 |
|

9th August 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,627
|
|
Yang Mana Denominasi Terunggul?
Yang Mana Denominasi Terunggul?
Kata dominasi dari kata latin 'denominare', to give a specific name, "memberi nama". Adanya pengelompokan-pengelompokan adalah sesuatu yang manusiawi dan tak terelakkan (1 Korintus 3:4). Karena manusia cenderung merasa nyaman berkumpul dengan orang-orang yang homogen dengan dirinya atau yang mungkin 'sepaham' , 'sewarna' dan sebagainya. Kitapun tidak akan pernah bisa 'menyatukan' umat Kristiani dalam artian menjadi 'seonggok batu' yang tak terpisahkan. Maka sayapun memandang adanya pengelompokkan ini adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam kehidupan manusia di dunia.
Haruskah satu golongan?
Alkitab sendiri mencatat ada penggolongan-penggolongan, paling tidak dalam 1 Korintus 1:12 ini kita temui ada tiga macam golongan-golongan. Dari sini saja kita sudah mengenal adanya denominasi. Adanya pengelompokkan ini telah menimbulkan masalah di dalam Jemaat Kristus sejak abad pertama. Paham "denominasi-nya yang terunggul" telah ada sejak zaman gereja mula-mula:
* 1 Korintus 1:12-13
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus .
1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
Dari kajian ayat diatas, bisakah diartikan bahwa "golongan 'Kefas' lah yang paling benar?"; atau "golongan 'Paulus' lah yang paling benar?" atau juga "golongan 'Apolos' lah yang paling benar?". Toh semuanya dibaptis dalam nama Allah yang sama (Matius 28:19).
Saya suka membaca tulisan-tulisan Paulus dengan gayanya yang khas yaitu 'diatribe' yang coraknya Rasul Paulus ini seakan-akan beredebat dengan orang lain, jadi membaca tulisan-tulisannya seolah-olah kita sedang berdialog. Paulus membahas suatu pertikaian dalam Jemaat di Korintus. Dan Paulus memaksudkan bahwa individualisme berkembang luas ketika masing-masing anggota mengikat dirinya pada "orang tertentu" (dalam hal ini adalah Paulus; Kefas; dan Apolos). Gejala yang berkembang pada masa lalu ini, juga kita jumpai sampai dengan masa kini, bukan?
Adanya pemisahan menjadi golongan-golongan yang berbeda adalah hal yang manusiawi. Tidaklah terlalu sulit merekonstruksikan ketiga "kelompok/ golongan/ denominasi". Mereka yang mengatakan "Aku dari golongan Paulus" barangkali adalah jemaat yang tetap setia kepada Paulus, dan yang barangkali melihat bahwa kewibawaannya dipertanyakan oleh mereka yang mengklaim golongan Apolos ataupun Kefas sebagai tokoh pemimpin mereka.
Mereka yang mengatakan "Aku dari golongan Apolos" mengakui memiliki kesetiaan khusus pada Apolos yang juga pernah menjadi pengkabar Injil di Korintus. Ada pula yang mengatakan "Aku dari golongan Kefas" adalah kelompok pengikut Petrus, yang memberi gambaran bahwa mungkin sekali Petrus juga pernah datang ke Korintus sehingga mereka mengenal Petrus dengan nama Aramaic-nya yaitu "Kefas". Namun apakah golongan Kefas ini diperbolehkan merasa dirinya yang terunggul? Pengelompokan terjadi karena para pemimpin dalam jemaat mulai berkembang; beberapa anggota gereja mulai lebih lekat kepada para-pelayan Injil tertentu daripada dengan Injil-nya sendiri. Paulus menyalahkan sikap ini, sambil mengingatkan mereka bahwa baik dia maupun rasul-rasul lain tidak disalibkan demi mereka.
Denominasi yang manakah yang paling benar?
Kesalahan yang sama terdapat dalam gereja-gereja masa kini. Ada yang merasa mereka yang Calvinis lebih unggul, ada yang merasa Lutheran lebih unggul, ada yang merasa Pentakosta lebih unggul, ada yang merasa Adventis lebih unggul, Kharismatik lebih unggul, Reformed Injili, ada lagi denominasi baru Kharismatik Injili (Kajili), dan seterusnya. Penting kita bertanya pada diri sendiri : "Apa legitimasinya bahwa suatu golongan adalah golongan yang paling benar?". Karena memandang kelompoknya sendiri yang benar dan cenderung merendahkan kelompok lain seringkali memicu pertengkaran antar pengikut denominasi dalam memandang doktrin yang dianut satu dengan yang lainnya, kita baca satu ayat :
* Yakobus 4:1
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
Sumber utama dari sengketa dan pertengkaran sesama orang-orang Kristen berpusat pada keinginan untuk dihormati, diakui, memperoleh kuasa, kesenangan, uang, dan keunggulan. Pemuasan keinginan yang mementingkan diri menjadi lebih penting daripada kebenaran dan kehendak Allah. Apabila hal ini terjadi, muncullah pertikaian yang saling mementingkan diri di dalam kehidupan orang-orang Kristen. Mereka yang bertanggung jawab atas terjadinya hal-hal ini menunjukkan bahwa mereka tanpa Roh dan di luar kerajaan Allah (Galatia 5:19-21, Yudas 1:16-19).
Beberapa orang percaya menjadi lebih lekat dengan seorang Gembala Sidang atau Penginjil atau Theolog tertentu dan kemudian "me-NABI-kan" mereka. Hal inilah yang dapat menyebabkan mereka mengkianati prinsip Kristen, bahkan dapat memecah-belah jemaat. Kita harus selalu berhati-hati dalam bersikap dan penting sekali untuk selalu memusatkan kasih dan kesetiaan kita kepada Allah dan firman-Nya, bukan pada pelayan Injil atau siapapun juga. Pertikaian dalam mempertahankan doktrin gereja dalam denominasinya sendiri ini tidak pernah dapat menyelamatkan siapapun, juga tidak membuahkan petobat-petobat baru, yang ada justru pertikaian antar pengikut-doktrin denominasi satu dengan yang lain menyebabkan gereja terpecah belah menganggap kelompok sendiri yang terbaik. Kita perlu mengingat selalu bahwa manusia tidak diselamatkan oleh karena mengikuti suatu doktrin denominasi tertentu, tetapi kepada iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Pengajaran sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 1:12-13 adalah makna dari frasa terakhir yaitu "Aku dari golongan Kristus". Bagaimana kita menjelaskan kelompok Kristus ini? Penggolongan memang telah terjadi, namun kesemua golongan itu adalah murid-murid Kristus, mereka semuanya dapat memiliki komunikasi langsung dengan Kristus, dan mereka menjadi milik Kristus; Maka, apa yang harus dipermasalahkan?.
Dalam 1 Korintus 3:23 kembali Paulus menegaskan “Engkau adalah milik Kristus” ini bukan sekedar slogan melainkan kebenaran, dan ini sekaligus memberikan penekanan bahwa pengakuan manusia, rasa loyalitas terhadap seorang rasul, yang menjadikan mereka terpisah menjadi kelompok-kelompok tertentu yang berbeda dengan lainnya, bukanlah hal yang penting dalam Jemaat Kristus. Para rasul itu hanyalah hamba-hamba Allah yang memberikan pertumbuhan :
* 1 Korintus 3:4-9
3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah
Sekarang kita kembali ke 1 Korintus 1:13, suatu pertanyaan retorik "Adakah Kristus dibagi-bagi?" . (bandingkan dengan 1 Korintus 12:12-27). Hanya pribadi Kristus-lah yang disalibkan, dan umat Kristus tidak dibabtis dalam nama seorang Rasul. Umat percaya bukanlah milik manusia, ataupun milik lembaga ciptaan manusia, melainkan milik Kristus yang denganNya dipersatukan didalam baptisan, karena babtisan berarti ikut serta dalam kematian dan kebangkitanNya :
* Roma 6:1-4
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Penutup :
Semoga kisah jemaat Korintus ini bisa dijadikan perenungan. Sama juga halnya perdebatan di beberapa forum diskusi, maupun dalam media yang lain, dimana satu aliran/denominasi merasa alirannya yang paling benar, satu aliran merasa paling Injili dari yang lain, satu aliran merasa yang paling dipenuhi Roh Kudus, paling hebat penuh mujizat dan berkat, paling puritan dan seterusnya. Ada sikap yang perlu kita contoh dari Rasul Paulus sbb :
* 1 Korintus 2:2
LAI TB, Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
King James Version (KJV), For I determined not to know any thing among you, save Jesus Christ, and him crucified.
Amplified Bible (Amp) , For I resolved to know nothing (to be acquainted with nothing, to make a display of the knowledge of nothing, and to be conscious of nothing) among you except Jesus Christ (the Messiah) and Him crucified.
TR ου γαρ εκρινα του ειδεναι τι εν υμιν ει μη ιησουν χριστον και τουτον εσταυρωμενον
Translit Interlinear, ou {tidak} gar {sebab} ekrina {aku telah memutuskan} tou eidenai {tahu} ti {sesuatu} hen {diantara} humin {kamu} ei mę {kecuali} ięsoun {Yesus} christon {Kristus} kai touton {dan khususnya (Dia) ini} estaurômenon {yang disalibkan}
Seperti Rasul Paulus yang bersikap tidak memandang seseorang dari kelompok mana, karena Kristuslah seharusnya yang menjadi pusat semua orang-orang Kristen. Baiklah kita memandang setiap orang yang telah mengaku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, Allah yang dengan kasihNya telah inkarnasi untuk tujuan penyelamatan manusia dari kutuk dosa. Seluruhnya adalah orang-orang yang sudah ditebus, milik Kristus, dan semuanya adalah saudara-saudara kita.
Amin.
Blessings in Christ,
Bagus Pramono
August 9, 2007
-- I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'. –
Artikel terkait :
MENUDING, di http://portal.sarapanpagi.org/renungan/menuding.html
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

9th August 2007
|
 |
I will NEVER let YOU go
|
|
Join Date: Jan 2007
Location: Indonesia
Posts: 1,540
|
|
Thanks SarPaG
At the end, kita memang harus kembali kepada Kristus, karena bukan gereja yang kita sanjung, kita muliakan, atau pun kita sembah, tetapi kita ke gereja untuk memuji dan menyembah Tuhan, itulah yang terpenting.
Kita harus menjadikan Tuhan yang terunggul, bukan ajaran kita. Kita harus lebih menyanjung Firman Tuhan, dibandingkan gereja kita. Selama kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan Dialah penguasa Tunggal hidup kita, maka semua yang juga percaya adalah saudara se-iman kita.
__________________
Hidup adalah pilihan.
Jika kita bisa memilih yang baik/positif, kenapa kita memilih yang buruk/negatif ?
Jika kita bisa memilih jalan Tuhan, kenapa kita milih jalan yang lain ?
Apapun yang kita alami sekarang adalah hasil dari pilihan kita sendiri - bukan kesalahan Tuhan
|

9th August 2007
|
 |
i'll wait 4 YOUR miracle
|
|
Join Date: May 2007
Location: Indonesia
Posts: 754
|
|
tx bro sarpag...biarlah renungan ini membuat kita masing2 sadar. Sehingga bukan ego yg muncul tapi kasih. Diskusi itu baik tapi debat itu tidak baik. Tapi diskusi dan debat berbeda tipis. Kadang diskusi disalah artikan untuk mendapatkan apa yg bro sarpag sebutkan "untuk dihormati, diakui, memperoleh kuasa, kesenangan, uang, dan keunggulan".
Karena kita satu dalam Kristus..kl salah satu lebih dalam karunia mujizat, knp sombong? bukankah Tuhan Yesus yg melakukannya? Fokus kita bukan Mujizat tapi Tuhan Yesus...
GBU
|

9th August 2007
|
 |
AP - Adopted by Grace
|
|
Join Date: Jan 2007
Posts: 680
|
|
emang g salut ama paulus, g rasa kekristenan tdk ada seperti saat ini tanpa beliau, jg 14 kitab perjanjian baru ditulis oleh beliau, Gbu
|

9th August 2007
|
 |
The Mind Blower
|
|
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,460
|
|
sarpag, elo aliran mana neh? apa sama2 crossover kayak gue....?
__________________
http://rethink.revolutia.info
|

9th August 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,627
|
|
yup, sama-sama memilih "non-denominasi"
Kalau ada yang maksa nanya "loe musti ada di suatu gereja, denominasi/ golongan tertentu", ya kita jawab aja kita ini golongan Kristus aja spt kata Paulus 
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

9th August 2007
|
 |
AP - Adopted by Grace
|
|
Join Date: Jan 2007
Posts: 680
|
|
sori buat semuanya jika ada kata2 g yg kurang baik, baik yg disengaja maupun yg tidak disengaja, memang sifat bertahan jika disudutkan naluri alami manusia, tapi g mau bertobat n sori to everyone, jg sama bung jed_Revolutia g emang sempet jengkel, tapi uda beres, skrg g lg senyum n ketawa, thanks buat threat yg membangun ini, Gbu n success to all of you !
|

9th August 2007
|
 |
The Mind Blower
|
|
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,460
|
|
Quote:
|
Originally Posted by evans
sori buat semuanya jika ada kata2 g yg kurang baik, baik yg disengaja maupun yg tidak disengaja, memang sifat bertahan jika disudutkan naluri alami manusia, tapi g mau bertobat n sori to everyone, jg sama bung jed_Revolutia g emang sempet jengkel, tapi uda beres, skrg g lg senyum n ketawa, thanks buat threat yg membangun ini, Gbu n success to all of you !
|
ada apa neh? koq urusan di thread lain dibawa kesini....
jengkel?  baik untuk kesehatan...itung-itung latihan.
peace bro  gue gak ada dendam atau apa ama elo, semua cuma diskusi n kata2 doank, so jangan dimasukin ke ati....
__________________
http://rethink.revolutia.info
|

9th August 2007
|
 |
AP - Adopted by Grace
|
|
Join Date: Jan 2007
Posts: 680
|
|
Quote:
|
Originally Posted by JED-ReVoLuTiA
ada apa neh? koq urusan di thread lain dibawa kesini....
jengkel?  baik untuk kesehatan...itung-itung latihan.
peace bro  gue gak ada dendam atau apa ama elo, semua cuma diskusi n kata2 doank, so jangan dimasukin ke ati....
|
yo i, kita janjian ya ga pake acara marah - marahan, wakakakakkaka
|

9th August 2007
|
 |
Sang Pendekar Legendaris
|
|
Join Date: Dec 2006
Location: Indonesia
Posts: 3,265
|
|
Quote:
|
Originally Posted by evans
yo i, kita janjian ya ga pake acara marah - marahan, wakakakakkaka
|
mau denominasi manapun.. aliran apapun..
yang penting sama2 saling mengasihi ya... hahahahahahahaha..
kasih mengalahkan segalanya.. !! peace..
__________________
Sewaktu Squall dilahirkan, Squall menangis sedangkan orang sekeliling Squall tersenyum, maka Squall berjanji akan hidup sedemikian rupa sehingga ketika Squall meninggal, hanya Squall yg tersenyum sedangkan orang di sekeliling Squall akan menangis...!!
|

9th August 2007
|
 |
The Mind Blower
|
|
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,460
|
|
Quote:
|
Originally Posted by evans
yo i, kita janjian ya ga pake acara marah - marahan, wakakakakkaka
|
seinget gue seh, gue gak pernah marah ama elo...
ok back to topic, kasihan bro SarPag, threadnya dijadikan ajang OOT.
__________________
http://rethink.revolutia.info
|

9th August 2007
|
 |
Pujangga CINTA
|
|
Join Date: Feb 2007
Location: Mexico
Posts: 3,251
|
|
Quote:
|
ok back to topic, kasihan bro SarPag, threadnya dijadikan ajang OOT.
|
Kalau mau OOT kan ada warung kopi tuch...
Yap, tx bro sarpag bt pencerahannya...Sekali Kristus tetap Kristus... 
__________________
"EMAS diuji dengan api, WANITA diuji dengan emas dan LELAKI diuji dengan wanita...."
|

9th August 2007
|
 |
AP - Community Leader
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Indonesia
Age: 29
Posts: 3,919
|
|
tapi istilah "non-denom" itupun sudah mulai masuk menjadi 'denom' tersendiri, seperti diistilahkan jadi "inter-denom" ato apalah.
aku sendiri 'menganut paham' campuran antara protestan maupun pantekost/karismatik, aku lihat beberapa gereja yg nampaknya punya gejala seperti ini (aku) walau sama sekali tidak sama. aku sendiri belum lihat adakah yg sama dgn pengertianku, ada yg hampir... tapi tidak sama persis (justru di bagian yg sangat vital). tapi apakah aku perlu bikin gereja dgn member 1 orang?  tidak, terima kasih... saya bergereja dimanapun oke, malah aku dekat dengan 2 pemimpin gereja (dan pekerja2nya) yg berlainan.
|

9th August 2007
|
 |
The Mind Blower
|
|
Join Date: Aug 2005
Location: Slovak Republic
Age: 26
Posts: 3,460
|
|
Quote:
|
Originally Posted by tony
tapi istilah "non-denom" itupun sudah mulai masuk menjadi 'denom' tersendiri, seperti diistilahkan jadi "inter-denom" ato apalah.
aku sendiri 'menganut paham' campuran antara protestan maupun pantekost/karismatik, aku lihat beberapa gereja yg nampaknya punya gejala seperti ini (aku) walau sama sekali tidak sama. aku sendiri belum lihat adakah yg sama dgn pengertianku, ada yg hampir... tapi tidak sama persis (justru di bagian yg sangat vital). tapi apakah aku perlu bikin gereja dgn member 1 orang?  tidak, terima kasih... saya bergereja dimanapun oke, malah aku dekat dengan 2 pemimpin gereja (dan pekerja2nya) yg berlainan.
|
betul apa kata tony, sekarang istilah non-denom sendiri sudah seolah2 membentuk denom sendiri, makanya gue cenderung pake istilah crossover (menyebrang sana-sini) untuk menggambarkan iman gue dibanding non-denom.
awal perjalanan kerohanian gue dimulai dari karismatik tulen dengan menelan pengajaran dari mahaguru Karismatik seperti Benny Hinn, Kenneth Hagin, dan Roberts Liardon. Itu cuma tahan beberapa tahun hingga gue kenal dan mendalami berbagai aliran Injili. Akhirnya gue banyak dipengaruhi tokoh Calvinis seperti D. James Kennedy, tokoh holiness Arminian seperti Leonard Ravenhill, dan hingga ke tokoh liberal seperti Kierkegaard. Gue sempet juga jadi penganut tulen gerakan gereja rumah. Belakangan malah gue banyak membaca literatur katolik dan mengagumi Henri Nouwen, , Mother Theresa, hingga Theresa of Avila. Tapi sampe sekarang yang paling klop ke gue ialah gerakan Emerging Church yang dipandu oleh tokoh postmodern seperti Leonard Sweet, Brian McLaren, dan Tony Campolo. Semakin kesini semakin gue yakin kalau kebenaran itu tidak hitam-putih tapi berwarna-warni indah seperti layaknya pelangi. Gue jadi mengikuti jejak para crossover pendahulu seperti Philip Yancey dan Brennan Manning.
Makanya gue rasa gak baik kita menganggap denom kita lebih baik dari pada denom lain. Kalo saja semua mau belajar dari kelebihan dan kekurangan masing-masing maka kita akan mendapat sebuah pelangi yang indah dari kebenaran Allah.
__________________
http://rethink.revolutia.info
|

9th August 2007
|
 |
***
|
|
Join Date: Jun 2004
Location: Australia
Posts: 2,205
|
|
Thanks for writing, bro Qbiz  . Setuju sekali.
Quote:
|
Originally Posted by JED
Makanya gue rasa gak baik kita menganggap denom kita lebih baik dari pada denom lain. Kalo saja semua mau belajar dari kelebihan dan kekurangan masing-masing maka kita akan mendapat sebuah pelangi yang indah dari kebenaran Allah.
|
Setuju juga ama JED. Imo, di setiap denom tuuh ada potongan2 kebenaran Tuhan. Kalo digabung baru bagus. Yet, kalo digabung secara physically seeh impossible deh. Tp secara spiritual baru bisa. Selama kita masing2 berjalan di dlm terang, seperti Tuhan pun ada di dlm terang, baru kita dpt mempunyai fellowship yg sama satu dgn yg lain, tanpa memandang denom manapun (I JOHN 1:7).
__________________
I’ve noticed this over my journey, those who are most settled in God’s truth feel no compulsion to conform others to it. They know truth has a power all its own and that a generosity of spirit will open people to it faster than bashing them with their opinion ever will.
WAYNE JACOBSEN
|

10th August 2007
|
 |
movie lover
|
|
Join Date: Jun 2004
Posts: 3,627
|
|
Well, kalau yang "non-denom" bisa dibilang "satu denom tersendiri", akhirnya yang crossover (menyebrang sana-sini) pun bisa dibilang "satu denom tersendiri".
Pada dasarnya denominasi-denominasi itu kenyataannya sudah terjadi, bahkan ada sejak zaman gereja purba, abad pertama Masehi. Denominasi terjadi karena faktor manusiawi. Makanya sampai sekarangpun macam-macam denom pasti akan tetap ada dan jumlahnya cenderung bertambah-tambah.
Masalahnya, setiap yang merasa denom-nya terunggul ini bisa melupakan prisip Kristianitas yang seharusnya saling mengasihi satu dengan yang lain.
Ketika kita mengaku percaya - beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita semua mendapat label yang sama, yaitu Milik Kristus,yang pada dasarnya kita semua adalah Golongan Kristus. Inilah yang sedang dibahas oleh Rasul Paulus.
Maka, sebutan Kristen / Christian / Christianous - χριστιανους (Kisah Para Rasul 11:26), sudah cukup bagiku.
Amin.
__________________
I put no stock in religion. By the word "religion" I've seen the lunacy of fanatics of every denomination be called 'the will of God'.
|

10th August 2007
|
|
Banned
|
|
Join Date: Aug 2007
Posts: 103
|
|
Kalian jangan sepelekan aliran/denominasi karena alasan persahabatan semu online. Darah para martir adalah benih gereja. Jutaan orang mati terbunuh karena injil. Dalam buku sejarah gereja tulisan Carroll, Trail of Blood (online version), jutaan dibunuh karena doktrin tentang baptisan. Calvin memprakarsai pembakaran Servetus karena urusan baptisa. Belum lagi yang lain. Jangan sepelekan gereja, denominasi dan ajaran demi permainan kata di dunia maya.
|

10th August 2007
|
 |
Slave of God
|
|
Join Date: Jan 2006
Location: Azerbaijan
Posts: 8,246
|
|
Quote:
|
Originally Posted by calebtong
Kalian jangan sepelekan aliran/denominasi karena alasan persahabatan semu online. Darah para martir adalah benih gereja. Jutaan orang mati terbunuh karena injil. Dalam buku sejarah gereja tulisan Carroll, Trail of Blood (online version), jutaan dibunuh karena doktrin tentang baptisan. Calvin memprakarsai pembakaran Servetus karena urusan baptisa. Belum lagi yang lain. Jangan sepelekan gereja, denominasi dan ajaran demi permainan kata di dunia maya.
|
Di sini gak ada yang menyepelekan denominasi. Denominasi itu adalah urusan personal dan internal. Bukan urusan untuk dibawa panji2nya keluar. Regardless sapa bunuh sapa, semua orang dari semua denominasi punya chances yang sama untuk 'menghantam' (baca: membunuh) orang lain atas nama denominasi or Tuhan.
Besides, semua yang elu tulis itu hi story, not yourstory.
__________________
Oh be careful little eyes what I see
Oh be careful little eyes what I see
For the Father up above is looking down in love
Oh be careful little eyes what I see
| |