 |
|

19th June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 20 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 10:1-16
Judul: Urapan Ilahi
Siapa yang Tuhan bisa dan mau pakai untuk melaksanakan kehendak dan
mewujudkan rencana-Nya? Bukan orang yang pintar atau
berpengalaman, tetapi mereka yang rendah hati, mau diajar, dan
mau taat pada pimpinan Tuhan.
Saul sedang dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel (ayat
1Sam. 9:16). Samuel harus mengurapi Saul dengan minyak sebagai
tanda pemberian otoritas Ilahi dari Allah. Pengurapan adalah
tanda pelantikan Ilahi kepada seseorang untuk melaksanakan suatu
tugas khusus. Allah memberikan tugas dan otoritas-Nya kepada
hamba yang diurapi. Pertama, oleh pengurapan Allah, Roh Tuhan
menyatakan penyertaan dan kepemimpinan-Nya atas Saul sehingga ia
dapat melaksanakan tugas panggilannya (ayat 6-7). Kedua, Roh
Tuhan mengubah hati Saul (ayat 9). Dia kepenuhan Roh dan
bernubuat seperti layaknya nabi (ayat 5-6, 10). Saul diubah
hatinya oleh Allah, artinya ia mengalami perubahan sifat batin.
Sifat ini bisa dan harus dipelihara melalui ketaatan kepada
Allah. Salah satu bentuk ketaatan itu adalah Saul diminta dengan
setia menantikan kedatangan Samuel, untuk nantinya ia dilantik
sebagai raja di hadapan Allah (ayat 8) dan dikenali oleh umat
Israel (ayat 17-27).
Semua pengikut Kristus telah dipenuhi (Rm. 8:15-16) dan diurapi Roh
Kudus untuk meneguhkan panggilan-Nya (ayat 2Kor. 1:21; 1Yoh.
2:20). Roh yang mendiami kita akan menolong terbentuknya buah
Roh, yaitu sifat Kristus dalam kehidupan kita (Gal. 5:22-23).
Pengurapan Roh Kudus akan memampukan untuk melakukan lebih dari
apa yang kita telah lakukan. Ia juga memampukan kita
menyampaikan firman Allah meski ada tantangan, memberikan hikmat
dalam berkata-kata tentang Injil, sehingga kita bisa bersaksi
tentang Injil.
Sebab itu, marilah kita merespons Roh Kristus dalam hati kita
dengan ketaatan sehingga hidup dan pelayanan kita memuliakan
Allah.
Doa: Tuhan, urapi kami untuk mampu melakukan tugas kami. Agar sesuai
kehendak-Mu, kami jadi berkat bagi sesama.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 10:1-16
1. Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah
ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah
TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?
Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan
engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di
sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi
engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:
2 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka
engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur
Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata
kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari itu telah diketemukan;
dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia
kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk
anakku itu?
3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon
tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang
laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa
tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang
lain lagi sebuyung anggur.
4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu
dua ketul roti yang akan kauterima dari mereka.
5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat
kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota,
engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun
dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi
di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.
6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan
bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.
7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja
yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.
8 Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah,
aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan
korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya,
sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang
harus kaulakukan."
9. Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka
Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang
tersebut itu terjadi pada hari itu juga.
10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia
dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul
turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.
11 Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan
heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu
berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah
gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga
termasuk golongan nabi?"
12 Lalu seorang dari tempat itu menjawab: "Siapakah bapa
mereka?" --Itulah sebabnya menjadi peribahasa: Apa Saul juga
termasuk golongan nabi?
13 Setelah habis ia kepenuhan seperti nabi, pulanglah ia.
14 Dan paman Saul berkata kepadanya dan bujangnya: "Dari mana
kamu?" Jawabnya: "Mencari keledai-keledai itu, tetapi ketika
tidak terlihat, maka kami pergi kepada Samuel."
15 Kemudian paman Saul itu berkata: "Coba ceritakan kepadaku
apa yang dikatakan Samuel kepada kamu."
16 Kata Saul kepada pamannya itu: "Terus saja diberitahukannya
kepada kami, bahwa keledai-keledai itu telah diketemukan." Tetapi
perihal menjadi raja yang telah dikatakan Samuel kepadanya, tidak
diceritakan kepadanya.
|

20th June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 21 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 10:17-27
Judul: Pemimpin yang rendah hati
Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mengenal diri sendiri.
Ia mengetahui bahwa sukses kepemimpinannya bukan semata-mata
karena keberhasilan dirinya sendiri. Dengan rendah hati, ia akan
mengakui bahwa banyak pihak yang berperan di balik
keberhasilannya.
Saul menyadari bahwa kedudukannya sebagai raja adalah karena
kehendak dan pilihan Allah (ayat 25). Dia bukan menjadi raja
yang memiliki kuasa mutlak. Dia diurapi Tuhan sebagai pelaksana
kehendak Allah. Allahlah yang memegang kedaulatan secara mutlak,
sehingga walaupun sebenarnya rakyat bersalah dengan meminta raja
(ayat 18-19), tetapi Allah, dalam belas kasih-Nya, memberikan
raja buat mereka.
Saul sadar bahwa ia hanya dapat memerintah rakyat sesuai dengan
kesetiaan dan ketaatannya kepada Allah. Sifat kerendahan hati
Saul diwujudkan dengan menyembunyikan dirinya, karena merasa
tidak layak menjadi pemimpin (ayat 22). Dia tidak mau
menonjolkan diri dan tidak mencari kedudukan raja. Dalam
kebijaksanaannya, dia tidak mau menonjolkan diri. Ia menunggu
sampai ada kesempatan untuk menunjukkan siapa dia, sampai
orang-orang Israel mengakui dia sebagai raja (ayat 23-24). Ia
tidak langsung mengklaim hak dan kekuasaan sebagai raja. Ia juga
tidak merasa terganggu dengan orang-orang yang menolak mengakui
dia sebagai raja mereka. Ia tidak sakit hati dan kecewa dengan
orang-orang yang menentang dia (ayat 27).
Banyak pemimpin menjadi congkak karena melupakan berbagai faktor
yang berperan dalam mensukseskan kepe-mimpinan-nya. Pemimpin
seperti itu tidak dapat diandalkan untuk memimpin dengan baik
karena sikapnya yang sewenang-wenang dan cenderung
menyalahgunakan kekuasaan. Oleh karena itu, kita patut belajar
dari teladan Saul yang rendah hati. Biarlah Tuhan sendiri yang
mengangkat kita untuk melayani Dia sebagai pemimpin umat-Nya.
Kerendahan hati dan ketaatan pada Tuhan adalah kunci sukses
seorang pemimpin.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 10:17-27
17. Kemudian Samuel mengerahkan bangsa itu ke hadapan TUHAN di
Mizpa
18 dan ia berkata kepada orang Israel itu: "Beginilah firman
TUHAN, Allah Israel: Aku telah menuntun orang Israel keluar dari
Mesir dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari
tangan segala kerajaan yang menindas kamu.
19 Tetapi sekarang kamu menolak Allahmu yang menyelamatkan kamu
dari segala malapetaka dan kesusahanmu, dengan berkata: Tidak,
angkatlah seorang raja atas kami. Maka sebab itu, berdirilah kamu
di hadapan TUHAN, menurut sukumu dan menurut kaummu."
20 Lalu Samuel menyuruh segala suku Israel tampil ke muka, maka
didapati suku Benyamin.
21 Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka
menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri.
Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang
demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia
dicari, ia tidak diketemukan.
22 Sebab itu ditanyakan pulalah kepada TUHAN: "Apa orang itu
juga datang ke mari?" TUHAN menjawab: "Sesungguhnya ia
bersembunyi di antara barang-barang."
23 Berlarilah orang ke sana dan mengambilnya dari sana, dan
ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya,
ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang
sebangsanya.
24 Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: "Kamu lihatkah
orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorangpun yang
sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu." Lalu bersoraklah
seluruh bangsa itu, demikian: "Hidup raja!"
25 Kemudian Samuel menguraikan kepada bangsa itu tentang
hak-hak kerajaan, menuliskannya pada suatu piagam dan
meletakkannya di hadapan TUHAN; sesudah itu Samuel menyuruh
seluruh bangsa itu pulang, masing-masing ke rumahnya.
26 Saulpun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama
dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya
telah digerakkan Allah.
27 Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat
menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa
persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.
|

22nd June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 22 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 11:1-15
Judul: Pemimpin sejati
Pemimpin yang baik mengetahui kebutuhan orang-orang yang dia
pimpin. Selain itu, ia juga memiliki empati terhadap pergumulan
mereka dan memiliki hikmat untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pemilihan Tuhan atas Saul terbukti tidak keliru. Walau beberapa
orang menghujat Tuhan dengan meremehkan Saul (ayat 1Sam. 10:27),
waktu membuktikan hal yang sebaliknya. Pada saat yang tepat,
kepemimpinan Saul pun menjadi nyata. Saat Yabesy-Gilead dihina
oleh Nahas, raja Amon, Saul bangkit oleh Roh Allah. Pertama,
Saul menunjukkan kepedulian Ilahi atas penderitaan yang dialami
sebagian umat-Nya (ayat 6). Kedua, Saul menggunakan otoritas
yang Tuhan berikan kepada dia untuk menantang bangsanya bersatu
melawan musuh (ayat 7-8). Saul memberikan semangat dan
pengharapan kepada orang-orang Yabesy-Gilead bahwa Tuhan akan
menolong mereka melalui umat-Nya (ayat 9). Ketiga, dengan hikmat
Ilahi Saul menggunakan strategi jitu menghancurkan musuh (ayat
11). Keempat, kepemimpinan Saul terkontrol dan tidak lepas
kendali. Ini nyata dari sikapnya yang tidak mendendam
orang-orang yang pernah menolaknya (ayat 13).
Apa yang Saul lakukan menjadi tanda bahwa urapan Allah ada pada
dirinya. Secara aklamasi pun bangsa Israel melihat dan menerima
Saul sebagai raja Israel urapan Allah. Atas dorongan Samuel,
akhirnya Saul benar-benar dinobatkan sebagai raja Israel (ayat
15).
Kita perlu berdoa agar tanda-tanda pengurapan Allah atas anak-anak
Tuhan yang dipercayakan memimpin dalam berbagai level dan bidang
kehidupan, menjadi nyata. Kita sendiri harus melatih diri dan
mengembangkan kepekaan tentang kebutuhan orang-orang yang kita
layani. Kita harus menggunakan otoritas Ilahi secara tepat untuk
membangun kebersamaan dalam pelayanan, dan tidak menyalahgunakan
otoritas itu untuk ambisi pribadi. Akhirnya, kita perlu rendah
hati untuk belajar memimpin umat Tuhan dalam memenangkan setiap
pertempuran rohani bagi kemuliaan Tuhan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 11:1-15
1. Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah
mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu
kepada Nahas: "Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan
takluk kepadamu."
2 Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: "Dengan
syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa
tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku
mendatangkan malu kepada segenap orang Israel."
3 Para tua-tua Yabesh berkata kepadanya: "Berilah kelonggaran
kepada kami tujuh hari lamanya, supaya kami mengirim utusan ke
seluruh daerah Israel; dan jika tidak ada seorangpun yang
menyelamatkan kami, maka kami akan keluar menyerahkan diri
kepadamu."
4 Ketika para utusan itu sampai di Gibea-Saul, dan menyampaikan
hal itu kepada bangsa itu, menangislah bangsa itu dengan suara
nyaring.
5. Saul baru saja datang dari padang dengan berjalan di belakang
lembunya, dan ia bertanya: "Ada apa dengan orang-orang itu,
sehingga mereka menangis?" Mereka menceritakan kepadanya kabar
orang-orang Yabesh itu.
6 Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah
atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.
7 Diambilnyalah sepasang lembu, dipotong-potongnya, lalu
potongan-potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel
dengan perantaraan utusan, pesannya: "Siapa yang tidak maju
mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan
diperlakukan juga demikian." Lalu TUHAN mendatangkan ketakutan
kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak.
8 Ketika Saul memeriksa barisan mereka di Bezek, maka ada tiga
ratus ribu orang Israel dan tiga puluh ribu orang Yehuda.
9 Kepada para utusan yang datang itu dikatakan: "Beginilah kamu
katakan kepada orang-orang Yabesh-Gilead: Besok pada waktu panas
teriknya matahari akan datang bagimu penyelamatan." Ketika para
utusan kembali dan memberitahukan hal itu kepada orang-orang
Yabesh, bersukacitalah mereka.
10 Lalu orang-orang Yabesh itu berkata kepada Nahas: "Besok
kami akan keluar menyerahkan diri kepadamu; maka bolehlah kamu
lakukan terhadap kami apapun yang kamu pandang baik."
11 Keesokan harinya Saul membagi rakyat itu menjadi tiga
pasukan. Mereka itu masuk ke tengah-tengah perkemahan musuh pada
waktu kawal pagi dan memukul kalah orang-orang Amon sebelum hari
panas; dan terserak-seraklah orang-orang yang lolos itu, sehingga
di antara mereka tidak ada tinggal dua orang bersama-sama.
12. Lalu berkatalah bangsa itu kepada Samuel: "Siapakah yang
telah berkata: Masakan Saul menjadi raja atas kita? Serahkanlah
orang-orang itu, supaya kami membunuhnya."
13 Tetapi kata Saul: "Pada hari ini seorangpun tidak boleh
dibunuh, sebab pada hari ini TUHAN telah mewujudkan keselamatan
kepada Israel."
14 Dan Samuel berkata kepada bangsa itu: "Marilah kita pergi ke
Gilgal dan membaharui jabatan raja di sana."
15 Lalu pergilah seluruh bangsa itu ke Gilgal dan menjadikan
Saul raja di sana di hadapan TUHAN di Gilgal, dan mereka
mempersembahkan di sana korban keselamatan di hadapan TUHAN, dan
bersukarialah di sana Saul dan semua orang Israel dengan sangat.
|

23rd June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 23 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 12:1-25
Judul: Memimpin sampai akhir
Tidak banyak pemimpin yang mengakhiri kepemimpinannya dengan baik.
Ada yang jatuh di tengah jalan karena ambisi pribadi, ada pula
yang jadi gila kuasa sehingga tidak mau turun, meski sudah
waktunya.
Era hakim-hakim berakhir dan era kerajaan dimulai. Samuel sudah
menghantar umat Israel sesuai dengan panggilannya sebagai hakim
dan nabi. Saul sudah diterima dan dilantik sebagai raja.
Berikutnya kepemimpinan Samuel akan dilanjutkan oleh Raja Saul.
Bentuk dan cara kepemimpinan pasti berbeda, tetapi hal-hal
esensial harus sama.
Pertama, kepemimpinan Samuel bersih dari ambisi dan kepentingan
pribadi (ayat 3-5). Maka Saul dan setiap pemimpin harus
menyadari godaan besar untuk menyelewengkan kuasa dan otoritas
yang mereka miliki. Kedua, kepemimpinan Samuel berpusat kepada
Tuhan. Tuhan adalah Pemimpin Utama (ayat 7-17). Samuel
menegaskan dan mengajarkan bahwa umat Tuhan harus setia dan
taat, hanya kepada Tuhan. Walaupun Tuhan memberikan raja sesuai
permintaan mereka, kesetiaan utama tetap ditujukan kepada Tuhan.
Bahkan raja pun harus tunduk kepada Dia (ayat 14). Ketiga,
kepemimpinan Samuel didasarkan pada keadilan dan kebenaran
Allah, juga pada belas kasih dan kesetiaan-Nya (ayat 20-25).
Memang umat berdosa ketika meminta raja, tetapi saat mereka
mengakui dan menyesali dosa, Tuhan mengampuni dan memulihkan.
Dalam beberapa hal, kepemimpinan Saul memiliki kualitas seperti yang
ditunjukkan Samuel. Namun itu baru permulaan. Masih harus diuji,
apakah Saul sukses sampai akhir.
Godaan untuk menyelewengkan otoritas dan kuasa yang dipercayakan
kepada kita, sangat besar. Juga tak sedikit oknum pemerintahan,
masyarakat, gereja, maupun rumah tangga, yang kacau karena
kepemimpinan yang tidak konsisten dalam menegakkan kebenaran dan
keadilan. Bila kita menjadi pemimpin, berilah diri kita dipimpin
oleh Tuhan lebih dulu. Bila kita tidak dalam posisi pemimpin,
dukunglah para pemimpin kita, salah satunya dengan doa.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 12:1-25
1. Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah
kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan
seorang raja telah kuangkat atasmu.
2 Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku
ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku
laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari
sejak mudaku sampai hari ini.
3 Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di
hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu
siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil?
Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan
dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok
sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya
kepadamu."
4 Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak
memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima
apa-apa dari tangan siapapun."
5 Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada
kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun menjadi saksi pada hari ini,
bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka:
"Dia menjadi saksi."
6. Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Tuhanlah saksi,
yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu
keluar dari tanah Mesir.
7 Maka sebab itu, berdirilah supaya aku bersama-sama dengan
kamu berhakim di hadapan TUHAN mengenai segala perbuatan
keselamatan TUHAN yang telah dikerjakan-Nya kepadamu dan kepada
nenek moyangmu.
8 Ketika Yakub datang ke Mesir dan nenek moyangmu berseru-seru
kepada TUHAN, maka TUHAN mengutus Musa dan Harun, yang membawa
nenek moyangmu keluar dari Mesir, dan membiarkan mereka diam di
tempat ini.
9 Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan Ia
menyerahkan mereka ke dalam tangan Sisera, panglima tentara di
Hazor, dan ke dalam tangan orang Filistin dan raja Moab, yang
berperang melawan mereka.
10 Mereka berseru-seru kepada TUHAN, katanya: Kami telah
berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada
para Baal dan para Asytoret; maka sekarang lepaskanlah kami dari
tangan musuh kami, maka kami akan beribadah kepada-Mu.
11 Sesudah itu TUHAN mengutus Yerubaal, Barak, Yefta dan
Samuel, dan melepaskan kamu dari tangan musuh di sekelilingmu,
sehingga kamu diam dengan tenteram.
12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon,
mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja
harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu.
13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang
kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu,
14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya,
mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik
kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN,
Allahmu!
15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu
menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan
melawan rajamu.
16. Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar
yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini.
17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru
kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan
sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di
mata TUHAN dengan meminta raja bagimu."
18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan
pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh
bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel.
19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah
untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami
mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa
kami dengan kejahatan ini."
20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut;
memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi
janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada
TUHAN dengan segenap hatimu.
21 Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang
tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah
kesia-siaan belaka.
22 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya
yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu
menjadi umat-Nya?
23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada
TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan
kepadamu jalan yang baik dan lurus.
24 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya
dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal
yang dilakukan-Nya di antara kamu.
25 Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan
dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."
|

23rd June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 24 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 13:1-22
Judul: Taat mutlak
Ketaatan pada Tuhan bersifat mutlak. Dialah Raja sejati yang
berdaulat penuh atas hidup umat manusia, baik ia rakyat biasa,
pembesar, atau seorang raja sekalipun. Namun Saul, raja yang
dipilih Tuhan, gagal untuk taat mutlak pada Tuhan.
Sebagai raja Israel yang sudah memerintah selama dua tahun (ayat 1),
Saul memiliki kuasa, pasukan, serta umat Israel yang mendukung
dia. Sayang ketika berada dalam keadaan yang terdesak oleh
pasukan Filistin, Saul tidak sabar menung-gu Samuel untuk
meminta pertolongan Tuhan. Ia memberanikan diri mengambil alih
tugas Samuel untuk mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan,
meski tahu bahwa tindakan yang ia lakukan adalah pelanggaran
terhadap firman Tuhan. Sebab di Gilgal, di tempat ia telah
diangkat menjadi raja Israel di hadapan Tuhan, Samuel telah
menyampaikan firman Tuhan agar rakyat maupun raja harus takut
akan Tuhan, mendengar, dan tidak menentang firman Tuhan (ayat
1Sam. 12:20-25).
Alasan Saul tidak menaati firman Tuhan serupa dengan alasan yang
sering kita pakai. Pertama, terdesak oleh keadaan karena pasukan
Filistin menjepit mereka. Kita pun sering berkata bahwa kita
terpaksa melanggar firman Tuhan karena kondisi mendesak kita,
takut menghadapi kesulitan hidup, dsb. Kedua, tidak sabar
menantikan jawaban atau pertolongan Tuhan. Seperti Saul tidak
sabar menunggu Samuel, kita juga sering tak sabar menunggu
jawaban Tuhan bila sedang menggumulkan sesuatu. Kita ingin
secepat mungkin menyelesaikan masalah, tanpa peduli bila hal itu
melanggar firman Tuhan.
Saul kemudian ditolak oleh Tuhan dan kerajaannya tidak kokoh (ayat
14). Bukan karena kalah berperang dengan Filistin, melainkan
karena tidak taat kepada firman Tuhan. Maka kita harus belajar
untuk taat mutlak kepada Tuhan, dengan tidak mencari-cari
alasan. Kegagalan kita bukan terutama karena serangan iman dari
luar, melainkan lebih sering karena sikap hati kita yang tidak
sepenuhnya bersedia tunduk pada Tuhan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 13:1-22
1. Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun
ia memerintah atas Israel.
2 Saul memilih tiga ribu orang dari antara orang Israel; dua
ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan di
pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan
Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu
disuruhnya pulang, masing-masing ke kemahnya.
3 Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang
ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena
itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab
pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya."
4 Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul
telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan
demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian
dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal.
5 Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan
orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan
berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut
mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur
Bet-Awen.
6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka
terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat
bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan
perigi;
7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai
Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal
dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
8. Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan
Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah
rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
9 Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan
korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka
tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi
salam kepadanya.
11 Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul:
"Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku
dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal
orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang
aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN;
sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban
bakaran."
13 Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau
tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya
kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang
Israel untuk selama-lamanya.
14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah
memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah
menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak
mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."
15. Kemudian berangkatlah Samuel dan pergi dari Gilgal ke Gibea
Benyamin. Tetapi Saul memeriksa barisan rakyat yang ada
bersama-sama dengan dia itu: kira-kira enam ratus orang
banyaknya.
16 Saul dan Yonatan, anaknya, dan rakyat yang ada bersama-sama
dengan mereka, tinggal di Geba-Benyamin, sedang orang Filistin
berkemah di Mikhmas.
17 Maka keluarlah orang-orang penjarah dari perkemahan orang
Filistin dalam tiga gerombolan: gerombolan yang satu mengambil
jalan ke Ofra, ke daerah Syual;
18 gerombolan yang kedua mengambil jalan ke Bet-Horon, dan
gerombolan yang satu lagi mengambil jalan ke perbatasan yang
menghadap ke lembah Zeboim arah ke padang gurun.
19 Seorang tukang besi tidak terdapat di seluruh negeri Israel,
sebab orang Filistin berkata: "Jangan-jangan orang Ibrani membuat
pedang atau tombak."
20 Jadi semua orang Israel harus pergi kepada orang Filistin
untuk mengasah mata bajaknya, beliungnya, kapaknya atau aritnya
masing-masing--
21 adapun bayarannya ialah dua pertiga syikal untuk mata bajak
dan beliung, dan sepertiga syikal untuk mengasah kapak dan untuk
memasang kusa--
22 sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau
lembingpun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama
Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih
mempunyainya.
|

24th June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 25 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 13:23-14:23
Judul: Bukan jumlah, tapi Iman
Iman yang benar tertuju kepada Tuhan dan kuasa-Nya. Iman seperti itu
akan melihat perbuatan besar Tuhan yang melampaui kekuatan
manusia.
Kemarin kita telah membaca bahwa Saul yang disertai orang Israel,
telah terdesak dan dikalahkan oleh pasukan Filistin sehingga ia
tidak taat pada Tuhan. Hari ini kita mem-baca bahwa Yonatan,
anaknya mengalahkan musuh hanya dengan seorang bujang pembawa
senjata. Dengan berdua saja, Yonatan berani menyeberang ke dekat
pasukan penga-wal orang Filistin dan mengalahkan kira-kira dua
puluh orang. Kekalahan kecil ini ternyata menimbulkan kegentaran
yang besar di perkemahan Filistin, di padang, dan di antara
seluruh rakyatnya. Bahkan ada tertulis: "bumi gemetar." Mengapa
ini bisa terjadi? Dalam ayat 15b tertulis, "...sehingga menjadi
kegentaran yang dari Allah". Sebagai penutup, dalam ayat 23a
tertulis, "Demikianlah TUHAN menyelamatkan orang Israel pada
hari itu."
Sikap Yonatan adalah sikap orang beriman. Saat menghadapi kesulitan,
ancaman, dan kondisi yang buruk, Yonatan percaya kepada Tuhan.
Ia tahu bahwa kemenangan dalam peperangan bukan terletak pada
besarnya jumlah pasukan, melainkan pada Tuhan yang ada di pihak
mereka. Seperti kata-kata Yonatan sendiri: "...sebab bagi TUHAN
tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun
dengan sedikit orang." (ayat 6c).
Apa tantangan berat yang sedang Anda hadapi dalam hidup sekarang
ini? Apakah Anda sedang didera berbagai problem? Kesulitan
ekonomi, dililit utang, atau masalah rumah tangga? Ingat, jangan
coba-coba cari jalan keluar sendirian! Cari Tuhan dan
bersandarlah hanya kepada Dia, serta taati firman-Nya. Lihatlah
dengan kacamata iman bagaimana Tuhan akan berkarya dalam hidup
Anda. Ia akan menyelamatkan Anda dari semua masalah tersebut
melalui kuasa dan perbuatan-Nya yang ajaib, melampaui yang Anda
dapat pikirkan dan bayangkan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 13:23-14:23
23 Dan suatu pasukan pengawal orang Filistin telah keluar ke
pelintasan gunung di Mikhmas.
1 Samuel 14:1
1. Pada suatu hari Yonatan bin Saul berkata kepada bujang
pembawa senjatanya: "Mari kita menyeberang ke dekat pasukan
pengawal orang Filistin yang di sebelah sana." Tetapi tidak
diberitahukannya hal itu kepada ayahnya.
2 Adapun Saul duduk di ujung Gibea di bawah pohon delima yang
di Migron. Dan rakyat yang ada bersama-sama dengan dia itu,
kira-kira enam ratus orang banyaknya.
3 Ahia, anak Ahitub, saudara Ikabod, anak Pinehas, anak Eli,
imam TUHAN di Silo, dialah yang memakai baju efod pada waktu itu.
Tetapi rakyat tidak tahu tentang perginya Yonatan itu.
4 Di antara pelintasan-pelintasan bukit, yang dicoba Yonatan
menyeberanginya ke arah pasukan pengawal orang Filistin, ada
ujung bukit batu di sebelah sini dan ada ujung bukit batu di
sebelah sana: yang satu bernama Bozes, yang lain bernama Sene.
5 Ujung yang satu berdiri di sebelah utara di tentangan
Mikhmas, yang lain di sebelah selatan di tentangan Geba.
6 Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu:
"Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang
tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita,
sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak
orang maupun dengan sedikit orang."
7 Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya: "Lakukanlah niat
hatimu itu; sungguh, aku sepakat."
8 Kata Yonatan: "Perhatikan, kita menyeberang ke dekat
orang-orang itu dan memperlihatkan diri kepada mereka.
9 Apabila kata mereka kepada kita begini: Berhentilah, sampai
kami datang padamu, maka kita tinggal berdiri di tempat kita dan
tidak naik mendapatkan mereka,
10 tetapi apabila kata mereka begini: Naiklah ke mari, maka
kita akan naik, sebab kalau demikian TUHAN telah menyerahkan
mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita."
11 Ketika mereka keduanya memperlihatkan diri kepada pasukan
pengawal orang Filistin, berkatalah orang Filistin itu: "Lihat,
orang-orang Ibrani keluar dari lobang-lobang tempat mereka
bersembunyi."
12 Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan
dan pembawa senjatanya, katanya: "Naiklah ke mari, maka kami akan
menghajar kamu." Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya:
"Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke
dalam tangan orang Israel."
13 Maka naiklah Yonatan merangkak ke atas, dengan diikuti oleh
pembawa senjatanya. Orang-orang itu tewas terparang oleh Yonatan,
sedang pembawa senjatanya membunuh mereka dari belakangnya.
14 Kekalahan yang pertama ini, yang ditimbulkan Yonatan dan
pembawa senjatanya itu, besarnya kira-kira dua puluh orang dalam
jarak kira-kira setengah alur dari sepembajakan ladang.
15 Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di
antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan
penjarah-penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi
kegentaran yang dari Allah.
16. Ketika peninjau-peninjau Saul di Gibea Benyamin melihat hal
itu--dan sesungguhnya, orang ramai seperti ombak berjalan ke sana
ke mari--
17 berkatalah Saul kepada tentara yang bersama-sama dengan dia
itu: "Periksalah barisan dan lihatlah siapa yang pergi dari pada
kita." Mereka memeriksa barisan, dan ternyata Yonatan dan pembawa
senjatanya tidak ada.
18 Lalu kata Saul kepada Ahia: "Bawalah baju efod ke mari."
Karena pada waktu itu dialah yang memakai baju efod di antara
orang Israel.
19 Tetapi sedang Saul berbicara kepada imam itu, maka kian lama
kian bertambahlah keributan di perkemahan orang Filistin,
sehingga Saul berkata pula kepada imam itu: "Biarlah!"
20 Kemudian berkumpullah Saul dan seluruh rakyat yang
bersama-sama dengan dia itu; dan ketika mereka sampai ke tempat
pertempuran, tampaklah setiap orang menikam temannya dengan
pedang, suatu huru-hara yang sangat besar.
21 Lagipula orang-orang Ibrani yang telah lama tinggal pada
orang Filistin dan yang telah ikut maju dalam tentara mereka,
mereka juga berbalik untuk bergabung dengan orang-orang Israel
yang ada bersama-sama dengan Saul dan Yonatan.
22 Bahkan, ketika semua orang Israel yang telah bersembunyi di
pegunungan Efraim, mendengar bahwa orang Filistin telah lari,
orang-orang itupun bergabung dengan mereka dalam pertempuran.
23 Demikianlah TUHAN menyelamatkan orang Israel pada hari itu.
Pertempuran itu meluas sampai lewat Bet-Awen.
|

25th June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 26 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 14:24-52
Judul: Tekad dengan Dasar Salah
Pemimpin yang bijaksana mempertimbangkan segala sesuatu dengan
kepala dingin dan hati yang jernih. Ia tidak gegabah memutuskan
sesuatu yang berkaitan dengan nasib orang-orang yang dia pimpin.
Sikap gegabah Saul terlihat ketika ia terdesak oleh musuh. Ia
memaksa rakyat mengucapkan sumpah yang berisi kutukan:
"terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari
terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku" (ayat
24). Sikap ini berlawanan dengan akal sehat, juga tidak
dilakukan dengan mencari petunjuk Tuhan terlebih dahulu.
Akibatnya rakyat yang seharusnya bisa menghimpun kembali tenaga
mereka dengan madu hutan, tidak dapat berbuat apa-apa. Memang
kemudian pasukan Israel menang terhadap Filistin. Namun
kemenangan itu justru karena kepemimpinan Yonatan (ayat 27-30).
Yang lebih celaka lagi adalah sikap Saul terhadap Yonatan. Tanpa
mempertimbangkan keadaan yang sebenarnya, bahwa Yonatan tidak
mendengar perintah sumpah Saul (ayat 27), Saul memvonis Yonatan
harus mati karena melanggar sumpah dengan memakan madu (ayat
44). Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika rakyat
tidak memberikan dukungan dan membebaskan Yonatan. Saul telah
membangun tekad dengan dasar yang salah, yaitu dengan sumpah
yang berisi kutukan. Sumpah dan kutuk hanya menghasilkan
kehancuran, sedangkan kebenaranlah yang menyelamatkan
kehidupan.
Dalam keadaan terdesak kita bisa salah mengambil sikap dan
keputusan, kita bisa membangun tekad di luar dasar iman. Cara
yang benar dalam mengambil keputusan adalah mencari petunjuk
firman Tuhan. Cara Tuhan bekerja sering melampaui pemahaman akal
sehat kita, tetapi bukan dengan cara-cara irasional. Tuhan
melihat jauh ke depan, yang tidak terlihat dengan indera mata
kita yang terbatas. Hanya kaca mata iman yang memampukan kita
melihat apa yang Allah sedang dan akan kerjakan di dalam dan
melalui diri kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 14:24-52
24. Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul
menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang
yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku
membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorangpun
dari rakyat yang memakan sesuatu.
25 Dan seluruh orang itu sampailah ke suatu hutan dan di sana
ada madu di tanah.
26 Ketika rakyat sampai ke hutan itu, tampaklah ada di sana
madu meleleh, tetapi tidak ada seorangpun yang mencedoknya ke
mulutnya dengan tangan, sebab rakyat takut kepada sumpah itu.
27 Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh
rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya
dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia
mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi
terang lagi.
28 Dan seorang dari rakyat berbicara, katanya: "Ayahmu telah
menyuruh rakyat bersumpah dengan bersungguh-sungguh, katanya:
Terkutuklah orang yang memakan sesuatu pada hari ini; sebab itu
rakyat letih lesu."
29 Lalu kata Yonatan: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat,
bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu
ini.
30 Apalagi, jika sekiranya rakyat pada hari ini boleh makan
dengan bebas dari jarahan musuhnya, yang telah didapatnya! Tetapi
sekarang tidaklah besar kekalahan di antara orang Filistin."
31 Dan pada hari itu mereka memukul kalah orang Filistin dari
Mikhmas sampai ke Ayalon. Rakyat sudah sangat letih lesu,
32 sebab itu rakyat menyambar jarahan; mereka mengambil kambing
domba, lembu dan anak lembu, menyembelihnya begitu saja di atas
tanah, dan memakannya dengan darahnya.
33 Lalu diberitahukanlah kepada Saul, demikian: "Lihat, rakyat
berdosa terhadap TUHAN dengan memakannya dengan darahnya." Dan ia
berkata: "Kamu berbuat khianat; gulingkanlah sekarang juga sebuah
batu besar ke mari."
34 Kata Saul pula: "Berserak-seraklah di antara rakyat dan
katakan kepada mereka: Setiap orang harus membawa lembunya atau
dombanya kepadaku; sembelihlah itu di sini, maka kamu boleh
memakannya. Tetapi janganlah berdosa terhadap TUHAN dengan
memakannya dengan darahnya." Lalu setiap orang dari seluruh
rakyat membawa serta pada malam itu lembunya, dan mereka
menyembelihnya di sana.
35 Saul mendirikan mezbah bagi TUHAN; inilah mezbah yang
mula-mula sekali didirikannya bagi TUHAN.
36. Lagi kata Saul: "Marilah kita pada malam ini mengejar orang
Filistin dan menjarahi mereka sampai fajar menyingsing dan
janganlah kita biarkan hidup seorangpun dari mereka." Jawab
mereka itu: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik." Tetapi imam
berkata: "Marilah kita dahulu tampil menghadap Allah di sini."
37 Saul bertanya kepada Allah: "Bolehkah aku mengejar orang
Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tangan orang
Israel?" Tetapi pada hari itu Ia tidak menjawab Saul.
38 Lalu kata Saul: "Datanglah ke mari, kamu segala pemuka
rakyat; berusahalah mengetahui apa sebab dosa ini terjadi pada
hari ini.
39 Sebab demi TUHAN yang hidup, yang menyelamatkan orang
Israel, sekalipun itu disebabkan oleh Yonatan, anakku, maka ia
pasti akan mati." Tetapi seorangpun dari seluruh rakyat tidak ada
yang menjawabnya.
40 Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu
berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan
berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul:
"Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
41 Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa
Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu
ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel,
tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada
umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan
Saul, tetapi rakyat itu terluput.
42 Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan."
Lalu didapati Yonatan.
43 Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang
telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya,
katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung
tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
44 Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan
lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus
mati."
45 Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus
mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di
Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai
rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan
pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini."
Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus
mati.
46 Maka pulanglah Saul setelah mengejar orang Filistin, dan
orang Filistin itupun kembali ke tempat kediamannya.
47. Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka
berperanglah ia ke segala penjuru melawan segala musuhnya:
melawan Moab, bani Amon, Edom, raja-raja negeri Zoba dan orang
Filistin. Dan ke manapun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan.
48 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, memukul
kalah orang Amalek, dan melepaskan Israel dari tangan orang-orang
yang merampasi mereka.
49 Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua.
Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab,
yang termuda bernama Mikhal.
50 Isteri Saul bernama Ahinoam, anak Ahimaas. Panglima
tentaranya bernama Abner, anak Ner, paman Saul.
51 Kish, ayah Saul, dan Ner, ayah Abner, adalah anak-anak
Abiel.
52 Hebat peperangan melawan orang Filistin selama zaman Saul.
Dan semua pahlawan dan orang gagah perkasa, yang dilihat Saul,
dikumpulkannya kepadanya.
|

27th June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 27 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 15:1-16
Judul: Motivasi yang keliru
Betapa sulitnya untuk taat mutlak pada Tuhan bila motivasi kita
sudah keliru. Mudah saja bagi kita untuk mencari alasan guna
membenarkan tindakan kita yang tidak seturut dengan firman
Tuhan. Inilah salah satu sebab kegagalan Saul.
Perintah Tuhan lewat Samuel kepada Saul untuk menumpas Amalek sangat
jelas (ayat 3). Tidak ada celah untuk ketidak-taatan. Alasan
Tuhan pun sudah diberikan: pembalasan Tuhan atas kejahatan
Amalek (ayat 2). Ini adalah peperangan Tuhan, bukan Saul. Namun
Saul melanggarnya. Dia menawan Raja Agag, sedangkan ternak yang
baik dan tambun dijarah rakyat (ayat 7-9). Kemudian secara
memalukan, Saul menggunakan alasan rohani untuk membenarkan
tindakannya bersama rakyat, menjarah ternak Amalek (ayat 15).
Kebanggaan seorang raja yang menang perang adalah dengan menawan
raja musuh dan mengaraknya sebagai tanda keberhasilan perang.
Namun tindakan Saul menyimpan Raja Agag dan membiarkan ternak
terbaik Amalek dijarah, merupakan tindakan ketidaktaatan kepada
Tuhan. Motivasinya adalah kemuliaan diri dan keserakahan. Saul
merampas kemuliaan Tuhan untuk dirinya sendiri. Ia loba dengan
kekayaan ternak Amalek, sehingga tidak rela membinasakannya.
Kemaruk harta membuat Saul mencuri hak milik Tuhan. Sikap Saul
ini memedihkan hati Tuhan, "Aku menyesal..." (ayat 11). Allah
menyesal bukan karena Ia keliru memilih Saul, melainkan karena
Saul memilih jalan yang membinasakan dirinya sendiri. Respons
Allah ini menyatakan kebesaran hati-Nya yang tidak pernah
memaksakan kehendak-Nya atas hamba-hamba-Nya.
Panggilan Tuhan bagi hamba-hamba-Nya untuk melayani Dia adalah suatu
pilihan yang mengandung kehormatan, sekaligus tanggung jawab
yang besar. Adalah tanggung jawab kita, selaku hamba-hamba-Nya,
untuk senantiasa mengembalikan kemuliaan pada Allah dan tidak
membiarkan ambisi pribadi menghancurkan hidup kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 15:1-16
1. Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN
untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh
sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.
2 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa
yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang
Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari
Mesir.
3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah
segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan
kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan,
kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba,
unta maupun keledai."
4 Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan
mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki
dan sepuluh ribu orang Yehuda.
5 Setelah Saul sampai ke kota orang Amalek, disuruhnyalah
orang-orang menghadang di lembah.
6 Berkatalah Saul kepada orang Keni: "Berangkatlah, menjauhlah,
pergilah dari tengah-tengah orang Amalek, supaya jangan
kulenyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. Bukankah kamu telah
menunjukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, ketika
mereka pergi dari Mesir?" Sesudah itu menjauhlah orang Keni dari
tengah-tengah orang Amalek.
7 Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai
ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.
8 Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi
segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.
9 Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing
domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba
dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu.
Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah
yang ditumpas mereka.
10. Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
11 "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab
ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan
firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada
TUHAN semalam-malaman.
12 Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul,
tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke
Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda
peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal."
13 Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya:
"Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan
firman TUHAN."
14 Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing
domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang
kudengar itu?"
15 Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek,
sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang
terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN,
Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan
memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi
malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
Last edited by talentaku : 27th June 2008 at 09:14 AM.
|

27th June 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 28 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 15:17-35
Judul: Tidak taat menyembah berhala
Ketidaktaatan seringkali muncul karena melupakan anugerah, lupa
bahwa apa yang kita miliki itu berasal dari kasih karunia bukan
karena kelayakan, apalagi jasa pribadi. Akibatnya, kita merasa
diri tidak berhutang budi, dan tak jarang menganggap sepele
Tuhan, Sang Pemberi Anugerah.
Samuel mengingatkan Saul, bahwa kedudukan sebagai raja merupakan
anugerah yang harus dibarengi tanggung jawab. Sayang sekali,
Saul melupakan anugerah. Ia bertindak menurut kepentingannya
sendiri. Jawaban Saul yang terkesan rohani (ayat 20-21),
dibantah Samuel. Samuel menunjukkan bahwa sikap rohani bukan
hanya berupa kepatuhan pada kegiatan ritual, melainkan ketaatan
melakukan firman Tuhan (ayat 22). Ketidaktaatan adalah sikap
durhaka yang sama berat dengan dosa penyembahan berhala (ayat 23).
Serius sekali tuduhan Samuel kepada Saul: menolak firman Tuhan sama
dengan menduakan Dia. Perhatikan respons Saul yang kontradiktif.
Pertama, ia mengaku takut terhadap rakyat (ayat 24) sehingga
melanggar firman Tuhan. Padahal sebenarnya rakyat takut dan
patuh pada dia (lih. 1Sam. 14:24). Jadi alasan takutnya hanya
dicari-cari. Kedua, ia mengaku berdosa di hadapan Tuhan (ayat
25), tetapi tidak mau kehilangan muka di hadapan rakyat (ayat
30). Bagi Saul, harga diri lebih penting daripada menaati Tuhan.
Sikap "jaim" (jaga imej; bahasa populer remaja) ini menunjukkan
bahwa jabatan telah menjadi berhala. Ia, 'menurunkan' Tuhan dari
takhta semestinya.
Menjadi pemimpin yang arogan, merasa banyak jasa, merasa tak pernah
bersalah, adalah tanda-tanda orang yang lupa anugerah. Bahasanya
yang rohaninya adalah kamuflase untuk menutupi motivasi yang
sebenarnya. Sikap merendah yang dia tunjukkan adalah kemunafikan
untuk menyelubungi ambisi pribadinya. Pemimpin seperti itu tak
mungkin membawa umat semakin dekat Tuhan. Ia malah memperalat
mereka untuk kepentingan pribadinya. Betapa jahatnya pemimpin
seperti ini. Jangan jadi pemimpin demikian dan jangan juga
memilih orang seperti itu untuk jadi pemimpin.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
1Samuel 15:17-35
17 Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun
engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala
atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau
menjadi raja atas Israel?
18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah,
tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek,
berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa
engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata
TUHAN?"
20 Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara
TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan
aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu
sendiri telah kutumpas.
21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan
lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas
itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di
Gilgal."
22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada
korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada
mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik
dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada
lemak domba-domba jantan.
23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan
kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim.
Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak
engkau sebagai raja."
24. Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab
telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut
kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
25 Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah
bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada
TUHAN."
26 Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali
bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman
TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas
Israel."
27 Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang
punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
28 Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah
mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini
dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari
padamu.
29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu
menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."
30 Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah
juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku
dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku,
maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."
31 Sesudah itu kembalilah Samuel mengikuti Saul. Dan Saul sujud
menyembah kepada TUHAN.
32. Lalu berkatalah Samuel: "Bawa ke mari Agag, raja Amalek
itu." Dengan gembira Agag pergi kepadanya, sebab pikirnya:
"Sesungguhnya, kepahitan maut telah lewat."
33 Tetapi kata Samuel: "Seperti pedangmu membuat
perempuan-perempuan kehilangan anak, demikianlah ibumu akan
kehilangan anak di antara perempuan-perempuan." Sesudah itu
Samuel mencincang Agag di hadapan TUHAN di Gilgal.
34 Kemudian Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke
rumahnya, di Gibea-Saul.
35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi
Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia
menjadikan Saul raja atas Israel.
|

29th June 2008
|
|
| |