 |
|

24th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Matius 28:19
Bacaan: Matius 28:16-20
Setahun: Daniel 10-12
Film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise sempat menjadi boxoffice pada tahun 2006. Film yang diangkat dari serial televisi berjudul sama ini berkisah tentang agen Ethan Hunt yang mendapatkan misi yang teramat berat, bahkan nyaris mustahil. Dalam upaya mewujudkan misinya itu Hunt tidak sendiri. Ia dibantu teman-temannya yang tergabung dalam Impossible Mission Force (IMF).
Seperti film-film Hollywood yang lain, sesulit apa pun misi yang diemban oleh Hunt dan teman-temannya, pada akhirnya mereka berhasil menuntaskannya. Mereka sanggup mengubah apa yang tadinya dianggap "mustahil" menjadi "tidak mustahil". Kuncinya terletak pada penggunaan peralatan canggih dan kemampuan para tokohnya.
Sebagai pengikut Kristus kita pun memiliki misi yang harus diemban di dunia ini, yaitu menjadikan semua bangsa murid Kristus. Dari sisi "target akhirnya", betul, ini sungguh tugas yang teramat berat. Bayangkan, menjadikan semua bangsa murid Kristus—walaupun pasti bukan sebuah mission impossible. Sebab kalau itu mustahil, Tuhan Yesus pun tentu tidak akan memerintahkannya.
Namun, dari sisi bagaimana misi tersebut dapat diwujudkan, sebetulnya tidaklah "seberat" itu. Maksudnya, kita semua bisa turut berperan serta. Caranya? Yaitu dengan menjadikan hidup kita sebagai kesaksian yang indah bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan begitu, mereka melihat dan merasakan sapaan kasih Kristus lewat tindakan dan ucapan kita, lalu tergerak untuk mengikut Kristus. Kuncinya terletak pada kasih kita kepada Tuhan dan kepedulian kita terhadap sesama —AYA
HIDUP MENCERMINKAN KRISTUS DALAM SIKAP DAN LANGKAH
ADALAH KESAKSIAN HIDUP YANG PALING NYARING
Matius 28:16-20
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
|

25th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan ... burung-burung ... ternak dan atas seluruh bumi ... segala binatang melata
Kejadian 1:26
Bacaan: Kejadian 1:1-31
Setahun: Hosea 1-4
Bioteknologi adalah sebuah bidang ilmu yang menerapkan kemajuan teknologi ke dalam bidang ilmu biologi. Prospek kemajuan yang ditawarkan oleh bidang ilmu yang satu ini sungguh luar biasa. Mulai dari yang sudah kita anggap normal, seperti semangka tanpa biji, sampai kepada yang masih terasa bagaikan mimpi seperti mengganti anggota tubuh kita yang rusak dengan teknologi sel punca (stem cell).
Namun, perkembangan ini juga menimbulkan banyak masalah etika. Kemajuan yang ditawarkan tersebut acap kali berbenturan dengan batas-batas etika yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Sebagai contoh, teknologi embryonic stem cell membutuhkan janin sebagai bahan percobaannya. Tak heran begitu banyak perdebatan yang terjadi di kalangan para ahli etika seputar isu-isu bioteknologi tersebut.
Disadari atau tidak, perkembangan bioteknologi memang membawa perubahan yang besar dalam pola pikir manusia mengenai seluruh alam dan ciptaan. Manusia, dengan perkembangan bioteknologi, seakan-akan merasa mampu mengubah alam dan kemudian menciptakan kehidupan baru. Dengan demikian, manusia merasa bahwa ia adalah allah. Dan karena itu, ia tidak lagi memerlukan Allah yang sejati.
Sebagai umat percaya, kita harus berhati-hati terhadap isu ini. Sebab seperti yang kita baca dalam bacaan Alkitab hari ini, tampak jelas siapa Tuhan dan siapa kita. Dia adalah pencipta segala sesuatu, sedangkan kita, betapa pun hebat dan canggihnya, tetap hanyalah ciptaan yang penuh keterbatasan. Tanpa Dia kita tidak ada. Terlepas dari Dia kita binasa —ALS
SEMAJU APA PUN TEKNOLOGI MANUSIA
KITA TETAP CIPTAAN YANG BERGANTUNG KEPADA SANG PENCIPTA
Kejadian 1:1-31
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
1:6. Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
1:9. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
1:20. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
1:24. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
1:29. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
1:31. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
|

26th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Galatia 5:13
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24
Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.
Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.
Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"
Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!
Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.
Berhentilah bermain-main dengan dosa.
|

27th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara
Amsal 11:13
Bacaan: Amsal 11:9-13
Setahun: Hosea 8-11
Ibu Debi jengkel sekali. Dua hari lalu, ia baru saja menceritakan uneg-unegnya pada istri pendeta di gerejanya. Ia menceritakan perihal suaminya yang diduga menyeleweng. Suatu pagi, teman satu gereja menelepon dan bertanya: "Ada masalah apa dengan suamimu?" Ibu Debi kaget sekaligus kecewa. Kabar soal suaminya sudah sampai ke telinga para ibu di komisi wanita. Rupanya, dalam persekutuan doa ibu-ibu kemarin malam, sang istri pendeta memasukkan namanya ke dalam pokok doa. "Doakan Ibu Debi yang sedang punya masalah dengan suaminya," katanya. Walau berniat baik dan tak menyebut masalahnya secara rinci, si istri pendeta telah gagal menjaga rahasia.
Di gereja, banyak orang kecewa karena berhadapan dengan orang yang tak bisa menjaga rahasia. Ini masalah serius. Membocorkan rahasia berarti mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan seseorang. Walaupun tanpa sengaja, dampaknya tetap merusak. Amsal mengingatkan, mulut yang mengucapkan apa yang tidak perlu bisa "membinasakan sesama" (ayat 9), bahkan "meruntuhkan kota" (ayat 10). Selanjutnya, ketidakmampuan menyimpan rahasia juga menandakan bahwa orang itu tidak setia dan tidak bisa mengendalikan diri (ayat 12). Seseorang yang bijak seharusnya tahu kapan saatnya berdiam diri dan kapan saatnya menutupi perkara.
Sekali gagal menjaga rahasia, orang lain akan kapok untuk berbagi rasa lagi dengan kita. Mereka akan menutup diri karena merasa tidak aman. Akibatnya, kita akan kehilangan persekutuan yang akrab dan mendalam. Oleh sebab itu, mulai sekarang kendalikanlah lidahmu! Stop membicarakan yang tidak perlu —JTI
LEBIH BAIK MEMILIH APA PUN YANG AKAN ANDA KATAKAN
KETIMBANG MENGATAKAN APA PUN YANG ANDA PILIH
Amsal 11:9-13
11:9 Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.
11:10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.
11:11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.
11:12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.
11:13 Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.
|

28th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya
Lukas 21:4
Bacaan: Lukas 21:1-4
Setahun: Hosea 12-14
Kak Yanto adalah seorang penarik becak berusia separuh baya. Ia biasa mangkal di depan Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Penghasilannya tidak tetap. Kalau sedang sepi, ia hanya memperoleh sekitar Rp10.000,00 sehari. Kalau sedang ramai, biasanya sehari bisa sampai Rp25.000,00-Rp30.000,00. Dari penghasilannya itu, selain tentu untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya di kampung, Pak Yanto juga selalu menyisihkan untuk memberi persembahan bagi gerejanya yang tengah direnovasi.
Ada dua hal yang membuat sebuah pemberian itu berharga. Pertama, ketulusan yang mendasari; memberi karena memang mau memberi. Titik. Bukan, misalnya, supaya mendapat pujian atau berharap ucapan terima kasih. Motivasi tidak tulus akan mengurangi nilai sebuah pemberian. Kedua, adanya pengorbanan di baliknya. Pemberian yang bertolak dari keterbatasan dan kekurangan si pemberi akan jauh lebih bernilai, terlepas besar kecilnya nilai nominal pemberian itu.
Inilah yang dilakukan oleh janda miskin yang kita renungkan hari ini. Ia memberi banyak justru dalam kekurangannya. Dan dari pemberiannya itu tercermin pula ketulusan. Ia memberi tanpa berpikir apa yang akan diperolehnya sebagai balasan; betul-betul sebuah pemberian atas dasar kerelaan dan karena keinginan untuk memberi yang terbaik. Itulah sebabnya di mata Tuhan, pemberiannya itu jauh lebih bernilai dari semua pemberian yang lain (ayat 3). Ya, sebuah pemberian dapat menunjukkan besarnya kasih di baliknya ketika kita melakukannya tanpa pamrih, dan ketika kita harus berkorban untuk memberikannya —AYA
NILAI SEBUAH PEMBERIAN TERLETAK PADA
KETULUSAN DAN PENGORBANAN YANG MELANDASINYA
Lukas 21:1-4
21:1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
21:3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
|

29th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah mengetahuinya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan"
Markus 6:38
Bacaan: Markus 6:30-44
Setahun: Yoel 1-3
Mukjizat lima roti dan dua ikan diawali dengan belas kasihan Yesus (ayat 34). Namun rupanya Yesus tidak bermaksud bekerja sendirian. Ia meminta partisipasi dari pihak orang banyak. Sabda-Nya, "Berapa banyak roti yang ada padamu?" Bahkan tidak hanya bertanya, Dia juga menekankan perlunya partisipasi itu. Mari perhatikan sabda lanjutan-Nya, "Cobalah periksa!" Dan, akhirnya dari hasil pemeriksaan itu, mereka mendapatkan lima roti dan dua ikan.
Mukjizat Tuhan tidak dilakukan di dalam kehampaan. Yesus meminta kita untuk mengambil bagian. Apabila kita mengelak dengan mengatakan bahwa kita tidak memiliki apa pun, Yesus akan "masuk" lebih dalam dan Dia akan berkata, "Coba periksa dulu ... periksa ... periksa ... apa yang ada padamu!" Dan bila kita sudah menemukannya, bawalah itu kepada-Nya. Dia akan "mengambilnya ... menengadah ke langit, mengucapkan berkat atas apa yang kita bawa, dan memberkatinya", kemudian menggunakan hal itu demi menjadi berkat yang lebih berarti bagi hidup orang-orang lain di sekitar kita.
Kita belajar satu hal penting dari kisah lima roti dua ikan yang menjadi makanan untuk lima ribu orang dan bersisa dua belas bakul. Mukjizat Tuhan dimulai dengan belas kasihan Tuhan yang berpadu dengan keterlibatan dari umat yang bersedia.
Adakah Anda bersedia dipakai menjadi saluran mukjizat Tuhan? Periksalah apa yang ada pada Anda dan bawalah itu kepada Yesus agar diberkati dan dipakai-Nya. Dia tidak pernah meminta apa yang Anda tidak punya. Dia meminta apa yang Anda punya. Anda mengatakan bahwa Anda tidak punya apa-apa? Cobalah periksa dulu! —DKL
BAWALAH talenta Anda KEPADA TUHAN
dia akan melipatgandakannya
Markus 6:30-44
6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
|

30th September 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga
Matius 19:12
Bacaan: 1 Korintus 7:25-40
Setahun: Amos 1-4
Sebuah cerita humor. Seorang gadis lajang berdoa begini: "Ya Tuhan, kalau memang ia jodohku, dekatkanlah. Kalau bukan jodohku, jodohkanlah. Kalau ia bukan jodohku, jangan sampai ia dapat jodoh yang lain, selain aku. Amin."
Status melajang kerap kali dianggap menyusahkan atau bahkan dirasa sebagai aib bagi yang menyandangnya. Perasaan itu muncul biasanya karena si lajang mendengarkan perkataan orang lain. Padahal sebetulnya yang penting bukan statusnya, tetapi sikap dalam menghadapinya. Jika disikapi secara positif, maka sisi-sisi positifnya akan tampak. Bukankah orang yang melajang punya waktu luang dan konsentrasi lebih besar untuk berkarya? Melajang juga bukan berarti hidup sendiri, karena orang yang melajang justru punya kesempatan lebih banyak untuk membangun relasi dengan orang lain.
Mempunyai pasangan hidup atau menikah, tak serta merta membuat segalanya menjadi lebih baik. Paulus malah mengingatkan akan "harga" yang harus dibayar dalam hidup berpasangan (ayat 33-34). Intinya kalaupun berpasangan, janganlah sampai kita terbelenggu perkara duniawi. Jangan sampai riak-riak pernikahan malah menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Jadi baik sendiri ataupun berpasangan, tanggung jawab kita di hadapan Tuhan tetap sama; berkarya memuliakan nama-Nya. Bila menikah, bijaklah membina keluarga. Bila hidup lajang, bajiklah membawa diri. Bagi lajang yang sangat ingin menikah, ingatlah bahwa hidup kita ada di tangan-Nya. Jalani apa pun hidup Anda dengan rasa syukur. Percayakanlah hidup Anda pada rencana dan kebijaksanaan-Nya. Tuhan tahu yang terbaik —DYA
melajang maupun menikah
kita sama-sama mesti memuliakan nama-nya!
1 Korintus 7:25-40
7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
7:36 Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.
7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.
7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.
7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.
|

1st October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
You did it to Me.
Matthew 25:40 NAS
Daily Bible Reading:
1 Samuel 11-13, Luke 24:45-53, Psalm 63, Proverbs 22:17-23
A minister on Chestnut Street in Philadelphia noticed a homeless man coming towards him. He was filthy and his beard was caked with rotten food. He was holding a cup of coffee and the lip of the cup was dirty. Staggering up to him the homeless man exclaimed, "Hey, mister. You want some of my coffee?" The pastor really didn't, but he thought it was the right thing to do, so he said, "Sure, I'll take a sip." When he handed the cup back he remarked, "You're generous giving away your coffee." Looking at him the derelict man replied, "Well, it was particularly delicious today, and I think if God gives you something that good you should share it!"
The pastor continued: "I figured I was being set up and it would cost me five bucks. So I asked him, 'Is there something I can do for you in return?' The man answered, 'Yeah, you can give me a hug!' (To tell the truth, I was hoping for the five dollar option!) He put his arms around me, and I suddenly realised he wasn't going to let me go! People were passing by and staring at me. There I was, dressed in my establishment garb, hugging this filthy man! I was embarrassed. Then little by little my embarrassment changed to awe. I heard a voice echoing down the corridors of time saying, 'I was hungry; did you feed Me? I was naked; did you clothe Me? I was sick; did you care for Me? I was the homeless man you met on Chestnut Street… did you hug Me? For if you did… you did it to Me.'"
|

2nd October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Mazmur 104
Ayat mas hari ini: Mazmur 8:4,5
Bacaan Alkitab Setahun: Amos 8-9; Obaja 1
Suatu sore, saya asyik bercengkerama dengan anak saya yang baru berusia dua setengah tahun. Langit sore yang lembayung tampak begitu indah, sehingga sayang untuk kami lewatkan sambil bersantai di kursi panjang. Dengan asyik anak saya menelusuri langit dengan jari mungilnya yang tertuding ke atas, sembari menyanyi “Pelangi, pelangi, alangkah indahmu ….” Tiba-tiba senandungnya yang patah-patah itu terhenti dan ia bertanya, “Ma, Tuhan ada di mana?” Saya agak terkejut mendengarnya, tetapi dengan segera saya menja-wab, “Tuhan ada di hatimu, Nak. Di hati Mama juga.”
Sebagai orang dewasa, benak kita cenderung penuh dengan berbagai urusan. Maka, tak heran bila sedang memandang ciptaan Tuhan dan keindahan alam, kita jarang mengingat Pribadi yang telah menciptakan semua itu (Mazmur 104:24). Padahal, sesungguhnya hal itu merupakan saat-saat indah di mana Tuhan menyapa kita dengan kesejukan kasih-Nya, khususnya di tengah-tengah berbagai urusan kita di dunia ini. Bahkan manakala kita berada di tengah gelapnya kehidupan, alam akan mengingatkan kita bahwa Allah yang menciptakan semesta yang agung, sesungguhnya juga memer-hatikan kita pribadi demi pribadi, termasuk segala keberatan di hidup kita (Mazmur 8:4,5).
Marilah kita menikmati karunia Allah yang dari waktu ke waktu mewakili senyum kasih-Nya. Langit yang biru, mentari senja yang memerah, pelangi yang membusur dengan cantiknya, pegunungan yang gagah, lautan yang menggelora, dan banyak lagi yang lain, akan selalu menunjuk kepada kebesaran penciptanya
TANGAN ALLAH MENCIPTA ALAM YANG BEGITU LUAS TETAPI DIA JUGA BISA MENDEKAP SAYA YANG BEGITU KECIL
|

3rd October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Kejadian 36:1-8
Ayat mas hari ini: Yesaya 49:16
Bacaan Alkitab Setahun: Yunus 1-4
Saya mengenal seorang ibu yang begitu mengasihi anaknya. Bahkan sekalipun si anak berlaku tidak baik, sang ibu tak kehilangan rasa sayangnya. Suatu kali, si anak marah, meninggalkan rumah, dan tak kembali. Beberapa orang meminta si ibu untuk membiarkannya saja karena si anak sangat kurang ajar. Orang-orang yang tak tahan melihat perilakunya mengatakan bahwa ia adalah “anak yang patut dibuang”. Akan tetapi, si ibu tidak menggubris. Ia terus berusaha mencari anaknya dan berharap anaknya kembali. Bagi saya, kasih ibu ini tampak ajaib, sebab saat orang lain “membuang” si anak, sang ibu mencarinya.
Gambaran tokoh Esau dalam Alkitab juga serupa dengan anak di atas. Esau, bisa dikatakan tidak menghargai kasih Allah. Ia memandang rendah hak kesulungan yang dimilikinya dan dengan mudah menjualnya dengan harga yang tak setimpal. Namun, Alkitab tak berhenti mencatat tentang kehidupannya, dan seluruh ayat dalam Kejadian 36 menceritakan bagaimana Allah terus memelihara Esau dan keturunannya. Walaupun Esau bisa dianggap sebagai “anak yang kurang ajar dan patut dibuang”, tetapi Allah tetap mengasihinya. Itulah kejaiban kasih Allah.
Dalam perjalanan hidup ini, kita juga bisa bersikap “kurang ajar”. Bahkan barangkali manusia bisa tidak tahan menghadapi sikap atau perilaku kita. Namun, ketika orang lain sulit menerima kita, Allah terus mencari kita. Kasih-Nya selalu sangat besar kepada kita. Dan setiap kita adalah objek kasih-Nya yang besar. Maukah kita menyambut kasih ajaib itu dan menghargainya dengan sungguh-sungguh?
BAHKAN KETIKA SEMUA ORANG SEOLAH-OLAH ”MEMBUANG” KITA ALLAH TERUS MENCARI KITA
|

4th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Mazmur 150
Ayat mas hari ini: Mazmur 150:6
Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 1-3
Kata “Puji Tuhan” kerap kita dengar saat seseorang bersaksi bahwa ia telah mengalami atau menerima berkat Tuhan; misalnya mendapatkan sesuatu, lulus ujian, atau sembuh dari sakit. Sepertinya kata ini tidak jauh dengan perasaan bersyukur. Namun, apa benar hanya pada saat-saat demikian kita perlu berkata, “Puji Tuhan”?
Mazmur 150 mengajarkan kepada kita, mengapa dan kapan kita harus memuji-Nya. Mazmur ini sungguh tepat untuk mengakhiri kitab yang penuh dengan berbagai pengalaman dan perasaan para penulisnya. Para pemazmur menuangkan setiap pengalaman mereka—bisa pujian atau keluhan, syukur atau permohonan, keyakinan atau keraguan. Namun, atas setiap pengalaman naik turun itu, setelah perjuangan, pergumulan, peperangan yang harus dilalui, mereka mengakhirinya dengan satu nya-nyian yang mantap bahwa Tuhan sungguh layak dipuji. Sama dengan para pemazmur, tidak ada anak Tuhan yang luput dari gelombang kehidupan. Perjalanan hidup manusia selalu kaya dengan aneka pengalaman; baik-buruk, senang-susah, berhasil-gagal. Namun, atas setiap pengalaman itu, Allah tetap berdaulat. Dan bila kita hidup melekat kepada-Nya, pasti kemenangan yang akan kita alami.
Kelak seluruh dunia akan menaikkan pujian seperti Mazmur 150 ini. Dan pujian yang dipersembahkan bagi-Nya, disajikan layaknya sebuah orkestra: semua alat musik dipadu untuk menembangkan kemegahan-Nya! Ditambah dengan tari-tarian yang mengekspresikan syukur melimpah. Jadi mulai saat ini, atas setiap hal yang terjadi dalam hidup kita, mari berlatih untuk berkata, “Puji Tuhan!”
TERPUJILAH TUHAN YANG MULIA ATAS SETIAP PERISTIWA YANG KITA TERIMA
|

5th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Imamat 25:1-22
Ayat mas hari ini: Keluaran 20:8
Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 4-7
Kehidupan kerap kali menjebak manusia dengan ritme yang terlalu cepat dan tanpa jeda. Padahal Tuhan yang merancang manusia sejak semula, memberi kita perintah untuk beristirahat, dengan mengkhususkan sabat. Tuhan hendak menunjukkan cinta-Nya melalui sabat. Hidup seluruh ciptaan akan seimbang melalui penerapan sabat. Bahkan, bukan manusia saja yang diperintahkan untuk beristirahat, tetapi juga tanah. Dalam Imamat 25, Tuhan Allah menerapkan tahun sabat bagi tanah untuk berproduksi. Namun, Tuhan akan tetap mencukupkan makanan bagi umat selama tahun itu, karena sejak tahun keenam Tuhan sudah mengirim lebih banyak berkat (ayat 20, 21). Lebih jauh lagi, tahun kelima puluh (tahun Yobel) dikhususkan untuk mengadakan pembebasan.
Sabat diadakan agar kita bergantung pada pemeliharaan Tuhan dan menikmati kecukupan yang Tuhan sediakan. Ambil satu hari sabat setiap minggu sebagai momen untuk membuang segala kekhawatiran kita dalam mencari nafkah. Juga sebagai momen untuk belajar berserah total pada pemeliharaan Tuhan.
Tentu beristirahat pada hari sabat tidaklah identik dengan usaha mencari hiburan semata. Sabat perlu diisi dengan aktivitas-aktivitas yang semakin mendekatkan diri kita kepada sang Ilahi. Aktivitas yang memperkaya hidup batin seperti ibadah, bersekutu dengan saudara seiman, menikmati waktu bersama keluarga, dan sebagainya. Tanpa menjaga sabat, maka irama hidup kita tidak akan seimbang. Sabat akan mengajar kita betapa seharusnya kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan tidak khawatir secara berlebihan akan hidup ini
KESEIMBANGAN HIDUP TERJADI KETIKA SABAT KITA JALANI
|

6th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Kejadian 2:18-25
Ayat mas hari ini: Kejadian 2:22
Bacaan Alkitab Setahun: Nahum 1-3
Pernahkah Anda kesepian? Bagaimana suasana hati Anda ketika itu? Kelabu dan dingin? Lalu bayangkan, dalam suasana begitu, tiba-tiba seseorang hadir dan membuat hati Anda hangat dan bahagia. Rasanya? Sungguh menyenangkan!
Saat Adam kesepian, Allah merasa kasihan kepadanya. Jadi, untuk memberinya penolong yang sepadan, Allah mengirim segala binatang hutan dan burung agar diberi nama oleh Adam. Tujuannya, supaya ia dapat memilih satu penolong baginya. Namun, tak ada yang sesuai. Karena semua calon gagal, Tuhan Allah membuat Adam tertidur. Lalu dari rusuk Adam dibangun-Nya (dari kata Ibrani banah, artinya “melakukan karya seni bak seniman patung”) seorang wanita (isyah). Berbeda dengan bagaimana Adam dibentuk (yatsar, artinya “melakukan karya seperti tukang”) dari debu tanah menjadi laki-laki (isy). Itulah pria dan wanita. Dibentuk dari bahan baku berbeda (debu tanah dan rusuk) serta cara kerja berbeda pula (cara tukang dan cara seniman). Walau demikian, pernikahan pertama itu mengandung semangat kesatuan dalam perbedaan. Sampai A-dam pun berkata: “Inilah dia tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku” (ayat 23).
Demikian pula yang semestinya terjadi dalam semua pernikahan. Bagi calon pengantin yang merancang hidup baru dan pengantin baru, mungkin ini menggairahkan. Namun bagi suami istri yang sudah lama berumah tangga, perbedaan dalam kesatuan bisa jadi beban, bahkan beban berat! Namun, kemungkinan besar persoalannya ada pada pemikiran kita mengenai perbedaan. Jadi, mari mohon hikmat Tuhan; sebab siapa pintar mengelola perbedaan akan menemukan kesepadanan
PERBEDAAN BUKAN BENCANA JUSTRU PERBEDAAN YANG MEMBUAT HIDUP INI BERWARNA
|

7th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Ibrani 13:1-6
Ayat mas hari ini: Ibrani 13:5
Bacaan Alkitab Setahun: Habakuk 1-3
Pada awal masa krisis ekonomi, pernah terjadi orang sulit membeli minyak goreng. Harganya meroket. Banyak orang menjadi resah. Namun, seorang ibu malah mendapat ide kreatif. Ia mencoba menggoreng tanpa minyak goreng! Ketika memasak telur ceplok, ditaruhnya daun pisang di atas wajan, lalu telur diceplok di atasnya. Hasilnya cukup memuaskan. Segera ide ini disebarluaskan ke media massa. Idenya, ketimbang belanja melebihi kemampuan, lebih baik belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada.
Dalam Ibrani 13:5, penulis kitab Ibrani mengutip janji pemeliharaan Tuhan dari Ulangan 31:6, “Ia tidak akan membiarkan engkau.” Namun, didahului dengan sebuah syarat: “cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu”. Tuhan tidak akan memelihara orang yang boros dan serakah. Dia memelihara orang yang mau belajar bersyukur de-ngan apa yang ada. Yakni mereka yang berjuang untuk bisa hidup dengan yang sedikit, ketimbang terus berusaha meraup lebih banyak. Mereka yang memilih bergaya hidup memberi dan membagi (ayat 2,3) lebih dari mengumpulkan bagi diri sendiri. Mereka yang berusaha menikmati apa yang sudah tersedia, ketimbang menyesali apa yang telah hilang.
Kita hidup di zaman sulit. Di satu sisi, harga BBM dan kebutuhan pokok semakin mahal. Di sisi lain, semakin banyak tawaran untuk membeli aneka barang yang tak kita butuhkan. Tanpa belajar mencukupkan diri, kita bisa menjadi hamba uang yang serakah. Terjebak utang-piutang yang menyengsarakan. Atau menjadi pribadi yang ha-nya ingat diri sendiri, tak pernah memberi tumpangan. Ini saatnya kita belajar mencukupkan diri!
ALLAH AKAN MENCUKUPKAN MEREKA YANG BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI
|

8th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Yohanes 2:1-5
Ayat mas hari ini: Yohanes 2:4
Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1-3
Setiap kali kisah di Kana dikhotbahkan, iman kita diteguhkan dengan mukjizat yang Yesus lakukan. Kerinduan untuk mengundang Yesus ke dalam hidup kita semakin besar. Memang benar bahwa jika Yesus hadir, maka kekurangan dalam hidup kita pasti dapat Yesus atasi. Namun lebih dari sekadar mengharap mukjizat-Nya, kita patut mengamati dan meniru sikap hidup Yesus dalam peristiwa ini.
Pertama, Dia mau hadir dalam pesta pernikahan. Artinya, Yesus mau bergaul, tidak menyendiri atau di Bait Suci saja. Kita pun mesti hadir di masyarakat dan lingkungan, berada di tengah orang banyak, mungkin di sana kita dapat melakukan sesuatu yang berguna. Kedua, Ibu Maria meyakini-Nya (ayat 4,5) sebagai Pribadi yang bisa dimintai pertolongan. Ibu Maria tidak meminta tolong kepada orang lain. Ia langsung datang kepada Yesus karena yakin Yesus pasti dapat menolong. Semoga setiap kita sebagai anak-anak-Nya juga dipercaya sebagai tempat ke mana orang dapat datang meminta pertolongan. Orang boleh merasa yakin mereka tidak akan ditolak oleh orang kristiani. Ketiga, Yesus rela berkurban bagi orang lain. Memang belum saat-Nya Yesus “dikenali” orang banyak lewat mukjizat yang Dia buat. Bila publik mulai mengetahui hal itu, kemungkinan besar akan muncul berbagai reaksi yang dapat menyulitkan Yesus. Walaupun demikian, Dia tetap membuat mukjizat agar pesta pernikahan di Kana terselamatkan. Begitulah Yesus berkurban dan menolong, agar orang lain terselamatkan.
Belajar dari sikap hidup Yesus, biarlah hari ini kita meniru Dia!
SIKAP HIDUP ORANG BANYAK MUNGKIN MEMENGARUHI KITA NAMUN BIARLAH SIKAP HIDUP YESUS YANG MENJADI CETAK BIRU KITA
|

9th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: Bilangan 10:29-34
Ayat mas hari ini: Bilangan 10:31
Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1-2
Seberapa sering Anda menerima pujian yang tulus dari kekasih Anda?” Pertanyaan ini diajukan pada ratusan suami istri dalam sebuah penelitian. Hasilnya mengejutkan. Ternyata banyak yang berkata, “Saya tak pernah menerima pujian” atau “Hampir tak pernah”. Seorang istri menjawab: “Aku tidak ingat kapan terakhir kali suamiku me-mujiku”. Banyak orang pelit dalam memuji. Berat lidah untuk menyatakan betapa ia menyukai, mengagumi, atau menghargai orang lain. Alasannya macam-macam. “Ia sudah tahu!”, “Kalau dipuji nanti besar kepala”, atau “Saya malu mengatakannya”.
Sebuah penghargaan dapat memperkokoh hubungan. Musa menyadari hal ini. Ketika berada di Gunung Sinai, Musa diberi tahu bahwa Hobab tidak lagi mau melanjutkan perjalanan bersama rombongannya. Memang Hobab bukan orang Israel. Ia orang Midian. Bukannya ikut ke tanah perjanjian, ia justru ingin kembali ke kampungnya. Melihat hal ini, Musa memohon Hobab tetap bersamanya. Musa menyatakan betapa pentingnya Hobab. Dipujinya Hobab sebagai penunjuk jalan terbaik. Orang yang paling tahu seluk-beluk padang gurun. Walaupun Musa pemimpin tertinggi, ia tidak gengsi un-tuk mengakui kehebatan Hobab. Penghargaan ini akhirnya membuat Hobab tak jadi meninggalkan Musa, sebab ia merasa dirinya berharga.
Coba pikirkan orang-orang yang sudah banyak menolong Anda. Mereka yang sudah membuat hidup Anda nyaman dan indah. Kapan terakhir kali Anda memuji dan menghargai mereka? Pernahkah Anda menyatakan betapa pentingnya mereka bagi Anda? Kalau belum, lakukanlah itu hari ini!
PUJIAN MEMPERKAYA HIDUP ORANG YANG MENERIMANYA TANPA MEMPERMISKIN SANG PEMBERINYA
|

10th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
|
|
Bacaan hari ini: 2 Timotius 2:22-26
Ayat mas hari ini: 2 Timotius 2:22,23
Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 1-3
Filippo Inzaghi adalah seorang striker sepakbola asal Italia. Gaya permainan bolanya tidak secantik Ronaldinho—pemain nasional Brasil. Tubuhnya kecil, kecepatan larinya pun rata-rata. Namun, yang membuatnya istimewa adalah kemampuannya mencari ruang kosong, sehingga setiap serangan yang ia buat menjadi efektif. Tak banyak gaya, tetapi gol tercipta. Itulah yang membuatnya menjadi striker yang tetap diandalkan oleh AC Milan, timnya, meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
Prinsip ini senada dengan nasihat Paulus. Ayat-ayat yang kita baca adalah nasihat Paulus kepada Timotius yang hendak menjadi hamba Tuhan. Agar pelayanannya berhasil, Timotius diminta untuk tidak mengejar nafsu orang muda (ayat 22), tetapi menyalurkan energi dan waktunya untuk hal-hal yang lebih berguna. Tidak membuang waktu untuk sesuatu yang mengada-ada atau bodoh (ayat 23), tetapi mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai sejahtera. Melalui setiap nasihat ini, Paulus rindu agar Timotius hidup seefektif mungkin dalam melayani Allah.
Sekarang coba kita terapkan nasihat ini bagi kita secara pribadi. Adakah kita masih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang berguna; seperti bertengkar, menggosip, menjelekkan orang lain, dan sebagainya? Waktu yang ada begitu singkat dan tak akan terulang, jadi sudah seharusnya kita menggunakan waktu untuk melaku-kan hal-hal dan aktivitas yang menyenangkan hati Tuhan. Apalagi Tuhan memberi kita tugas untuk mengajar dan menuntun orang lain (ayat 24,25). Jangan buang waktu lagi, hiduplah efektif bagi Allah!
BEBERAPA MENIT YANG HABIS UNTUK MEMBICARAKAN ORANG LAIN SEBENARNYA CUKUP UNTUK MELAKUKAN SATU KEBAIKAN
|

11th October 2008
|
|
AP - Veteran
|
|
Join Date: Feb 2008
Location: Indonesia
Posts: 289
| | |