 |
|

9th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 10 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 24:1-23
Judul: Tidak Main Hakim Sendiri
Apa yang Anda akan lakukan bila kepemimpinan Anda terancam oleh
seseorang yang menonjol dan terlihat berhasrat untuk
menyingkirkan Anda?
Sekali lagi, Daud, si 'pelarian', dikontraskan dengan Saul, sang
raja. Sang raja menggebu-gebu untuk membasmi 'musuh'. Ia
dikendalikan oleh ketakutan dan kekuatiran yang tidak rasional.
Padahal tak satupun tindakan Daud yang dapat dijadikan petunjuk
bahwa ia berniat memberontak. Saul bertindak bukan dalam hikmat
dan kecerdasan yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin. Coba
bayangkan, betapa tak sebandingnya bila harus mengerahkan
kekuatan militer demi melindas 'seekor kutu' atau 'anjing mati'?
Di pihak lain, walau tertindas bahkan terjepit, Daud tidak kehilangan
kepekaan akan pimpinan Tuhan. Walau ada kesempatan untuk membunuh
Saul, Daud tidak memanfaatkan saat itu. Mengapa? Daud tahu bahwa
Saul adalah raja yang diurapi Tuhan (ayat 7). Ia tidak merasa
mempunyai hak atas nyawa Saul, walaupun Saul begitu membenci dia.
Daud tidak menganggap Saul sebagai musuhnya. Daud tidak mau main
hakim sendiri karena sadar bahwa hanya Tuhan yang berhak untuk
menghakimi dan menghukum orang yang bersalah (ayat 13). Hanya
Tuhan yang adil dan memiliki pertimbangan yang menyeluruh. Dengan
menahan diri dari "menjamah" Saul, Daud membuktikan kepada Saul
dan semua orang bahwa ia memang tak memiliki niat buruk pada
Saul.
Banyak orang yang juga seperti Saul, begitu ketakutan terhadap
orang-orang yang dianggap berpotensi merebut kedudukannya.
Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pelayanan pun tak
terlepas dari ketakutan seperti itu. Bila kita berada dalam
posisi seperti Daud dan menerima perlakuan seperti yang Daud
alami, direndahkan, dianggap tak becus, bahkan difitnah, tak
perlu dendam dan main hakim sendiri. Ingatlah bahwa pelayanan
yang kita kerjakan berasal dari Tuhan dan bagi kemuliaan Dia.
Maka yang penting kita lakukan adalah mengerjakan pelayanan
dengan setia.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 24:1-23
29 (24-1) Daud pergi dari sana, lalu tinggal di kubu-kubu
gunung di En-Gedi.
1 Samuel 24:1
1. (24-2) Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin
itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: "Ketahuilah, Daud ada
di padang gurun En-Gedi."
2 (24-3) Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih
dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan
orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan.
3 (24-4) Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di
sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat,
tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
4 (24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah
tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku
menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya
apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca
jubah Saul dengan diam-diam.
5 (24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah
memotong punca Saul;
6 (24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan
Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian
kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah
dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."
7 (24-8) Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan
itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul.
Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak
melanjutkan perjalanannya.
8 (24-9) Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu
dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: "Tuanku raja!"
Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke
tanah dan sujud menyembah.
9. (24-10) Lalu berkatalah Daud kepada Saul: "Mengapa engkau
mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya
Daud mengikhtiarkan celakamu?
10 (24-11) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat,
bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam
gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau,
tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan
menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.
11 (24-12) Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca
jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku
memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah
kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada
kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa
terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk
mencabut nyawaku.
12 (24-13) TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan
engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku
tidak akan memukul engkau;
13 (24-14) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari
orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul
engkau.
14 (24-15) Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang?
Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!
15 (24-16) Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang
memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya,
memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan
melepaskan aku dari tanganmu."
16. (24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu
kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?"
Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
17 (24-18) Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada
aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku
melakukan yang jahat kepadamu.
18 (24-19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau
telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah
menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.
19 (24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan
dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya
membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku
pada hari ini.
20 (24-21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau
pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam
tanganmu.
21 (24-22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN,
bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan
menghapuskan namaku dari kaum keluargaku."
22 (24-23) Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian
pulanglah Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi
ke kubu gunung.
|

11th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 11 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 25:1-22
Judul: Bermurah Hati
Dari berbagai karakter kebajikan yang tercantum dalam buah roh (Gal.
5:22-23), yang harus dikembangkan anak-anak Tuhan, kemurahan hati
mungkin merupakan salah satu yang sulit untuk dimiliki. Mengapa?
Karena dunia ini penuh dengan sikap mau menang sendiri dan tidak
peduli pada orang lain. Kita terbiasa dengan gaya hidup yang
berpusat pada diri sendiri sehingga tidak merasa punya tanggung
jawab untuk menolong sesama. Alasan lain adalah karena biasanya
orang yang murah hati menjadi sasaran pemerasan mereka yang licik
dan rakus. Ini menyebabkan si korban menjadi 'trauma', dan orang
lain jadi ambil amannya saja, yaitu ikut-ikutan tidak peduli
sekitar.
Sebenarnya budaya pada masa kerajaan Israel adalah budaya saling
peduli dan tolong menolong. Kehadiran Daud dan para pengikutnya
yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, membutuhkan uluran
tangan dari penduduk kota terdekat untuk memenuhi kebutuhan hidup
mereka. Sebaliknya kehadiran mereka dibutuhkan penduduk kota
untuk melindungi mereka dari pihak-pihak jahat. Sayang sekali
kisah ini mencatat seorang Nabal yang sesuai dengan arti namanya,
bebal, menolak menyatakan kepedulian terhadap Daud dan
pengikutnya. Padahal ia dan keluarganya telah merasakan
perlindungan dari kelompok Daud. Sikap arogan dan masa bodoh
Nabal membangkitkan amarah Daud sehingga Daud angkat senjata
untuk membasmi seisi rumah tangga Nabal. Beruntung sekali istri
Nabal, Abigail, cepat tanggap sebelum pertumpahan darah terjadi.
Peka dan tanggap terhadap situasi dan lingkungan sekitar adalah
karakter yang harus dibangun dalam diri seorang Kristen. Memang
terkadang kebaikan kita bisa disalah mengerti bahkan
disalahgunakan. Namun kemurahan harus menjadi prinsip kita dalam
melayani sesama. Ingat, Kristus sendiri turun ke dunia, menjadi
manusia, untuk melayani kita. Walau ditolak, disalah mengerti,
bahkan dimanfaatkan secara keliru, Ia tetap memberi yang terbaik
bagi orang lain.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 25:1-22
1. Dan matilah Samuel; seluruh orang Israel berkumpul meratapi
dia dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas,
lalu pergi ke padang gurun Paran.
2. Ketika itu ada seorang laki-laki di Maon, yang mempunyai
perusahaan di Karmel. Orang itu sangat kaya: ia mempunyai tiga
ribu ekor domba dan seribu ekor kambing. Ia ada di Karmel pada
pengguntingan bulu domba-dombanya.
3 Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan
itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat
kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.
4 Ketika didengar Daud di padang gurun, bahwa Nabal sedang
menggunting bulu domba-dombanya,
5 maka Daud menyuruh sepuluh orang dan kepada orang-orang itu
Daud berkata: "Pergilah ke Karmel dan temuilah Nabal. Tanyakanlah
keselamatannya atas namaku
6 dan sampaikanlah salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah
engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada padamu.
7 Baru-baru ini aku mendengar bahwa engkau mengadakan
pengguntingan bulu domba. Adapun gembala-gembalamu yang ada
dengan kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang
dari pada mereka selama mereka ada di Karmel.
8 Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan
memberitahukan kepadamu. Sebab itu biarlah orang-orang ini
mendapat belas kasihanmu; bukankah kami ini datang pada hari
raya? Berikanlah kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu Daud
apa yang ada padamu."
9 Ketika orang-orang Daud sampai ke sana, berkatalah mereka
kepada Nabal atas nama Daud tepat seperti yang dikatakan kepada
mereka, kemudian mereka menanti.
10 Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: "Siapakah
Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak
hamba-hamba yang lari dari tuannya.
11 Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian
yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya
kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?"
12. Lalu orang-orang Daud itu berbalik pulang dan setelah
sampai, mereka memberitahukan kepadanya tepat seperti yang
dikatakan kepada mereka.
13 Kemudian berkatalah Daud kepada orang-orangnya: "Kamu
masing-masing, sandanglah pedang!" Lalu mereka masing-masing
menyandang pedangnya; Daud sendiripun menyandang pedangnya.
Sesudah itu kira-kira empat ratus orang maju mengikuti Daud,
sedang dua ratus orang tinggal menjaga barang-barang.
14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan
oleh salah seorang bujangnya, katanya: "Ketahuilah, Daud menyuruh
orang dari padang gurun untuk memberi salam kepada tuan kita,
tetapi ia memaki-maki mereka.
15 Padahal orang-orang itu sangat baik kepada kami; mereka
tidak mengganggu kami dan kami tidak kehilangan apa-apa selama
kami lalu-lalang di dekat mereka, ketika kami ada di ladang.
16 Mereka seperti pagar tembok sekeliling kami siang malam,
selama kami menggembalakan domba-domba di dekat mereka.
17 Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang
harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan
didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia
seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan
dia."
18. Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung
anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum,
seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah
semuanya ke atas keledai,
19 lalu berkata kepada bujang-bujangnya: "Berjalanlah
mendahului aku; aku segera menyusul kamu." Tetapi Nabal,
suaminya, tidaklah diberitahunya.
20 Ketika perempuan itu dengan menunggang keledainya, turun
dengan terlindung oleh gunung, tampaklah Daud dan orang-orangnya
turun ke arahnya, dan perempuan itu bertemu dengan mereka.
21 Daud tadinya telah berkata: "Sia-sialah aku melindungi
segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada
sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas
kebaikanku dengan kejahatan.
22 Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi
dari pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang
laki-laki sajapun dari semua yang ada padanya."
|

11th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Sabtu, 12 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 25:23-44
Judul: Pembawa Damai
Salah satu ciri penting anak-anak Allah adalah membawa damai, di mana
saja ia berada (Mat. 5:9). Hal ini tidak mudah. Jangankan
mendamaikan orang lain, diri sendiri pun seringkali tidak luput
dari permusuhan dunia ini. Dunia ini penuh dengan permusuhan,
kedengkian, dan sikap-sikap yang berpusat pada diri sendiri.
Kontras dengan Nabal, suaminya yang bertindak bodoh menyulut api
peperangan (ayat 17), Abigail menunjukkan sikap yang rendah hati
dengan menyongsong Daud yang bergegas menyerang rumah mereka
(ayat 23). Ia menawarkan perdamaian dengan mempersembahkan
makanan yang dibutuhkan Daud dan para pengikutnya (ayat 18).
Dengan tulus ia mengakui kesalahan Nabal, sebagai kecerobohan
dirinya (ayat 28). Ini sikap yang terpuji. Yang menggejala
sekarang ini adalah orang pura-pura tidak tahu, bahkan
melindungi, anggota keluarga yang bersalah. Jangankan minta maaf,
bukan tidak mungkin orang yang menjadi korban justru dikecam.
Abigail dengan kecantikannya bisa saja menggoda Daud untuk
membinasakan Nabal. Tentu ia akan menjadi janda yang 'berbahagia'
karena mendapat kesempatan dinikahi Daud, petualang perkasa. Akan
tetapi, Abigail tidak demikian. Ia tidak egois, apalagi mencari
kesempatan dalam kesempitan. Kemudian akan terlihat bahwa
ketulusan dan kearifan Abigail membuahkan kedamaian. Panas hati
Daud menjadi surut. Ia bahkan bersyukur belum sampai mengumbar
dendam yang dapat mengakibatkan banjir darah (ayat 33-34). Nabal
sendiri kemudian mendapatkan hukuman dari Tuhan (ayat 38-39).
Sedangkan Abigail akhirnya dipersunting oleh Daud.
Mengambil peran sebagai pembawa damai, memang tidak selalu mudah.
Apalagi jika kita atau keluarga yang tersangkut masalah berada
pada pihak yang salah dan kalah. Kita akan cenderung membela
diri. Belajar dari situasi yang dihadapi Abigail, maka cara yang
terbaik adalah mengalah dan mengakui kesalahan kita, bila kita
memang bersalah. Biasanya orang pun akan bersedia memaafkan kita.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 25:23-44
23 Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas
keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya
sampai ke tanah.
24 Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya
tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini
berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
25 Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang
dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya
dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat
orang-orang yang tuanku suruh.
26 Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi
hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan
dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah
menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat
terhadap tuanku!
27 Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh
budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti
tuanku.
28 Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah
TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena
tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat
terdapat padamu selama hidupmu.
29 Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin
mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam
bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi
nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.
30 Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala
kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau
menjadi raja atas Israel,
31 maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena
menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak
sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik
kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini."
32. Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN,
Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini;
33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa
engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah
dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah
aku dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak
segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang
laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing."
35 Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya
untuk dia, dan berkata kepadanya: "Pulanglah dengan selamat ke
rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima
permintaanmu dengan baik."
36. Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal
mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja.
Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah
diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai
fajar menyingsing.
37 Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu,
diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu.
Lalu terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu.
38 Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal,
sehingga ia mati.
39 Ketika didengar Daud, bahwa Nabal telah mati, berkatalah ia:
"Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan
Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat
jahat. TUHAN telah membalikkan kejahatan Nabal ke atas kepalanya
sendiri." Kemudian Daud menyuruh orang untuk berbicara dengan
Abigail tentang mengambil dia menjadi isterinya.
40 Para hamba Daud datang kepada Abigail di Karmel dan berkata
kepadanya, demikian: "Daud menyuruh kami kepadamu untuk mengambil
engkau menjadi isterinya."
41 Lalu bangkitlah perempuan itu berdiri, sujudlah ia menyembah
dengan mukanya ke tanah sambil berkata: "Sesungguhnya, hambamu
ini ingin menjadi budak yang membasuh kaki para hamba tuanku
itu."
42 Kemudian berkemaslah Abigail dengan segera; ia menunggang
keledainya, dengan diiringi lima orang pelayan perempuan. Ia
mengikuti suruhan Daud itu dan menjadi isteri Daud.
43 Juga Ahinoam dari Yizreel telah diambil Daud menjadi
isterinya; kedua perempuan itu menjadi isterinya.
44 Tetapi Saul telah memberikan Mikhal, anaknya perempuan,
isteri Daud, kepada Palti bin Lais, yang dari Galim itu.
|

13th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Minggu, 13 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 26:1-25
Judul: Cara Tuhan yang Berlaku
Hanya orang bodoh yang membiarkan kesempatan berlalu! Apalagi kalau
kesempatan sudah berulang kali hadir di depan mata. Mungkin itu
komentar kita melihat bagaimana Daud sekali lagi tidak
menggunakan kesempatan yang terbuka di hadapannya untuk
memastikan bahwa Saul tidak akan lagi mengejar-ngejar untuk
membinasakan dia. Bahkan sebenarnya ini kesempatan terbaik untuk
memastikan bahwa dirinya dapat menjadi raja Israel menggantikan
Saul. Bukankah Daud telah diurapi Tuhan?
Namun cara berpikir Daud berbeda dari cara kebanyakan orang yang
cenderung memikirkan kepentingan sendiri. Meski ingin meraih
kesempatan yang terbuka di depannya, Daud tidak melupakan Tuhan.
Ia mendahulukan Tuhan, yang berdaulat atas milik-Nya (ayat 9,
11). Ia percaya dan menunggu waktu Tuhan. Akan tiba saatnya, Saul
menerima hukuman bagi kejahatannya, sesuai dengan keadilan Tuhan
(ayat 10).
Dengan hikmat Tuhan, perkataan Daud kepada Saul membukakan pikiran
dan hati Saul. Pertama, tindakan Saul memburu Daud bukanlah
kehendak Tuhan, melainkan bujukan manusia. Maka tidak akan pernah
berhasil (ayat 19-20). Kedua, tindakan Daud tidak membinasakan
Saul walau kesempatan terbuka lebar, membuktikan bahwa kecurigaan
Saul kepadanya sama sekali tidak beralasan (ayat 23-24).
Akibatnya, Saul mengakui bahwa ia telah berdosa dan berlaku bodoh
serta sesat (ayat 21).
Cara Tuhan melampaui pikiran manusia. Kita tak sanggup menyelami
kecemerlangan hikmat Tuhan. Itulah terakhir kali Saul
mengejar-ngejar Daud. Daud sudah terbebas dari cengkeraman
kedengkian dan kecemburuan Saul. Tuhan memang tidak pernah
tinggal diam melihat anak-anak-Nya ditindas oleh kelaliman
orang-orang yang tidak takut Tuhan. Dia punya cara jitu dan
melampaui akal manusia, untuk menolong kita. Namun Dia
mengharapkan ketaatan total kita pada cara dan waktu Dia. Maka
jangan kacaukan hidup dengan berupaya menyelesaikan sendiri
masalah kita!
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 26:1-25
1. Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata:
"Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara."
2 Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan
tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari
Daud di padang gurun Zif.
3 Berkemahlah Saul di bukit Hakhila yang di tepi jalan di
padang belantara, sedang Daud tinggal di padang gurun. Ketika
diketahui Daud, bahwa Saul datang mengikuti dia ke padang gurun,
4 disuruhnyalah pengintai-pengintai, maka diketahuinyalah,
bahwa Saul benar-benar datang.
5 Berkemaslah Daud, lalu sampai ke tempat Saul berkemah. Waktu
Daud melihat tempat Saul berbaring dengan Abner bin Ner, panglima
tentaranya, --Saul berbaring di tengah-tengah perkemahan, sedang
rakyat berkemah sekelilingnya--
6. berbicaralah Daud kepada Ahimelekh, orang Het itu, dan kepada
Abisai, anak Zeruya, saudara Yoab, katanya: "Siapa turun
bersama-sama dengan aku kepada Saul ke tempat perkemahan itu?"
Jawab Abisai: "Aku turun bersama-sama dengan engkau."
7 Datanglah Daud dengan Abisai kepada rakyat itu pada waktu
malam, dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di
tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah
pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring
sekelilingnya.
8 Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah
telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu
izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak
ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua
kali."
9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab
siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas
dari hukuman?"
10 Lagi kata Daud: "Demi TUHAN yang hidup, niscaya TUHAN akan
membunuh dia: entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah
karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana.
11 Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang
yang diurapi TUHAN. Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah
kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi."
12 Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah
kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak
ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab
sekaliannya tidur, karena TUHAN membuat mereka tidur nyenyak.
13. Setelah Daud sampai ke seberang, berdirilah ia jauh-jauh di
puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar antara mereka.
14 Dan berserulah Daud kepada tentara itu dan kepada Abner bin
Ner, katanya: "Tidakkah engkau menjawab, Abner?" Maka jawab
Abner, katanya: "Siapakah engkau ini yang berseru-seru kepada
raja?"
15 Kemudian berkatalah Daud kepada Abner: "Apakah engkau ini
bukan laki-laki? Siapakah yang seperti engkau di antara orang
Israel? Mengapa engkau tidak mengawal tuanmu raja? Sebab ada
seorang dari rakyat yang datang untuk memusnahkan raja, tuanmu
itu.
16 Tidak baik hal yang kauperbuat itu. Demi TUHAN yang hidup,
kamu ini harus mati, karena kamu tidak mengawal tuanmu, orang
yang diurapi TUHAN itu. Sekarang, lihatlah, di mana tombak raja
dan kendi yang ada di sebelah kepalanya?"
17 Saul mengenal suara Daud, lalu ia berkata: "Suaramukah itu,
anakku Daud?" Jawab Daud: "Suaraku, tuanku raja."
18 Lalu berkatalah ia: "Mengapa pula tuanku mengejar hambanya
ini? Apa yang telah kuperbuat? Apakah kejahatan yang melekat pada
tanganku?
19 Oleh sebab itu, kiranya tuanku raja mendengarkan perkataan
hambanya ini. Jika TUHAN yang membujuk engkau melawan aku, maka
biarlah Ia mencium bau korban persembahan; tetapi jika itu
anak-anak manusia, terkutuklah mereka di hadapan TUHAN, karena
mereka sekarang mengusir aku, sehingga aku tidak mendapat bagian
dari pada milik TUHAN, dengan berkata: Pergilah, beribadahlah
kepada allah lain.
20 Sebab itu, janganlah kiranya darahku tertumpah ke tanah,
jauh dari hadapan TUHAN. Sebab raja Israel keluar untuk mencabut
nyawaku, seperti orang memburu seekor ayam hutan di
gunung-gunung."
21. Lalu berkatalah Saul: "Aku telah berbuat dosa, pulanglah,
anakku Daud, sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu,
karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya,
perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali."
22 Tetapi Daud menjawab: "Inilah tombak itu, ya tuanku raja!
Baiklah salah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk
mengambilnya.
23 TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang,
sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku,
tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN.
24 Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di
mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan
hendaknya Ia melepaskan aku dari segala kesusahan."
25 Lalu berkatalah Saul kepada Daud: "Diberkatilah kiranya
engkau, anakku Daud. Apa juapun yang kauperbuat, pastilah engkau
sanggup melakukannya." Lalu pergilah Daud meneruskan
perjalanannya dan pulanglah Saul ke tempatnya.
|

14th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Senin, 14 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 27:1-28:2
Judul: Cara Manusia: Keliru!
Seberapa jauh kita harus berserah pada Tuhan? Adakah batas di mana
kita harus bertindak untuk menyelamatkan diri sendiri? Kita
mungkin sering mendengar kata-kata ini, "Allah menolong orang
yang menolong dirinya sendiri!" Tidak ada yang lebih menyesatkan
daripada pernyataan yang sangat tidak alkitabiah ini. Itulah yang
Daud lakukan, yaitu melarikan diri ke wilayah Filistin (ayat
27:1-4). Hal yang sama ia pernah lakukan beberapa saat yang lalu
(1Sam. 21:10-15).
Dengan melarikan diri ke luar wilayah Israel dan mengabdikan diri
pada Raja Akhis di Gat, Daud seakan-akan mempersalahkan Saul yang
menyebabkan dia berpaling dari Tuhan, untuk mencari perlindungan
ilah kafir (1Sam. 26:19b). Padahal ini adalah rekayasa Daud
sendiri. Ia tidak lagi mencari pimpinan Tuhan, seperti ketika ia
menolong kota Kehila (1Sam. 23:1-13).
Cara yang ditempuh Daud sangat riskan. Untuk meyakinkan Akhis bahwa
dirinya bukan ancaman bagi bangsa Filistin, ia harus berpura-pura
membantu Akhis melawan bangsanya sendiri (ayat 27:8-12). Masalah
muncul saat Akhis memutuskan untuk mengutus Daud dan pasukannya
menyertai pasukan Gat melawan pasukan Israel. Bagaimanakah
rencana manusia dapat menolong dirinya dari buah simalakama yang
ia ciptakan sendiri?
Kita pun sering tidak sabar menunggu waktu dan cara Tuhan dalam
menyelamatkan kita dari masalah hidup. Kita sudah memiliki
pemikiran sendiri tentang jalan keluar dari masalah kita. Tak
jarang kita bergerak sendiri mendahului Tuhan, bahkan tanpa
disadari sudah melawan Tuhan! Martin Luther mengajarkan bahwa
hidup anak Tuhan harus berpusat pada salib. Bukan hanya pada
waktu percaya Yesus dan diselamatkan, tetapi setiap langkah hidup
kita harus berpusat pada salib. Artinya memercayakan hidup
sepenuhnya pada pimpinan Kristus yang sudah menang atas segala
kuasa. Ia tak pernah keliru atau terlambat menolong!
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 27:1-28:2
1. Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: "Bagaimanapun juga pada
suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang
lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri
orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari
aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari
tangannya."
2 Bersiaplah Daud, lalu berjalan ke sana, ia dan keenam ratus
orang yang bersama-sama dengan dia itu, kepada Akhis bin Maokh,
raja kota Gat.
3 Daud dan semua orangnya menetap pada Akhis di Gat,
masing-masing dengan rumah tangganya; Daud dengan kedua orang
isterinya, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas
isteri Nabal, perempuan Karmel.
4 Setelah diberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah melarikan
diri ke Gat, ia tidak lagi mencarinya.
5 Berkatalah Daud kepada Akhis: "Jika kiranya aku mendapat
belas kasihanmu, biarlah diberikan kepadaku tempat di salah satu
kota di tanah datar, supaya aku tinggal di sana. Mengapa hambamu
ini tinggal padamu di kota kerajaan ini?"
6 Maka pada hari itu Akhis memberikan Ziklag kepadanya; itulah
sebabnya Ziklag menjadi kepunyaan raja-raja Yehuda sampai
sekarang.
7 Dan lamanya Daud tinggal di daerah orang Filistin adalah satu
tahun empat bulan.
8. Maka Daud dan orang-orangnya bergerak maju dan menyerbu orang
Gesur, orang Girzi dan orang Amalek; sebab orang-orang inilah
penduduk negeri itu yang membentang dari Telam ke arah Syur
sampai tanah Mesir.
9 Apabila Daud memusnahkan negeri itu, seorangpun tidak
dibiarkannya hidup, baik laki-laki maupun perempuan; ia merampas
kambing domba, lembu, keledai, unta dan pakaian, kemudian
pulanglah ia dan kembali kepada Akhis.
10 Jika Akhis bertanya: "Di mana kamu menyerbu pada hari ini?"
maka jawab Daud: "Di Tanah Negeb Yehuda," atau: "Di Tanah Negeb
orang Yerahmeel," atau: "Di Tanah Negeb orang Keni."
11 Daud tidak membiarkan hidup seorangpun, baik laki-laki
maupun perempuan, untuk dibawa ke Gat, sebab pikirnya:
"Jangan-jangan mereka mengabarkan tentang kami, dengan berkata:
Beginilah dilakukan Daud." Itulah kebiasaannya, selama ia tinggal
di daerah orang Filistin.
12 Tetapi Akhis mempercayai Daud, sebab pikirnya: "Tentulah ia
telah membuat diri dibenci di antara orang Israel, bangsanya; ia
akan menjadi hambaku sampai selamanya."
1 Samuel 28:1
1. Pada waktu itu orang Filistin mengerahkan tentaranya untuk
berperang melawan orang Israel. Lalu berkatalah Akhis kepada
Daud: "Ketahuilah baik-baik, bahwa engkau beserta orang-orangmu
harus maju berperang bersama-sama dengan aku dalam tentara."
2 Jawab Daud kepada Akhis: "Baik, engkau akan tahu, apa yang
dapat diperbuat hambamu ini." Lalu Akhis berkata kepada Daud:
"Sebab itu aku mengangkat engkau menjadi pengawalku sendiri
sampai selamanya."
|

15th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 15 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 28:3-25
Judul: Semakin Terpuruk
Bagaimana cara menolong orang yang sedang terpuruk seperti Saul?
Sebagai orang Kristen, kita mengajak orang itu untuk kembali
menyerahkan diri secara total kepada Tuhan. Sebab di dalam
Kristus, Allah mengampuni orang berdosa dan memberikan kesempatan
untuk berubah.
Sayang, tidak seorang pun dari pihak Saul yang dapat memberi nasihat
yang dia butuhkan. Samuel, nabi yang dulu mengurapi dia, telah
meninggal. Memang dulu Saul menunjukkan sikap menolak nasihat
Samuel. Ternyata terbukti bahwa Samuel adalah nabi sejati. Akibat
ketidaktaatan Saul, ia ditolak Tuhan. Upaya Saul mencari petunjuk
dari Tuhan tidak mendapat hasil (ayat 6).
Dalam keadaan terpepet, Saul teringat Samuel dan berupaya mencari
nasihatnya. Sekali lagi sayang, caranya keliru. Saul mencari
Samuel melalui seorang peramal. Padahal cara ini tidak
diperkenankan Tuhan (Ul. 18:9-12). Saul sendiri pernah melarang
kegiatan ramal-meramal dan semua praktik perdukunan di Israel
(ayat 3b, 9).
Kemurahan Tuhanlah yang mengizinkan Saul mendengarkan suara Samuel
(ayat 16-19). Perikop ini memang menimbulkan perdebatan mengenai
apakah seseorang yang sudah mati bisa berkomunikasi dengan yang
masih hidup. Namun kita harus perhatikan bahwa ini adalah kasus
khusus, artinya bukan semua orang akan mengalami hal ini. Suara
Samuel hanya menegaskan pernyataannya ketika ia masih hidup,
bahwa Tuhan telah menolak Saul karena Saul tidak taat kepada Dia.
Saul dan keluarganya bersama dengan umat Israel akan menderita
kekalahan dari bangsa Filistin.
Catatan 1 Samuel selanjutnya memang mengisahkan secara tragis
kematian Saul, anak-anaknya, dan kekalahan Israel. Bagi Saul,
pintu pertobatan telah tertutup. Syukur kepada Kristus, karena
oleh darah-Nya, kita yang berulang kali gagal taat, mendapatkan
kemurahan-Nya. Maka jangan berkanjang terus dalam dosa dan
keputusasaan. Arahkan mata pada salib Kristus dan bangkit dari
keterpurukan!
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++
1Samuel 28:3-25
3 Adapun Samuel sudah mati. Seluruh orang Israel sudah meratapi
dia dan mereka telah menguburkan dia di Rama, di kotanya. Dan
Saul telah menyingkirkan dari dalam negeri para pemanggil arwah
dan roh peramal.
4 Orang Filistin itu berkumpul, lalu bergerak maju, dan
berkemah dekat Sunem. Saul mengumpulkan seluruh orang Israel,
lalu mereka berkemah di Gilboa.
5 Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia
dan hatinya sangat gemetar.
6 Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab
dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan
para nabi.
7. Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku
seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak
pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya
menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup
memanggil arwah."
8 Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan
pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam
sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau
menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya
muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu."
9 Tetapi perempuan itu menjawabnya: "Tentu engkau mengetahui
apa yang diperbuat Saul, bahwa ia telah melenyapkan dari dalam
negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. Mengapa engkau
memasang jerat terhadap nyawaku untuk membunuh aku?"
10 Lalu bersumpahlah Saul kepadanya demi TUHAN, katanya: "Demi
TUHAN yang hidup, tidak akan ada kesalahan tertimpa kepadamu
karena perkara ini."
11 Sesudah itu bertanyalah perempuan itu: "Siapakah yang harus
kupanggil supaya muncul kepadamu?" Jawabnya: "Panggillah Samuel
supaya muncul kepadaku."
12 Ketika perempuan itu melihat Samuel, berteriaklah ia dengan
suara nyaring. Lalu perempuan itu berkata kepada Saul, demikian:
"Mengapa engkau menipu aku? Engkau sendirilah Saul!"
13 Maka berbicaralah raja kepadanya: "Janganlah takut; tetapi
apakah yang kaulihat?" Perempuan itu menjawab Saul: "Aku melihat
sesuatu yang ilahi muncul dari dalam bumi."
14 Kemudian bertanyalah ia kepada perempuan itu: "Bagaimana
rupanya?" Jawabnya: "Ada seorang tua muncul, berselubungkan
jubah." Maka tahulah Saul, bahwa itulah Samuel, lalu berlututlah
ia dengan mukanya sampai ke tanah dan sujud menyembah.
15. Sesudah itu berbicaralah Samuel kepada Saul: "Mengapa engkau
mengganggu aku dengan memanggil aku muncul?" Kata Saul: "Aku
sangat dalam keadaan terjepit: orang Filistin berperang melawan
aku, dan Allah telah undur dari padaku. Ia tidak menjawab aku
lagi, baik dengan perantaraan nabi maupun dengan mimpi. Sebab itu
aku memanggil engkau, supaya engkau memberitahukan kepadaku, apa
yang harus kuperbuat."
16 Lalu berbicaralah Samuel: "Mengapa engkau bertanya kepadaku,
padahal TUHAN telah undur dari padamu dan telah menjadi musuhmu?
17 TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankan-Nya
dengan perantaraanku, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari
tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud.
18 Karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN dan tidak
melaksanakan murka-Nya yang bernyala-nyala itu atas Amalek,
itulah sebabnya TUHAN melakukan hal itu kepadamu pada hari ini.
19 Juga orang Israel bersama-sama dengan engkau akan diserahkan
TUHAN ke dalam tangan orang Filistin, dan besok engkau serta
anak-anakmu sudah ada bersama-sama dengan daku. Juga tentara
Israel akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin."
20. Pada saat itu juga rebahlah Saul memanjang ke tanah sebab ia
sangat ketakutan oleh karena perkataan Samuel itu. Juga tidak ada
lagi kekuatannya, karena sehari semalam itu ia tidak makan
apa-apa.
21 Perempuan itu mendekati Saul lalu melihat, bahwa Saul sangat
terkejut. Kemudian berkatalah perempuan itu kepadanya: "Lihat,
budakmu ini telah mendengarkan permintaanmu; aku telah
mempertaruhkan nyawaku dan mendengarkan perkataan yang kaukatakan
kepadaku.
22 Oleh sebab itu, kiranya engkaupun mendengarkan permintaan
budakmu ini. Izinkanlah aku menyajikan kepadamu sepotong roti;
makanlah, supaya ada kekuatanmu, apabila engkau berjalan pula."
23 Tetapi Saul menolak dan berkata: "Aku tidak mau makan."
Tetapi ketika para pegawainya serta perempuan itu juga mendesak,
maka didengarkannyalah permintaan mereka, lalu bangkitlah ia dari
tanah dan duduk di balai-balai.
24 Perempuan itu mempunyai seekor anak lembu tambun di rumahnya
maka segeralah ia menyembelih itu. Ia mengambil tepung,
diremasnya dan dibakarnya menjadi roti yang tidak beragi.
25 Dihidangkannyalah semuanya itu ke depan Saul dan ke depan
para pegawainya, lalu mereka makan. Kemudian bangkitlah mereka
dan pergi pada malam itu juga.
|

16th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 16 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 29:1-11
Judul: Kemurahan Tuhan
Upaya manusia menyelesaikan masalahnya sendiri seringkali justru
membuahkan masalah yang lebih besar. Sama seperti berusaha
menutupi satu dosa dengan dosa lainnya. Oleh karena itu kita
butuh untuk selalu dekat dengan Tuhan dan membiarkan Tuhan campur
tangan dalam setiap masalah yang kita hadapi.
Daud berada dalam situasi yang serba salah karena ia telah mencari
jalan keluar sendiri dari permasalahannya. Padahal sebenarnya
Tuhan sudah campur tangan sejak awal. Terbukti bahwa pelariannya
ke Gat akhirnya membuahkan masalah. Perintah Akhis jelas, Daud
dan pasukannya harus membantu Filistin melawan Israel, bangsanya
sendiri (1Sam. 28:1). Itu berarti Daud harus berhadapan dengan
Saul, Yonatan, dan pasukan Israel! Bayangkan! Bila ini sampai
terjadi, bukankah Daud benar-benar menjadi pengkhianat bangsa?
Sekali ini, Daud tidak tahu harus bertindak apa.
Syukur kepada Tuhan, walau Daud telah bersalah karena mencari
jalannya sendiri, Tuhan masih berkenan menolong dia. Tuhan
memakai kecurigaan dan ketidakpercayaan raja-raja Filistin
lainnya terhadap kumpulan orang Ibrani itu, sehingga Raja Akhis
terpaksa melepaskan Daud dan pasukannya dari kewajiban berperang
bagi Filistin saat melawan Israel (ayat 6-7). Tentu hal ini
menimbulkan kelegaan besar bagi Daud. Beban yang berat di bahunya
diangkat.
Adakah pengalaman Anda yang mirip dengan yang pernah Daud alami?
Pernahkah Anda melakukan kesalahan, yang oleh karena kemurahan
dan keajaiban Tuhan, akibatnya tidak harus Anda tanggung sendiri?
Kita harus bersyukur atas segala kebaikan Tuhan. Ia begitu
panjang sabar. KemurahanNya begitu besar sehingga Ia mau
melepaskan kita dari jerat yang kita anyam sendiri. Namun tentu
saja, itu bukan alasan bagi kita untuk melakukan kesalahan yang
sama berulang kali. Yang kita harus lakukan adalah bertekad untuk
lebih setia lagi mengikuti petunjuk firman-Nya, serta lebih
bersungguh-sungguh lagi melayani Tuhan.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 29:1-11
1. Orang Filistin mengumpulkan segala tentara mereka ke Afek,
sedang orang Israel berkemah dekat mata air yang di Yizreel.
2 Maka ketika raja-raja kota orang Filistin berjalan lewat
dalam pasukan-pasukan seratus dan seribu, dan ketika juga Daud
beserta orang-orangnya berjalan lewat di belakangnya bersama-sama
dengan Akhis,
3 berkatalah para panglima orang Filistin itu: "Apa gunanya
orang-orang Ibrani ini?" Jawab Akhis kepada para panglima orang
Filistin itu: "Bukankah dia itu Daud, hamba Saul, raja Israel,
yang sudah satu dua tahun bersama-sama dengan aku, tanpa kudapati
sesuatupun kesalahan padanya sejak saat ia membelot sampai hari
ini?"
4 Tetapi para panglima orang Filistin itu menjadi marah
kepadanya; serta berkata kepadanya: "Suruhlah orang itu pulang,
supaya ia kembali ke tempat, yang kautunjukkan kepadanya, dan
janganlah ia pergi berperang, bersama-sama dengan kita, supaya
jangan ia menjadi lawan kita dalam peperangan. Sebab dengan
apakah orang ini dapat menyukakan hati tuannya, kecuali dengan
memberi kepala-kepala orang-orang ini?
5 Bukankah dia ini Daud yang dinyanyikan orang secara
berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan
beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?"
6. Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: "Demi TUHAN
yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika
engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab
aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau
datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai
oleh raja-raja kota.
7 Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan
lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin
itu."
8 Tetapi Daud berkata kepada Akhis: "Apa yang telah kuperbuat?
Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku
menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh
ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?"
9 Lalu Akhis menjawab Daud: "Aku tahu, engkau ini memang
kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin
telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan
kita.
10 Jadi, bangunlah pagi-pagi beserta orang-orang tuanmu ini
yang datang bersama-sama dengan engkau; bangunlah kamu pagi-pagi,
segera sesudah hari cukup terang bagimu, dan pergilah."
11 Lalu bangunlah Daud dan orang-orangnya pagi-pagi untuk
berjalan pulang ke negeri orang Filistin, sedang orang Filistin
itu bergerak maju ke Yizreel.
|

17th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 17 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 30:1-15
Judul: Belajar Sandar Tuhan Lagi
Pesan apa seharusnya yang kita tangkap ketika Tuhan telah menolong
kita keluar dari masalah yang sebenarnya kita buat sendiri?
Tentu bukan supaya kita bebas melakukan kesalahan lagi.
Sebaliknya, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama,
terutama dalam hal bahwa kita tidak bersandar kepada Dia.
Pertolongan Tuhan atas Daud saat ia menghadapi masalah bukan
semata-mata untuk meluputkan dia dari akibat kebodohannya
sendiri, melainkan agar Daud kembali bersandar Tuhan. Peristiwa
yang terjadi di Ziklag merupakan semacam ujian bagi Daud, apakah
ia akan bertindak menurut pikirannya sendiri atau apakah ia akan
kembali mengandalkan Tuhan.
Kejadian di Ziklag sungguh meremukkan hati Daud dan pasukannya.
Mereka baru saja kembali dari arena pertempuran, yang jauhnya
tiga hari perjalanan. Mereka sedang merasakan keletihan bercampur
kelegaan. Keletihan karena perjalanan jauh, kelegaan karena tak
jadi berperang dengan saudara sebangsa mereka. Namun apa yang
mereka lihat sungguh membuat semangat mereka merosot. Kota Ziklag
terbakar habis dan keluarga mereka serta penduduk Ziklag lainnya
telah ditawan oleh musuh mereka, orang Amalek. Tentu saja orang
Ziklag menjadi sedih dan marah. Kedatangan Daud membuat mereka
ingin melampiaskan perasaan mereka dengan melempari Daud dengan
batu (ayat 6a). Syukur pada saat itu Daud melibatkan Tuhan
kembali dalam perkara yang dia hadapi (ayat 6b-8). Maka setelah
meminta petunjuk Tuhan, Daud dan pasukannya mengejar musuh untuk
melepaskan sanak keluarga mereka yang tertawan.
Tidak pernah ada satu perkara yang Tuhan izinkan terjadi tanpa maksud
baik Tuhan. Kejadian-kejadian buruk sekalipun dapat menjadi alat
Tuhan untuk membawa kita kembali kepada Dia. Sebab itu,
peliharalah sikap bersandar penuh kepada Tuhan. Jangan
mengandalkan pikiran sendiri. Taati penuh firman Tuhan dan yakini
total pertolongan-Nya
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 30:1-15
1. Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari
yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag;
Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis.
2 Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan
muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorangpun;
mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya.
3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah
kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang
laki-laki dan perempuan telah ditawan.
4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia
itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
5 Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan
Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak
melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati,
masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud
menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
7. Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin
Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod
itu kepada Daud.
8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah
aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan
Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau
akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."
9 Lalu pergilah Daud beserta keenam ratus orang yang
bersama-sama dengan dia, dan sampailah mereka ke sungai Besor.
Sementara orang-orang yang mau tinggal di belakang berhenti di
sana,
10 maka Daud melanjutkan pengejaran itu beserta empat ratus
orang. Dua ratus orang yang terlalu lelah untuk menyeberangi
sungai Besor itu, berhenti di sana.
11 Kemudian mereka menemui seorang Mesir di padang lalu
membawanya kepada Daud. Mereka memberi dia roti, lalu makanlah
ia, kemudian mereka memberi dia minum air,
12 dan memberikan kepadanya sepotong kue ara dan dua buah kue
kismis, dan setelah dimakannya, ia segar kembali, sebab ia tidak
makan dan minum selama tiga hari tiga malam.
13 Kemudian bertanyalah Daud kepadanya: "Budak siapakah engkau
dan dari manakah engkau?" Jawabnya: "Aku ini seorang pemuda
Mesir, budak kepunyaan seorang Amalek. Tuanku meninggalkan aku,
karena tiga hari yang lalu aku jatuh sakit.
14 Kami telah menyerbu Tanah Negeb orang Kreti dan daerah
Yehuda dan Tanah Negeb Kaleb, dan Ziklag telah kami bakar habis."
15 Daud bertanya kepadanya: "Dapatkah engkau menunjuk jalan
kepadaku ke gerombolan itu?" Katanya: "Bersumpahlah kepadaku demi
Allah, bahwa engkau tidak akan membunuh aku, dan tidak akan
menyerahkan aku ke dalam tangan tuanku itu, maka aku akan
menunjuk jalan kepadamu ke gerombolan itu."
|

18th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 18 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 30:16-31
Judul: Rasa Keadilan
Salah satu karakter yang perlu dibangun dalam diri seorang pemimpin
adalah sikap menjunjung tinggi keadilan. Sikap menjunjung
keadilan tidak sama dengan menjalankan hukum secara kaku. Sikap
adil akan mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil
keputusan.
Ketika Daud dan pasukannya bergegas mengejar musuh, di tengah jalan
ada sejumlah orang yang tidak sanggup melanjutkan perjalanan
karena terlalu letih (ayat 9-10). Mereka akhirnya tidak ikut
menaklukkan musuh. Mereka juga tidak ikut mengangkut jarahan yang
diperoleh dari kemenangan gemilang tersebut (ayat 17-20).
Sebagian orang yang ikut memenangkan peperangan jadi bersikap sombong
karena merasa berjasa. Orang-orang itu melecehkan mereka yang
tidak ikut perang dengan cara tidak mau membagi hasil jarahan
yang didapat. Berlawanan dengan sikap mereka, Daud menetapkan
bahwa mereka yang tidak ikut berperang memiliki hak yang sama
atas jarahan, sama seperti mereka yang ikut berperang (ayat
23-24). Sikap Daud ini sungguh terpuji. Dia bertindak adil. Ia
melihat kemenangan yang mereka capai sebagai anugerah Tuhan,
bukan karena usaha dan kekuatan mereka. Maka tak boleh ada orang
merasa berjasa. Daud tidak memandang rendah orang-orang yang
kelelahan itu. Dia tahu bahwa setiap orang bisa saja mengalami
situasi seperti itu. Sikap Daud terhadap saudara-saudara
sebangsanya ini menunjukkan sikap seorang pemimpin yang adil dan
besar hati (ayat 26-31).
Sebenarnya bukan hanya pemimpin, tetapi setiap orang percaya pun
harus bersikap adil terhadap sesama. Ketika memiliki peranan
besar dalam suatu pelayanan, kita tak perlu menyombongkan diri
dan meremehkan orang yang kita anggap hanya memiliki peranan
kecil. Hargailah setiap orang, seberapa kecil pun peranannya.
Janganlah perbedaan peranan membuat kita memandang rendah orang
lain. Latihlah diri kita untuk memperlakukan mereka dengan adil
dan penuh kemurahan.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Samuel 30:16-31
16 Ia menunjuk jalan kepada Daud ke sana, dan tampaklah
orang-orang itu berpencar-pencar di atas seluruh daerah itu,
sambil makan, minum dan mengadakan perayaan karena jarahan yang
besar, yang telah dirampas mereka dari tanah orang Filistin dan
dari tanah Yehuda.
17 Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari
pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorangpun
dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang muda yang
melarikan diri dengan menunggang unta.
18 Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek
itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud.
19 Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil
sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan,
dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas
mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.
20 Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu
digiring mereka di hadapannya, serta berkata: "Inilah jarahan
Daud."
21. Ketika Daud sampai kepada kedua ratus orang yang telah
terlalu lelah untuk mengikuti Daud, yang telah dibiarkannya
tinggal di dekat sungai Besor, maka keluarlah orang-orang ini
menyongsong Daud dan menyongsong rakyat yang bersama-sama dengan
dia. Daud mendekati orang-orang itu dan memberi salam kepada
mereka.
22 Kemudian mulailah berbicara semua orang jahat dan orang
dursila di antara orang-orang, yang ikut pergi bersama-sama
dengan Daud itu, katanya: "Karena mereka tidak ikut pergi
bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka
apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada
masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka
bawa, dan biarlah mereka pergi!"
23 Tetapi Daud berkata: "Janganlah kamu, saudara-saudaraku,
berbuat demikian, dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita;
sebab Ia telah melindungi kita, dan menyerahkan ke dalam tangan
kita gerombolan yang menyerang kita.
24 Siapa yang mau mendengarkan kamu dalam perkara ini? Sebab,
bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama
seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi
sama-sama."
25 Dan demikianlah halnya sejak hari itu dan seterusnya; hal
itu ditentukannya menjadi ketetapan dan peraturan bagi orang
Israel sampai sekarang.
26 Ketika Daud sampai ke Ziklag, dikirimnyalah sebagian dari
jarahan itu kepada para tua-tua di Yehuda, kepada teman-temannya,
dengan pesan: "Inilah pemberian kepadamu dari jarahan yang
dirampas dari musuh TUHAN,"
27 yakni kepada yang di Betel, kepada yang di Ramot di Tanah
Selatan, kepada yang di Yatir,
28 kepada yang di Aroer, kepada yang di Sifmot, kepada yang di
Estemoa,
29 kepada yang di Rakhal, kepada yang di kota-kota orang
Yerahmeel, kepada yang di kota-kota orang Keni,
30 kepada yang di Horma, kepada yang di Bor-Asan, kepada yang
di Atakh,
31 kepada yang di Hebron dan kepada segala tempat di mana Daud
dengan orang-orangnya mengembara.
|

18th July 2008
|
|
| |