling parah budaya konsumerisme yan destruktif dan matrealisme yang diekspor dr luar sana... Bahkan sudah masuk dalam kehidupan orang Kristen Indonesia....Makanya org Kristen mana mau ikut disalahkan ikut terlibat dalam proses terciptanya Indonesia seperti sekarang ini???
Pancasila sebagai paham baru (ciri khas Indonesia) sebenarnya bisa menjadi alternatif selain paham kapitalisme dan komunisme.. Tapi meskipun secara filosofis telah tertanam dalam jiwa pemimpin masa lampau namun kenyataannya tidak tertransfer secara utuh bagi generasi berikutnya hingga sekarang.. Jadinya seperti saat ini pemahaman Pancasila yg gado-gado yg mudah sekali di plesetkan
Jadi untuk mempermudah kembali kesadaran untuk memahami Pancasila, kembali hidupkan benturan ideologi  LOL
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
(Catatan Pendahuluan L.R. 2)
|

31st December 2006
|
 |
Banned
|
|
Join Date: Aug 2004
Age: 34
Posts: 1,365
|
|
Kalo negara miskin dan banyak kemelut bisa jadi masuknya komunis. Kalo gak mau masuk paham komunis ya buatlah negara menjadi adil dan makmur, maka komunis dengan sendirinya akan tumbang; seperti di Jerman Timur yang dulunya komunis, setelah makmur maka komunis tumbang dan bergabung kembali menjadi negara Jerman yang masih utuh.
|

1st January 2007
|
 |
AP - Citizen
|
|
Join Date: Dec 2006
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 189
|
|
1. komuniskan bukan atheis
2. komunis benci kapitalisme.... (bukankah kapitalisme tumbuh karena mamon) dan kita tau akar kejahatan adalah cinta uang (kekayaan/mamon)
3. komunis tumbuh di indonesia biarin aja yg penting kita gak ikut.
4. bukankah cita2 komunis mirip dngan cara hidup jemaat pertama.(semua milik mereka milik bersama-> tidak ada kepemilikanpribadi thd alat produksi) tapi bedanya klo Jemaat Yesus karena memandang 1 pusat yaitu Yesus ttp klo komunis andalkan kekuatan manusia
5. yang jelas iman kita tetap ikut Yesus aja aman pasti
|

1st January 2007
|
 |
Banned
|
|
Join Date: Aug 2004
Age: 34
Posts: 1,365
|
|
Komunisme yang ditakutkan karena tidak boleh beragama dengan alasan gak masuk akal kalau lagi miskin ber-Tuhan, dan peraturan2 di negara2 komunis tentu sangat keras dan kebebasan dalam demokrasi boleh dibilang hampir gak ada, pelanggaran undang-undang/ peraturan bisa dihukum berat. Maka orang sering berkesan kalau komunisme =athesime karena tidak boleh beragama. Mana ada komunisme religius, kecuali negara2 Islam? Kalo sosialisme masih lumayan, tidak sekeras atheis, masih boleh berdemokrasi walau terbatas, ada dua paham sosialisme yaitu sosialisme atheis dan sosialisme religius. Sedangkan liberal berarti kebebasan yang sebebas2nya asal tidak melanggar hak dan kebebasan orang lain, jadi bebas untuk mengembangkan kapitalisme seluas2nya dan bersaing dalam era globalisasi sekarang ini. Bisa terkesan di negara2 liberal orang umumnya berpikir lu, lu, gua, gua, EGP, dll dan setiap orang saling bersaing dan berkompetisi untuk memperebutkan sesuatu. Mereka yang lemah/ lamban akan tertinggal kecuali mendapat fasilitas khusus. Di negara2 liberal orang juga bebas mau beragama OK, atheis juga boleh. Sebetulnya Indonesia lebih cocok paham sosialisme religius dengan azas demokrasi Pancasila, belum saatnya mengikuti paham liberal, karena bangsa kita belum maju dan dewasa seperti bangsa2 barat, masih mudah terpengaruh oleh tayangan2 negatif. Jadi sebetulnya bangsa Indonesia masih belum siap mengikuti globalisasi karena ternyata SDM-nya masih jauh dari memadai dan selalu buat reputasi buruk di luar negeri. Itulah sisi bangsa yang harus diperbaiki.
|

3rd January 2007
|
 |
AP - Community Administrator
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 6,743
|
|
Lucunya kan justru konsumerisme itu yang memutar roda ekonomi. Kalo market tidak consume, produsen tidak dapat duit 
Lagian only fools love a communist state. Karena communist state pada dasarnya anti-competitive akhirnya ngga ada pacuan untuk menjadi excellent, akhirnya produktivitas menurun dan pendapatan negara juga menurun.
Temen gua pernah jadi middle manager di communist state. Begitu pindah ke "capitalist" state, giliran dia yang terheran2. Ternyata di capitalist state itu orangnya (untuk level yg sama) jauh lebih pinter, lebih capable, lebih competitive. Sedangkan his job description itu cuma ngecap surat n bikin atasannya happy. Pabrik rugi/produksi menurun dll bukan concern karena yg rugi negara anyway (yg asumsinya punya banyak duit).
Karena produktivitas rendah, negara juga ekonominya rendah jadi gaji pegawai juga jadi rendah. Kalaupun dia jadi rajin n berhasil meningkatkan produksi sekian2 persen, sama juga gajinya juga ga naek2, jadi ngapain abis2in energy, mendingan santai2 maintaining status quo.
Kalo reward mau dibikin based on performance, that goes against the tenet of communism itself. Karena nanti tercipta middle class  and we all know communists hate middle class. Jangan sampe nanti di Indonesia just because elu pake kacamata dianggap kontra-revolusioner n ditembak mati, hahaha
Jangan bandingin china timur yg "communist"nya itu udah dimakan justru sama kapitalisme. Liat china yg bagian tengah/barat yg diabaikan pemerintahnya
Capitalism make the state rich and can make the state afford many things (social service) to the residents. Communism (and hyper socialism) cripples the state and makes it poor.
__________________
No Love Greater Than The Cross
Who can stand as righteous, a sinner saved by grace?
The wrath of God was crucified when Jesus took our place.
The cross, the crown, the blood falling down,
The love that cost a price greater than all we could pay
|

3rd January 2007
|
 |
please stand by me
|
|
Join Date: Jan 2005
Location: Bermuda
Posts: 4,905
|
|
mungkin perlu ditelaah dan dijabarkan dulu, apa itu "komunis" (?) supaya kaum awam yang baca thread ini bisa paham dulu basicnya, sebelum ikut2an mencak kungfu tingkat tinggi...
Indonesia ini terkenal dengan budaya gembar gembor ikut-ikutan.. asal kenceng asal rame-rame, padahal belum tentu seperseratus masyarakat indonesia bener2 mengenal apa itu "komunisme".
__________________
Kau begitu sempurna..
di mataku kau begitu indah..
|

3rd January 2007
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
|
Originally Posted by Albus Dumbledore
mungkin perlu ditelaah dan dijabarkan dulu, apa itu "komunis" (?) supaya kaum awam yang baca thread ini bisa paham dulu basicnya, sebelum ikut2an mencak kungfu tingkat tinggi...
Indonesia ini terkenal dengan budaya gembar gembor ikut-ikutan.. asal kenceng asal rame-rame, padahal belum tentu seperseratus masyarakat indonesia bener2 mengenal apa itu "komunisme".
|
Hahaha, yang pasti memang bukan komunis seperti dalam film G 30 S PKI  Kalo ngebahas basicnya juga bakal panjang (believe me ini thread gue nubuatin bakal jadi salah satu thread paling panjang kalo ngebahas soal apa itu komunis), dari 1 buku aja bisa keluar berbagai penafsiran, apalagi kalo ada banyak orang baca banyak buku tentang komunisme. Tapi sejauh yang gue mengerti komunisme lahir memang karena untuk merobohkan kapitalisme (Karl Marx), berusaha mewujudkan kaum proletar yang harus dominan (sama level sama income) dan mengikis habis kaum borjuis (tanpa melihat apakah si borju itu bisa jadi borju karena dapet warisan, kerja keras, atau dapet gusuran  ).
Indonesia harusnya gak perlu takut untuk anak2 mudanya bedah berbagai macam ajaran, karena pertarungan wacana itu bagus untuk melahirkan kompetisi yang ujung2nya mendorong kapitalisme juga LoL. Sayangnya kemaren soal anak2 muda di Bandung yang ditangkepin cuma gara2 mau diskusi tentang Marxisme malah ditangkep. Padahal gue denger di rumahnya SBY, di rak bukunya ada bukunya Karl Marx juga. Yang di bawah disikat yang di atas dijilat2. Toh juga betapapun sengitnya para mahasiwa (termasuk yang di luar) mengangkat isu marxisme nantinya setelah bekerja malah menikmati konsep kapitalisme secara general.
Memang namanya isme pasti ada side effects. Gak komunisme, gak kapitalisme. Dan pancasilaisme juga. Bedanya komunisme dan kapitalisme dengan pancasilaisme adalah yang kedua pertama sukses dalam implementasi, sementara yang terakhir selalu bilang "bukan seperti ini yang diinginkan founding father" lantas yang mana ? Jangan kaya orang bingung gitu dong, masa isme dibikin trial and error. Anyway, tentu isme yang harus kita pegang adalah isme yang paling sedikit memiliki efek samping.
Soal jemaat mula2 mungkin prinsipnya agak sama dengan komunisme, tapi label yang tepat buat mereka adalah komunalisme, bukan komunisme. Perbedaan yang paling mencolok adalah adanya cerita2 dalam alkitab tentang jemaat2 yang memang kaya dan it's OK, kebayang gak kalo para jemaat borju tersebut hidup dalam sistem komunisme.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Last edited by PlainBread : 3rd January 2007 at 03:31 AM.
|

3rd January 2007
|
|
AP - Citizen
|
|
Join Date: Dec 2006
Posts: 164
|
|
Indonesia mayoritas Islam dan dalam konteks Islam tidak pernah ada komunisme
|

28th June 2008
|
 |
peZIaRah ImAn
|
|
Join Date: Dec 2004
Posts: 1,603
|
|
Di thread sebelah seringkali disinggung-singgung tentang Komunisme... Jadi tertarik nih ngangkat thread ini lagi... Emangnya ada apa sih dengan komunisme? Kayaknya ada yg ketakutan nih dengan komunisme? Siapa yah 
__________________
"Bukan berlimpahnya pengetahuan,
melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenaran,
itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
(Catatan Pendahuluan L.R. 2)
|

28th June 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by tnt-here
Di thread sebelah seringkali disinggung-singgung tentang Komunisme... Jadi tertarik nih ngangkat thread ini lagi... Emangnya ada apa sih dengan komunisme? Kayaknya ada yg ketakutan nih dengan komunisme? Siapa yah 
|
Atau mungkin yang gak ketakutan dengan komunisme sebenarnya cuma tau komunisme dari [buku2 / email2 / pidato2] propaganda2 politik, gak sempet nyicipin bener2 sistem komunisme. Hehehe.
Semoga kapitalisme dan konsumerisme bisa berkurang drastis dari bumi Indonesia, supaya pihak kiri dan pihak kanan gak punya 'musuh bersama' lagi, akhirnya gontok2an face to face.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
|

28th June 2008
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,094
|
|
Komunisme tidak punya "tangkringan" lagi di planet ini. Tidak perlu ditakutkan.
Dulu tangkringannya ada dua, versi Sovyet dan versi Cina. Berkat Glasnost, komunisme Sovyet sudah tinggal serpihan dan tidak mungkin bangkit lagi. Iklimnya sudah tidak kondusif untuk komunisme bangkit.
Versi Cina, komunismenya juga tinggal sebagai alasan praktis saja. Dan sudah diberlakukan negara dengan dua sistem. Itu artinya internasionalisme yang merupakan obsesi komunisme tidak akan pernah tercapai selamanya. Idealisme sudah luntur tersisa hanya sebagai ideologi saja.
Tinggal yang kecil kecil dan tidak punya target internasionalisme seperti Korea, Cuba, Vietnam.
Boleh dibilang tidak ada kemungkinan lagi komunisme bangkit dari kubur di negeri Indonesia ini.
Sekali lagi, iklim tidak lagi kondusif.
Yang bisa menggantikan adalah idealismenya, seperti sosialisme. Itu kita semua perlu pertahankan. Ambil positifnya dan buang ekses2nya. Persis seperti kita lakukan pada Liberalisme. Ambil baiknya saja.
Mestinya sekarang, segala macam gereja, segala macam masjid dan segala macam kelenteng boleh dibangun tanpa takut dibongkar karena tidak ada ketakutan terhadap komunisme. Nyatanya?...
Ketakutan malah datang dari arah kanan, bukan kiri.
__________________
Truth is a pathless land
|

28th June 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: Apr 2008
Location: Indonesia
Posts: 1,093
|
|
(ask) apakah sosialisme dan komunisme itu sama???
mengapa kedua hal tsb sering bersinggungan dan nampak sulit untuk dibedakan??
|

29th June 2008
|
 |
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
|
|
Join Date: May 2008
Location: Indonesia
Posts: 2,115
|
|
Paham "sama-rata-sama-rasa" nya yang tolol itu masih kadang terngiang(ala romantisme konyol "aksi" jalanan): tolak asing, beri "kuasa" ke rakyat, "kuasai" pemerintahan.
Sekali-sekali, jalan dan tinggal deh di communist state/ country barang 2-3 bulan, baru ngomongin soal "sama-rata-sama-rasa" ala komunis.

|

29th June 2008
|
 |
AP - Grand Master
|
|
Join Date: Nov 2007
Age: 27
Posts: 430
|
|
Quote:
Originally Posted by PlainBread
Semoga kapitalisme dan konsumerisme bisa berkurang drastis dari bumi Indonesia, supaya pihak kiri dan pihak kanan gak punya 'musuh bersama' lagi, akhirnya gontok2an face to face.
|
Amin, Amiiiinn... (bukan sedang memanggil Rais)
|

29th June 2008
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,184
|
|
Quote:
Originally Posted by boro-boro
(ask) apakah sosialisme dan komunisme itu sama???
mengapa kedua hal tsb sering bersinggungan dan nampak sulit untuk dibedakan??
|
Political Science 101, semoga gue masih inget  Cmiiw:
Karena memang sulit dibedakan
Komunisme dan sosialisme berasal dari orang yang sama, yaitu Marx dan Engels.
Trus bedanya di mana? Secara teori, komunisme lebih cenderung ke ideologi politik, sementara sosialisme lebih bicara soal ekonomi.
Tapi intinya sama yaitu soal cara produksi dan distribusi barang yang melibatkan semua orang dan -idealnya- akan menguntungkan semua orang orang daripada cuma segelintir. Kata Marx, demokrasi itu awal dari sosialisme, dan sosialisme adalah stepping stone (batu loncatan) ke komunisme. Akhirnya orang sering pake kata "komunisme" dan "socialisme" bergantian / interchangeably. Itu kalo mau ngomongin secara sederhana. Dari sejarahnya, socialism and communism juga rumit, sampe melahirkan sosdem (social democrats), atau Leninism, Stalinism, yang akhirnya jauh berbeda dari konsep Marxism. Belum lagi bicara soal "Keynes" yang dipake FDR waktu ngadepin Great Desperation tahun 1920-an yang katanya so anti-capitalism
Itu teorinya. Prakteknya malah kacau. Seperti kata Kepik (#8), akhirnya komunisme / socialisme malah melahirkan sistem yang anti kompetisi. Buat gue sendiri socialisme bagus ketika berbicara soal hak bukan kewajiban. Ambil yang bagusnya aja seperti kata Ferrywar (#14). Sistem welfare, pengaman sosial (social security) dan universal health care yang sudah dan akan dianut amrik sebenarnya in a way diinspired dari socialism. Sementara kapitalism bagus ketika bicara soal kewajiban, you got what you earn, then your earning will be taxed. Dan kapitalisme juga melahirkan bentuk pemerintahan yang kecil (less people involved)- konservatif / republican hold this principle sementara socialism melahirkan bentuk pemerintahan yang besar yang otomatis cost much more money.
Bicara soal terminologi, yang aneh di Indonesia banyak orang menganggap bahwa Kapitalisme = Liberalisme. Padahal liberalisme yang dianut para progressive amrik (baca: socialists) itu berakar dari sosialisme. Sementara kapitalisme yang kata mereka berasal dari Amerika justru didukung oleh kaum konservatif di Amerika, bukan kaum sosialist Amrik.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
Last edited by PlainBread : 29th June 2008 at 05:07 AM.
|

29th June 2008
|
 |
w a l k e r
|
|
Join Date: Dec 2004
Location: Indonesia
Posts: 4,094
|
|
ekses
Quote:
Originally Posted by boro-boro
(ask) apakah sosialisme dan komunisme itu sama???
mengapa kedua hal tsb sering bersinggungan dan nampak sulit untuk dibedakan??
|
Boro, [b]komunisme itu adalah ekses dari sosialisme/B], begitu menurut orang di negara liberal.
Tapi bagi orang di negara sosialis, sama saja, ia menilai kapitalisme adalah ekses dari liberalisme.
Bermula adalah idealisme, entah liberalisme ataupun sosialisme. Sebagai idea, keduanya sama bagusnya.
Ketika akan bersentuhan dengan realitas, sebagai idea perlu lebih membumi dengan merumuskannya secara lebih praktis dan bisa operasional.
Yang sosialis terperosok kedalam komunisme, yang liberal terperosok kepada kapitalisme yang mana kedua duanya sekarang kelihatan buruknya.
Bermula ada idealisme yang bagus bagus --termasuk idealisme kristen yang ngomong banyak tentang Kasih dsb.
Tapi ketika bersentuhan dengan realitas belum tentu kelihatan sebagus idea tadi.
Contoh terdekat jangan orang lainlah --saya sendiri saja. Di sini ngomong tentang Kasih. Tapi tadi pagi ada anak pemulung minta minta didepan rumah dengan cara berpura pura bisu supaya dikasihani. Saya tahu ia pura pura bisu karena dari jauh ia terlihat ngobrol biasa dengan temannya, tapi setelah didepan rumah saya ia bersuara ha-hu-ha-hu berlagak bisu. Karena menilai tidak jujur saya langsung menolak memberi sambil merasa "lebih cerdas dan tidak tertipu".
Tapi setelah momen itu berlalu, saya menilai diri telah melakukan kekeliruan.
Mestinya lebih mendahulukan rasa kasih terhadap sesama daripada arogansi karena merasa lebih cerdas daripada anak pemulung.
Ketika bertemu realitas, idealisme kadang kadang hanya berhenti di tingkat idea. Lalu kita sudah bangga dan merasa sudah sampai.
__________________
Truth is a pathless land
| |