
Originally Posted by
Nephilim
Makanya, Temple Knight tidak pernah bertujuan membela TUHAN. Tujuan mereka adalah melindungi orang-orang Kristen yang melakukan pilgrim ke Holy Land. Di satu sisi memang agama lebih baik di luar politik, tetapi di sisi lain pasti ada dorongan untuk menolong "sesama" ketika "sesama" itu disakiti. Contoh, misalnya bro PB lg dicambukin orang. Lebih baik saya melihat dan berdoa pada TUHAN semoga TUHAN menolong bro PB atau saya menolong bro PB.
Menurut saya, yang jadi inti bukan persoalan apakah agama masuk ke politik atau tidak. Saya lihat yang bermasalah adalah definisi "sesama" itu. Seperti contoh kasus saya tentang bro PB dicambuki. Ketika saya memukul orang yang mencambuki bro PB tersebut, berarti saya sudah tidak menganggap orang yang mencambuki itu sebagai "sesama". Orang itu saya anggap musuh yang wajar untuk mendapat balasan kekerasan setimpal. Padahal seharusnya saya menganggap baik bro PB maupun orang mencambuki tersebut sebagai sesama sehingga ketika menolong bro PB saya tidak boleh melakukan kekerasan juga terhadap orang yang mencambuki tersebut.
Kegagalan melihat "sesama" yang sesungguhnya yang melahirkan perang salib dan organisasi semacam FPI.
Saya koreksi sedikit, tujuan awalnya memang menolong sesama atau melindungi orang2 kristen dalam melakukan pilgrim. Memang baik awalnya, tapi ternyata berakhir dengan sesuatu yang nista di dalam sejarah.
Sisanya saya setuju dengan anda. Mungkin memang harusnya Yesus sewaktu memberikan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, kurang sempurna kasih contohnya. Seharusnya Dia bilang, "Sewaktu dia liat ada orang Yahudi digebuki, orang Samaria ini balik menggebuki orang2 yang menghajar orang Yahudi ini. Akhirnya Orang Samaria ini berhasil membela orang Yahudi sehingga tidak perlu diantarkan ke penginapan untuk dirawat berhari2."
Yah, Yesus juga manusia toh. Mungkin Dia lupa untuk bercerita lebih tepat lagi supaya ada contoh perumpamaan yang bisa jadi landasan kuat dalam memakai kekerasan untuk menegakkan kebenaran.
Saya sendiri sih cukup mengerti kenapa banyak orang melihat bahwa kekristenan harus selalu ditaroh di tiap lini, karena mereka melihat agama itu tidak ubahnya seperti orang2 Islam melihat agama mereka. Jadi ketika disuarakan bahwa "kerajaan Sorga" gak ngomongin soal fisik atau politik, mereka mengira orang2 yang bersuara seperti ini sudah gak peduli lagi sama hal2 duniawi.
Seperti waktu Petrus bilang ke Yesus, "Biarlah aku dirikan 3 kemah di sini, satu untukMu, satu untuk Musa, satu untuk Elia." Murid2 sudah senang saat itu, kedatangan Elia dan Musa adalah bukti terkuat bahwa Yesus akan sesaat lagi memasuki Yerusalem untuk memimpin revolusi besar2an melawan Romawi. Memang tidak tertulis respons dari Yesus. Tapi saya bisa bayangkan muka Yesus waktu dengar seperti itu, mungkin dalam hatinya Dia ngomong sambil geleng2, "murid2 gue telmi banget ya, dari dulu gue kasih tau soal kerajaan Sorga, tapi kok mereka bayanginnya tentang hal2 fisik dan politik terus ya?"
God is not the answer, He's an excuse - PlainBread
Bookmarks