Welcome Guest Login or Signup
LIVE CHAT | IM LIST | BOOKMARK US | HELP GUIDE | LANGUAGE:


Go Back   Forum Diskusi Kristen Internasional > AP - DISKUSI ROHANI KRISTEN > Renungan Harian
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #21 (permalink)  
Old 14th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Minggu, 15 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 18:20-32

Judul: Persembahan persepuluhan

Memberikan persembahan persepuluhan (sepersepuluh dari hasil usaha)
kepada Allah atau pribadi yang disembah, merupakan praktik
penyembahan umum di Timur Purba. Abraham maupun Yakub memberikan
persembahan persepuluhan (Kej. 14:20; 28:22). Bacaan ini
menjelaskan penggunaan persembahan tersebut.

Sesungguhnya persembahan persepuluhan adalah milik Allah. Namun,
Allah memberikannya kepada bani Lewi "sebagai milik pusakanya
untuk membalas pekerjaan yang mereka lakukan" di Kemah Pertemuan
(21, 24, 31). Ketetapan ini mengajarkan bahwa tuan mereka
bukanlah umat, melainkan Allah! Sebab itu tanggung jawab mereka
yang terutama bukan kepada umat (23).

Sekali pun menjadi penerima persembahan persepuluhan yang diberikan
kepada Tuhan, bani Lewi tidak dikecualikan dalam perintah untuk
memberikan persembahan persepuluhan kepada Tuhan. Mereka harus
memberikan persepuluhan dari bagian mereka kepada imam Harun
(28). Mereka juga harus memastikan bahwa yang mereka persembahkan
hanyalah yang terbaik (29, 30, 32). Jika tidak, mereka berdosa
kepada Tuhan (32). Ketetapan ini bertujuan memelihara kesadaran
bani Lewi bahwa mereka pun bagian dari umat Allah yang dituntut
untuk mengabdikan diri kepada Tuhan. Sekaligus ketetapan ini
memelihara kesadaran mereka bahwa mereka bisa melayani di Kemah
Pertemuan karena karunia Allah semata, bukan karena mereka
memiliki keunggulan tertentu dibandingkan umat lainnya.

Dalam kehidupan gerejawi, baik para pemimpin maupun jemaat umum perlu
senantiasa menyadari bahwa mereka sama-sama dipanggil untuk
mengabdikan diri kepada Tuhan. Hanya dengan demikian Ketuhanan
Allah atas umat-Nya menjadi nyata di dalam gereja. Apa pun bentuk
keterlibatan kita di gereja, kiranya seluruh hidup kita menjadi
persembahan. Persepuluhan atau persembahan khusus lainnya adalah
ungkapan wajar dari persembahan hidup.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 18:20-32

20. TUHAN berfirman kepada Harun: "Di negeri mereka engkau
tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di
tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di
tengah-tengah orang Israel.
21 Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka
segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai
milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka,
pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
22 Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah
Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu
mati;
23 tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan
pada Kemah Pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan
mereka; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu
turun-temurun. Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di
tengah-tengah orang Israel,
24 sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang
Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada
orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah
berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka
di tengah-tengah orang Israel."
25 TUHAN berfirman kepada Musa:
26 "Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan
berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang
Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari
pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu
mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus
kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan
persepuluhan itu,
27 dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan
khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama
seperti hasil dari tempat pemerasan anggur.
28 Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai
persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan
persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang
dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada
TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun.
29 Dari segala yang diserahkan kepadamu, yakni dari segala yang
terbaik di antaranya, haruslah kamu mempersembahkan seluruh
persembahan khusus kepada TUHAN, sebagai bagian kudus dari
padanya.
30 Lagi haruslah engkau berkata kepada mereka: Apabila kamu
mengkhususkan yang terbaik dari padanya, maka bagi orang Lewi
haruslah hal itu dihitungkan sebagai hasil tempat pengirikan dan
hasil tempat pemerasan anggur;
31 kamu boleh memakannya di setiap tempat, kamu dan seisi
rumahmu, sebab upahmulah itu, untuk membalas pekerjaanmu di Kemah
Pertemuan.
32 Dan dalam hal itu kamu tidak akan mendatangkan dosa kepada
dirimu, asal kamu mengkhususkan yang terbaik dari padanya;
demikianlah kamu tidak akan melanggar kekudusan
persembahan-persembahan kudus orang Israel, dan kamu tidak akan
mati."

--------------------
Source : e-SH dari sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #22 (permalink)  
Old 15th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Senin, 16 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 19:1-22

Judul: Penghapus dosa

Di samping berbagai kurban penghapus dosa (Im. 1, 4), Tuhan memberi
lagi jalan keluar bagi dosa, yaitu penyembelihan lembu betina
merah (1-10) dan air pentahiran (11-13). Aturan tambahan ini
ditujukan untuk dosa atau kenajisan karena menyentuh mayat
(13-22). Aturan tentang lembu di sini berbeda dari Im. 1:3, dst.
Lembu ini betina bukan jantan; berwarna merah mungkin
melambangkan dosa; disembelih dan dibakar bukan dijadikan korban;
harus dibunuh di luar perkemahan bukan di atas mezbah. Sesudah
disembelih, bangkai lembu betina itu utuh dibakar oleh api dari
kayu aras, hisop dan kain kirmizi (6). Abu dari lembu berwarna
merah ini dicampur dengan air untuk dijadikan air pentahiran
(11-13). Imam yang melaksanakan ritual ini untuk sementara najis
dan harus mentahirkan tubuh dan jubahnya (7-8). Karena itu, yang
boleh mengumpulkan abu itu ialah orang lain yang tidak najis.
Akan tetapi, karena abu itu adalah abu bangkai lembu, orang itu
pun menjadi najis pula (9-10). Ini menegaskan bahwa prosedur
penghapusan dosa melibatkan proses panjang pembongkaran dan
penghapusan dosa!

Dicampur dengan air, abu lembu itu siap dipercikkan dengan hisop
kepada orang yang najis karena bersentuhan dengan mayat (17-18).
Kematian dalam Alkitab dikaitkan dengan dosa. Sarana penyucian
dosa yang ditetapkan Allah adalah pencurahan darah yang suci atas
diri orang berdosa. Karena di tengah-tengah Israel tak ada
seorang pun yang suci, maka tak satu pun dari mereka dapat
menjadi sarana penyucian dosa bagi yang lain. Yang berdosa tidak
dapat menyucikan yang berdosa. Maka lembu yang muda dan sempurna
digunakan sebagai lambang dari sarana tersebut.

Ibrani 9:13-14 menyatakan bahwa pemenuhan dari sarana tersebut kita
jumpai dalam diri Kristus. Darah-Nya yang suci, yang dicurahkan
di Kalvari adalah sarana penghapus dosa yang efektif bagi setiap
orang yang mau mengakui dosa-dosanya (1Yoh. 1:7-9). Sudahkah Anda
memohon pengampunan-Nya?

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 19:1-22

1. TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
2 "Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan
berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa
kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak
ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.
3 Dan haruslah kamu memberikannya kepada imam Eleazar, maka
lembu itu harus dibawa ke luar tempat perkemahan, lalu disembelih
di depan imam.
4 Kemudian imam Eleazar harus mengambil dengan jarinya sedikit
dari darah lembu itu, lalu haruslah ia memercikkan sedikit ke
arah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali.
5 Sesudah itu haruslah lembu itu dibakar habis di depan mata
imam; kulitnya, dagingnya dan darahnya haruslah dibakar habis
bersama-sama dengan kotorannya.
6 Dan imam haruslah mengambil kayu aras, hisop dan kain kirmizi
dan melemparkannya ke tengah-tengah api yang membakar habis lembu
itu.
7 Kemudian haruslah imam mencuci pakaiannya dan membasuh
tubuhnya dengan air, sesudah itu masuk ke tempat perkemahan, dan
imam itu najis sampai matahari terbenam.
8 Orang yang membakar habis lembu itu haruslah mencuci
pakaiannya dengan air dan membasuh tubuhnya dengan air, dan ia
najis sampai matahari terbenam.
9 Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu
dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat
perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat
Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa.
10 Dan orang yang mengumpulkan abu lembu itu haruslah mencuci
pakaiannya, dan ia najis sampai matahari terbenam. Itulah suatu
ketetapan untuk selama-lamanya bagi orang Israel dan bagi orang
asing yang tinggal di tengah-tengahmu.
11. Orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya.
12 Ia harus menghapus dosa dari dirinya dengan air itu pada
hari yang ketiga, dan pada hari yang ketujuh ia tahir. Tetapi
jika pada hari yang ketiga ia tidak menghapus dosa dari dirinya,
maka tidaklah ia tahir pada hari yang ketujuh.
13 Setiap orang yang kena kepada mayat, yaitu tubuh manusia
yang telah mati, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, ia
menajiskan Kemah Suci TUHAN, dan orang itu haruslah dilenyapkan
dari Israel; karena air pentahiran tidak disiramkan kepadanya,
maka ia najis; kenajisannya masih melekat padanya.
14 Inilah hukumnya, apabila seseorang mati dalam suatu kemah:
setiap orang yang masuk ke dalam kemah itu dan segala yang di
dalam kemah itu najis tujuh hari lamanya;
15 setiap bejana yang terbuka yang tidak ada kain penutup
terikat di atasnya adalah najis.
16 Juga setiap orang yang di padang, yang kena kepada seorang
yang mati terbunuh oleh pedang, atau kepada mayat, atau kepada
tulang-tulang seorang manusia, atau kepada kubur, orang itu najis
tujuh hari lamanya.
17 Bagi orang yang najis haruslah diambil sedikit abu dari
korban penghapus dosa yang dibakar habis, lalu di dalam bejana
abu itu dibubuhi air mengalir.
18 Kemudian seorang yang tahir haruslah mengambil hisop,
mencelupkannya ke dalam air itu dan memercikkannya ke atas kemah
dan ke atas segala bejana dan ke atas orang-orang yang ada di
sana, dan ke atas orang yang telah kena kepada tulang-tulang,
atau kepada orang yang mati terbunuh, atau kepada mayat, atau
kepada kubur itu;
19 orang yang tahir itu haruslah memercik kepada orang yang
najis itu pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, dan
pada hari yang ketujuh itu haruslah ia menghapus dosa orang itu;
dan orang yang najis itu haruslah mencuci pakaiannya dan membasuh
badannya dengan air, lalu ia tahir pada waktu matahari terbenam.
20 Tetapi orang yang telah najis, dan tidak menghapus dosa dari
dirinya, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah jemaah
itu, karena ia telah menajiskan tempat kudus TUHAN; air
pentahiran tidak ada disiramkan kepadanya, jadi ia tetap najis.
21 Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk
selama-lamanya. Orang yang menyiramkan air penyuci itu, ia harus
mencuci pakaiannya, dan orang yang kena kepada air penyuci itu,
ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
22 Segala yang diraba orang yang najis itu menjadi najis dan
orang yang kena kepadanya menjadi najis juga sampai matahari
terbenam."

-----------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #23 (permalink)  
Old 17th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Selasa, 17 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 20:1-13

Judul: Menghormati kekudusan Tuhan

Bila terbiasa melakukan suatu pekerjaan untuk waktu yang cukup lama,
biasanya orang kemudian cenderung menganggap remeh pekerjaan
tersebut. Musa pun jatuh pada kesalahan demikian. Ketika Tuhan
meminta Musa untuk melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang
pernah ia lakukan, ia kemudian tidak lagi memperhatikan firman
Tuhan dengan saksama dan tidak menjaga kekudusan tingkah lakunya.
Dengan demikian Musa tidak menghormati Tuhan.

Untuk kesekian kalinya, umat Israel bertengkar dengan Musa (2-5).
Musa dan Harun kemudian pergi menghadap Tuhan dan Tuhan
memberikan perintah tentang apa yang harus mereka lakukan secara
cukup mendetail (7-8). Namun, Musa ternyata tidak melakukan
persis seperti apa yang diperintahkan Tuhan. Ayat 9 menyiratkan
bahwa hanya bagian di mana "Musa mengambil tongkat dari hadapan
Tuhan", merupakan bagian yang ditaati oleh Musa.

Adapun kesalahan yang dilakukan oleh Musa adalah sebagai berikut:

Pertama, memurkai umat Israel dengan kata-kata kasar (menyebut
mereka sebagai "orang-orang durhaka"), padahal Tuhan tidak murka
terhadap mereka (10; band. Mzm. 106:33).

Kedua, menyiratkan bahwa Musa dan Harun (lihat pemakaian kata
"kami" pada ayat 10) yang akan melakukan keajaiban, dan bukan
Tuhan.

Ketiga, menunjukkan ketidaktaatan (band. 24) dan
ketidakpercayaan (12) mereka dengan memukul bukit batu dua kali
dengan tongkatnya (11). Padahal Tuhan hanya meminta mereka untuk
berbicara kepada bukit batu tersebut (8).

Keempat, melakukan semua kesalahan ini di hadapan seluruh umat
Israel (12). Karena Musa dan Harun tidak menghormati kekudusan
Tuhan, tidak mengherankan bila Tuhan kemudian murka dan menghukum
mereka tidak boleh masuk ke tanah perjanjian (12).

Tuhan berfirman: "Kepada orang yang karib kepada-Ku, kunyatakan
kekudusan-Ku" (Im. 10:3). Maka semakin kita dekat dengan Tuhan,
kita semakin dituntut untuk menghormati kekudusan Allah.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 20:1-13

1. Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke
padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu
di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.
2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu,
berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun,
3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya
kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di
hadapan TUHAN!
4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya
kami dan ternak kami mati di situ?
5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa
kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon
ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?"
6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah
Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada
mereka.
7 TUHAN berfirman kepada Musa:
8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus
menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka
kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau
mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi
minum umat itu serta ternaknya."
9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti
yang diperintahkan-Nya kepadanya.
10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan
bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku,
hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air
bagimu dari bukit batu ini?"
11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit
batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air,
sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu
tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di
depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa
jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar
dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #24 (permalink)  
Old 17th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 18 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 20:14-29

Judul: Kesetiaan Tuhan dalam penghakiman-Nya

Pendekatan Musa kepada Edom sudah tepat. Ia menceritakan penderitaan
Israel di Mesir, rencana Allah untuk Israel dan minta izin
sebagai saudara, agar boleh lewat daerah Edom. Reaksi Edom adalah
menantang, persis seperti sikap Esau kepada Yakub. Padahal,
Israel menghindari perang dengan Edom meski jumlah mereka lebih
besar. Israel bersikap sebagai saudara kepada Edom, bukan
memperlakukan Edom sebagai musuh yang harus mereka taklukkan.

Dalam kisah kedua kita belajar bahwa Allah setia, tidak hanya dalam
janji berkat-Nya, tetapi juga dalam janji penghakiman-Nya.
Kematian Harun merupakan penggenapan dari penghakiman yang telah
Allah firmankan (Bil. 20:12), karena ia telah "mendurhaka"
terhadap titah Tuhan (24). Sebelumnya Musa menyebut Israel
sebagai "orang-orang durhaka" (10), sekarang Allah mengatakan
Musa dan Harun yang telah "mendurhaka". Namun, Allah juga penuh
anugerah dalam penghakiman-Nya. Kematian Harun tidak dijelaskan
secara mendetail, tapi kelihatannya merupakan kematian yang
tenang. Musa membawa Harun dan Eleazar anaknya naik ke Gunung
Hor. Lalu Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya
kepada Eleazar, lalu matilah Harun.

Ketika umat melihat mereka berdua kembali dan Eleazar telah
mengenakan pakaian Harun, mereka sadar bahwa Harun telah mati.
Maka mereka berkabung selama tiga puluh hari (29, sama dengan
kematian Musa nantinya, Ul. 34:1-8). Ini merupakan penghormatan
yang luar biasa. Perkabungan untuk kematian biasanya hanya
berlangsung selama tujuh hari (Kej. 50:10). Ini menunjukkan bahwa
Tuhan tetap memberikan anugerah yang luar biasa kepada Harun
walaupun ia mati dalam penghakiman Tuhan.

Kita perlu sadar bahwa Allah kita setia bahkan dalam hukuman yang Ia
berikan pada kita. Akan tetapi, Allah juga tetap beranugerah
dalam penghakiman-Nya. Maka marilah kita belajar untuk melihat
kesetiaan Tuhan dalam segala hal yang terjadi dalam kehidupan
kita.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 20:14-29

14. Kemudian Musa mengirim utusan dari Kadesh kepada raja Edom
dengan pesan: "Beginilah perkataan saudaramu Israel: Engkau tahu
segala kesusahan yang telah menimpa kami,
15 bahwa nenek moyang kami pergi ke Mesir, dan kami lama diam
di Mesir dan kami dan nenek moyang kami diperlakukan dengan jahat
oleh orang Mesir;
16 bahwa kami berteriak kepada TUHAN, dan Ia mendengarkan suara
kami, mengutus seorang malaikat dan menuntun kami keluar dari
Mesir. Sekarang ini kami ada di Kadesh, sebuah kota di tepi
perbatasanmu.
17 Izinkanlah kiranya kami melalui negerimu; kami tidak akan
berjalan melalui ladang-ladang dan kebun-kebun anggurmu dan kami
tidak akan minum air sumurmu; jalan besar saja akan kami jalani
dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, sampai kami
melalui batas daerahmu."
18 Tetapi orang Edom berkata kepada mereka: "Tidak boleh kamu
melalui daerah kami, nanti kami keluar menjumpai kamu dengan
pedang!"
19 Lalu berkatalah orang Israel kepadanya: "Kami akan berjalan
melalui jalan raya, dan jika kami dan ternak kami minum airmu,
maka kami akan membayar uangnya, asal kami diizinkan lalu dengan
berjalan kaki, hanya itu saja."
20 Tetapi jawab mereka: "Tidak boleh kamu lalu." Maka keluarlah
orang Edom menghadapi mereka dengan banyak rakyatnya dan dengan
tentara yang kuat.
21 Ketika orang Edom tidak mau mengizinkan orang Israel lalu
dari daerahnya, maka orang Israel menyimpang meninggalkannya.
22. Setelah mereka berangkat dari Kadesh, sampailah segenap
umat Israel ke gunung Hor.
23 Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa dan Harun dekat gunung
Hor, di perbatasan tanah Edom:
24 "Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia
tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel,
karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titah-Ku dekat mata
air Meriba.
25 Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka
naik ke gunung Hor;
26 tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada
Eleazar, anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum
leluhurnya dan mati di sana."
27 Lalu Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Mereka
naik ke gunung Hor sedang segenap umat itu memandangnya.
28 Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada
Eleazar, anaknya. Lalu matilah Harun di puncak gunung itu,
kemudian Musa dengan Eleazar turun dari gunung itu.
29 Ketika segenap umat itu melihat, bahwa Harun telah mati,
maka seluruh orang Israel menangisi Harun tiga puluh hari
lamanya.

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #25 (permalink)  
Old 18th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 19 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 21:1-20

Judul: Anugerah keselamatan

Israel baru saja mengalami berkat dari bergantung penuh kepada Tuhan.
Mereka berhasil mengalahkan Arad secara gemilang (1-3). Namun
kemudian, hanya karena harus berjalan sedikit lebih jauh (4),
mereka mulai lagi memrotes Musa. Agaknya mereka tidak memahami
kesabaran Musa terhadap Edom. Mereka lupa bahwa kemenangan atas
Arad bukanlah hasil kehebatan mereka, tetapi merupakan karunia
Tuhan.

Terang-terangan mereka "berkata-kata melawan Allah dan Musa" (5).
Seperti para orang tua mereka, mereka menyesali kebebasan dari
Mesir serta menggerutu tentang kekurangan makanan dan air. Mereka
juga mengeluarkan ucapan yang lebih jahat daripada ucapan orang
tua mereka. Sungguh terbalik dari sikap takut kepada Tuhan dan
Musa, yang mereka tunjukkan pada Kel. 14:31. Mereka tidak
menghargai pemeliharaan Tuhan yang luar biasa. Mereka menyambut
manna sebagai makanan hambar yang memuakkan (5). Perkataan "tidak
ada air" kontradiksi dengan nyanyian mereka di ay. 17-18. Ini
menunjukkan bahwa keluhan mereka sesungguhnya tidak berdasar.

Kali ini Tuhan menghukum mereka dengan mengirim ular-ular tedung
untuk memagut mereka sampai mati (6). Karena menghina pemberian
surgawi, mereka harus menerima pemberian dari bumi yang
mematikan. Segera mereka bertobat dan meminta Musa untuk berdoa
bagi mereka (7). Lalu Tuhan menyuruh Musa untuk membuat tiruan
ular tedung dan menaruhnya pada sebuah tiang. Setiap orang yang
terkena bisa ular itu, akan tetap hidup bila melihatnya (8-9).
Prinsipnya, pertolongan Tuhan tidak berlaku otomatis. Hanya jika
merespons firman Tuhan dengan iman yang taat, pertolongan Tuhan
akan mereka terima.

Demikian juga dengan anugerah keselamatan dari Allah dalam Tuhan
Yesus Kristus, tersedia bagi siapa saja yang menyadari diri
berdosa. Anak Manusia telah ditinggikan di kayu salib supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal (Yoh.
3:14-15).

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 21:1-20

1. Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb,
mendengar, bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia
berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan
dari pada mereka.
2 Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Jika
Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami, kami
akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa."
3 TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan
orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya
ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Horma.
4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah
Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak
dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa
kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang
gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan
akan makanan hambar ini kami telah muak."
6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu,
yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata:
"Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan
engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular
ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan
taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut,
jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah
tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada
ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
10. Kemudian berangkatlah orang Israel, lalu berkemah di Obot.
11 Berangkatlah mereka dari Obot, lalu berkemah dekat
reruntuhan di Abarim, di padang gurun yang di sebelah timur Moab.
12 Dari situ berangkatlah mereka, lalu berkemah di lembah
Zered.
13 Dari situ berangkatlah mereka, lalu berkemah di seberang
sungai Arnon yang di padang gurun dan yang keluar dari daerah
orang Amori, sebab sungai Arnon ialah batas Moab, di antara orang
Moab dan orang Amori.
14 Itulah sebabnya dikatakan dalam kitab peperangan TUHAN:
"Waheb di Sufa dan lembah-lembah ke sungai Arnon,
15 dan lereng lembah-lembah; lereng itu terbentang ke tempat di
mana terletak kota Ar, dan bersandar pada batas daerah Moab."
16 Dari sana mereka ke Beer. Inilah sumur di mana TUHAN
berfirman kepada Musa: "Kumpulkanlah bangsa itu, maka Aku akan
memberikan air kepada mereka."
17 Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini:
"Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi
berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,
18 yang dikorek oleh kaum bangsawan di antara bangsa itu dengan
tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka." Dan
dari padang gurun mereka ke Matana;
19 dari Matana ke Nahaliel; dari Nahaliel ke Bamot;
20 dari Bamot ke lembah yang di daerah Moab, dekat puncak
gunung Pisga yang menghadap Padang Belantara.

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #26 (permalink)  
Old 19th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Jumat, 20 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 21:21-35

Judul: Harus perang

Adakah alasan yang dapat membenarkan terjadinya suatu peperangan?
Agaknya sulit, sebab tidak ada perang yang tidak menimbulkan
kehancuran dan penderitaan, apa pun alasannya.

Awalnya Israel mencoba menghindari perang dengan bangsa Amori. Mereka
hanya minta izin lewat dan berjanji tidak akan merugikan Amori.
Israel memang tidak merasa perlu memerangi Raja Sihon karena
mereka hanya perlu berperang dengan penduduk yang menduduki tanah
yang Tuhan janjikan kepada mereka (band. Kel. 23:31-33). Namun,
karena Raja Sihon berbalik menantang (23) maka terjadilah perang.
Akhirnya Israel menduduki negeri itu sampai batas bani Amon, dan
Israel tidak menyerang lebih lanjut (24). Selain dikatakan bahwa
"batas daerah bani Amon itu kuat" (24), mungkin juga karena Allah
telah berpesan supaya Israel tidak merebut daerah bani Amon sebab
Ia telah memberikannya kepada bani Lot (Ul. 2:19; Lot merupakan
bapa Amon dan Moab). Israel juga berhasil menduduki daerah Moab
yang telah direbut oleh Raja Sihon (26, 29). Ini merupakan
informasi penting karena daerah Moab, seperti juga Amon, sudah
Allah serahkan kepada bani Lot (Ul. 2:9). Dengan merebutnya dari
Raja Sihon, dan bukan dari raja Moab, maka Israel tidak melanggar
perintah Tuhan. Orang Israel juga berperang dan mengalahkan Og,
raja Basan dan menduduki negerinya karena Allah menyerahkannya
kepada Israel (34-35).

Meski Allah telah memberikan Kanaan kepada orang Israel (34; band.
Ul. 2:24), mereka tetap harus berupaya merebutnya. Ini berarti
pemberian Allah tidak menghilangkan tanggung jawab umat-Nya untuk
melaksanakan tugas mereka.

Masa kini orang Kristen tak lagi terlibat dalam perang fisik, tetapi
dalam perang rohani (band. Ef. 6:10-20). Antara lain perang
menaklukkan pencobaan dan dosa, atau memajukan kebenaran Allah
dalam berbagai wilayah kehidupan. Kiranya kita bisa meraih
kemenangan dalam perang itu karena kemenangan yang telah Allah
wujudkan dalam Kristus.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 21:21-35

21. Kemudian orang Israel mengirim utusan kepada Sihon, raja
orang Amori, dengan pesan:
22 "Izinkanlah kami melalui negerimu; kami tidak akan
menyimpang masuk ke ladang-ladang dan kebun-kebun anggurmu, kami
tidak akan minum air sumurmu, di jalan besar saja kami akan
berjalan, sampai kami melalui batas daerahmu."
23 Tetapi Sihon tidak mengizinkan orang Israel berjalan melalui
daerahnya, bahkan ia mengumpulkan seluruh laskarnya, lalu keluar
ke padang gurun menghadapi orang Israel, dan sesampainya di Yahas
berperanglah ia melawan orang Israel.
24 Tetapi orang Israel mengalahkan dia dengan mata pedang dan
menduduki negerinya dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok,
sampai kepada bani Amon, sebab batas daerah bani Amon itu kuat.
25 Dan orang Israel merebut segala kota itu, lalu menetaplah
mereka di segala kota orang Amori, di Hesybon dan segala anak
kotanya.
26 Sebab Hesybon ialah kota kediaman Sihon, raja orang Amori;
raja ini tadinya berperang melawan raja Moab yang lalu, dan
merebut dari tangannya seluruh negerinya sampai ke sungai Arnon.
27 Itulah sebabnya penyair-penyair berkata: "Datanglah ke
Hesybon, baiklah dibangun dan baiklah diperkuat kota kediaman
Sihon itu!
28 Sebab api keluar dari Hesybon, nyala dari kota kediaman
Sihon, yang memakan habis Ar-Moab, yang berkuasa atas bukit-bukit
di sepanjang sungai Arnon.
29 Celakalah engkau, ya Moab; binasa engkau, ya bangsa Kamos!
Ia membuat anak-anaknya lelaki menjadi orang-orang pelarian, dan
anak-anaknya perempuan menjadi tawanan kepada Sihon, raja orang
Amori.
30 Kita telah menembaki mereka, Hesybon binasa sampai ke Dibon,
dan kita menanduskannya sampai ke Nofah, yang terbentang sampai
ke Medeba."
31 Demikianlah orang Israel diam di negeri orang Amori.
32 Setelah Musa menyuruh orang mengintai kota Yaezer, mereka
merebut segala anak kota Yaezer dan menghalau orang-orang Amori
yang ada di situ.
33 Kemudian berpalinglah mereka dan maju ke arah Basan. Lalu
Og, raja Basan, beserta segala rakyatnya maju ke Edrei menjumpai
mereka untuk berperang.
34 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Janganlah takut
kepadanya, sebab Aku menyerahkan dia dengan seluruh rakyatnya dan
negerinya ke dalam tanganmu, dan haruslah kaulakukan kepadanya
seperti yang kaulakukan kepada Sihon, raja orang Amori, yang diam
di Hesybon."
35 Maka mereka mengalahkan dia dan anak-anaknya dan seluruh
rakyatnya, sehingga seorangpun dari mereka tidak ada yang
dibiarkan terlepas; lalu mereka menduduki negerinya.

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #27 (permalink)  
Old 20th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Sabtu, 21 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 22:1-20

Judul: Kedok rohani

Pencarian akan kehendak Tuhan kadang kala merupakan kedok rohani
untuk membenarkan apa yang hendak kita lakukan. Selain itu kita
ingin memberikan rasa aman pada diri, meski sebenarnya bersifat
semu.

Setelah mendengar apa yang terjadi pada orang Amori (yaitu Raja
Sihon), maka raja Moab menjadi takut dan meminta Bileam untuk
mengutuk orang Israel (5-6). Bileam bukan orang Israel, tetapi
merupakan seorang yang mengaku percaya kepada Tuhan dan dapat
berkomunikasi dengan Tuhan (8, 18). Pada zaman tersebut, orang
percaya bahwa ada kekuatan dalam ucapan seorang pelihat/nabi.
Itulah sebabnya mengapa Balak ingin Bileam mengucapkan kutuk
kepada Israel. Mulanya Bileam menolak permintaan mereka karena
Allah menyuruh dia untuk tidak mengutuki Israel (12-13). Namun,
ketika utusan raja Moab datang lagi dengan menjanjikan upah yang
sangat banyak, hatinya mulai tergerak. Ia mencoba untuk bertanya
kembali kepada Tuhan (17-19). Akhirnya Tuhan memperbolehkan
Bileam untuk pergi dengan peringatan bahwa ia hanya boleh
melakukan sesuai dengan firman Allah (20). Kita tidak diberitahu
mengapa Tuhan kemudian mengizinkan Bileam untuk pergi. Yang pasti
hal ini memperlihatkan kedegilan hati Bileam dan juga kedaulatan
Allah membalik kutuk menjadi berkat.

Usaha Bileam untuk mencari lagi kehendak Tuhan (19) jelas merupakan
upaya untuk membenarkan apa yang ia inginkan. Ia berharap Allah
akan berubah pikiran seperti allah-allah lain yang dapat dibujuk.
Sayangnya, orang beriman pada masa kini pun sering melakukan apa
yang Bileam lakukan, yakni berusaha mengubah kehendak Tuhan
supaya sesuai dengan kehendak diri. Ini namanya memakai kedok
rohani untuk membenarkan diri, dan sama sekali bukan mencari
kehendak Allah.

Doa: Tuhan, ampuni aku jika sering memakai alasan mencari kehendak
Tuhan untuk mengesahkan keinginanku sendiri. Ajar aku untuk
sungguh-sungguh mencari kehendak-Mu.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 22:1-20

1. Kemudian berangkatlah orang Israel, dan berkemah di dataran
Moab, di daerah seberang sungai Yordan dekat Yerikho.
2 Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada
orang Amori.
3 Maka sangat gentarlah orang Moab terhadap bangsa itu, karena
jumlahnya banyak, lalu muak dan takutlah orang Moab karena orang
Israel.
4 Lalu berkatalah orang Moab kepada para tua-tua Midian: "Tentu
saja laskar besar itu akan membabat habis segala sesuatu yang di
sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan
hijau di padang." Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi
raja Moab.
5 Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor
yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya,
untuk memanggil dia, dengan pesan: "Ketahuilah, ada suatu bangsa
keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi
olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku.
6 Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab
mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya
dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang
kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena
kutuk."
7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian
dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai
kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: "Bermalamlah di sini
pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai
dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku." Maka tinggallah
pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.
9 Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman:
"Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?"
10 Dan berkatalah Bileam kepada Allah: "Balak bin Zipor, raja
Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:
11 Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan
bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka
bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan
menghalau mereka."
12 Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau
pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk
bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."
13 Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada
pemuka-pemuka Balak: "Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak
mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu."
14 Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka
sampai kepada Balak, berkatalah mereka: "Bileam menolak datang
bersama-sama dengan kami."
15. Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan
lebih terhormat dari yang pertama.
16 Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka
kepadanya: "Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan
dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku,
17 sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apapun yang
kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan
serapahlah bangsa itu bagiku."
18 Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak:
"Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana
penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau
yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku.
19 Oleh sebab itu, baiklah kamupun tinggal di sini pada malam
ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN
kepadaku."
20 Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta
berfirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang
untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan
mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus
kaulakukan."

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #28 (permalink)  
Old 22nd July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Minggu, 22 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 22:21-40

Judul: Nafsu yang membutakan

Ketika seseorang dipengaruhi oleh nafsu tanpa bisa menguasainya, maka
ia akan dibutakan oleh nafsunya itu. Dalam keadaan demikian,
tentu saja orang tidak dapat lagi mendengar peringatan Tuhan. Hal
ini terjadi pada Bileam. Bahkan Bileam digambarkan lebih buta
dari keledainya. Mengapa demikian?

Sebelumnya Allah menyuruh Bileam pergi. Akan tetapi, ketika ia pergi,
Allah jadi marah. Kalau kita perhatikan, Bileam pergi karena
pertama kali ia telah menolak perintah Allah. Itu sebabnya Allah
marah dan mengirim malaikat-Nya untuk mencegat Bileam. Keledai
yang melihat malaikat itu kemudian tidak mau maju sehingga Bileam
memukul keledainya. Hal ini terjadi sampai tiga kali (23, 25,
27).

Ironis sekali, keledai yang tidak memiliki karunia penglihatan supra
natural, bisa mengenal utusan Penciptanya. Bahkan keledai itu
merespons sesuai keinginan Tuhan. Sebaliknya, sang nabi yang
mengaku sebagai orang yang "melihat penglihatan" dari yang
Mahakuasa (24:4, 16), justru dibutakan karena punya hati yang
tidak taat. Ketidaktaatan yang lahir karena keinginan untuk
mendapatkan hadiah dari Balak, sang raja Moab. Maka terjadilah
sesuatu yang ironis: Allah murka kepada Bileam, sementara Bileam
murka kepada keledai yang menyelamatkan dia dari murka Allah;
keledai itu menyelamatkan Bileam dari pedang malaikat, tetapi
Bileam ingin membunuhnya dengan pedang. Ironi yang lain ialah
keledai ini bisa dijadikan gambaran sederhana tentang pengikut
Tuhan yang taat. Ia peka terhadap pimpinan Tuhan, namun menjadi
duri bagi orang yang tidak taat.

Sama seperti Bileam, setiap kita bisa saja memiliki kerentanan yang
sama bila dikuasai oleh nafsu untuk mendapatkan atau memiliki
sesuatu. Nafsu ini bisa membutakan kita hingga tidak dapat,
bahkan tidak ingin lagi melihat kehendak Allah bagi kita. Karena
itu berhati-hatilah ketika kita sangat menginginkan sesuatu. Dan
bijaklah dalam melihat pimpinan Tuhan mengenai hal itu.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 22:21-40

21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah
keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan
pemuka-pemuka Moab.
22. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan
berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam
mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada
bersama-sama dengan dia.
23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan,
dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu
dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu
untuk memalingkannya kembali ke jalan.
24 Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang
sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok
sebelah-menyebelah.
25 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah
dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada
tembok. Maka ia memukulnya pula.
26 Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada
suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang
ke kanan atau ke kiri.
27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam
masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu
dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.
28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia
berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai
engkau memukul aku tiga kali?"
29 Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau
mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku,
tentulah engkau kubunuh sekarang."
30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini
keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang?
Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak."
31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah
Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di
jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: "Apakah sebabnya
engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar
sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju
kepada kebinasaan.
33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia
menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari
hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan
dia Kubiarkan hidup."
34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: "Aku telah
berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di
jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di
mata-Mu, aku mau pulang."
35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: "Pergilah
bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan
yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan." Sesudah itu
pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.
36. Ketika Balak mendengar, bahwa Bileam datang, keluarlah ia
menyongsong dia sampai ke Kota Moab di perbatasan sungai Arnon,
pada ujung perbatasan itu.
37 Dan berkatalah Balak kepada Bileam: "Bukankah aku sudah
mengutus orang memanggil engkau? Mengapakah engkau tidak hendak
datang kepadaku? Sungguhkah tidak sanggup aku memberi upahmu?"
38 Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: "Ini aku sudah datang
kepadamu sekarang; tetapi akan mungkinkah aku dapat mengatakan
apa-apa? Perkataan yang akan ditaruh Allah ke dalam mulutku,
itulah yang akan kukatakan."
39 Lalu pergilah Bileam bersama-sama dengan Balak dan sampailah
mereka ke Kiryat-Huzot.
40 Balak mengorbankan beberapa ekor lembu sapi dan kambing
domba dan mengirimkan sebagian kepada Bileam dan kepada
pemuka-pemuka yang bersama-sama dengan dia.

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #29 (permalink)  
Old 22nd July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Senin. 23 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 22:41-23:12

Judul: Sia-sia melawan umat Tuhan

Balak dan Bileam saling memperalat. Dengan uangnya, Balak akhirnya
berhasil mendesak Bileam untuk menjadi alatnya mengutuki Israel.
Dengan kemampuan tenung yang dia miliki, Bileam memerintah Balak
untuk menyiapkan berbagai persyaratan agar tenungnya berhasil.
Begitulah realitas orang-orang yang mempraktikkan kejahatan dan
ibadah sesat. Mereka saling menyesatkan dan disesatkan.

Tujuh mezbah, tujuh lembu, dan tujuh domba dalam kepercayaan kafir
dipercaya Bileam menjadi pembujuk sempurna bagi "Yang kuasa" agar
mengikuti keinginan mereka. Mereka tidak sadar bahwa Allah
berdaulat mengubah niat jahat menjadi wadah pengungkapan
berkat-Nya atas Israel. Maka bukan kata kutuk melainkan tujuh
rangkaian berkat-pengakuan-nubuat dari Allah, yang diucapkan oleh
Bileam (23:7-10,18-24; 24:3-9,15-24). Angka tujuh dianggap angka
sempurna oleh orang Israel. Dengan kata lain, sungguh sempurna
kuasa Allah menaklukkan segala sesuatu agar rencana-Nya yang
sempurna terjadi atas umat-Nya. Dalam tujuh ujaran Bileam, maksud
Ilahi yang dahsyat itu dinyatakan meningkat secara bertahap.
Pertama, memaparkan bahwa ia disuruh oleh Balak, raja
Moab, untuk mengutuk Israel (7). Kedua, ia mengakui tidak
mungkin mengutuk yang tidak dikutuk Tuhan (5). Ketiga, ia
tidak dapat mengutuk Israel karena Israel diberkati oleh Tuhan
(9). Keempat, Bileam menyatakan keinginan supaya diakhir
hidupnya, ia diberkati seperti Israel diberkati (10). Tentu saja
Balak menjadi murka. Tetapi Bileam mengingatkan bahwa ia hanya
bisa mengatakan apa yang ditaruh Tuhan ke dalam mulutnya (11-12).

Nyata perlindungan Tuhan atas umat-Nya, Israel, dari maksud jahat
Balak. Dalam hidup kita pun, sesungguhnya banyak malapetaka
maupun usaha jahat yang Allah belokkan dari kita sehingga kita
terhindar dari semua itu. Kita harus bersyukur karena Allah
mahatahu dan mahakuasa. Ia senantiasa menjaga dan melindungi kita
dari ancaman kejahatan. Marilah kita bersyukur karena Tuhan
melindungi kita.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Bilangan 22:41-23:12

41 Keesokan harinya Balak mengambil Bileam dan membawa dia
mendaki bukit Baal. Dari situ dilihatnyalah bagian yang paling
ujung dari bangsa Israel.

Bilangan 23:1

1. Lalu berkatalah Bileam kepada Balak: "Dirikanlah bagiku di
sini tujuh mezbah dan siapkanlah bagiku di sini tujuh ekor lembu
jantan dan tujuh ekor domba jantan."
2 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka Balak dan
Bileam mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba
jantan di atas setiap mezbah itu.
3 Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: "Berdirilah di
samping korban bakaranmu, tetapi aku ini hendak pergi; mungkin
TUHAN akan datang menemui aku, dan perkataan apapun yang
dinyatakan-Nya kepadaku, akan kuberitahukan kepadamu." Lalu
pergilah ia ke atas sebuah bukit yang gundul.
4 Maka Allah menemui Bileam, lalu Bileam berkata kepada-Nya:
"Ketujuh mezbah itu telah kuatur, dan kupersembahkan seekor lembu
jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah."
5 Kemudian TUHAN menaruh perkataan ke dalam mulut Bileam dan
berfirman: "Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian."
6 Ketika ia kembali, maka Balak masih berdiri di situ di
samping korban bakarannya, bersama dengan semua pemuka Moab.
7 Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: "Dari Aram aku
disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah
timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah,
kutuklah Israel.
8 Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah?
Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN?
9 Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari
bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam
tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.
10 Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang
membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti
matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal
mereka!"
11 Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: "Apakah yang kaulakukan
kepadaku ini? Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau,
tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka."
12 Tetapi ia menjawab: "Bukankah aku harus berawas-awas, supaya
mengatakan apa yang ditaruh TUHAN ke dalam mulutku?"

-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
Reply With Quote
  #30 (permalink)  
Old 24th July 2007
talentaku's Avatar
I will NEVER let YOU go
 
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
talentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to beholdtalentaku is a splendid one to behold
Send a message via MSN to talentaku Send a message via Yahoo to talentaku
Default

e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Selasa, 24 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 23:13-30

Judul: Jangan mengatur Tuhan

Para ilah dalam kepercayaan kafir dianggap cepat berubah. Balak
mengira jika ia mengajak Bileam ke tempat lain (13), mungkin
pikiran Tuhan akan berubah dan mau mengutuki Israel. Balak juga
sengaja memilih tempat yang paling ujung dari umat Israel (13).
Balak mungkin berharap bahwa dengan melihat jumlah yang jauh
lebih kecil, Bileam tidak akan terpengaruh oleh jumlah Israel
yang banyak, sehingga kembali merubah kutuk menjadi berkat.

Seperti sebelumnya, Bileam pergi menjumpai Tuhan. Sangat menarik
bahwa ketika ia datang menjumpai Balak, untuk pertama kalinya
Balak bertanya, "Apakah yang difirmankan Tuhan?" (17). Tampaknya
Balak akhirnya sadar bahwa sesungguhnya Bileam hanya dapat
menyatakan apa yang difirmankan Tuhan kepadanya. Ucapan Bileam
memaparkan karakter Tuhan: Tuhan bukanlah manusia. Ia tidak
berubah pikiran dan sel