 |
|

13th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 13 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 2:1-7
Judul: Tentara, atlet, petani
Lagi-lagi mengenai penderitaan. Apakah seorang hamba Tuhan memang
harus menderita? Begitukah sesungguhnya panggilan dasar seorang
pelayan Tuhan?
Pelayanan Paulus bersama Timotius bukan tanpa hambatan. Banyak
tantangan dan kesukaran. Maka bila Timotius akan meneruskan
pelayanan Paulus, ia pun akan menghadapi kesulitan yang sama.
Namun Paulus membekali Timotius dengan nasehat bagaimana
seharusnya seorang pekerja Kristus bersikap. Ada tiga gambaran
yang Paulus berikan. Pertama adalah gambaran tentara. Seorang
tentara tidak memusatkan perhatiannya pada dirinya sendiri. Ia
penuh disiplin dan kepatuhannya kepada atasan tak perlu
dipertanyakan. Gambaran kedua adalah atlet. Seorang atlet
bertanding sesuai peraturan yang sudah ditetapkan. Ia tak bisa
mengubah peraturan seenak hatinya sendiri. Untuk itu ia harus
menyangkal diri demi mengikuti disiplin yang diterapkan.
Gambaran ketiga adalah seorang petani. Ia seorang pekerja keras.
Ia harus memelihara dengan tekun benih yang sudah ditanam.
Pekerjaannya membosankan karena ia harus melakukan hal yang sama
tiap-tiap hari, yakni menyiram dan merawat tanaman jika ia ingin
menuai hasil yang baik kelak.
Itulah tiga gambaran karakter yang harus dimiliki seorang pekerja
Kristus. Setiap karakter memerlukan ketekunan dan ketahanan
untuk menderita jika ingin berhasil. Tentara yang mundur sebelum
perang berakhir tak akan melihat kemenangan. Atlet yang berhenti
bertanding sebelum pertandingan berakhir, tak akan pernah meraih
medali. Dan petani yang berhenti bekerja sebelum musim panen
dimulai, tak akan pernah menuai hasil.
Melayani Tuhan tidak bisa sembarangan. Tak cukup hanya bermodal
keinginan. Seorang pekerja Kristus harus tekun 'memelihara'
benih Injil yang sudah ditabur, agar suatu saat dapat melihat
buahnya dalam hidup orang-orang yang dilayani. Sebab itu, kita
perlu melayani dengan motivasi yang tepat, kemurnian hidup, dan
ketaatan pada kehendak Allah.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 2:1-7
1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam
Kristus Yesus.
2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak
saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat
dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari
Kristus Yesus.
4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan
dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian
ia berkenan kepada komandannya.
5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai
juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan
olahraga.
6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama
menikmati hasil usahanya.
7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu
pengertian dalam segala sesuatu.
|

14th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 14 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 2:8-13
Judul: Jangan berpaling!
Tentu tidak mudah mengajak orang untuk ikut menderita, meski bagi
Kristus. Namun jika orang tahu kenapa dia harus melakukannya,
niscaya orang akan memiliki keberanian dan semangat untuk ambil
bagian di dalamnya.
Sebab itu, setelah memotivasi Timotius untuk ambil bagian dalam
penderitaan karena Kristus, Paulus menyatakan hal-hal yang harus
diingat tatkala tiba saatnya bagi Timotius untuk menjalaninya.
1) Ingat Tuhan Yesus Kristus (ayat 8). Kesetiaan-Nya pada Bapa
telah membawa Dia ke dalam pende-ritaan. Ia ditolak oleh
keluarganya, orang-orang sekotanya, juga para pemimpin agama. Ia
datang ke dalam dunia untuk membawa terang hidup, tetapi dunia
malah menyalibkan Dia (band. Yoh. 1:1)! Akan tetapi, penderitaan
berakhir dengan kemenangan yang mulia. 2) Ingat kuasa firman
Allah (ayat 9)! Paulus yang dimasukkan ke dalam penjara bawah
tanah, tidak menjadi putus asa. Meski sadar bahwa kesempatannya
untuk menyebarluaskan firman Allah menjadi terbatas, ia tahu
bahwa firman Allah sendiri tidak terbelenggu. 3) Ingat alasan
melayani Tuhan (ayat 10). Paulus menyerahkan hidupnya agar orang
diselamatkan di dalam Kristus. Selain itu ia juga berharap
mereka dapat bertumbuh dan disempurnakan dalam hubungan mereka
dengan Dia. 4) Ingat bahwa Allah akan memberikan upah kepada
orang yang setia (ayat 11-13). Seba-liknya, Ia akan menolak
orang yang menolak Dia.
Ingatlah bahwa Allah setia kepada anak-anak-Nya. Meski kita
mengalami masa-masa berat dalam hidup kita, bahkan saat rasanya
tidak ada lagi iman yang tersisa, Ia akan tetap ada menyertai
kita. Oleh karena itu, dalam masa kehidupan dan pelayanan
sesulit apapun, jangan pernah berpaling dari Allah. Tetaplah
teguh dan setia! Ia menjanjikan upah berupa masa depan yang
gemilang bagi orang yang setia. Ia berjanji bahwa kita akan
hidup bersama Dia di dalam kekekalan, dan kita akan memerintah
bersama Dia di dalam Kerajaan-Nya. Pada saat itu, masa-masa
sukar yang telah kita hadapi menjadi tidak ada artinya lagi.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 2:8-13
8. Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara
orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah
yang kuberitakan dalam Injilku.
9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah
dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak
terbelenggu.
10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi
orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat
keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun
akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan
Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak
dapat menyangkal diri-Nya."
|

15th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 15 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 2:14-19
Judul: Tak perlu debat kusir
Dalam tugasnya sebagai seorang yang akan menggembalakan jemaat,
Timotius harus mengarahkan mereka untuk berfokus pada Injil.
Bukan hanya dengan memiliki pemahaman yang benar akan firman
Allah, tetapi juga bagaimana kebenaran itu diterapkan dalam
kehidupan mereka sehari-hari. Misalnya dalam hal berbicara (ayat
14). Jangan sampai mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat.
Mempertahankan kebenaran memang perlu, tetapi tak perlu sampai
berdebat tanpa juntrungan. Ini malah bisa menjadi sumber
pertikaian yang sama sekali tidak membangun iman siapapun yang
mendengarnya.
Sebagai gembala jemaat, Timotius pun harus bersikap bijak (ayat 16).
Debat kusir mengenai hal-hal yang bersifat spekulatif,
provokatif, dan bukan merupakan tema sentral dalam kekristenan,
hanya akan menimbulkan rasa marah dan sakit hati. Lagi pula
orang tidak akan mendapatkan nilai tambah apapun dari debat
semacam itu. Maka jangan sampai orang yang terlibat dalam
pelayanan firman, misalnya membawakan renungan atau khotbah,
terjebak dalam arus silang pen-dapat seperti itu. Setiap orang
harus belajar mengungkapkan ketidaksetujuan mengenai suatu opini
atau pengajaran dalam sikap yang dewasa. Di sisi lain, kita
sendiri harus hati-hati terhadap pengajaran yang merusak iman.
Kita pun harus mengajak orang lain mewaspadai hal ini. Bila kita
tidak peka dan mengenali kebenaran firman Tuhan dengan baik,
kita akan mudah terombang-ambing.
Ketika ada buku yang mengisahkan Maria Magdalena sebagai kekasih
Yesus, banyak orang yang merasa terkejut dan imannya menjadi
goyah karena menganggap kisah itu sebagai kebenaran yang baru
ditemukan. Padahal kisah itu hanya fiksi dan bukan kebenaran!
Namun kita tidak perlu marah-marah menyikap hal ini. Sebab
kebenaran Allah tak akan pernah berubah, tak akan tergoyahkan,
dan tak akan memudar. Kita hanya perlu setia mengikuti kebenaran
Allah. Niscaya Ia tidak akan menolak kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 2:14-19
14. Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan
sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan
mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna,
malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai
seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang
memberitakan perkataan kebenaran itu.
16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang
hanya menambah kefasikan.
17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara
mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan
bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian
merusak iman sebagian orang.
19. Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya
ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang
yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
|

16th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 16 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 2:20-26
Judul: Untuk maksud mulia
Banyak gereja yang dipenuhi jemaat, tetapi tidak semua anggota
jemaat menjalankan tugasnya dalam pembangunan gereja Tuhan.
Mungkin karena tidak tahu, mungkin juga karena merasa tidak
mampu. Lalu bagaimana dengan Anda sendiri, dalam kaitannya
dengan pelayanan di gereja? Aktif sebagai "pemain" atau hanya
sebagai penonton?
Paulus menggunakan gambaran beraneka ragam perabot di dalam sebuah
rumah, yang dimanfaatkan untuk berbagai tujuan (ayat 20). Fungsi
tiap perabot disesuaikan dengan keberadaannya. Gambaran ini
memperlihatkan keberadaan orang-orang yang hidup berpadanan
dengan kebenaran Allah sehingga berkenan di mata-Nya. Kesetiaan
mereka kepada firman Allah mempersiapkan hati mereka sedemikian
rupa hingga dapat dipakai bagi pekerjaan Allah. Di samping itu,
ada juga orang-orang yang tidak setia pada kebenaran firman
Allah. Orang-orang semacam ini tidak menghargai Allah, walau
mereka sangat ingin terlibat dalam pelayanan. Mereka yang
demikian adalah guru palsu.
Lalu bagaimana seorang Kristen dapat dipakai untuk maksud yang
mulia? Pertama, dengan menyucikan diri dari hal-hal jahat (ayat
21-22). Bila hal itu disebabkan pergaulan, jauhkan diri kita
dari orang-orang, yang walau menyebut diri Kristen, tetapi hidup
dengan tidak menghargai Allah. Sudah banyak orang Kristen yang
jatuh dan kemudian menjauh dari Allah, karena kedekatan mereka
dengan orang-orang yang tidak mempedulikan Allah. Kedua, dengan
menghindarkan diri dari perkataan kosong dan pertengkaran (ayat
23-24). Ketiga, membimbing orang dengan sabar agar bertobat
(ayat 25-26).
Semua itu mungkin tidak mudah untuk dilakukan sekali langkah saja.
Beberapa orang mungkin bisa dengan cepat melakukannya sekaligus.
Orang yang lain mungkin perlu secara bertahap melakukannya dan
dengan ketergantungan sungguh-sungguh kepada kuasa Roh Kudus.
Namun bila kita benar-benar serius bersedia dipakai Tuhan di
dalam rumah-Nya, maka kita tentu akan memperoleh
pertolongan-Nya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 2:20-26
20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari
emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama
dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud
yang kurang mulia.
21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia
akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia
dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan
untuk setiap pekerjaan yang mulia.
22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan,
kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang
berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak
layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi
harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka
melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka
untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal
kebenaran,
26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena
terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada
kehendaknya.
|

17th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 17 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 3:1-9
Judul: Melawan pengaruh
Tanpa tedeng aling-aling, begitulah Paulus dalam pembicaraannya ini.
Ia sama sekali tidak menyembunyikan fakta mengenai situasi yang
akan dihadapi Timotius dalam pelayanannya. Ia menjabarkan segala
sesuatunya dengan gamblang. Ironisnya, situasi yang digambarkan
Paulus tersebut, bukanlah mengenai orang-orang yang tidak
beriman atau tidak mengenal Tuhan.
Yang dibicarakan Paulus adalah orang-orang yang aktif beribadah
(ayat 5). Namun hidup keagamaan mereka bagai 'tong kosong yang
nyaring bunyinya'. Mereka memang mengajarkan hal yang baik, dan
secara kasat mata, juga melakukan hal yang baik. Akan tetapi,
jauh di dalam hati mereka, tersembunyi motivasi yang tidak
murni. Sesungguhnya, hidup mereka tidak menunjukkan ketaatan
kepada Allah, yang melihat jauh ke dalam dasar hati. Hidup
keagamaan mereka bagai tubuh tak bernyawa karena tidak bersumber
dalam relasi pribadi dengan Allah, Sang Pemilik Hidup. Orang
semacam itu mengasihi diri sendiri, mencintai uang, dan lebih
menyukai kesenangan hidup dibandingkan persekutuan dengan Allah
(ayat 2). Mereka menentang kebenaran (ayat 8). Namun kita perlu
mengingat bahwa hidup keagamaan yang kosong seperti itu tidak
akan menghasilkan apa-apa (ayat 9).
Semua karakter yang Paulus jabarkan terdapat pula dalam komunitas
Kristen masa kini. Lalu bagaimana kita bisa menangkal pengaruh
orang semacam itu? Tentu saja dengan mengandalkan kuasa firman
Tuhan. Pastikan bahwa kita telah mengalami transformasi karena
Kristus telah memperbarui hidup kita. Yakinkan bahwa kita telah
menjadikan firman Tuhan sebagai santapan harian kita. Biarkan
firman Tuhan membentengi kita dari pikiran, sikap, perkataan,
dan perilaku yang berdosa. Hiduplah bersekutu dengan Tuhan agar
hidup kita dipenuhi dengan Roh Kudus, bertumbuh di dalam
karakter, serta menghasilkan buah roh. Inilah cara agar kita
tidak terjebak dalam hidup keagamaan yang palsu. Berdirilah
tegak melawan si jahat, dan hiduplah bagi Allah saja.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 3:1-9
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa
yang sukar.
2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba
uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan
menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan
tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan
orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,
lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi
pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka
itu!
6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup
ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang
sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat
mengenal kebenaran.
8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga
mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka
tidak tahan uji.
9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena
seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan
nyata bagi semua orang.
|

18th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 18 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 3:10-17
Judul: Baca dan lakukan!
Kesetiaan terhadap iman tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui
suatu proses di dalam jangka waktu tertentu. Akan tetapi,
kesetiaan iman di masa lalu ternyata bukan jaminan kesetiaan
iman di masa datang. Meskipun Timotius telah mengikuti ajaran
dan teladan Paulus, Paulus merasa perlu untuk terus memotivasi
Timotius agar melan-jutkan hal itu di masa kemudian (ayat
10-11). Terutama bila ia nanti mengalami masa penganiayaan (ayat
12). Cepat atau lambat, para pengikut Kristus pasti akan
mengalami penganiayaan. Oleh karena itu, jangan kaget bila orang
salah paham terhadap iman kita, mengkritik kita, dan bahkan
mencoba melukai kita karena iman kita. Yang penting, jangan
menyerah! Hiduplah sebagaimana seharusnya, yakni menyenangkan
hati Allah dan bukan mengikuti kehendak orang lain. Hidup
orang-orang munafik yang telah digambarkan oleh Paulus (ayat
2Tim. 3:1-9) hendaknya menjadi peringatan bagi Timotius. Mereka
bukan atheis, bukan pula penentang kekristenan. Namun hidup
keagamaan mereka merupakan penyangkalan terhadap kuasa iman yang
seharusnya ada. Akibatnya mereka jadi bertambah jahat (ayat 13).
Tidak dapat disangkal, bahwa dalam mempertahankan kesetiaan iman,
diperlukan juga kehadiran teladan orang-orang beriman yang setia
pada firman Tuhan. Selain Paulus, Timotius juga memiliki ibu dan
nenek yang menjadi teladan iman bagi dia. Sejak ia kecil, ibu
dan neneknya telah mengajari dia Kitab Suci (ayat 2 Tim. 1:5,
3:15). Siapakah teladan kita dalam hal iman? Perhatikan
pengajaran dan karakternya (ayat 10), serta teladani dia!
Akan tetapi, sumber terbesar untuk mempertahankan kesetiaan iman
adalah firman Tuhan sendiri. Alkitab bukan-lah kisah, fabel,
atau mitos tentang Tuhan. Melalui Roh Kudus, Allah menyatakan
diri dan kehendak-Nya. Melalui firmanlah, Tuhan membimbing orang
untuk setia di dalam iman dan kebenaran Tuhan (ayat 16-17). Oleh
karena itu, bacalah dan lakukan apa yang Allah pesankan di
dalamnya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 3:10-17
10. Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku,
pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara
seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di
Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah
melepaskan aku dari padanya.
12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam
Kristus Yesus akan menderita aniaya,
13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat,
mereka menyesatkan dan disesatkan.
14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang
telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat
orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab
Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau
kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
|

19th May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 19 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 4:1-8
Judul: Beritakan firman
Ketika Tuhan Yesus datang untuk mengangkat gereja-Nya, maka setiap
orang percaya, baik yang hidup maupun yang sudah mati, akan
menghadapi penghakiman Kristus. Ini bukanlah penghakiman
mengenai dosa, tetapi merupakan evaluasi mengenai penatalayanan
kita. Apakah kita akan menerima mahkota kebenaran atau tidak,
tergantung pada bagaimana cara hidup kita sebagai pengikut-Nya.
Mengapa Paulus membicarakan hal itu dalam nasihat-nya kepada
Timotius (ayat 1)? Untuk mengingatkan Timotius bahwa suatu hari
nanti, akan tiba saatnya untuk mempertanggungjawaban pemberitaan
firman yang telah dilakukan. Sebagai seorang hamba Tuhan,
Timotius diminta untuk memberitakan firman (ayat 2). Tidak semua
orang yang membuka Alkitab dan membicarakannya, berarti sedang
memberitakan firman. Banyak pengkhotbah yang membicarakan
dirinya, dan bukan firman. Jika fokusnya pada kisah lucu atau
tentang pengalaman hidupnya yang begitu menyentuh, itu berarti
ia sedang membicarakan dirinya.
Seorang hamba Tuhan harus selalu siap menyampaikan firman Tuhan,
kapan saja. Ia harus siap memberitakannya, baik dalam keadaan
senang maupun susah; baik saat ia dapat melihat buahnya maupun
tidak. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga, seorang hamba Tuhan
harus memperhadapkan firman Tuhan dengan hidup para
pendengarnya, dan membiarkan Allah bekerja di dalamnya. Terlebih
karena semakin banyak orang yang tidak suka mendengar kebenaran
firman Tuhan. Orang lebih suka mendengar apa yang menyenangkan
untuk didengar, ketimbang mendengar sesuatu yang memerahkan
telinga (ayat 3-4). Sebab itu, Timotius harus sabar terhadap
mereka.
Ternyata tugas seorang hamba Tuhan tidaklah mudah, bukan? Tanggung
jawab mereka terhadap pemberitaan fir-man tidaklah kecil. Karena
itu, sebagai jemaat, kita perlu mendukung mereka. Doakanlah agar
dalam mempersiapkan khotbah, mereka bergantung pada pimpinan
Allah.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 4:1-8
1. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi
orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan
sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi
Kerajaan-Nya:
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik
waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah
dengan segala kesabaran dan pengajaran.
3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima
ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut
kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan
membukanya bagi dongeng.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita,
lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas
pelayananmu!
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai
persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah
mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan
dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya;
tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang
yang merindukan kedatangan-Nya.
|

21st May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 20 Mei 2008
Ayat SH: 2Timotius 4:9-22
Judul: Jangan sia-siakan waktu
Di bagian penutup suratnya, Paulus mendesak Timotius untuk segera
menemui dia (ayat 9). Ia menitip salam untuk beberapa orang yang
dia kenal (ayat 19-21). Ia juga meminta Timotius membawa
beberapa benda yang dia butuhkan. Lalu apa hubungan semua itu
dengan kita? Mengapa Allah membiarkan isi tulisan ini
diperhitungkan sebagai tulisan yang diilhamkan Allah? Bila kita
meneliti lebih jauh, ayat-ayat ini akan menolong kita mengenal
dan memahami Paulus, terutama di saat-saat terakhir dalam
hidupnya.
Di satu sisi, Paulus sangat manusiawi. Dalam saat-saat terakhir
dalam hidupnya, ia merasakan kesepian karena teman-temannya
telah pergi (ayat 10, 12). Tak ada yang menemani dia saat
melakukan pembelaan (ayat 16). Ia pun bergumul dengan perasaan
kecewa terhadap orang lain (ayat 10, 14). Namun di sisi lain, ia
terlihat begitu kuat dan keyakinannya akan Allah begitu teguh
(ayat 17-18). Gambaran ini memperlihatkan realita hidup orang
beriman. Orang beriman ternyata tidak bebas dari masalah dan
rasa kecewa terhadap orang lain. Akan tetapi, hal itu bisa
diatasi dengan iman kepada Allah.
Permintaan Paulus akan kitab-kitab, termasuk perkamen,
memperlihatkan kepada kita bahwa ia adalah seorang yang memiliki
keinginan kuat untuk senantiasa belajar. Kita memang tidak tahu
kitab atau perkamen apakah yang dia maksud. Namun kita bisa
melihat bahwa ia tidak menyia-nyiakan waktu yang begitu banyak
tersedia saat dia berada di penjara. Dia memanfaatkan waktu yang
ada untuk sesuatu yang bisa memperdalam pengenalannya akan Allah
dan menolong dia dalam melayani orang lain.
Bagi kita yang sudah berada di usia senja, teladanilah Paulus.
Jangan patah semangat karena keterbatasan fisik. Lakukanlah
sesuatu yang menolong kita semakin dekat dengan Allah. Bagi kita
yang merasa masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk
tinggal di dunia ini, jangan sia-siakan waktu yang begitu banyak
itu. Manfaatkanlah untuk sesuatu yang berguna bagi diri sendiri
dan orang lain.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
2Timotius 4:9-22
9. Berusahalah supaya segera datang kepadaku,
10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku.
Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia
dan Titus ke Dalmatia.
11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan
bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.
12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus.
13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di
Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen
itu.
14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat
kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut
perbuatannya.
15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia
sangat menentang ajaran kita.
16. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang
membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan
ditanggungkan atas mereka--,
17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku,
supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya
dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku
lepas dari mulut singa.
18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat.
Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam
Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya!
Amin.
19 Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga
Onesiforus.
20 Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam
keadaan sakit di Miletus.
21 Berusahalah ke mari sebelum musim dingin. Salam dari Ebulus
dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara.
22 Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!
|

22nd May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 21 Mei 2008
Ayat SH: Hakim 9:1-21
Judul: Hati-hati pilih pemimpin
Meskipun Gideon adalah pemimpin Israel, tetapi ia tidak mau
memerintah sebagai raja (Hak. 8:23). Allah pun tidak menetapkan
sistem pemerintahan monarki bagi Israel. Allah saja yang menjadi
Raja atas Israel.
Akan tetapi, Abimelekh berbeda dari ayahnya. Ia justru menginginkan
kedudukan yang ditempati Allah itu. Menya-dari posisinya yang
lemah karena ia hanyalah anak gundik (Hak. 8:31), Abimelekh
mencari dukungan saudara-saudara dari pihak ibunya, yang berada
di Sikhem (salah satu kota di Kanaan). Tentu saja orang-orang
Sikhem lebih suka bila Abimelekh yang menjadi raja, daripada
bila orang Israel sendiri yang menduduki jabatan tersebut. Itu
akan menguntungkan posisi mereka. Kepentingan diri telah membuat
orang Sikhem mendukung Abimelekh, meski mereka tidak tahu apakah
Abimelekh benar-benar seorang pemimpin bangsa sejati.
Selanjutnya, mereka pun memberi dukungan dan menobatkan
Abimelekh menjadi raja (ayat 6). Bagi Abimelekh, semua itu masih
belum cukup. Ia ingin memuluskan jalan menuju tahta dan
mengamankan posisinya kelak. Sebab itu, dengan memakai
orang-orang bayaran, Abimelekh tega membunuh 70 orang saudaranya
seayah. Namun Yotam berhasil luput (ayat 5).
Yotam, yang berhasil melarikan diri, tidak tinggal diam. Ia memberi
peringatan kepada orang-orang Sikhem. Melalui perumpamaan
pemimpin pohon-pohon, ia ingin menyatakan bahwa Abimelekh adalah
pemimpin yang nantinya akan menjadi bumerang, berbalik menyakiti
rakyat yang telah mendukung dia (ayat 7-15). Bila ia adalah
seorang yang baik dan berpotensi, ia tentu tidak akan bernafsu
mewujudkan ambisi negatif melainkan akan memilih untuk berkarya
bagi rakyat.
Memilih seorang pemimpin rakyat memang tidak bisa sembarangan. Perlu
pertimbangan matang. Pilih pemimpin yang bukan hanya ingin
menguntungkan diri sendiri atau kelompoknya, walau kita termasuk
kelompok yang mendukung dia. Pertimbangkanlah pemimpin yang
memiliki hati untuk kesejahteraan dan kemajuan rakyat.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Hakim 9:1-21
1. Adapun Abimelekh bin Yerubaal pergi ke Sikhem kepada
saudara-saudara ibunya dan berkata kepada mereka dan kepada
seluruh kaum dari pihak keluarga ibunya:
2 "Tolong katakan kepada seluruh warga kota Sikhem: Manakah
yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu
semua anak Yerubaal, atau satu orang? Dan ingat juga, bahwa aku
darah dagingmu."
3 Lalu saudara-saudara ibunya mengatakan hal ihwalnya kepada
seluruh warga kota Sikhem, maka condonglah hati orang-orang itu
untuk mengikuti Abimelekh, sebab kata mereka: "Memang ia saudara
kita."
4 Sesudah itu mereka memberikan kepadanya tujuh puluh uang
perak dari kuil Baal-Berit, lalu Abimelekh memberi perak itu
sebagai upah kepada petualang-petualang dan orang-orang nekat
supaya mengikuti dia.
5 Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh
saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di
atas satu batu. Tetapi Yotam, anak bungsu Yerubaal tinggal hidup,
karena ia menyembunyikan diri.
6 Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh
Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat
pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
7. Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke
gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan
suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota
Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
8 Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan
menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun:
Jadilah raja atas kami!
9 Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku
meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan
manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
10 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah
raja atas kami!
11 Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku
meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi
melayang di atas pohon-pohon?
12 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah,
jadilah raja atas kami!
13 Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku
meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan
manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
14 Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah,
jadilah raja atas kami!
15 Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu
sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu,
datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak,
biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon
aras yang di gunung Libanon.
16 Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas
dengan membuat Abimelekh menjadi raja, dan jika kamu berbuat yang
baik kepada Yerubaal dan kepada keturunannya dan jika kamu
membalaskan kepadanya seimbang dengan jasanya--
17 bukankah ayahku telah berperang membela kamu dan menyabung
nyawanya, dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Midian,
18 padahal kamu sekarang memberontak terhadap keturunan ayahku
dan membunuh anak-anaknya, tujuh puluh orang banyaknya, di atas
satu batu, serta membuat Abimelekh anak seorang budaknya
perempuan menjadi raja atas warga kota Sikhem, karena ia
saudaramu--
19 jadi jika kamu pada hari ini berlaku setia dan tulus ikhlas
kepada Yerubaal dan keturunannya, maka silakanlah kamu
bersukacita atas Abimelekh dan silakanlah ia bersukacita atas
kamu.
20 Tetapi jika tidak demikian, maka biarlah api keluar dari
pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga
Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari pada warga kota Sikhem dan
juga dari Bet-Milo dan memakan habis Abimelekh."
21 Kemudian larilah Yotam; ia melarikan diri ke Beer, dan
tinggal di sana karena takut kepada Abimelekh, saudaranya itu
|

22nd May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 22 Mei 2008
Ayat SH: Hakim 9:22-57
Judul: Jangan berlaku tidak adil!
Allah tidak akan pernah membiarkan kejahatan menunjukkan
kemenangannya. Akan ada saat bagi Allah untuk menegakkan
keadilan atas si jahat. Itulah yang kemudian terjadi atas
Abimelekh dan Sikhem.
Kekuasaan Abimelekh atas Israel ternyata sangat terbatas. Ia hanya
menguasai Sikhem dan daerah-daerah di sekitarnya. Ia sendiri
tinggal di Aruma, kira-kira lima mil di sebelah tenggara Sikhem.
Mungkin inilah yang memicu munculnya semangat untuk melawan
Abimelekh, di hati orang Sikhem (ayat 25). Abimelekh memang
menempatkan Zebul untuk menguasai kota itu (ayat 30). Kemudian
Gaal berhasil memprovokasi orang-orang Sikhem untuk memberontak
terhadap Abimelekh (ayat 26-29). Mereka jadi percaya bahwa Gaal
dapat melindungi mereka dalam perlawanan terhadap Abimelekh.
Namun ada sutradara di balik layar. Dialah Allah yang hendak
membalaskan kematian 69 orang saudara Abimelekh (ayat 56-57).
Berdasarkan pengaduan Zebul (ayat 30-31), Abimelekh turun tangan
untuk menaklukkan Sikhem. Bagai banteng mengamuk, ia
memorakporandakan Sikhem dan membinasakan mereka. Orang-orang
yang berada di ladang, bersembunyi di dalam liang (ayat 46-49),
atau di dalam menara (ayat 50-52), dikejar juga. Lalu nyatalah
kuasa keadilan Tuhan. Abimelekh yang telah menghabisi nyawa
sekian ribu orang, nyawanya sendiri kemudian dihabisi oleh
seorang perempuan yang melempari kepalanya dengan batu (ayat
53). Itulah hukuman bagi Abime-lekh dan orang-orang Sikhem.
Kedua belah pihak binasa. Nubuat Yotam digenapi (ayat 57), tiga
tahun setelah dinyatakan.
Allah memang tak akan membiarkan ketidakadilan merajalela. Meski ada
jarak waktu tiga tahun, tetapi kita melihat bahwa Allah tidak
lalai. Kiranya ini menguatkan iman kita untuk tetap berharap
hanya kepada Allah, yang mahaadil, saat kita mengalami
ketidakadilan. Sebaliknya, kita harus memperhatikan sikap kita
pada orang lain. Jangan sampai kita pun berlaku tidak adil.
Ingatlah bahwa dengan berlaku demikian, berarti kita lupa bahwa
Allah ada dan berkuasa.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Hakim 9:22-57
22. Setelah tiga tahun lamanya Abimelekh memerintah atas orang
Israel,
23 maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh
dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi
tidak setia kepada Abimelekh,
24 supaya kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal
dibalaskan dan darah mereka ditimpakan kepada Abimelekh, saudara
mereka yang telah membunuh mereka dan kepada warga kota Sikhem
yang membantu dia membunuh saudara-saudaranya itu.
25 Sebab warga kota Sikhem itu menempatkan orang untuk
menghadang dia di puncak gunung dan merampas setiap orang yang
melewati mereka melalui jalan itu. Hal itu dikabarkan kepada
Abimelekh.
26 Sementara itu Gaal bin Ebed beserta saudara-saudaranya telah
datang dan pindah ke kota Sikhem. Warga kota Sikhem percaya
kepadanya,
27 jadi pergilah mereka ke ladang; mereka mengumpulkan hasil
kebun anggur mereka, dan mengirik memerasnya, lalu mengadakan
perayaan. Mereka masuk ke kuil allah mereka dan makan minum
sambil mengutuki Abimelekh.
28 Berkatalah Gaal bin Ebed: "Siapa itu Abimelekh dan siapa
kita orang Sikhem, maka kita menjadi hambanya? Bukankah anak
Yerubaal dan Zebul, wakilnya, menjadi hamba orang-orang Hemor,
ayah Sikhem, jadi mengapakah kita menjadi hambanya?
29 Sekiranya orang-orang kota ini ada di dalam tanganku, maka
tentulah aku mengenyahkan Abimelekh." Lalu berkatalah ia ke arah
Abimelekh: "Perkuatlah tentaramu dan majulah!"
30 Ketika Zebul, penguasa kota itu mendengar perkataan Gaal bin
Ebed, bangkitlah amarahnya.
31 Ia mengirim utusan kepada Abimelekh di Aruma dengan pesan:
"Gaal bin Ebed dan saudara-saudaranya telah datang ke Sikhem dan
ketahuilah mereka menghasut kota itu melawan engkau.
32 Oleh sebab itu, berangkatlah pada waktu malam, engkau dan
rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu, dan adakanlah
penghadangan di padang.
33 Esoknya pagi-pagi, pada waktu matahari terbit, haruslah
engkau menyerbu kota itu. Dan jika ia dan orang-orangnya keluar
melawan engkau, maka engkau dapat berbuat kepadanya sesuai dengan
keadaan yang kaudapati."
34 Sebab itu berangkatlah Abimelekh pada waktu malam beserta
segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka
mengadakan penghadangan dalam empat pasukan untuk melawan Sikhem.
35 Ketika Gaal bin Ebed pergi ke luar dan berdiri di depan
pintu gerbang kota itu, Abimelekh kebetulan bangun dari tempat
penghadangannya beserta rakyat yang bersama-sama dengan dia.
36 Ketika Gaal melihat rakyat itu, berkatalah ia kepada Zebul:
"Lihat, ada orang banyak turun dari puncak gunung." Jawab Zebul
kepadanya: "Itu bayang-bayang gunung, yang kausangka manusia."
37 Kata Gaal sekali lagi: "Lihat, ada orang banyak turun dari
gunung Pusat Tanah dan satu kelompok datang dari jalan Pohon
Tarbantin Peramal."
38 Jawab Zebul kepadanya: "Di manakah mulutmu itu yang
mengatakan: Siapa itu Abimelekh, maka kita menjadi hambanya?
Bukankah ini orang-orang yang telah kauhina itu? Majulah sekarang
untuk memerangi mereka."
39 Maka majulah Gaal dengan dipandangi oleh warga kota Sikhem,
lalu berperang melawan Abimelekh.
40 Tetapi Abimelekh mengejar dia, dan ia melarikan diri dari
depannya, dan banyaklah orang tewas sampai di depan pintu
gerbang.
41 Adapun Abimelekh tinggal di Aruma, tetapi Zebul mengusir
Gaal dan saudara-saudaranya, sehingga mereka ini tidak dapat
tinggal di Sikhem.
42 Keesokan harinya orang-orang kota itu pergi ke ladang.
Setelah hal ini dikabarkan kepada Abimelekh,
43 dibawanyalah rakyatnya, dibaginya dalam tiga pasukan, lalu
mereka mengadakan penghadangan di padang. Ketika dilihatnya,
bahwa orang-orang kota itu keluar dari dalam kota, bangunlah ia
menyerang mereka serta menewaskan mereka.
44 Abimelekh dan pasukan yang bersama-sama dengan dia menyerbu
dan menduduki pintu gerbang kota, sedang kedua pasukan lain itu
menyerbu dan menewaskan semua orang yang ada di padang.
45 Sehari-harian itu Abimelekh berperang melawan kota itu; ia
merebut kota itu dan membunuh orang-orang yang di dalamnya;
kemudian dirobohkannya kota itu dan ditaburinya dengan garam.
46 Mendengar itu masuklah seluruh warga kota Menara-Sikhem ke
dalam liang di bawah kuil El-Berit.
47 Dikabarkanlah kepada Abimelekh, bahwa seluruh warga kota
Menara-Sikhem telah berhimpun di sana.
48 Lalu Abimelekh dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan
dia naik ke gunung Zalmon. Abimelekh mengambil kapak, lalu
memotong dahan-dahan kayu, mengangkatnya dan meletakkannya ke
atas bahunya sambil berkata kepada rakyatnya yang bersama-sama
dengan dia: "Turutilah dengan segera perbuatanku yang kamu lihat
ini."
49 Kemudian rakyat itu juga masing-masing memotong dahan-dahan,
lalu mengikuti Abimelekh, meletakkan dahan-dahan itu di atas
liang dan membakar liang itu di atas kepala orang-orang itu.
Demikianlah semua penduduk kota Menara-Sikhem juga mati,
kira-kira seribu orang laki-laki dan perempuan.
50. Selanjutnya Abimelekh pergi ke Tebes; ia mengepung Tebes,
lalu merebutnya.
51 Tetapi ada sebuah menara yang kuat di tengah-tengah kota,
dan semua laki-laki dan perempuan, seluruh warga kota itu,
melarikan diri ke situ; mereka menutup pintu di belakangnya dan
naik ke atas sotoh menara itu.
52 Lalu sampailah Abimelekh ke menara itu, menyerangnya, dan
dapat menerobos sampai ke pintu menara itu untuk membakarnya.
53 Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan
kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya.
54 Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan
berkata kepadanya: "Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya
jangan orang berkata tentang aku: Seorang perempuan membunuh
dia." Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati.
55 Setelah dilihat oleh orang Israel, bahwa Abimelekh telah
mati, pergilah mereka, masing-masing ke tempat kediamannya.
56 Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh
Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh
saudaranya;
57 juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali
oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam
bin Yerubaal mengenai mereka.
|

23rd May 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 23 Mei 2008
Ayat SH: Hakim 10:1-18
Judul: Jangan mencari yang lain
Bagai anak ayam kehilangan induk, begitu pulalah tindak tanduk
Israel sepeninggal Tola dan Yair (ayat 1-5), yang telah menjadi
hakim atas mereka. Bagai litani yang terulang, kembali kita
baca, "Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan....
(ayat 6)". Apakah yang jahat di mata Tuhan dan membangkitkan
cemburu-Nya, kalau bukan keberadaan ilah-ilah yang disembah
Israel, menggantikan diri-Nya?
Tanpa malu, Israel melakukan perzinaan rohani dengan menyembah Baal
dan dewa-dewa dari bangsa-bangsa kafir yang ada di sekitar
mereka (ayat 7-9). Israel telah meninggalkan Allah, yang telah
menyelamatkan mereka dari penindasan bangsa-bangsa asing. Israel
telah menaklukkan diri di bawah kendali ilah-ilah asing (ayat
11-13). Akibatnya, Allah membiarkan mereka ditaklukkan oleh
bangsa-bangsa asing, yang menyembah ilah-ilah itu. Allah telah
memberikan apa yang sesuai dengan keinginan mereka. Hasilnya?
Mereka ditindas dan diinjak, delapan belas tahun lamanya!
Siapakah yang bisa menolong mereka? Tak ada! Yang dapat
menguasai ilah-ilah asing itu hanya Allah! Tak ada yang lain!
Namun Allah itu telah mereka tinggalkan. Benar-benar kesalahan
fatal!
Akan tetapi, Israel kemudian menyadari kesalahan mereka (ayat 10).
Mereka membuang semua sesembahan mereka dan berbalik kepada
Allah. Allah pun tidak tinggal diam. Meski Allah marah atas
penyelewengan mereka, tetapi pertobatan mereka membangkitkan
belas kasihan-Nya (ayat 16).
Sebelum kita mencemooh Israel karena sikap mereka kepada Allah, mari
kita bercermin diri. Tidakkah kita pun sering bersikap sama?
Ketika usaha terancam bangkrut, khawatir pasangan hidup
berpindah ke lain hati, khawatir penyakit merenggut nyawa,
banyak orang yang berpaling dari Tuhan dan mencari sesuatu yang
dapat melepaskan mereka dari semua itu. Bila Anda termasuk di
dalamnya, jangan pergi lebih jauh lagi. Datanglah kepada Allah.
Mohonlah pengampunan dan juga pertolongan-Nya. Belas kasihan-Nya
akan turun atas Anda.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Hakim 10:1-18
1. Sesudah Abimelekh, bangkitlah Tola bin Pua bin Dodo, seorang
Isakhar, untuk menyelamatkan orang Israel. Ia diam di Samir, di
pegunungan Efraim
2 dan ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh
tiga tahun lamanya; kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di
Samir.
3 Sesudah dia, bangkitlah Yair, orang Gilead, yang memerintah
sebagai hakim atas orang Israel dua puluh dua tahun lamanya.
4 Ia mempunyai tiga puluh anak laki-laki, yang mengendarai tiga
puluh ekor keledai jantan, dan mereka mempunyai tiga puluh kota,
yang sampai sekarang disebutkan orang Hawot-Yair, di tanah
Gilead.
5 Lalu matilah Yair dan dikuburkan di Kamon.
6. Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata
TUHAN; mereka beribadah kepada para Baal dan para Asytoret,
kepada para allah orang Aram, para allah orang Sidon, para allah
orang Moab, para allah bani Amon dan para allah orang Filistin,
tetapi TUHAN ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak
beribadah.
7 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, dan Ia
menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin dan bani Amon.
8 Dalam tahun itu juga orang Israel ditindas dan diinjak
mereka; delapan belas tahun lamanya mereka memperlakukan demikian
semua orang Israel yang di seberang sungai Yordan di tanah orang
Amori yang di Gilead.
9 Dan bani Amonpun menyeberangi sungai Yordan untuk berperang
melawan suku Yehuda, suku Benyamin dan keturunan Efraim, sehingga
orang Israel sangat terdesak.
10. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Kami
telah berbuat dosa terhadap Engkau, sebab kami telah meninggalkan
Allah kami lalu beribadah kepada para Baal."
11 Tetapi firman TUHAN kepada orang Israel: "Bukankah Aku yang
telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir, orang Amori,
bani Amon, orang Filistin,
12 orang Sidon, suku Amalek dan suku Maon yang menindas kamu,
ketika kamu berseru kepada-Ku?
13 Tetapi kamu telah meninggalkan Aku dan beribadah kepada
allah lain; sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi.
14 Pergi sajalah berseru kepada para allah yang telah kamu
pilih itu; biar merekalah yang menyelamatkan kamu, pada waktu
kamu terdesak."
15 Kata orang Israel kepada TUHAN: "Kami telah berbuat dosa.
Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya
tolonglah kiranya kami sekarang ini!"
16 Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah
mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN. Maka TUHAN tidak
dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka.
17 Kemudian bani Amon dikerahkan dan berkemah di Gilead, sedang
orang Israel berkumpul dan berkemah di Mizpa.
18 Maka para pemimpin bangsa di Gilead berkata seorang kepada
yang lain: "Siapakah orang yang berani memulai peperangan melawan
bani Amon itu? Dialah yang harus menjadi kepala atas seluruh
penduduk Gilead."
|
|