 |
|

18th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 19 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 13:1-14
Judul: Bukan Pemain Tunggal!
Selain membutuhkan dukungan, kerjasama, dan komitmen kesetiaan dari
banyak pihak, seorang pemimpin juga membutuhkan penasihat yang
berhikmat. Penasihat-penasihat itu dibutuhkan karena
sehebat-hebatnya seorang pemimpin, tetap ada hal-hal yang tidak
atau kurang ia kuasai.
Daud sebenarnya pemimpin yang bijaksana seperti itu. Ia segera sadar
bahwa untuk mengelola bangsanya diperlukan kerjasama dan masukan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu ia mengajak para pemimpin di
bawahnya untuk berunding sebelum mengambil sebuah keputusan
penting, yaitu memindahkan Tabut Perjanjian Allah yang sudah lama
terabaikan sejak zaman Saul ke pusat pemerintahan Daud.
Rencana Daud didukung penuh. Pemindahan Tabut Allah pun dilakukan.
Namun, bukan berkat yang didapat, melainkan pukulan Allah yang
dahsyat menimpa rencana tersebut. Uza menjadi salah satu
korbannya. Apa yang salah dari rencana tersebut? Bukankah Tuhan
sudah diikutsertakan dalam perencanaan itu (ayat 2)?
Kesalahan Daud fatal. Ia memang seolah meminta perkenan Tuhan atas
rencananya, tetapi sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh
memperhatikan kehendak Tuhan. Tak ada petunjuk di teks ini yang
memperlihatkan bahwa Daud mencari pimpinan Tuhan, seperti yang
ditunjukkannya ketika ia belum menjadi raja (lih. 1 Sam. 23:2-3,
4, 9-12; 30:7-8). Lagi pula hal memindahkan Tabut Allah
seharusnya dilakukan oleh para imam, sebagaimana diatur dalam
Hukum Taurat.
Bukan tidak mungkin bila kita pun seperti Daud, seolah melibatkan
Tuhan dalam perkara hidup kita. Berdoa, tetapi bukan mencari
kehendak Tuhan, melainkan hanya memberitahukan apa yang kita
inginkan. Ibarat Tuhan hanya diminta untuk menandatangani lembar
program yang sudah kita buat, bahkan mungkin dengan berkonsultasi
pada ahlinya. Ingatlah bahwa Tuhan adalah Pemilik hidup,
pelayanan, dan pekerjaan kita. Dia adalah penasihat terbaik untuk
rencana hidup kita. Kita bukan pemain tunggal dalam kehidupan
ini.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 13:1-14
1. Daud berunding dengan pemimpin-pemimpin pasukan seribu dan
pasukan seratus dan dengan semua pemuka.
2 Berkatalah Daud kepada seluruh jemaah Israel: "Jika kamu
anggap baik dan jika diperkenankan TUHAN, Allah kita, baiklah
kita menyuruh orang kepada saudara-saudara kita yang masih
tinggal di daerah-daerah orang Israel, dan di samping itu kepada
para imam dan orang-orang Lewi yang ada di kota-kota yang
dikelilingi tanah penggembalaan mereka, supaya mereka berkumpul
kepada kita.
3 Dan baiklah kita memindahkan tabut Allah kita ke tempat
kita, sebab pada zaman Saul kita tidak mengindahkannya."
4 Maka seluruh jemaah itu berkata, bahwa mereka akan berbuat
demikian, sebab usul itu dianggap baik oleh segenap bangsa itu.
5 Lalu Daud mengumpulkan semua orang Israel dari sungai Sikhor
di Mesir sampai ke jalan yang menuju Hamat, untuk menjemput tabut
Allah dari Kiryat-Yearim.
6 Lalu Daud dan segenap orang Israel berangkat ke Baala, ke
Kiryat-Yearim, yang termasuk wilayah Yehuda, untuk mengangkut
dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN yang
bertakhta di atas kerubim.
7 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru
dari rumah Abinadab, sedang Uza dan Ahyo mengantarkan kereta itu.
8 Daud dan seluruh orang Israel menari-nari di hadapan Allah
dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana,
ceracap dan nafiri.
9. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Kidon, maka Uza
mengulurkan tangannya memegang tabut itu, karena lembu-lembu itu
tergelincir.
10 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia membunuh
dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu;
ia mati di sana di hadapan Allah.
11 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza
demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai
sekarang.
12 Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada Allah, lalu
katanya: "Bagaimanakah aku dapat membawa tabut Allah itu ke
tempatku?"
13 Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut itu ke tempatnya,
ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah
Obed-Edom, orang Gat itu.
14 Tiga bulan lamanya tabut Allah itu tinggal pada keluarga
Obed-Edom di rumahnya dan TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan
segala yang dipunyainya.
|

19th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 20 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 14:1-17
Judul: Pemimpin yang Diberkati
Tanda apa yang menunjukkan bahwa Tuhan berkenan atau memberkati
pelayanan seseorang? Kepemimpinan Daud semakin kokoh karena Tuhan
sendiri yang memberkatinya (ayat 17). Bagaimana Tuhan memberkati
Daud?
Pertama, melalui raja Hiram dari Tirus yang mengirimkan Daud berbagai
hadiah untuk digunakan membangun istananya. Sikap Hiram ini bisa
diartikan pernyataan hormat atau bahkan tunduk (semacam upeti)
terhadap pemerintahan Daud. Bagi Daud sendiri ini merupakan tanda
penyertaan Tuhan atas dirinya sebagai Raja Israel. Penulis
Tawarikh mencatatkan hal kedua yang merupakan bukti berkat Tuhan
atas Daud, yaitu anak-anak Daud yang dilahirkan baginya oleh
istri-istrinya. Memang tindakan Daud mengambil banyak istri
adalah sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan (band. Ul.
14:17). Namun, memiliki banyak anak merupakan tanda perkenan
Tuhan atas seseorang (lih. Mzm. 127:3).
Ketiga, penyertaan Tuhan atas Daud nyata dari pertolongan-Nya ketika
orang Filistin berupaya menangkap Daud. Daud, belajar dari
kesalahan pertama, yaitu gagal memindahkan Tabut Perjanjian
karena tidak meminta petunjuk Tuhan. Maka saat itu ia meminta
berkonsultasi pada Tuhan. Tuhan menjawab bahkan memberikan
strategi jitu (ayat 14-15) yang berhasil mematahkan kekuatan
pasukan Filistin sampai dua kali (ayat 11-12, 16). Kekalahan
Filistin meneguhkan Daud bahwa Tuhan berpihak kepada dia. Pada
saat yang sama, Daud dan umat Israel juga semakin yakin bahwa
Tuhan mereka adalah Tuhan sejati, terbukti dengan
ketidakberdayaan ilah-ilah sesembahan Filistin (ayat 12).
Penyertaan Tuhan semakin nyata pada saat kita semakin bersandar dan
berserah kepada Dia. Namun bila kita melupakan anugerah, dan
berjuang sendirian dengan daya dan pikiran sendiri, maka kita
akan mendapati diri kita tidak disertai Tuhan. Tak heran bila
kita kalah saat menghadapi cobaan hidup! Mari kita belajar
seperti Daud, makin melihat pemeliharaan Tuhan, makin kita taat
pada firman-Nya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 14:1-17
1. Hiram, raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan
kayu aras, tukang-tukang batu dan tukang-tukang kayu untuk
mendirikan sebuah istana baginya.
2 Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai
raja atas Israel, sebab martabat pemerintahannya terangkat tinggi
oleh karena Israel umat-Nya.
3 Daud mengambil lagi beberapa isteri di Yerusalem, dan ia
memperanakkan lagi anak-anak lelaki dan perempuan.
4 Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem:
Syamua, Sobab, Natan, Salomo,
5 Yibhar, Elisua, Elpelet,
6 Nogah, Nefeg, Yafia,
7 Elisama, Beelyada dan Elifelet.
8. Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi
menjadi raja atas seluruh Israel, maka majulah semua orang
Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu,
lalu majulah ia menghadapi mereka.
9 Ketika orang Filistin itu datang dan mengadakan penyerbuan di
lembah Refaim,
10 bertanyalah Daud kepada Allah: "Apakah aku harus maju
melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke
dalam tanganku?" TUHAN menjawab: "Majulah, Aku akan menyerahkan
mereka ke dalam tanganmu."
11 Lalu majulah ia ke Baal-Perasim, dan Daud memukul mereka
kalah di sana. Berkatalah Daud: "Allah telah menerobos musuhku
dengan perantaraanku seperti air menerobos." Sebab itu orang
menamakan tempat itu Baal-Perasim.
12 Orang Filistin itu meninggalkan para allahnya di sana, lalu
orang Israel membakarnya habis atas perintah Daud.
13 Ketika orang Filistin menyerbu sekali lagi di lembah itu,
14 maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah
menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah
gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat
menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
15 Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak
pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau keluar bertempur,
sebab Allah telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah
tentara orang Filistin."
16 Dan Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya,
maka mereka memukul kalah tentara orang Filistin, mulai dari
Gibeon sampai Gezer.
17 Lalu termasyhurlah nama Daud di segala negeri, dan TUHAN
mendatangkan rasa takut kepadanya atas segala bangsa.
|

20th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 21 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 15:1-29
Judul: Pemimpin yang Tahu Batas
Sikap apa yang diperlukan oleh seorang pemimpin agar kepemimpinannya
kokoh? Salah satunya adalah kerendahan hati mengenali batas-batas
kepemimpinannya.
Daud bukan hanya ahli dalam pemerintahan dan peperangan. Dia juga
membangun beberapa gedung. Dan salah satu kerinduannya adalah
menyediakan tempat bagi tabut Allah. Keberhasilan Daud, termasuk
upaya berbagai pembangunan fisik, tidak membuat Daud mabuk
kekuasaan dan kehormatan. Daud memang pernah mengalami hal yang
sangat pahit dan tidak menyenangkan dengan kematian Uza (lih.
1Taw. 13:9-13). Walau sempat marah, Daud segera menyadari
kekeliruannya setelah ia berkonsultasi dengan Tuhan. Itu sebabnya
dalam upaya kedua kali memindahkan Tabut Perjanjian, ia
mempersilakan para imam dan orang Lewi, sebagai orang-orang yang
dipercaya Tuhan atas kemah suci dan perabotannya (ayat 2, 15; Bil
3-4), untuk mengatur kegiatan tersebut. Walau Daud paham mengenai
siapa yang berhak untuk berurusan dengan Tabut Perjanjian, itu
tidak mengurangi tekadnya untuk merayakan Tuhan dengan musik,
pujian, dan tarian (ayat 16-28). Bahkan Daud sendiri melepaskan
gengsi seorang raja, dan tanpa malu ia menari-nari memuji Tuhan
(ayat 29).
Sikap Daud adalah sikap yang tulus. Walaupun menimbulkan keberatan
Mikhal, putri Saul yang menjadi istrinya. Daud menunjukkan diri
sebagai pemimpin yang berjiwa besar. Ia mengenali batas-batas
kepemimpinannya dan tidak mau melanggarnya. Tuhan mengangkat dia
untuk menjadi pemimpin secara politik, bukan secara keagamaan.
Urusan keagamaan adalah urusan para imam dan orang Lewi.
Belajar dari teladan Daud, kiranya kita pun menyadari batas otoritas
dan kemampuan kita. Kesadaran itu bisa kita miliki bila kita
mempunyai sikap rendah hati yang ditunjukkan dengan kesediaan
untuk menerima tegoran dan koreksi.
Renungkan: Siapa pun kita masih dapat melakukan kesalahan. Apakah
kita cukup rendah hati untuk menerima koreksi?
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 15:1-29
1. Daud membuat bagi dirinya gedung-gedung di kota Daud, lalu
ia menyiapkan tempat bagi tabut Allah dan membentangkan kemah
untuk itu.
2 Ketika itu berkatalah Daud: "Janganlah ada yang mengangkat
tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih
TUHAN untuk mengangkat tabut TUHAN dan untuk menyelenggarakannya
sampai selama-lamanya."
3 Kemudian Daud mengumpulkan segenap Israel ke Yerusalem untuk
mengangkut tabut TUHAN ke tempat yang telah disiapkannya untuk
itu.
4 Daud mengumpulkan bani Harun dan orang Lewi:
5 dari bani Kehat: Uriel, seorang pemimpin, dan saudara-saudara
sepuaknya: seratus dua puluh orang;
6 dari bani Merari: Asaya, seorang pemimpin, dan
saudara-saudara sepuaknya: dua ratus dua puluh orang;
7 dari bani Gerson: Yoel, seorang pemimpin, dan saudara-saudara
sepuaknya: seratus tiga puluh orang;
8 dari bani Elsafan: Semaya, seorang pemimpin, dan
saudara-saudara sepuaknya: dua ratus orang;
9 dari bani Hebron: Eliel, seorang pemimpin, dan
saudara-saudara sepuaknya: delapan puluh orang;
10 dari bani Uziel: Aminadab, seorang pemimpin, dan
saudara-saudara sepuaknya: seratus dua belas orang.
11 Lalu Daud memanggil Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dan
orang-orang Lewi, yakni Uriel, Asaya, Yoel, Semaya, Eliel dan
Aminadab,
12 dan berkata kepada mereka: "Hai kamu ini, para kepala puak
dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara
sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel, ke
tempat yang telah kusiapkan untuk itu.
13 Sebab oleh karena pada pertama kali kamu tidak hadir, maka
TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab
kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya."
14 Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya
untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel.
15 Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar
pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa,
sesuai dengan firman TUHAN.
16 Daud memerintahkan para kepala orang Lewi itu, supaya mereka
menyuruh berdiri saudara-saudara sepuak mereka, yakni para
penyanyi, dengan membawa alat-alat musik seperti gambus, kecapi
dan ceracap, untuk memperdengarkan dengan nyaring lagu-lagu
gembira.
17 Maka orang Lewi itu menyuruh berdiri Heman bin Yoel; dan
dari saudara-saudara sepuaknya: Asaf bin Berekhya; dari bani
Merari, saudara-saudara sepuak mereka: Etan bin Kusaya;
18 dan bersama-sama mereka itu saudara-saudara mereka dari
tingkat kedua: Zakharia, Yaaziel, Semiramot, Yehiel, Uni, Eliab,
Benaya, Maaseya, Matica, Elifele, Mikneya, dan Obed-Edom serta
Yeiel, para penunggu pintu gerbang.
19 Para penyanyi, yakni Heman, Asaf dan Etan harus
memperdengarkan lagu dengan ceracap tembaga.
20 Zakharia, Aziel, Semiramot, Yehiel, Uni, Eliab, Maaseya,
Benaya harus memainkan gambus yang tinggi nadanya,
21 sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya
harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya
untuk mengiringi nyanyian.
22 Kenanya, pemimpin orang Lewi, mendapat tugas pengangkutan;
ia mengepalai pengangkutan, sebab ia paham dalam hal itu.
23 Berekhya dan Elkana adalah penunggu pintu pada tabut;
24 dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia, Benaya dan
Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan tabut
Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada
tabut itu.
25. Maka Daud dan para tua-tua Israel dan para pemimpin pasukan
seribu pergi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN itu dari
rumah Obed-Edom dengan sukacita.
26 Dan oleh karena Allah menolong orang Lewi yang mengangkat
tabut perjanjian TUHAN itu, maka dipersembahkanlah tujuh ekor
lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.
27 Daud memakai jubah dari kain lenan halus, juga segala orang
Lewi yang mengangkat tabut itu dan para penyanyi, dan Kenanya
yang mengepalai pengangkutan dan para penyanyi. Daud juga memakai
baju efod dari kain lenan.
28 Seluruh orang Israel mengangkut tabut perjanjian TUHAN itu
dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala, nafiri dan ceracap,
sambil memperdengarkan permainan gambus dan kecapi.
29 Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka
Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat
raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang
rendah Daud dalam hatinya.
|

21st August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 22 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 16:1-6
Judul: Melayani Sesuai Karunianya
Pelayanan yang dilakukan dengan motivasi yang benar dan sesuai cara
yang dikehendaki Allah pasti berhasil! Ini adalah komentar yang
tepat bila menyaksikan keberhasilan Daud memindahkan Tabut
Perjanjian ke ibu kota Israel pada perikop kemarin.
Oleh karena itu, respons Daud dan segenap umat adalah pujian
penyembahan serta ucapan syukur yang diwujudkan dalam bentuk
ritual sesuai Taurat, yaitu persembahan kurban bakaran dan kurban
keselamatan. Lalu diikuti dengan pemberkatan bagi seluruh bangsa.
Sebagai lambang keberkatan tadi sekeping roti, sekerat daging,
dan sepotong kue kismis dibagikan kepada setiap orang! Artinya
setiap umat boleh ikut berbagi sukacita karena Tuhan berkenan
kepada mereka.
Dengan hadirnya tabut Allah, maka diselenggarakan berbagai macam
pelayanan yang erat berkaitan dengannya. Kita harus mengerti
bahwa catatan ayat 2 yang mengatakan Daud mempersembahkan kurban
bakaran dan kurban keselamatan, bukan berarti Daud mengambil alih
tugas dan hak imam. Catatan ini hendak menunjukkan bahwa Daud,
sebagai raja mewakili umat, ikut serta dalam ritual tersebut yang
pasti dilayani secara langsung oleh para imam.
Melayani Tuhan ternyata bukan asal melayani! Setiap orang harus
melayani sesuai dengan panggilan dan tugasnya. Dari suku Lewi pun
masih lagi dibagi dalam berbagai tugas khusus sesuai dengan
puaknya. Ternyata dari berbagai puak tadi masih juga di bagi lagi
sesuai dengan bagian-bagian yang harus mereka layani. Ada
pembagian tugas dan tempat secara khusus. Kalau jenis dan bidang
pelayanan tidak sesuai dengan karunia masing-masing, pasti akan
timbul berbagai macam sungutan dan ketidakpuasan (band. 1Kor.
12:14-21; 1Ptr. 4:10; Flp. 2:14).
Renungkan: Apakah sebagai umat Allah, kita sudah ikut melayani?
Alangkah indahnya kalau kita semua melayani sesuai talenta kita
dan dengan sukacita !
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 16:1-6
1. Tabut Allah itu dibawa masuk, lalu diletakkan di
tengah-tengah kemah yang dipasang Daud untuk itu, kemudian mereka
mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan
Allah.
2 Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan
korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN.
3 Lalu dibagikannya kepada setiap orang Israel, baik laki-laki
maupun perempuan, kepada masing-masing sekeping roti, sekerat
daging dan sepotong kue kismis.
4 Juga diangkatnya dari orang Lewi itu beberapa orang sebagai
pelayan di hadapan tabut TUHAN untuk memasyhurkan TUHAN, Allah
Israel dan menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi-Nya.
5 Kepala ialah Asaf dan sebagai orang kedua ialah Zakharia;
lalu Yeiel, Semiramot, Yehiel, Matica, Eliab, Benaya, Obed-Edom
dan Yeiel yang harus memainkan gambus dan kecapi, sedang Asaf
harus memainkan ceracap
6 dan Benaya serta Yahaziel, imam-imam itu, selalu harus meniup
nafiri di hadapan tabut perjanjian Allah itu.
|

22nd August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Sabtu, 23 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 16:7-36
Judul: Syukuri Kebaikan Tuhan
Tabut Tuhan melambangkan kehadiran Tuhan dan berkat-Nya atas
umat-Nya. Itu sebabnya respons Daud dan umat Israel diungkapkan
lewat mazmur ucapan syukur yang begitu indah.
Mazmur ucapan syukur ini dimulai dengan ajakan untuk mensyukuri
kebaikan Tuhan dengan bernyanyi, bermegah, mencari wajah Tuhan,
dan mengingat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (ayat 8-13).
Lalu segala perbuatan Tuhan dijabarkan pada ayat-ayat berikutnya
(ayat 14-22). Pada intinya karya Tuhan atas umat-Nya bisa dibagi
menjadi dua bagian. Pertama, Tuhan mengikatkan diri-Nya dengan
Perjanjian kekal kepada umat-Nya (ayat 17). Salah satu isi
janji-Nya adalah memberikan tanah Kanaan sebagai milik pusaka
Israel. Kedua, Tuhan menjanjikan pemeliharaan-Nya atas umat-Nya.
Dia tidak membiarkan bangsa-bangsa lain mengusik milik-Nya (ayat
22).
Mazmur ini dilanjutkan dengan seruan mengajak, bukan hanya umat
Israel, tetapi segenap bumi (ayat 23) dan semua bangsa (ayat 28)
untuk membesarkan nama Tuhan. Mereka tentu sudah melihat dan
mendengar perbuatan-perbuatan dahsyat dan ajaib yang dilakukan
Tuhan atas umat-Nya. Dia bukan hanya Tuhan atas umat-Nya Israel,
melainkan Tuhan atas semua bangsa dan segenap alam. Tuhan
Pencipta adalah Allah yang mengatasi segala ilah lain (ayat
25-26). Dia adalah Raja bukan hanya atas Israel tetapi Raja dunia
ini (ayat 31). Respons umat sungguh tepat: "Amin! Pujilah TUHAN!"
(ayat 36).
Tidak ada yang lebih disukai Tuhan daripada pujian dan ucapan syukur
yang sungguh-sungguh keluar dari hati yang tulus. Tentu lebih
indah dan dahsyat kalau pujian dan syukur itu tidak semata-mata
berbentuk ibadah atau persekutuan, tetapi berwujud pelayanan yang
memberkati sesama manusia. Mereka yang masih hidup dalam
kegelapan dosa dan menyembah ilah-ilah hampa, kiranya melihat
Tuhan yang hidup melalui hidup anak-anak-Nya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 16:7-36
7. Kemudian pada hari itu juga, maka Daud untuk pertama kali
menyuruh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya menyanyikan syukur
bagi TUHAN:
8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya,
perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah
segala perbuatan-Nya yang ajaib!
10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah
bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya,
mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang
diucapkan-Nya,
13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub,
orang-orang pilihan-Nya!
14 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku
penghukuman-Nya.
15 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan
firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,
16 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada
Ishak,
17 diadakan-Nya bagi Yakub menjadi ketetapan, bagi Israel
menjadi perjanjian kekal,
18 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik
pusaka yang ditentukan bagimu."
19 Ketika jumlah mereka tidak seberapa, sedikit saja, dan
mereka orang-orang asing di sana,
20 dan mengembara dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain,
dan dari kerajaan yang satu ke suku bangsa yang lain,
21 Ia tidak membiarkan siapapun memeras mereka; dihukum-Nya
raja-raja oleh karena mereka:
22 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan
berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!"
23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah
keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan
perbuatan-perbuata yang ajaib di antara segala suku bangsa.
25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia
dari pada segala allah.
26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi
Tuhanlah yang menjadikan langit.
27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan
sukacita ada di tempat-Nya.
28 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah
kemuliaan dan kekuatan!
29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah
persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada
TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak
dunia, tidak bergoyang.
31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah
orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!"
32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang
dan segala yang di atasnya,
33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya.
35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah,
Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari
antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang
kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu."
36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai
selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah
TUHAN!"
|

23rd August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Minggu, 24 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 16:37-43
Judul: Peribadahan dan Puji-Pujian
Pesta usai. Perhelatan besar selesai. Namun ibadah tidak pernah
berhenti. Ibadah adalah bagian sentral bagi kehidupan umat Tuhan.
Sesuai dengan peraturan Hukum Taurat, para imam dan Lewi telah
ditentukan Tuhan untuk melayani ibadah Israel. Yang Daud lakukan,
dicatat pada perikop ini, adalah penataan ulang sesuai dengan
tugas masing-masing.
Sesuai dengan talentanya yang sudah terbukti, yaitu menggubah mazmur,
Asaf dan saudara-saudaranya ditetapkan untuk melayani ibadah
(ayat 37). Hal yang sama menjadi tugas Obed-Edom dan
saudara-saudaranya, Heman dan Yedutun (ayat 41-42). Ketiga nama
ini, Asaf, Heman, dan Yedutun dikemudian hari dikenal sebagai
penggubah dan mungkin sekaligus pelantun nyanyian-nyanyian yang
indah, yang kita bisa ikut menikmatinya di Kitab Mazmur.
Secara khusus, Zadok, keturunan Harun, harus menyelenggarakan ibadah
di Kemah Suci Tuhan, dengan satu jenis ibadah setiap pagi dan
petang, sesuai dengan petunjuk Taurat (Kel. 29:38-46). Ibadah ini
adalah bagian dari rangkaian ibadah yang lebih lengkap yang
diatur di Taurat Musa: ibadah pagi dan petang, dilakukan setiap
hari; ibadah Sabat, dilakukan setiap hari ketujuh; dan ibadah
bulan baru, dilakukan setiap awal bulan.
Di akhir perikop ini dicatatkan bahwa seluruh umat Allah,
masing-masing, harus kembali ke rumah tangganya untuk
melaksanakan tugas panggilan mereka secara bertanggungjawab (
43). Demikian juga Daud pulang ke rumahnya. Menarik sekali, kata
yang digunakan untuk Daud adalah "untuk memberkati". Ini
menunjukkan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Artinya
melayani keluarga merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan.
Renungkan: Ibadah yang sejati bukan dibatasi oleh dinding-dinding
gereja, melainkan apa saja yang kita lakukan, sesuai dengan tugas
dan panggilan kita masing-masing, di hadapan Tuhan dan untuk
memberkati sesama!
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 16:37-43
37. Lalu Daud meninggalkan di sana di hadapan tabut perjanjian
TUHAN itu Asaf dan saudara-saudara sepuaknya untuk tetap melayani
di hadapan tabut itu seperti yang patut dilakukan setiap hari;
38 juga Obed-Edom dan saudara-saudara sepuaknya yang enam puluh
delapan orang itu; Obed-Edom bin Yedutun dan Hosa adalah
penunggu-penunggu pintu gerbang.
39 Tetapi Zadok, imam itu, dan saudara-saudara sepuaknya, para
imam, ditinggalkannya di hadapan Kemah Suci TUHAN di bukit
pengorbanan yang di Gibeon,
40 supaya pagi dan petang tetap dipersembahkan korban bakaran
kepada TUHAN di atas mezbah korban bakaran, dan supaya dikerjakan
segala yang tertulis dalam Taurat TUHAN yang diperintahkan-Nya
kepada orang Israel.
41 Dan bersama-sama mereka ikut Heman dan Yedutun dan
selebihnya dari orang-orang yang terpilih, yang ditunjuk dengan
disebut namanya untuk menyanyikan: "Syukur bagi TUHAN. Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."
42 Pada Heman dan Yedutun itu ada nafiri dan ceracap untuk para
pemain, juga alat-alat musik pengiring nyanyian untuk Allah. Dan
anak-anak Yedutun harus menjaga pintu gerbang.
43 Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu masing-masing ke
rumahnya, dan Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi
rumahnya.
|

24th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Senin, 25 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 17:1-15
Judul: Bukan Hanya Karena Kerinduan
Pangeran Zinzendorf suatu waktu berdiri di depan lukisan terkenal,
yang berjudul "The Crucifixion" (penyaliban), di kota Stenburg,
Jerman. Di bawah lukisan itu ada tulisan, "Inilah yang Kulakukan
untukmu, apa yang kau lakukan untuk-Ku?" Lukisan dan tulisan itu
menyentuh hatinya. Sejak saat itu, ia menyerahkan semua
kekayaannya, bahkan dirinya sendiri kepada Tuhan. Ia menjadi
pelayan Tuhan.
Daud juga telah merasakan kebaikan Tuhan. Dari gembala domba menjadi
Raja Israel. Keturunannya pun akan diberkati (ayat 7-11). Tak
heran ia merasa terganggu saat menyaksikan suatu hal yang
mencolok: ia tinggal di istana megah, sedangkan Tabut Perjanjian,
yang merupakan simbol kehadiran Tuhan, diletakkan di dalam kemah
(ayat 1). Maka muncullah kerinduan untuk membangun rumah bagi
Tuhan. Namun Tuhan ternyata tak mengizinkan Daud mewujudkan
kerinduannya (ayat 3-4). Mengapa? Salahkah Daud? Kerinduan Daud
tak salah, tetapi ada hal yang harus dipahami oleh Daud. Tuhan
tak pernah meminta Daud untuk membangun sebuah rumah, sebagai
tempat untuk meletakkan Tabut Perjanjian (ayat 4-6). Tuhan juga
tidak pernah meminta Daud membalas segala sesuatu yang telah Dia
lakukan bagi Daud (ayat 7-10). Daud pun harus menyadari bahwa
pembangunan rumah bagi Allah seharusnya bukan membangkitkan
kemuliaan bagi Daud, melainkan bagi Tuhan. Lagi pula tangan Daud
telah pernah berlumuran darah karena keterlibatannya di medan
perang (1Taw. 22:8; 28:3). Sebab itu, Tuhan menyerahkan tugas
pembangunan Bait-Nya kepada Salomo, anak Daud sendiri.
Bukan hanya Daud, kita pun terkadang ingin melakukan sesuatu bagi
Tuhan. Namun kita telah belajar bahwa apa yang ingin kita lakukan
belum tentu sesuai dengan hati Tuhan. Bukan selalu karena Tuhan
tidak berkenan, melainkan karena memang Tuhan tidak menghendaki
demikian, atau bisa juga karena belum waktunya menurut Tuhan.
Maka carilah kehendak Tuhan saat akan melakukan apa pun bagi Dia.
Sebab semuanya harus diarahkan bagi kemuliaan-Nya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 17:1-15
1. Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi
Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras,
padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda."
2 Lalu berkatalah Natan kepada Daud: "Lakukanlah segala sesuatu
yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau."
3 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada
Natan, demikian:
4 "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman
TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk
didiami.
5 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang
Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah
ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman.
6 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel,
pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang
Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku, demikian:
Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
7 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud:
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau
dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja
atas umat-Ku Israel.
8 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani
dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku akan
membuat namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
9 Aku akan menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan akan
menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan
tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditekan oleh orang-orang
lalim seperti dahulu,
10 sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku
akan menundukkan segala musuhmu. Juga Aku beritahukan kepadamu:
TUHAN akan membangun suatu keturunan bagimu.
11 Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek
moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian,
salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan
kerajaannya.
12 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan
mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.
13 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti
yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau.
14 Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam
kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk
selama-lamanya."
15 Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan
ini Natan berbicara kepada Daud.
|

26th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 26 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 17:16-27
Judul: Kemuliaan Hanya bagi Tuhan
"Beribu lidah patutlah" adalah judul lagu yang ditulis oleh Charles
Wesley pada hari peringatan setahun pertobatannya. Lagu ini
dikenal oleh banyak gereja di Indonesia (KJ no. 294), bahkan di
dunia. Lagu ini menyatakan pujian kepada Tuhan, yang selayaknya
dinaikkan oleh beribu orang.
Meski kerinduan Daud kelihatannya tidak mendapat tanggapan positif
dari Tuhan, Daud tidak bersungut-sungut. Ia setuju dan tunduk
pada jawaban "tidak" dari Tuhan, meski tahu bahwa ia mampu. Walau
usulannya untuk membangun Bait Allah ditolak, hati Daud tetap
melimpah dengan pujian dan syukur karena janji-janji yang Tuhan
nyatakan. Daud memuji Tuhan karena rancangan-Nya untuk memberkati
umat-Nya (ayat 16-22). Rancangan ini telah digenapi pada masa
silam, yakni saat umat Israel keluar dari Mesir. Namun bukan
hanya berhenti sampai di situ. Umat Tuhan pada masa-masa kemudian
juga akan mengalami berkat-berkat Tuhan.
Anugerah Tuhan bagi Daud tidak membuat Daud menjadi sombong. Ia tidak
menganggap bahwa ia layak menerima janji-janji Tuhan tersebut
(ayat 16). Janji-janji itu juga tidak membuat dia merasa diri
lebih mulia. Bagi Daud, pemberian Tuhan justru menggambarkan
kebesaran Pemberi janji, bukan penerimanya. Maka anugerah Tuhan
yang luar biasa membuat Daud semakin memuliakan Allah.
Selanjutnya Daud meminta agar Tuhan menggenapi apa yang telah Dia
janjikan (ayat 23-27).
Menerima dan menyadari kasih karunia Tuhan yang begitu besar,
biasanya mendorong kita untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan.
Apalagi bila kita merasa memiliki kemampuan untuk melakukannya.
Namun dari bacaan ini kita belajar bahwa keinginan kita belum
tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab itu, yang perlu kita
cari dan utamakan adalah kehendak Tuhan atas segala sesuatu yang
kita akan lakukan bagi Dia. Merasa diri mampu atau adanya
keinginan untuk menunjukkan bahwa diri mampu melakukan sesuatu
yang besar bagi Tuhan, akan menjerumuskan kita pada kesombongan
diri dan bukan mengarah pada kemuliaan Tuhan.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 17:16-27
16. Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di
hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah,
dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai
sedemikian ini?
17 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu
Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam
masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan
manusia yang akan datang, ya TUHAN Allah.
18 Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal
Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal
hamba-Mu ini?
19 Ya TUHAN, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu
Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan
memberitahukan segala perkara yang besar itu.
20 Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada
Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan
telinga kami.
21 Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang
Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat
nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat,
dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah
Kaubebaskan dari Mesir?
22 Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk
selama-lamanya dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
23 Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya
janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai
keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
24 Maka nama-Mu akan menjadi teguh dan besar untuk
selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam, Allah
Israel adalah Allah bagi orang Israel; maka keluarga hamba-Mu
Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.
25 Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu
ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah
sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan
doa ke hadapan-Mu.
26 Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah
menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
27 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga
hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk
selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN,
diberkati untuk selama-lamanya."
|

27th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 27 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 18:1-17
Judul: Mau Seperti Daud?
Julian, adalah seorang perwira yang mengingkari iman Kristennya.
Tahun 363, waktu ia memimpin pasukannya dalam peperangan, ia
terluka parah oleh tikaman tombak seorang penunggang kuda. Pada
waktu terkapar, ia menggenggam darah beku dari lambungnya yang
tertikam, dan melemparkannya ke udara sambil berseru: "Hai Orang
Galilea, Engkaulah yang menang." Tragis!
Berbeda dengan Daud. Ia memenangkan banyak peperangan dan menaklukkan
banyak daerah: daerah orang Filistin, Gat dan anak kotanya, Moab,
wilayah sungai Efrat, wilayah Aram dan Damsyik, termasuk orang
Edom, dan Amalek (ayat 1-11). Tak heran bila ia memperoleh harta
jarahan yang sangat banyak. Ditambah lagi upeti yang ia terima
dari raja-raja yang ditaklukkan.
Apa yang membedakan Julian dari Daud? Apapun alasannya, Julian telah
mengingkari imannya. Sedangkan Daud sangat mempercayai Tuhan. Ia
memakai kekuasaannya untuk tujuan yang selaras dengan kehendak
Tuhan. Bagi Daud, kemenangannya merupakan pemberian Tuhan (ayat
6b, 13b). Kemenangan itu akan mempersiapkan masa damai yang
diperlukan saat pembangunan Bait Tuhan. Barang-barang berharga
yang dia peroleh dari kawan maupun musuh (ayat 7-11) akan menjadi
simpanan yang nantinya akan digunakan bagi pembiayaan pembangunan
Bait Tuhan. Meskipun dia tidak diperbolehkan membangun Bait Tuhan
karena 'tangannya berlumuran darah', itu bukan merupakan tanda
bahwa ia tidak diperkenan Tuhan.
Orang yang beriman kepada Tuhan akan memakai hidupnya, waktu dan
segenap potensinya, bagi pekerjaan-pekerjaan Tuhan, guna hormat
dan kemuliaan nama-Nya. Orang seperti itu tidak akan bersikeras
melakukan kehendaknya sendiri, melainkan mengutamakan kehendak
Tuhan. Meskipun Tuhan menyatakan ketidaksetujuan atas keinginan
atau tindakannya, ia tidak lantas marah-marah dan meninggalkan
Tuhan. Bagaimana dengan kita? Mau jadi Julian atau Daud?
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 18:1-17
1. Sesudah itu Daud memukul kalah orang Filistin dan
menundukkan mereka; lalu ia merebut Gat dan segala anak kotanya
dari tangan orang Filistin.
2 Dan Daud memukul kalah orang Moab, sehingga orang Moab takluk
kepadanya dan harus mempersembahkan upeti.
3 Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer, raja Zoba, dekat
Hamat, ketika ia pergi menegakkan kekuasaannya pada sungai Efrat.
4 Daud merebut dari padanya seribu kereta, tujuh ribu orang
pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki,
lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta,
tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta.
5 Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja
Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh
dua ribu orang.
6 Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di
daerah orang Aram dari Damsyik, dan orang Aram itu menjadi budak
Daud yang harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan
kepada Daud ke manapun ia pergi berperang.
7 Sesudah itu Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai
oleh orang-orang Hadadezer, lalu membawanya ke Yerusalem.
8 Dan dari Tibhat dan dari Kun, yaitu kota-kotanya Hadadezer,
Daud mengangkut amat banyak tembaga; dari padanya Salomo membuat
"laut" tembaga, tiang-tiang dan perlengkapan tembaga.
9. Ketika didengar Tou, raja Hamat, bahwa Daud telah memukul
kalah seluruh tentara Hadadezer, raja Zoba,
10 maka ia mengutus Hadoram, anaknya, kepada raja Daud untuk
menyampaikan salam dan mengucapkan selamat kepadanya, karena ia
telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab
Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Hadoram membawa pelbagai
barang-barang emas, perak dan tembaga.
11 Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN,
bersama-sama perak dan emas yang diangkutnya dari segala bangsa,
yakni dari orang Edom, dari orang Moab, dari bani Amon, dari
orang Filistin dan dari orang Amalek.
12 Abisai, anak Zeruya, menewaskan delapan belas ribu orang
Edom di Lembah Asin.
13 Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom,
sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi
kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang.
14 Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan
menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.
15 Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud
menjadi bendahara;
16 Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam;
Sausa menjadi panitera;
17 Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang
Pleti; dan anak-anak Daud adalah orang-orang utama yang
diperbantukan kepada raja.
|

28th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 28 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 19:1-19
Judul: Jangan Bertindak Keliru
Saat penggalian di kota Pompeii, ditemukan mayat seorang perempuan
yang sudah membatu. Tangannya penuh permata. Rupanya ketika
gunung Vesuvius meletus, ia bukan segera lari melainkan
menyempatkan diri untuk mengambil perhiasan-perhiasannya.
Begitulah nasib orang yang mengambil pilihan keliru pada saat
yang sangat genting.
Daud mendengar berita wafatnya Nahas, raja Bani Amon. Ia menunjukkan
persahabatannya dengan mengirimkan utusan kepada Hanun, putra
Nahas, untuk menyampaikan rasa berbelasungkawa (ayat 1-2). Namun
para pemuka Bani Amon memengaruhi Hanun supaya tidak mempercayai
maksud Daud begitu saja. Bani Amon kemudian bertindak keliru
dengan menangkap utusan Daud, dan mempermalukan mereka dengan
mencukur janggut serta memotong pakaian mereka. Ini merupakan
penghinaan! Di dalam budaya mereka pada saat itu, para pria
merasa lebih baik mati daripada dicukur janggutnya. Menurut
mereka, rahang dan dagu yang bersih adalah tanda status budak.
Itu berarti, tawaran persahabatan dari Daud telah dibalas dengan
penghinaan (ayat 4-5).
Walau terlambat, Hanun sadar bahwa tindakannya terhadap utusan Daud
dapat menimbulkan masalah besar. Sayang, ia masih saja bertindak
keliru. Ia meminta bantuan Raja Aram (ayat 6-7). Melihat hal ini,
Daud memerintahkan Yoab untuk menghadapi bani Amon. Dengan
pertolongan Tuhan, Yoab yang dibantu oleh Abisai, adiknya,
mengalahkan tentara Aram dan Bani Amon (ayat 8-18). Kekalahan itu
membuat orang Aram jera membantu Amon (ayat 19).
Pilihan atau tindakan keliru dapat terjadi bila kita mendengarkan
nasihat dari orang yang keliru. Maka carilah orang yang tepat,
yakni orang yang hidupnya benar dan takut akan Tuhan, untuk
dimintai nasihat.
Tindakan keliru bisa juga terjadi saat kita didorong oleh kecurigaan
yang tidak pada tempatnya. Akibatnya bisa fatal. Persahabatan
hancur dan orang lain pun jadi korban. Karena itu carilah hikmat
Tuhan sebelum bertindak.
+++++++++++++++++++++++++++++++++
1Tawarikh 19:1-19
1. Sesudah itu matilah Nahas, raja bani Amon, lalu anaknya
menjadi raja menggantikan dia.
2 Lalu berkatalah Daud: "Aku akan menunjukkan persahabatan
kepada Hanun bin Nahas, sebab ayahnya telah menunjukkan
persahabatan kepadaku." Sebab itu Daud mengirim utusan untuk
menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya karena kematian
ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani
Amon itu, kepada Hanun, untuk menyampaikan pesan turut
berdukacita kepadanya,
3 berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun: "Apakah
menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia
telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut
berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk
mengintai dan menghancurkan negeri ini maka pegawai-pegawainya
datang kepadamu?"
4 Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu,
disuruhnya mencukur mereka dan memotong pakaian mereka pada
bagian tengah sampai pangkal paha mereka, kemudian dilepasnya
mereka.
5 Ketika mereka berjalan pulang, diberitahukan kepada Daud
tentang orang-orang itu, lalu disuruhnya orang menemui mereka,
sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata:
"Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian
datanglah kembali."
6. Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka telah membuat dirinya
dibenci oleh Daud, maka Hanun dan bani Amon itu mengirim seribu
talenta perak untuk menyewa kereta dan orang-orang berkuda dari
Aram-Mesopotamia, dari Aram-Maakha dan dari Aram-Zoba.
7 Mereka menyewa tiga puluh dua ribu kereta, serta raja negeri
Maakha dengan tentaranya, yang datang berkemah dekat Medeba. Juga
bani Amon itu berkumpul dari kota-kota mereka dan datang untuk
berperang.
8 Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan
segenap tentara dan pahlawan.
9 Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan
pintu kota, sedang raja-raja yang ikut datang ada tersendiri di
padang.
10 Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari
depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang
pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan
orang Aram itu.
11 Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan
Abisai, adiknya, dan mereka mengatur barisannya berhadapan dengan
bani Amon itu.
12 Lalu berkatalah Yoab: "Jika orang Aram itu lebih kuat dari
padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon
itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan menolong engkau.
13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk
bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya
melakukan yang baik di mata-Nya."
14 Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju
menghadapi orang Aram itu untuk berperang dan orang-orang itu
melarikan diri dari hadapannya.
15 Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan
diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai, adik Yoab, dan
masuk ke dalam kota. Sesudah itu Yoab pulang ke Yerusalem.
16 Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah
oleh orang Israel, maka mereka mengirim utusan-utusan dan
menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang
di bawah pimpinan Sofakh, panglima tentara Hadadezer.
17 Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka
dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai
Yordan, lalu sampai ke dekat mereka, dan diaturnya barisannya
melawan mereka. Ketika Daud mengatur barisannya berhadapan dengan
orang Aram itu untuk berperang, maka mereka bertempur melawan
dia,
18 tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan
Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu ekor kuda kereta dan
empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh,
panglima tentara itu, dibunuhnya.
19 Ketika dilihat orang-orang yang takluk kepada Hadadezer,
bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka
mengadakan perdamaian dengan Daud dan takluk kepadanya; sesudah
itu orang Aram tidak mau lagi memberi pertolongan kepada bani
Amon.
|

28th August 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2008
Ayat SH: 1Tawarikh 20:1-8
Judul: Bukan Hanya untuk Saat Ini
Salomo, anak Daud, akan memikul tanggung jawab yang sangat berat
untuk membangun Bait Allah kelak. Menyadari hal itu, Daud tidak
tinggal diam. Penolakan Allah tidak membuat Daud mogok atau
bersikap tidak mau tahu. Ia tidak berpangku tangan dan membiarkan
Salomo sendirian mengerjakan tugas besar itu. Ia ingin membantu,
setidaknya dalam mempersiapkan karya agung itu. Salah satu
diantaranya adalah melalui perang melawan bangsa-bangsa yang
menjadi musuh Israel selama itu. D | |