 |
|

29th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 30 Juli 2008
Ayat SH: Mazmur 33
Judul: Nyanyian Baru bagi Tuhan
Bagaimana menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan setiap hari? Bukan
dengan menciptakan lagu baru, melainkan dengan menghayati
kehadiran Tuhan dalam hidup kita secara segar dan baru. Pemazmur
mengajak kita melihat alam semesta ini dari kacamata Tuhan yang
senantiasa aktif menyatakan pemeliharaan-Nya atas dunia ini.
Walau dunia ini penuh ketidakadilan dan pelanggaran hukum, jiwa kita
disegarkan oleh kenyataan bahwa Allah kita adalah Allah yang adil
dan kesetiaan-Nya tidak berubah (ayat 4-5). Anak-anak Tuhan boleh
berharap dengan kepastian bahwa satu saat kelak keadilan-Nya akan
ditegakkan. Hukum-hukum-Nya menjadi pembimbing hidup yang pasti.
Betapa hati kita trenyuh melihat dan merasakan bumi yang semakin
rusak dan panas. Namun kita diingatkan oleh mazmur ini bahwa Sang
Pencipta tidak membiarkan ciptaan-Nya hancur (ayat 6-9). Dia
bertindak, menghakimi para perusak lingkungan. Dia bertindak,
membela ciptaan-Nya dari kesewenang-wenangan manusia.
Sesungguhnya semangat kita bergelora kembali untuk ikut serta
membangun, melestarikan, dan memperbaiki bumi kita.
Realitas saat ini adalah bangsa berperang melawan bangsa, banyak
penindasan, juga kekacauan. Bangsa-bangsa adikuasa semakin
pongah, sementara suku-suku minoritas menjerit terjepit. Namun
sejarah memperlihatkan Tangan Kuasa Allah yang berdaulat
menggagalkan rencana-rencana secanggih menara Babel (ayat 10-11).
Kita tidak perlu putus berharap bahwa kelak Tuhan akan datang,
Kerajaan-Nya tegak mengatasi semua kerajaan dunia.
Anak-anak Tuhan tidak perlu kehilangan iman karena Tuhan masih
berkarya dan karya-Nya menyatakan kuasa dan kasih setia-Nya. Ia
sanggup dan Ia terus menerus memelihara umat-Nya (ayat 18-19).
Naikkan pujian setiap hari dari hati yang senantiasa diperbarui
dalam iman, yang mewujud dalam ucapan syukur dan tindakan kasih
yang nyata kepada setiap orang yang kita jumpai.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 33
1. Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab
memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
2 Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah
bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi
baik-baik dengan sorak-sorai!
4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya
dengan kesetiaan.
5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih
setia TUHAN.
6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari
mulut-Nya segala tentaranya.
7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh
samudera raya ke dalam wadah.
8 Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua
penduduk dunia gentar terhadap Dia!
9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi
perintah, maka semuanya ada.
10 TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan
rancangan suku-suku bangsa;
11 tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan
hati-Nya turun-temurun.
12. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa
yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
13 TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
14 dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.
15 Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan
segala pekerjaan mereka.
16 Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang
pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.
17 Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang
sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.
18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut
akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara
hidup mereka pada masa kelaparan.
20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan
perisai kita!
21 Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya
yang kudus kita percaya.
22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti
kami berharap kepada-Mu.
|

30th July 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 31 Juli 2008
Ayat SH: Mazmur 34:1-11
Judul: Alami Tuhan
Bagaimana meyakinkan orang lain bahwa Tuhan itu baik? Untuk
orang-orang yang berpikiran modern, kita bisa mengajukan sejumlah
bukti akan kebaikan Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab, atau
yang dapat diperiksa dari kenyataan alam semesta ciptaan-Nya.
Namun orang-orang yang dipengaruhi oleh pandangan pascamodern,
yang merelatifkan segala kebenaran, tidak butuh pengajaran dan
berbagai bukti tertulis. Yang mereka butuhkan adalah pengalaman
sebagai bukti.
Mazmur ini mengajak para pembacanya untuk mengalami Tuhan. Alami
sendiri kebaikan-Nya (ayat 9) sebagaimana yang telah pemazmur
rasakan. Apa yang pemazmur rasakan dan alami? Rupanya mazmur ini
lahir dari pengalaman Daud yang dilindungi Tuhan saat melarikan
diri dari Saul, yang hendak membunuh dirinya (ayat 1; lih. 1
Samuel 18-27). Sebagai seorang buronan, berulang kali Daud
mengalami kesesakan, penindasan, dan merasa terjepit. Namun
setiap kali ia menjerit kepada Tuhan, Tuhan menolong tepat pada
waktunya (ayat 7). Perlindungan Tuhan dirasakan bagai dijaga oleh
pasukan malaikat yang mengelilingi dia (ayat 8). Bagaikan satpam
atau pengawal khusus yang dua puluh empat jam sehari menjaga
penuh.
Pemazmur mengajak para pembacanya merespons Tuhan agar pengalaman
hidup mereka diperkaya. Mari, pandanglah Tuhan, maka hidup ini
akan penuh kesukacitaan (ayat 7). Ayo, takutlah akan Tuhan, maka
Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita (ayat 10-11).
Mengalami Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tak usah
menunggu saat tekanan hidup tak tertahankan lagi. Alami Tuhan
dengan melibatkan Dia dalam segala aspek hidup Anda. Dekatkan
diri pada-Nya dengan sikap yang terbuka agar Dia dengan bebas
menyapa dan menjamah hidup Anda. Saat Anda mengalami kehadiran
atau pertolongan-Nya, naikkan syukur bersama-sama umat Tuhan
lainnya. Mahsyurkan nama-Nya di hadapan orang lain.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 34:1-11
1. Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di
depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi. (34-2) Aku
hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya
tetap di dalam mulutku.
2 (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang
yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
3 (34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah
kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
4 (34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan
melepaskan aku dari segala kegentaranku.
5 (34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan
berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
6 (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
7 (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang
takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
8 (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus,
sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
10 (34-11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi
orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang
baik.
|

1st August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 1 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 34:12-23
Judul: Alami kebaikan Tuhan
Menjadi orang benar tentu bukan terjadi karena usaha sendiri,
melainkan karena anugerah Tuhan. Namun hidup senantiasa sebagai
orang benar yang mempraktikkan kebenaran, merupakan seni yang
harus terus menerus dipelajari dan diterapkan sejak awal
kehidupan.
Pemazmur menasihati anak-anak muda agar mereka belajar hidup takut
akan Tuhan sejak dini. Takut akan Tuhan berarti menjadikan
karakter Tuhan sebagai cerminan hidup. Itu berarti kata-kata dan
tindakan mereka harus sesuai dengan kekudusan Tuhan.
Pemazmur memaparkan akibat hidup takut akan Tuhan, yaitu berumur
panjang untuk menikmati kebaikan-Nya (ayat 13). Menikmati
kebaikan Tuhan bukan berarti tidak akan mengalami masalah
apa-apa. Pemazmur dengan jelas menyebut bahwa orang benar bisa
saja mengalami penderitaan (ayat 20). Penderitaan apa saja yang
bisa dialami orang benar? Penderitaan fisik maupun penderitaan
batin (ayat 19, 21) karena melihat dan mengalami kejahatan yang
merajalela di dunia ini. Kalau begitu, kebaikan Tuhan seperti apa
yang bisa dirasakan di tengah penderitaan? Pertama, mengalami
pertolongan Tuhan tepat pada waktu-Nya sehingga penderitaan yang
dialami tidak sampai menghancurkan atau membinasakan anak Tuhan
(ayat 18, 21). Kedua, melihat keadilan Tuhan ditegakkan.
Orang-orang jahat akan mendapatkan balasannya (ayat 17, 22).
Kejahatan mereka tidak langgeng bahkan bisa berbalik
menghancurkan mereka.
Karena dunia ini jahat dan bertolak belakang dalam segala hal dengan
hidup orang benar, maka anak-anak Tuhan akan senantiasa mengalami
masalah. Baik masalah yang secara otomatis mengganggu kita karena
cara hidup kita yang melawan cara dunia ini, maupun yang secara
sengaja dikenakan kepada kita untuk menekan dan menghancurkan
iman kita. Alamilah kebaikan Tuhan dengan melihat pertolongan-Nya
pada waktu-Nya dan lihatlah bagaimana Tuhan membalikkan kejahatan
menimpa pelakunya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 34:12-23
11. (34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan
TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini
umur panjang untuk menikmati yang baik?
13 (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu
terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik,
carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
15 (34-16) Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan
telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;
16 (34-17) wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat
untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka
TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati,
dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
19 (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN
melepaskan dia dari semuanya itu;
20 (34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang
patah.
21 (34-22) Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa
yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.
22 (34-23) TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua
orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
|

1st August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Sabtu, 2 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 35
Judul: Minta Keadilan pada Tuhan
Di manakah dan kepada siapakah kita bisa berharap mendapatkan
keadilan? Seharusnya di pengadilan dan kepada hakim! Kenyataan
memperlihatkan kepada kita, betapa buruknya sistem peradilan di
negara kita. Selain itu, moralitas pelaku keadilan pun perlu
dipertanyakan.
Pemazmur memilih meminta keadilan pada Tuhan (ayat 24). Ia memulai
gugatannya/"berbantah" (rib-Ibr. adalah istilah teknis di
pengadilan) atas orang-orang fasik yang sedang menggugat (rib)
dirinya (ayat 1) dengan gugatan palsu. Ia meminta Tuhan membela
perkaranya (rib).
Apa kejahatan orang-orang yang digugat pemazmur? Pertama, mereka
senang berbuat jahat (ayat 7) dan menghancurkan orang lain yang
tidak bersalah (ayat 4, 8). Kejahatan bagaikan makanan
sehari-hari buat mereka. Kedua, mereka membalas kebaikan dengan
kejahatan (ayat 12-16), padahal pemazmur telah berlaku sangat
peduli terhadap mereka (ayat 13-14). Ini mungkin yang paling
menyakitkan dia secara pribadi. Bagi dia, ini merupakan sebuah
pengkhianatan. Ketiga, mereka bersikap sombong karena mengira
gugatan mereka untuk menghancurkan si pemazmur pasti berhasil
(ayat 21, 25).
Mazmur ini bukan ratapan orang yang dirundung duka dan putus asa,
sebaliknya pemazmur sangat percaya bahwa ia dapat mengandalkan
keadilan Tuhan (ayat 24, 28). Tuhan pasti membela perkaranya dan
para musuh pasti akan terbukti bersalah. Oleh karena itu suasana
yang dominan dari mazmur ini adalah keyakinan dan syukur (ayat
9-10, 27-28).
Dunia bisa saja berlaku tidak adil dan tutup mata terhadap kebenaran.
Dunia bisa saja menindas dan memfitnah orang benar. Namun Tuhan
tahu menjaga dan membela umat yang Dia kasihi. Sebagai orang
percaya, kita sendiri harus memelihara hidup kudus, menegakkan
keadilan, serta membela orang yang lemah dan tertindas. Jangan
biarkan orang-orang fasik menemukan celah untuk mendakwa kita dan
dengan demikian mereka mempermalukan nama Tuhan! Berharaplah
kepada Tuhan dan bertindaklah benar.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 35
1. Dari Daud. Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah
dengan aku, berperanglah melawan orang yang berperang melawan
aku!
2 Peganglah perisai dan utar-utar, bangunlah menolong aku,
3 cabutlah tombak dan kapak menghadapi orang-orang yang
mengejar aku; katakanlah kepada jiwaku: "Akulah keselamatanmu!"
4 Biarlah mendapat malu dan kena noda, orang-orang yang ingin
mencabut nyawaku; biarlah mundur dan tersipu-sipu orang-orang
yang merancang kecelakaanku!
5 Biarlah mereka seperti sekam dibawa angin, didorong Malaikat
TUHAN;
6 biarlah jalan mereka gelap dan licin, dan Malaikat TUHAN
mengejar mereka!
7 Karena tanpa alasan mereka memasang jaring terhadap aku,
tanpa alasan mereka menggali pelubang untuk nyawaku.
8 Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak
disangka-sangka, jerat yang dipasangnya, biarlah menangkap dia
sendiri, biarlah ia jatuh dan musnah!
9 Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena
keselamatan dari pada-Nya;
10 segala tulangku berkata: "Ya, TUHAN, siapakah yang seperti
Engkau, yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang
lebih kuat dari padanya, orang sengsara dan miskin dari tangan
orang yang merampasi dia?"
11. Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri, apa yang
tidak kuketahui, itulah yang mereka tuntut dari padaku.
12 Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus
mencekam aku.
13 Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung;
aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul
dalam dadaku,
14 seolah-olah temanku atau saudarakulah yang sakit,
demikianlah aku berlaku; seperti orang yang berkeluh kesah karena
kematian ibu, demikianlah aku tunduk dengan pakaian kabung.
15 Tetapi ketika aku tersandung jatuh, bersukacitalah mereka
dan berkerumun, berkerumun melawan aku; orang-orang asing yang
tidak kukenal menista aku dengan tidak henti-hentinya;
16 dengan fasik mereka mengolok-olok terus, menggertakkan
giginya terhadap aku.
17. Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja?
Selamatkanlah jiwaku dari perusakan mereka, nyawaku dari
singa-singa muda!
18 Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah yang
besar, di tengah-tengah rakyat yang banyak aku mau memuji-muji
Engkau.
19 Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku orang-orang yang
memusuhi aku tanpa sebab, atau mengedip-ngedipkan mata
orang-orang yang membenci aku tanpa alasan.
20 Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap
orang-orang yang rukun di negeri mereka merancangkan penipuan,
21 mereka membuka mulutnya lebar-lebar terhadap aku dan
berkata: "Syukur, syukur, mata kami telah melihatnya!"
22 Engkau telah melihatnya, TUHAN, janganlah berdiam diri, ya
Tuhan, janganlah jauh dari padaku!
|

3rd August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Minggu, 3 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 36
Judul: Siapa Tuhan Anda?
Siapakah yang dipertuan oleh orang fasik? Paulus berkata, "perut"
adalah Tuhan mereka (Flp. 3:19). Yang dimaksud adalah kedagingan
atau hawa nafsu mereka. Pemazmur menegaskan bahwa dosa adalah
tuhannya orang fasik. Kata "bertutur" (neum, Ibr.) biasa dipakai
di kitab nabi-nabi dengan subjek Tuhan (Yer. 23:31). Jadi bagi
orang fasik, yang mengatur hidup mereka, yang mereka rancang, dan
yang mereka inginkan (ayat 3-5) adalah dosa. Mereka adalah hamba
dosa (Yoh. 8:34).
Pemazmur mengajak para pembacanya untuk menyadari betapa beruntungnya
setiap orang yang Tuhannya adalah Yahweh. Karena Yahweh setia dan
kasih setia-Nya tidak terbatas, bahkan melampaui alam semesta ini
(ayat 6). Ia juga merupakan sumber kehidupan (ayat 10). Bukan
hanya perlindungan dan kesejahteraan yang dialami oleh semua
orang yang berTuhankan Yahweh (ayat 8-9), tetapi kepastian hukum
oleh karena keadilan Tuhan menjadi pegangan mereka untuk hidup di
dunia yang penuh orang fasik (ayat 7). Maka dengan penuh
keyakinan, pemazmur memohon agar Tuhan bertindak menjadi Hakim
adil, yang membela orang benar dan membinasakan orang fasik (ayat
11-13).
Kita mudah mengalami salah arah dalam hidup karena dunia tampil lebih
marak dan memikat dengan gaya hidup antiYesus. Apalagi nampaknya
sikap hidup yang demikian lebih menyenangkan dan lebih diterima
oleh dunia ini. Kalau memang hidup ini berakhir di dunia ini maka
alternatif di atas mungkin sudah pas. Namun sebagai anak-anak
Tuhan kita diingatkan bahwa, dunia ini milik Tuhan sehingga
manusia tidak bisa bertindak dengan sembarangan. Setiap tindakan
kita akan dipertanggungjawabkan, cepat atau lambat, di hadapan
Hakim yang Mahaadil. Kita juga harus mengingat bahwa hidup ini
tidak berhenti di dunia ini. Ada kekekalan. Kelak kita harus
mempertanggungjawabkan bagaimana kita mengisi hidup kita. Hanya
dengan hidup berpusatkan Kristus, kita berkenan kepada-Nya.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 36
1. Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud. (36-2)
Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik; rasa takut kepada Allah
tidak ada pada orang itu,
2 (36-3) sebab ia membujuk dirinya, sampai orang mendapati
kesalahannya dan membencinya.
3 (36-4) Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya,
ia berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik.
4 (36-5) Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia
menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik; apa yang jahat
tidak ditolaknya.
5. (36-6) Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai
ke awan.
6 (36-7) Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah,
hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan
Kauselamatkan, ya TUHAN.
7 (36-8) Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak
manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
8 (36-9) Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu;
Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
9 (36-10) Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu
kami melihat terang.
10 (36-11) Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal
Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!
11 (36-12) Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak
aku, dan tangan orang fasik mengusir aku.
12 (36-13) Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu
jatuh; mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi.
|

3rd August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Senin, 4 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 37:1-20
Judul: Kebahagiaan Orang Fasik Semu
Mengapa anak Tuhan tidak boleh marah melihat orang fasik? Ini
pertanyaan penting untuk kita pikirkan dan renungkan. Tiga kali
pemazmur menasihati para pembacanya agar jangan marah kepada
orang yang berbuat jahat (ayat 1, 7, 8).
Mungkin kita perlu bertanya lebih dahulu, apa yang menyebabkan anak
Tuhan bisa marah atau iri hati terhadap orang jahat? Biasanya
karena mereka bebas berbuat jahat, tetapi hidupnya terlihat aman
dan terlindungi dari murka Allah. Tampaknya Allah telah bersikap
tidak adil. Mengapa orang benar yang justru lebih sering
bermasalah dibanding orang jahat?
Pemazmur memberikan beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan di
atas. Pertama, orang fasik tidak mungkin bertahan lama dalam
keberdosaan mereka (ayat 2, 10, 13, 20). Kejahatan mereka akan
segera terbongkar dan hukuman pun akan dijatuhkan Tuhan. Justru
kejahatan mereka akan menimpa mereka sendiri (ayat 15). Kedua,
kalau kita marah kepada orang fasik, berarti kita akan menjadi
sama dengan mereka (ayat 8), karena kemarahan yang tidak
terkendali menjadi dosa. Dalam kemarahan yang seperti itu,
sebenarnya kita secara tidak langsung menuduh Tuhan telah
berpihak kepada orang jahat. Ketiga, Tuhan adalah Allah yang
adil. Ia akan bertindak menghukum orang fasik dan membela orang
benar (ayat 5-6). Orang benar akan mewarisi bumi ini dan
menikmati kesejahteraan (ayat 9, 11, 18-19). Tuhan tahu
memelihara umat-Nya. Maka nasihat pemazmur kepada orang benar
adalah tetap percaya kepada Tuhan dan menantikan Dia bertindak
(ayat 3-4).
Memang kita mudah pesimis dan kecil hati kalau melihat kefasikan
merajalela di sekeliling kita. Bahkan sering kali lingkungan
kerja kita pun dipenuhi dengan praktek-praktek kefasikan. Saat
seperti itu, kita perlu belajar mengarahkan mata rohani kita
kepada Tuhan, dengan lebih banyak berdoa dan merenungkan firman
Tuhan untuk meneguhkan iman kita bahwa Tuhan masih pegang kendali
atas hidup ini.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 37:1-20
1. Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat,
jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti
tumbuh-tumbuhan hijau.
3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di
negeri dan berlakulah setia,
4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan
kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya,
dan Ia akan bertindak;
6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu
seperti siang.
7. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan
marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang
yang melakukan tipu daya.
8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan
marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi
orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.
10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika
engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.
11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan
bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
12 Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan
menggertakkan giginya terhadap dia;
13 Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa
harinya sudah dekat.
14 Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka
untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin,
untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
15 tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan
busur mereka akan dipatahkan.
16 Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang
berlimpah-limpah pada orang fasik;
17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN
menopang orang-orang benar.
18 TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik
pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;
19 mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan
mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.
20 Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN
seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis
lenyap bagaikan asap.
|

5th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 5 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 37:21-40
Judul: Orang Benar Mewarisi Bumi
Berulang kali di mazmur ini, orang benar disebut-sebut akan mewarisi
negeri/tanah (ayat 9, 11, 22, 29, 34). Apa maksud mewarisi
negeri/tanah?
Di Perjanjian Lama, yang disebut sebagai umat Tuhan adalah bangsa
Israel. Kepada mereka, Tuhan telah memberikan tanah Kanaan
sebagai tempat tinggal mereka, sesuai dengan janji-Nya kepada
Abraham. Jadi mewarisi tanah merupakan tanda bahwa Tuhan
menyertai dan memberkati mereka. Dengan tanah yang mereka miliki
dan tinggali, mereka bisa membangun kehidupan yang makmur dan
sejahtera. Janji Tuhan nyata bagi anak-anak-Nya (ayat 23-26).
Namun, bukan hanya Tuhan memberkati dan memelihara mereka lewat
tanah yang menjadi sumber kehidupan mereka, mereka juga harus
menegakkan keadilan dan kebenaran bagi sesama umat Tuhan, bahkan
juga bagi orang-orang asing yang tinggal di antara mereka (ayat
27-29). Mewarisi tanah merupakan anugerah sekaligus tanggung
jawab. Ketidaksetiaan mereka dalam menjalankan sisi tanggung
jawab itu akan mengakibatkan penghukuman. Salah satu hukuman yang
paling keras, yang Tuhan bisa jatuhkan kepada umat-Nya, kalau
mereka terus menerus berdosa dengan mengkhianati Tuhan, adalah
kehilangan negeri perjanjian dan terbuang ke negeri orang lain
(Ul. 28:64-68).
Oleh sebab itu pemazmur mendorong umat Tuhan mempraktikkan hidup yang
serasi dengan anugerah-Nya. Orang yang fasik, yang dengan sombong
menjalani hidup dengan melawan Tuhan, tak akan memiliki masa
depan (ayat 35-36, 38). Sebaliknya orang-orang yang hidup benar
akan Tuhan pelihara (ayat 37, 39-40).
Kalau hidup kita saat ini tertekan oleh ulah orang-orang yang tidak
mengenal Tuhan, bertahanlah dalam kesetiaan dan ketekunan iman.
Pada waktunya Tuhan akan membalikkan keadaan. Mereka yang jahat
justru akan hancur, sedangkan orang yang bersandar pada Tuhan
akan menikmati pertolongan dan segala berkat-Nya.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 37:21-40
21. Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi
orang benar adalah pengasih dan pemurah.
22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi
negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.
23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya
berkenan kepada-Nya;
24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN
menopang tangannya.
25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak
pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya
meminta-minta roti;
26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan
anak cucunya menjadi berkat.
27 Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau
akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;
28 sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan
orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan
terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
29 Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana
senantiasa.
30 Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya
mengatakan hukum;
31 Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya
tidak goyah.
32 Orang fasik mengintai orang benar dan berikhtiar
membunuhnya;
33 TUHAN tidak menyerahkan orang benar itu ke dalam tangannya,
Ia tidak membiarkannya dinyatakan fasik pada waktu diadili.
34. Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan
mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat
orang-orang fasik dilenyapkan.
35 Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh
mekar seperti pohon aras Libanon;
36 ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak
ditemui.
37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang
yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;
38 tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama,
dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.
39 Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat
perlindungan mereka pada waktu kesesakan;
40 TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan
mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka,
sebab mereka berlindung pada-Nya.
|

5th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 6 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 38
Judul: Sakit Karena Dosa
Penderitaan apa yang dirasakan oleh orang yang sedang dihukum Tuhan
dengan penyakit, oleh karena dosa-dosanya? Tentu yang paling
kentara adalah rasa sakit secara fisik. Ada penafsir yang
mengatakan, pemazmur menderita sakit kusta, karena dikatakan
tubuhnya penuh luka, berbau busuk dan bernanah (ayat 6). Ada pula
yang berpendapat bahwa pemazmur menderita sejenis penyakit
kelamin karena bagian pinggangnya yang meradang dan seluruh
tubuhnya menderita (ayat 8).
Yang lebih berat daripada rasa sakit secara fisik tentu rasa sedih
karena ditinggalkan sahabat. Mungkin mereka meninggalkan dia
karena jijik atau takut ketularan, bisa juga karena mereka tidak
mau disangkutpautkan dengan dosa pemazmur yang menjadi sebab
penyakitnya. Apapun alasan mereka, itu membuktikan bahwa dosa
memang tidak mengenal kesetiakawanan. Setiap orang yang berbuat
dosa harus menanggung sendiri akibatnya. Belum lagi para musuh
yang menggunakan kesempatan untuk menghancurkan pemazmur saat ia
sedang sakit. Kiat pemazmur mengatasi hal ini adalah dengan
pura-pura tuli dan bisu sambil berharap bisa melupakan rasa
sakitnya (ayat 17). Tentu saja kita tahu, hal itu adalah harapan
kosong.
Yang paling menekan pemazmur tentunya adalah kesadaran bahwa Tuhan
murka terhadap dirinya (ayat 2-5). Tidak ada yang lebih berat
daripada tangan Tuhan yang menekan dirinya. Itu sebabnya pemazmur
memohon agar Tuhan segera mengampuni dirinya (ayat 19) dan segera
menolong mengatasi penyakitnya (ayat 22-23).
Kita bersyukur kepada Kristus karena kematian-Nya di kayu salib sudah
menebus kita dari hukuman kekal dosa. Namun itu tidak boleh
menjadi alasan bagi kita untuk hidup sembarangan di dalam dosa.
Ingatlah bahwa Tuhan akan menghukum kita karena pelanggaran kita.
Oleh karena itu, cepat akui dan bereskan dosa Anda. Jangan lagi
bermain-main di dalamnya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 38
1. Mazmur Daud pada waktu mempersembahkan korban peringatan.
(38-2) TUHAN, janganlah menghukum aku dalam geram-Mu, dan
janganlah menghajar aku dalam kepanasan murka-Mu;
2 (38-3) sebab anak panah-Mu menembus aku, tangan-Mu telah
turun menimpa aku.
3 (38-4) Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena
amarah-Mu, tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh
karena dosaku;
4 (38-5) sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya
seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku.
5 (38-6) Luka-lukaku berbau busuk, bernanah oleh karena
kebodohanku;
6 (38-7) aku terbungkuk-bungkuk, sangat tertunduk; sepanjang
hari aku berjalan dengan dukacita.
7 (38-8) Sebab pinggangku penuh radang, tidak ada yang sehat
pada dagingku;
8 (38-9) aku kehabisan tenaga dan remuk redam, aku merintih
karena degap-degup jantungku.
9 (38-10) Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku, dan
keluhkupun tidak tersembunyi bagi-Mu;
10 (38-11) jantungku berdebar-debar, kekuatanku hilang, dan
cahaya matakupun lenyap dari padaku.
11 (38-12) Sahabat-sahabatku dan teman-temanku menyisih karena
penyakitku, dan sanak saudaraku menjauh.
12. (38-13) Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang
jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan
kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari.
13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak
mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya;
14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang
tak ada bantahan dalam mulutnya.
15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah
yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.
16 (38-17) Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku,
jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!"
17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku
selalu dirundung kesakitan;
18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena
dosaku.
19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya,
banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab;
20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik,
mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik.
21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah
jauh dari padaku!
22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!
|

6th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 7 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 39
Judul: Saat Anda Kalut
Perjalanan hidup orang Kristen di dunia yang berdosa ini tidak pernah
tenang dan aman, tidak pernah bebas dari pergumulan. Selama masih
di dalam dunia ini, selalu saja ada masalah di sekeliling kita
dan yang siap menjatuhkan kita kalau lengah.
Itulah yang digumuli oleh pemazmur. Ia sadar bahwa godaan untuk
berhenti berjuang melawan dosa begitu besar. Lebih mudah baginya
untuk menyerah dan mengikuti jalan dunia ini daripada bertekun
menjaga kesucian diri. Namun kesadarannya sebagai umat Tuhan
masih menguasainya. Oleh karena itu, ia mencoba bertahan (ayat
2).
Pergumulan pemazmur serasa bertambah berat karena Tuhan seperti
membiarkan dia berada dalam situasi itu (ayat 13-14). Apa yang
dialami pemazmur mirip dengan yang dialami Ayub, yang merasa
bahwa Tuhan sedang menekan dirinya 'tanpa sebab'. Namun berbeda
dari Ayub yang menyatakan diri tidak bersalah, pemazmur menyadari
bahwa sebagai manusia, ia tidak luput dari melakukan kesalahan
yang membuat Tuhan marah (ayat 9-12). Hanya saja ia tidak
mengerti apa sebenarnya dosa-dosa yang membuat Tuhan menghukum
dia. Yang ia tahu adalah bahwa ia hanya manusia fana, dan bahwa
kesia-siaanlah yang sudah ia lakukan (ayat 5-7).
Apakah Anda sedang merasakan hal yang sama? Kita merasa berjuang
sendirian menjaga kesucian hidup, sementara kita merasa bahwa
Tuhan tidak peduli. Kadang kita bertanya di dalam hati, "dosa apa
yang sudah saya lakukan, sehingga Tuhan membiarkan saya mengalami
hal-hal ini?" Mazmur ini tidak memberikan jawaban yang melegakan.
Namun kita patut bersyukur karena memiliki Juru syafaat, yaitu
Tuhan Yesus yang setia. Dia adalah pembela kita di hadapan Allah
Bapa. Demikian juga Roh Kudus yang hadir dalam hati orang
percaya, menolong kita berdoa, saat pergumulan membuat kita
kehilangan kata-kata doa (Rm. 8:26). Mari arahkan mata dengan
tekun dan setia menantikan tangan Bapa meraih dan merangkul kita.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 39
1. Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. (39-2)
Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa
dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama
orang fasik masih ada di depanku."
2 (39-3) Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal
yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.
3 (39-4) Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api,
ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
4 (39-5) "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa
batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
5 (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan
umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap
manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
6 (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya
mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa
yang meraupnya nanti.
7. (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan?
Kepada-Mulah aku berharap.
8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan
jadikan aku celaan orang bebal!
9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau
sendirilah yang bertindak.
10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk
karena serangan tangan-Mu.
11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena
kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat;
sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela
12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga
kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air
mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua
nenek moyangku.
13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku
bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"
|

7th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 8 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 40
Judul: Pasti Tuhan Menolong
Dari mana ucapan syukur mengalir? Tentu dari hati yang telah
merasakan pertolongan Tuhan. Bagaimana mengungkapkan rasa syukur
yang benar? Kita belajar dari pemazmur, yaitu dengan tidak
sekadar menaikkan kata-kata syukur dan pujian, atau dengan
mempersembahkan kurban-kurban bakaran, melainkan dengan
menundukkan diri dalam ketaatan kepada firman (ayat 7-9). Kurban
bakaran tidak berarti apa-apa kalau tidak disertai dengan hati
yang tulus dan taat pada Tuhan. Kurban paling berkenan pada Tuhan
adalah persembahan diri untuk Tuhan pakai sekehendak hati-Nya
(ayat 9, band. Rm. 12:1). Rasa syukur pemazmur juga dinyatakan
kepada Tuhan dengan menyaksikan perbuatan Tuhan kepada umat Tuhan
(ayat 10-11). Tujuannya jelas, agar umat Tuhan dikuatkan dan ikut
mensyukuri kasih setia-Nya. Itulah gambaran dari bagian pertama
mazmur ini (ayat 2-11).
Dari pengalaman pernah ditolong Tuhan, pemazmur beroleh keyakinan
bahwa Tuhan bisa diandalkan. Oleh karena itu, pada bagian kedua
mazmur ini (ayat 12-18), permohonan diungkapkan. Pemazmur sedang
mengalami masalah: para musuhnya menginginkan kematiannya. Mereka
mengepung dan mengeroyok dia (ayat 13). Pemazmur merasa tertekan,
tetapi pada saat yang sama ia percaya bahwa Tuhan peduli. Maka
pemazmur memohon agar Tuhan jangan berlambat, tetapi segera
menolong dirinya (ayat 18). Ia ingin agar para musuh melihat
pertolongan Tuhan atas dirinya, sehingga mereka mundur teratur
(ayat 15-16).
Bagaimana pengalaman Anda ditolong Tuhan pada masa lampau? Sudahkah
Anda mensyukurinya? Masih berpengaruhkah pengalaman itu dalam
situasi yang sedang menekan Anda? Percayalah bahwa sesuai janji
firman-Nya, Tuhan Yesus Kristus tidak pernah berubah, dulu,
sekarang, dan sampai selamanya. Andalkan Dia terus untuk menolong
kita. Naikkan syukur tak henti-hentinya disertai tekad tulus dan
bersungguh-sungguh untuk taat pada firman-Nya dan menyaksikan
segala kebaikan-Nya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 40
1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat
menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar
teriakku minta tolong.
2 (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur
rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan
langkahku,
3 (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji
Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu
percaya kepada TUHAN.
4 (40-5) Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada
TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau
kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
5 (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku,
perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang
dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan
mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.
6. (40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan
korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban
bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
7 (40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam
gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
8 (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu
ada dalam dadaku."
9 (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar;
bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
10 (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku,
kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu
dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
11. (40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari
padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!
12 (40-13) Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak
terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku,
sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari
rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.
13 (40-14) Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk
melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!
14 (40-15) Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka semua
yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka
yang mengingini kecelakaanku!
15 (40-16) Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai
aku: "Syukur, syukur!"
16 (40-17) Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau
semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai
keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: "TUHAN itu besar!"
17 (40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan
memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan
aku, ya Allahku, janganlah berlambat!
|

8th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Sabtu, 9 Agustus 2008
Ayat SH: Mazmur 41
Judul: Yang Lemah Dikuatkan
Doa seperti apa yang didengar Tuhan? Tentu bukan doa yang semata-mata
meminta-minta demi kepentingan diri sendiri. Apalagi doa yang
berisikan klaim-klaim janji Allah, seakan-akan Allah berhutang
kepada kita untuk mengabulkan doa kita. Mazmur ini mengajar dan
mengajak kita berdoa secara tepat.
Doa yang Tuhan dengar adalah doa yang datang dari kerendahan hati.
Salah satu wujud kerendahan hati adalah memiliki sikap peduli
pada orang yang lemah (ayat 2a). Sikap itu muncul karena ia
sendiri sadar bahwa dirinya penuh kelemahan dan butuh pertolongan
juga. Doa orang yang seperti ini pasti diperkenan Tuhan. Sikap
seperti ini menyatakan keterbukaan untuk menerima tangan
pengasihan Tuhan yang siap menolong dia.
Sikap rendah hati ini juga ditunjukkan pemazmur dalam bagian
selanjutnya (ayat 5-10). Di hadapan Tuhan ia menyadari
dosa-dosanya. Ia mengakui bahwa ia tak sanggup menghadapi para
musuh yang merencanakan kecelakaannya dan yang menertawakan
penyakitnya. Sangat mungkin mereka menghinanya dengan mengatakan
bahwa ia sakit karena Tuhan menulahinya. Yang lebih menyakitkan
adalah ketika sahabat karib sendiri mengkhianatinya (ayat 10).
Dengan penuh keberanian, pemazmur meminta pertolongan Tuhan agar ia
sanggup menghadapi para musuhnya. Keberanian itu bukan muncul
dari kesombongan, sebaliknya dari sikap yang rendah hati dan
tulus (ayat 13). Dengan kata lain, pemazmur percaya bahwa Tuhan
melihat motivasi hatinya dan berkenan kepada dia.
Mazmur ini ditutup dengan suatu pujian (ayat 14), yang sekaligus
menutup rangkaian buku pertama mazmur-mazmur (ayat 1-41).
Rangkaian mazmur yang didominasi permohonan ini ditutup dengan
satu kesimpulan, bahwa Tuhan berkenan mendengar dan menjawab doa
yang tulus dan dipanjatkan dalam kerendahan hati. Orang-orang
seperti itulah yang akan mendapatkan pertolongan Tuhan pada
waktunya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mazmur 41
1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (41-2) Berbahagialah
orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia
pada waktu celaka.
2 (41-3) TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya,
sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan
dia dipermainkan musuhnya!
3 (41-4) TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di
tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.
4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku,
sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"
5. (41-6) Musuhku mengatakan yang jahat tentang aku: "Bilakah ia
mati, dan namanya hilang lenyap?"
6 (41-7) Orang yang datang menjenguk, berkata dusta; hatinya
penuh kejahatan, lalu ia keluar menceritakannya di jalan.
7 (41-8) Semua orang yang benci kepadaku berbisik-bisik
bersama-sama tentang aku, mereka merancangkan yang jahat terhadap
aku:
8 (41-9) "Penyakit jahanam telah menimpa dia, sekali ia
berbaring, takkan bangun-bangun lagi."
9 (41-10) Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan
rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.
10 (41-11) Tetapi Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku dan
tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap
mereka.
11 (41-12) Dengan demikian aku tahu, bahwa Engkau berkenan
kepadaku, apabila musuhku tidak bersorak-sorai karena aku.
12 (41-13) Tetapi aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku,
Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.
13 (41-14) Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya
sampai selama-lamanya! Amin, ya amin.
|

9th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
| | |