 |
|

3rd August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 3 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 2:14-20
Judul: Memisahkan iman dengan perbuatan?
Kesalahan terbesar yang orang Kristen bisa lakukan adalah memahami
iman terpisah dari pengamalannya. Seharusnya pengamalan iman
mengikuti kedalaman pemahaman orang tentang imannya. Akibat
terburuk dari pemisahan iman dan pengamalannya adalah orang jadi
pandai bersilat lidah tentang imannya. Kesalahan sebaliknya
adalah apabila orang berupaya menjadi lebih baik melalui
perbuatannya untuk tujuan kemanusiaan. Ini akan berdampak pada
pemujaan manusia karena perbuatan baik. Memisahkan iman dan
perbuatan bisa berdampak pada kesesatan.
Firman ini menegur kenyataan adanya orang Kristen yang tidak peduli
pada saudara seiman yang miskin atau kesusahan. Yakobus
mengingatkan bahwa tanpa ungkapan kepedulian, iman itu mati dan
tak berdaya. Orang yang memiliki iman demikian, sesungguhnya
bukan orang yang menyelami makna keselamatan (14-17). Percuma
mengklaim iman pada fakta kebenaran tentang Allah atau tentang
Kristus dan karya penyelamatan-Nya, sebab Iblis pun memiliki
pemahaman iman yang sama bahkan ia gentar kepada Allah (19)!
Tanpa ketaatan dan tindakan serasi dengan iman, sesungguhnya iman
itu kosong atau mati adanya (17, 20).
Kehidupan iman yang dinamis akan tampak dalam sikap seseorang
terhadap sesamanya. Kesejatian iman akan terlihat pada sikap
seseorang terhadap lingkungannya. Pekakah ia pada kebutuhan
sesama? Pedulikah ia untuk ambil bagian dalam kehidupan
bermasyarakat? Ringan tangankah ia pada masalah sosial sehingga
mau terlibat, setidaknya dengan menaikkan doa pribadinya? Iman
murni dalam Kristus akan menghasilkan perbuatan. Kebaikan yang
murni digerakkan oleh iman. Tidak ada alasan untuk memisahkan
keduanya.
Iman bagai daya imajinasi yang menggerakkan penulisan buku yang
tadinya kosong dengan beragam kisah yang menyenangkan hati Tuhan.
Kelak Dia akan menilai apakah buku itu sudah ditulisi dengan
indah dan bernilai sesuai dengan tujuan hidup pemiliknya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 2:14-20
14. Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan,
bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?
Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian
dan kekurangan makanan sehari-hari,
16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan,
kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia
tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah
gunanya itu?
17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak
disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan
padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah
kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan
kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik!
Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka
gemetar.
20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang,
bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

3rd August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 4 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 2:21-26
Judul: Dwitunggal tak terpisahkan
Menunjuk pada kehidupan Abraham dan Rahab, Yakobus menegaskan bahwa
iman yang dibenarkan adalah iman yang melahirkan perbuatan benar
dan perbuatan itu membuat iman mereka jadi sempurna (21-22).
Abraham menaati perintah Allah agar mengorbankan Ishak (Kej. 22).
Rahab, meski dengan sedikit informasi, telah bertindak
menyembunyikan mata-mata Israel di rumahnya (Yos. 2:9, 11). Kedua
perbuatan tersebut adalah ketaatan pada perintah Allah, dan
membuat mereka dibenarkan. Apakah berarti mereka diselamatkan
melalui perbuatan? Abraham dibenarkan ketika menerima dan
memercayai janji Allah (Kej. 15:6). Dalam Kej. 22:2, saat Abraham
akan mengorbankan Ishak, Allah berkomentar bahwa Abraham sungguh
takut akan Allah. Bukan maksud Yakobus mengajar bahwa orang
dibenarkan dan diperhitungkan selamat melalui perbuatan. Yakobus
tidak menolak keutamaan iman untuk keselamatan. Yang ia tolak
adalah iman sebatas pengetahuan, dan tanpa ungkapan nyata di
dalam perbuatan. Iman menghasilkan perbuatan, perbuatan
menyebabkan iman termanifestasikan.
Maksud Allah pada iman manusia adalah agar rencana penyelamatan dan
pengudusan-Nya tergenapi dalam diri orang beriman. Iman tanpa
perbuatan adalah mati karena tidak ada dinamika yang membuat
orang maju dalam perbuatan yang serasi dengan Tuhan (26). Seperti
halnya untuk menjadi manusia perlu tubuh dan roh demikian juga
untuk hidup sesuai rencana Allah, manusia harus memiliki iman
yang berbuat atau perbuatan yang termanifestasikan dari iman.
Keduanya tak boleh dipisah!
Belajar dari teks ini, kita diingatkan untuk mencapai pertumbuhan
iman menuju keserupaan dengan Kristus. Tak ada kata berhenti bagi
pembelajaran iman. Jerih payah untuk menampakkan perbuatan iman
harus terfokus pada pertumbuhan iman. Keberhasilan dalam berbuat
baik bukan untuk ditonjolkan, melainkan agar kita bersyukur
kepada Dia yang setia mendorong kita agar tetap melakukan
kebaikan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 2:21-26
21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena
perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya,
di atas mezbah?
22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan
perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi
sempurna.
23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu
percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal
itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut:
"Sahabat Allah."
24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena
perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan
karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan
orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong
mereka lolos melalui jalan yang lain?
26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah
iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

5th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 5 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 3:1-12
Judul: Waspadai penggunaan lidah
Apa ukuran kerohanian yang baik? Rajin baca Alkitab, berdoa, dan
bergereja? Yakobus menuliskan bahwa ukuran kerohanian yang baik
adalah pengendalian atas lidah!
Sesudah memberi peringatan agar tidak sembarangan orang ingin menjadi
guru (1, pengajar iman Kristen), Yakobus menyoroti pentingnya
memperhatikan penggunaan lidah. Lidah kecil, tetapi seperti
halnya kekang dan api dapat berakibat besar (2-5). Apabila tidak
terkendali, lidah dapat menyebabkan kerusakan besar seperti api
dapat membakar hutan (6). Begitu seriusnya pengaruh lidah yang
tidak terkendali, sampai-sampai Yakobus menyebutnya "dunia
kejahatan" (6a) yang dinyalakan oleh api neraka (6b). Artinya
berbagai ungkapan kejahatan dapat terjadi melalui lidah seperti
mengutuk, berdusta, memfitnah, menghina, menyesatkan, menipu,
dlsb. Ironisnya, manusia bisa menjinakkan binatang buas tetapi
sulit untuk menjinakkan kebuasan lidah.
"Dengan lidah kita memuji Tuhan; dan dengan lidah kita mengutuk
manusia yang diciptakan Tuhan" (9). Ini tidak boleh terjadi sebab
orang Kristen mengaku sudah mengalami pembaruan Tuhan atas
hidupnya. Mustahil sumber air tawar mengeluarkan air pahit, pohon
ara tidak mungkin menghasilkan buah zaitun, pokok anggur tidak
mungkin menghasilkan buah ara, dan mata air asin tidak mungkin
mengeluarkan air tawar (11-12). Pemakaian lidah bergantung pada
sesuatu yang dapat mengendalikannya, yaitu hati. Tuhan Yesus
berkata bahwa bukan yang masuk ke dalam mulut yang membuat orang
najis, tetapi apa yang keluar dari seseorang, yakni segala
kejahatan yang keluar dari hati (Mrk. 7:15-23). Dengan demikian,
memelihara lidah dari dosa dan kejahatan harus dimulai dengan
memelihara hati. Yakobus mendorong orang Kristen agar menggunakan
lidah untuk hal-hal yang baik saja. Orang yang dapat mendisiplin
lidahnya, niscaya akan dapat mengendalikan tubuhnya. Dan orang
yang dapat mendisiplin dirinya, adalah orang yang dewasa.
Ingatlah: Jika hendak sempurna, kendalikan lidah Anda.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 3:1-12
1. Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau
menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan
dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak
bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat
juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti
kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga
mengendalikan seluruh tubuhnya.
4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan
digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi
yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh,
namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah,
betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan
mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai
sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda
kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta
binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat
dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia
adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun
yang mematikan.
9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah
kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini,
saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata
air yang sama?
12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah
zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara?
Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

6th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 6 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 3:13-18
Judul: Hikmat dalam perbuatan
Masa kini, kecerdasan intelektual dianggap tidak cukup. Agar hidup
sukses, orang perlu memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.
Mungkin yang dimaksud dengan kecerdasan emosional atau spiritual
itu ada kesamaan dengan hikmat. Namun, menganggap diri sudah
berhikmat pun tidak menjamin bahwa kita memiliki hikmat surgawi.
Perbedaan hikmat surgawi dan hikmat duniawi terletak pada sumber dan
hasilnya (band. Mat. 7:17-18). Perbedaan sumber mengakibatkan
perbedaan motivasi. Motivasi hikmat surgawi adalah
kelemahlembutan (13). Motivasi hikmat duniawi adalah iri hati,
mementingkan diri, memegahkan diri dan dusta melawan kebenaran
(14). Hikmat duniawi berasal dari nafsu manusia dan setan-setan
(15). Dampaknya adalah kekacauan dan segala perbuatan jahat.
Sedangkan hikmat surgawi ditandai dengan kemurnian hati, yang
terdiri dari tujuh sifat dan perbuatan, yaitu pendamai, peramah,
penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak
memihak dan tidak munafik (17). Ada kemungkinan angka tujuh
dipakai Yakobus untuk melambangkan sifat yang menciptakan
kesempurnaan. Hikmat surgawi bersumber dari Tuhan Yesus sebagai
Kebenaran (18; Yoh. 14:6), dampaknya adalah damai bagi mereka
yang mengadakan damai (18).
Dari penjelasan di atas, tidak sukar untuk menilai apakah perbuatan
seseorang berasal dari hikmat Allah atau hikmat duniawi. Banyak
pribadi atau keluarga berantakan disebabkan tindakan yang tidak
berdasarkan hikmat surgawi, misalnya mementingkan diri sendiri.
Kendati demikian tidak sedikit orang Kristen yang meremehkan dosa
seperti 'mementingkan diri sendiri' sebagai hal sepele. Padahal
bila melihat dampak yang ditimbulkannya, yakni kekacauan dan
segala perbuatan jahat, sudah seharusnya orang Kristen menjauhi
dosa ini. Oleh karena itu, bila orang ingin dipenuhi damai
surgawi, perbuatannya pun harus berasal dari hikmat surgawi,
yakni hikmat yang bersumber dari karya pembaruan Tuhan Yesus dan
teladan hidup-Nya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 3:13-18
13. Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia
dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat
yang lahir dari kelemahlembutan.
14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan
diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah
berdusta melawan kebenaran!
15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari
dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di
situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni,
selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan
buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai
untuk mereka yang mengadakan damai.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

7th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 7 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 4:1-10
Judul: Orang Kristen musuh Allah?
Banyak orang beranggapan bahwa musuh Tuhan adalah orang yang tidak
mengenal Tuhan. Benarkah demikian? Bacaan hari ini menegur kita
karena di kalangan orang-orang yang mengaku diri Kristen, justru
terdapat orang yang Yakobus nyatakan sebagai musuh Tuhan.
Mengapa justru orang beriman penerima surat ini yang ditegur Yakobus
sedemikian keras? Karena dalam perilaku ibadah dan doa pun,
mereka tidak mengusahakan kehendak Allah, yaitu damai dan
kebenaran (3:18). Mereka malah memperjuangkan nafsu sendiri
(4:1-2). Dalam kerohanian yang penuh semangat, tetapi salah itu
berkembang rasa iri, pertengkaran, atau perkelahian yang di
hadapan Allah sama dengan membunuh (2b). Sikap ibadah yang
egoistis itu selain tidak berkenan kepada Allah, juga tidak
bermanfaat apa pun karena Allah tidak akan merespons (3). Bila
orang Kristen menjadi duniawi atau mengutamakan kenikmatan dunia
dan menyukai pola hidup orang yang tidak kenal Tuhan, itu artinya
telah berzina dengan dunia ini. Orang Kristen duniawi adalah
musuh Allah!
Di dalam kemurahan-Nya, Allah tidak akan membiarkan umat-Nya
mengalami kehidupan sesat demikian. Ia telah memperbarui roh kita
dan mengingini roh kita sepenuhnya sebab Ia Allah yang cemburuan
adanya. Ia menuntut agar kita merendahkan hati dan menerima
pentahiran dari Allah, sungguh-sungguh bertobat serta melawan
Iblis dan dunia.
Banyak orang bermerek "Kristen", tetapi hatinya bukan Kristen. Mereka
biasanya adalah penentang-penentang Allah. Perilaku mereka
sehari-hari justru mencemarkan kekristenan dan mempermalukan nama
Allah. Tentu tak seorang pun dari kita mau disebut sebagai musuh
Allah. Maka satu-satunya pilihan bagi kita adalah tunduk kepada
Allah (7). Dengan menundukkan diri kepada Allah, maka tidak ada
tempat lagi yang kita sediakan bagi Iblis dan diri sendiri.
Tunduk kepada Allah berarti bertobat sungguh-sungguh yaitu
bertobat dengan hati yang remuk di hadapan Tuhan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 4:1-10
1. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara
kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang
di dalam tubuhmu?
2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya,
lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai
tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak
memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa,
karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu
habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu,
bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?
Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan
dirinya musuh Allah.
5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan
berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita,
diingini-Nya dengan cemburu!"
6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita,
lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah
menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang
rendah hati."
7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka
ia akan lari dari padamu!
8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan
sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah
tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan
meninggikan kamu.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

8th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 8 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 4:11-17
Judul: Lakukan yang baik!
Hubungan baik dengan Allah seharusnya mewujud dalam hubungan yang
baik dengan sesama. Hubungan baik dengan sesama akan terlihat
melalui perlakuan terhadap sesama. Itu terlihat juga dari cara
berbicara dengan orang lain atau tentang orang lain. Maka
seharusnya orang tidak memburuk-burukkan nama sesamanya, juga
tidak menghakimi atau memfitnah sesama. Menempatkan diri sebagai
hakim atas sesama dapat dikatakan sebagai suatu kepongahan. Lebih
jauh Yakobus menuliskan bahwa orang yang memfitnah atau
menghakimi sesama berarti mencela atau menghakimi hukum (11).
Artinya menempatkan diri di atas hukum. Padahal hanya Tuhan yang
berada di atas hukum (12)! Maka menghakimi sesama berarti
mengambil porsi Tuhan.
Orang juga disebut pongah bila berani dengan mutlak mengatakan apa
yang akan dilakukan esok hari, seolah-olah dia mahatahu dan bisa
mengendalikan segala sesuatu. Dalam merencanakan sesuatu,
seharusnya orang lebih memperlihatkan ketergantungannya pada
Tuhan. Perencanaan memang perlu, tetapi jangan lupa juga untuk
mencari kehendak Allah sebelum memutuskan sesuatu. Kiranya Allah
menolong kita untuk tidak bersikap pongah dalam hal ini.
Yakobus tampaknya tahu bahwa memikirkan dan membicarakan perbuatan
baik, jauh lebih mudah dibanding melakukannya. Sebab itu, ia
mengingatkan pembacanya untuk hidup berdasarkan pengetahuan
mereka tentang kebenaran. Bila orang tahu bahwa ia harus berbuat
baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa! Bagai dua sisi dalam
satu keping mata uang, orang bukan hanya harus menghindari
perbuatan salah, tetapi harus juga melakukan yang benar.
Rangkaian teguran dan petuah Yakobus ini masih dalam rangkaian agar
orang Kristen hidup dengan wujud perbuatan yang mengagungkan
Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Tidak cukup bila kita
tahu apa yang baik. Kita harus melakukannya juga!
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 4:11-17
11. Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!
Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela
hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka
engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang
berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau,
sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok
kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun
dan berdagang serta mendapat untung",
14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah
arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja
kelihatan lalu lenyap.
15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya,
kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan
semua kemegahan yang demikian adalah salah.
17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik,
tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

9th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 9 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 5:1-6
Judul: Teguran terhadap orang kaya
Siapakah orang kaya yang ditegur oleh Yakobus sedemikian keras?
Samakah dengan mereka yang tekebur melupakan Tuhan dalam
perencanaan usaha mereka (4:13-17)?
Rupanya tidak! Yakobus kini berbicara dari konteks sosial zamannya,
menegur keras para tuan tanah yang serakah menguasai tanah dan
mempekerjakan orang di tanah tersebut secara tidak adil. Dalam
surat Yakobus, "kerja" tidak saja mengandung arti harafiah:
ekonomis, tetapi juga arti rohani: yakni cara tertentu orang
memperlakukan harta, dalam hal ini harta orang lain. Bila orang
kaya menambah harta dari upah buruh yang dia tahan (4), tentu
salah! Setiap majikan mempunyai tanggung jawab di hadapan Allah
untuk menggaji para pekerjanya secara memadai. Jangan sampai
majikan menggelapkan hak para pekerja. Tuhan memperhatikan
pekerja yang tertindas dan mendengarkan teriakan mereka!
Yakobus juga memperingatkan orang untuk tidak menimbun kekayaan (2-3,
band. Mat. 6:19-21). Yang ia maksud bukanlah tabungan untuk hari
depan, karena menabung merupakan tindakan bijaksana. Yesus
mengajar orang untuk mendapatkan harta di surga dengan memberi
bantuan kepada orang miskin (lih. Mrk. 10:21). Orang yang
menimbun kekayaan namun tidak membantu si miskin disebut tamak!
Ini salah! Sebab Yesus telah berjanji untuk menjamin kebutuhan
umat-Nya (lih. Mat. 6:33). Ada dua kesalahan yang terkait dengan
ketamakan dan tidak peduli sosial ini. Pertama, orang hanya
memperhatikan yang fana dan mengabaikan yang kekal. Mereka lupa
bahwa emas dan perak tidak dapat menyelamatkan mereka dari
hukuman Allah. Padahal zaman ini sedang menuju akhir! Kedua,
ketamakan membuat orang menginjak-injak orang-orang papa. Padahal
Tuhan memihak mereka dan melawan orang yang menindas mereka.
Sampai kini pun dosa di sekitar perolehan kekayaan, perlakuan
terhadap harta, dan sikap terhadap orang papa masih berlangsung
di sekitar kita. Kiranya kita memiliki sikap yang benar terhadap
semua itu!
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 5:1-6
1. Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan
merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi
kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api.
Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang
berakhir.
4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang
kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah
sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit
panenmu.
5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi,
kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia
tidak dapat melawan kamu.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

10th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 10 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 5:7-11
Judul: Sabar menanti
Setelah memperingatkan orang-orang kaya yang hidupnya berorientasi
pada harta dan kesenangan, Yakobus mengingatkan orang percaya
untuk bersabar sampai kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada
saat itulah kebenaran dan keadilan-Nya dinyatakan. Namun
demikian, lamanya penantian akan hari Tuhan kadang-kadang bisa
membuat orang beriman bersikap tidak sabar dan tidak percaya.
Maka Yakobus mengingatkan mereka untuk bersabar menantikannya.
Agar orang memahami arti kesabaran, Yakobus memberikan gambaran
mengenai petani, para nabi di zaman Perjanjian Lama dan juga Ayub
(7, 10-11). Seorang petani bersabar menantikan hasil tanahnya
yang berharga. Dalam masa penantian itu, petani bergantung pada
hujan yang adalah anugerah Tuhan. Begitu jugalah seharusnya
ketergantungan orang percaya pada pemeliharaan Allah. Maka dapat
dikatakan bahwa kesabaran merupakan sikap hati yang berharap dan
percaya total pada pemeliharaan dan perhatian Allah. Sementara
menanggung derita, kita sabar sebab yakin bahwa tujuan iman kita
di dalam Tuhan pasti akan terwujud.
Contoh kesabaran yang lain adalah para nabi di zaman Perjanjian Lama
(10). Meski menghadapi penolakan bahkan kematian, para nabi tetap
menyuarakan kebenaran Tuhan. Seringkali mereka mati tanpa melihat
hasil upaya mereka, yakni pertobatan orang-orang yang menjadi
sasaran misi mereka. Walaupun demikian, para nabi setia kepada
Allah. Selain bersabar dalam penantian, orang beriman dipanggil
untuk sabar menanggung penderitaan. Inilah yang terlihat dalam
kisah Ayub. Ia memiliki ketahanan untuk menanggung penderitaan
tanpa kehilangan iman. Meski tak mengerti sebab dan alasan
penderitaannya, ia tetap percaya pada Allah.
Kita memang tak pernah tahu kenapa harus mengalami masalah. Namun,
jika hidup dalam syukur dan bukan dalam kemarahan, dalam
keyakinan akan Allah dan bukan dalam sungut-sungut; niscaya kita,
seperti Ayub, akan menyinarkan kemenangan di hadapan Iblis yang
gagal menjatuhkan kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 5:7-11
7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada
kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang
berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan
musim gugur dan hujan musim semi.
8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena
kedatangan Tuhan sudah dekat!
9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling
mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim
telah berdiri di ambang pintu.
10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran
para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka
yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub
dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan
baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

11th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 11 Agustus 2007
Ayat SH: Yakobus 5:12-20
Judul: Pertobatan dan kesembuhan
Topik 'pengendalian lidah' masih menggarisbawahi pesan yang Yakobus
sampaikan kepada pembaca suratnya. Pertama, dalam peringatan agar
orang Kristen tidak bersumpah. Kedua, dalam anjuran agar mereka
yang jatuh sakit akibat dosa, saling mengakui dosa agar
disembuhkan.
Bersumpah adalah mengklaim atas nama Tuhan untuk menguatkan
pernyataan seseorang. Larangan Yakobus sesuai dengan larangan
menyebut nama Tuhan dengan sembarangan (Kel. 20:7). Juga sesuai
dengan anjuran Yesus agar berkata "ya" bila ya, "tidak" bila
tidak (Mat. 5:34-37). Maksudnya, orang Kristen harus memelihara
satunya kata dan perbuatan. Kita harus berkata benar mengenai
segala hal, dan tiap perkataan kita harus dapat dipercaya.
Dalam segala keadaan, orang Kristen harus menyatakan ketergantungan
dan syukurnya kepada Tuhan (13). Bila tubuh sedang lemah atau
menderita penyakit berat yang memerlukan pelayanan hamba Tuhan,
orang bisa memanggil penatua jemaat (sekarang mungkin sepadan
dengan pendeta jemaat). Ada dua tindakan diperlukan agar doa itu
dijawab Tuhan dengan menyembuhkan orang sakit tersebut. Pertama,
pengakuan dosa. Si sakit harus mengakui dosanya kepada Tuhan,
tetapi juga di antara sesama kepada siapa orang tersebut berbuat
salah. Kedua, penatua jemaat diajari Yakobus untuk mengurapi
dengan minyak (14). Pengolesan dengan minyak berkaitan dengan
kebiasaan PL yang melambangkan berkat atau urapan Allah. Juga
dengan kebiasaan saat itu yang menganggap minyak mengandung zat
yang menyembuhkan.
Doa dinaikkan dalam iman berarti dinaikkan dengan keyakinan akan
kuasa Allah yang dapat menyembuhkan. Selain saling mendoakan,
orang percaya pun harus bertindak membawa balik saudara seiman
yang jatuh ke dalam dosa.
Surat Yakobus menekankan iman yang harus dinyatakan dalam perbuatan.
Hidup yang benar adalah bukti dan hasil dari iman. Iman dan
kebenaran harus mewujud nyata dalam setiap aspek tindakan kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Yakobus 5:12-20
12. Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu
bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang
lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah
kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.
13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia
berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia
memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta
mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit
itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat
dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling
mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan
yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah
bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan
hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun
mengeluarkan buahnya.
19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang
dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik,
20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa
berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa
orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

12th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 12 Agustus 2007
Ayat SH: Bilangan 26:1-4,51-65
Judul: Anugerah dan kesempatan kedua
Bilangan 26 ini mulai mengisahkan generasi kedua Israel yang keluar
dari Mesir. Generasi pertama telah berakhir, ditutup dengan kisah
sedih penghukuman Tuhan atas zina rohani mereka yang menyembah
Baal Peor (ps. 25). Generasi pertama dihukum Tuhan tidak dapat
masuk ke Tanah Perjanjian, karena ketidakpercayaan dan
pemberontakan mereka pada Tuhan. Kini giliran generasi kedua
mendapatkan kesempatan untuk masuk ke Tanah Perjanjian.
Sensus yang Tuhan perintahkan untuk umat Israel lakukan memiliki dua
tujuan. Pertama, untuk menghitung jumlah pasukan Israel yang
kelak sanggup berperang ketika masuk ke negeri Kanaan (1-2).
Ternyata jumlah mereka tidak beda terlalu jauh dengan generasi
orang tua mereka (51, band. 1:46). Dulu, dengan jumlah seperti
itu orang tua mereka ketakutan dan tidak berani menyerang Kanaan
(13:31-33). Melalui sensus ini, Tuhan ingin mengingatkan mereka
bahwa bukan jumlah mereka, melainkan penyertaan Tuhanlah yang
akan memampukan mereka menaklukkan Tanah Perjanjian. Bahwa jumlah
generasi kedua tidak berbeda jauh dari generasi pertama saja
sudah menunjukkan penyertaan Tuhan selama 38 tahun pengembaraan
di padang gurun.
Kedua, dengan mengetahui jumlah masing-masing suku, maka pembagian
tanah pusaka kelak bisa proporsional dan adil (52-56). Perintah
sensus ini menyatakan keseriusan Tuhan menggenapi janji-Nya
kepada umat-Nya. Pada saat yang sama, suku Lewi disensus
tersendiri karena mereka tidak akan mendapatkan tanah warisan
(57-62). Warisan mereka adalah Tuhan karena pilihan-Nya atas
mereka, agar mereka mengkhususkan diri untuk melayani Dia.
Tuhan tidak pernah berubah dalam kesetiaan dan kasih-Nya. Dia tetap
menyertai umat-Nya masa kini dalam perjalanan di belantara dunia
ini. Yang penting adalah respons kita untuk percaya dan taat,
sehingga anugerah-Nya tidak sia-sia. Mari gunakan kesempatan yang
Tuhan berikan untuk maju terus, pantang mundur!
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 26:1-4,51-65
1. Sesudah tulah itu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan kepada
Eleazar, anak imam Harun:
2 "Hitunglah jumlah segenap umat Israel, yang berumur dua
puluh tahun ke atas menurut suku mereka, semua orang yang sanggup
berperang di antara orang Israel."
3 Lalu berkatalah Musa dan imam Eleazar kepada mereka di
dataran Moab, di tepi sungai Yordan dekat Yerikho:
4 "Hitunglah jumlah semua orang yang berumur dua puluh tahun ke
atas!" --seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Inilah
orang Israel yang telah keluar dari tanah Mesir:
Bilangan 26:51
51 Itulah orang-orang yang dicatat dari orang Israel, enam
ratus satu ribu tujuh ratus tiga puluh orang banyaknya.
52. TUHAN berfirman kepada Musa:
53 "Kepada suku-suku itulah harus dibagikan tanah itu menjadi
milik pusaka menurut nama-nama yang dicatat;
54 kepada yang besar jumlahnya haruslah engkau memberikan milik
pusaka yang besar dan kepada yang kecil jumlahnya haruslah engkau
memberikan milik pusaka yang kecil; kepada setiap suku sesuai
dengan jumlah orang-orangnya yang dicatat haruslah diberikan
milik pusaka.
55 Tetapi tanah itu harus dibagikan dengan membuang undi;
menurut nama suku-suku nenek moyang mereka haruslah mereka
mendapat milik pusaka;
56 seperti yang ditunjukkan undian haruslah dibagikan milik
pusaka setiap suku, di antara yang besar dan yang kecil
jumlahnya."
57. Inilah orang-orang yang dicatat dari orang Lewi, menurut
kaum mereka: dari Gerson kaum orang Gerson; dari Kehat kaum orang
Kehat dan dari Merari kaum orang Merari.
58 Inilah kaum-kaum Lewi: kaum orang Libni, kaum orang Hebron,
kaum orang Mahli, kaum orang Musi dan kaum orang Korah. Adapun
Kehat beranakkan Amram.
59 Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed, anak perempuan Lewi,
yang dilahirkan bagi Lewi di Mesir; dan bagi Amram perempuan itu
melahirkan Harun dan Musa dan Miryam, saudara mereka yang
perempuan.
60 Pada Harun lahir Nadab dan Abihu, Eleazar dan Itamar.
61 Tetapi Nadab dan Abihu mati, ketika mereka mempersembahkan
persembahan api yang asing ke hadapan TUHAN.
62 Dan orang-orang yang dicatat dari mereka berjumlah dua puluh
tiga ribu orang, semuanya laki-laki, yang berumur satu bulan ke
atas, sebab mereka tidak dicatat bersama-sama dengan orang
Israel, karena mereka tidak diberikan milik pusaka di
tengah-tengah orang Israel.
63. Itulah orang-orang yang dicatat oleh Musa dan imam Eleazar,
ketika keduanya mencatat orang-orang Israel di dataran Moab di
tepi sungai Yordan dekat Yerikho.
64 Di antara mereka tidak ada terdapat seorangpun yang dicatat
Musa dan imam Harun, ketika keduanya mencatat orang Israel di
padang gurun Sinai
65 sebab TUHAN telah berfirman tentang mereka: "Pastilah mereka
mati di padang gurun." Dari mereka itu tidak ada seorangpun yang
masih tinggal hidup selain dari Kaleb bin Yefune dan Yosua bin
Nun.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

13th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 13 Agustus 2007
Ayat SH: Bilangan 27:1-11
Judul: Budaya vs Taurat?
Budaya patriarkat memang meninggikan harkat pria melampaui harkat
wanita. Tentu saja hal itu tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Taurat mengajarkan kepada kita sejak awal bahwa baik pria maupun
wanita adalah gambar Allah yang sepadan (Kej. 1:26-27; 2:18).
Dosalah yang merusak tatanan asri yang Allah aturkan pada
ciptaan-Nya. Kasus putri-putri Zelafehad yang menuntut hak waris
dari ayah mereka merupakan pelajaran penting untuk mengerti,
bagaimana Taurat yang Tuhan berikan kepada umat Israel mengatasi
budaya-budaya yang ada di sekeliling Israel.
Pertama, secara prinsip, Taurat memberlakukan laki-laki dan perempuan
sederajat. Justru dalam menghadapi budaya patriarkat, Taurat
melindungi kaum perempuan yang sering terabaikan hak-haknya.
Misalnya, Taurat melindungi seorang istri yang diceraikan
suaminya, dengan keharusan suami memberikan surat cerai pada
istrinya. Tujuannya, istri tidak dituduh berzina bila ia dinikahi
pria lainnya. Selain itu, suami pertama tidak dapat melecehkan
mantan istrinya itu (Ul. 24:1-4). Demikian juga ketika suami
mencurigai istrinya tidak setia, ia berhak mendapatkan keadilan
dan kesempatan membuktikan diri tak bersalah (Bil. 5:11-19).
Kedua, dalam kasus putri-putri Zelafehad ini terlihat bahwa penerapan
firman Tuhan dalam berbagai situasi selalu menjadi prioritas
utama. Taurat mengaturkan hak pewaris yang tidak boleh keluar
dari masing-masing kaum dan suku Israel. Oleh karena itu dalam
kasus tidak adanya anak lelaki, Taurat mengatur agar anak
perempuan pun boleh mewarisi harta ayahnya.
Kita patut bersyukur karena firman Tuhan melampaui semua aturan,
tradisi, dan budaya buatan manusia yang terbatas dan diwarnai
dosa. Marilah kita meminta Tuhan memberikan kepekaan dan hikmat
kepada kita, untuk selalu menerapkan prinsip Alkitab dalam
menghadapi situasi, di mana budaya dan tradisi terlihat tidak
sejalan bahkan bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 27:1-11
1. Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer
bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum Manasye bin
Yusuf--nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan
Tirza--
2 dan berdiri di depan Musa dan imam Eleazar, dan di depan para
pemimpin dan segenap umat itu dekat pintu Kemah Pertemuan, serta
berkata:
3 "Ayah kami telah mati di padang gurun, walaupun ia tidak
termasuk ke dalam kumpulan yang bersepakat melawan TUHAN, ke
dalam kumpulan Korah, tetapi ia telah mati karena dosanya
sendiri, dan ia tidak mempunyai anak laki-laki.
4 Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah
kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah
kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami."
5 Lalu Musa menyampaikan perkara mereka itu ke hadapan TUHAN.
6 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
7 "Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang
engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di
tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan
kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya.
8 Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila
seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka
haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya
yang perempuan.
9 Apabila ia tidak mempunyai anak perempuan, maka haruslah kamu
memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudaranya yang
laki-laki.
10 Dan apabila ia tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka
haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada
saudara-saudara lelaki ayahnya.
11 Dan apabila ayahnya tidak mempunyai saudara-saudara lelaki,
maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada
kerabatnya yang terdekat dari antara kaumnya, supaya
dimilikinya." Itulah yang harus menjadi ketetapan hukum bagi
orang Israel, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
-------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

14th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
| | |