Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Renungan Harian
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 18th October 2007
daud_agung's Avatar
AP - Master
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 306
daud_agung has a spectacular aura aboutdaud_agung has a spectacular aura about
Send a message via Yahoo to daud_agung
Default “Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus

Buntut Tulisan “Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus”
Jika Anda membaca Kompas, 5 April 2007 lalu, Anda akan menemukan tulisan Pdt.Ioanes Rakhmat, Dosen Kajian Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta seperti yang dikutip oleh jawaban.com ini :

"Jika sisa-sisa jasad Yesus memang ada di bumi ini, maka kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian-kejadian sejarah obyektif, melainkan sebagai metafora. Para penulis Perjanjian Baru sendiri pasti memahami keduanya sebagai metafora; jika tidak demikian, mereka adalah orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan membedakan mana realitas dan mana fantasi dan delusi. Dalam metafora sebuah kejadian hanya ada di dalam pengalaman subyektif, bukan dalam realitas obyektif. Yesus bangkit, ya, tetapi bangkit di dalam memori dan pengalaman hidup dihadiri dan dibimbing oleh Rohnya. Yesus telah naik ke surga, ya; dalam arti: ia telah diangkat dalam roh untuk berada di sisi Allah di kawasan rohani surgawi. Kebangkitan dan kenaikan tidak harus membuat jasad Yesus lenyap dari makamnya. Untuk keduanya terjadi, yang dibutuhkan adalah "tubuh rohani", bukan tubuh jasmani protoplasmik.



Ternyata tulisan ini berbuntut panjang, karena menimbulkan reaksi keras dari umat. Berikut penuturan dari Tabloid Reformata (Edisi 69 Tahun V 16-31 Oktober 2007):



Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia (BPMS GKI) telah menerbitkan surat penggembalaan yang ditujukan kepada salah satu pendetanya, yaitu Ioanes Rahmat. Surat bertanggal 7 September 2007 itu dibuat setelah GKI menggumuli secara serius dan mendalam tersebut. Ketika REFORMATA menghubungi Rahmat perihal surat penggembalaan itu dirinya mengakui hal itu. Namun ketika ditanya lebih lanjut tentang isi surat itu, dosen Kajian Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta itu mengatakan tidak ingin memberikan komentar.



Surat penggembalaan itu dikeluarkan terkait dengan tulisan Rakhmat bertajuk "Kontroversi Temuan Kubur Yesus", di Kompas, 5 April 2007. Tulisan itu berkenaan dengan tulisan ilmiah tentang penemuan makam keluarga Yesus, yang dikenal dengan nama Makam Talpiot. Berdasarkan temuan itu, Rakhmat memberikan hipotesa bahwa kebangkitan Yesus adalah metafora, bukan kebangkitan daging sebagaimana dipercayai umat Kristen selama ini. Tak pelak, tulisan Rakhmat itu menimbulkan berbagai reaksi tidak hanya di kalangan anggota GKI akan tetapi warga gereja pada umumnya. Apa lagi tulisan itu dipublikasikan saat umat Kristen sedang mempersiapkan diri menyambut hari Jumat Agung, esok harinya.



Anggota-anggota GKI yang memberikan reaksi itu, pada umumnya, memahami tulisan tersebut juga memuat semacam "manifesto iman" Rakhmat tentang kebangkitan Yesus Kristus, yang diangap menyimpang dari ajaran GKI.



Karenanya, surat penggembalaan yang diedarkan hanya dikalangan internal GKI itu menegaskan bahwa ajaran GKI adalah ajaran berlandaskan Alkitab seperti yang termaktub dalam Tata Gereja GKI. Dan GKI tidak dapat menerima jika ternyata ada ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran GKI.



Terlebih khusus lagi berkenaan tentang ajaran GKI mengenai kebangkitan Yesus Kristus. "Secara spesifik, ajaran GKI mengenai kebangkitan Yesus Kristus adalah bahwa Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati (kebangkitan ragawi). Dan ajaran yang menyatakan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah kebangkitan yang bersifat metaforis, seperti ditulis rakhmat, bukan ajaran GKI," demikian antara lain surat yang ditandatangani Badan Pekerja Majelis Sinode GKI, yakni Pdt. Dr, Robert Setio (Ketua Umum) dan Pdt. Jahja Sunarja,Th.M (sekretaris umum).



Waspada dan Kritis



Dalam rangka menyelesaikan masalah yang muncul akibat tulisan tersebut, beberapa langkahpun telah ditempuh oleh BPMS Wilayah GKI Wilayah Sinode Jawa Barat, sebagai institusi di mana Rakhmat dipanggil selaku pendeta tugas khusus sinode wilayah untuk mengajar si STT Jakarta.



Pertama, menyelenggarakan dua kali pertemuan terbuka dalam bentuk sarasehan yang dihadiri oleh Rakhmat, para pendeta GKI dan anggota GKI.



Kedua, menempuh langkah-langkah penggembalaan kepada Rakhmat sesuai Tata Gereja GKI. Hal ini masih berlangsung sampai saat ini dan terus akan dilanjutkan sampai tuntas.



Ketiga, melakukan pertemuan dengan Pengurus Lembaga Perguruan Tinggi Teologi Jakarta dimana pendeta tersebut melayani sebagai tenaga pengajar penuh-waktu (dosen biasa) yang diutus oleh GKI. Hal ini juga masih akan dilanjutkan ters sampai masalah ini diselesaikan secara tuntas.



Keempat, melayangkan "Memorandum Pastoral" kepada anggota-anggota GKI di lingkup GKI Sinode Wilayah Jawa Barat.



Di akhir surat tersebut, BPMS GKI mengajak segenap anggota GKI untuk waspada, kritis dan tenang menghadapi setiap fenomena dalam masyarakat, apalagi yang berkaitan dengan iman atau kehidupan keagamaan. Selain itu, BPMS menghimbau agar tidak terpancing oleh upaya-upaya untuk membangkitkan kemarahan atau perpecahan dalam tubuh gereja Tuhan umumnya, dan GKI khususnya.



BPMS GKI juga berharap dengan adanya persoalan ini, anggota GKI tidak kehilangan semangat untuk saling menegur dan menasihati dalam suasana kasih demi pembangunan GKI sebagai tubuh Kristus.

Sumber: Reformata,Kompas/VM
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 18th October 2007
daud_agung's Avatar
AP - Master
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 306
daud_agung has a spectacular aura aboutdaud_agung has a spectacular aura about
Send a message via Yahoo to daud_agung
Default

buat saudara-saudara yang mau menanggapi masalah kontroversi temuan makam Yesus silahkan Posting dan kita diskusikan.

Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 19th October 2007
Pilgrimage's Avatar
AP - Newbie
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,131
Pilgrimage will become famous soon enoughPilgrimage will become famous soon enough
Default

Quote:
Originally Posted by daud_agung View Post
Buntut Tulisan “Kontroversi Temuan Makam Keluarga Yesus”
Jika Anda membaca Kompas, 5 April 2007 lalu, Anda akan menemukan tulisan Pdt.Ioanes Rakhmat, Dosen Kajian Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta seperti yang dikutip oleh jawaban.com ini :

"Jika sisa-sisa jasad Yesus memang ada di bumi ini, maka kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian-kejadian sejarah obyektif, melainkan sebagai metafora. Para penulis Perjanjian Baru sendiri pasti memahami keduanya sebagai metafora; jika tidak demikian, mereka adalah orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan membedakan mana realitas dan mana fantasi dan delusi. Dalam metafora sebuah kejadian hanya ada di dalam pengalaman subyektif, bukan dalam realitas obyektif. Yesus bangkit, ya, tetapi bangkit di dalam memori dan pengalaman hidup dihadiri dan dibimbing oleh Rohnya. Yesus telah naik ke surga, ya; dalam arti: ia telah diangkat dalam roh untuk berada di sisi Allah di kawasan rohani surgawi. Kebangkitan dan kenaikan tidak harus membuat jasad Yesus lenyap dari makamnya. Untuk keduanya terjadi, yang dibutuhkan adalah "tubuh rohani", bukan tubuh jasmani protoplasmik.



Ternyata tulisan ini berbuntut panjang, karena menimbulkan reaksi keras dari umat. Berikut penuturan dari Tabloid Reformata (Edisi 69 Tahun V 16-31 Oktober 2007):



Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia (BPMS GKI) telah menerbitkan surat penggembalaan yang ditujukan kepada salah satu pendetanya, yaitu Ioanes Rahmat. Surat bertanggal 7 September 2007 itu dibuat setelah GKI menggumuli secara serius dan mendalam tersebut. Ketika REFORMATA menghubungi Rahmat perihal surat penggembalaan itu dirinya mengakui hal itu. Namun ketika ditanya lebih lanjut tentang isi surat itu, dosen Kajian Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta itu mengatakan tidak ingin memberikan komentar.



Surat penggembalaan itu dikeluarkan terkait dengan tulisan Rakhmat bertajuk "Kontroversi Temuan Kubur Yesus", di Kompas, 5 April 2007. Tulisan itu berkenaan dengan tulisan ilmiah tentang penemuan makam keluarga Yesus, yang dikenal dengan nama Makam Talpiot. Berdasarkan temuan itu, Rakhmat memberikan hipotesa bahwa kebangkitan Yesus adalah metafora, bukan kebangkitan daging sebagaimana dipercayai umat Kristen selama ini. Tak pelak, tulisan Rakhmat itu menimbulkan berbagai reaksi tidak hanya di kalangan anggota GKI akan tetapi warga gereja pada umumnya. Apa lagi tulisan itu dipublikasikan saat umat Kristen sedang mempersiapkan diri menyambut hari Jumat Agung, esok harinya.



Anggota-anggota GKI yang memberikan reaksi itu, pada umumnya, memahami tulisan tersebut juga memuat semacam "manifesto iman" Rakhmat tentang kebangkitan Yesus Kristus, yang diangap menyimpang dari ajaran GKI.



Karenanya, surat penggembalaan yang diedarkan hanya dikalangan internal GKI itu menegaskan bahwa ajaran GKI adalah ajaran berlandaskan Alkitab seperti yang termaktub dalam Tata Gereja GKI. Dan GKI tidak dapat menerima jika ternyata ada ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran GKI.



Terlebih khusus lagi berkenaan tentang ajaran GKI mengenai kebangkitan Yesus Kristus. "Secara spesifik, ajaran GKI mengenai kebangkitan Yesus Kristus adalah bahwa Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati (kebangkitan ragawi). Dan ajaran yang menyatakan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah kebangkitan yang bersifat metaforis, seperti ditulis rakhmat, bukan ajaran GKI," demikian antara lain surat yang ditandatangani Badan Pekerja Majelis Sinode GKI, yakni Pdt. Dr, Robert Setio (Ketua Umum) dan Pdt. Jahja Sunarja,Th.M (sekretaris umum).



Waspada dan Kritis



Dalam rangka menyelesaikan masalah yang muncul akibat tulisan tersebut, beberapa langkahpun telah ditempuh oleh BPMS Wilayah GKI Wilayah Sinode Jawa Barat, sebagai institusi di mana Rakhmat dipanggil selaku pendeta tugas khusus sinode wilayah untuk mengajar si STT Jakarta.



Pertama, menyelenggarakan dua kali pertemuan terbuka dalam bentuk sarasehan yang dihadiri oleh Rakhmat, para pendeta GKI dan anggota GKI.



Kedua, menempuh langkah-langkah penggembalaan kepada Rakhmat sesuai Tata Gereja GKI. Hal ini masih berlangsung sampai saat ini dan terus akan dilanjutkan sampai tuntas.



Ketiga, melakukan pertemuan dengan Pengurus Lembaga Perguruan Tinggi Teologi Jakarta dimana pendeta tersebut melayani sebagai tenaga pengajar penuh-waktu (dosen biasa) yang diutus oleh GKI. Hal ini juga masih akan dilanjutkan ters sampai masalah ini diselesaikan secara tuntas.



Keempat, melayangkan "Memorandum Pastoral" kepada anggota-anggota GKI di lingkup GKI Sinode Wilayah Jawa Barat.



Di akhir surat tersebut, BPMS GKI mengajak segenap anggota GKI untuk waspada, kritis dan tenang menghadapi setiap fenomena dalam masyarakat, apalagi yang berkaitan dengan iman atau kehidupan keagamaan. Selain itu, BPMS menghimbau agar tidak terpancing oleh upaya-upaya untuk membangkitkan kemarahan atau perpecahan dalam tubuh gereja Tuhan umumnya, dan GKI khususnya.



BPMS GKI juga berharap dengan adanya persoalan ini, anggota GKI tidak kehilangan semangat untuk saling menegur dan menasihati dalam suasana kasih demi pembangunan GKI sebagai tubuh Kristus.

Sumber: Reformata,Kompas/VM
emank tu dosen...bikin puyeng.

tapi, pemahamanku begini:

pada pengakuan iman pun, kebangkitan daging bukan mengacu pada daging sekedar daging. kata yunaninya adalah Sarx. sarx berarti mencakup keseluruhan eksistensial manusia. jadi kebangkitan daging adalah kebangkitan eksistensial bukan daging yang ditutup kulit semata.

pengertian ini tentu berangkat dari kebangkitan Yesus. dan kebangkitan Yesus tak ubahnya menjadi dasar dalam kebangkitan orang percaya.

analogi baru timbul.

jika manusia ada yang mati kena bom, mati tangan buntung, mati cacat tubuh, dst, apakah ia akan bangkit dengan raga yang sama? dengan tubuh plastomik semata? ataukah seperti teologi paulinis, somapneumatikon? atau ada penjelasan lain?

apakah dengan demikian, apalagi Yesus yang sudah ditusuk tombak, muka luka2, dan seterusnya, apakah bangkit dengan cacat yang sama?

kenapa tidak menganggap bahwa tulang2 atau makam atau apapun dari jasad Yesus, jika memang benar, adalah ciptaan belaka? apa salahnya? apakah mengurangi keilahian-Nya?

ketika Adam yang langsung berasal dari ciptaan Tuhan mati, dan apbila ia ditemukan jasadnya (misalnya), apkah ia dianggap manusia ciptaan belaka atau ada unsur2 ilahinya yang hilang karena telah ditemukan?

kenapa tidak menganggap Yesus bangkit sebagai eksistensi yang sama, identitas yang sama tetapi dengan wajah atau tubuh yang berbeda?

mari kita juga diskusikan.

oh ya, setauku, ga semua gereja lokal gki begitu, termasuk pendetanya.
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 19th October 2007
Pilgrimage's Avatar
AP - Newbie
 
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Posts: 1,131
Pilgrimage will become famous soon enoughPilgrimage will become famous soon enough
Default

btw, kenapa thread ini ada di renungan harian?
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 19th October 2007
harry's Avatar
dust in the wind
 
Join Date: Dec 2006
Posts: 231
harry is a jewel in the roughharry is a jewel in the roughharry is a jewel in the rough
Default

apa ini ada hubungannya sama artikel tentang diketemukannya kuburan yesus & keluarga bukan? kalo ngga salah yang ngasi kata pengantar James Cameron yang sutradara Titanic itu?
kalo iya, ada yang nyanggah, ilmuan dari Isarel, dia bilang emang ada diketemuin kuburan yang di nisannya ada tulisan nama Yesus, Maria, Yusuf dll, menurut penelitian nama2 tersebut amat lazim pada jaman itu jadi sebenarnya yang diketemuin itu kuburan dari keluarga yang tinggal di daerah situ (sorry kalo kurang jelas & meyakinkan, soale uda lupa2 inget ama artikelnya), tapi kalo menurut aku pribadi seh terserah orang mau ngomong apa soal Yesus, yang penting iman qta ama Dia ngga berubah karena hal2 kayak gini.
istilahnya "anjing mengonggong, kafilah berlalu" aja'lah
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 22nd October 2007
daud_agung's Avatar
AP - Master
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 306
daud_agung has a spectacular aura aboutdaud_agung has a spectacular aura about
Send a message via Yahoo to daud_agung
Default

Quote:
Originally Posted by Pilgrimage View Post
emank tu dosen...bikin puyeng.

tapi, pemahamanku begini:

pada pengakuan iman pun, kebangkitan daging bukan mengacu pada daging sekedar daging. kata yunaninya adalah Sarx. sarx berarti mencakup keseluruhan eksistensial manusia. jadi kebangkitan daging adalah kebangkitan eksistensial bukan daging yang ditutup kulit semata.

pengertian ini tentu berangkat dari kebangkitan Yesus. dan kebangkitan Yesus tak ubahnya menjadi dasar dalam kebangkitan orang percaya.

analogi baru timbul.

jika manusia ada yang mati kena bom, mati tangan buntung, mati cacat tubuh, dst, apakah ia akan bangkit dengan raga yang sama? dengan tubuh plastomik semata? ataukah seperti teologi paulinis, somapneumatikon? atau ada penjelasan lain?

apakah dengan demikian, apalagi Yesus yang sudah ditusuk tombak, muka luka2, dan seterusnya, apakah bangkit dengan cacat yang sama?

kenapa tidak menganggap bahwa tulang2 atau makam atau apapun dari jasad Yesus, jika memang benar, adalah ciptaan belaka? apa salahnya? apakah mengurangi keilahian-Nya?

ketika Adam yang langsung berasal dari ciptaan Tuhan mati, dan apbila ia ditemukan jasadnya (misalnya), apkah ia dianggap manusia ciptaan belaka atau ada unsur2 ilahinya yang hilang karena telah ditemukan?

kenapa tidak menganggap Yesus bangkit sebagai eksistensi yang sama, identitas yang sama tetapi dengan wajah atau tubuh yang berbeda?

mari kita juga diskusikan.

oh ya, setauku, ga semua gereja lokal gki begitu, termasuk pendetanya.
gw juga ngutip artikel dari [url]www.terangdunia.com[/url] broo ...
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 22nd October 2007
PlainBread's Avatar
Slave of God
 
Join Date: Jan 2006
Location: Maldives
Posts: 10,747
PlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant futurePlainBread has a brilliant future
Default

Udah ada thread serupa. Gabung aja biar enak bacanya, karena di thread sebelumnya pembahasannya lumayan menarik.
__________________
Scotty now knows.
Reply With Quote
Reply


Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

vB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Yesus Bukan Siapa-Siapa moonlight Diskusi General 63 2 Days Ago 11:38 AM
Tanggapan Orang Usil tentang Alkitab SarapanPagi Belajar Alkitab 163 1 Week Ago 02:51 AM
Jesus the Messiah vs Jesus the Christ kepikbiru Belajar Alkitab 41 16th January 2007 12:16 AM
Yesus Diurapi Oleh Maria Dari Bethany SarapanPagi Renungan Harian 9 22nd September 2006 12:34 PM
Paskah A to Z SarapanPagi Belajar Alkitab 2 25th March 2005 09:07 PM


All times are GMT +7. The time now is 07:17 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Optimization by vBSEO 3.1.0



*** www.AkuPercaya.com ***