Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Renungan Harian
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #241 (permalink)  
Old 28th February 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 28 Februari 2008
Ayat SH: Yohanes 12:37-50

Judul: Demi kehormatan

Demikianlah akhir bagian Injil Yohanes yang dikenal para penafsir
dengan nama "kitab tanda-tanda". Penulis Injil menyusun Injil ini
sedemikian rupa sehingga tanda-tanda mukjizat Yesus ditempatkan
paruh pertama, beriringan dengan tema respons, dan akhirnya
penolakan para pemimpin Yahudi. Semuanya kini jelas. Setelah
berbagai tanda yang dilakukan Yesus, mereka jelas-jelas
menolak-Nya. Alasannya, demi kehormatan manusiawi (ayat 43).

Kehormatan sangatlah penting bagi masyarakat abad pertama dan juga
masyarakat kita kini. Sebagai orang Asia, 'kehilangan muka'
merupakan sesuatu yang sangat ditakuti. Bahkan, jika kita kaitkan
dengan tema kemarin, banyak orang lebih rela menderita ketimbang
kehilangan muka. Menjadi murid Yesus punya potensi lebih dahsyat
lagi. Tidak hanya menderita, pada saat yang bersamaan seorang
murid juga bisa sekaligus kehilangan kehormatan di hadapan
manusia lainnya. Tapi yang dipentingkan nas ini adalah kehormatan
dari Allah, yaitu kesempatan untuk menyaksikan karya Allah dan
menaati firman-Nya. Makna inilah yang tercakup dalam frasa
"percaya kepada Yesus". Seharusnya, bagi seorang murid sejati,
anugerah ini adalah kehormatan yang paling tinggi.

Inilah tantangan kita sekarang sebagai murid-murid Kristus masa kini.
Ada begitu banyak dosa yang jika dilakukan justru membuat
pelakunya sangat dihormati. Tapi kehormatan seperti ini jauh dari
hidup yang kekal dan bertentangan dengan firman Allah. Nas ini
seharusnya membuat kita bertanya, apakah kehormatan yang kita
peroleh saat ini adalah anugerah Allah yang memungkinkan kita
melayani dan memuliakan nama-Nya, atau justru wujud penolakan
kita terhadap Allah. Sebagai murid Tuhan, kehormatan jenis
terakhir harus sepenuhnya ditanggalkan. Menolak Yesus berarti
menolak Allah Bapa yang mengutus-Nya (ayat 48-49). Tidak hanya
itu, menikmati kehormatan seperti itu berarti menolak Yesus, Sang
Kebangkitan dan Hidup.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 12:37-50

37. Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di
depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,
38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada
siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?"
39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah
berkata juga:
40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka,
supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan
hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka."
41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat
kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia.
42. Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya
kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak
mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.
43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada
kehormatan Allah.
44. Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang
telah mengutus Aku;
45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah
mengutus Aku.
46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam
kegelapan.
47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak
melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan
untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia
sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah
yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi
Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk
mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang
kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana
yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Reply With Quote
  #242 (permalink)  
Old 29th February 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Jumat, 29 Februari 2008
Ayat SH: Yohanes 13:1-13

Judul: Kenapa Harus Tuhan?

Mengapa kini begitu banyak orang berusaha untuk "menuju puncak" alias
meraih kesuksesan yang menempatkan dirinya di atas orang lain? Ada
banyak kemungkinan jawaban, tetapi salah satu yang paling populer
adalah bahwa orang yang berada di atas berhak dilayani orang lain,
bahkan hingga berbagai keperluan dan keinginan pribadinya. Bahkan
dalam berbagai organisasi Kristen, orang yang ada di posisi atas
memang dianggap layak menerima berbagai pelayanan dan kemudahan,
yang biasanya disediakan oleh para bawahannya.

Sebagai murid, Petrus dan kawan-kawan mengalami sesuatu yang
mengejutkan: Yesus (4-5) turun tangan untuk memenuhi sesuatu yang
biasanya hanya pantas dilayankan oleh seorang budak non-Yahudi
atau perempuan/anak-anak, bukan lelaki Yahudi dewasa. Kini Guru
dan Tuhan merekalah yang melakukan tindakan itu. Yesus menyatakan
tindakan ini merupakan tanda bahwa mereka ikut mengambil bagian
dalam Dia, artinya ikut mengambil bagian dalam karunia kemuliaan
Allah yang diberikan kepada Yesus. Bagi dunia masa kini, langkah
ini jelas tidak logis. Bagi Yesus, justru itulah yang harus
dilakukan. Dalam penggalan nas ini, tindakan-Nya membasuh kaki
para murid-Nya justru tidak membuatnya terhina, melainkan memenuhi
status-Nya sebagai Tuhan dan Guru atas murid-murid-Nya.

Hal ini mungkin bisa jadi batu sandungan besar bagi kita para insan
abad keduapuluh satu. Namun faktanya, keselamatan kita terjadi
karena Yesus rela merendahkan diri, turun ke dalam dunia,
menderita, hingga mati di kayu salib. Kalimat ini bukan sekadar
basa-basi. Kaki-kaki para murid yang tak lagi kotor berdebu itu
jadi buktinya(10). Wibawa Ilahi-Nya kelihatan dari kasih-Nya yang
mewujud nyata dalam pelayanan. Kristus yang kita sembah tidak sama
dengan imaji-imaji Yesus versi `jualan' yang berkilauan,
berwibawa, dan eksklusif. Kristus adalah Tuhan karena Ia lebih
dulu melayani kita.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 13:1-13

1. Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu,
bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada
Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya
demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada
kesudahannya.
2. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana
dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
3. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu
kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada
Allah.
4. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil
sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
5. kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai
membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang
terikat pada pinggang-Nya itu.
6. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya:
"Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
7. Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu
sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
8. Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai
selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau,
engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
9. Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja,
tetapi juga tangan dan kepalaku!"
10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah
membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih
seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia
berkata: "Tidak semua kamu bersih."
12. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan
kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah
kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
13. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab
memang Akulah Guru dan Tuhan.
Reply With Quote
  #243 (permalink)  
Old 3rd March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

Sorry guys, karena kiriman santapan harian nya belum sampai, aku gantikan dengan yang lainnya untuk sementara ....

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Senin, 03 Maret 2008
Hagai 2:2-10

RUMAH PAPAN
Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
(Hagai 1:4)

Nubuat Hagai di dalam Kitab Suci acap kali dilewatkan. Padahal di dalamnya terkandung banyak hal penting bagi kita. Kitab yang singkat ini berisi empat pesan Allah kepada orang-orang buangan Yahudi yang telah kembali dari Babel. Misi mereka adalah membangun kembali Bait Allah di Yerusalem.
Mereka mengawalinya dengan baik. Namun kemudian semangat mereka menyusut dan justru membangun rumah bagi mereka sendiri. Dalam pesan pertamanya, Hagai bertanya, "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?" (1:4).
Di dalam pesan keduanya (2:2-10), Hagai bertanya apakah ada orang yang mengingat bait Allah yang dibangun oleh Salomo dan dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar. Ternyata tidak banyak orang tua yang pernah mengalami pembuangan itu, yang dapat mengingat kejayaan masa silam. Jika dibandingkan, proyek pembangunan yang diabaikan tersebut tampak menyedihkan.
Marilah kita renungkan selama beberapa saat tentang pekerjaan membangun gereja. Bagi kita, gereja merupakan tubuh Kristus, yaitu orang-orang percaya itu sendiri (1 Korintus 12:27). Misi kita sebagai pengikut Yesus adalah menjadi kuat, mengabdi, bertumbuh, serta bersaksi.
Bagaimanakah keadaan jemaat yang Anda hadiri? Apakah jemaat itu sibuk mengerjakan pekerjaan Allah? Apakah Anda terlibat? Ataukah pikiran Anda telah terganggu dengan pekerjaan membangun "rumah-rumah papan" Anda sendiri? - DE

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Hagai 2:2-10

2:2 (2-3) "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian:
2:3 (2-4) Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?
2:4 (2-5) Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
2:5 (2-6) sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!
2:6 (2-7) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:8 (2-9) Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
2:9 (2-10) Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."
2:10 (2-11) Pada tanggal dua puluh empat bulan yang kesembilan, pada tahun yang kedua zaman Darius, datanglah firman TUHAN kepada nabi Hagai, bunyinya:

Last edited by talentaku : 3rd March 2008 at 07:57 AM.
Reply With Quote
  #244 (permalink)  
Old 5th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Sabtu, 1 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 13:14-20

Judul: Saling mengasihi

Banyak orang Kristen berani mengklaim bahwa ia telah melayani Tuhan,
tetapi tidak banyak orang yang bisa mengklaim bahwa ia telah
merendah, dan bahkan mengambil risiko kehinaan sosial luar biasa
seperti Tuhannya demi melayani orang lain. Apa yang dilakukan
Tuhan Yesus dalam nas yang kita baca kemarin dan hari ini
bertujuan agar kita tanpa ragu-ragu lagi memenuhi panggilan
kemuridan kita dengan praktik saling melayani. Sederhananya:
Tuhanmu saja mau merendahkan diri, masa kamu yang murid-Nya
justru gengsian?

Tapi faktanya soal tinggi rendah memang masih jadi penyakit dan
cacat yang mencemari pelayanan dan kasih orang Kristen. Ada
banyak contoh. Di kalangan 'petinggi' rohani, penghormatan
terhadap pemimpin gerejawi atau organisasi pelayanan kadang
menyamai perlakuan pada para pembesar, mulai dari permintaan
fasilitas istimewa, sikap ABS, dll. Tidak hanya itu, kita yang
melayani pun kerap salah kaprah menyamakan tanggung jawab dengan
status sosial. Kita memperlakukan tanggung jawab sebagai penanda
'keberbedaan' kita dari orang lain, bukan beban kudus yang
datang dari Allah. Pola relasi orang beriman bukannya
mendemonstrasikan kasih dengan saling melayani dalam kebhinekaan
status dan kondisi umat Kristus, tetapi justru sejajar dengan
skema atasan-bawahan yang berlaku di tengah orang-orang yang
belum mengenal Tuhan. Tidak heran banyak orang yang menganggap
diri memiliki status yang menjulang tinggi mengharapkan dilayani
sebagai suatu kompensasi.

Kasih bukanlah sekadar perasaan. Kasih juga bukan entitas rohani
belaka. Kasih mewujud melalui tindakan nyata, yaitu saling
melayani. Jika wujudnya tidak ada, namanya jelas bukan kasih.
Namun kasih dan pelayanan juga bukan ekspresi kehebatan diri.
Orang Kristen tidak perlu menunggu diri kaya, berkuasa, pintar,
dll., baru bisa melayani. Kita mampu mengasihi karena Kristuslah
yang memampukan kita mulai mewujudkan kasih itu dengan
kerendahan hati.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 13:14-20

14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan
Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya
kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah
lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada
dia yang mengutusnya.
17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika
kamu melakukannya.
18. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang
telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan
roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu
terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah
Dia.
20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima
orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku,
ia menerima Dia yang mengutus Aku."
Reply With Quote
  #245 (permalink)  
Old 5th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Sabtu, 1 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 13:14-20

Judul: Saling mengasihi

Banyak orang Kristen berani mengklaim bahwa ia telah melayani Tuhan,
tetapi tidak banyak orang yang bisa mengklaim bahwa ia telah
merendah, dan bahkan mengambil risiko kehinaan sosial luar biasa
seperti Tuhannya demi melayani orang lain. Apa yang dilakukan
Tuhan Yesus dalam nas yang kita baca kemarin dan hari ini
bertujuan agar kita tanpa ragu-ragu lagi memenuhi panggilan
kemuridan kita dengan praktik saling melayani. Sederhananya:
Tuhanmu saja mau merendahkan diri, masa kamu yang murid-Nya
justru gengsian?

Tapi faktanya soal tinggi rendah memang masih jadi penyakit dan
cacat yang mencemari pelayanan dan kasih orang Kristen. Ada
banyak contoh. Di kalangan 'petinggi' rohani, penghormatan
terhadap pemimpin gerejawi atau organisasi pelayanan kadang
menyamai perlakuan pada para pembesar, mulai dari permintaan
fasilitas istimewa, sikap ABS, dll. Tidak hanya itu, kita yang
melayani pun kerap salah kaprah menyamakan tanggung jawab dengan
status sosial. Kita memperlakukan tanggung jawab sebagai penanda
'keberbedaan' kita dari orang lain, bukan beban kudus yang
datang dari Allah. Pola relasi orang beriman bukannya
mendemonstrasikan kasih dengan saling melayani dalam kebhinekaan
status dan kondisi umat Kristus, tetapi justru sejajar dengan
skema atasan-bawahan yang berlaku di tengah orang-orang yang
belum mengenal Tuhan. Tidak heran banyak orang yang menganggap
diri memiliki status yang menjulang tinggi mengharapkan dilayani
sebagai suatu kompensasi.

Kasih bukanlah sekadar perasaan. Kasih juga bukan entitas rohani
belaka. Kasih mewujud melalui tindakan nyata, yaitu saling
melayani. Jika wujudnya tidak ada, namanya jelas bukan kasih.
Namun kasih dan pelayanan juga bukan ekspresi kehebatan diri.
Orang Kristen tidak perlu menunggu diri kaya, berkuasa, pintar,
dll., baru bisa melayani. Kita mampu mengasihi karena Kristuslah
yang memampukan kita mulai mewujudkan kasih itu dengan
kerendahan hati.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 13:14-20

14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan
Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya
kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah
lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada
dia yang mengutusnya.
17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika
kamu melakukannya.
18. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang
telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan
roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu
terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah
Dia.
20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima
orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku,
ia menerima Dia yang mengutus Aku."
Reply With Quote
  #246 (permalink)  
Old 5th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Minggu, 2 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 13:21-30

Judul: Bagaimana menghadapi Yudas?

Sejak pasal 6 dan 12 kita sudah menerima informasi bahwa Yudas
adalah pengkhianat. Andaikata Injil Yohanes merupakan film
spionase, ceritanya mungkin demikian: jati diri si penyusup plus
pengkhianat itu dibuka lebar-lebar, lalu hukuman dijatuhkan.
Namun di sini yang kita temukan justru berlawanan. Setelah para
murid tahu bahwa Yesus akan diserahkan kepada para penguasa,
Yesus justru mempersilahkan si pembelot pergi dan melaksanakan
rencananya. Kita tentu tergoda bertanya, mengapa?

Injil Yohanes tidak menjawab pertanyaan tadi secara langsung. Namun
sejauh ini kita tahu bahwa penyaliban Yesus memang bagian dari
kehendak Allah; juga hasil pengkhianatan Yudas. Karena itulah
Yesus tidak mencegahnya. Yang jadi pertanyaan kita, apakah nas
ini mengimbau kita untuk menganut fatalisme dalam hidup:
anggapan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini sudah
ditentukan atau ditakdirkan? Tidak, karena kita melihat di sini
bukan kepasrahan buta yang fatalistis, melainkan sikap aktif
Yesus yang secara rela merespons rencana dan kehendak Sang Bapa
dalam ketaatan. Bagaimana menghadapi Yudas? Kalimat Yesus kepada
Yudas justru bernada perintah, seakan menandai kesiapan Yesus
menjalani babak akhir pelayanan-Nya di bumi. Ini bukan kalimat
orang yang pasrah membuta dan menyerahkan segalanya pada nasib.
Apa yang terjadi pada Yesus dalam pasal-pasal berikut-Nya adalah
akibat dari pilihan aktif ketaatan-Nya.

Sebagai murid Kristus, kita tidak diminta untuk pasrah menerima
keadaan, apapun yang terjadi. Panggilan kita adalah bersikap
taat. Kita tidak boleh lupa bahwa ketika Setan bekerja dan
mengatur siasat, Allah turut bekerja melalui kuasa Roh-Nya dan
juga melalui ketaatan kita. Penderitaan, kesusahan, beban
pelayanan, dan juga sukacita dan penghiburan, semuanya kita
tanggung bukan karena pasrah begitu saja kepada undian nasib
yang tak terduga, melainkan karena kita memilih untuk taat
kepada kehendak-Nya.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 13:21-30

21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu
bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara
kamu akan menyerahkan Aku."
22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka
ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang
dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata:
"Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata
kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan
memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata
demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya
kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.
Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat,
perbuatlah dengan segera."
28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk
makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus
menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau
memberi apa-apa kepada orang miskin.
30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu
hari sudah malam.
Reply With Quote
  #247 (permalink)  
Old 5th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Senin, 3 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 13:31-38

Judul: Identitasku: kasih

Apa identitas utama yang membedakan para murid dari dunia? Bukan
pemahaman doktrin yang komprehensif dan ortodoks! Ini memang
penting, tetapi bukan itu pembedanya. Bisa saja orang dunia
punya pemahaman doktrin sedemikian. Bukan pula kemegahan
organisatoris dalam bentuk berlimpahnya anggota, dana, dan
sarana. Ini memang baik, tapi organisasi dunia pun diizinkan
Tuhan memiliki hal serupa.

Yang jadi pembeda para murid dari dunia adalah kasih. Namun kata
kasih sendiri kerap dirongrong dan dibiarkan turun tingkat
menjadi klise rohani. Kita hanya merasa perlu menyebut atau
menyisipkan kata kasih dalam ujaran dan tulisan kita, walaupun
dalam realpolitik kehidupan gerejawi, kenyataannya bisa lain.
Pertimbangan kegerejaan, organisatoris pelayanan, atau relasi
pribadi antarwarga gereja, justru banyak didasari oleh
pertimbangan lain: mulai yang bersifat egois seperti
ketidaksukaan, kenyamanan pribadi, dendam, hingga yang bersifat
pragmatis seperti ketakutan terhadap reaksi pihak luar, persepsi
perlu berhemat, dll. Namun tidak bagus jika kita melulu membahas
ketiadaan kasih di sini. Masalah utama kita sebagai warga gereja
dan murid Kristus adalah, teladan Kristus dan para murid itu
terasa begitu jauh dari kita. Kasih terasa makin 'surgawi' alias
makin jauh dari bumi, bahkan di antara para murid-Nya.

Kita butuh teladan. Kita butuh contoh. Ketimbang hanya menunggu,
mari kita saling jadi teladan bagi satu sama lain. Toh perintah
Yesus, Tuhan kita itu, jelas: yang disuruh mengasihi adalah
kita. Seiring dengan makin kencangnya laju zaman ini, kita
justru makin kesulitan untuk menunjukkan kasih tulus kepada
orang-orang yang paling dekat dengan kita: pasangan hidup,
anggota keluarga, tetangga, sesama warga jemaat yang berdekatan,
rekan pelayanan, dll. Kita perlu menggumulkan lagi kapan dan
bagaimana hari ini, besok, dan hari demi hari seterusnya, kita
menunjukkan kasih itu. Mari tunjukkan identitas sejati kita.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 13:31-38

31. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak
Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan
mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan
mempermuliakan Dia dengan segera.
33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama
kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan
kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin
kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada
kamu.
34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu
saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian
pula kamu harus saling mengasihi.
35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah
murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
36. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah
Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak
dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti
Aku."
37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat
mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya
Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah
menyangkal Aku tiga kali."
Reply With Quote
  #248 (permalink)  
Old 5th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Selasa, 4 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 14:1-7

Judul: Jalan

Kita mungkin tidak sadar bahwa orang Kristen zaman dulu lebih banyak
dikenal dengan sebutan "pengikut Jalan [Tuhan]" (lih. mis. Kis.
9:2; 22:4). Bahkan kata "Kristen" atau "Khristianos" pun dulunya
bermakna melecehkan: "orangnya si Khristos." Namun itulah
kenyataannya. Menjadi Kristen berarti berada dalam perjalanan di
jalan Tuhan, yakni mengikuti, menyaksikan, dan ikut mewujudkan
kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Injil Yohanes memunculkan Yesus
sebagai Sang Jalan yang kita pilih dan kita ikuti. Masalahnya,
insan-insan modern seperti kita lebih senang dengan kema-panan.
Berjalan berarti berpindah berarti berubah berarti tidak mapan.
Dan itu tidak kita sukai!

Tujuh ayat ini sangat dalam dan kita tidak mungkin bisa mengupas
semua isinya di sini. Namun ada beberapa poin yang perlu kita
soroti. Pertama, bahkan setelah Yesus pergi pun Ia tetap
melayani kita, para murid-Nya: Ia menyiapkan tempat bagi kita
(ayat 2-3). Kedua, melalui Kristus Sang Jalan, kita mengenal
Allah Bapa. Bahkan, tanpa Kristus kita tidak mung-kin mengenal
Sang Bapa seperti ini. Ketiga, Sang Jalan yang kita sambut
dengan iman ini sekaligus adalah kebenaran dan hidup kita:
artinya, kita dibenarkan dan memperoleh hidup ketika kita
melakukan langkah iman yaitu percaya kepada Kristus. Keempat,
kita memperoleh jaminan surgawi dari Tuhan. Oleh sebab itu,
sewajarnyalah bila kita merespons Dia dengan langkah konkret,
yang berpadanan dengan status anugerah kita.

Poin renungan kita kali ini sederhana saja: Jika memang demikian,
kita masih tunggu apalagi? Tidaklah pantas jika kita masih tetap
mencintai 'kemapanan' dunia ini dan melupakan mandat kemuridan
kita, yaitu menyampaikan kabar bahwa Yesus adalah Jalan,
Kebenaran dan Hidup, bahwa Allah Bapa takkan bisa dikenal
kecuali melalui Dia. Sebagai murid, kita tahu "ke mana Tuhan
pergi" (ayat 4) yakni menuju jalan yang mewujudkan kehendak Sang
Bapa yang niscaya penuh kemuliaan.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 14:1-7

1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku.
2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk
menyediakan tempat bagimu.
3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan
tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke
tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau
pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui
Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal
Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat
Dia."
Reply With Quote
  #249 (permalink)  
Old 5th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 5 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 14:8-14

Judul: Berkarya karena percaya

Walaupun para pemimpin Yahudi mewakili kebenaran Taurat, tetapi
mereka tidak diutus Allah Bapa dan bukan wakil-Nya yang sejati.
Kristus tidak hanya mewakili kebenaran firman, dan bukan hanya
Sang Firman itu sendiri, tetapi juga diutus oleh Sang Bapa untuk
mewujudkan kehendak-Nya. Keunikan dari Yesus ini penting. Hal
inilah salah satu dasar berbagai klaim Injil Yohanes tentang
diri Yesus Kristus. Jika Yesus tidak diutus oleh Sang Bapa, jika
para murid tidak bertemu dengan Sang Bapa melalui diri Yesus,
maka pemberitaan-Nya tidak berarti apa-apa. Hal ini penting kita
camkan, karena implikasinya, ketika kita percaya kepada Yesus
dan menaati firman-Nya, kita pun percaya dan menaati Sang Bapa.

Sebab itu, di sini kita menemukan salah satu poin penting. Di pasal
13 kita sudah melihat bahwa para murid diperintahkan untuk
saling mengasihi. Kali ini penegasannya lebih umum dan kentara,
para murid dipanggil untuk berkarya. Tanggung jawab orang
Kristen memang bukan sebatas percaya dan bersyukur. Kita menjadi
murid karena Tuhan berkehendak mewujudkan rencana-Nya. Karena
inilah, Yesus memberikan janji, yaitu Ia akan melakukan apa yang
kita minta dalam nama-Nya. Ini bukan merupakan cek kosong yang
kita bisa isi sesuka hati. "Kita" yang disapa Tuhan di sini
adalah para murid yang tahu dan mau bergumul demi kehendak-Nya,
bukan orang yang terbiasa meminta kebutuhannya sendiri seenak
perutnya.

Iman bukan cuma menyangkut perasaan belaka. Iman yang hidup
seharusnya menggerakkan arahan hati, kehendak, perasaan, dan
wujud tindakan ketaatan manusia kepada Allah. Orang yang mengaku
beriman, tetapi tidak berkarya sesungguhnya tidak beriman. Hari
ini kita ditantang untuk menyatakan bahwa kita berkarya, bukan
hanya karena diperintahkan Tuhan, melainkan karena karya-Nya ada
di dalam diri kita, niscaya membuat kita berkarya bagi Tuhan
yang dahsyat itu.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 14:8-14

8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami, itu sudah cukup bagi kami."
9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama
kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah
melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata:
Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari
diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang
melakukan pekerjaan-Nya.
11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku
lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada
itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya."
Reply With Quote
  #250 (permalink)  
Old 6th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 6 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 14:15-24

Judul: Arti mengasihi Yesus

Menyanyikan banyak lagu tentang keagungan Yesus bukan jaminan bahwa
si penyanyinya benar-benar mengasihi Yesus. Membangun begitu
banyak gedung atau monumen yang mengusung nama Yesus pun tidak.
Menulis banyak artikel seperti renungan ini pun sama saja. Nas
ini menegaskan bahwa kasih murid kepada Tuhannya diwujudkan
melalui ketaatan si murid pada perintah-Nya, baik dalam sikap,
perasaan, dan tindakan.

Pemahaman kita tentang mengasihi Yesus makin seru karena para murid
berhadapan dengan fakta bahwa Yesus naik ke surga. Arti
mengasihi seperti di atas makin penting. Pertama, kita tidak
ditinggalkan begitu saja, tapi memperoleh parakletos atau
penolong, yaitu Roh Kudus. Sang parakletos jelas bukan manusia
biasa, karena Ia adalah "Roh Kebenaran" yang menyertai kita dan
diam di dalam kita (ayat 17). Artinya, dalam melakukan
perintah-perintah Tuhan, kita tidak sendirian, tetapi mengalami
penyertaan ilahiah. Kedua, dengan mengasihi Yesus secara
sungguh-sungguh, kita menyenangkan hati Sang Bapa yang mengutus
Yesus. Pemunculan figur Allah Bapa dalam Injil Yohanes bukanlah
sekadar formalitas. Tema ini menandaskan bahwa apa yang
dilakukan Yesus dan kita para murid-Nya merupakan bagian dari
karya dan rencana Allah sejak bumi ini diciptakan. Melalui
ketaatan kasih kita, kita beroleh anugerah menjadi bagian di
dalamnya.

Kasih Tuhan tak pernah berubah. Namun zaman berubah, dan kita pun
perlu mencari cara-cara baru dan kontekstual untuk mewujudkan
kasih kita kepada Tuhan Yesus. Zaman ini menantang kita dengan
perancuan nilai keluarga dan kemanusiaan; penindasan terhadap
sesama manusia; perusakan lingkungan hidup; pemberhalaan kapital
dan teknologi; dll. Setiap pagi hari, sebagai murid-murid
Kristus, selayaknyalah kita berdoa, "Ya Tuhan, biarlah Roh Kudus
menolong aku mewujudkan kasihku kepada-Mu melalui ketaatanku di
tengah keluarga, lingkungan sosial dan alam, gereja, serta
tempat kerjaku."

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 14:15-24

15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala
perintah-Ku.
16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu
seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu
selama-lamanya,
17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab
dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu
mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam
kamu.
18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku
datang kembali kepadamu.
19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi,
tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku
dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah
yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan
dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan
menyatakan diri-Ku kepadanya."
22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan,
apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada
kami, dan bukan kepada dunia?"
23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti
firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang
kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti
firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku,
melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
Reply With Quote
  #251 (permalink)  
Old 7th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Jumat, 7 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 14:25-31

Judul: Roh dan firman

Doktrin pneumatologi [ajaran tentang Roh Kudus] tak jarang
menimbulkan kontroversi. Padahal kita seharusnya justru terhibur
dan dikuatkan oleh pengajaran tentang Sang Penolong/Penghibur
[kedua kata ini terjemahan dari kata yang sama, parakletos],
karena memang itulah tujuannya. Nas ini menegaskan peran Roh
Kudus dalam kehidupan seorang murid: mengajar dan mengingatkan
si murid akan firman Tuhan, serta mewujudkan damai sejahtera
yang ditinggalkan Yesus. Kehadiran Roh Kudus juga yang
memampukan kita bersukacita atas fakta perginya Yesus kepada
Sang Bapa dan janji bahwa Ia akan kembali.

Selain kontroversial, ajaran tentang Roh Kudus kadang dipandang
sebagai teori teologis atau bahkan semacam takhayul Kristen.
Kadang juga orang Kristen terjebak dalam pemahaman keliru bahwa
Roh Kudus baru hadir ketika terjadi berbagai hal
supernatural/mukjizat. Padahal tidak demikian. Roh Kudus diutus
bagi para murid (ayat 16), bukan semata-mata demi mengadakan
mukjizat. Roh Kudus mengajarkan kepada kita "segala sesuatu"
(ayat 26), yaitu segala kebenaran Allah yang telah dinyatakan
melalui Yesus, dan mengingatkan kembali firman itu. Implikasi
bagi kita adalah, pertama, hidup seorang murid benar-benar
dilandaskan pada firman Tuhan. Roh Kudus mengingatkan kita,
supaya kehidupan berlandaskan firman itu benar-benar terjadi.
Kedua, dalam menaati firman Tuhan, kita tidak mengandalkan kuasa
kita sendiri. Tak jarang kita gagal menaati firman bukan karena
kita tidak mau, tetapi karena kita gagal mengandalkan kuasa Roh
Kudus.

Doktrin ini berpengaruh pada segenap lingkar kehidupan kita. Bahkan
dalam relasi dengan pasangan, anak, dan orang tua, kita mesti
mengandalkan Dia agar kelakuan kita sungguh-sungguh serasi
kebenaran Alkitab. Supaya hidup kita mengasihi atau mengalami
dan menyebarkan damai sejahtera Tuhan, kita tidak boleh
melupakan dua hal penting: bahwa landasannya adalah firman, dan
Roh Penolong itulah yang mengingatkan dan memberdayakan kita.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 14:25-31

25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada
bersama-sama dengan kamu;
26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh
Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu
kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah
Kukatakan kepadamu.
27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku
Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang
diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar
hatimu.
28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku
pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu
mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi
kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu
terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab
penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas
diri-Ku.
31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa
Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa
kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."
Reply With Quote
  #252 (permalink)  
Old 8th March 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Sabtu, 8 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 15:1-8

Judul: Berbuah

Dalam dunia pekerjaan, mendengar bos menyebut kata-kata seperti
target, deadline/tenggat, kuota, hasil dll., kadang bisa
menimbulkan rasa takut dan gentar. Apalagi kalau kata seperti
itu keluar dari Sang Maha Kuasa. Di sini Tuhan Yesus menggunakan
istilah "berbuah". Ada perbedaan di antara ranting yang
menghasilkan dan yang tidak menghasilkan buah (ayat 2, 5-6),
yaitu orang yang sungguh-sungguh tinggal dalam Yesus dengan yang
tidak. Seakan-akan orang Kristen harus mencapai suatu hasil
konkret tertentu jika ia tidak ingin dirinya "dicampakkan ke
dalam api lalu dibakar." Nas ini memang memaparkan risiko dan
imbalan, tetapi ada hal penting lainnya yang perlu kita sadari.

Berlawanan dengan dunia kerja sekuler di mana target pribadi berarti
harus dicapai secara pribadi (berdasar kompetensi pribadi) pula,
nas ini justru memaparkan betapa tergantungnya seorang murid
Tuhan dalam menghasilkan buah. Pertama, ia "dibersihkan" oleh
Bapa supaya bisa lebih banyak berbuah. Kedua, dan yang paling
penting, ia mampu berbuah mutlak hanya karena dirinya tinggal di
dalam Kristus, Sang Pokok Anggur, bukan karena kapasitas
pribadinya. Ketiga, murid berbuah karena firman Tuhan "tinggal"
di dalam dirinya, dalam arti firman Tuhan menjadi dasar
kehidupannya. Keempat, buah karya si murid itu niscaya
memuliakan Tuhan, karena buah itu memang terjadi karena kuasa
Tuhan sendiri.

Di dalam ketidakmungkinan manusiawi ini, justru tersirat suatu
janji: bahwa kuasa Allah niscaya memungkinkan kita menghasilkan
buah, yaitu sikap dan tindakan berdasarkan firman yang
menyenangkan hati Allah dan menjadi penggenapan kehendak-Nya.
Sebagai murid, mari kita pusatkan perhatian pada tindakan iman
ini: menghasilkan buah yang konkret. Buah-buah itu harus muncul
di segala bidang kehidupan kita, mulai dari rumah, lingkungan,
tempat kerja, gereja, dan bahkan di dunia maya. Inilah wujud
iman kita yang sebenarnya.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Yohanes 15:1-8

1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan
setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih
banyak berbuah.
3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan
kepadamu.
4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti
ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak
tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah,
jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah
banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar
seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang
dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di
dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan
menerimanya.
8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu
berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Reply With Quote
  #253 (permalink)  
Old 9th March 2008