 |
|

17th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 17 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 18:1-11
Judul: Penggenapan panggilan Yesus
Waktu-Nya sudah tiba. Peristiwa penyaliban Yesus sudah di depan
mata. Detik-detik penderitaan yang Dia tanggung sebagai akibat
dosa manusia, segera dimulai.
Permulaan drama itu berlangsung di suatu taman (ayat 1). Dengan
disertai orang-orang yang dipersenjatai (ayat 3), para pemimpin
agama Yahudi mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan
terburuk. Mereka tentu mengira bahwa Yesus akan melawan atau
melarikan diri. Oleh karena itu mereka tidak mau gagal. Namun
dugaan mereka salah. Ia bahkan tidak menyembunyikan diri dari
orang-orang yang bermaksud menangkap Dia (ayat 4). Jika mereka
berharap tidak gagal menangkap Yesus, maka harapan mereka
terwujud. Akan tetapi, itu terjadi bukan karena mereka telah
merancang suatu strategi penangkapan yang brilian. Bukan juga
karena jumlah orang-orang yang dipersiapkan untuk menangkap
Yesus begitu banyak. Semua itu terjadi karena memang itulah
waktu-Nya Tuhan.
Kisah penangkapan Yesus memperlihatkan bahwa Dia sepenuhnya memegang
kendali atas situasi yang terjadi saat itu. Bukan tentara Roma,
bukan pemimpin agama Yahudi, bukan Yudas, dan tentu saja bukan
para murid. Yesus bukanlah korban situasi atau ketidakadilan.
Hidup-Nya bukan dirampas dari-Nya, melainkan Ia sendiri yang
menyerahkannya. Jelas bahwa penyerahan diri-Nya ke tangan musuh
bukan merupakan kekalahan, melainkan ketaatan untuk melaksanakan
kehendak Bapa (ayat 11). Ia bersedia tunduk meski sebelumnya
meminta agar Allah melewatkan cawan derita itu (Mat 26:39; Mrk.
14:36; Luk. 22:42).
Ketaatan dan kerelaan Kristus meneguk cawan derita membuat manusia
berdosa dapat menikmati anugerah keselamatan kekal. Bagaimana
seharusnya sikap kita sebagai pengikut Dia? Yang jelas jangan
seperti Petrus, yang ingin "membela" Tuhan tetapi tidak
menyadari bahwa tindakannya tidak sejalan dengan rencana Allah.
Petrus malah ingin menyingkirkan cawan yang harus Yesus minum.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 18:1-11
1. Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ
bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang
sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu
bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena
Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit
dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala
dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju
ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka:
"Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ
bersama-sama mereka.
6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah
mereka dan jatuh ke tanah.
7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata
mereka: "Yesus dari Nazaret."
8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku
yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah
dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak
seorangpun yang Kubiarkan binasa."
10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang
itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga
kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah
Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
|

18th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 18 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 18:12-27
Judul: Sama saja dengan Petrus
Suatu kontras sedang dipaparkan Yohanes dalam kisah ini, meski
kisahnya sama: Yesus dikonfrontir Hanas dan Petrus dikonfrontir
beberapa orang di halaman istana Imam Besar (ayat 15).
Ketika menghadapi pertanyaan dari Imam Besar mengenai
murid-murid-Nya, Yesus tidak memberi jawaban. Ia melindungi
murid-murid-Nya (ayat 19). Dalam perikop sebelumnya, kita
melihat bagaimana Yesus menghadapi orang-orang yang akan
menangkap Dia. Tanpa rasa takut. Walau sedang menghadapi momen
yang membahayakan hidup-Nya, Yesus tidak melakukan apapun yang
membahayakan murid-murid-Nya. Ia berusaha agar penangkapan-Nya
tidak berisiko terhadap keselamatan murid-murid-Nya (ayat 8-9).
Namun bagaimana sikap sang murid sendiri terhadap Gurunya?
Ketika Yesus berdiri tegak menghadapi para penanya dan tidak
menyangkal satu hal pun, Petrus gemetar ketakutan di depan
orang-orang yang menanyai dia. Ia menyangkal semua hal yang
disebutkan orang-orang itu. Petrus yang beberapa waktu
sebelumnya berkata bahwa ia akan mati bagi Yesus (Yoh. 13:37),
saat itu menyangkal hubungannya dengan Dia (ayat 17, 25-26). Ia
takut akan akibat yang terjadi bila orang mengetahui
kedekatannya dengan Yesus. Terpisah dari Yesus, Petrus
menghadapi pencobaan dan tidak dapat bertahan. Sebagai murid,
seharusnya Petrus bersaksi tentang Yesus, Gurunya.
Banyak orang mencemooh Petrus karena penyangkalannya. Namun mari
kita mengingat-ingat, kita yang menyandang sebutan pengikut
Kristus juga sering menyangkal Dia di hadapan orang lain.
Mungkin tidak secara langsung, tetapi seberapa sering kita hanya
tutup mulut ketika seharusnya menyuarakan kebenaran-Nya? Berapa
banyak kesempatan, saat kita harus bersaksi tentang iman kita
pada Kristus, tetapi kita memilih untuk diam? Sesungguhnya kita
tidak berbeda dari Petrus. Karena itu, marilah kita belajar
setia, belajar untuk tidak mengompromikan iman, belajar untuk
tidak menjual iman karena kepentingan dan ambisi pribadi.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 18:12-27
12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga
yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu
Dia.
13. Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas
adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;
14 dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi:
"Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa."
15 Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid
itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke
halaman istana Imam Besar,
16 tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain
tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap
dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
17 Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus:
"Bukankah engkau juga murid orang itu?" Jawab Petrus: "Bukan!"
18 Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah
telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka
berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang
bersama-sama dengan mereka.
19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang
murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada
dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait
Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah
berbicara sembunyi-sembunyi.
21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah
mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu
apa yang telah Kukatakan."
22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri
di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu
kepada Imam Besar?"
23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah,
tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar,
mengapakah engkau menampar Aku?"
24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam
Besar itu.
25 Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di
situ kepadanya: "Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?"
26 Ia menyangkalnya, katanya: "Bukan." Kata seorang hamba Imam
Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong
Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan
Dia?"
27 Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah
ayam.
|

19th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 19 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 18:28-38
Judul: Yesus dan Pilatus
Memperalat orang lain untuk melakukan kejahatan bagi kepentingan
diri sendiri merupakan perbuatan licik yang tidak manusiawi.
Apalagi jika hal itu dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya
beriman! Namun begitulah orang Israel. Mereka tidak mau membunuh
karena dilarang di dalam Hukum Taurat (ayat 31), bahkan tidak
mau menajiskan diri dengan masuk ke gedung pengadilan (ayat 28),
tetapi memanfaatkan Pilatus untuk menghukum Yesus (ayat 30).
Di sisi lain, melakukan keinginan orang lain dengan tujuan menjaga
stabilitas keamanan dan kenyamanan diri, juga merupakan tindakan
bodoh! Seperti itulah Pilatus. Meskipun awalnya ia tidak mau
menerima perkara Yesus (ayat 31), tetapi kemudian ia terima juga
limpahan tanggung jawab untuk mengadili Yesus. Ia tidak mau
mempertaruhkan jabatannya apabila kemudian terjadi kerusuhan
karena perkara itu. Salahkah Pilatus? Ya, karena ia tidak
mendasarkan tindakannya di atas kebenaran.
Seperti Pilatus, memang kita tidak dapat menghindar dari pengambilan
keputusan mengenai sikap kita terhadap Yesus. Sebab itu,
berusahalah untuk mengenal Dia dan putuskanlah bagaimana Anda
harus bersikap terhadap Dia! Apakah Anda akan menganggap Dia
sebagai salah satu nabi atau pengajar kebenaran? Atau menerima
Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan? Ingatlah bahwa konsekuensi
keputusan kita saat ini adalah nasib kekal kita kelak.
Bagaimana dengan Yesus sendiri? Sikap-Nya sangat jelas. Dia lebih
setia kepada sabda Allah sekalipun harus mengorbankan jiwa raga,
ketimbang menutupi kebenaran firman Allah hanya untuk
kepentingan diri sendiri.
Orang yang hidup demi dan untuk hormat serta kemuliaan Allah, tidak
lagi hidup untuk dirinya sendiri. Ia akan berani memegang teguh
kebenaran sabda Allah, sekalipun orang di sekitarnya tidak
setuju. Dia akan mengatakan apa yang benar, dan tetap berpihak
pada pelaksanaan kehendak Allah, sekalipun konsekuensinya berat.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 18:28-38
28. Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung
pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak
masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri,
sebab mereka hendak makan Paskah.
29 Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata:
"Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?"
30 Jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat,
kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!"
31 Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia
menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak
diperbolehkan membunuh seseorang."
32 Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang
dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
33 Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu
memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja
orang Yahudi?"
34 Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu
sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu
tentang Aku?"
35 Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri
dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku;
apakah yang telah Engkau perbuat?"
36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika
Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan,
supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi
Kerajaan-Ku bukan dari sini."
37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?"
Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk
itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini,
supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang
berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."
38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" (18-38b)
Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan
orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak
mendapati kesalahan apapun pada-Nya.
|

20th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 20 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 18:38-19:16
Judul: Tentukan sikap!
Bagaikan bola, Yesus dipingpong oleh Pilatus dan orang-orang Yahudi.
Orang Yahudi menginginkan kematian Yesus, tetapi tidak mau
mengotorkan tangan dengan membunuh Dia secara langsung. Pilatus
tidak menemukan kesalahan Yesus, tetapi khawatir kalau perkara
ini akan menjatuhkan dia dari kedudukannya yang saat itu begitu
dia nikmati. Yesus yang Mahakuasa rela menjadi bulan-bulanan.
Meski bukan seorang yang berhati baik, Pilatus sebenarnya bermaksud
melepaskan Yesus. Bukan demi keadilan, tetapi Ia tahu bahwa
orang Israel ingin membinasakan Yesus. Pilatus memang tidak
memiliki masalah secara langsung dengan Yesus. Ia juga tidak
membenci Yesus. Namun demi keamanan diri, Pilatus mengorbankan
kebenaran yang disuarakan hati nuraninya (ayat 18:38b; 19:4, 6).
Pilatus akhirnya mendukung proses hukuman salib bagi Yesus.
Walau berkuasa, Pilatus ternyata tidak sanggup menyelamatkan
Yesus. Nyata bahwa Pilatus ikut bertanggung jawab atas kematian
Yesus.
Orang-orang Yahudi pun bersalah. Mereka membenci Yesus karena adanya
selisih pendapat dalam hal pemahaman seputar tafsir Kitab Suci.
Setelah itu, mereka mati-matian berusaha untuk mengeksekusi
Yesus meskipun tidak dapat membuktikan bahwa Yesus bersalah.
Mereka juga yang membuat Pilatus merasa terancam, hingga ia
menyerah pada keinginan mereka untuk menyalibkan Yesus. Baik
Pilatus maupun orang Yahudi, sama-sama memperjuangkan
kepentingan sendiri dan sama-sama mengabaikan kebenaran. Maka
dengan mengorbankan kebenaran mereka sedang berjudi dengan maut.
Kita pun bersalah atas kematian Yesus. Dosa-dosa kitalah yang
menggiring Dia ke kayu salib. Namun di sisi lain, kematian Yesus
juga merupakan penggenapan rencana Allah dalam rangka
menyediakan jalan keselamatan bagi orang-orang yang terhilang.
Karena itu, tiada respons lain yang lebih tepat selain memohon
pengampunan atas segala dosa-dosa kita. Setelah itu, mintalah
Dia bertakhta di dalam kehidupan Anda. Jadikanlah Dia Tuhan yang
menguasai hidup Anda.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 18:38-19:16
38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" (18-38b)
Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan
orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak
mendapati kesalahan apapun pada-Nya.
39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku
membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan
raja orang Yahudi bagimu?"
40 Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!"
Barabas adalah seorang penyamun.
Yohanes 19:1
1. Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah
Dia.
2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan
menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja
orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.
4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah,
aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku
tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka
kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!"
6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia,
berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus
kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak
mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum
dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya
sebagai Anak Allah."
8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia,
9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata
kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi
jawab kepadanya.
10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara
dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk
membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"
11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun
terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari
atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar
dosanya."
12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi
orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia,
engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap
dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."
13 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa
Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang
bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata.
14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua
belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah
rajamu!"
15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia!
Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku
menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak
mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"
16. Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk
disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.
|

21st March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 21 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 19:16-30
Judul: Merespons pengorbanan Yesus
Tibalah saatnya Anak Manusia akan disalibkan. Ia harus minum dari
cawan penderitaan yang telah Dia terima. Dia menanggung hukuman
yang seharusnya dijatuhkan atas manusia.
Kematian Kristus di kayu salib memperlihatkan karya penebusan dan
pendamaian yang Dia lakukan. Dengan penebusan, rantai perbudakan
dosa yang membelenggu manusia diputuskan. Dengan pendamaian,
hubungan yang rusak antara pendosa dengan Allah dipulihkan.
Pendamaian harus dilakukan karena murka Allah yang telah bangkit
akibat dosa manusia. Murka Ilahi ini hanya dapat dipuaskan
dengan keadilan, yakni pelaku dosa harus dihukum. Kematian
Kristuslah yang kemudian memuaskan keadilan dan kekudusan Allah.
Maka ketika dosa dibereskan, pembatas antara manusia dengan
Allah telah dirobohkan. Kuasa dosa telah dikalahkan, dan kita
diselamatkan dari murka Allah (Rm. 6:8-9).
Dengan demikian, di salib kita tidak hanya melihat kebesaran kasih
Allah, tetapi juga panasnya murka dan penghakiman-Nya. Bagi kita
yang berpikir bahwa Allah tidak terlalu serius memandang dosa,
marilah kita menghitung-hitung harga yang harus dibayar oleh
Kristus untuk melunasi hutang dosa itu. Itulah yang akan
mendorong kita menentukan pilihan saat datang pada salib
Kristus. Tidak bisa tidak!
Salib memang memberikan gambaran sempurna tentang Manusia yang rela
mengorbankan diri-Nya bagi manusia lainnya (Yoh. 15:13). Juga
menggambarkan kebesaran kasih seorang suami pada istriya (Ef.
5:25-27). Namun berhadapan dengan salib, seharusnya bukan hanya
membuat Anda mengambil gambaran teladan saja. Anda harus
memilih: percaya pada Kristus yang menyelamatkan Anda atau
menolak Dia dan kemudian menanggung murka-Nya. Salib tidak
membiarkan manusia berada dalam posisi netral atau abu-abu. Kita
percaya pada Yesus atau sebaliknya, mengambil posisi sebagai
musuh-Nya. Kiranya Allah memampukan Anda untuk merespons dengan
benar.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 19:16-30
16. Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk
disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.
17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang
bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan
Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di
tengah-tengah.
19. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu
salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
20 Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat
di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu
tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
21 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus:
"Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia
mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."
22 Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."
23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka
mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk
tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil.
Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan
saja.
24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain:
"Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi
baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang
mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada
tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di
antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu
telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya,
Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di
sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!"
Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah
selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam
Kitab Suci--:"Aku haus!"
29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka
mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur
asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia:
"Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan
nyawa-Nya.
|

21st March 2008
|
 |
Credo In Unum Deum
|
|
Join Date: May 2007
Posts: 8,815
|
|
Sejak awal Kehidupan Manusia,
ternyata Tuhan ditolak, dihina dan disiksa oleh umat manusia
2000 th libih Dia datang untuk menebus manusia dari MAUT, sehingga Maut tidak lagi menguasai manusia,
Namun selama perjalanan 2000 tahun itu, tetap saja Tuhan disangkal, dihina dan disiksa oleh Manusia,
Dan sekarang dizaman modern ini masih saja kita menyangkal, menghina, dan menyiksa Tuhan dengan berbagai ulah kita,
Menghakimi orang lain dengan melakukan penilaian, melanggar petunjukNya tentang Kasih yang kalau kita inventarisir akan ada segudang lebih banyaknya.
Tentu kita semua, diakhir zaman nanti, juga tidak ingin tidak dikenal oleh Tuhan Yesus dan dihakimi seperti kita telah menghakimi orang lain.
Tiga hari lagi Dia akan Bangkit dari Maut.
Mari kita sambut dengan memperbaiki diri kita dan berjanji untuk tidak menyangkalnya dan menghinanya lagi.
Mari kita hidup dalam suka cita Tuhan Yesus Kristus, karena maut tidak lagi merupakan acaman.
Aleluya Aleluya Aleluya.
Amin.
Last edited by ben : 21st March 2008 at 02:10 PM.
|

22nd March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 22 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 19:31-42
Judul: Yesus dikuburkan
Kematian hanya meninggalkan jasad tak bernyawa. Begitu pula yang
terjadi pada Yesus. Tinggal jasad-Nya yang tergantung di kayu
salib. Orang-orang Yahudi yang menginginkan kematian-Nya,
mungkin sudah puas sebab mereka tidak merasa terancam lagi.
Namun demikian, mereka tetap harus melaksanakan hukum Taurat
yang mereka junjung tinggi. Menurut Taurat, jasad orang yang
dihukum salib harus dikuburkan pada hari itu juga (Ul.
21:22-23). Apalagi keesokan harinya adalah hari Sabat, mereka
tentu tidak ingin menajiskan diri karena berurusan dengan mayat.
Memang ironis. Di satu sisi, mereka memperhatikan kesucian ritual
(band. Yoh. 18:28). Namun di sisi lain, mereka tidak sadar atau
malah tak peduli bahwa konspirasi untuk menghabisi nyawa Yesus
berlawanan dengan kesucian dan Hukum Taurat yang menjadi
orientasi hidup mereka. Karena hanya memperhatikan kesucian
lahiriah itulah maka mereka meminta tentara Roma untuk
mempercepat kematian orang-orang yang disalib dengan mematahkan
kaki mereka. Namun karena para tentara melihat Yesus sudah mati,
maka kaki-Nya tidak dipatahkan. Hanya salah satu tentara menikam
lambung-Nya (ayat 33-34). Sesungguhnya, tindakan para tentara
itu menggenapi nubuat tentang Yesus (ayat 36-37).
Berlawanan dengan dua kelompok tadi, Yusuf dari Arimatea dan
Nikodemus tampil untuk menguburkan jasad Yesus. Keduanya adalah
pemimpin agama Yahudi, tetapi mengikut Yesus secara diam-diam.
Meski tindakan mereka menggambarkan ketidaktahuan tentang
kebangkitan Yesus, tetapi memperlihatkan keberanian untuk
menyatakan bahwa mereka berpihak pada Yesus. Ini berbeda dari
sikap para murid yang tidak lagi kelihatan batang hidungnya.
Menyatakan iman dengan ancaman terhadap popularitas, kedudukan, atau
nyawa, tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Sedih mendengar
makin banyak orang menyangkali Kristus karena sesuatu yang lain.
Kualitas kasih macam apakah yang kita tunjukkan kepada Kristus?
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 19:31-42
31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat
mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab
Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang
Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki
orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang
yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan
bersama-sama dengan Yesus;
33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa
Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya
dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan
kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia
mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam
Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang
kepada Dia yang telah mereka tikam."
38. Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi
sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta
kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus.
Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan
menurunkan mayat itu.
39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang
waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan
minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
40 Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan
dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi
bila menguburkan mayat.
41 Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan
dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum
pernah dimakamkan seseorang.
42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur
itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke
situ.
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

24th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 23 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 20:1-10
Judul: Firman melahirkan iman
Kesimpulan apa lagi yang ada dalam benak Maria Magdalena ketika ia
melihat kubur Yesus telah terbuka dan kosong, selain bahwa
jasad-Nya telah diambil orang? Dalam situasi seperti itu, tentu
saja tidak akan terpikir kemungkinan-kemungkinan lain. Maka
kemungkinan itu pulalah yang dia sampaikan kepada Simon Petrus
dan seorang murid Yesus yang lain (ayat 2).
Kemungkinan itu membuat kedua orang murid Yesus tidak sabar untuk
memeriksa kebenaran berita yang disampaikan Maria Magdalena
(ayat 3-4). Dan ternyata memang benar. Kubur terbuka! Namun
kedua murid tidak hanya terpaku pada fakta itu. Mereka juga
memperhatikan sesuatu yang aneh. Kain peluh, yang tadinya
menutupi kepala Yesus, saat itu sudah tergulung dan terletak di
tempat lain (ayat 7). Tentu telah terjadi sesuatu yang aneh.
Akan tetapi, bila jasad Yesus memang dicuri, tentu pencurinya
tidak akan menanggalkan kain yang dikenakan pada jasad Yesus.
Keanehan tersebut mengingatkan murid-murid akan apa yang
tertulis dalam Kitab Suci mengenai kebangkitan (ayat 9). Saat
itu mereka menyaksikan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Suci
telah digenapi. Mereka pun kemudian percaya bahwa Yesus telah
bangkit (ayat 8). Mendengar firman Tuhan memang membangkitkan
rasa percaya pada Tuhan.
Orang memang tidak mudah memercayai Yesus, karya salib-Nya,
kebangkitan-Nya, atau segala perbuatan ajaib yang Dia lakukan.
Padahal semua kisah itu telah ditulis, baik sebagai nubuat
maupun sebagai fakta historis. Meski demikian, ada saja orang
yang berusaha memberikan penjelasan-penjelasan logis untuk
menerangkan semua itu agar mudah diterima akal. Namun bila orang
pernah mendengar firman Tuhan, bukan tidak mungkin ingatan akan
firman membangkitkan iman. Hal ini pun harus didasari dengan
sikap yang mau terbuka menerima kebenaran Tuhan. Karena hanya
dengan memiliki sikap demikianlah, orang akan mau percaya walau
sulit memahami.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 20:1-10
1. Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari
masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat
bahwa batu telah diambil dari kubur.
2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain
yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah
diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia
diletakkan."
3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu
berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai
di kubur.
5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di
tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke
dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak
terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat
yang lain dan sudah tergulung.
8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai
di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang
mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.
|

24th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 24 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 20:11-18
Judul: Kesaksian tentang Kristus
Bersaksi tentang Kristus merupakan salah satu hal yang harus
dilakukan oleh para pengikut Kristus. Kesaksian tentang Kristus
lahir dari pengalaman menjalani hidup bersama Kristus. Kasih,
tuntunan, penyertaan, dan anugerah yang dirasakan oleh orang
beriman menjadi dasar dan isi dari kesaksian yang dinyatakan.
Berdasarkan kesaksian Maria, Petrus dan seorang murid Yesus yang
lain pergi melihat kubur Yesus yang telah kosong. Mendapati kain
yang tadinya membungkus tubuh Yesus masih ada di situ, kedua
murid itu menjadi percaya (Yoh. 20:9-10). Memang tidak dikatakan
mengenai apa yang mereka lakukan berikutnya. Namun peristiwa
yang mengejutkan itu niscaya membuat hati mereka menggebu-gebu
untuk menceritakan apa yang telah mereka lihat.
Maria yang masih tertinggal di kubur kosong begitu dikuasai
kesedihan karena kehilangan Tuhannya. Dalamnya kesedihan
membutakan mata hatinya hingga tak mampu mengenali bahwa orang
yang bertanya kepada dia adalah malaikat (ayat 13). Tak heran,
ketika kemudian Maria melihat Yesus, ia mengira bahwa Yesus
adalah penjaga taman (ayat 15). Perhatiannya saat itu hanya
terfokus pada dugaan bahwa jasad Yesus hilang. Namun duka
berganti suka ketika Maria mendengar Yesus memanggil namanya. Ia
memang seharusnya berbahagia karena ia adalah orang yang pertama
kali melihat Tuhannya bangkit. Padahal dia bukan salah seorang
dari murid-murid Yesus. Selain itu, ia mendapat hak istimewa
untuk memberitakan kabar baik mengenai kebangkitan Kristus (ayat
17). Setelah mendapat perintah itu, Maria segera pergi dan
memberitahu para murid mengenai apa yang dia lihat dan dengar
(ayat 18). Maria telah menjadi saksi Kristus.
Pengalamannya "bertemu" dengan Yesus seharusnya juga menjadi isi
kesaksian orang Kristen masa kini, jadi bukan sekadar berbagi
pengalaman menakjubkan. Kesaksian orang Kristen seharusnya
menarik orang lain kepada Kristus agar mereka pun dapat
mengalami perjumpaan dengan Dia.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 20:11-18
11. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil
menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,
yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah
kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau
menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil
orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat
Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah
Yesus.
15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?
Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah
penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang
mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia,
supaya aku dapat mengambil-Nya."
16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata
kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab
Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada
saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang
Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan
Allahmu."
18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku
telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal
itu kepadanya.
|

24th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 25 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 20:19-23
Judul: Beritakanlah
Murid-murid Yesus telah terpenjara oleh rasa takut mereka sendiri.
Mereka berkumpul di dalam ruangan yang terkunci karena khawatir
akan sikap pemimpin-pemimpin Yahudi terhadap mereka setelah
kematian Yesus. Apalagi jasad Yesus pun kemudian hilang dari
kubur. Hidup mereka saat itu seperti sebuah sasaran tembak,
setiap saat dan tanpa terduga bisa saja terkena tembak. Tak
heran bila murid-murid Yesus jadi menyembunyikan diri
rapat-rapat. Namun semua itu tidak membatasi Yesus untuk hadir
di dalam ruangan tersebut dan menampakkan diri pada
murid-murid-Nya. Rasa takut menguap, berganti dengan damai dan
sukacita yang memenuhi hati.
Akan tetapi damai dan sukacita karena kebangkitan Yesus bukan hanya
milik mereka. Mereka juga harus membagikan berita sukacita itu
kepada orang lain. Itulah sebabnya Yesus kemudian mengutus
mereka ke dalam dunia dengan membawa berita tentang keselamatan
di dalam Yesus. Sebagai murid-murid Kristus, mereka memang harus
berpartisipasi dalam misi Allah bagi keselamatan dunia.
Kristus yang bangkit juga menginginkan kita dipenuhi dengan hasrat
untuk mengabarkan Injil kepada seluruh dunia, dimulai dari
tempat di mana kita berada. Tugas ini penting karena Allah
menghendakinya, dan mendesak karena zaman ini makin jahat. Maka
cara terbaik agar semua orang bisa mendengar berita sukacita ini
adalah dengan terus memperdengarkan kabar baik tentang
pengampunan melalui Yesus Kristus. Ingatlah bahwa bukan hanya
hamba Tuhan/pendeta atau orang yang aktif di bidang pelayanan
saja yang berkewajiban untuk mengabarkan Injil. Setiap kita yang
mengaku diri sebagai pengikut Kristus pun wajib ambil bagian
dalam hal ini. Bila kita merasa tidak memiliki kemampuan untuk
melakukannya atau tidak mengerti bagaimana caranya, mohonlah
pimpinan Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus memampukan, mengajar, dan
menuntun orang percaya untuk menjadi utusan Kristus di dunia
ini.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 20:19-23
19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu
berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu
yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada
waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan
berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan
lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika
mereka melihat Tuhan.
21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu!
Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku
mengutus kamu."
22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan
berkata: "Terimalah Roh Kudus.
23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan
jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
|

26th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 26 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 20:24-31
Judul: Menghadapi yang tidak percaya
Tomas adalah murid yang tidak mudah memercayai kesaksian atau opini
orang lain. Tak heran bila ia juga tidak mudah memercayai cerita
murid-murid lain bahwa mereka telah melihat Tuhan. Tomas ingin
membuktikan sendiri.
Menghadapi sikap Tomas, Tuhan tidak marah. Ia malah berkenan
menyatakan diri kepada Tomas. Melihat bahwa Tomas hanya mau
percaya kalau membuktikan sendiri, Yesus menawarkan kesempatan
pada Tomas untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh-Nya yang
luka. Betapa besarnya kasih karunia Yesus pada Tomas, seperti
kasih seorang ibu yang hanya menginginkan kesembuhan bagi
anaknya yang sakit. Tak pelak, pembuktian itu membuat mulut
Tomas mengakui kedaulatan Yesus. Yang muncul bukan lagi Tomas
yang bergelut dengan keraguan, tetapi Tomas yang bertelut dalam
pengakuan bahwa Yesuslah Tuhannya.
Kisah Tomas memperlihatkan pada kita bahwa Yesus memberi perhatian
juga pada orang yang kritis dan hanya mau berdiri di atas fakta
atau realitas. Ia membuat diri-Nya nyata dengan membiarkan Tomas
berhadapan dan bersentuhan dengan Dia. Yesus menunjukkan
kasih-Nya melalui cara yang dapat dipahami oleh Tomas. Kisah
Tomas memberi pelajaran bagi kita, yang terlibat di dalam
pelayanan, untuk menyatakan bahwa kasih Tuhan nyata bagi orang
yang kita layani.
Kisah berikut kiranya menjadi inspirasi bagi kita. Seorang hamba
Tuhan melayani sebuah kelompok pemahaman Alkitab buat remaja.
Salah seorang remaja yang dia pimpin harus menghadapi perceraian
orang tuanya. Kesedihan dan kemarahan yang terpendam di dalam
diri si remaja akibat perceraian tersebut, membuat dia ingin
menguji kasih Yesus dan kasih hamba Tuhan yang melayani dia.
Tantangan ini membuat si hamba Tuhan bertekun dalam doa, meminta
Allah menganugerahkan kesabaran Ilahi untuk melayani si remaja.
Dua tahun kemudian, si remaja memutuskan untuk menyerahkan
hidupnya untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yohanes 20:24-31
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang
disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus
datang ke situ.
25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah
melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku
melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan
jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam
lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
26. Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam
rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara
pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di
tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini
dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam
lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan
percayalah."
28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka
engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun
percaya."
30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan
mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya
kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu
oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
|

27th March 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 27 Maret 2008
Ayat SH: Yohanes 21:1-14
Judul: Tanpa Tuhan: gagal!
Murid-murid Yesus kembali ke Galilea. Yohanes memang tidak
menyebutkan alasannya, tetapi Yesus pernah berkata pada mereka
untuk pergi ke situ dan menantikan dia (Mat. 26:32; 28:7, 10;
Mrk. 14:28; Mrk. 16:7). Mungkin karena tidak ada sesuatu pun
yang dapat mereka lakukan sepeninggal Yesus, maka Petrus
memutuskan untuk menangkap ikan. Murid-murid yang lain pun
mengikuti dia (ayat 3). Namun para nelayan yang berpengalaman
itu gagal. Sepanjang malam mereka tidak mendapatkan apa-apa. Di
dalam saat itulah, Tuhan Yesus datang menemui mereka.
Peristiwa itu tampaknya mempersiapkan mereka untuk mempelajari suatu
hal penting dalam kemuridan mereka, bahwa terpisah dari Yesus
mereka tidak dapat melakukan apa-apa (Yoh. 15:5). Titik balik
terjadi ketika pagi menjelang. Yesus berdiri di pantai (ayat 4),
dan tidak seorang pun mengenali Dia. Ia menanyai mereka tentang
ikan yang mereka dapat. Mereka mengakui kegagalan mereka (ayat
5). Lalu Yesus memberi saran yang menjanjikan keberhasilan.
Benar saja, mereka mendapatkan ikan dalam jumlah besar (ayat 6,
11).
Tentu Yesus tahu bahwa murid-murid mengalami kegagalan. Lalu mengapa
Ia tidak menolong mereka lebih cepat? Jawabannya adalah: mereka
memang perlu mengalami kegagalan. Namun kegagalan di sini bukan
merupakan prasyarat untuk mencapai sukses. Jika Pria yang semula
mereka tidak kenali itu memberikan saran sejak awal, mereka
tentu akan menolak nasehat-Nya. Setelah mengalami kegagalan
disepanjang malam, barulah mereka siap mendengarkan suara Tuhan.
Kadang-kadang Tuhan membiarkan kita mengalami kegagalan, padahal
kita merasa memiliki kemampuan atau kekuatan. Namun dengan ini
kita akan belajar bahwa hanya dengan mematuhi suara-Nya dan
bersandar pada kuasa-Nya, kita dapat berhasil. Ini
memperlihatkan pada kita, bahwa meskipun kita gagal, Kristus
tidak meninggalkan kita. Kita dibiarkan | |