 |
|

23rd April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 24 April 2008
Ayat SH: Hakim 7:1-25
Judul: Seleksi dan strategi
Apa syarat utama keberhasilan suatu misi besar dan penting? Tentu
penyertaan Tuhan. Namun Tuhan berkarya lewat manusia. Oleh
karena itu, penting untuk menemukan SDM yang tepat dan
berkualitas. Serangkaian seleksi yang ketat perlu dilakukan.
Setelah itu strategi yang cerdas pun perlu disiapkan untuk
melatih dan mengarahkan SDM terpilih mencapai target yang
diharapkan dengan jitu. SDM yang tepat dan strategi yang cerdas
akan menjadikan pola kerja semakin efisien dan efektif dari segi
penguasaan wawasan serta pemanfaatan sarana dan waktu.
Tuhan membimbing Gideon dengan cara yang unik dalam memimpin
bangsanya menghadapi musuh yang berjumlah sangat besar, yaitu
bangsa Midian. Pertama, atas petunjuk Tuhan, Gideon melakukan
seleksi mental untuk memisahkan orang yang akan ikut dalam
peperangan dari mereka yang takut. Dari 32.000 orang akhirnya
terpilih 300 orang. Dengan jumlah sekecil ini, jelas kemenangan
bukan andil dan jasa manusia, melainkan kuat kuasa Tuhan (ayat
1-8). Tidak ada alasan untuk memegahkan diri.
Kedua, sebelum melakukan penyerangan, Tuhan sekali lagi menguatkan
Gideon melalui mimpi dan maknanya yang ia dengar sendiri dari
percakapan orang Midian. Gideon mendapat keberanian lebih besar
(ayat 9-14). Segera ia mengatur 300 pasukannya dengan strategi
yang menjatuhkan mental musuh. Dengan bunyi sangkakala, buyung
yang dipecahkan serta obor yang menyala, mereka melakukan
serangan malam yang mendadak dan mengejutkan. Di sekeliling
perkemahan mereka meneriakkan yel yang menggentarkan musuh.
Serangan psikologis ini berhasil mematahkan semangat musuh dan
membuat mereka panik, kacau balau, lalu lari tunggang langgang
meninggalkan perkemahan (ayat 15-22).
Yang Tuhan butuhkan bukan orang-orang yang merasa diri mampu dan
pintar, tetapi orang-orang yang takut akan Tuhan dan mau taat
untuk Dia pakai. Dia akan membentuk umat yang taat menjadi
laskar Kristen yang tangguh.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Hakim 7:1-25
1. Adapun Yerubaal--itulah Gideon--bangun pagi-pagi dengan
segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah
dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah
utaranya, dekat bukit More, di lembah.
2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat
yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki
untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka,
jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku,
sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa
yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan
Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu
dan tinggallah sepuluh ribu orang.
4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak
rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring
mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah
orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang
akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang
Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi
bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan
berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air
dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan
tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke
mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu
semuanya berlutut minum air.
7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus
orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan
menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari
rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat
kediamannya."
8 Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala;
demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing
ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun
perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.
9. Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah,
turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke
dalam tanganmu.
10 Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah
bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu;
11 maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau
akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu."
Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai
kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.
12 Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari
sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang
banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi
laut banyaknya.
13 Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang
menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: "Aku bermimpi:
tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang
Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini,
sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah
ini habis runtuh."
14 Lalu temannya menjawab: "Ini tidak lain dari pedang Gideon
bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian
dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya."
15 Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan
maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke
perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN
telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu."
16. Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga
pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan
buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.
17 Dan berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah aku dan
lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke
ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang
kulakukan.
18 Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup
sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling
seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi
Gideon!'"
19 Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia
sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga
tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu
mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan
mereka.
20 Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup
sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan
kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta
berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"
21 Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di
tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara
musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.
22 Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di
perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada
yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah
Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
23. Kemudian dikerahkanlah orang-orang Israel dari suku Naftali
dan dari suku Asyer dan dari segenap suku Manasye, lalu mereka
mengejar orang Midian itu.
24 Gideon menyuruh juga orang ke seluruh pegunungan Efraim
dengan pesan: "Turunlah menghadapi orang Midian, dan dudukilah
segala batang air sampai ke Bet-Bara, dan juga sungai Yordan."
Maka semua orang Efraim dikerahkan, lalu mereka menduduki segala
batang air sampai ke Bet-Bara, juga sungai Yordan.
25 Mereka berhasil menawan dua raja Midian, yakni Oreb dan
Zeeb. Oreb dibunuh di gunung batu Oreb dan Zeeb dibunuh dalam
tempat pemerasan anggur Zeeb. Mereka mengejar orang Midian itu,
lalu mereka membawa kepala Oreb dan kepala Zeeb kepada Gideon di
seberang sungai Yordan.
|

24th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 25 April 2008
Ayat SH: Hakim 8:1-35
Judul: Waspadai jerat
Saat kita lengah, dengan mudah kita akan terperangkap ke dalam
jerat. Jerat awalnya bisa berupa hal sepele, hal kecil, atau hal
yang biasa-biasa saja. Bentuknya pun tidak selalu menakutkan
bahkan seringkali bisa menarik hati. Namun jerat bisa membawa
kita kepada situasi yang berbahaya. Itulah yang dialami Gideon
dan umat Israel setelah kemenangannya yang gemilang mengalahkan
musuh-musuhnya.
Waktu menghadapi suku Efraim yang sangat tersinggung karena merasa
tidak dilibatkan sejak awal peperangan, Gideon dengan bijaksana
meredakan kemarahan mereka (ayat 1-3). Namun saat mengalami
kelelahan oleh karena mengejar musuh, Gideon lengah dengan
pengendalian dirinya sehingga dikuasai oleh amarah. Ia bertindak
kejam dan melakukan pembalasan dendam yang tidak pada tempatnya
kepada mereka yang menolak membantu dia dalam mengalahkan musuh
(ayat 4-9, 13-17).
Setelah kemenangan besar, kerendahan hati Gideon sungguh nyata
dengan menolak permintaan rakyat untuk menjadikan dia raja untuk
memerintah atas mereka. Gideon menunjukkan pemahaman iman yang
benar bahwa hanya Tuhanlah yang berhak dan layak menjadi RAJA
atas umat-Nya, Israel (ayat 23). Namun ia lengah dengan
keinginan menjadi orang dihormati. Harta rampasan yang begitu
melimpah membuat hati Gideon ternggiurkan hatinya (ayat 24-26).
Dari harta tersebut ia membuat efod. Efod adalah jubah imam yang
bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan (lih. Kel. 28:28-30).
Gideon tidak memiliki hak untuk membuat apalagi memakainya.
Akhirnya efod itu menjadi berhala yang menyimpangkan Israel dari
Tuhan (ayat 27).
Hidup anak Tuhan memang selalu melawan arus dunia yang mencari
kenikmatan sementara dan penghormatan semu. Semua hal itu bisa
menjadi jerat yang membawa kita jatuh dalam dosa. Hanya satu
cara untuk menangkalnya, yakni fokuskan hidup kita pada Tuhan
dan kehendak-Nya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Hakim 8:1-35
1. Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: "Apa macam
perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil
kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?" Lalu
mereka menyesali dia dengan sangat.
2 Jawabnya kepada mereka: "Apa perbuatanku dalam hal ini, jika
dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku
Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer?
3 Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan
Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika
dibandingkan dengan kamu?" Setelah ia berkata demikian, maka
redalah marah mereka terhadap dia.
4. Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan
ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih
lelah, namun mengejar juga.
5 Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: "Tolong berikan
beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka
telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja
Midian."
6 Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: "Sudahkah Zebah dan
Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan
roti kepada tentaramu?"
7 Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan
Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu
dengan duri padang gurun dan onak."
8 Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian
juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun
menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
9 Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila
aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini."
10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama
dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya,
yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara
orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus
dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
11 Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam
kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah
tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
12 Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar
mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan
Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
13 Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan
melalui pendakian Heres;
14 ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah
ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua
di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
15 Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil
berkata: "Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah
mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada
dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada
orang-orangmu yang lelah itu?"
16 Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil
duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot
dengan itu.
17 Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang
kota itu.
18. Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: "Di
manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?" Jawab
mereka: "Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka
masing-masing seperti anak raja."
19 Lalu kata Gideon: "Saudara-saudarakulah itu, anak-anak
ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka
hidup, aku tidak akan membunuh kamu."
20 Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: "Bangunlah, bunuhlah
mereka." Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena
ia takut, sebab ia masih muda.
21 Lalu kata Zebah dan Salmuna: "Bangunlah engkau sendiri dan
paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula
kekuatannya." Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan
Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher
unta mereka.
22. Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: "Biarlah
engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu,
sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang
Midian."
23 Jawab Gideon kepada mereka: "Aku tidak akan memerintah kamu
dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang
memerintah kamu."
24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: "Satu hal saja yang
kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan
anting-anting dari jarahannya." --Karena musuh itu
beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.
25 Jawab mereka: "Kami mau memberikannya dengan suka hati." Dan
setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan
anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada
seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan,
perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh
raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada
leher unta mereka.
27 Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan
menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel
berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi
jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.
28 Demikianlah orang Midian tunduk kepada orang Israel dan
tidak dapat menegakkan kepalanya lagi; maka amanlah negeri itu
empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon.
29. Lalu Yerubaal bin Yoas pergilah dan diam di rumahnya
sendiri.
30 Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, semuanya anak
kandungnya, sebab ia beristeri banyak;
31 juga gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang
anak laki-laki baginya, lalu ia memberikan nama Abimelekh kepada
anak itu.
32 Gideon bin Yoas mati pada waktu rambutnya telah putih, lalu
dikuburkan dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra kota orang Abiezer.
33 Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong
dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah
mereka;
34 orang Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka, yang
telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di
sekelilingnya,
35 juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan
Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah
dilakukannya kepada orang Israel.
|

26th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 26 April 2008
Ayat SH: Mazmur 20
Judul: Doakan pemimpin bangsa
Doa bagi pemimpin bangsa kadang dilakukan secara garis besar saja.
Isi doanya pun kebanyakan berisi permohonan agar Tuhan
memberikan hikmat kepada pemimpin negara agar bisa memimpin
rakyat dengan bijaksana. Pernahkah kita secara khusus mendoakan
petinggi negara agar serius menangani perusakan alam yang
mengakibatkan banyak bencana? Atau mendoakan wakil rakyat agar
menyuarakan kepentingan korban lumpur Lapindo di Jawa Timur?
Mazmur ini merupakan doa umat agar Allah melindungi raja (ayat 2,
10). Doa ini disertai dengan pemberian persembahan dan korban
bakaran (ayat 4) sebelum berperang. Tujuannya bukanlah untuk
meminta pengampunan dosa, melainkan untuk mencari perkenan
Allah. Ketika Allah merespons, Ia akan menyatakan kehadiran dan
perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan kepada raja. Maka
rakyat akan bersukacita atas kemenangan yang diraih oleh raja.
Kemenangan itu terjadi bukan karena banyaknya kuda dan kereta
perang yang dimiliki oleh raja. Bangsa yang memiliki bala
tentara yang kuat dengan persenjataan yang lengkap pasti akan
menyombongkan kekuatan mereka. Namun kekuatan semacam itu
tidaklah abadi. Di dalam sejarah telah terbukti bahwa bangsa dan
kerajaan adikuasa kemudian hancur menjadi debu karena
kesombongan mereka. Pemazmur tahu bahwa kekuatan Israel hanya
terletak pada Allah. Dialah sumber kemenangan.
Karena hanya Allah yang dapat melindungi suatu bangsa dan juga
rakyatnya, janganlah takut untuk menaruh kepercayaan Anda kepada
Dia, yang sanggup melakukan segala perkara. Dengan membaca
situasi melalui surat kabar, televisi, atau radio, kita bisa
melihat berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini: oknum
pemerintah yang sewenang-wenang dan menekan rakyat yang buta
hukum, wakil rakyat yang tidak memiliki hati untuk melayani
rakyat dan memberikan telinga pada suara rakyat, pemerintah yang
membuat kebijakan tanpa memperhatikan kepentingan rakyat, dsb.
Kita harus berdoa secara khusus agar Tuhan turun tangan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 20
1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (20-2) Kiranya TUHAN
menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub
membentengi engkau!
2 (20-3) Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat
kudus dan disokong-Nya engkau dari Sion.
3 (20-4) Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu, dan
disukai-Nya korban bakaranmu. Sela
4 (20-5) Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki
dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.
5 (20-6) Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan
mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN
memenuhi segala permintaanmu.
6. (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan
kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang
kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan
kanan-Nya.
7 (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan
kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.
8 (20-9) Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan
tetap tegak.
9 (20-10) Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah
kiranya kami pada waktu kami berseru!
|

26th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 27 April 2008
Ayat SH: Mazmur 21
Judul: Mau jadi pemimpin?
Bangsa Israel secara tidak langsung menganut sistem pemerintahan
yang bersifat teokrasi. Karena meskipun ada raja yang memerintah
mereka, raja tetap harus tunduk kepada Allah. Rakyat pun, baik
secara langsung maupun tidak langsung, harus tunduk juga pada
Allah.
Dalam pemerintahan teokratis, raja tahu bahwa kemenangan yang
diperoleh di dalam peperangan merupakan anugerah Allah. Allah
memberkati raja dengan kehadiran-Nya dan memahkotai dia dengan
sukacita. Allah juga tidak membiarkan dia turun takhta (ayat 7).
Barangsiapa yang tidak tunduk pada pemerintahan raja yang
diurapi Allah akan dianggap sebagai musuh Allah sendiri (ayat
9-13). Maka raja dan rakyat akan bersukacita dan memuji-muji
Allah karena Dialah yang sesungguhnya telah menjadi Raja mereka
(ayat 14). Sebagai respons, raja menaruh percaya kepada Tuhan.
Itulah Daud. Berkali-kali saat menghadapi orang Filistin, Daud
bertanya pada Tuhan: apakah ia harus maju? Apakah Tuhan akan
memberikan kemenangan? (ayat 1Sam. 23:2, 4; 1Sam. 30:8, 2Sam.
5:19). Bahkan setelah kemenangan yang dia raih, Daud tetap
menunjukkan kepercayaan dan ketergantungannya pada Tuhan dengan
kembali bertanya (ayat 2Sam. 5:23). Dengan ketaatan, ia
melakukan apa yang ditunjukkan Tuhan.
Seorang pemimpin bangsa memang seharusnya memercayai Allah dan hidup
takut akan Dia, karena sesungguhnya Allah sajalah yang berdaulat
atas negara dan rakyat yang dia pimpin. Namun terlalu banyak
pemimpin yang memercayai dirinya sendiri dalam hal kepiawaian
berstrategi, kharisma dalam memimpin rakyat, kepopuleran untuk
menarik hati rakyat, atau karena peroleh dukungan militer. Akan
tetapi, Allah berada di atas semua itu. Jika Anda ingin jadi
pemimpin, atau sedang menyusun langkah dan mempersiapkan diri
untuk itu, jadikanlah Tuhan sebagai yang utama dalam hidup Anda.
Bergantunglah hanya kepada Dia dalam setiap aspek hidup Anda.
Hikmat-Nya adalah kekuatan terbaik yang dapat Anda miliki.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 21
1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (21-2) TUHAN, karena
kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena
kemenangan yang dari pada-Mu!
2 (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan
kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela
3 (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah;
Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
4 (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya
kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.
5 (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari
pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya.
6 (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk
seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.
7. (21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih
setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang.
8 (21-9) Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan
kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau.
9 (21-10) Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang
menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN.
Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka.
10 (21-11) Keturunan mereka akan Kaubinasakan dari muka bumi,
dan anak cucu mereka dari antara anak-anak manusia.
11 (21-12) Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka
atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya.
12 (21-13) Ya, Engkau akan membuat mereka melarikan diri,
dengan tali busur-Mu Engkau membidik muka mereka.
13 (21-14) Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau
menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.
|

27th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 28 April 2008
Ayat SH: Mazmur 22:1-19
Judul: Saat mengalami derita
Kehidupan Kristen bukan hanya terdiri dari pengalaman manis yang
indah untuk dikenang. Pasti ada juga pengalaman pahit yang
menghadirkan duka dan penderitaan. Namun bagaimana kita
menyikapi pengalaman pahit?
Di dalam intensitas penderitaan yang pemazmur alami, tidak ada
tempat lain baginya untuk mengadukan kepedihan yang dia alami,
selain kepada Allah. Kepada Dia sajalah, pemazmur mencurahkan
isi hatinya. Pemazmur mempertanyakan Allah yang dia anggap
sebagai penyebab penderitaannya (ayat 1), Allah yang tidak
mendengarkan doanya (ayat 2). Allah meninggalkan dia sendirian,
menyebabkan ia terasing dan kesepian. Ia juga harus menghadapi
musuh yang begitu kejam (ayat 15-19). Padahal sejarah Israel
telah memperlihatkan bagaimana Allah tampil menyelamatkan dan
menjadi Pembela bagi umat-Nya (ayat 4-6). Akibat kontras itulah,
maka banyak orang yang mencibirkan bibir karena menganggap bahwa
penderitaan pemazmur adalah akibat dosanya (ayat 8-9).
Merenungkan situasi yang menyedihkan tersebut, pemazmur kembali
mengalihkan pandangannya pada Allah. Pemazmur meminta agar Allah
tidak menjauhi dia (ayat 12).
Penderitaan hidup memang tampil dalam berbagai bentuk. Mungkin saja
berupa perlawanan dari teman atau orang yang kita kasihi, bisa
juga berupa pengalaman fisik atau mental yang menyakitkan, atau
kegagalan yang menyebabkan rasa frustasi yang dalam. Namun semua
itu harus dipandang berdasarkan perspektif yang tepat.
Pengalaman orang Kristen bukanlah nasib buruk yang melulu
menyebabkan kesedihan dan penderitaan. Meski demikian, pencobaan
(Yak. 1:2-4, 12), penganiayaan (Yoh. 15:18; 2Tim. 2:12), dan
penderitaan (Flp. 1:29) merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari pengalaman hidup orang Kristen. Karena melalui kesusahan,
iman kita diperdalam (Yak. 2:3), persekutuan kita dengan Allah
diperkaya (Flp. 3:10) dan kita mengalami sukacita dalam
kesulitan (Yoh. 17:13; 1Ptr. 4:13; 2Kor. 12:10).
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 22:1-19
1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar.
Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan
aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong
aku.
2 (22-3) Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi
Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga
aku tenang.
3 (22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas
puji-pujian orang Israel.
4 (22-5) Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya,
dan Engkau meluputkan mereka.
5 (22-6) Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput;
kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu.
6 (22-7) Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi
manusia, dihina oleh orang banyak.
7 (22-8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka
mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
8 (22-9) "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang
meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia
berkenan kepadanya?"
9 (22-10) Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan;
Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
10 (22-11) Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak
dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
11. (22-12) Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah
dekat, dan tidak ada yang menolong.
12 (22-13) Banyak lembu jantan mengerumuni aku;
banteng-banteng dari Basan mengepung aku;
13 (22-14) mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti
singa yang menerkam dan mengaum.
14 (22-15) Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku
terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur
luluh di dalam dadaku;
15 (22-16) kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat
pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
16 (22-17) Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan
penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
17 (22-18) Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton,
mereka memandangi aku.
18 (22-19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan
mereka membuang undi atas jubahku.
|

29th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 29 April 2008
Ayat SH: Mazmur 22:20-32
Judul: Nantikanlah Tuhan
Harapan orang beriman di saat kesusahannya, memang hanya Allah.
Keyakinan akan Allah membuat pemazmur beranggapan bahwa bila
Allah dekat maka tidak ada satu masalah pun yang berani
mendekat. Tentu hal sebaliknyalah yang akan terjadi bila Allah
menjauh dari dia. Sebab itu, ketika pemazmur dililit kesusahan,
yang ia harapkan adalah agar Allah tidak menjauh dari dia (ayat
20). Ia memohon agar Allah segera menolong dia karena situasi
yang dia hadapi begitu kritis (ayat 21-22). Kelihatannya tidak
ada jalan keluar. Dalam keadaan tanpa alternatif jalan keluar,
ia meminta Allah menolong dia.
Namun di tengah semua kesulitan itu, Allah menjawab doa pemazmur dan
melepaskan dia dari semua kesusahan yang membelenggu dia. Maka
sebagai respons, Daud memuji-muji kebesaran Allah di
tengah-tengah umat (ayat 23-27). Kelepasan yang pemazmur alami
membuat dia bersaksi bahwa Allah tidak meninggalkan dia, Allah
tidak lagi menyembunyikan wajah-Nya dari Daud. Ketika ia
berteriak kepada Allah, Allah menjawab doanya dan menyatakan
kasih setia-Nya yang besar. Maka dia tidak perlu lagi
mempertanyakan kenapa Allah meninggalkan dia.
Pujian pemazmur ini bagaikan akhir dari doa yang sudah lama dia
panjatkan. Pujiannya kepada Allah dapat membangkitkan iman orang
lain kepada Tuhan. Juga mendorong orang lain untuk juga
memuji-muji nama Tuhan.
Mazmur ini mengajar kita untuk tetap berdoa kepada Allah saat kita
sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan-Nya. Jangan menyerah
dengan situasi yang membelenggu Anda, tetaplah berdoa! Ia akan
tidak memandang rendah orang yang sedang berada dalam kesulitan.
Namun dari doa Kristus di taman Getsemani dan saat Ia di kayu
salib, kita belajar bahwa jawaban doa kita mungkin datang pada
waktu yang berbeda dan dengan cara tidak seperti yang kita
doakan. Dalam waktu dan cara yang lebih baik, yaitu berdasarkan
waktu dan caranya Allah.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 22:20-32
19 (22-20) Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya
kekuatanku, segeralah menolong aku!
20 (22-21) Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari
cengkeraman anjing.
21 (22-22) Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk
banteng. Engkau telah menjawab aku!
22. (22-23) Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada
saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:
23 (22-24) kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai
segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap
Dia, hai segenap anak cucu Israel!
24 (22-25) Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik
kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan
wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu
berteriak minta tolong kepada-Nya.
25 (22-26) Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang
besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
26 (22-27) Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang
yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup
untuk selamanya!
27 (22-28) Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik
kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud
menyembah di hadapan-Nya.
28 (22-29) Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang
memerintah atas bangsa-bangsa.
29 (22-30) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang
sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang
turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
30 (22-31) Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan
menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
31 (22-32) Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa
yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
|

29th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 30 April 2008
Ayat SH: Mazmur 23
Judul: Gembala yang baik
Bacaan kita hari ini menyejukkan hati kita. Pemazmur mengibaratkan
dirinya seperti seekor domba. Lemah serta tak berdaya menghadapi
tantangan dan bahaya. Di dalam gambaran lemah tersebut,
pemazmur memiliki gambaran yang indah tentang Tuhan: Tuhanlah
Gembalaku.
Ketika Daud berbicara tentang Tuhan sebagai Gembala, ia berpikir
tentang Tuhan sebagai Pelindungnya. Bagi domba, gembala adalah
segala-galanya. Tidak ada yang lain yang diinginkan domba selain
gembalanya. Sama seperti seorang ayah memenuhi kebutuhan
anaknya, begitulah seorang gembala mencukupkan segala sesuatu
yang diperlukan dombanya. Karena Tuhan adalah gembala Daud, ia
tidak akan kekurangan apapun (ayat 1).
Seorang gembala memimpin dombanya ke tempat di mana si domba dapat
makan dan beristirahat (ayat 2). Ia juga memimpin domba di jalan
yang benar. Ia menjauhkan domba dari jalan-jalan yang berbahaya
dan harus dihindarkan. Begitu jugalah Allah memimpin hidup orang
percaya. Bapak Lim, seorang Kristen kelahiran Indonesia yang
tinggal di Cina, pernah berhari-hari diikat oleh tentara Komunis
di tempat banyak orang lewat. Mereka menampar dan meludahi dia
karena dianggap mengkhianati revolusi. Seseorang yang sedang
lewat di jalan itu, berpura-pura meludahi kakinya sambil
menyelipkan sehelai kertas ke sakunya. Kertas itu bertuliskan
Mazmur 23. Bapak Lim berkata: "Saya membacanya berulang-ulang
dan menghafalnya. Saya mendapat penghiburan yang membuat saya
mampu bertahan melewati masa sulit itu". Ia kemudian menjadi
dirigen Hongkong Philharmonic Orchestra.
Kita tentu ingin juga mengalami berkat dan ketenangan jiwa seperti
yang dialami Daud dalam hidupnya dan diekspresikan dalam
mazmurnya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan menjadi
domba-Nya. Mereka yang menikmati pemeliharaan Gembala Baik
adalah mereka yang mengenal suara Gembala dan mengikuti Dia.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 23
1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia
membimbing aku ke air yang tenang;
3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar
oleh karena nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak
takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur
hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
|

30th April 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 1 Mei 2008
Ayat SH: Mazmur 24
Judul: Raja Kemuliaan
Sejarah Israel penuh dengan kesaksian akan keperkasaan Tuhan dalam
mengalahkan musuh-musuh umat-Nya. Baik pada periode kisah
Keluaran, saat menaklukkan tanah Kanaan, maupun ketika
dirongrong oleh berbagai bangsa di sekitar wilayah mereka, Tuhan
membuktikan bahwa diri-Nya adalah Raja mereka. Bahkan lebih dari
itu, Tuhan adalah Raja atas seluruh bumi dan isinya, karena
Dialah pencipta dan pemilik semua itu (ayat 1-2).
Peristiwa apa saja yang memperlihatkan bahwa Tuhan adalah Raja atas
Israel? Pertama, saat Allah, dengan kuasa-Nya, membuat Israel
menyeberangi laut Teberau dengan selamat. Musuh mereka, yaitu
Firaun serta pasukan Mesir, Tuhan tenggelamkan di laut itu (Kel.
14). Maka pujian dikumandangkan (Kel. 15:1-18) dan Tuhan
dimuliakan sebagai Raja pemenang yang memerintah selama-lamanya
(ayat 18). Namun saat itu Israel belum tinggal di tanah
Perjanjian. Kedua, saat Israel telah menikmati kemerdekaan
secara penuh di bawah kepemimpinan Daud. Bagi Daud, Tuhan adalah
sumber kemenangannya. Dengan memindahkan Tabut Perjanjian, yang
melambangkan takhta Allah, ke ibu kota Israel, Daud menyatakan
bahwa Tuhanlah Raja Israel (ayat 2Sam. 6). Prosesi melewati
pintu gerbang kota suci inilah yang kemiudian hari dirayakan
dengan mengumandangkan Mazmur 24. Tentu, hanya mereka yang
sungguh-sungguh tulus hati, yang layak menyembah Dia dan
diperkenan oleh-Nya (ayat 3-6).
Berbagai perayaan gerejani, termasuk Kenaikan Tuhan Yesus bisa
menjadi peristiwa penting untuk mengingat dan menyatakan Kristus
sebagai Raja Gereja dan dunia serta segala isinya. Dialah yang
sudah datang untuk bertakhta di hati orang percaya, untuk
memerintah umat-Nya, dan untuk menyatakan kedaulatan dan
keperkasaan atas para musuh-Nya. Dengan hidup dalam ketulusan
hati serta kejujuran dan keadilan perilaku, umat Tuhan merajakan
Kristus Yesus dalam hidup mereka dan menjadi kesaksian bagi
orang yang belum percaya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 24
1. Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya,
dan dunia serta yang diam di dalamnya.
2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan
menegakkannya di atas sungai-sungai.
3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang
boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak
menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah
palsu.
5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan
dari Allah yang menyelamatkan dia.
6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari
wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela
7. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan
terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya
masuk Raja Kemuliaan!
8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa,
TUHAN, perkasa dalam peperangan!"
9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah
kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja
Kemuliaan!
10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam,
Dialah Raja Kemuliaan!" Sela
|

1st May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 2 Mei 2008
Ayat SH: Mazmur 25
Judul: Menanti-nantikan Tuhan
Mengapa kita menanti-nantikan seseorang atau sesuatu? Tentu karena
kita menganggap seseorang atau sesuatu itu penting bagi kita.
Apakah kita juga menganggap Tuhan penting, sehingga kita pun
menanti-nantikan Dia?
Orang yang menanti-nantikan Tuhan percaya bahwa Tuhan tidak akan
tinggal diam bila ia mengalami sesuatu hal dalam hidupnya. Itu
sebabnya, ia tidak malu memercayakan hidupnya kepada Tuhan (ayat
2-3). Akan tetapi, banyak orang Kristen malu untuk memberikan
kesaksian tentang imannya kepada Tuhan. Mereka tidak yakin bahwa
Tuhan akan membela tatkala orang yang tak mengenal Tuhan
mengolok-olok mereka. Atau bila penindasan dari musuh Tuhan
menimpa mereka. Namun orang Kristen yang sejati mengenal
Tuhannya, serta percaya dan menaruh harap kepada Dia.
Orang yang menanti-nantikan Tuhan percaya bahwa Tuhan akan
menunjukkan jalan yang benar (ayat 4-14). Ia sadar bahwa rahmat
dan pengampunan Tuhan bersifat permanen (ayat 6-7), dan ia yakin
akan ikatan perjanjian Tuhan yang teguh dan kekal (ayat 14).
Oleh karena itu, walaupun bisa jatuh dan gagal, ia percaya bahwa
ia bisa bangkit lagi (ayat 8-11). Betapa seringnya kita
membiarkan diri ditipu oleh Iblis sehingga memiliki anggapan
bahwa Tuhan sudah bosan mengampuni kita yang berulang kali jatuh
ke dalam dosa. Akibatnya kita tenggelam dalam rasa bersalah dan
keputusasaan. Padahal orang Kristen sejati seharusnya tahu bahwa
pengampunan dalam Kristus bersifat tuntas, dan kehadiran Roh-Nya
memberikan penyertaan yang tak terbatas.
Menanti-nantikan Tuhan (ayat 21b) harus dimulai dengan percaya bahwa
Dia peduli dan mau mengajarkan jalan-Nya. Ingatlah senantiasa
janji-Nya bahwa Dia siap mengampuni saat kita gagal. Dia juga
siap memperbarui hidup kita saat kita berserah kepada-Nya. Sebab
itu, berdoalah, minta Tuhan memberi kekuatan dalam menghadapi
tantangan sehingga kita tidak mudah berputus asa. Dengan Tuhan
sebagai sumber kekuatan dan kemenangan kita, tiada musuh dapat
bertahan!
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 25
1. Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;
2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku
mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;
yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak
ada alasannya.
4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN,
tunjukkanlah itu kepadaku.
5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku,
sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau
kunanti-nantikan sepanjang hari.
6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab
semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku
janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih
setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
8. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan
kepada orang yang sesat.
9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan
Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi
orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan
peringatan-peringatan-Nya.
11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab
besar kesalahan itu.
12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN
menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak
cucunya akan mewarisi bumi.
14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan
perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
15. Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan
kakiku dari jaring.
16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku
sebatang kara dan tertindas.
17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari
kesulitanku!
18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala
dosaku.
19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka
membenci aku dengan sangat mendalam.
20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku
mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku
menanti-nantikan Engkau.
22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!
|

3rd May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 3 Mei 2008
Ayat SH: Mazmur 26
Judul: Hidup dalam kebenaran
Pengadilan adalah tempat keadilan ditegakkan. Di pengadilan, orang
yang benar dibuktikan tidak bersalah, sebaliknya orang yang
salah dinyatakan kesalahannya dan dijatuhi hukuman yang setimpal
dengan perbuatannya.
Mazmur ini mungkin ditulis saat pemazmur menghadapi pengadilan
dengan tuduhan dosa tertentu, yang setimpal dengan hukuman mati
(ayat 9). Tidak ada penjelasan mengenai dosa apa yang dia
lakukan. Akan tetapi, pemazmur mengklaim diri tidak bersalah.
Dua kali ia menggunakan kata "hidup dalam ketulusan" (ayat 1,
11). Meski dituduh bersalah, hati nuraninya tidak menyalahkan
dirinya. Oleh karena itu, ia percaya bahwa ia akan mendapatkan
keadilan Tuhan yang melihat ke kedalaman hatinya untuk menemukan
bahwa ia tidak bersalah (ayat 2).
Bukan hanya hati, pemazmur juga siap diuji kehidupannya secara
faktual. Pemazmur mengajukan fakta positif dan negatif untuk
menyatakan bahwa ia tidak bersalah. Fakta positif adalah bahwa
ia hidup dalam kebenaran (ayat 3), dan setia beribadah di dalam
rumah Tuhan (ayat 6-8). Kalau di dalam hatinya ada kepalsuan,
pasti Tuhan tidak akan berkenan menerima ibadahnya. Berjalan
mengelilingi mezbah sebagai tanda tak bersalah (ayat 6), mungkin
bermakna mencari keadilan pada Tuhan (band. 1Raj. 8:31-32).
Secara negatif, pemazmur menegaskan sikapnya yang tidak
ikut-ikutan orang yang berbuat jahat. Ia bahkan menyatakan sikap
menentang perbuatan tangan mereka (ayat 4-5).
Kenyataan bahwa pengadilan di dunia ini, termasuk yang ada di negara
tercinta kita ini, tidak sungguh-sungguh menegakkan keadilan,
tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk tidak mempertahankan
hidup dalam kebenaran. Kita tetap harus mengasihi Tuhan dan
melaksanakan firman-Nya serta menolak ikut-ikutan berbuat dosa.
Justru kita harus menjadi teladan dalam hal hidup benar dan
tidak kompromi dengan kejahatan, agar kita lantang bersuara
ketika melawan kejahatan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mazmur 26
1. Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku
telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan
tidak ragu-ragu.
2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku
dan hatiku.
3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam
kebenaran-Mu.
4 Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku
tidak bergaul;
5 aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan
dengan orang fasik aku tidak duduk.
6. Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan
mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN,
7 sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan
menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.
8 TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat
kemuliaan-Mu bersemayam.
9 Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, atau
hidupku bersama-sama orang penumpah darah,
10 yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, dan yang tangan
kanannya menerima suapan.
11 Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan
kasihanilah aku.
12 Kakiku berdiri di tanah yang rata; aku mau memuji TUHAN
dalam jemaah.
|

3rd May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 4 Mei 2008
Ayat SH: Mazmur 27
Judul: Hanya Tuhan penolongku
Dalam zaman yang serba tidak pasti dan penuh ancaman ini, apakah
yang menjadi andalan Anda? Bersama pemazmur, mari kita nyatakan
keyakinan bahwa Tuhan adalah persandaran yang teguh dan yang
satu-satunya (ayat 1-6). Keyakinan demikian akan memberanikan
kita untuk datang dan memohon pertolongan-Nya (ayat 7-14).
Pemazmur mulai dengan pertanyaan retoris, "Jika Tuhan adalah terang,
keselamatan, dan benteng hidupnya, kepada siapakah dia harus
takut?" Ketiga lambang ini menegaskan sifat Allah. Terang
melambangkan kehadiran Allah yang mengenyahkan kegelapan,
sekaligus memberi rasa aman. Keselamatan jelas merupakan akibat
dari perlindungan Tuhan. Sedangkan benteng menggambarkan
pertahanan dan perlindungan yang kokoh terhadap serangan musuh.
Di manakah tempat perlindungan paling aman bagi anak-anak Tuhan
(ayat 4-6)? Tentu di rumah Tuhan! Dua kata dipakai di sini,
yaitu rumah Tuhan dan bait-Nya. Yang dimaksud bukanlah wujud
fisik melainkan kehadiran dan penyertaan Tuhan atas umat-Nya,
yakni ketika umat beri | |