Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 
Coming Soon ...
 

Closed Thread
Page 2 of 5
FirstFirst 1 2 3 4 5 LastLast
Results 21 to 40 of 97

Thread: Para Ksatria Templars

  1. Buset2. Saya kurang percaya sih pada kesatria templars.

    Yang pasti Tuhan tidak mengajarkan kekerasan dan bawa2 senjata

  2. Quote Originally Posted by ferrywar View Post
    Bila ada orang jahat hendak membacok teman saya untuk diambil uangnya, kebetulan saya bawa parang juga, saya tidak ragu ragu untuk membacoknya duluan demi menyelamatkan teman saya dari perampokan itu bila tidak ada jalan lain.

    Apakah pengertian kata "kemanusiaan" dan kata "sesama" kita berbeda?.
    Sebenarnya saya ngga terlalu setuju kalau perang salib di jadikan analogi antara seorang penjahat dan temanmu, ferr.
    Kalau menurut saya idealnya sebagai seorang kristen yg taat seharusnya saya maju dan berkata "hei, ambil saja uang saya dan kalau mau bacok saja saya sebagai pengantinya (teman saya)"
    Lihat reaksi apa yg di perlihatkan penjahat itu, apakah dia sudah puas setelah mengambil uangmu dan membacokmu? Masalah selesai ???
    Kenyataannya tidak !!
    Penjahat itu ingin merampas uang temanmu, ingin mengambil uangmu jg ...bahkan ingin mengambil nyawa temanmu dan nyawamu jg. Dia jg ingin mengambil segala sesuatu yg menjadi milikmu , misalnya : properti milikmu dan anak istrimu kemudian memperbudak mereka seumur hidup. Juga setelah itu merampas semua milik teman2mu satu persatu.
    Ingat tidak ada hukum apapun yg bisa menghentikan penjahat2 itu.

    Lalu datang Roti kebab, berkata "saya turut prihatin, ferr ...tp apa dayaku, saya kristen."
    "golok tidak bisa di lawan pakai golok"
    "Allah, ampunilah mereka!"
    Bukanya itu konyol sekali ?
    Ajaran kristen yg seharusnya seperti itu, ya ?

  3. Quote Originally Posted by ferrywar View Post
    Keadaan tidak selalu mudah untuk menentukan pilihan dengan mulus, Nephilim.
    Menolong orang yang ditindas dengan cara menyerang yang menindas harus dikategorikan aksi kemanusiaan juga.
    Yang pasti bukan orangnya yang kita benci melainkan penindasannya.

    Bila ada orang jahat hendak membacok teman saya untuk diambil uangnya, kebetulan saya bawa parang juga, saya tidak ragu ragu untuk membacoknya duluan demi menyelamatkan teman saya dari perampokan itu bila tidak ada jalan lain.

    Apakah pengertian kata "kemanusiaan" dan kata "sesama" kita berbeda?.
    Setidaknya parang itu digunakan untuk sekedar melumpuhkan lawan bukan membunuh lawan. Dalam banyak hal, kekerasan itu diperlukan, tetapi harus diminimalisasi. Yah, diusahakan saja jangan sampai lupa bahwa "musuh" itu masih manusia.

    Saya rasa sama.

  4. @athien: good article.

    Terjadi sebaliknya di dalam Kekristenan. Ketika akan melakukan kekerasan, sebagian besar golongan-golongan kita akan menentang kekerasan tersebut, sementara sangat sedikit yang mendukung dengan menganggap musuh sebagai sesuatu yang harus dibenci.

  5. Join Date
    Dec 2004
    Location
    jakarta
    Posts
    5,010
    Rep Power
    20

    Quote Originally Posted by athien View Post
    Sebenarnya saya ngga terlalu setuju kalau perang salib di jadikan analogi antara seorang penjahat dan temanmu, ferr.
    Kalau menurut saya idealnya sebagai seorang kristen yg taat seharusnya saya maju dan berkata "hei, ambil saja uang saya dan kalau mau bacok saja saya sebagai pengantinya (teman saya)"
    Lihat reaksi apa yg di perlihatkan penjahat itu, apakah dia sudah puas setelah mengambil uangmu dan membacokmu? Masalah selesai ???
    Kenyataannya tidak !!
    Penjahat itu ingin merampas uang temanmu, ingin mengambil uangmu jg ...bahkan ingin mengambil nyawa temanmu dan nyawamu jg. Dia jg ingin mengambil segala sesuatu yg menjadi milikmu , misalnya : properti milikmu dan anak istrimu kemudian memperbudak mereka seumur hidup. Juga setelah itu merampas semua milik teman2mu satu persatu.
    Ingat tidak ada hukum apapun yg bisa menghentikan penjahat2 itu.

    Lalu datang Roti kebab, berkata "saya turut prihatin, ferr ...tp apa dayaku, saya kristen."
    "golok tidak bisa di lawan pakai golok"
    "Allah, ampunilah mereka!"
    Bukanya itu konyol sekali ?
    Ajaran kristen yg seharusnya seperti itu, ya ?
    Tidak, Athien. Ajaran Kristen menurut interpretasi saya bukan begitu.
    Kemanusiaan bukan dilihat seperti sekeping puzzle yang terpisah dari gambar besarnya.
    Kalau perlu membunuh satu orang untuk menyelamatkan orang lain atau orang2 lain yang lebih bernilai, pembunuhan itu harus dilakukan.
    kita bicara dalam kaeadaan yang mempunyai opsi hitam-putih ya. Kalau masih bisa "berkelit" ya memang jadi diluar konteks permasalahan.

    Menilai satu aktivitas "membacok kepala penjahat" sebagai benar atau salah adalah bak menilai gambar besar hanya dari sekeping puzzle. Mesti dilihat konteksnya setiap kasus.

    Saya tidak menyalahkan sebuah pembunuhan bila itu perlu. Bahkan saya bisa menyalahkan penghalangan sebuah pembunuhan kalau pembunuhan itu harus dilakukan demi sesuatu yang lebih penting.
    Larangan Musa "Jangan membunuh" hanyalah patokan umum, seperti kasus Homoseksual dinilai hanya dari Tuhan menciptakan sel jantan dan betina.
    [SIZE=1]Truth is A Pathless Land[/SIZE]

  6. Join Date
    Dec 2004
    Location
    jakarta
    Posts
    5,010
    Rep Power
    20

    Quote Originally Posted by Nephilim View Post
    Setidaknya parang itu digunakan untuk sekedar melumpuhkan lawan bukan membunuh lawan. Dalam banyak hal, kekerasan itu diperlukan, tetapi harus diminimalisasi. Yah, diusahakan saja jangan sampai lupa bahwa "musuh" itu masih manusia.
    Lebih bagus lagi kalau parang itu bisa menjadi tongkat ajaib yang bisa merubah orang jahat jadi baik, Nephilim.

    Problematika yang disajikan kan kalau pilihannya cuma dua, membunuh untuk menyelamatkan yang lain yang lebih bernilai atau tidak membunuh hanya supaya mentaati aturan Musa "Jangan Membunuh".
    [SIZE=1]Truth is A Pathless Land[/SIZE]

  7. Ketika saya masih SMA dan menjadi anggota salah satu gereja Pentakosta, saya meminta pendapat seorang anggota majelis mengenai agama sebelah dan pendirinya. Apakah menurut ajaran gereja, sang pendiri adalah benar seorang nabi? Dengan diplomatis, anggota majelis menyatakan tidak tahu menahu mengenai agama sebelah dan pendirinya.

    Lalu saya menanyakan pertanyaan yang sama kepada sang pendeta. Sang pendeta dengan diplomatis menjawab bahwa sang pendiri agama sebelah adalah benar nabi buat pengikut-pengikutnya. Jawaban sang pendeta tidak menjawab pertanyaan saya. Yang saya tanyakan adalah apakah menurut ajaran gereja sang pendiri agama sebelah adalah nabi atau bukan? Sang pendeta menjawab karena di dalam Alkitab tidak disebut nama pendiri agama sebelah, maka dia tidak tahu apakah dia nabi atau bukan.

    Protestanisme belum berpengalaman bersinggungan dengan dunia agama sebelah. Belum pernah merasa pahit getirnya ditindas dan dijajah oleh agama sebelah. Kristen Orthodoks pernah merasakannya. Kristen Katolik pernah mengalaminya. Tetapi dunia Protestan yang ada di Eropa belahan utara tidak pernah bersinggungan langsung dengan dunia agama sebelah, mereka beruntung karena Orthodoks dan Katholik membentengi mereka terhadap infiltrasi agama sebelah, sayangnya mereka bukannya berterima kasih bahkan dengan gampangnya mencela para pelaku Perang Salib sebagai orang yang tidak mempraktekkan ajaran kasih.

    Dunia Protestan juga tidak pernah belajar dari orang-orang Kristen Timur yang mengalami kepunahan di Timur Tengah seperti aliran Nestorian, Yakobit, Coptic dan Armenian. Hal itu bisa dimengerti, karena mereka belum pernah merasakannya.

    Tidak ada bukti bahwa Protestanisme dapat menjinakkan dunia agama sebelah. Yang jelas, pada zaman presiden Jimmy Carter, seorang Baptis yang saleh, Amerika Serikat dipermalukan oleh Ayatullah Khomeini yang menyandera 444 diplomatnya. Karena terpecah belah, masing-masing denominasi juga tidak perduli pada tragedi yang menimpa denominasi lainnya, sebagai contoh sampai sekarang ini banyak umat Gereja Sidang Jemaat Allah (The Assemblies of God) yang anggotanya 80% berasal dari eks-agama sebelah banyak yang mengalami tekanan. Silakan referensi berikut ini: [url=http://en.wikipedia.org/wiki/Christians_in_Iran]Christianity in Iran - Wikipedia, the free encyclopedia[/url].

    Diantara orang yang mengalami martir adalah:
    1. Mehdi Dibaj, 1994, [url=http://en.wikipedia.org/wiki/Mehdi_Dibaj]Mehdi Dibaj - Wikipedia, the free encyclopedia[/url]
    2. Haik Hovsepian Mehr, 1994, [url=http://en.wikipedia.org/wiki/Haik_Hovsepian_Mehr]Haik Hovsepian Mehr - Wikipedia, the free encyclopedia[/url]
    3. Ghorban Tourani, 2005, [url=http://en.wikipedia.org/wiki/Ghorban_Tourani]Ghorban Tourani - Wikipedia, the free encyclopedia[/url]
    4. Hamid Pourmand, ditahan di penjara Evin, [url=http://en.wikipedia.org/wiki/Hamid_Pourmand]Hamid Pourmand - Wikipedia, the free encyclopedia[/url]

    Silakan baca juga buku Marina Nemat, Sandera Rejim Khumaini, Penerbit Alvabet, 2008. Sebaiknya orang-orang seperti Sis Plain Bro juga membaca buku ini sebelum memberikan vonis gampangan yang tidak patriotik.

  8. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Quote Originally Posted by Nephilim View Post
    Makanya, Temple Knight tidak pernah bertujuan membela TUHAN. Tujuan mereka adalah melindungi orang-orang Kristen yang melakukan pilgrim ke Holy Land. Di satu sisi memang agama lebih baik di luar politik, tetapi di sisi lain pasti ada dorongan untuk menolong "sesama" ketika "sesama" itu disakiti. Contoh, misalnya bro PB lg dicambukin orang. Lebih baik saya melihat dan berdoa pada TUHAN semoga TUHAN menolong bro PB atau saya menolong bro PB.

    Menurut saya, yang jadi inti bukan persoalan apakah agama masuk ke politik atau tidak. Saya lihat yang bermasalah adalah definisi "sesama" itu. Seperti contoh kasus saya tentang bro PB dicambuki. Ketika saya memukul orang yang mencambuki bro PB tersebut, berarti saya sudah tidak menganggap orang yang mencambuki itu sebagai "sesama". Orang itu saya anggap musuh yang wajar untuk mendapat balasan kekerasan setimpal. Padahal seharusnya saya menganggap baik bro PB maupun orang mencambuki tersebut sebagai sesama sehingga ketika menolong bro PB saya tidak boleh melakukan kekerasan juga terhadap orang yang mencambuki tersebut.

    Kegagalan melihat "sesama" yang sesungguhnya yang melahirkan perang salib dan organisasi semacam FPI.
    Saya koreksi sedikit, tujuan awalnya memang menolong sesama atau melindungi orang2 kristen dalam melakukan pilgrim. Memang baik awalnya, tapi ternyata berakhir dengan sesuatu yang nista di dalam sejarah.

    Sisanya saya setuju dengan anda. Mungkin memang harusnya Yesus sewaktu memberikan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, kurang sempurna kasih contohnya. Seharusnya Dia bilang, "Sewaktu dia liat ada orang Yahudi digebuki, orang Samaria ini balik menggebuki orang2 yang menghajar orang Yahudi ini. Akhirnya Orang Samaria ini berhasil membela orang Yahudi sehingga tidak perlu diantarkan ke penginapan untuk dirawat berhari2."

    Yah, Yesus juga manusia toh. Mungkin Dia lupa untuk bercerita lebih tepat lagi supaya ada contoh perumpamaan yang bisa jadi landasan kuat dalam memakai kekerasan untuk menegakkan kebenaran.

    Saya sendiri sih cukup mengerti kenapa banyak orang melihat bahwa kekristenan harus selalu ditaroh di tiap lini, karena mereka melihat agama itu tidak ubahnya seperti orang2 Islam melihat agama mereka. Jadi ketika disuarakan bahwa "kerajaan Sorga" gak ngomongin soal fisik atau politik, mereka mengira orang2 yang bersuara seperti ini sudah gak peduli lagi sama hal2 duniawi.

    Seperti waktu Petrus bilang ke Yesus, "Biarlah aku dirikan 3 kemah di sini, satu untukMu, satu untuk Musa, satu untuk Elia." Murid2 sudah senang saat itu, kedatangan Elia dan Musa adalah bukti terkuat bahwa Yesus akan sesaat lagi memasuki Yerusalem untuk memimpin revolusi besar2an melawan Romawi. Memang tidak tertulis respons dari Yesus. Tapi saya bisa bayangkan muka Yesus waktu dengar seperti itu, mungkin dalam hatinya Dia ngomong sambil geleng2, "murid2 gue telmi banget ya, dari dulu gue kasih tau soal kerajaan Sorga, tapi kok mereka bayanginnya tentang hal2 fisik dan politik terus ya?"
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread

  9. Join Date
    Oct 2008
    Location
    Jagad Awang Uwung
    Posts
    373
    Rep Power
    0

    Mari berandai-andai Pater Martin Luther telah menjadi Uskup Germania th. 700 AD lalu mendengar bahwa umatnya dibantai oleh Suku Turki Selzug yg telah ikut nabi agama sebelah ketika mereka sedang ziarah menuju di Tanah Suci:
    1. Hanya menasehati tanpa henti dengan lemah lembut kpd Suku Selzug sampai dia meninggal, atau
    2. Memberikan nasehat dgn lemah lembut, lalu meningkat menjadi peringatan dan akhirnya seruan perang.

    Kira-kira teman2 protestan jika berada pada posisi ''Martin Luther'' akan melakukan opsi yg mana di antara 1 dan 2 ?

  10. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Quote Originally Posted by Habibod_Yeshua View Post
    Mari berandai-andai Pater Martin Luther telah menjadi Uskup Germania th. 700 AD lalu mendengar bahwa umatnya dibantai oleh Suku Turki Selzug yg telah ikut nabi agama sebelah ketika mereka sedang ziarah menuju di Tanah Suci:
    1. Hanya menasehati tanpa henti dengan lemah lembut kpd Suku Selzug sampai dia meninggal, atau
    2. Memberikan nasehat dgn lemah lembut, lalu meningkat menjadi peringatan dan akhirnya seruan perang.

    Kira-kira teman2 protestan jika berada pada posisi ''Martin Luther'' akan melakukan opsi yg mana di antara 1 dan 2 ?
    Seperti saya bilang sebelumnya, sikon saat itu [hampir di mana2], agama dan politik bercampur menjadi satu. Makanya saya bilang saya bisa memaklumi dan mengerti sikon saat itu. Walaupun saya bilang bahwa sikon tersebut, menurut yang saya imani, adalah sikon yang tidak sejalan dengan misi Yesus. Silakan membantah dan bilang bahwa sikon saat itu [agama dan politik bercampur jadi satu] adalah sikon yang memang dikehendaki Yesus.

    Kalo seorang pemimpin agama memiliki hak untuk mengadakan peperangan, dan ternyata peperangan itu melibatkan agama lain, bayangkan apa jadinya dunia ini sekarang. Jika Amerika Serikat mewakili kekristenan, Irak-Iran mewakili Islam, North Korea mewakili agama mereka, yang ada setiap hari akan kita lihat misil dan rudal berterbangan di udara di mana di rudal2 tersebut ada tertulis ayat2 dari kitab suci masing2. Gak usah ngomongin soal global. Lihatlah Ambon. Masing2 pihak merasa bahwa "nyawa ganti nyawa, gigi ganti gigi." Kejadian Ambon itu seperti daerah tak bernegara. Pihak Islam dan Kristen mengklaim bahwa mereka bisa memulai perang tanpa harus melewati keputusan negara. Gebleknya, NKRI saat itu diam saja padahal NKRI adalah negara sekuler alias tidak berdasarkan agama. NKRI seolah2 tinggal melihat siapa yang menang, karena ternyata masing2 pihak gosipnya memiliki back up di militer dan di negara. Kacau kan?

    Untungnya sikon sudah berubah dari 500-1000 tahun yang lalu. Bahkan saya salut bahwa Paus tidak menyetujui perang Irak. Seandainya ada perang pun, janganlah itu berdasarkan agama atau berdasarkan keputusan pemimpin2 agama, tapi hendaklah diputuskan oleh pemimpin negara di mana pemimpin negara bukan mewakili agama tertentu. Untungnya mayoritas kekristenan di Indonesia mengerti akan hal ini. Ketika rumah ibadah mereka dibakar, terlepas apakah benar atau tidak dibakar oleh umat agama lain, itu tidak menjadikan alasan buat mereka untuk memulai hal fisik yang lain walaupun alasannya didasarkan sebagai "perlindungan terhadap umat." Yang mereka lakukan selama ini adalah meminta negara untuk melindungi mereka. Dan lebih bagus lagi, banyak juga kelompok2 dari agama lain seperti dari NU dan Muhammadiyah yang melindungi gedung2 gereja di saat tertentu seperti Natal dan Paskah.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread

  11. Join Date
    Jan 2006
    Location
    Hvar
    Posts
    12,755
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    30

    Quote Originally Posted by Militia_Christi View Post
    Protestanisme belum berpengalaman bersinggungan dengan dunia agama sebelah. Belum pernah merasa pahit getirnya ditindas dan dijajah oleh agama sebelah. Kristen Orthodoks pernah merasakannya. Kristen Katolik pernah mengalaminya. Tetapi dunia Protestan yang ada di Eropa belahan utara tidak pernah bersinggungan langsung dengan dunia agama sebelah, mereka beruntung karena Orthodoks dan Katholik membentengi mereka terhadap infiltrasi agama sebelah, sayangnya mereka bukannya berterima kasih bahkan dengan gampangnya mencela para pelaku Perang Salib sebagai orang yang tidak mempraktekkan ajaran kasih.

    Dunia Protestan juga tidak pernah belajar dari orang-orang Kristen Timur yang mengalami kepunahan di Timur Tengah seperti aliran Nestorian, Yakobit, Coptic dan Armenian. Hal itu bisa dimengerti, karena mereka belum pernah merasakannya.
    Kalo ngomongin soal pengalaman, Yahudi lebih berpengalaman daripada agama mana pun dalam menumpas agama2 lain, cerita mereka ada di Perjanjian Lama selama ratusan tahun memenangkan banyak peperangan dan mengalami beberapa kekalahan.

    Lalu kenapa anda gak memutuskan untuk memeluk agama Yahudi saja?

    Silakan baca juga buku Marina Nemat, Sandera Rejim Khumaini, Penerbit Alvabet, 2008. Sebaiknya orang-orang seperti Sis Plain Bro juga membaca buku ini sebelum memberikan vonis gampangan yang tidak patriotik.
    Kalo saya mengerti cara anda memandang agama anda, seharusnya anda juga saya harapkan mengerti cara saya memandang agama saya.

    Ketika saya ngomongin soal patriotik, saya berbicara sebagai orang Indonesia, bukan sebagai orang kristen. Buat saya, dalam kekristenan itu tidak ada patriotisme. Yang namanya patriotisme (silakan liat di kamus mana saja), itu berhubungan dengan negara, bukan ngomongin soal iman atau agama. Buat saya, selama negara itu politik dan agama bercampur, selama itu juga saya liat bahwa agama tersebut belum mengalami kemajuan.

    Mengapa saya bilang seperti itu, karena jaman sekarang di dalam sebuah negara (terutama negara2 sekuler) terdapat banyak agama. Bukan seperti jaman dulu di mana sebuah negara atau kerajaan mengharuskan sebuah agama untuk dipeluk oleh rakyatnya. Jadi negara2 seperti Indonesia tidak bisa berperang mewakili agama Islam, karena walaupun NKRI mayoritasnya muslim, tapi NKRI bukan negara Islam.
    God is not the answer, He's an excuse - PlainBread

  12. Quote Originally Posted by ferrywar View Post
    Lebih bagus lagi kalau parang itu bisa menjadi tongkat ajaib yang bisa merubah orang jahat jadi baik, Nephilim.

    Problematika yang disajikan kan kalau pilihannya cuma dua, membunuh untuk menyelamatkan yang lain yang lebih bernilai atau tidak membunuh hanya supaya mentaati aturan Musa "Jangan Membunuh".
    Sepertinya hampir impossible. Mungkin kalau dilihat di level kolektivitas bisa saja terjadi. Tetapi, di level setiap individu yang terlibat di dalamnya rasanya tidak. Menurut saya, membunuh atau menyaksikan pembunuhan secara langsung akan banyak merubah jiwa kita (semacam menghasilkan trauma). Makanya, model tentara perlu latihan mental "membunuh" supaya ga terlalu banyak mikir di medan perang. Menurut saya, sewaktu kita membunuh, saat itu kita sedang berubah menjadi mesin yang sesaat meninggalkan hati nurani dan akal sehat kita. Tapi saya belum pernah membunuh sih, jadi anggap saja ini teori.

    Bisa jadi saya membunuh pada problematika demikian. Seperti saya bilang, kita bisa membunuh saat hati nurani dan akal sehat "disingkirkan" sejenak.

    Kembali ke masalah sesama. Seandainya yang jadi korban sahabat kita dan yang bawa parang itu juga sahabat kita. Pilihan jadi tambah sulit khan? Nah kira-kira seperti itu kalau semua orang dianggap sesama.

  13. cba_k's Avatar
    cba_k is offline AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days cba_k has a spectacular aura about cba_k has a spectacular aura about
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,320
    Rep Power
    6

    Quote Originally Posted by Nephilim View Post
    Sepertinya hampir impossible. Mungkin kalau dilihat di level kolektivitas bisa saja terjadi. Tetapi, di level setiap individu yang terlibat di dalamnya rasanya tidak. Menurut saya, membunuh atau menyaksikan pembunuhan secara langsung akan banyak merubah jiwa kita (semacam menghasilkan trauma). Makanya, model tentara perlu latihan mental "membunuh" supaya ga terlalu banyak mikir di medan perang. Menurut saya, sewaktu kita membunuh, saat itu kita sedang berubah menjadi mesin yang sesaat meninggalkan hati nurani dan akal sehat kita. Tapi saya belum pernah membunuh sih, jadi anggap saja ini teori.

    Bisa jadi saya membunuh pada problematika demikian. Seperti saya bilang, kita bisa membunuh saat hati nurani dan akal sehat "disingkirkan" sejenak.

    Kembali ke masalah sesama. Seandainya yang jadi korban sahabat kita dan yang bawa parang itu juga sahabat kita. Pilihan jadi tambah sulit khan? Nah kira-kira seperti itu kalau semua orang dianggap sesama.
    karena itu konsep sola scriptura banyak ditentang, krn tidak match dgn kehidupan dunia ini.
    tapi ada juga yg mengusahakan utk kembali ke sola scriptura n tdk mengikuti kata bapa2 gereja patriotik
    Last edited by cba_k; 6th July 2009 at 10:10 AM.

  14. Y0h4n3s_T0mMy is offline AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days Y0h4n3s_T0mMy will become famous soon enough Y0h4n3s_T0mMy will become famous soon enough
    Join Date
    Jun 2004
    Posts
    1,319
    Rep Power
    0

    Quote Originally Posted by ferrywar View Post
    Tidak, Athien. Ajaran Kristen menurut interpretasi saya bukan begitu.
    Kemanusiaan bukan dilihat seperti sekeping puzzle yang terpisah dari gambar besarnya.
    Kalau perlu membunuh satu orang untuk menyelamatkan orang lain atau orang2 lain yang lebih bernilai, pembunuhan itu harus dilakukan.
    kita bicara dalam kaeadaan yang mempunyai opsi hitam-putih ya. Kalau masih bisa "berkelit" ya memang jadi diluar konteks permasalahan.

    Menilai satu aktivitas "membacok kepala penjahat" sebagai benar atau salah adalah bak menilai gambar besar hanya dari sekeping puzzle. Mesti dilihat konteksnya setiap kasus.

    Saya tidak menyalahkan sebuah pembunuhan bila itu perlu. Bahkan saya bisa menyalahkan penghalangan sebuah pembunuhan kalau pembunuhan itu harus dilakukan demi sesuatu yang lebih penting.
    Larangan Musa "Jangan membunuh" hanyalah patokan umum, seperti kasus Homoseksual dinilai hanya dari Tuhan menciptakan sel jantan dan betina.
    hitam putihmu tidak sesuai dg hitam putihnya Alkitab

  15. Sebetul kalau mau di teliti lagi sebagai manusia biasa, kita tidak bisa menghindar dari persoalan2 duniawi politik.
    Politik tidak selalu jelek ketika berkolaborasi dgn agama.
    Jika ada yg beranggapan politik/ duniawi adalah jelek ketika berkolaborasi dgn agama maka kita punya contoh2 :

    Golongan Farisi, orang yang sangat ekstrim religius dan anti politik. Mereka sangat sengit melawan pemerintahan khususnya pemerintahan Herodes dan Romawi. Orang Farisi berpendapat Israel harusnya diperintah secara theokratis dimana Allah Yahweh sebagai pemegang pemerintahan atas orang-orang Yahudi seperti dalam konsep Perjanjian Lama
    Golongan Saduki, kelompok Yahudi liberal, mereka percaya, orang Yahudi seharusnya merdeka tetapi mereka tidak pernah memikirkan pemerintahan Yahudi sebagai pemerintahan yang theokratis. Orang Saduki percaya Allah tetapi mereka tidak percaya kebangkitan pada orang mati. Agama hanya berjalan di dunia sekarang dan setelah mati, kehidupan pun berhenti.
    Golongan Herodian, murni bergerak di politik, tidak berurusan dengan agama bahkan cenderung anti agama, mereka hanya peduli kekuasaan.
    Ketiga golongan ini tidak pernah saling akur namun ironis, golongan Farisi dan golongan Saduki bersatu untuk menghadapi Tuhan Yesus. Ketiga golongan inilah yg menyalibkan Yesus.
    Terutama bagi orang Farisi, yg paling keras menentang politik (anti politik) ternyata bersuara mereka jg yg paling lantang menyalibkan Yesus.

    Jadi apapun masalah yg kita hadapi termasuk penganiayaan, ketidak adilan harus di hentikan. Sebagai orang Kristen harus berani mengatakan tidak dan menentang pelanggaran ketidak adilan dan hak2 asasi manusia.
    Ngga bisa seperti Pilatus yg berkata "saya tidak bertanggung jawab atas darah ..."
    Pilatus tidak bersalah kok, atas penyaliban Yesus. Dia hanya penonton


  16. Quote Originally Posted by PlainBread View Post
    Lalu kenapa anda gak memutuskan untuk memeluk agama Yahudi saja?
    Kenapa harus memeluk Yahudi? Justru andalah yang lebih tepat memeluk Yahudi. Anda mengagung-agungkan sekulerisme, itu adalah produk free masonry yang anti gereja dan disusupi Judaisme.

    Quote Originally Posted by PlainBread View Post
    Mengapa saya bilang seperti itu, karena jaman sekarang di dalam sebuah negara (terutama negara2 sekuler) terdapat banyak agama.
    Iran pun pernah menjadi negara sekuler pada zaman Dinasti Shah Pahlevi, kenapa bisa berubah menjadi negara agama?

    Sekarang andaikan anda hidup sebagai Marina Nemat di Iran, seorang basiji memasuki rumah anda karena anda mengabarkan Injil Kristus. Dia menampar pipi anda, apakah anda akan bilang, "tamparlah pipi yang satu lagi", dengan senang hati dia aka menampar pipi anda sekali lagi dan membunuh suami serta anak anda, apakah anda akan bilang, "Aku mengampunimu karena kamu tidak tahu apa yang kamu perbuat?".

    Ibu macam apa anda itu? Apakah Kristus menginginkan para pengikutnya untuk menjadi pengecut dan pecundang? Saya yakin tidak ada orang Kristen pasifis manapun yang melakukan itu, oleh karena itu jangan sok munafik. Ingatlah dalam Matius 23 TUJUH KALI Yesus memperingatkan supaya tidak menjadi orang munafik.

  17. Quote Originally Posted by Habibod_Yeshua View Post
    Mari berandai-andai Pater Martin Luther telah menjadi Uskup Germania th. 700 AD lalu mendengar bahwa umatnya dibantai oleh Suku Turki Selzug yg telah ikut nabi agama sebelah ketika mereka sedang ziarah menuju di Tanah Suci:
    1. Hanya menasehati tanpa henti dengan lemah lembut kpd Suku Selzug sampai dia meninggal, atau
    2. Memberikan nasehat dgn lemah lembut, lalu meningkat menjadi peringatan dan akhirnya seruan perang.

    Kira-kira teman2 protestan jika berada pada posisi ''Martin Luther'' akan melakukan opsi yg mana di antara 1 dan 2 ?
    Bro Habibod Yeshua

    Mungkin perlu ditambahkan alternatif ketiga,

    3. Karena membunuh adalah dosa, maka pada saat Orang Turki memasuki wilayah Jerman, Luther menyuruh umatnya pergi ke negara lain sebagai pengungsi dan menyerahkan tanah Jerman kepada bangsa Turki (sesuai dengan tafsiran pasifis Kristen dalam Matius 5:21 dan Matius 5:40).

    Silakan rekan-rekan Protestan menjawab.

  18. Quote Originally Posted by PlainBread View Post
    Yang namanya patriotisme (silakan liat di kamus mana saja), itu berhubungan dengan negara, bukan ngomongin soal iman atau agama
    Ok, mungkin Sis Plain Bread lupa atau belum pernah melihat wikipedia.

    Patriotism is love of and/or devotion to one's country. The word comes from the Greek patris.[1] However, patriotism has had different meanings over time, and its meaning is highly dependent upon context, geography and philosophy.

    Although patriotism is used in certain vernaculars as a synonym for nationalism, nationalism is not necessarily considered an inherent part of patriotism.[2][3] Among the ancient Greeks, patriotism consisted of notions concerning language, religious traditions, ethics, law and devotion to the common good, rather than pure identification with a nation-state.

    In the Hindu epic Ramayana, Lord Rama tells Lakshmana Janani Janma Bhoomischa Swargadapi Gariyasi (Mother and Motherland are greater than heaven), which greatly lays the foundation for consciousness of patriotism for Hindus.[7]

    Patriotism is strengthened by adherence to a native religion, particularly because such a community usually has its holy places inside its motherland. This is evident in cases of countries like India and Israel.

    Sebelumnya saya juga sudah memperingatkan Sis Plain Bro supaya jangan membuat definisi sendiri dan memaksakan konsep anda kepada orang lain.

  19. Kalo saya lebih setuju menafsir Yesus sebagai apolitik (berada di luar politik). Pandangan bro PB saya lihat terkesan Yesus sebagai antipolitik. Setiap anti hanya menunjukkan kebalikan sikap, tetapi esensinya sama, yaitu politik. Yesus menurut saya berbeda dengan Gandhi karena Yesus memang bukan elit politik atau kaum revolusioner yang melawan sebuah rezim.

    Bedakan antara penafsir politik, antipolitik, dan apolitik dalam soal "Kerajaan-Ku bukan berasal dari dunia ini." Penafsir antipolitik menganggap ini sebagai sebuah sikap politik Yesus yang menyatakan bahwa Dia adalah seorang Raja suatu negeri lain yang berada di luar sistem politik yang ada sehingga tentu tidak sama/bertentangan dengan sistem "kerajaan yang ada di dalam dunia." Penafsir politik menganggap ini sebagai sebuah pewartaan "gembira" karena Yesus memang memiliki power untuk mewujudkan idealisme mereka. Penafsir apolitik menganggap ini sebagai sebuah pernyataan bahwa Yesus tidak berurusan sama sekali dengan hal politik, baik politik (propolitik) ataupun antipolitik. Mengapa? Sebuah pernyataan politik adalah sebuah pernyataan kekuasaan untuk mendukung/menentang suatu kekuasaan. Pernyataan Yesus ini tidak memenuhi persyaratan itu karena tidak menunjukkan powernya dia sendiri. Pernyataan yang menyebutkan aspek "bukan berasal dari dunia ini" sama sekali tidak signifikan secara power sehingga ini hanya bermakna sebagai "garis pembatas" saja antara urusan politik-antipolitik kerajaan dunia dengan pekerjaan yang dilakukan Yesus. Jika mendukung mesianisme politik Yahudi melawan Romawi, Yesus harusnya dengan tegas menjawab, "Kerajaan-Ku yang berada di tempat mahatinggi akan meremukkan kerajaanmu." Jika menolak mesianisme tersebut, Yesus harusnya dengan tegas menjawab, "Kerajaan-Ku tidak sedang melawan kerajaanmu."

    Bandingkan juga dengan kasus bayar pajak. Yesus tidak menyatakan sikap politik "menentang" atau "menerima", Dia malah melihatnya dari sisi supaya tidak menjadi batu sandungan dalam kehidupan sosial.

    ---

    Saya rasa bro PB, dalam hal mendukung ide perang berdasarkan negara (termasuk di dalamnya patriotisme), sedang berusaha melakukan apa disebut "minimalisasi korban dan kerusakan yang tidak perlu". Perang memang tak terelakkan dalam beberapa situasi. Tetapi tentu pihak-pihak yang berperang harus membuat sekecil mungkin scope perang dan membatasinya dengan aturan (seperti Konvensi Jenewa) untuk minimalisasi korban dan kerusakan itu. Penggunaan label agama justru akan membuat skala perang menjadi besar dan banyak pihak yang berada di luar daerah konflik yang malah terseret dalam ke dalam medan perang sebagai akibat label yang sama. Begitu juga tujuan konsep perang yang meminimalisasi keterlibatan warga sipil dalam medan perang. Malah sekarang berkembang konsep perang asimetrik dan urban warfare mengingat banyaknya "cheaters" yang menggunakan warga sipil sebagai tameng.

  20. cba_k's Avatar
    cba_k is offline AP - Custom Title (Change it at your control panel) must be a member for at least 45 days cba_k has a spectacular aura about cba_k has a spectacular aura about
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,320
    Rep Power
    6

    Quote Originally Posted by Militia_Christi View Post
    Bro Habibod Yeshua

    Mungkin perlu ditambahkan alternatif ketiga,

    3. Karena membunuh adalah dosa, maka pada saat Orang Turki memasuki wilayah Jerman, Luther menyuruh umatnya pergi ke negara lain sebagai pengungsi dan menyerahkan tanah Jerman kepada bangsa Turki (sesuai dengan tafsiran pasifis Kristen dalam Matius 5:21 dan Matius 5:40).

    Silakan rekan-rekan Protestan menjawab.
    itulah anehnya amanat agung Yesus yg meminta kita utk mengabarkan injil kepada semua orang.

    klo berhasil, resikonya dunia malah jadi jungkirbalik..

    semua orang malah saling menyerahkan tanah, bukan berebut tanah,
    tidak ada lagi yg mau membunuh, malah pada minta disalib, klo perlu salibnya terbalik..

    segala sesuatu tentu harus ada seseorang yg mau memulainya, tapi “orang aneh” mana yg suka bermimpi n mau mulai melakukan hal beginian..?

Closed Thread
Page 2 of 5
FirstFirst 1 2 3 4 5 LastLast

Similar Threads

  1. kepemimpinan organisme
    By gsm in forum Diskusi General
    Replies: 26
    Last Post: 4th February 2010, 11:32 PM
  2. Nyanyian Para Mantan Budak di Tibet dan Obor Olimpiade
    By SarapanPagi in forum Diskusi General
    Replies: 4
    Last Post: 22nd June 2008, 11:10 PM
  3. [cersil] Kho Ping Hoo Si Bangau merah
    By ben in forum Entertainment Talk
    Replies: 174
    Last Post: 1st May 2008, 04:47 AM
  4. [Cerita Silat] Kho Ping Hoo Kisah Sepasang Rajawali
    By ben in forum Entertainment Talk
    Replies: 400
    Last Post: 23rd January 2008, 09:27 PM
  5. Peringatan Bagi Para Pemimpin Gereja Tuhan
    By loving in forum Belajar Alkitab
    Replies: 28
    Last Post: 4th August 2004, 07:18 PM

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts

Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.5.0 RC1 PL1