Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Renungan Harian
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #281 (permalink)  
Old 4th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Jumat, 4 April 2008
Ayat SH: Kejadian 2:18-25

Judul: Diciptakan setara

Bila dalam kisah penciptaan pertama secara konseptual sudah
dijelaskan bahwa pria dan wanita diciptakan setara sebagai
gambar Allah (Kej. 1:27), maka di bagian ini, proses penciptaan
wanita ditunjukkan untuk memperlihat-kan kesetaraan itu.

Pertama, wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan (ayat
18). Mengapa? Karena tugas manusia untuk mengelola taman Eden
bukan untuk dikerjakan sendirian. Semua binatang yang diciptakan
Allah sebelum manusia pertama dijadikan, tidak dapat
disepadankan dengan dirinya (ayat 20). Maka wanita diciptakan
sebagai "penolong yang sepadan" untuk mendampingi manusia itu
dalam menunaikan tugas mulia tersebut. Penolong sering
dimengerti sebagai sekadar asisten yang berstatus lebih rendah
daripada yang ditolong. Padahal kata yang sama digunakan juga
untuk menyatakan bahwa Allah adalah penolong Israel (Ul. 33:26).
Oleh karena itu, penolong di sini justru memiliki fungsi
komplementer artinya saling melengkapi. Wanita diciptakan untuk
melengkapi pria, sehingga keduanya dapat mewujudkan karya
pemeliharaan Allah bagi dunia ini.

Kedua, wanita diciptakan dari rusuk pria. Itu sebabnya manusia itu
bisa menyatakan tentang pasangannya, "Inilah dia, tulang dari
tulangku dan daging dari dagingku ..." (ayat 23). Ada tekanan
tengan kesatuan esensi pria dan wanita. Kesatuan esensi inilah
yang mendorong adanya persatuan suami istri yang melebihi
sekadar persatuan tubuh (seks), melainkan juga dalam setiap
aspek kehidupan mereka.

Kesetaraan inilah yang harus mendasari pernikahan Kristen. Pria dan
wanita yang sama derajat di hadapan Allah memberi diri
dipersatukan agar dapat dipakai Allah untuk menjadi alat
anugerah-Nya bagi dunia ini. Persatuan ini harus dipelihara
dengan tetap saling memberi diri sebagai wujud saling
melengkapi, serta menjaga keterbukaan satu sama lainnya (ay. 25,
"keduanya telanjang, ... tetapi mereka tidak merasa malu").

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 2:18-25

18. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu
seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang
sepadan dengan dia."
19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan
dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia
itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang
diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup,
demikianlah nanti nama makhluk itu.
20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada
burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi
baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan
dia.
21. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika
ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya,
lalu menutup tempat itu dengan daging.
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu,
dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia
itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari
tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan,
sebab ia diambil dari laki-laki."
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan
ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi
satu daging.
25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi
mereka tidak merasa malu.
Reply With Quote
  #282 (permalink)  
Old 5th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Sabtu, 5 April 2008
Ayat SH: Kejadian 3:1-7

Judul: Dosa dan akibatnya

Kisah yang luar biasa dalam perikop ini menjelaskan bagaimana dosa
masuk ke dalam dunia dan merusak tatanan asri dunia ini.
Pasangan suami istri (pasutri) pertama jatuh ke dalam dosa
karena melanggar perintah Allah yang dengan jelas dan tegas
disampaikan (Kej. 2:16-17).

Memang ular menjadi gara-gara pasutri pertama jatuh ke dalam dosa,
namun tanggung jawab kesalahan itu bukan terutama pada ular
melainkan pada diri mereka. Perempuan itu memberi diri meladeni
tipu daya ular. Saat firman Tuhan diputarbalikkan, seharusnya ia
menolaknya dengan tegas, bukan mendiskusikannya (ayat 2-3).
Justru karena perempuan itu membuka ruang diskusi, ular
berkesempatan menanamkan keraguan akan iktikad baik Tuhan. Bahwa
Tuhan memaksudkan larangan memakan buah pengetahuan baik dan
jahat itu adalah supaya manusia jangan menjadi sama seperti
Diri-Nya (ayat 4-5). Justru itulah godaan yang manusia tidak
dapat elakkan. Dalam hal ini, manusia pertama harus
dipersalahkan karena ia hadir saat istrinya digoda. Namun
bukannya mencegah, malah ia ikut hanyut dalam pelanggaran
tersebut (ayat 6b). Pasutri pertama tergoda untuk menjadi sama
dengan Pencipta-Nya. Kalau mereka menjadi sama dengan Tuhan,
tahu mengenai apa yang baik dan yang jahat, maka mereka tidak
lagi memerlukan Tuhan untuk mengatur kehidupan mereka dan
memberi tahu berbagai perintah dan larangan kepada mereka.

Saat keduanya memakan buah larangan tersebut, mereka mendapati diri
tidak lagi bisa terbuka di hadapan satu sama lain. Sadar akan
ketelanjangan mereka, mereka memerlukan sesuatu untuk menutupi
diri mereka dari penglihatan pasangannya. Itulah akibat dosa.
Manusia jadi mengenali perkara yang baik dan yang jahat, tetapi
tidak mampu memilih yang baik melainkan diperbudak oleh yang
jahat. Tragis bukan? Hal itu akan nyata saat Allah meminta
pertanggungjawaban pasutri pertama, mereka mengelak dan
melemparkan kesalahan kepada pihak lain.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 3:1-7

1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di
darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada
perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman
ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan
dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman,
Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti
kamu mati."
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali
kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya
matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu
tentang yang baik dan yang jahat."
6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk
dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati
karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan
dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang
bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa
mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat
cawat.
Reply With Quote
  #283 (permalink)  
Old 6th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Minggu, 6 April 2008
Ayat SH: Kejadian 3:8-24

Judul: Hukuman dan anugerah

Dosa menyebabkan perasaan bersalah dan takut menghantui pasutri
pertama. Itu sebabnya mereka sembunyi ketika mendengar suara
Tuhan Allah hadir di taman Eden. Lebih daripada itu, mereka
menolak bertanggung jawab atas perbuatan mereka dengan
melemparkan kesalahan kepada pihak lain, bahkan kepada Tuhan
mereka sendiri (ayat 12). Tanpa mereka sadari, dosa telah
membelenggu mereka dari ketulusan dan penyesalan yang seharusnya
membawa kepada pertobatan.

Allah yang adil harus menghukum perbuatan dosa. Maka setiap yang
terlibat harus menerima hukuman yang adil. Namun penghukuman itu
bukan akhir segala-galanya, kecuali kepada ular. Kepada ular,
penghukuman itu secara fisik adalah merayap di tanah serta
memakan debu tanah (ayat 14). Nasibnya sudah dipastikan akan
binasa (ayat 15). Kepada manusia, hukuman Allah diberikan bukan
untuk membinasakan mereka. Tuhan memberikan jalan keluar dari
penderitaan akibat hukuman dosa serta kelepasan dari perbudakan
dosa. Nubuat yang biasa disebut sebagai Injil yang paling awal,
di ayat 15 menegaskan bahwa kelak, melalui Mesias, keturunan
perempuan itu, kuasa belenggu dosa yang diibaratkan sengat tipu
daya ular akan dihancurkan tuntas. Dosa akan mendapatkan
penyelesaian secara sempurna. Sedangkan untuk melepaskan manusia
dari kemungkinan penderitaan berkepanjangan, Tuhan mengusir
mereka dari taman Eden supaya mereka jangan sampai memakan buah
kehidupan lalu harus hidup selamanya dalam penderitaan oleh
karena dosa (ayat 22-24).

Di balik murka Tuhan kita temukan belas kasih dan anugerah-Nya.
Keadilan-Nya menuntut penghukuman, tetapi kasih-Nya menyediakan
pengampunan bahkan pemulihan. Hal itu menjadi sempurna ketika
Kristus naik ke kayu salib. Dia adalah keturunan perempuan yang
memusnahkan kuasa dosa (menginjak kepala ular) melalui
kematian-Nya di salib (tumitnya diremukkan ular).

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 3:8-24

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang
berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk,
bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di
antara pohon-pohonan dalam taman.
9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman
kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam
taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku
bersembunyi."
11. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa
engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang
Kularang engkau makan itu?"
12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di
sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka
kumakan."
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu:
"Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular
itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena
engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala
ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah
engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur
hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan
ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan
meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16. Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu
mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau
akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu
dan ia akan berkuasa atasmu."
17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau
mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang
telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka
terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau
akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu,
dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau
kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil;
sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
20. Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab
dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk
manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada
mereka.
22. Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah
menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan
yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya
dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya,
sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia
mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden
ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang
bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke
pohon kehidupan.
Reply With Quote
  #284 (permalink)  
Old 7th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Senin, 7 April 2008
Ayat SH: Kejadian 12:1-9

Judul: Janji Allah dan karakter Abram

Respons Abram terhadap janji Allah menunjukkan karakternya. Ia taat
pada perintah dan ia berpegang pada janji Tuhan untuk berkat
yang lebih besar kelak (ayat 5). Tuhan menjanjikan Abram
terkenal dan menurunkan bangsa yang besar (ayat 1-2). Namun ia
harus melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Ini berarti
meninggalkan rumahnya, teman-temannya, untuk kemudian menjelajah
tanah yang baru.

Ada rancangan Allah yang baik di balik pemanggilan Abram. Kota Ur,
adalah kota yang tidak mengenal Tuhan dan penuh dengan
penyembahan berhala. Sebaliknya, Kanaan adalah sebuah daerah
subur yang akan menjadi persemaian sebuah bangsa yang berpusat
kepada Tuhan. Meski tidak terlalu luas, tanah Kanaan menjadi
titik penting bagi sejarah kehidupan Israel dan kebangkitan
Kekristenan. Tanah yang tidak terlalu luas itu diberikan kepada
seseorang yang memiliki karakter tegas dalam mengasihi dan
menaati Tuhan (ayat 7). Karena karakternya itu, Abram merasakan
kebaikan Tuhan sekaligus memberi dampak kebaikan yang tidak
kecil bagi sejarah dunia ini. Ada karakter Abram yang lain.
Abram mendirikan mezbah bagi Tuhan (ayat 7). Mezbah memang
banyak digunakan oleh penganut agama-agama lain pada zaman itu.
Namun bagi Abram, mezbah lebih dari sekadar tempat untuk
mempersembahkan kurban. Mezbah dari batu yang kokoh itu menjadi
simbol persekutuan Abram dengan Allah untuk mengingat kembali
perjumpaan bermakna dengan Dia.

Tuhan mungkin sedang membimbing Anda ke tempat di mana Anda dapat
melayani Dia dan berguna bagi Dia. Jangan biarkan keamanan dan
kenyamanan yang Anda rasakan saat ini, membuat Anda enggan
terlibat dalam penggenapan rencana baik Tuhan tersebut.
Spiritualitas Abram mungkin tidak akan bertahan tanpa pembaruan
cinta dan setianya kepada Tuhan. Mezbah yang dibangun Abram
menolong dia untuk mengingat bahwa Allah adalah pusat hidupnya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Allah juga menjadi pusat hidup
Anda saat ini?

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 12:1-9

1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan
dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang
akan Kutunjukkan kepadamu;
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan
memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan
menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan
mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum
di muka bumi akan mendapat berkat."
4. Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN
kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur
tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan
segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang
diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu
sampai di situ.
6. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat
dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang
Kanaan diam di negeri itu.
7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan
berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu."
Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah
menampakkan diri kepadanya.
8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur
Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai
di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN
dan memanggil nama TUHAN.
9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke
Tanah Negeb.
Reply With Quote
  #285 (permalink)  
Old 7th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Selasa, 8 April 2008
Ayat SH: Kejadian 12:10-20

Judul: Tuhan mengajar Abram beriman

Tetap taat dan berharap pada janji Tuhan memang tidak mudah, apalagi
di saat susah. Saat itu Kanaan dilanda kelaparan. Sementara
mereka yang tinggal di Mesir memiliki suplai makanan berlebih
ketimbang negeri lain. Ini disebabkan keberadaan Sungai Nil yang
memberi andil besar bagi irigasi dan pertanian di Mesir. Maka
untuk sementara waktu Abram pindah ke Mesir, menantikan
kesempatan baru (ayat 10). Di Mesir ternyata Abram bukan hanya
mendapati makanan, tetapi juga pembelajaran berharga tentang
makna mengimani janji Tuhan.

Karena takut dibunuh, Abram meminta Sarai mengatakan separuh
kebenaran dengan mengaku diri sebagai adiknya. Memang Sarai
masih famili dengannya (Kej. 20:12), tetapi Sarai juga
isterinya. Mungkin Abram berpikir bahwa dengan cara yang
ditempuhnya ini, janji Tuhan (Kej. 12:2) akan tergenapi? Mungkin
Abram berpikir bahwa untuk menjadi bangsa besar, masyhur, dan
menjadi berkat untuk bangsa lainnya adalah melalui kompromi
dengan Mesir dan memberikan Sarai sebagai isteri Firaun? Fokus
iman Abram rupanya telah bergeser! Di tengah kendala yang dia
hadapi, sumber selamat dan hidupnya bukan lagi pada Tuhan,
tetapi pada Sarai! (ayat 13). Keputusan Abram untuk berbohong
mengindikasikan iman yang bimbang terhadap pemeliharaan dan
perlindungan Tuhan. Namun Tuhan setia. Ia mengajar Abram untuk
tidak menggeser fokus keselamatan dan kehidupannya pada Sarai.

Hidup beriman harus senantiasa diisi oleh ketaatan dan pengharapan
yang berpusat kepada Tuhan. Kita percaya bahwa ada bagian Tuhan
dan ada bagian kita dalam perjalanan pemenuhan janji Tuhan dalam
hidup ini. Tuhan memelihara, melindungi, dan menuntun kita
menurut rencana-Nya yang baik bagi kehidupan anak-anak yang Dia
kasihi. Bagian kita adalah percaya, taat, dan berharap akan
pemeliharaan dan perlindungan-Nya, walau menghadapi kesulitan.
Pada saat menemui tantangan dalam hidup beriman, jangan biarkan
ketakutan dan dusta mengaburkan iman sejati kepada Tuhan.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 12:10-20

10. Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke
Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat
kelaparan di negeri itu.
11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada
Sarai, isterinya: "Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang
perempuan yang cantik parasnya.
12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu
isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau
hidup.
13 Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan
mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh
sebab engkau."
14. Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa
perempuan itu sangat cantik,
15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka
memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa
ke istananya.
16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia
mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu
sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai
betina dan unta.
17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun,
demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram
itu.
18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang
kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa
ia isterimu?
19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku
mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu,
ambillah dan pergilah!"
20 Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan
Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala
kepunyaannya.
Reply With Quote
  #286 (permalink)  
Old 8th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 9 April 2008
Ayat SH: Kejadian 15:1-21

Judul: Bagaimana jika ...?

Kita dapat membayangkan ketakutan-ketakutan yang ada dalam benak
Abram. "Bagaimana jika raja-raja di Timur balas dendam setelah
kukalahkan?" (Kej. 14:1-24) "Bagaimana dengan hartaku,
penerusku?" (ayat 2-3).

Ketakutan Abram cukup beralasan. Menurut tradisi waktu itu, jika
Abram mati tanpa anak laki-laki, maka hambanya yang tertua akan
jadi pewarisnya. Meskipun Abram mengasihi hambanya, ia
menginginkan anaknya sendirilah yang meneruskan garis
keluarganya. Di tengah kekhawatiran itu, Tuhan bertindak. Tuhan
menolong dan menguatkan. Tuhan berjanji melindungi Abram dan
memberikan upah yang sangat besar kepadanya (ayat 1). Tuhan
memang tidak menjanjikan kekayaan dan ketenaran. Ia menjanjikan
apa yang menjadi jawaban dari kekhawatiran Abram, yaitu:
keturunan sebanyak bintang di langit (ayat 5) dan pasir di laut
(Kej. 22:17). Bukan hanya menjanjikan, Tuhan juga meneguhkan
janji tersebut lewat upacara yang serius (ayat 9-21). Mendengar
janji Tuhan, "Bagaimana jika..."-nya Abram berubah menjadi "Aku
percaya Tuhan!" (ayat 6). Walau Abram menunjukkan imannya
melalui tindakan, ternyata imannyalah yang membuat Abram benar
di hadapan Tuhan (Lih. Rm. 4:1-5).

Kita dapat memiliki hubungan yang benar dengan Allah dengan percaya
kepada Dia. Tindakan lahiriah kita, dengan hadir di gereja,
berdoa, berbuat baik, dsb. bukan dengan sendirinya membuat kita
benar di hadapan Allah. Hubungan yang benar dengan Allah selalu
dilandasi oleh iman. Iman adalah keyakinan terdalam bahwa Allah
adalah Ia yang telah berkata-kata, dan akan melakukan apa yang
telah Ia katakan. Tindakan-tindakan baik dan benar yang
dilakukan akan mengikuti keyakinan iman kita sebagai hasil
sampingan saja.

Jika ada pertanyaan-pertanyaan "Bagaimana jika...?" dalam hidup kita
dan mengakibatkan ketakutan-ketakutan yang menurut kita
beralasan dan mengkhawatirkan, serahkanlah hidup kita kepada
TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak (Mzm.
37:5).

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 15:1-21

1. Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu
penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu
akan sangat besar."
2. Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau
berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak
mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer,
orang Damsyik itu."
3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan,
sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."
4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini
tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah
yang akan menjadi ahli warismu."
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat
ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat
menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya
nanti keturunanmu."
6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN
memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
7. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa
engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu
menjadi milikmu."
8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku
akan memilikinya?"
9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina
berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun,
seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan
seekor anak burung merpati."
10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu
diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain,
tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
11 Ketika burung-burung buas hinggap pada daging
binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
12. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan
nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
13 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya
bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri,
yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan
dianiaya, empat ratus tahun lamanya.
14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum,
dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda
yang banyak.
15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan
sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih
rambutmu.
16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab
sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."
17. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka
kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi
lewat di antara potongan-potongan daging itu.
18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram
serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini,
mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai
Efrat:
19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus
itu."
Reply With Quote
  #287 (permalink)  
Old 10th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 10 April 2008
Ayat SH: Kejadian 16:1-16

Judul: Allah membereskan masalah

Trindakan Sarai yang memberikan Hagar kepada Abram sebagai istri
pengganti merupakan tindakan yang lazim pada zaman mereka. Anak
yang lahir akan diperhitungkan sebagai anak Sarai. Namun
tindakan Sarai dan Abram ini bukanlah tindakan iman. Dengan
mengikuti kebiasaan waktu itu, mereka telah menunjukkan keraguan
akan janji Tuhan.

Pilihan yang ditempuh untuk "menyelesaikan" apa yang dianggap Sarai
sebuah masalah dalam dirinya, justru kemudian menimbulkan
masalah-masalah baru yang cukup serius. Itu terjadi karena
mereka secara serampangan sudah mendahului Allah. Mereka mencoba
menggenapi janji Allah dengan upaya mereka sendiri. Mereka lebih
memilih menjalani waktu mereka ketimbang menanti waktu Allah.
Ujian besar dalam beriman adalah dengan membiarkan Allah bekerja
sesuai waktu-Nya di dalam kehidupan, dan menanti waktu-Nya itu
dengan iman, harapan, dan kasih. Dalam hal penting ini, Sarai
dan Abram telah gagal.

Kita melihat ada tiga orang yang membuat masalah serius di sini: 1)
Sarai, yang mencoba membereskan masalah dirinya dengan
memberikan Hagar menjadi istri Abram (ay. 2-3); 2) Abram, yang
menuruti rencana Sarai, tetapi pada saat masalah lain muncul,
menolak menyelesaikan masalah (ay. 6); dan 3) Hagar, yang
melarikan diri dari masalah (ay. 6). Berhadapan dengan situasi
kacau buatan manusia yang tidak beriman dan tidak sabaran ini,
Allah ternyata adalah Allah yang tetap menyatakan kuasa-Nya
untuk turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan (Rm 8:28). Allah setia pada janji-Nya. Allah menyadari
kekurangan anak-anak-Nya dan tidak membiarkan masalah-masalah
yang mereka hadapi ditanggung sendirian.

Sarai dan Abram pada akhirnya tetap akan mendapatkan anak mereka
sendiri, dan Allah menyelesaikan masalah Hagar meskipun Abram
menolak memberi solusi (ayat 8-15, Kej. 17:20). Ternyata tidak
ada masalah yang terlalu rumit bagi Allah jika kita membiarkan
Dia menolong kita!

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 16:1-16

1. Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai
seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak
memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku
itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan
Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya,
orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal
di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya,
untuk menjadi isterinya.
4. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu.
Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah
akan nyonyanya itu.
5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita
ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke
pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia
memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim
antara aku dan engkau."
6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu;
perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai
menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
7. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di
padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke
manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai,
nyonyaku."
9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada
nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."
10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat
sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena
banyaknya."
11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan
menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan
atasmu itu.
12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar,
demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap
orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat
kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."
13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman
kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya:
"Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"
14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi;
letaknya antara Kadesh dan Bered.
15. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan
Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.
16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar
melahirkan Ismael baginya.
Reply With Quote
  #288 (permalink)  
Old 10th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Jumat, 11 April 2008
Ayat SH: Kejadian 17:1-14

Judul: Kontrak menguntungkan dengan Allah

Allah membuat perjanjian antara diri-Nya dengan Abram.
Persyaratannya sederhana: Abram harus menaati Allah dan
menyunatkan setiap laki-laki yang ada di dalam komunitasnya
(ayat 9-10). Sedangkan bagian Allah adalah mem-berikan Abram
keturunan, harta milik, kekuasaan, dan kekayaan (ayat 4-8).

Mengapa Allah mengulang janji-Nya ini kepada Abram? Dua kali
sebelumnya Allah sudah menyinggung hal ini (Kej. 12, 15). Di
sini, ternyata Allah lebih fokus. Allah mengungkapkan bagian
spesifik dari janji-Nya: Allah akan memberikan Abram keturunan
yang banyak; banyak bangsa akan lahir dari keturunannya; Allah
akan mempertahankan janji-Nya dengan keturunan Abram; Allah akan
memberikan tanah Kanaan kepada keturunan Abram. Allah juga
merubah nama Abram menjadi Abraham ("bapa bangsa-bangsa"),
sesaat sebelum anak yang dijanjikan dikandung ibunya. Mulai pada
bagian ini, Alkitab menyebut Abram dengan Abraham.

Mengapa sunat? Pertama, sebagai tanda ketaatan kepada Allah di dalam
segala aspek hidup. Kedua, sebagai tanda bahwa orang itu bagian
dari umat perjanjian-Nya. Sekali disunat, tidak bisa dibatalkan
kembali. Orang itu akan diidentifikasikan sebagai seorang Yahudi
selamanya. Ketiga, sebagai simbol dari "memotong" hidup yang
lama karena dosa, menyucikan hati, dan mendedikasikan diri
kepada Allah. Sunat adalah praktik yang unik ketimbang
praktik-praktik keagamaan yang ada pada waktu itu. Praktik ini
memisahkan umat Allah dari umat tetangga mereka yang kafir.
Praktik sunat itu penting dalam membangun penyembahan yang murni
kepada Allah yang Esa.

Kebanyakan perjanjian yang kita kenal mengandung pertukaran yang
bersifat setara. Kita memberikan sesuatu dan sebagai balasannya
mendapatkan sesuatu sesuai dengan nilai yang diberikan. Namun
perjanjian dengan Allah ternyata berbeda. Berkat-berkat yang
diberikan Allah jauh lebih banyak daripada bagian yang harus
diberikan Abram.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 17:1-14

1. Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka
TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya:
"Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak
bercela.
2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan
Aku akan membuat engkau sangat banyak."
3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
4. "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau
akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham,
karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar
bangsa.
6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau
akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal
raja-raja.
7. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta
keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya
Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini
yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan
akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan
menjadi Allah mereka."
9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus
memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian
antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di
antara kamu harus disunat;
11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi
tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni
setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir
di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang
asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli
dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku
itu menjadi perjanjian yang kekal.
14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak
dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari
antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari
perjanjian-Ku."
Reply With Quote
  #289 (permalink)  
Old 12th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Sabtu, 12 April 2008
Ayat SH: Kejadian 17:15-27

Judul: Keraguan Abraham

Memang tidak mudah meniti hidup beriman. Sebagai ciptaan Allah yang
diciptakan dengan kemampuan bernalar, kerapkali yang lebih
condong muncul dalam tindakan sehari-hari adalah keragu-raguan.
Tidak ada yang salah dengan keragu-raguan. Kalau kita ragu itu
berarti kita telah menjalankan karunia Allah yang berharga
berupa kemampuan menyeleksi dan memilih. Tanpa kemampuan ini,
orang menjadi seperti mesin saja: tekan ini keluar ini, tekan
itu keluar itu. Allah tidak memberikan janji-Nya kepada mesin.
Tidak ada komunikasi dan hubungan yang akrab dengan sebuah
mesin, meski mesin yang sangat canggih sekalipun. Allah menjalin
hubungan dan komunikasi yang akrab dengan gambar-Nya, yang bisa
ragu, bisa kecewa, penuh pemikiran dan pertimbangan. Namun
keraguan yang benar menurut ajaran Alkitab bukanlah keraguan
yang kebablasan. Mesti ada batas pada keraguan itu agar kita
tiba pada kesimpulan memilih pilihan yang terakhir dengan
keyakinan penuh. Saat itu terjadi, iman menemukan kesejatiannya.
Iman yang bertumbuh dewasa.

Abraham meragukan Allah. Menurut Abraham "sangat luar biasa sekali"
jika ia dan Sara di usia senja mereka dapat memiliki anak.
Abraham, orang yang dipertimbangkan benar karena imannya,
mengalami kesulitan memercayai janji Allah kepada dia. Namun
Abraham tidak kebablasan. Di balik segala keraguannya, Abraham
akhirnya mengikuti perintah Allah (ayat 22-27). Abraham
memutuskan untuk tiba pada satu titik, yakni memilih dengan
seyakin-yakinnya, bahwa janji Allah tidak pernah
mengecewakannya.

Jika orang sekelas Abraham ternyata memiliki keraguan juga, jangan
heran kalau kita kadang ragu dalam beriman. Pada saat Allah
menghendaki apa yang mustahil dan kita mulai meragukan
pimpinan-Nya, jadilah seperti Abraham. Pilihlah untuk mengakhiri
keraguan dengan memfokuskan diri pada komitmen Allah yang telah
membuktikan Diri-Nya setia, dan bahwa Dia akan menggenapi
janji-Nya.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 17:15-27

15. Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang
isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi
Sara, itulah namanya.
16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan
memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan
memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja
bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam
hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun
dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur
sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael
diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah
yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan
menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan
dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan
Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan
memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi
bangsa yang besar.
21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan
dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti
ini juga."
22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah
meninggalkan Abraham.
23. Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua
orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya
dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia
mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang
telah difirmankan Allah kepadanya.
24 Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat
kulit khatannya.
25 Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat
kulit khatannya.
26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.
27 Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di
rumahnya, maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing,
disunat bersama-sama dengan dia.
Reply With Quote
  #290 (permalink)  
Old 13th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Minggu, 13 April 2008
Ayat SH: Kejadian 18:1-15

Judul: Allah berkunjung

Mengapa Allah berkunjung kepada Abraham melalui tamu-tamunya ini?
Allah berbicara kepada umat-Nya dengan banyak cara. Melalui
kata-kata yang terdengar maupun di dalam hati, penampakan,
mimpi, dan penglihatan. Paling sering Allah menggunakan
nabi-nabi sebagai perwakilan-Nya. Jauh kemudian hari, Allah
mengutus Anak-Nya sebagai manusia untuk lebih menunjukkan
diri-Nya dengan lebih jelas. Allah tidak membatasi diri-Nya
dengan cara-cara bagaimana Ia berkomunikasi. Cara yang jarang
adalah melalui penampilan fisik seperti yang dialami Abraham.
Kadang ini disebut dengan theophany.

Sesuai dengan kebiasaan menghormati tamu, Abraham bersemangat sekali
menunjukkan keramahan kepada tiga tamu terhormat (ayat 9-10)
yang berkunjung ke kemahnya pada suatu siang yang terik (ayat
1-8). Pada saat yang sama, hal ini terjadi karena kepekaannya
akan kunjungan Ilahi. Abraham adalah sosok yang sesuai dengan
pujian Yesus di Matius 25:34-36, 40. Oleh sebab itu, memenuhi
kebutuhan makan dan tempat tinggal bagi orang yang membutuhkan
memang telah dan selalu menjadi jalan yang praktis dan sederhana
dalam mengasihi dan menaati Allah. Ibrani 13:2 menyatakan bahwa
kita, seperti Abraham, mungkin secara tidak langsung sedang
menjamu malaikat Allah.

Akibat kepekaan tersebut Abraham menerima peneguhan atas janji Allah
kepadanya melalui pertanyaan: Adakah sesuatu apapun yang
mustahil untuk Tuhan (ayat 14)? Dalam pergumulan sehari-hari
hidup kita, kita sering menanyakan apakah Allah sanggup menolong
aku keluar dari masalah ini atau itu? Mampukah Allah mengangkat
kecanduan dosa ini atau itu yang telah menjeratku sekian lama?
Jangan biarkan pertanyaan ini membuat kita meragukan Dia.
Sebaliknya, dengan memelihara kepekaan bahwa Allah mengunjungi
kita lewat kehidupan sehari-hari, kita akan diteguhkan kembali
bahwa sesungguhnya Dia peduli dan sanggup menolong kita sesuai
kuat kuasa-Nya

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 18:1-15

1. Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon
tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari
panas terik.
2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri
di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu
kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku,
janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah
beristirahat di bawah pohon ini;
5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar
kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya;
sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab
mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."
6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta
berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik!
Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil
seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya
kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.
8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang
telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu;
dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka
makan.
9. Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?"
Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah."
10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan
mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan
mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada
pintu kemah yang di belakang-Nya.
11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan
Sara telah mati haid.
12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah
aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"
13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara
tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak,
sedangkan aku telah tua?
14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu
yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali
mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak
laki-laki."
15 Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia
takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"
Reply With Quote
  #291 (permalink)  
Old 14th April 2008
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Senin, 14 April 2008
Ayat SH: Kejadian 22:1-24

Judul: Ujian iman dan berkat yang mengalir

Seperti api memurnikan emas, Allah memurnikan iman Abraham lewat
situasi sulit. Pagi itu, Abraham memulai tindakan ketaatan
terbesar dalam catatan sejarah hidupnya. Dalam tahun yang lewat,
ia sudah banyak belajar untuk menaati Allah. Kali ini
ketaatannya menjadi sempurna.

Mengapa Allah meminta Abraham mengorbankan manusia? Padahal Allah
mengutuk bangsa kafir mempraktikkan pengorbanan manusia (Im.
20:1-5). Sebenarnya Allah tidak menginginkan kematian Ishak,
melainkan ingin menguji apakah kasih Abraham lebih besar kepada
pemberian Allah (Ishak, anak tunggalnya) atau kepada Sang
Pemilik hidup. Tujuan dari ujian iman adalah memperkuat karakter
dan memperdalam komitmen kita kepada Allah, sekaligus memahami
waktu-Nya yang tepat. Melalui pengalaman berat ini, Abraham
memperteguh komitmennya dalam menaati Allah. Pemeliharaan Allah
sempurna, mengatasi segala kebimbangannya. Memang berat untuk
melepaskan apa atau siapa yang sangat kita kasihi. Namun saat
kita memberikan kepada Allah apa yang Ia kehendaki, yang Ia
kembalikan ternyata lebih dari apa yang dapat kita bayangkan.
Keuntungan rohani dari berkat-berkat-Nya selalu melebihi segala
pengorbanan kita. Karena iman dan ketaatannya, berkat bagi
Abraham berlimpah. Keturunan Abraham diberikan kemampuan untuk
menaklukkan musuh-musuh (ayat 17), bahkan mereka akan memberkati
dunia. Janji Allah kepada Abraham benar dan sudah digenapi.
Keselamatan datang melalui keturunannya, Israel, dan secara
khusus melalui Tuhan Yesus Kristus.

Sangat sering kita berpikir bahwa berkat-berkat Allah adalah sebatas
pemberian-pemberian-Nya yang mengagumkan untuk dinikmati
sendiri. Namun kita belajar dari perjalanan kehidupan iman
Abraham bahwa pada saat Allah memberkati, berkat-Nya ternyata
selalu ditujukan agar mengalir kepada banyak orang. Sudahkah
kita membuka diri kepada Allah agar berkat-Nya mengalir melalui
kita untuk orang lain?

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Kejadian 22:1-24

1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman
kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau
kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah
dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang
akan Kukatakan kepadamu."
3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang
pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta
Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu,
lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah
kepadanya.
4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,
kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di
sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana;
kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan
memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya
dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan
bersama-sama.
7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut
Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan
kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk
korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan
bersama-sama.
9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu,
diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di
atas kayu api.
10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil
pisau untuk menyembelih anaknya.
11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari lan