
Originally Posted by
SarapanPagi
Mengapa Yesus mengutuk pohon ara ?
Yesus memakai pohon ara sebagai simbol !
Ada dua ayat di perjanjian baru Mat 21 dan Mark 11 , berhubungan dengan cerita "pohon ara", ayat Markus memberikan informasi lebih detail. Mari dimulai dengan mengkaji Markus 11:12-14
Mar 11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
Mar 11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Mar 11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
Untuk pembaca awam, mungkin kelihatannya aneh mengapa Yesus mencari buah ara ketika pada saat itu bukan musim berbuah. Dia sebenarnya tidak mengharapkan adanya buah, tetapi sesuatu yang lain. Ini adalah apa yang dijelaskan oleh Ensiklopedia Britanica di bab "Pohon Ara"
" yang paling primitif adalah Ara Capri, pada umumnya dikenal sebagai jenis buah ara yang dapat dimakan. Pohon ara capri berbuah tiga kali pada setiap musim pertumbuhan-nya. yang pertama adalah buah musim semi (profichi), kedua buah musim panas(mammoni) dan ketiga buah musim dingin (mamme).
Perhatikan dalam pasal 13, Yesus tidak mengharapkan menemukan buah ara, tetapi ia mencari "sesuatu" . Kemungkinan yang dicari adalah tipe Mammoni. yang dapat diharapkan masih ada hingga akhir musim gugur. Untuk diingat bahwa pohon ara adalah makanan utama/dasar di timur tengah. Yesus tidak menemukan sesuatu untuk dimakan di pohon tersebut dan Ia mengutuk-nya.
ada 2 pelajaran utama yang dapat kita pelajari dari kisah ini. di dalam pasal 14 kita membaca Yesus mengutuki pohon: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!"
Tuhan memberikan investasi kepada umat yang dipanggil-Nya. Dia memberikan mereka harta yang berharga yaitu Roh Kudus dan dia mengharapkan pengikutNya untuk menggunakannya dan bertumbuh dalam karakter spiritual.
Pelajaran pertama yaitu, Pengikut Kristus harus memproduksi buah2 roh. Kegagalan melakukan ini akan mengakibatkan kutukan akhir yaitu dicampakkan ke dalam lautan api. Mat 25:14-30. Yesus jelas-jelas menggunakan pohon ara sebagai simbol ketika Ia mengajar. Kutukannya pada pohon ara yang tidak menghasilkan buah itu sesungguhnya adalah kutukan terhadap kepemimpinan orang Yahudi dan kematian rohani mereka. Perhatikanlah konteksnya yakni Kristus mensucikan Bait Allah (Markus 11:15-17) dan kutipan-Nya dari Yesaya 56:7 dan Yeremia 7:11. Pohon ara juga dipakai dalam bagian lain dari Alkitab sebagai lambang para pemimpin (Hakim-hakim 9:10-11)
pelajaran kedua di dalam Mark 11:20-24
Mar 11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
Mar 11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
Mar 11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
Mar 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Mar 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
peristiwa ini bukan kasus kekecewaan Yesus,yang mengakibatkan ungkapan ketidaksabaran. Hal ini adalah pelajaran iman yang sangat besar dan tak terlupakan oleh Anak Manusia tentang JANGANlah tidak berbuah.
Gereja digambarkan sebagai pohon yang sedang bertumbuh; maka jika gereja itu tidak ada buahnya, gereja digambarkan seperti Pohon ara yang tidak pernah berbuah.
Bookmarks