 |
|

7th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Senin, 8 September 2008
Ayat SH: Titus 1:10-16
Judul: Hati-Hati! Ada Pengajar Sesat!
Musuh dalam selimut", begitulah sebutan yang tepat bagi para pengajar
sesat yang Paulus sebutkan. Mengapa demikian? Karena mereka
berada di tengah-tengah jemaat, tetapi menyesatkan jemaat (ayat
10). Ini berbahaya, karena ajaran mereka hanyalah berisi pendapat
mereka sendiri, dan bertentangan dengan firman Tuhan. Mengapa
mereka tega melakukan hal itu? Keuntungan diri sendiri, itulah
motivasinya (ayat 11, 12). Meski mereka mengaku mengenal Allah,
tetapi hidup mereka menunjukkan penyangkalan akan Dia (ayat 16).
Karena itu, tidak ada jalan lagi bagi Titus selain membungkam
mereka karena telah menimbulkan kekacauan di dalam gereja. Mereka
tidak boleh diberi kesempatan untuk menyebarkan pengajaran
mereka. Caranya? Titus harus menegur mereka! Mereka tidak boleh
lagi mengajarkan dongeng-dongeng dan pengajaran yang bertentangan
dengan kebenaran (ayat 14)!
Memang tidak boleh ada kata sungkan dalam menghadapi pengajar sesat.
Kegagalan mengkonfrontasi kesesatan memperlihatkan tidak adanya
penghargaan terhadap Kitab Suci. Lalu bagaimana cara menangkal
mereka? Satu-satunya jawaban adalah: dengan berpaut pada firman
Tuhan! Itu sebabnya Paulus menekankan tanggung jawab penatua
untuk memahami Kitab Suci dengan benar (Tit. 1:9). Tujuannya,
agar mereka dapat mengoreksi ajaran-ajaran tersebut.
Nasihat Paulus itu harus kita pegang juga. Camkan baik-baik, tidak
ada jalan lain untuk melawan kesesatan selain dengan berpegang
pada firman Tuhan! Bila kita tahu yang benar, maka kita akan
memahami mana yang salah. Bila hidup kita tidak dilandaskan pada
kebenaran, bagaimana kita dapat mengetahui mana yang sesat?
Mungkin saja lambat laun kita akan digeser dari pemahaman kita
akan kebenaran kepada kesesatan, tanpa kita sadari! Karena itu,
tidak ada jalan lain selain membaca Alkitab tiap-tiap hari.
Pelajari kebenaran yang terdapat di dalamnya. Selidiki tiap
pengajaran yang kita dengar dan jalani!
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Titus 1:10-16
10 Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di
antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan
yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.
11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena
mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang
tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.
12 Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah
berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap
yang malas."
13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas
supaya mereka menjadi sehat dalam iman,
14 dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan
hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.
15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan
bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena
baik akal maupun suara hati mereka najis.
16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan
mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak
sanggup berbuat sesuatu yang baik.
|

8th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 9 September 2008
Ayat SH: Titus 2:1-10
Judul: Jadilah Saksi Kristus
Keluarga merupakan bagian inti dari masyarakat. Keluarga-keluarga
yang hidup benar akan membentuk masyarakat yang benar pula.
Mungkin hal ini disadari oleh para pengajar sesat sehingga mereka
menjadikan keluarga sebagai sasaran penyesatan mereka (Tit.
1:11). Paulus tahu hal ini. Karena itu, ia memberikan instruksi
kepada Titus untuk memerhatikan berbagai kelompok di dalam
jemaat.
Di dalam stuktur sosial, laki-laki yang lebih tua akan dihormati dan
disegani. Perjalanan waktu yang telah mereka lalui seharusnya
membuat mereka dewasa, berhikmat, serta memiliki iman yang sehat
(ayat 2). Perempuan-perempuan yang tua mempunyai peranan penting
dalam jemaat. Mereka harus menjadi teladan bagi
perempuan-perempuan muda dalam hal mengasihi keluarga dan
mengatur rumah tangga (ayat 3-5). Perempuan-perempuan muda perlu
tahu bahwa mereka mendapatkan posisi strategis dari Tuhan untuk
memberi pengaruh bagi anak-anak dan menjadi penolong bagi suami.
Orang-orang muda pun harus pandai menguasai diri (ayat 6). Kaum
pekerja juga harus bersikap benar dengan bekerja rajin dan
menunjukkan ketaatan kepada tuan mereka (ayat 9-10). Firman Tuhan
yang telah mereka dengar harus nyata dalam perilaku mereka. Itu
akan memperlihatkan kuasa Injil yang telah mengubah mereka. Meski
masih muda, Titus sendiri harus bisa menjadi teladan bagi jemaat
dalam segala hal (ayat 7-8). Sebagai duta Kristus, ia memiliki
tanggung jawab untuk membuat kebenaran Kristus menjadi menarik,
dengan hidup sesuai kuasa firman. Karena itu perilakunya harus
sesuai dengan pengajarannya. Bila tidak, tentu orang lain tidak
akan menghiraukan dia.
Meski tidak setiap orang dipanggil untuk menjadi pengabar Injil
secara khusus, setiap orang dipanggil untuk menjadi saksi Kristus
melalui tutur kata dan perilaku hidup sehari-hari. Bersaksi bukan
tugas terbatas untuk golongan usia dan jenis kelamin tertentu.
Semua yang tinggal dalam Yesus, hidupnya pasti memberikan
kesaksian tentang Dia!
++++++++++++++++++++++++++
Titus 2:1-10
1. Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran
yang sehat:
2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat,
bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka
hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan
menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda
mengasihi suami dan anak-anaknya,
5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya,
baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan
dihujat orang.
6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya
mereka menguasai diri dalam segala hal
7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat
baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam
pengajaranmu,
8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan
menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka
sebarkan tentang kita.
9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal
dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,
10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia,
supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran
Allah, Juruselamat kita.
|

10th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 10 September 2008
Ayat SH: Titus 2:11-15
Judul: Hasil Kasih Karunia
Apakah seseorang yang telah diselamatkan seharusnya menunjukkan
perubahan? Ya! Orang yang menerima keselamatan berarti diubah
oleh kasih karunia Tuhan.
Kasih karunia yang menyelamatkan itu terjadi melalui pengorbanan
Kristus di kayu salib. Maka kasih karunia mendorong penerimanya
untuk menyenangkan Tuhan dalam segala sesuatu yang dilakukan
(ayat 14). Bukan hanya bicara masalah hidup tak bermoral atau
keinginan duniawi yang jahat, bisa saja orang yang tampak
baik-baik tidak memiliki tempat bagi Tuhan dalam hidupnya. Maka
perubahan hidup yang dimaksud adalah perubahan hingga seseorang
menempatkan Tuhan sebagai yang terutama di dalam hidupnya.
Konsekuensinya, segala sesuatu yang dapat menggeser tempat Tuhan
akan disingkirkan.
Orang Kristen yang sungguh telah mengalami perubahan menolak
keegoisan, kesombongan, ketamakan, dan segala kesenangan hidup
dalam dosa. Perubahan hidup berarti hidup dalam pengendalian
diri, dalam kebenaran, dan dalam kesalehan (ayat 12). Pengharapan
akan kedatangan Kristus yang kedua kali juga mendorong orang
beriman untuk memiliki sikap siap sedia menyambut kedatangan Dia
(ayat 13). Itu menghasilkan buah-buah perbuatan baik. Keselamatan
memang seharusnya menghadirkan dampak positif yang mewujud pada
aspek-aspek praktis dalam hidup orang yang telah dibebaskan
Kristus. Karena memang untuk itulah Kristus mengorbankan
diri-Nya. Namun tak cukup sampai di situ. Bicara tentang kasih
karunia bukan hanya bicara tentang manfaatnya bagi diri sendiri,
melainkan juga bicara tentang memberitakannya kepada orang lain
(ayat 15) agar mereka pun menikmatinya juga.
Bagaimana hidup kita setelah menerima kasih karunia Tuhan? Adakah
yang dikikis dan adakah yang bertumbuh? Tunjukkanlah syukur kita
atas kasih karunia yang kita peroleh dengan meninggalkan
kefasikan dan keinginan duniawi, belajar hidup bijaksana, adil,
serta rajin berbuat baik.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Titus 2:11-15
11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia
sudah nyata.
12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan
keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil
dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh
bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan
Juruselamat kita Yesus Kristus,
14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan
kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya
suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
15. Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang
dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap
engkau rendah.
|

10th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 11 September 2008
Ayat SH: Titus 3:1-8
Judul: Dampak Keselamatan
Menerima anugerah keselamatan berarti berakhirnya hidup dalam
kegelapan dan dimulainya hidup dalam terang. Hidup dalam
kegelapan berarti hidup berlawanan dengan kehendak Allah,
diperbudak dosa, dan memiliki hubungan yang tidak selaras dengan
orang lain (ayat 3). Namun ketika mengalami pertemuan dengan
Kristus dan menjadi percaya, maka kegelapan menjadi sirna karena
terbitnya terang Tuhan. Roh Kudus mengerjakan pembaruan di dalam
hidup orang percaya (ayat 4-7). Maka di dalam terang pembaruan
itu, orang yang percaya kepada Tuhan seharusnya menunjukkan buah
melalui perbuatan baik (ayat 8).
Perbuatan baik apa yang harus dilakukan orang percaya? Paulus
memberikan dua contoh. Pertama, dalam keberadaan sebagai warga
negara. Orang percaya harus menjadi warga negara yang baik dengan
bersikap tunduk kepada pemerintah (ayat 1). Tunduk berarti taat.
Contohnya: taat membayar pajak atau mematuhi hukum yang berlaku.
Kita tentu akan dengan senang hati tunduk bila melihat pemerintah
yang adil dan bekerja keras memakmurkan rakyat. Namun apa yang
kita temui? Kinerja dan aparat yang korup, tidak adil, dan
sewenang-wenang. Kita merasa tak rela mematuhi pemerintah yang
seperti itu. Malah mungkin terlintas di benak kita untuk
melancarkan protes dengan mengadakan 'demo'. Mengajukan kritik
kepada pemerintah jelas bukan hal yang salah bila pemerintah
memang menyimpang dari kebenaran. Namun kita tetap harus
menunjukkan sikap tunduk dalam berbagai aspek yang semestinya
kita lakukan sebagai warganegara. Kedua, dalam hubungan dengan
orang lain. Orang Kristen harus menunjukkan sikap dan tingkah
laku sebagai pembawa damai (ayat 2).
Keduanya tidak mudah, karena terkadang harus mengorbankan kepentingan
dan harga diri. Akan tetapi, itulah yang harus lahir dan ada di
dalam diri kita karena keselamatan seharusnya menghadirkan dampak
dalam hubungan dengan pemerintah dan sesama.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Titus 3:1-8
1. Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan
orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap
pekerjaan yang baik.
2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar,
hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap
semua orang.
3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat,
sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup
dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan
kasih-Nya kepada manusia,
5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena
perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya
oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang
dikerjakan oleh Roh Kudus,
6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus,
Juruselamat kita,
7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih
karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan
pengharapan kita.
8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin
menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah
sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah
yang baik dan berguna bagi manusia.
|

12th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Jumat, 12 September 2008
Ayat SH: Titus 3:9-15
Judul: Hati-Hati Sesat!
Seorang gembala jemaat bertugas membina iman jemaat. Namun ada saja
kemungkinan si gembala harus menghadapi orang yang senang
berdebat. Orang semacam ini bukan sedang mencari jawaban atas
pergumulan imannya. Biasanya ia hanya senang cari-cari masalah.
Menurut Paulus, ini harus dihindari (ayat 9). Meski sanggup
mempertahankan iman, tak ada guna buang-buang waktu karena yang
dicari bukanlah kebenaran. Jadi jangan sampai terjebak pada debat
kusir. Itu tidak membuat Injil dikenal orang. Perdebatan tak akan
membuat iman seseorang bertumbuh. Juga jangan sampai orang merasa
diri saleh hanya karena ia sibuk mendiskusikan masalah iman.
Kekristenan tak hanya berhenti sampai wacana, melainkan harus
mewujud dalam tindakan. Bukan berarti tak ada tempat untuk
mendiskusikan iman, tetapi iman yang tidak berakhir pada sebuah
tindakan adalah sia-sia. Mendiskusikan iman bukan ditujukan untuk
membuktikan pendapat atau memenangkan argumen.
Ada lagi kelompok orang yang sering menyusahkan hamba Tuhan, yaitu
bidat. Bidat adalah penyesatan ajaran yang berpotensi memecah
belah gereja. Sebenarnya penganjur dan pengikut bidat harus
segera dijauhi karena mereka tidak menghargai kebenaran. Namun
Paulus masih memberikan kemungkinan pertobatan, karena itu para
pengikut bidat tetap harus diberi peringatan dan dibimbing (ayat
10). Mungkin dengan nasihat hamba Tuhan, mereka akan sadar dan
berbalik ke jalan yang benar. Akan tetapi, bila mereka tidak
menghiraukan peringatan atau nasihat, tetapi tetap sesat maka
mereka tak perlu dihiraukan lagi. Sia-sia saja memberikan nasihat
kepada orang-orang semacam itu. Mereka malah bisa menularkan
kesesatan kepada jemaat.
Terjebak pada kesesatan apalagi mengajarkan kesesatan adalah hal yang
harus kita hindari. Filter untuk mengenali kesesatan adalah
firman Tuhan. Maka tak ada jalan lain untuk menghindari kesesatan
selain dari mengenali kebenaran itu sendiri. Karena itu bacalah
Alkitab dan pelajarilah.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Titus 3:9-15
9. Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh,
persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum
Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.
10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati,
hendaklah engkau jauhi.
11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat
dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.
12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu,
berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan
untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini.
13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos,
dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu
apa.
14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan
pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang
pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
15 Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan
sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam
iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian!
|

12th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Sabtu, 13 September 2008
Ayat SH: Ezra 1:1-11
Judul: Pemulihan Kembali
Maklumat Raja Koresy mengizinkan orang Yahudi kembali ke tanah airnya
dan membangun kembali rumah bagi Allah mereka. Maklumat ini
menganugerahkan pemulihan martabat bagi mereka, sekaligus
pemulihan rohani.
Bayangkan, puluhan tahun mereka dibuang ke tanah asing dan berada di
bawah tekanan. Identitas mereka sebagai suatu bangsa dilenyapkan.
Namun Allah tidak tinggal diam. Dia memang tidak pernah
menghendaki umat-Nya menjadi bangsa buangan. Dosa-dosa bangsa
itulah yang telah membuat Allah menghukum mereka ke dalam
penaklukan bangsa asing (band. Ul. 28:64-66). Namun tidak untuk
selamanya Ia menghukum. Ia menggerakkan Raja Koresy (ayat 1)
untuk membuat maklumat yang mengizinkan orang Yahudi kembali ke
tanah airnya (nabi Yesaya sudah menubuatkan hal ini jauh
sebelumnya, lih. Yes. 44:28-45:7).
Allah memang telah berjanji untuk memulihkan umat-Nya. Akan tetapi,
mari kita pikirkan: setelah ditinggalkan warganya selama 70
tahun, bagaimana kondisi Yerusalem? Bukankah sudah menjadi
reruntuhan? Betapa sulit memulihkan kota itu! Betapa mahal biaya
yang diperlukan! Setelah sekian lama menjadi tawanan, dari mana
mereka mendapat dana untuk membangun kembali Yerusalem? Namun
Allah di dalam segala hikmat-Nya menggerakkan Raja Koresy juga
untuk memikirkan bagaimana umat Israel bisa mendapatkan dana
untuk biaya kepulangan mereka (ayat 4). Bahkan ia sendiri
mengembalikan perlengkapan rumah Tuhan yang dulu dirampas (ayat
7-11).
Bila Allah menghendaki terjadi pembaruan umat maka tak ada sesuatu
pun yang akan menghalangi. Bahkan segala sesuatu dirancang untuk
mendukung rencana itu. Kita yang sering mengharapkan terjadinya
pembaruan di jemaat kita, kiranya belajar untuk tidak
mengandalkan strategi dan metode. Sumber pembaruan umat yang
terpenting adalah Allah sendiri. Karena itu berdoa, meminta Allah
berbelas kasihan dan berkarya, sangat utama!
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ezra 1:1-11
1. Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN
menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan
firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh
kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
2 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di
bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta
langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di
Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya
menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang
terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel,
yakni Allah yang diam di Yerusalem.
4 Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai
pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan
emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela
bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem."
5. Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda
dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni
setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang
dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.
6 Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan
barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan
dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu
yang dipersembahkan dengan sukarela.
7 Pula raja Koresh menyuruh mengeluarkan perlengkapan rumah
TUHAN yang telah diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang
ditaruhnya di dalam kuil allahnya.
8 Koresh, raja Persia itu, menyuruh mengeluarkan semuanya itu
di bawah pengawasan Mitredat, bendahara raja, yang menghitung
seluruhnya bagi Sesbazar, pembesar di Yehuda.
9 Inilah daftarnya: tiga puluh bokor emas, seribu bokor perak,
dua puluh sembilan pisau,
10 tiga puluh piala emas, pula empat ratus sepuluh piala perak,
seribu buah barang-barang lain.
11 Barang-barang emas dan perak itu seluruhnya berjumlah lima
ribu empat ratus. Semuanya itu dibawa oleh Sesbazar sewaktu
orang-orang buangan itu dibawa pulang dari negeri Babel ke
Yerusalem.
|

13th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Minggu, 14 September 2008
Ayat SH: Ezra 2:1-70
Judul: Menata Ulang Keumatan
Ketika arus mudik saat lebaran tiba, kita menyaksikan suasana yang
begitu gembira. Para pemudik terlihat bersukacita meski harus
bersusah payah mengantre tiket ataupun kena macet dalam
perjalanan yang melelahkan.
Orang-orang Israel yang datang ke Yerusalem dalam bacaan ini bukanlah
pemudik tahunan. Mereka kembali setelah dibuang ke negara lain
sekian lama. Mereka pulang karena merespons maklumat yang
dikeluarkan oleh Raja Koresy. Mereka kembali ke tempat di mana
identitas dan martabat mereka sebagai bangsa akan dipulihkan.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka. Ada harapan untuk
kehidupan yang lebih baik, tapi pasti terselip juga kecemasan
apakah memang kehidupan mereka di kampung halaman akan lebih
baik.
Maka dibuatlah daftar nama-nama keluarga yang akan kembali beserta
jumlah mereka (ayat 3-21). Pendaftaran nama-nama tersebut dibuat
dengan memerhatikan tempat tinggal mereka (ayat 22-35),
fungsi-fungsi mereka dalam kaitan dengan pelayanan kerohanian
(ayat 36-41), dan pelayanan pemerintahan atau kemasyarakatan
(ayat 42-57). Dalam kasus mereka menolak orang-orang yang tidak
murni keturunan Lewi dari pelayanan imam, menunjukkan bahwa
pendaftaran ini bertujuan menyiapkan struktur komunitas yang
serasi dengan yang nenek moyang mereka pernah miliki sebagai umat
Allah. Untuk hal ini orang Israel tidak mau main-main. Dengan
tegas mereka menyatakan bahwa orang-orang yang tidak tahir tidak
boleh menjabat sebagai imam.
Jabatan imam memang hanya dikhususkan bagi suku Lewi. Tidak ada suku
lain yang boleh menggantikan. Apalagi orang-orang yang tidak
jelas jati diri dan asal usulnya. Begitu pula, ada hal-hal khusus
yang hanya boleh dilakukan oleh pendeta di gereja. Misalnya tugas
membaptis, memberikan pemberkatan nikah, atau memimpin perjamuan
kudus. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan dalam gereja agar
kita menjadi gereja yang benar.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ezra 2:1-70
1. Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang
dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke
Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke
Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya,
Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana.
Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang;
6 bani Pahat-Moab, yakni anak-anak Yesua dan Yoab: dua ribu
delapan ratus dua belas orang;
7 bani Elam: seribu dua ratus lima puluh empat orang;
8 bani Zatu: sembilan ratus empat puluh lima orang;
9 bani Zakai: tujuh ratus enam puluh orang;
10 bani Bani: enam ratus empat puluh dua orang;
11 bani Bebai: enam ratus dua puluh tiga orang;
12 bani Azgad: seribu dua ratus dua puluh dua orang;
13 bani Adonikam: enam ratus enam puluh enam orang;
14 bani Bigwai: dua ribu lima puluh enam orang;
15 bani Adin: empat ratus lima puluh empat orang;
16 bani Ater, yakni bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang;
17 bani Bezai: tiga ratus dua puluh tiga orang;
18 bani Yora: seratus dua belas orang;
19 bani Hasum: dua ratus dua puluh tiga orang;
20 bani Gibar: sembilan puluh lima orang;
21 dari Betlehem: seratus dua puluh tiga orang;
22 orang-orang Netofa: lima puluh enam orang;
23 orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang;
24 dari Asmawet: empat puluh dua orang;
25 dari Kiryat-Arim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus empat puluh
tiga orang;
26 dari Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang;
27 orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang;
28 orang-orang Betel dan Ai: dua ratus dua puluh tiga orang;
29 dari Nebo: lima puluh dua orang;
30 bani Magbis: seratus lima puluh enam orang;
31 bani Elam, yakni Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh
empat orang;
32 bani Harim: tiga ratus dua puluh orang;
33 orang-orang dari Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh
lima orang;
34 dari Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang;
35 bani Senaa: tiga ribu enam ratus tiga puluh orang.
36. Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua:
sembilan ratus tujuh puluh tiga orang;
37 bani Imer: seribu lima puluh dua orang;
38 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang;
39 bani Harim: seribu tujuh belas orang.
40 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani
Hodawya: tujuh puluh empat orang.
41 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan
orang.
42 Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater,
bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus
tiga puluh sembilan orang.
43 Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa,
bani Tabaot;
44 bani Keros, bani Siaha, bani Padon;
45 bani Lebana, bani Hagaba, bani Akub;
46 bani Hagab, bani Samlai, bani Hanan;
47 bani Gidel, bani Gahar, bani Reaya;
48 bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam;
49 bani Uza, bani Paseah, bani Besai;
50 bani Asna, bani Meunim, bani Nefusim;
51 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur;
52 bani Bazlut, bani Mehida, bani Harsa;
53 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah;
54 bani Neziah, bani Hatifa.
55 Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani
Soferet, bani Peruda;
56 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel;
57 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-Hazebaim, bani Ami.
58 Seluruh budak di bait Allah dan keturunan para hamba Salomo
ada tiga ratus sembilan puluh dua orang.
59 Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah,
Tel-Harsa, Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat
menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk
bangsa Israel:
60 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, enam ratus lima puluh
dua orang;
61 dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani
Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan
Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama
keluarga itu.
62 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam
silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka
dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
63 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa
mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada
seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.
64. Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu
tiga ratus enam puluh orang,
65 selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang
berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada
mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan.
66 Mereka mempunyai tujuh ratus tiga puluh enam ekor kuda, dua
ratus empat puluh lima ekor bagal,
67 empat ratus tiga puluh lima ekor unta, dan enam ribu tujuh
ratus dua puluh ekor keledai.
68 Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN
yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna
pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula.
69 Mereka memberi sumbangan sekadar kemampuan mereka untuk
perbendaharaan guna pekerjaan itu sebanyak enam puluh satu ribu
dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam.
70 Adapun para imam dan orang-orang Lewi, dan juga sebagian
dari rakyat, serta para penyanyi, para penunggu pintu gerbang dan
para budak di bait Allah menetap di kota-kota mereka, demikian
juga semua orang Israel yang lain, masing-masing di kota-kotanya
sendiri.
|

14th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Senin, 15 September 2008
Ayat SH: Ezra 3:1-13
Judul: Menjadi Mezbah Hidup
Membangun kembali mezbah bagi Tuhan merupakan langkah utama bagi
bangsa Yahudi pascapembuangan. Sebab bagi mereka puncak ibadah
umat adalah mempersembahkan kurban bagi Tuhan. Kurban bakaran
adalah kurban yang seluruhnya dibakar, yang mengibaratkan
totalitas pemberian. Dalam satu hari ada dua kurban bakaran anak
domba yang dipersembahkan, satu pagi dan satu lagi sore (Kel.
29:38-42). Kemudian ada pula persembahan yang lain seperti
persembahan sukarela yang dibawa setiap saat dan kurban untuk
pesta-pesta suci. Bahkan dalam ayat 4 dinyatakan bahwa mereka
juga mengadakan hari raya Pondok Daun. Semua itu dilakukan dengan
pengucapan syukur dan sukacita yang besar. Selain itu kita dapat
melihat sikap umat yang luar biasa saat dasar Bait Suci
diletakkan. Seluruh umat bersorak sorai dengan suara nyaring,
memuji-muji Tuhan dengan penuh haru dan kegembiraan yang besar.
Persembahan yang berupa kurban tidak lagi terjadi di dalam gereja
kini. Maka di dalam gereja tidak ada lagi mezbah kurban karena
dosa. Meski demikian, kita telah menjadi bait Allah yang hidup
karena Tuhan kita, Yesus Kristus telah mempersembahkan hidup-Nya
sebagai kurban penebusan yang tuntas ganti diri kita. Mezbah
kurban syukur masa kini adalah respons syukur dan terima kasih
kita kepada Dia, yang telah mengurbankan diri-Nya bagi kita.
Respons syukur itu kita nyatakan dalam segenap hidup kita, yaitu
dalam keseharian kita.
Kiranya perenungan hari ini mengingatkan kita agar bersedia menjadi
mezbah bagi Tuhan. Artinya, dengan tulus dan sukarela
mempersembahkan tubuh dan hidup kita bagi kemuliaan Tuhan.
Ingatlah bahwa Tuhan Yesus telah memulihkan kita dalam hubungan
damai dengan Tuhan. Sudah selayaknya bila kita mensyukuri karya
Allah yang besar itu. Bersorak sorai, bahkan dengan mencucurkan
air mata, memuji-muji Tuhan. "Sebab Ia baik, bahwa untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya!"
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ezra 3:1-13
1. Ketika tiba bulan yang ketujuh, setelah orang Israel menetap
di kota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di
Yerusalem.
2 Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya,
para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta
saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk
mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada
tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah.
3 Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun
mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka
mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban
bakaran waktu pagi dan waktu petang.
4 Mereka juga mengadakan hari raya Pondok Daun, sesuai dengan
yang ada tertulis, dan mempersembahkan korban bakaran hari demi
hari menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan, yakni setiap
hari menurut yang ditetapkan untuk hari itu.
5 Dan sejak itu diadakanlah korban bakaran yang tetap, juga
korban bakaran pada bulan baru dan pada setiap hari raya yang
kudus bagi TUHAN, dan setiap kali orang mempersembahkan
persembahan sukarela kepada TUHAN.
6 Sejak hari pertama bulan yang ketujuh mereka mulai
mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, namun dasar bait
suci TUHAN belum juga diletakkan.
7 Lalu mereka memberikan uang kepada tukang batu dan tukang
kayu, sedang kepada orang Sidon dan Tirus makanan dan minuman dan
minyak, supaya orang-orang itu membawa kayu aras dari Libanon
sampai ke laut dekat Yafo, seperti yang telah diizinkan kepada
mereka oleh Koresh, raja negeri Persia.
8. Pada tahun yang kedua sesudah mereka sampai ke rumah Allah
di Yerusalem, dalam bulan yang kedua, maka Zerubabel bin Sealtiel
dan Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudara mereka yang lain,
yakni para imam dan orang-orang Lewi, dan semua orang yang pulang
ke Yerusalem dari tempat tawanan memulai pekerjaan itu. Mereka
menugaskan orang-orang Lewi yang berumur dua puluh tahun ke atas
untuk mengawasi pekerjaan membangun rumah TUHAN.
9 Lalu Yesua serta anak-anak dan saudara-saudaranya dan Kadmiel
serta anak-anaknya, orang-orang Yehuda bersama-sama bertindak
mengawasi orang-orang yang melakukan pekerjaan membangun rumah
Allah. Demikian juga bani Henadad, anak-anak dan saudara-saudara
mereka, orang-orang Lewi itu.
10 Pada waktu dasar bait suci TUHAN diletakkan oleh
tukang-tukang bangunan, maka tampillah para imam dengan memakai
pakaian jabatan dan membawa nafiri, dan orang-orang Lewi, bani
Asaf, dengan membawa ceracap, untuk memuji-muji TUHAN, menurut
petunjuk Daud, raja Israel.
11 Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN
nyanyian pujian dan syukur: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" Dan seluruh umat
bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh
karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.
12 Tetapi banyak di antara para imam, orang-orang Lewi dan
kepala-kepala kaum keluarga, orang tua-tua yang pernah melihat
rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring, ketika
perletakan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang
banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena
kegirangan.
13 Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai
kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat
bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya
kedengaran sampai jauh.
|

16th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 16 September 2008
Ayat SH: Ezra 4:1-24
Judul: Tidak Ada Kompromi
Umat Tuhan yang telah mengalami pemulihan kadang-kadang terlampau
besar sukacitanya sehingga mengira bahwa segala hambatan dan
kesulitan telah berakhir semua. Ternyata tidak demikian, justru
mereka menghadapi yang sebaliknya ketika sedang akan memulai
membangun Bait Suci. Ada sekelompok orang yang menawarkan diri
untuk ikut bergabung dalam pembangunan Bait Suci itu. Namun
Zerubabel dan kawan-kawannya menolak tawaran itu. Akibatnya
orang-orang itu menjadi marah dan mengganggu jalannya
pembangunan.
Memang dalam sejarah umat manusia, tidak pernah ada pekerjaan bagi
Tuhan yang tidak diganggu oleh Iblis. Perlawanan itu biasanya
mulai dengan tipu daya yang halus, tetapi bila tidak berhasil
lalu berubah menjadi secara terang-terangan. Bahkan dengan
menggunakan segala cara yang jahat. Demikian pula yang terjadi
dalam masa itu. Musuh-musuh itu datang untuk merintangi
pembangunan Bait Suci. Mereka berusaha menghalangi pekerjaan itu
melalui tiga cara. Pertama, dengan cara membujuk orang Yahudi
untuk bersekutu. "Biarlah kami turut membangun bersama-sama
dengan kamu" (ayat 2). Kedua, merintangi secara terang-terangan
dengan melemahkan semangat dan membuat orang Yahudi ketakutan
(ayat 4). Ketiga, membuat surat pengaduan palsu. Mereka menyogok
para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu (ayat 5).
Akibatnya pekerjaan mereka tertunda, bahkan terhenti dan umat
jadi kurang berani.
Selaku umat Tuhan, kita punya tugas dan tanggung jawab untuk
melakukan pekerjaan-Nya. Bila kita telah melakukannya dengan
setia, kita harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan.
Terutama menghadapi keadaan dunia dewasa ini, banyak ujian hidup
yang bisa saja menumbuhkan iman kita. Namun bila tidak hati-hati,
akan menjadi pencobaan yang meruntuhkan iman. Kita harus
berpegang teguh pada semboyan: "Tidak ada kompromi". Maka jangan
takut dan tetaplah semangat melakukan pekerjaan Tuhan.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ezra 4:1-24
1. Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa
orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun bait
suci bagi TUHAN, Allah Israel,
2 maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum
keluarga dan berkata kepada mereka: "Biarlah kami turut membangun
bersama-sama dengan kamu, karena kamipun berbakti kepada Allahmu
sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban
kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan
kami ke mari."
3 Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang
Israel yang lain berkata kepada mereka: "Bukanlah urusan kita
bersama, sehingga kamu dan kami membangun rumah bagi Allah kami,
karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, Allah
Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja
negeri Persia."
4 Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang
Yehuda dan membuat mereka takut membangun.
5 Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai
zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok
para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan
menggagalkan rancangan mereka.
6. Pada zaman pemerintahan Ahasyweros, pada permulaan
pemerintahannya, mereka menulis surat tuduhan terhadap
orang-orang yang telah menetap di Yehuda dan di Yerusalem.
7 Dan pada zaman Artahsasta ditulislah surat oleh Bislam,
Mitredat dan Tabeel serta rekan-rekannya yang lain kepada
Artahsasta, raja negeri Persia. Naskah surat itu ditulis dalam
bahasa Aram dengan terjemahannya. (Dalam bahasa Aram 
8 Rehum, bupati, dan Simsai, panitera, telah menulis surat
terhadap Yerusalem kepada raja Artahsasta, yang isinya sebagai
berikut.
9 --Pada waktu itu ditulislah surat itu oleh Rehum, bupati, dan
Simsai, panitera, serta rekan-rekan mereka yang lain, para hakim
dan punggawa dan pegawai-pegawai, orang Persia, orang-orang dari
Erekh, dari Babel serta orang-orang dari Susan, yaitu orang-orang
Elam,
10 dan bangsa-bangsa lain, yang oleh Asnapar yang agung dan
mulia itu dipindahkan dan disuruh menetap di kota Samaria dan di
daerah yang lain sebelah barat sungai Efrat.
11 Inilah salinan surat yang dikirim mereka kepadanya: "Ke
hadapan raja Artahsasta dari hamba-hamba tuanku, orang-orang di
daerah sebelah barat sungai Efrat. Maka
12 kiranya raja maklum, bahwa orang-orang Yahudi, yang
berangkat dari tuanku ke tempat kami, telah tiba di Yerusalem.
Mereka sedang membangun kembali kota yang durhaka dan jahat itu;
mereka menyelesaikan pembangunan tembok-tembok dan memperbaiki
dasarnya.
13 Kiranya raja maklum, bahwa jikalau kota itu sudah dibangun
dan tembok-temboknya sudah selesai, orang tidak lagi membayar
pajak, upeti atau bea, sehingga kota itu akhirnya mendatangkan
kerugian kepada raja-raja.
14 Sekarang, oleh karena kami mempunyai hubungan dengan raja
dan tidak patut bagi kami melihat raja kena cela, maka oleh sebab
itu kami menyuruh orang memberitahukan hal itu kepada raja,
15 supaya diadakan penyelidikan dalam kitab riwayat nenek
moyang tuanku. Di dalam kitab riwayat itu tuanku akan mendapati
dan mengetahui, bahwa kota itu kota durhaka, yang selalu
mendatangkan kerugian kepada raja-raja dan daerah-daerah, dan
bahwa orang selalu mengadakan pemberontakan di dalamnya sejak
zaman dahulu. Itulah sebabnya maka kota itu dibinasakan.
16 Kami ini memberitahukan kepada raja, bahwa jikalau kota itu
sudah dibangun kembali dan tembok-temboknya sudah selesai, maka
bagi tuanku kelak tidak ada lagi milik di daerah sebelah barat
sungai Efrat."
17. Maka raja mengirim surat jawaban ini: "Kepada Rehum, bupati,
dan Simsai, panitera, serta rekan-rekan mereka yang lain, yang
tinggal di Samaria dan di daerah yang lain seberang sungai Efrat.
Salam! Maka sekarang,
18 surat yang kamu kirim kepada kami, telah dibacakan kepadaku
dengan jelas.
19 Lalu atas perintahku telah diadakan penyelidikan, dan
didapati, bahwa kota itu sejak zaman dahulu selalu bangkit
melawan raja-raja dan bahwa penduduknya selalu mendurhaka dan
memberontak.
20 Lagipula dahulu ada raja-raja yang berkuasa atas Yerusalem,
yang memerintah seluruh daerah seberang sungai Efrat, dan kepada
mereka dibayarlah pajak, upeti dan bea.
21 Oleh sebab itu, keluarkanlah perintah, untuk menghentikan
orang-orang itu, supaya kota itu jangan dibangun kembali, sebelum
aku mengeluarkan perintah.
22 Dan ingatlah baik-baik supaya jangan kamu perbuat suatu
kelalaian dalam perkara ini. Apakah gunanya kerusakan yang
menjadi kerugian raja-raja itu bertambah besar?"
23 Maka setelah salinan surat raja Artahsasta dibacakan kepada
Rehum, dan Simsai, panitera, serta rekan-rekan mereka,
berangkatlah mereka dengan segera ke Yerusalem mendapatkan
orang-orang Yahudi, dan dengan kekerasan mereka memaksa
orang-orang itu menghentikan pekerjaan itu.
24 Pada waktu itu terhentilah pekerjaan membangun rumah Allah
yang di Yerusalem, dan tetap terhenti sampai tahun yang kedua
zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia.
|

17th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Rabu, 17 September 2008
Ayat SH: Ezra 5:1-17
Judul: Menyelesaikan Pembangunan
Tugas hamba Tuhan dan tugas pemimpin sosial tidak sama. Bagaimanakah
Tuhan memakai peran berbeda itu untuk membangun kerohanian
umat-Nya?
Nabi Hagai dan Zakharia bernubuat kepada orang-orang Yahudi, terutama
yang tinggal di Yerusalem, untuk membangkitkan semangat.
Pembangunan itu memang telah tertunda selama enam belas tahun,
karena umat patah semangat. Tatnai, yang disebut sebagai bupati
daerah sebelah barat sungat Efrat, ternyata bersikap adil
terhadap masyarakat Yahudi. Berbeda dengan pejabat-pejabat yang
datang lebih dahulu. Mereka menghambat jalannya pembangunan oleh
kekuatan surat dari para penghambat.
Saat itu Tuhan memerhatikan dan memberi hikmat pada tua-tua Yahudi.
Campur tangan Tuhan membuat Tatnai dan kawan-kawannya tidak
memaksa mereka berhenti membangun. Walaupun mereka masih harus
menunggu kepastian dari Raja Darius, yang memberi kepastian izin
untuk membangun Bait Suci itu. Tuhan betul-betul memakai Tatnai
untuk melanjutkan pekerjaan merenovasi Bait Allah itu. Melalui
laporan dan kesaksian Tatnai kepada Raja Darius mengenai
orang-orang Yahudi yang sedang membangun, pekerjaan Tuhan dapat
dilanjutkan. Tatnai memperkuat laporannya dengan isi maklumat
Raja Koresy mengenai pembangunan Rumah Allah di Yerusalem.
Sehingga Raja Darius kemudian memerintahkan Tatnai untuk
melindungi dan membantu pekerjaan itu.
Waktu Tuhan tepat. Dia mengutus nabi-nabi-Nya untuk membangkitkan
semangat umat dalam membangun. Tuhan juga memakai orang luar,
yakni Bupati Tatnai dan Raja Darius untuk membantu pembangunan.
Kisah ini menyemangati kita ketika mengalami masalah dan hambatan
dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Jangan jadi kecil hati dan patah
semangat, melainkan dekatkanlah hati kita kepada Allah dan
firman-Nya. Tuhan sanggup memakai siapapun untuk menggenapi
rencana-Nya bagi umat-Nya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ezra 5:1-17
1. Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu,
bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan
di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.
2 Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin
Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka
didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah.
3. Tetapi pada waktu itu juga datanglah kepada mereka Tatnai,
bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan
Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka, dan beginilah katanya
kepada mereka: "Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk
membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?"
4 Lalu katanya pula kepada mereka: "Siapakah nama-nama orang
yang mendirikan bangunan ini?"
5 Tetapi mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi,
sehingga mereka tidak dipaksa berhenti oleh orang-orang itu
sampai ada berita diterima oleh Darius dan kemudian dikirim
kembali surat jawaban mengenai hal itu.
6 Inilah salinan surat yang dikirim Tatnai, bupati daerah
sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan
rekan-rekannya, para punggawa daerah sebelah barat sungai Efrat,
kepada raja Darius.
7 Mereka mengirim laporan tertulis kepadanya yang bunyinya
sebagai berikut: "Ke hadapan raja Darius. Salam sejahtera!
8 Kiranya raja maklum, bahwa kami datang ke daerah Yehuda, ke
rumah Allah yang maha besar. Rumah itu sedang dibangun dengan
batu yang besar-besar, sedang dindingnya dilapis dengan kayu, dan
pekerjaan itu dikerjakan dengan seksama dan berjalan lancar di
tangan mereka.
9 Kemudian kami menanyai para tua-tua itu dan beginilah kata
kami kepada mereka: Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk
membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?
10 Lagipula kami tanyakan kepada mereka nama-nama mereka, untuk
memberitahukannya kepada tuanku, dengan mencatat nama orang-orang
yang mengepalai mereka.
11 Inilah jawaban yang diberikan mereka kepada kami: Kami
adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami
membangun kembali rumah, yang telah didirikan bertahun-tahun
sebelumnya, didirikan dan diselesaikan oleh seorang raja Israel
yang agung.
12 Tetapi sesudah nenek moyang kami membangkitkan murka Allah
semesta langit, mereka diserahkan-Nya ke dalam tangan
Nebukadnezar, raja negeri Babel, orang Kasdim, yang merusak rumah
itu dan mengangkut bangsa itu sebagai tawanan ke negeri Babel.
13 Akan tetapi pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri
Babel, dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh untuk membangun
rumah Allah ini.
14 Juga perlengkapan emas dan perak dari rumah Allah, yang
telah diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem
dan dibawa ke dalam bait suci yang di Babel, diambil pula oleh
raja Koresh dari bait suci yang di Babel itu, dan diserahkan
kepada seorang yang bernama Sesbazar yang telah diangkatnya
menjadi bupati.
15 Perintahnya kepadanya: Ambillah perlengkapan ini, pergilah
dan taruhlah itu di dalam bait suci yang di Yerusalem, dan
biarlah rumah Allah dibangun di tempatnya yang semula.
16 Kemudian datanglah Sesbazar, meletakkan dasar rumah Allah
yang ada di Yerusalem, dan sejak waktu itu sampai sekarang
dikerjakanlah pembangunannya, hanya belum selesai.
17 Oleh sebab itu, jikalau dianggap baik oleh raja, maka
hendaklah diadakan penyelidikan di dalam gedung perbendaharaan
raja, di sana, di Babel, apakah pernah dikeluarkan perintah oleh
raja Koresh untuk membangun kembali rumah Allah yang di Yerusalem
itu. Kemudian keputusan raja tentang hal itu kiranya dikirimkan
kepada kami."
|

17th September 2008
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,527
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Kamis, 18 September 2008
Ayat SH: Ezra 6:1-22
Judul: Rencana Allah Tak Pernah Gagal
Kuasa Allah sungguh nyata! Meski ada orang-orang yang bermaksud
menggagalkan upaya pembangunan kembali Bait Allah, Tuhan tidak
tinggal diam. Pembangunan kembali Bait Allah memang sangat
penting bagi Israel sebab Allah dan ibadah kepada-Nya adalah
poros kehidupan bangsa Israel, selaku umat Allah.
Dokumen kuno yang dibuat pada zaman Raja Koresy ditemukan di benteng
Ahmeta (ayat 2). Dokumen itu berisi keputusan Koresy untuk
membebaskan Israel membangun kembali Bait Allah (ayat 3-5).
Dokumen itu tersimpan begitu lama, tetapi saat ditemukan
merupakan saat penggenapan nubuat pemulihan dari Allah (Yes. 61).
Dokumen itu menjadi dasar bagi Raja Darius untuk membuat surat
perintah bagi Bupati Tatnai agar mendukung pembangunan tersebut.
Bukan hanya dalam perizinan, melainkan juga dalam pembiayaan,
seperti yang telah dilakukan juga oleh Raja Koresy. Walau Raja
Darius bertujuan agar orang Israel mempunyai tempat untuk
mendoakan dirinya dan anak-anaknya (ayat 10), Tuhan memakai dia
untuk maksud mulia seiring rencana-Nya. Ajaib bukan?
Bukankah ini menjadi penghiburan bagi kita, bahwa dalam pelayanan
bagi Tuhan, kita tidak perlu memiliki rasa khawatir yang terlalu
berlebihan? Jangan sampai kekhawatiran malah membuat kita
berhenti melayani! Perhatikanlah bagaimana Allah bekerja di
belakang layar dan memakai Darius, musuh yang memiliki kuasa,
untuk menggenapkan rancangan-Nya. Bukan hanya perlawanan terhadap
pembangunan Bait Suci dihentikan, tetapi Raja Darius malah jadi
mengimbau orang lain untuk ikut mendukung umat Allah.
Allah memang memakai segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
| |