 |
|

29th June 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
Santapan Harian
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 29 Juni 2007
Ayat SH: Bilangan 11:1-15
Judul: Jangan sungut-sungut!
Perkara ajaib yang Allah lakukan bagi Israel sejak mereka keluar dari
Mesir, ternyata mudah lekang dari ingatan mereka. Sehingga ketika
menghadapi sedikit masalah saja, mereka sudah bersungut-sungut
kepada Tuhan (1). Mungkin mereka merasa tidak puas dengan keadaan
mereka saat itu. Perjalanan panjang itu memang tidak mudah.
Tetapi betapa berdosanya bila mereka bersungut-sungut pada Allah.
Artinya mereka tidak menghargai apa yang telah Allah perbuat! Itu
juga menandakan ketiadaan iman mereka bahwa Allah berkuasa! Tuhan
pun menghajar mereka dengan api! Api, yang sebelumnya menjadi
tanda penyertaan Tuhan, saat itu bagai cambuk yang menghukum
mereka.
Ternyata hukuman Tuhan yang pernah mereka alami, tidak membuat mereka
jera. Israel kembali bersungut-sungut karena ingin makan daging
(4-6). Mereka bosan makan manna. Mereka tidak puas dengan
pemberian Allah pada mereka, karena itu mereka menangis!
Bayangkan, satu bangsa hanya bisa menangis karena ingin makan
daging! Sementara mereka tidak melakukan upaya apa pun untuk
memenuhi keinginan mereka. Mereka juga menyesali kepergian mereka
dari Mesir. Itu membuat mereka melupakan pengharapan akan Tanah
Perjanjian, tanah tempat susu dan madu. Mereka hanya bisa
menangis! Tangisan mereka kemudian memengaruhi Musa. Ia mengeluh
pada Tuhan karena merasa tak sanggup mengatasi masalah itu
sendirian (10-15). Semua itu bagaikan hukuman yang harus dia
jalani. Ia merasa lebih baik mati, daripada harus menanggung
beban yang demikian berat. Musa gagal memercayai bahwa Tuhan
sanggup memelihara.
Di hadapan Tuhan, sungut-sungut merupakan kesalahan yang bisa
mengundang murka Tuhan dan mendatangkan hukuman. Sungut-sungut
menunjukkan hilangnya percaya dan penghargaan terhadap Tuhan.
Hidup memang kadang bisa menekan dan mendesak kita. Tetapi jangan
pernah kehilangan harapan dan meragukan kasih Tuhan. Hiduplah
tetap dalam pengharapan!
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 11:1-15
1. Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN
tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya
bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara
mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.
2 Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa
kepada TUHAN; maka padamlah api itu.
3 Sebab itu orang menamai tempat itu Tabera, karena telah
menyala api TUHAN di antara mereka.
4. Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan
nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata:
"Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan
tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei,
bawang merah dan bawang putih.
6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun,
kecuali manna ini saja yang kita lihat."
7 Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti
damar bedolah.
8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu
menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam
lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi
roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
9 Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu
malam, maka turunlah juga manna di situ.
10 Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari
setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka
TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.
11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Mengapa Kauperlakukan
hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih
karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung
jawab atas seluruh bangsa ini?
12 Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang
melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia
seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke
tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?
13 Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada
seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan
berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.
14 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas
seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
15 Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau
membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu,
supaya aku tidak harus melihat celakaku."
------------------------
Source = e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

29th June 2007
|
 |
AP - Community Leader
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Japan
Posts: 9,720
|
|
yupe..sista talentaku..tadi pagi saya dengar kotbah ini di radio GFan, radio gerejaku, tiap pagi hari saya selalu mendengarkan renungan "SANTAPAN HARIAN"
baguz banget tuk menyegarkan rohani kita dipagi hari..
__________________
 I'm the ceramic made by God's hand as well as using already by God
|

29th June 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
yahhh setiap pagi aku biasakan diriku untuk membaca santapan harian dan renungan harian ... dengan demikian aku bisa memperoleh teguran untuk kesalahan yang mungkin aku lakukan kemarin, bahkan sering pula aku mendapatkan peneguhan untuk hari ini disaat aku merasakan yang berat hari ini
Aku tahu banyak orang yang tidak punya waktu untuk membeli atau mencarinya .. yahh since aku selalu dapat di emailku, aku taruh di sini biar APers bisa baca juga dan memperoleh kekuatan, maupun penghiburan
Rencana sich bakalan di update tiap hari 
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

30th June 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 30 Juni 2007
Ayat SH: Bilangan 11:16-35
Judul: Kebutuhan vs keinginan
Tuhan menjawab dua masalah besar yang timbul di tengah perjalanan
umat Israel. Krisis ketahanan kepemimpinan Musa, dan
sungut-sungut bangsa Israel menginginkan daging untuk makan.
Karena kedua krisis itu berakar pada kurangnya iman pada
pemeliharaan Allah maka jawaban Tuhan mengandung hukuman juga!
Tuhan menjawab Musa lebih dulu. Meski bangsa Israel tidak meminta,
tetapi Tuhan tahu bahwa Musa membutuh-kannya. Karena itu, Ia
mengirimkan tujuh puluh orang tua-tua untuk menolong Musa. Karena
tugas mereka tidak mudah, tentu mereka membutuhkan urapan Roh
Tuhan. Maka Tuhan mengambil sebagian Roh yang ada pada Musa dan
menaruhnya atas mereka (24-30). Dengan keterlibatan tujuh puluh
orang pemimpin pembantu dengan urapan Roh, maka beban Musa
diringankan. Orang Israel tidak harus semata bergantung pada Musa
untuk mendengarkan ajaran dan arahan dari Tuhan. Musa menunjukkan
sikap seorang pemimpin yang sedia berbagi wewenang dan peran
(29). Suatu prinsip yang harus dianut oleh semua pemimpin Kristen
masa kini.
Tuhan tak menutup telinga terhadap keluhan Israel. Ia berjanji akan
membuat bangsa itu makan daging selama sebulan (19-20). Menyadari
banyaknya orang yang harus dipenuhi keinginannya, Musa sempat
bingung. Tetapi Tuhan mengingatkan Musa akan kemahakuasaan-Nya
(21-23). Musa akan melihat bagaimana Allah menggenapi firman-Nya.
Dengan cara-Nya yang ajaib, Tuhan mengirimkan burung puyuh. Namun
jawaban Tuhan tidak mengurangi ketamakan mereka. Akibatnya Allah
menghajar mereka dengan tulah yang sangat besar (33).
Kebaikan Allah yang melimpah, baik dalam menyelamatkan maupun dalam
memelihara, membuat kita memandang Allah seolah pelayan kita.
Kita harus tahu menempatkan kebutuhan dan keinginan di bawah
kehendak Allah. Kita bahkan perlu membedakan keinginan dari
kebutuhan, dan dalam segala keadaan tidak mendikte atau memaksa
Allah.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 11:16-35
16. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di
hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang,
yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya,
kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri
di sana bersama-sama dengan engkau.
17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana,
lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan
Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan
memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi
engkau seorang diri memikulnya.
18 Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah
dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah
menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan
memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir,
bukan? -- TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.
19 Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari,
bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,
20 tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam
hidungmu dan sampai kamu muak -- karena kamu telah menolak TUHAN
yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan
berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?"
21 Tetapi kata Musa: "Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah
enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman:
Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya
mereka akan memakannya!
22 Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi
disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau
dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga
mereka mendapat cukup?"
23 Tetapi TUHAN menjawab Musa: "Masakan kuasa TUHAN akan kurang
untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah
firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!"
24. Setelah Musa datang ke luar, disampaikannya firman TUHAN
itu kepada bangsa itu. Ia mengumpulkan tujuh puluh orang dari
para tua-tua bangsa itu dan menyuruh mereka berdiri di sekeliling
kemah.
25 Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa,
kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan
ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu
hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi
sesudah itu tidak lagi.
26 Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang
seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu
hinggap pada mereka -- mereka itu termasuk orang-orang yang
dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah -- maka kepenuhanlah
mereka seperti nabi di tempat perkemahan.
27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa:
"Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan."
28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi
abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!"
29 Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat
mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh
karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
30 Kemudian kembalilah Musa ke tempat perkemahan, dia dan para
tua-tua Israel.
31. Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah
burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas
tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari
perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta
tingginya dari atas muka bumi.
32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang
hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung
puyuh itu -- setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh
homer --, kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling
tempat perkemahan.
33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah,
maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul
bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
34 Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di
sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.
35 Dari Kibrot-Taawa berangkatlah bangsa itu ke Hazerot dan
mereka tinggal di situ.
----------------------------
Source = e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

2nd July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Minggu, 1 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 12:1-15
Judul: Hormati juga hamba Tuhan
Menjadi pelayan Tuhan tidak membuat orang kebal dari isu atau hasutan
yang biasanya menimpa orang yang bekerja di bidang bisnis atau
politik. Bak pohon yang makin tinggi makin sering diterjang
angin, begitulah pelayan Tuhan sering mendapat sorotan dan
menjadi sasaran rasa iri. Musa pun mengalaminya. Malah hasutan
itu ditiupkan oleh saudaranya sendiri yaitu Miryam dan Harun
(1-2). Mungkin mereka iri karena otoritas yang dimiliki Musa.
Mereka menganggap posisi mereka sama dengan Musa.
Bagaimana Musa menghadapi isu tersebut? Musa tidak bereaksi. Ia
adalah seorang yang berhati lembut (3). Kelembutannya tentu lahir
dari kedekatannya dengan Tuhan (7-8). Maka tidak ada yang dia
lakukan untuk menyanggah serangan kata-kata Miryam dan Harun.
Tuhanlah yang kemudian bertindak. Campur tangan Tuhan
memperlihatkan pentingnya masalah ini bagi Dia. Ia mempertemukan
ketiga orang tersebut dan membuka isu itu di dalam terang
firman-Nya (4-8). Tuhan memang menyatakan firman-Nya secara
khusus kepada Musa, lebih istimewa daripada kepada nabi lain
(6-8). Tuhan memang memilih Musa untuk mengemban tugas
membebaskan bangsanya keluar dari Mesir. Itu sebabnya Tuhan
menjadi murka dan menghukum Miryam dengan kusta (9-10). Mungkin
Miryamlah "otak" dari hasutan ini. Melihat hal itu, Harun
menyatakan penyesalannya dan meminta belas kasihan Musa. Lalu
Musa, pria yang lembut hati itu, datang kepada Tuhan dan memohon
kesembuhan atas diri Miryam (11-13). Namun, Tuhan tetap
menginginkan Miryam dihukum selama tujuh hari (14-15).
Bagi para pelayan Tuhan kisah ini menjadi penghiburan yang
menguatkan: Tuhan memperhatikan dan turun tangan membela
pelayan-Nya. Ini juga menjadi peringatan keras bagi sesama hamba
Tuhan untuk tidak saling bersaing, tetapi saling mendukung dan
menghormati. Menghormati Tuhan adalah juga berarti menghormati
hamba-hamba yang telah Dia pilih.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 12:1-15
1. Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan
Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang
perempuan Kush.
2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan
Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?"
Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih
dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
4. Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun
dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka
keluarlah mereka bertiga.
5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu
kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka
keduanya.
6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di
antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku
kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam
mimpi.
7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam
segenap rumah-Ku.
8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang,
bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah
kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu
pergilah Ia.
10. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah
Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling
kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
11 Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya
timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan
kami.
12 Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang
pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk
dagingnya."
13 Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah
kiranya dia."
14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya
meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari?
Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat
perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali."
15 Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh
hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam
diterima kembali.
--------------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

2nd July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 2 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 12:16-13:20
Judul: Karya sebagai bukti
Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya dilihat dari kemampuannya
menjalankan tugas. Ia juga disebut berhasil bila mampu
mendelegasikan tugas dan memilih orang yang tepat untuk
menjalankan tugas tersebut.
Saat itu bangsa Israel masih berada dalam perjalanan menuju tanah
perjanjian, yaitu Kanaan. Ketika mereka tiba di padang gurun
Paran, Tuhan menyuruh Musa mengutus orang untuk mengintai Tanah
Kanaan. Karena merupakan kepentingan seluruh bangsa, Tuhan
menugaskan dua belas orang pemimpin untuk mewakili kedua belas
suku Israel (4-15) menjalankan misi pengintaian. Dipilihnya orang
yang berkaliber pemimpin memperlihatkan betapa penting dan
beratnya tugas ini. Diperlukan orang dengan kualitas pemimpin
untuk menghasilkan laporan yang akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Adanya perwakilan dari
tiap-tiap suku juga merupakan hal yang penting karena tugas itu
merupakan tanggung jawab bersama. Tanah itu memang akan menjadi
milik bersama dan setiap suku akan mendapatkan bagian
masing-masing.
Sebagai pemimpin, Musa bukan hanya main perintah. Ia juga ikut
memikirkan bagaimana tugas tersebut bisa dilaksanakan. Itu
terlihat dari instruksinya mengenai langkah-langkah yang harus
mereka ambil (17-18). Musa juga memberi tahu mereka mengenai
hasil yang harus mereka capai dalam menjalankan tugas tersebut
(18-20). Karena terlebih dulu memikirkannya, Musa bisa
membayangkan beratnya tugas yang harus mereka pikul. Maka sebagai
pemimpin, Musa mendorong mereka untuk tabah (20).
Kemampuan Musa menerapkan perintah Allah dan menjabarkannya dalam
instruksi kepada kedua belas orang pengintai, memperlihatkan
bahwa gugatan Miryam dan Harun dalam bacaan kemarin terbukti
kekeliruannya. Ternyata tak perlu ribut menanggapi komentar
negatif orang tentang pelayanan kita. Buktikan dengan karya
nyata! Biarkan orang melihat dan menilai kualitas kita di hadapan
Allah.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 12:16-13:20
16 Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di
padang gurun Paran.
Bilangan 13:1
1. TUHAN berfirman kepada Musa:
2 "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan
Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang
mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di
antara mereka."
3 Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai
dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di
antara orang Israel.
4 Dan inilah nama-nama mereka: Dari suku Ruben: Syamua bin
Zakur;
5 dari suku Simeon: Safat bin Hori;
6 dari suku Yehuda: Kaleb bin Yefune;
7 dari suku Isakhar: Yigal bin Yusuf;
8 dari suku Efraim: Hosea bin Nun;
9 dari suku Benyamin: Palti bin Rafu;
10 dari suku Zebulon: Gadiel bin Sodi;
11 dari suku Yusuf, yakni dari suku Manasye: Gadi bin Susi;
12 dari suku Dan: Amiel bin Gemali;
13 dari suku Asyer: Setur bin Mikhael;
14 dari suku Naftali: Nahbi bin Wofsi;
15 dari suku Gad: Guel bin Makhi.
16 Itulah nama orang-orang yang disuruh Musa untuk mengintai
negeri itu; dan Musa menamai Hosea bin Nun itu Yosua.
17 Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan,
katanya kepada mereka: "Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan
naiklah ke pegunungan,
18 dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah
bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit
atau banyak;
19 dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau
buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di
tempat-tempat yang terbuka atau di tempat-tempat yang berkubu,
20 dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada
di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah
sedikit dari hasil negeri itu." Waktu itu ialah musim hulu hasil
anggur.
-------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

3rd July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Selasa, 3 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 13:21-29
Judul: Bukan tidak mungkin
Sebagai pertanggungjawaban dari misi yang telah mereka jalankan,
kedua belas orang mata-mata harus memberikan laporan sesudah
menjalani Kanaan selama empat puluh hari. Hasil pengintaian itu
disampaikan secara terbuka kepada Musa, Harun, dan seluruh bangsa
Israel (25-26).
Sesuai perintah Musa, mereka membawa hasil bumi yang merupakan bukti
nyata bahwa Tanah Kanaan memang subur dan makmur. Ini terlihat
dari hasil bumi yang begitu bagus. Bayangkan, suatu cabang dengan
setandan buah anggur harus dipikul oleh dua orang (23)! Bukan
hanya hasil pertanian, tetapi susu dan madu pun melimpah (27).
Persis seperti firman Tuhan kepada bangsa Israel sebelumnya
(lih. Kel. 3:8, 17). Betapa indahnya gambaran tanah yang akan
menjadi milik mereka kelak. Bukan tidak mungkin muncul harapan
dan keinginan untuk bisa segera masuk dan tinggal di sana. Namun
sayang, laporan itu masih belum selesai! Bagian kedua laporan itu
ternyata berlawanan dengan laporan sebelumnya. Berikutnya
mata-mata itu menceritakan tentang bangsa yang kuat dan raksasa
yang mendiami negeri itu. Kota-kotanya pun berkubu (28-29).
Singkat kata, tanah itu tidak mungkin mereka masuki!
Bagian kedua kisah itu tampaknya lebih didasarkan pada kegentaran
para pengintai itu sendiri. Mereka lupa bahwa Tuhan pernah
berjanji akan memberikan Tanah Kanaan kepada mereka. Akibatnya
mereka menganggap orang kuat dan kota berkubu sebagai halangan
yang tidak akan mungkin disingkirkan. Mereka tidak bisa melihat
semua itu sebagai kesempatan untuk meraih kemenangan yang Allah
akan berikan dalam rangka penggenapan janji-Nya kepada mereka.
Kisah para pengintai ini mungkin juga adalah kisah kita sendiri.
Melihat halangan sebagai gunung yang tidak mungkin didaki membuat
iman kita kepada Allah bisa terkikis. Akibatnya, keluhan dan
putus asa mewarnai hidup kita. Akan tetapi, bercermin dari kisah
ini kiranya kita belajar mengingat janji Allah serta tetap teguh
dalam iman kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 13:21-29
21. Mereka pergi ke sana, lalu mengintai negeri itu mulai dari
padang gurun Zin sampai ke Rehob, ke jalan yang menuju ke Hamat.
22 Mereka berjalan melalui Tanah Negeb, lalu sampai ke Hebron;
di sana ada Ahiman, Sesai dan Talmai, keturunan Enak. Hebron
didirikan tujuh tahun lebih dahulu dari Soan di Mesir.
23 Ketika mereka sampai ke lembah Eskol, dipotong merekalah di
sana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah
mereka menggandarnya; juga mereka membawa beberapa buah delima
dan buah ara.
24 Tempat itu dinamai orang lembah Eskol, karena tandan buah
anggur yang dipotong orang Israel di sana.
25 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari
pengintaian negeri itu,
26. dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat
Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang
kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan
memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu.
27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri,
ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah
susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan
kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah
kami lihat di sana.
29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan
orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut
dan sepanjang tepi sungai Yordan."
----------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

3rd July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 4 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 13:30-33
Judul: Perspektif iman
Tidaklah mudah menaklukkan penduduk Kanaan yang terdiri dari orang
yang kuat dan didukung oleh kubu pertahanan yang tangguh.
Sementara Israel hanya memiliki peralatan perang yang terbatas.
Sukar rasanya bila harus berperang melawan bangsa yang sudah
mapan dan mempunyai kekuatan militer yang tangguh. Itulah
sebabnya sebagian pengintai berpendapat bahwa tidaklah mungkin
menaklukkan bangsa yang besar dan kuat itu (31).
Bila sebelumnya para pengintai itu memiliki kesamaan pendapat saat
melaporkan kesuburan tanah dan kemakmuran Kanaan, tetapi dalam
laporan bagian yang kedua terjadi perbedaan. Kaleb tidak setuju
dengan kesimpulan yang terlalu menekankan kekuatan orang Kanaan.
Ia yakin akan janji Allah kepada leluhur mereka, bahwa tanah itu
akan diberikan kepada umat-Nya. Ia tahu bahwa yang menghendaki
bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan bukanlah Musa atau pun bangsa
Israel sendiri, melainkan Allah! Karena itu, hal yang tidak
mungkin bagi manusia adalah mungkin bagi Allah. Itu sebabnya,
Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu dihadapan Musa. Ia
mendorong bangsanya untuk tetap maju dan menduduki tanah
perjanjian itu (30).
Kedua belas orang pengintai melihat pemandangan yang sama: anggur
yang sama, orang yang sama, tanah yang sama, dan kota yang sama.
Namun, perbedaan perspektif saat melihat semua itu menghasilkan
perbedaan pendapat di antara mereka. Kaleb melihat tugas itu dari
sudut pandang Allah yang berkuasa, tetapi pengintai yang lain
melihat berdasarkan kemampuan manusia. Sehingga mereka
seolah-olah mengatakan bahwa raksasa-raksasa yang tinggal di
tanah itu lebih besar daripada Allah mereka sendiri.
Di sini kita melihat bahwa bukan buruknya situasi atau keadaan yang
membuat ada atau tidaknya iman seseorang. Sebaliknya, ada atau
tidak adanya imanlah yang membuat orang bisa melihat suatu
situasi, meski buruk sekalipun, dengan penilaian yang berbeda.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 13:30-33
30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di
hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki
negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"
31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan
dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena
mereka lebih kuat dari pada kita."
32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk
tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang
telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan
penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah
orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang
berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami
seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."
---------------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

5th July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 5 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 14:1-10
Judul: Berharap, bukan mengeluh
Pengaruh sikap dan ucapan buruk bisa berakibat merusak. Lebih-lebih
bila hal itu datang dari para pemimpin. Ketiadaan iman sepuluh
mata-mata Israel bagai virus yang menyebar dengan cepat,
menginfeksi seluruh Israel.
Bangsa Israel ketakutan saat mendengar cerita tentang Kanaan. Kisah
tentang hasil bumi yang melimpah dan subur, sampai setandan
anggur yang harus dipikul oleh dua orang, tidak diterima dengan
dorongan iman (Bil. 13:23)! Malah mereka membayangkan bahwa orang
yang menanamnya tentu lebih besar dan tak terkalahkan! Mereka
jadi ngeri dan menyesali perjalanan yang penuh risiko itu. Bahkan
mereka menyesali Tuhan dan rencana-Nya, serta memilih mati
daripada harus mengikuti rencana Tuhan (1-2). Mereka menyalahkan
Tuhan yang mengeluarkan mereka dari Mesir (3). Bagi mereka, lebih
baik diperbudak di Mesir daripada berjuang meraih tanah
perjanjian. Sebab itu mereka ingin kembali ke Mesir (4)! Kerasnya
reaksi orang Israel membuat Musa dan Harun tak berdaya (5). Yosua
dan Kaleb nyaris dirajam saat memperingatkan orang Israel untuk
tidak melawan Tuhan (9-10). Israel menolak untuk percaya dan
mematuhi Tuhan!
Sikap bangsa Israel mengherankan. Menghadapi musuh yang belum jelas
saja, mereka sudah ketakutan dan berbalik meragukan kebaikan
Tuhan. Padahal janji Tuhan jelas! Seharusnya mereka bersukacita
karena kemakmuran tanah yang Tuhan akan berikan pada mereka.
Jika saja mereka mau maju di dalam iman, niscaya mereka akan
melihat mukjizat!
Menghadapi situasi buruk memang terkadang membuat kita tidak bisa
menguasai diri. Kita jadi mengeluh dan marah-marah kepada Tuhan
yang memperhadapkan kita pada situasi semacam itu. Padahal dengan
begitu kita jadi berdosa karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah
merancangkan hal yang buruk bagi kita. Sebenarnya yang kita perlu
lakukan adalah berpegang pada janji-Nya dan berharap agar Tuhan
menolong kita. Karena pengharapan kepada Tuhan adalah kekuatan
yang mampu membawa kita pada kemenangan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 14:1-10
1. Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa
itu menangis pada malam itu.
2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun;
dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami
mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami
tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi
tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"
4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita
mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."
5. Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah
Israel yang berkumpul di situ.
6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk
orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan
pakaiannya,
7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami
lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.
8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita
masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu
negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah
takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan
habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang
TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."
10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang
itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah
Pertemuan kepada semua orang Israel.
------------------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

6th July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Jumat, 6 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 14:11-19
Judul: Bagi sesama
Tidak beriman adalah dosa yang amat serius. Dalam kasus Israel,
ketiadaan iman membuat mereka menolak rencana Allah yang baik.
Padahal sebelumnya mereka telah mengalami mukjizat Tuhan
bertubi-tubi yang membuat mereka bisa ke luar dari Mesir (11).
Sungguh bebal mereka! Masakan Tuhan tidak dapat membuat mereka
menduduki Kanaan? Mereka menghina Tuhan! Lalu Allah murka hingga
berniat membatalkan rencana-Nya bagi Israel dan melenyapkan
mereka dengan penyakit sampar (12). Ini perlu menjadi peringatan
bagi kita. Ketiadaan iman adalah penolakan terhadap rencana Allah
dan penghinaan terhadap kemuliaan-Nya. Jangan sekali-kali kita
mengambil posisi ini!
Musa, sang hamba Tuhan yang setia, mengambil posisi pengantara. Ia
berdiri di antara Tuhan dan umat. Ia mengajukan permohonan untuk
keselamatan bangsanya, dengan tetap menjunjung tinggi kemuliaan
Tuhan. Ia tidak ingin tindakan Tuhan melenyapkan Israel,
menjatuhkan reputasi-Nya di hadapan bangsa lain terutama Mesir
(13-16). Mereka tak akan paham bahwa penyebab Israel tidak bisa
masuk ke Kanaan bukan ketidakmampuan Tuhan! Maka menurut Musa,
kebesaran Tuhan harus dinyatakan dengan penggenapan janji-Nya,
yaitu Israel masuk ke Kanaan (16). Lagi pula dosa dan
pemberontakan manusia tidaklah lebih besar daripada kuasa dan
kebaikan Tuhan (17-19). Sebab itu Musa meminta Tuhan menunjukkan
kemurahan hati dan belas kasihan.
Musa menghormati Allah dan mengasihi bangsanya. Ia tidak mencari
kemuliaan diri (12). Itulah karakter hamba Tuhan. Karena
kesadaran bahwa dirinya hanyalah hamba, Musa tahu bahwa segala
keputusan berada di tangan Tuhan (18-19). Tuhan yang berhak
mengampuni atau menghukum.
Sebagai orang percaya yang telah menerima keselamatan dari Tuhan
Yesus, kita pun harus memiliki hati dan karakter semacam itu.
Karena "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan
sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya" (Roma 15:2).
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 14:11-19
11. TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini
menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya
kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang
Kulakukan di tengah-tengah mereka!
12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan
melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang
lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka."
13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu
kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun
bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka,
14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang
telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa
ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka
dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan
waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada
waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam.
15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka
bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti
berkata:
16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke
negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka
Ia menyembelih mereka di padang gurun.
17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata
kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan:
18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya
berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi
sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman,
bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada
keturunan yang ketiga dan keempat.
19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan
kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa
ini mulai dari Mesir sampai ke mari."
---------------------------
Source : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

7th July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Sabtu, 7 Juli 2007
Ayat SH: Bilangan 14:20-38
Judul: Teguh dalam iman
Tuhan membuat ketentuan sesuai sifat-sifat-Nya. Ia tidak seperti
manusia yang bisa berubah-ubah. Ia tidak bisa dipengaruhi oleh
bujukan atau permohonan pihak lain. Siapa pun tak akan bisa
melawan. Musa sekali pun tidak mampu melunakkan hati Tuhan, meski
ia adalah hamba Tuhan yang Dia pilih secara khusus dan yang
pernah berhadapan muka dengan Dia. Tuhan tetap pada
keputusan-Nya.
Akan tetapi, di dalam kasih-Nya, Tuhan memenuhi permintaan Musa untuk
mengampuni bangsa itu. Ancaman penyakit sampar dicabut Tuhan.
Meski demikian, keadilan tetap ditegakkan: yang salah harus
dihukum sebagai konsekuensi pemberontakan mereka. Mereka telah
menolak rencana Tuhan yang begitu baik, maka mereka tidak akan
menerima penggenapannya. Mereka yang harus dihukum adalah yang
telah berkali-kali mengalami mukjizat Tuhan, yaitu generasi yang
keluar dari Mesir. Dalam perhitungan Tuhan, mereka sudah sepuluh
kali menista Tuhan (22-23). Sebab itu mereka akan mati di padang
gurun (29, 32-35). Mereka yang tidak dihukum mati pun mengalami
penderitaan panjang di padang gurun karena perjalanan memasuki
Kanaan diperpanjang menjadi 40 tahun! Keadilan Tuhan juga berlaku
atas para pengintai yang menghasut orang Israel. Mereka tetap
akan mati kena tulah (36-37). Sebagai perkecualian, Kaleb dan
Yosua tak ikut dihukum, karena iman dan keberpihakan mereka pada
Tuhan. Kaleb, Yosua, dan mereka yang berumur di bawah 20 tahun,
boleh masuk ke tanah perjanjian (29-30).
Terlihat bahwa Tuhan menganggap serius penolakan orang untuk
memercayai Dia. Tuhan memang panjang sabar dan mahapengampun,
tetapi bukan berarti Dia membiarkan diri-Nya dinista. Karena itu,
percayalah kepada Tuhan dan jangan pernah menolak kehendak-Nya!
Berdirilah teguh di dalam iman kepada-Nya (lih. ay. 24), karena
orang yang berdiri di pihak Dia, tidak akan Dia tinggalkan.
Bahkan meski ada tantangan dari pihak lain yang lebih kuat dari
kita, kita harus tetap taat pada kehendak-Nya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Bilangan 14:20-38
20. Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan
permintaanmu.
21 Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi
seluruh bumi:
22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda
mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah
sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku,
23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan
bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini
tidak akan melihatnya.
24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan
ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri
yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.
25 Orang Amalek dan orang Kanaan diam di lembah. Sebab itu
berpalinglah besok dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut
Teberau."
26 Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun:
27 "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut
kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel
kepada-Ku telah Kudengar.
28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah
firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku,
demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran,
yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa
terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu
telah bersungut-sungut kepada-Ku.
30 Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan
mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami,
kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!
31 Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan
menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka
mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu.
32 Tetapi mengenai kamu, bangkai-bangkaimu akan berhantaran di
padang gurun ini,
33 dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di
padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat
ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun.
34 Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu,
yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat
puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu,
supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:
35 Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan
melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang
telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan
habis dan di sinilah mereka akan mati."
36. Adapun orang-orang yang telah disuruh Musa untuk mengintai
negeri itu, yang sudah pulang dan menyebabkan segenap umat itu
bersungut-sungut kepada Musa dengan menyampaikan kabar busuk
tentang negeri itu,
37 orang-orang itu mati, kena tulah di hadapan TUHAN.
38 Tetapi yang tinggal hidup dari orang-orang yang telah pergi
mengintai negeri itu hanyalah Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune.
--------------------------
Sourch : e-SH dari Sabda.org
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

8th July 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,541
|
|
| |