Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Renungan Harian
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #21 (permalink)  
Old 25th February 2005
~ p ~'s Avatar
**Finding Hope**
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 5,011
~ p ~ is on a distinguished road~ p ~ is on a distinguished road
Default

Jangan Kirimi Aku Bunga
Oleh: Tidak Diketahui

Aku mendapat bunga hari ini.
Meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
Dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
Padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa... inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini...





Bagi wanita: Sebaiknya jangan berpangku sepenuhnya pada laki-laki tanpa memiliki keterampilan apa-apa.
Bagi laki-laki: Janganlah menganiaya wanita.
Reply With Quote
  #22 (permalink)  
Old 25th February 2005
~ p ~'s Avatar
**Finding Hope**
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 5,011
~ p ~ is on a distinguished road~ p ~ is on a distinguished road
Default Istri Yang Bijak

Oleh: Tidak Diketahui

Diceritakan bahwa Putri Qara adalah istri saudagar kaya Amenhotep, berasal dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan berbudi pekerti yang baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih miskin dibanding dg suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak selayaknya.

Suatu hari ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada seorang nelayan yang miskin dan istrinya. Nelayan tersebut sangat miskin dan bahkan untuk membeli jala yang baru untuk mengganti jalanya yg robek pun ia tidak mampu.

Istri nelayan tersebut adalah orang yang pemboros, malas dan suka berjudi, seluruh penghasilan suaminya digunakannya untuk berfoya-foya.
Melihat kenyataan seperti itu, Putri Qara berkata kepada suaminya, bahwa seharusnya istri nelayan tersebut membantu memperbaiki jala suaminya.
Amenhotep, menentang pendapat istrinya, mereka berdebat, sehingga Amenhotep marah dan kemudian memanggil nelayan miskin tersebut. Amenhotep menukarkan Putri Qara dengan istri nelayan tersebut. Putri Qara sedih karena terhina, suaminya memperlakukan seolah-olah dia adalah barang yang bisa dipertukarkan semaunya. Sang nelayan tertegun dan tidak berani membantah, karena Amenhotep terkenal kejam dan sadis karena kekayaannya.

Putri Qara rajin membantu suaminya yang baru dalam bekerja. Karena kepandaian dan kebijaksanaan Putri Qara, lambat laun sang nelayan menjadi kaya.

Suatu ketika ada seorang tua dengan baju compang-camping dan tidak terurus datang ke rumah Putri Qara, pelayan dirumah tersebut mengenalinya sebagai Amenhotep. Amenhotep kemudian melepas terompahnya dan meletakkan di meja kecil di sudut rumah Putri Qara. Oleh pelayan, terompah tersebut diberikan pada Putri Qara dan menceritakan kondisi pemiliknya, sang putri mengenali terompah tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk memberikan pada Amenhotep baju baru, terompah baru dan 3 keping uang emas ditambah pesan : aku tidak diwarisi kekayaan tetapi budi pekerti, kebijaksanaan dan kemauan untuk bekerja.

Amenhotep menerima pemberian itu dengan penyesalan akan tindakannya di masa lalu, karena egonya dia menukar istrinya yang baik dan bijaksana dengan seorang wanita yang hanya bisa menghamburkan harta suaminya.


Cerita tersebut sederhana, tapi menyentuh karena ternyata begitu besar pengaruh seorang istri untuk suaminya.
Oleh karenanya, hai wanita dampingi dan dukunglah pria dengan bijaksana, dan hai pria perlakukanlah wanita dengan penuh kasih, karena pada setiap pria yang sukses pasti terdapat seorang wanita yang mendukungnya dengan bijaksana.



Kata-kata emas Salomo:
Isteri yang bijak dan cakap siapakah yang punya ?
Dia lebih daripada emas permata.
Hai suami kasihilah isterimu, karena dia teman pewaris tahta kasih karunia.
Supaya doamu tidak terhalang.
Suami adalah kepala atau imam dari isteri.
Yesus adalah kepala atau imam dari suami
.
Reply With Quote
  #23 (permalink)  
Old 14th July 2005
GreAt_NoeL's Avatar
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Apr 2005
Age: 20
Posts: 84
GreAt_NoeL is an unknown quantity at this pointGreAt_NoeL is an unknown quantity at this point
Send a message via Yahoo to GreAt_NoeL
Default

istriku besok kaya putri QaRa ga ya9h..
Reply With Quote
  #24 (permalink)  
Old 12th August 2005
~ p ~'s Avatar
**Finding Hope**
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 5,011
~ p ~ is on a distinguished road~ p ~ is on a distinguished road
Default

CINTA YANG TULUS

Alkisah terjadi sebuah perkenalan dari sebuah telepon yang salah sambung antara Paul dan Angel...hingga tanpa disadari mereka begitu dekat dan saling bertukar pikiran melalui sebuah surat yang dikirim setiap minggunya.
perlu diketahui bahwa angel tinggal di daerah California begitu juga dengan Paul, hanya saja angel dari 2 tahun terakhir sampai 4 tahun kedepan harus menetap di Meksiko...

Sampai saat itu kurang lebih sudah 2 taun mereka saling berbagi,,sampai-sampai mereka merasa cocok ntuk saling berbagi kearah yang lebih serius Rasa sabar yang dimiliki Paul makin lama makin menipis karena rasa penasaran untuk melihat tambatan hatinya''karena sampai saat ini mereka belum tahu wajah mereka masing-masing,,
Paul pernah mau mengirimkan foto tertampannya pada Angel,,namun tanpa mengemukakan alasan Angel menolaknya, dan sebaliknya Angel pun tidak mau mengirimkan foto dirinya ke Paul,,

Sampai suatu saat Paul memintanya dengan sedikit memohon pada Angel agar dia mau mengirimkan sebuah foto pada Paul,,, Tapi seperti sebelumnya Angel menolaknya saperti terkutip " Maaf Paul, bukannya saya tidak mau memberikan foto saya pada kamu, karena menurut saya dengan cara inilah kita bisa
berhubungan dengan baik sampai 2 tahun mendatang saat kita pulang, karena menurut saya apabila saya memberikan foto saya,,dan setelah kamu lihat kamu menyukai saya maka kamu akan melanjutkan hubungan kita karena saya cantik,,,namun apabila setelah melihat foto saya wajah saya terlalu buruk buat kamu,,maka kamu akan tetap berhubungan karena kamu kasihan kepada saya sampai suatu saat kamu akan menghilang dengan sendirinya,,,"
" bersabarlah Paul kalau kamu masih ingin menemui saya,,,tunggulah saya 2 tahun tepat dari sekarang di Stasiun kereta pukul 4 sore, karena untuk 2 tahun mendatang saya akan tugas di pedalaman yang tidak ada jalur komunikasi"

itulah kata terakhir dalam surat terakhir yang diterima Paul dari Angel Dengan sabar dan teguh Paul menunggu hari demi hari bahkan dalam hatinya sudah tertanam perasaan cinta terhadap Angel
sampai ia sempat berfikir bagaimanapun buruknya wajah Angel, ia akan tetap menyuntingnya

hingga saatnya tiba,,pagi itu tepat tanggal 4 Oktober 2000 Paul sudah menunggu di Stasiun dari pukul 10 pagi,,,dia ingat bahwa Angel pernah mengatakan ia akan mengaitkan mawar merah di kerah bajunya untuk dapat mengenalnya.... sampai akhirnya ketika waktu menunjukan pukul 4.15 sore kereta dari Meksiko telah tiba,,,Paul pun bergegas ke arah kereta sambil membawa setangkai mawar merah juga sepertyi yang diminta Angel sebelumnya,,,,

satu demi satu penumpang turun sampai ada seorang gadis nan jelita turun dengan memakai gaun berwarna merah sampai-sampai Paul merasa terkagum kagum namun sayang wanita itu tidak mengenakan mawar dikerah bajunya dan benar memang, gadis itu memang berjalan ka arah lain dan itu memang bukan Angel.

belum sempat hilang bayangan gadis itu tiba-tiba Paul tersentak ketika dari kejauhan ada seorang wanita yang memakai gaun warna merah dengan mawar merah dibajunya lagi,,,namun wanita itu agak sedikit tua dibanding Paul, diperkirakan usianya sekitar 45 tahun dengan postur tubuh yang (maaf) kurang begitu proporsional dibanding yang dibayangkan.

dengan sedikit ragu Paul menghampirinya dan setelah yakin menurutnya wanita itu adalah Angel Paul mendekatinya dan menyapanya

" Hai Angel ?!?!?! saya Paul seperti yang anda minta sebelumnya saya datang menjemput anda dengan bunga mawar tercantik untuk anda..."

wanita itu sangat terpesona dengan ketampanan dan pesona dari Paul hingga matanya berkaca-kaca..dan belum sempat wanita itu berbicara, Paul langsung memeluk wanita itu dengan erat sambil berkata bahwa hari itu adalah hari yang paling membahagiakan dan ditunggu-tunggu oleh Paul. ternyata Paul memang tulus mencintai Angel dan tak peduli seperti apa itu Angel Setelah Paul tenang dan melepaskan dekapannya, Paul mengajaknya untuk makan malam berdua di sebuah restoran termewah di kota itu.

Mendengar permintaannya itu wanita itu terharu tetapi dia menolaknya " Maaf, kalau benar anda Paul, saya tidak dapat memenuhi permintaan anda karena saya berada disini karena disuruh untuk memakai bunga ini oleh seorang wanita dan dia berkata apabila anda mengajak saya makan malam maka saya diminta untuk memberitahukan pada anda bahwa orang yang anda tunggu adalah dia dan sekarang dia sedang menunggu anda di lobi depan dan sekarangpun sedang memperhatikan anda dari belakang"

Paul nampak terkejut dan dia lalu perlahan menoleh ke belakang dan alangkah lebih terkejutnya Paul ketika yang dilihatnya adalah gadis cantik yang tadi lah yang sedang memperhatikannya. dan benar memang dia adalah Angel dan sesaat kemudian Angel menghampiri Paul dan membalas apa yang dilakukan Paul kepada wanita tadi dengan hal yang serupa.
Reply With Quote
  #25 (permalink)  
Old 5th September 2005
Jody's Avatar
AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days
 
Join Date: Oct 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,065
Jody is on a distinguished roadJody is on a distinguished road
Default

Angin apa ya yang menerpa shikin ... tumben postingannya berubah menjadi postingan management kalbu
Reply With Quote
  #26 (permalink)  
Old 7th October 2005
~ p ~'s Avatar
**Finding Hope**
 
Join Date: Jun 2004
Posts: 5,011
~ p ~ is on a distinguished road~ p ~ is on a distinguished road
Default

Anak Cacat
Oleh: Mang Ucup


"Huuu....uuura!" Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah ber-tahun2 menghilang. Apalagi ia adalah anak satu2nya. Maklumlah anak tsb pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 th yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tsb. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tsb. Dalam telegram tsb tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.

Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan2 bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.

Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.
Si Anak: "Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?"
Ibu: "Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan2 bawalah!"
Si Anak: "Tetapi kawan saya adalah seorang cacad, karena korban perang di Vietnam?"
Ibu: "......oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacad? " - nada suaranya sudah agak menurun
Si Anak: "Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!"
Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: "Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah?"
Si Anak: "...tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!"
Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: "Na...ak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya!"
Si Anak: "...tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!"

Si Ibu: "Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang2 penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan2 nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti."
Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.
Orang tua dari kedua anak tsb maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tsb tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka.

Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tsb adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!


Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tsb kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan
....... dengan orang cacad?
........yang bukan karena cacad tubuh saja?
....... tetapi cacad mental atau
........cacad status atau cacad nama atau
........cacad latar belakang kehidupannya?
Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang
.......yang jatuh miskin?
...... yang kena penyakit AIDS?
.......yang bekas pelacur?
.......yang tidak punya rumah lagi?
.......yang pemabuk?
.......yang pencandu?
.......yang berlainan agama?
__________________
I just need clothes to cover my body......!!!!!
Reply With Quote
  #27 (permalink)  
Old 12th October 2005
mikey's Avatar
Juventini
 
Join Date: Jul 2005
Location: Indonesia
Age: 28
Posts: 7,720
mikey is just really nicemikey is just really nicemikey is just really nicemikey is just really nice
Smile Kenapa musti ke gereja?

Gua ikutan ya.. hehehe

3 cerita yg bagus utk mempertebal iman.
God bless you!

Cerita 1

Seorang Katolik menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan
mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja
setiap minggu.
Tulisnya, "saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu
saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa
mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan
begitu banyak waktu - demikian pun para pastor itu telah memboroskan
waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.
Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada
seseorang yang menulis
demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya
telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa
mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi
saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang
saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan
makanan itu kepada saya,maka saya sudah lama meninggal."

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.

Cerita 2

Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah.
Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat cerdas dan sering
menggoda nenek mereka.
Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek
masih pergi ke gereja pada hari minggu?"
"Tentu!"
"Apa yang nenek peroleh dari gereja?
Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?"
"Tidak, nenek sudah lupa.
Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."
"Lalu apa khotbah dari pastor?"
"Nenek tidak ingat.
Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah.
Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi
kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."
Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak
mendapatkan sesuatu dariNya?"
Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung.
Dan anak-anak lain tampak menjadi malu.
Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua
duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."

Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya
kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan
air, lalu bawa kemari!"
"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu?
Air didalam tas rajutan....!
"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.
"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan.
Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."

Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas
yang bertetes-teskan ..
"Lihat,nek," katanya. "Tidak ada air di dalamnya."
"Benar," katanya.
"Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang.
Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang
baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."

Cerita 3

KISAH NATAL

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah
takhayul belaka.
Dia bukanlah orang yang kikir.
Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan
bersih kelakuannya terhadap orang lain.
Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap
gereja di hari Natal.
Dia sunguh-sungguh tidak percaya.
"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria
itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.
"Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia.
Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "

Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian
tengah malam di gereja.
Pria itu menolak untuk menemani mereka.
"Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya.
"Saya lebih baik tinggal di rumah.
Saya akan menunggumu sampai pulang."

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun.
Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu
berjatuhan.
Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat
kabar.
Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan.
Bunyi itu terulang tiga kali.
Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah
jendela rumahnya.
Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan
sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin.
Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela
ketika hendak mencari tempat berteduh.

Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir
pria itu.
Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?
Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya.
Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat.
Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda
tersebut.
Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi
burung-burung itu tidak masuk ke dalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya.
Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan
menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang.
Tapi ia sungguh terkejut.
Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus
melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi
justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi
kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata
pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara
lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya.
Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit,
mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman."

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi.
Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi
lonceng itu menyambut Natal yang indah.
Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya
mengerti,"
bisiknya dengan terisak.
"Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."

Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi ke gereja dan
merasa tak ada gunanya, semoga cerita2 di atas ini bisa lebih meneguhkan
kita akan pentingnya ke gereja.
__________________
"My greatest enemy is not other people, not even the devil, but my own mind."

Last edited by mikey : 12th October 2005 at 12:43 PM.
Reply With Quote
  #28 (permalink)  
Old 12th October 2005
73545jc's Avatar
AP - Senior Member
 
Join Date: Jul 2005
Age: 21
Posts: 60
73545jc is an unknown quantity at this point73545jc is an unknown quantity at this point
Default

Cerita Peter & Tina nya bagus banget.KEREN!!!
Reply With Quote
  #29 (permalink)  
Old 18th October 2005
73545jc's Avatar
AP - Senior Member
 
Join Date: Jul 2005
Age: 21
Posts: 60
73545jc is an unknown quantity at this point73545jc is an unknown quantity at this point
Default

ceritanya banyak banget tapi bagus-bagus kok
Reply With Quote
  #30 (permalink)  
Old 18th October 2005
june's Avatar
AP - Grand Master
 
Join Date: May 2005
Age: 25
Posts: 331
june is an unknown quantity at this pointjune is an unknown quantity at this point
Send a message via Yahoo to june
Default

Quote:
Originally Posted by Sue
Hanya Sedetik
Oleh: Tidak Diketahui
Penterjemah: Hilmy


Beberapa hari yang lalu aku menerima telepon dari salah seorang teman kuliahku yang sudah lama sekali tidak pernah terdengar kabarnya. Pembicaraan yang semula mengenai kegembiraan masa lalu dan acara wisuda yang baru saja ia lalui berubah menjadi pembicaraan yang sangat menyentuh hati ketika ia bercerita mengenai ayahnya.

Kesehatan ayahnya yang memburuk akhir-akhir ini membuat ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Karena penyakit yang dideritanya, ayahnya menjadi susah tidur dan sering berceloteh sendiri. Temanku yang sudah beberapa hari terakhir tidak pernah tidur karena menjaga ayahnya menjadi jengkel dan berkata dengan ketus pada ayahnya supaya ayahnya diam dan tidur dengan tenang. Ayahnya menjawab bahwa ia juga sebenarnya ingin beristirahat karena ia sudah lelah sekali, dan jika temanku itu keberatan menemani dirinya, biarlah ia sendiri menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah berkata demikian, ayahnya menjadi tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di ICU (intensive care unit). Temanku begitu menyesal atas kata-kata yang tidak selayaknya keluar dari mulut seorang anak kepada ayahnya sendiri.

Temanku yang aku kenal sebagai orang yang tegar, menangis tersedu-sedu di ujung pesawat teleponku. Ia berkata bahwa mulai saat itu, setiap hari ia berdoa agar ayahnya sadar kembali. Apapun yang ayahnya akan katakan dan perbuat pada dirinya akan diterima dengan senang hati. Ia hanya berharap pada Tuhan agar diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya yang lalu, yang mungkin akan disesali seumur hidupnya.......

Sering kali kita mengeluh ketika menemani atau menjaga orang tua kita hanya dalam hitungan tahun, bulan, hari, jam, bahkan dalam hitungan menit. Tapi pernahkah kita pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan menjaga kita seumur hidup kita dan seumur hidup mereka. Sejak lahir hingga dewasa, bahkan hingga tiba saatnya ajal menjemput, mereka selalu menyertai kita. Ketika pada akhirnya mereka menghadap Sang Kuasa pun, seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu menyertai selama hidup kita.

Bayangkan betapa hancur hati kedua orang tua kita oleh (hanya) sepatah kata yang singkat, "tidak", yang keluar dari mulut kita ketika mereka berusaha merengkuh kita dalam pelukan kasih sayang sejati, yang justru sering kita lihat sebagai sesuatu yang mengekang dan menahan kita untuk terbang bebas di angkasa.

Entah kata apa lagi yang paling tepat untuk menggantikan kata "tangis" bila tiada lagi air mata yang keluar dari kedua mata mereka, karena telah habis digunakan untuk menyirami hari-hari dalam kehidupan kita agar terus tumbuh dan menghasilkan bunga dan buah yang menyemarakan hari-hari kelam dalam roda kehidupan yang terus berputar.

Kita dapat mulai berjanji pada diri masing-masing bahwa sejak saat ini tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika menemani dan menjaga kedua orang tua kita. Tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika merasa meraka terlalu memperlakukan kita seperti anak kecil. Percayalah, di luar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita yang mempunyai orang tua, yang merindukan hal-hal yang kita keluhkan, tetapi tidak pernah mereka dapatkan.

Sebenarnya, hanya sedetik waktu yang dibutuhkan untuk merenung dan menyalakan lentera yang akan membimbing kita ke tempat di mana kedamaian terpendam. Sekarang tinggal tergantung dari diri kita sendiri, maukah kita meluangkan waktu yang sangat singkat itu namun besar artinya untuk sepanjang perjalanan hidup kita.


wah....hiks..hiks...jadi terharu euy...pengen nangis...

bagus euy ceritanya sue...banyak banget yang didapet dari cerita ini..

thanks sue...
Reply With Quote
  #31 (permalink)  
Old 21st October 2005
cutiezz's Avatar
AP - Citizen
 
Join Date: Sep 2005
Age: 27
Posts: 142
cutiezz is an unknown quantity at this pointcutiezz is an unknown quantity at this point
Send a message via Yahoo to cutiezz
Default boneka

* jangan pernah mencintai karena uang. Anda tak
tahu kapan hari

terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan
anda.



*Catatan: ini adalah kisah nyata



* Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke
supermarket untuk

membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan
untuk dibeli. Ketika

melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini
akan makan waktu

selamanya, sedang masih banyak tempat yang
harus kutuju" "Natal benar2

semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun.
Kuharap aku bisa berbaring,

tidur, dan hanya terjaga setelahnya" Walau
demikian, aku tetap berjalan

menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai
mengutuki harga-harga,

berpikir apakah sesudahnya semua anak akan
sungguh-sungguh bermain

dengan mainan yang mahal.



* Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang
anak laki2 berusia

sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus
membelai rambut boneka

itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya
untuk siapa boneka

itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di

dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak
punya cukup uang?'

Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau
tidak punya cukup uang

untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian
Perempuan itu meminta anak

itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara
ia berkeliling ke tempat

lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak
laki2 itu masih

menggenggam boneka itu di tangannya.



* Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya
kepada siapa dia ingin

memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka yang
paling disayangi adik

perempuanku dan dia sangat menginginkannya
pada Natal ini. Ia yakin

Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya'
Aku menjawab mungkin

Santa Claus akan membawa boneka untuk
adiknya, dan supaya ia jangan

khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan
sedih 'Tidak, Santa Claus

tidak dapat membawa boneka ini ke tempat
dimana adikku berada saat ini.

Aku harus memberikan boneka ini kepada mama
sehingga mama dapat

memberikan kepadanya ketika mama sampai di
sana.' Mata anak laki2 itu

begitu sedih ketika mengatakan ini 'Adikku sudah
pergi kepada Tuhan.

Papa berkata bahwa mama juga segera pergi
menghadap Tuhan, maka kukira

mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan
kepada adikku.' Jantungku

seakan terhenti.



* Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Aku
minta papa untuk

memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku
meminta papa untuk menunggu

hingga aku pulang dari supermarket.' Kemudian ia
menunjukkan fotonya

yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Aku
juga ingin mama membawa

foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta
mama dan kuharap ia tidak

meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus
pergi bersama adikku.'

Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka
itu dengan diam.



* Aku meraih dompetku dengan cepat dan
mengambil beberapa catatan dan

berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika kita
periksa lagi, kalau2

uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap punyaku
cukup.' Kutambahkan

uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami
mulai menghitung. Ternyata

cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu
berseru: 'Terima Kasih

Tuhan karena memberiku cukup uang' Kemudian
ia memandangku dan

menambahkan: 'Kemarin sebelum tidur aku
memohon kepada Tuhan untuk

memastikan bahwa aku memiliki cukup uang
untuk membeli boneka ini

sehingga mama bisa memberikannya kepada
adikku. DIA mendengarkan aku.

Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli
mawar putih buat mama, tapi

aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada
Tuhan. Tapi DIA

memberiku cukup untuk membeli boneka dan
mawar putih.' 'Kau tahu,

mamaku suka mawar putih'



* Beberapa menit kemudian, neneknya kembali
dan aku berlalu dengan

keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana
hati yang sepenuhnya

berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat
menghapus anak itu dari

pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran
lokal 2 hari yang lalu,

yang menyatakan seorang pria mengendarai truk
dalam kondisi mabuk dan

menghantam sebuah mobil yang berisi seorang
wanita muda dan seorang

gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika,
dan ibunya dalam

kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan
apakah harus mencabut alat

penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan
mampu keluar dari

kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak
laki2 ini?



* 2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu,
kubaca di koran

bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak
dapat menghentikan

diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan
kemudian pergi ke rumah

duka tempat jenasah dari wanita muda itu
diperlihatkan kepada orang2

untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum
penguburan. Wanita itu

di sana, dalam peti matinya, menggenggam
setangkai mawar putih yang

cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu
ditempatkan di atas

dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan
menangis, merasa hidupku telah

berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki2
itu kepada ibu dan

adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk
dibayangkan. Dalam sekejap

mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya
dari anak itu.
Reply With Quote
  #32 (permalink)  
Old 15th February 2006
Xena's Avatar
Stay blessed!
 
Join Date: Oct 2005
Age: 25
Posts: 6,667
Xena is a jewel in the roughXena is a jewel in the roughXena is a jewel in the roughXena is a jewel in the rough
Send a message via Yahoo to Xena
Default

sue, dede manis mu numpang cerita yah... makasih kak sue...


Balasan sebuah Kebaikan

Dia hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri di pinggir jalan itu, tetapi dalam pemandangan berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobilnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.



(Erabaru.or.id) - Walaupun dengan wajah tersenyum, wanita tua itu tetap merasa gelisah, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya. Ia agak khawatir, apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya? Apalagi penampilan lelaki tersebut tidak terlalu meyakinkan.

Sepertinya lelaki itu mengetahui apa yang dipikirkan wanita tua, ia dapat merasakan ketakutannya, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin. Lelaki itu berkata, "Saya kemari untuk membantu Anda nyonya, kenapa Anda tidak menunggu di dalam mobil. Bukankah di sana lebih hangat? Oh ya, nama saya Bryan!"

Yah memang dia sudah terlalu lelah apalagi untuk wanita setua dirinya, hal ini benar-benar terasa berat. Ia pun mengikuti saran Bryan, masuk ke dalam mobil agar tidak kedinginan.

Bryan masuk ke dalam kolong mobil wanita tua itu untuk memperbaiki bagian yang rusak. Akhirnya ia berhasil memperbaikinya, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah. Wanita tua itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari St. Louis dan kebetulan lewat jalan ini. Namun entah kenapa, mobil itu mogok di jalan. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita tua itu berkata, "Berapa yang harus saya bayar? Berapapun jumlahnya yang Anda minta tidak menjadi masalah, karena saya membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak menolong saya."

Bryan hanya tersenyum. Ia tidak menjawab, berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan tanpa suatu imbalan, suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatannya.

Ia berkata kepada wanita tua itu, "Bila nyonya benar-benar ingin membalas jasa saya, suatu saat nanti apabila nyonya melihat orang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut... dan ingatlah pada saya." Bryan menunggu sampai wanita tua itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita tua itu melihat sebuah kafe kecil, lalu ia mampir ke sana untuk makan dan beristirahat sebentar. Seorang pelayan wanita datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita tua itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan.

Setelah wanita tua itu selesai makan dan sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita tua itu pergi keluar secara diam-diam. Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung ke mana wanita tua itu pergi, ia hanya menemukan secarik kertas di atas meja dan uang sebesar US$ 1.000.
Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita tua itu: "Kamu tidak berutang apa pun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan: 'Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang'."

Setelah pulang ke rumah, pelayan yang sedang hamil itu berpikir mengenai uang dan apa yang ditulis oleh wanita tua itu. Bagaimana wanita tua itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sedang sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya yang tinggal menunggu hari saja?

Ia mengetahui bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang sedang berbaring di sebelahnya dan memberikan kecupan yang lembut sambil berbisik, "Semuanya akan baik-baik saja, aku sayang kamu Bryan."

Segala kebaikan, pasti akan dibalas dengan kebaikan, begitu pula sebaliknya. Jadi, "jangan pernah berhenti untuk berbuat baik."
__________________
I'd rather be hated for who I am,
than loved for who I am not...
Reply With Quote
  #33 (permalink)  
Old 18th March 2006
Betrayer of the Light's Avatar
AP - Regular Contributor
 
Join Date: Oct 2005
Posts: 64
Betrayer of the Light is an unknown quantity at this pointBetrayer of the Light is an unknown quantity at this point
Default

Eh eh eh, to thread maker, gw boleh post karangan gw juga ga? solanya kalo buka thread baru karangan gw ga termasuk renungan sih, dan tampaknya thread ini bagus.
Bole ga?
Reply With Quote
  #34 (permalink)  
Old 18th March 2006
73545jc's Avatar
AP - Senior Member
 
Join Date: Jul 2005
Age: 21
Posts: 60
73545jc is an unknown quantity at this point73545jc is an unknown quantity at this point
Default

cerita yang balasan sebuah kebaikan bener-bener bagus.
Reply With Quote
  #35 (permalink)  
Old 24th March 2006
AP - Aspiring Evangelist
 
Join Date: Mar 2006
Posts: 586
hard_man is an unknown quantity at this pointhard_man is an unknown quantity at this point
Default

@~p~.. ijin ya g naikin lg nic thread.. skalian mo numpang taruh cerita, drpd bikin thread baru.. he..he


Pohon apel....


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel
itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah
bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon
apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi
untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama
meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau,
akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk
berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring
di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan
tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan
akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil
meneteskan air matanya.


Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita
mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup
yang telah dan akan diberikannya pada kita.
__________________
-
Reply With Quote
  #36 (permalink)  
Old 24th March 2006
Xto's Avatar
Xto Xto is offline
AP - Junior Newbie
 
Join Date: Mar 2006
Posts: 9
Xto is an unknown quantity at this pointXto is an unknown quantity at this point
Default

Thread ini gw ambil dari majalah Rajawali...i'm totally inspired by this story...intinya..Tuhan tau yg terbaik buat kita walo caraNya TIDAK selalu sama dengan yg kita inginkan....
************************************************** ******

Suatu hari di pedalaman hutan...terdapat 3 buah pohon yg bersahabat sejak lama...dan ketiganya tumbuh menjadi pohon yg terbesar dan tertinggi di antara pohon yg laen di hutan tersebut...

Mereka berbincang2 ttg masa depan mereka...
Pohon I : Bila aku tumbuh semakin besar dan besar nanti, aku ingin menjadi tempat dari harta yang paling mahal, mewah dan terindah dari seluruh dunia....

Pohon II : Mimpimu itu terlalu dangkal. Kalau aku, aku ingin menjadi kapal yg besar...kapal yang megah di mana nantinya aku dapat dinaiki oleh Raja yg paling agung, Raja di atas segala raja...Hehehe..

Pohon III : AHaalllaah...mimpimu itu juga terlalu dangkal....Kalau aku..aku hanya ingin tumbuh semakin besar, semakin tinggi dan dengan ketinggianku nanti, aku dapat mencapai surga...dan bertemu dengan Allah

Tetapi apa daya mimpi mereka tidak pernah kesampaian..Karena suatu hari datang para manusia yg dengan serakahnya menebang mereka satu persatu...

Pohon I ditebang...dipotong dan dijadikan potongan2 kecil..dan akhirnya sampai ke kandang sapi...dan menjadi tempat jerami..dy pasrah akan keadaannnya karena ia tahu bahwaa ia tak mungkin menjadi tempat harta karun seperti impiannya dulu.Sampai suatu ketika...datanglah sepasang suami dan istrinya yang sedang hamil. Sesudah bayi itu lahir, Bayi itu diletakkan di atas potongan pohon yang sekarang telah menjadi tempat jerami itu. Tak lama kemudian..datanglah 3 orang Majus dari timur untuk menyembah Sang Bayi. Saat itu juga sadarlah sang pohon bahwa ia telah menjadi tempat Harta Karun termahal sepanjang masa.

Pohon II :
Ia memang dipotong dan dijual menjadi kapal..tapi bukan kapal yg ia impikan dulu..melainkan kapal kecil...yg hanya muat untuk 13 orang...
Kapal itu dipakai menjadi kapal nelayan (bkan kapal raja)..dan kapal itu terjebak di tengah badai...Kapal itu takut bilamana ia akan hancur karena badai besar itu.Tetapi ketakutannya hilang ketika salah seorang dari 13 orang itu berdiri dan menghardik badai yang seketika itu juga berhenti..Saat itulah dy sadar bahwa ia sedang mengangkut Raja terbesar...Raja di atas segala raja..seperti impiannya dulu...

Pohon III :
Pohon ini tumbuh menjadi batangan pohon yg tidak berguna...teronggok di gudang dan serasa tidak dipakai. Sampai suatu hari rombongan serdadu menarik batang pohon tersebut dan meletakkannya di atas punggung seorang Pria...Pria tersebut gondrong dan terlihat kelelahan dalam menopang berat si kayu. Pria tersebut sampai jatuh sebanyak 3 x karena beratnya si batang pohon. Ketika Pria ini sudah selesai memanggul batang pohon tersebut, Pria tersebut dipakukan padanya. Pria itu kesakitan karena ternyata Ia disalibkan di batang kayu tersebut... Dan ujung2nya, Pria bernama Yesus itu meninggal di batang kayu tersebut...Dan saat itulah juga, si batang pohon itu sadar bahwa ia MEMANG sangat dekat berada dengan Allah..

************************************************** *******

Manusia berencana, Tuhan berkehendak..

*) Kalo ada yg mo ngeAdd hotmail..silakan di [email]spidy_christ87@hotmail.com[/email]
biar lebih mudah tuk sharing...

TX GBU all...
Reply With Quote
  #37 (permalink)  
Old 25th March 2006
SPC's Avatar
SPC SPC is offline
AP - Senior Member
 
Join Date: Mar 2006
Posts: 34
SPC is an unknown quantity at this pointSPC is an unknown quantity at this point
Send a message via MSN to SPC